Kompetisi Software Bee-ICTA 2007
by Romi Satria Wahono
Bee-ICTA alias Binus Information and Communication Technology Application adalah ajang internal Universitas Bina Nusantara (Binus) untuk mencari bibit unggul pengembang aplikasi software dari mahasiswa-mahasiwanya. Namanya mirip dengan APICTA (Asia Pacific ICT Application)? Ya karena salah satu tujuannya juga untuk mempersiapkan diri mengikuti perlombaan APICTA baik tingkat nasional maupun internasional. Jujur saja, tidak banyak universitas di Indonesia (baik negeri atau swasta) yang menseriusi berbagai ajang kompetisi programming dan pengembangan aplikasi software seperti APICTA atau ACM Programming Contest. Padahal event-event semacam ini bisa dimanfaatkan untuk mengkader programmer-programmer muda kita dan sekaligus dapat menjadi image branding yang baik untuk Indonesia. Efek positif berikutnya adalah ke arah pengakuan komunitas internasional terhadap SDM-SDM IT Indonesia, otomatis ini merembet ke terbukanya dunia kerja internasional untuk SDM Indonesia.
Lab saya dulu di Jepang (Saitama University) juga cukup serius mempersiapkan mahasiswa-mahasiswa terutama yang masih di program bachelor dalam ACM Programming Contest. Para senior punya kewajiban membantu adik-adik kelas baik dalam aspek teknis (application design, code writing, development method, dsb) maupun non-teknis (mental, presentation technique, time schedulling, dsb).
Kebetulan hari ini, Sabtu 24 Maret 2007 saya diminta teman-teman di Binus untuk menjadi juri kompetisi software Bee-ICTA. Ada beberapa tahap penjurian sehingga akhirnya Sabtu ini terkumpul 12 produk untuk penjurian akhir (presentasi). 12 produk aplikasi software tersebut dibagi menjadi 2 kategori, yaitu:
-
Database and e-Application
-
Multimedia, Intelligence System and Networking Application
Secara umum saya pikir produk-produk yang masuk tahap penjurian akhir (presentasi) cukup baik. Dasar ide juga cukup menarik dan technical aspeknya banyak yang mencapai level yang cukup tinggi. Aspek yang masih perlu diasah adalah “sense” membaca kebutuhan (requirement) pasar yang riil dan mengembangkan produk berdasarkan kebutuhan itu. Well, saya pikir wajar mahasiswa punya sedikit kelemahan di aspek ini karena domain mahasiswa yang ada di lingkungan kampus. Kalau sudah mulai masuk wilayah industri, pasti dengan sendirinya akan matang. Gampangnya orientasi kebutuhan pasar akan utama, karena meskipun kita mengembangkan software dengan teknologi secanggih apapun, akan menyakitkan hati pengembang ketika produk tersebut tidak digemari pasar (tidak laku)
Saya kebagian menjadi juri untuk kategori Multimedia, Intelligence System and Netwoking Application. Produk-produk yang muncul kalau saya kategorikan ada di tema-tema: multimedia learning, voice recognition, dan server administration tool. Aspek penilaiannya meliputi Functionality (40%), System (10%) dan General (50%). Merunut ke teori rekayasa perangkat lunak tentang kualitas software, metode penilaian ini termasuk penilaian terhadap produk (bukan proses). Aspek Functionality menilai dari segi Friendliness (kemudahan penggunaan aplikasi), Usability (tingkat pemenuhan kebutuhan dan solusi), User Interface (pemenuhan aturan 8 golden rules HCI). Aspek System menilai sejauh mana kemudahan pemeliharaan code dan kemungkinan pengembangan lebih lanjut (Maintenance). Aspek General menilai Originality, Visual Attractness (penampilan layar), Innovative (keunggulan dibanding produk lain) dan Comprehensive (kemampuan menjawab pertanyaan juri).
Akhirnya, terpilih 3 pemenang untuk tiap kategori dan 1 juara umum yang berhak mendapatkan piala dari Binus untuk total skor tertinggi. Selamat saya ucapkan untuk teman-teman semua yang sudah mengikuti Bee-ICTA 2007 ini, great job untuk yang menjadi pemenang dan jangan patah semangat untuk yang belum menang.

Sekali lagi ajang seperti ini menarik dilakukan untuk mencari bibit-bibit unggul programmer muda dari kalangan mahasiswa, dan jangan lupa otomatis akan meningkatkan image branding universitas beserta seluruh sivitas akademikanya. Jadi kampus lain jangan sampai kalah, ayo bikin juga !
Tulisan lain tentang acara Bee-ICTA 2007 ini:
-
Riky Kurniawan (Juara II Bee-ICTA 2007)
-
Retsu (Juara I Bee-ICTA 2007)

Related Articles
- Pilih Nama Asosiasi Pengembang Software Yuk!
- Kompetisi Business Plan dan Entrepreneurship di UKSW
- Kualitas dan Peluang Industri Software Lokal
- Teknik Pengukuran Kualitas Perangkat Lunak
- Aspek dan Kriteria Penilaian Media Pembelajaran
- Lomba Pembuatan Multimedia Pembelajaran 2007
- 10 Kiat Menjadi Entrepreneur untuk Mahasiswa Lugu (Versi Seminar)
- Asosiasi Pengembang Software Indonesia
- Penjurian Final Imagine Cup Indonesia 2009
- Teknik Bundling Program PHP dalam CD
- Visi dan Misi Asosiasi Pengembang Software
- Industri Software Lokal (Catatan Diskusi Metro TV)
- Wajibnya Skill Coding Bagi Mahasiswa Computing
- Launching IGOS Nusantara 2006
- Forum Diskusi dan Milis APPLI
- Local Content dan Daya Saing Bangsa
- Padanan Aplikasi Windows-Linux
- Tips dan Trik Memilih Jurusan Komputer
- IlmuKomputer.Com Goes Blog
- eLearning sebagai Alat Bantu Pembelajaran























































































March 26th, 2007 at 12:17
Juara 1 hanya 3 juta…?? Yayayaya.. very very Binus !
March 26th, 2007 at 15:15
Hehehe aku mau komentar tentang itu benarnya, cuman nggak enak
March 26th, 2007 at 18:01
Iya.. lomba webdesign aja bisa 10 jutaan :d…
Tp dengan maraknya kegiatan2 spt ini moga2 lain kali banyak pihak sponsor yg bisa ngasi hadiah..
Kpn ya kampusku bikin juga.. (gak mungkin kaleee.. :p)
March 26th, 2007 at 21:01
Yah saya rasa, hadiah tergantung dari sponsor, trus lihat budget jurusan/hima, yah kalo gak ada budget, masak mau hadiah nya besar…^_^
March 26th, 2007 at 21:33
# Andi Bagus: Sebenarnya sih yang lebih penting eventnya sendiri, kalau peserta banyak tercerahkan dan termotivasi saya pikir itu lebih penting daripada jumlah hadiah.
April 2nd, 2007 at 6:37
Bagus nih acara kaya gini dibanyakin…Salut juga ama pemenangnya Cewek!! mana tuh cowoknya?? hehe…
April 2nd, 2007 at 10:34
# Dani: Cowoknya lagi pada ngumpet kali
April 3rd, 2007 at 11:30
Klo saya sih gak mau komentar tentang hadiahnya
, mungkin mampunya memang segitu, kemauan untuk mengadakan itu sudah lebih dari cukup.
Saya cuma mau komentar, Pak Romi kok makin hari makin “Seger” aja…
April 3rd, 2007 at 22:43
# Cakbud: Seger piye? … hehehe
April 3rd, 2007 at 22:45
Eh kelupaan satu, itu situs cakbud.info kayaknya masih banyak error mas. Saya takut ada yang ngisengin nanti
April 4th, 2007 at 8:20
Iya pak, memang masih dalam perbaikan dan pengambangan, dan hari ni yang Bapak takutkan terbukti juga
Ada beberapa konfigurasi yang berubah
# Cakbud: Seger piye? … hehehe
maksudnya “Segerd*” he he he maap.. maap .. maap
April 4th, 2007 at 14:07
hehehe bisa saja
April 20th, 2007 at 6:03
Binus Banget ya …. bwahaha . Binus berkualitas karna mahasiswa/i tu…. sayang ternyata ga di hargai juga .. ABCD … Adu bo..cape de..
April 20th, 2007 at 6:06
Tambahin lagi…
Sepertinya ga da promosi tuh … jadi bukan ngumpet tu cowo nya
, coba kalau di promoi.. saya rasa tu banyak dewa-dewa kluar …bwahaha …. Binus gtu lo … (Binusian 2007)
May 11th, 2007 at 16:18
emang hadiahnya si masi berasa kecil :p Teman kelompok kami memang ada yang co, tp dia lagi keluar kota urusan kantor, jadi yang maju kita d. Untuk apicta sebenarnya pengen ikutan juga neh… cmn koq ya dari jurusan ng ada bimbingan lagi nih setelah bee-icta. Ada yang mau sponsorin kita2?? :d
July 6th, 2009 at 9:01
hah bagus nih… tapi masalahnya aku bru kelas 3 smk… coba ada lomba yg kayak gitu di kupang… apalagi dkhususkan bagi anak smk terutama di bidang rpl (rekayasa perangkat lunak)….
pasti peminatnya banyak tuh…
thank buat info yang very menarik….
December 2nd, 2009 at 14:48
[...] Kompetisi Software Bee-ICTA 2007 [...]
April 1st, 2010 at 17:28
kok sedikit hadiahnya ya.padahal kompetisi yang cukup menguras tenaga dan pikiran itu.