Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?
by Romi Satria WahonoSetelah anda membaca artikel Konsep Subnetting, Siapa Takut? dan memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
|
|
|---|
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
- Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 - 2 = 62 host
- Blok Subnet = 256 - 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
- Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
|
Subnet
|
192.168.1.0
|
192.168.1.64
|
192.168.1.128
|
192.168.1.192
|
|
Host Pertama
|
192.168.1.1
|
192.168.1.65
|
192.168.1.129
|
192.168.1.193
|
|
Host Terakhir
|
192.168.1.62
|
192.168.1.126
|
192.168.1.190
|
192.168.1.254
|
|
Broadcast
|
192.168.1.63
|
192.168.1.127
|
192.168.1.191
|
192.168.1.255
|
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
| Subnet Mask | Nilai CIDR |
| 255.255.255.128 | /25 |
| 255.255.255.192 | /26 |
| 255.255.255.224 | /27 |
| 255.255.255.240 | /28 |
| 255.255.255.248 | /29 |
| 255.255.255.252 | /30 |
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
|
|
|---|
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 - 2 = 16.382 host
- Blok Subnet = 256 - 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
- Alamat host dan broadcast yang valid?
|
Subnet |
172.16.0.0
|
172.16.64.0
|
172.16.128.0
|
172.16.192.0
|
|
Host Pertama
|
172.16.0.1
|
172.16.64.1
|
172.16.128.1
|
172.16.192.1
|
|
Host Terakhir
|
172.16.63.254
|
172.16.127.254
|
172.16.191.254
|
172.16.255.254
|
|
Broadcast
|
172.16.63.255
|
172.16.127.255
|
172.16.191.255
|
172.16..255.255
|
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 27 - 2 = 126 host
- Blok Subnet = 256 - 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
- Alamat host dan broadcast yang valid?
|
Subnet |
172.16.0.0 | 172.16.0.128 | 172.16.1.0 | … | 172.16.255.128 |
| Host Pertama | 172.16.0.1 | 172.16.0.129 | 172.16.1.1 | … | 172.16.255.129 |
| Host Terakhir | 172.16.0.126 | 172.16.0.254 | 172.16.1.126 | … | 172.16.255.254 |
| Broadcast | 172.16.0.127 | 172.16.0.255 | 172.16.1.127 | … | 172.16.255.255 |
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 216 - 2 = 65534 host
- Blok Subnet = 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
- Alamat host dan broadcast yang valid?
|
Subnet |
10.0.0.0 | 10.1.0.0 | … | 10.254.0.0 | 10.255.0.0 |
| Host Pertama | 10.0.0.1 | 10.1.0.1 | … | 10.254.0.1 | 10.255.0.1 |
| Host Terakhir | 10.0.255.254 | 10.1.255.254 | … | 10.254.255.254 | 10.255.255.254 |
| Broadcast | 10.0.255.255 | 10.1.255.255 | … | 10.254.255.255 | 10.255.255.255 |
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x - 2
Tahap berikutnya adalah silakan download dan kerjakan soal latihan subnetting. Jangan lupa mengikuti artikel tentang Teknik Mengerjakan Soal Subnetting untuk memperkuat pemahaman anda dan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas.
REFERENSI
- Todd Lamle, CCNA Study Guide 5th Edition, Sybex, 2005.
- Module CCNA 1 Chapter 9-10, Cisco Networking Academy Program (CNAP), Cisco Systems.
- Hendra Wijaya, Cisco Router, Elex Media Komputindo, 2004.


























































































February 11th, 2006 at 12:18
[…] Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1 (terutama chapter 9 dan 10). Setelah selesai membaca ini, silakan lanjutkan dengan artikel Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?. […]
February 11th, 2006 at 13:52
Alhamdulillah…
Tambah Gamblang n mudeng semoga artikel yang sejenis bisa lebih banyak lagi
thanks You very much =D>
February 11th, 2006 at 14:08
Salam Perjuangan,
makasih banyak buat mas romi dkk yang bersedia meluangkan waktunya yang sibuk untuk membuat dan men-share ilmunya ke kami kami ini…
Hasan
February 13th, 2006 at 9:35
Mas Romi ysh.
Yang tidak kalah penting dan yang paling dasar adalah bingungnya pemahaman masalah LAYER dan encapsulation.. Ini juga hampir muncul disetiap ujian. Seandainya di edisi ke 2 setelah subnetting Mas Romi bisa membuat analoginya, alangkah banyak yang ingin tahu rahasianya….
Salam, dan selamat berjuang… demi negeri tercinta INDONESIA.
wasi
February 13th, 2006 at 14:16
Mas Romi, makasih banyak nih atas ilmu yang di-share ke kita2.
Tapi, saya masih kurang jelas nih untuk perhitungan no 3 dan 4,
kalo bisa tolong dong mas lebih detil lagi cara perhitungannya.
Angka2 tersebut didapat dari mana.
Thanks
February 13th, 2006 at 14:32
Angka untuk blok subnet anggap saja sebagai rumus, jadi 256 dikurangi nilai subnetmask oktet terakhir. Kemudian untuk host dan broadcast yang valid, patokannya dari subnetnya. Tambahin 1 untuk host pertama, dan untuk broadcast kurangi 1 dari subnet berikutnya. Host terakhir tinggal kurangi 1 dari broadcastnya. Mudah-mudahan jelas
February 13th, 2006 at 14:33
mas romi,
thanks bgt, iya sebenarnya kuncinya adalah menghapal CIDR… tp mas bener tuh kt Wasi, konsep layering & encapsulation msh di tunggu…
February 13th, 2006 at 14:58
Mas Romi, setelah saya coba pelajari kembali,
untuk perhitungan yang no 3 saya udah mengerti,
tinggal perhitungan yang no 4 kelihatannya masih sulit.
Bisa lebih detil ngga mas ?
Thanks
February 15th, 2006 at 15:50
Pak, saya mempunyai masalah dengan Proxy ISA Server.
Tidak bisa konek ke port luar selain 80. misal : https://ibank.klikbca.com (bisa) tapi https://ibank.klikbca.com:800 (tidak bisa). contoh lain : http://202.152.25.50:8888 (tidak bisa)
apakah ada URL artikel yang bisa menangani?
February 16th, 2006 at 9:16
Terima kasih atas kemurahan hati mas romi,
Meskipun baru kali ini saya memberi comment, tapi sebetulnya saya selalu mengikiti tulisan2 mas romi yang penuh makna di website ini. Tak ketinggalan saya print artikel2 nya dengan kertas yang sudah tidak terpakai di kantor untuk saya bawa pulang dan saya baca menjelang tidur untuk lebih saya renungi dan pahami arti dan maknanya.
Terima masih sekali lagi atas ilmunya….., semoga menambah bekal amal sholeh jika dimanfaatkan oleh pembacanya…. Amiiiin…..
February 21st, 2006 at 12:04
Assalamu’alaykum Mas Romi,
Wah terima kasih sekali atas kemurahan hati mas mengenai informasinya & mempermudah mempelajarinya.
Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kemudahan pula baik dunia & akhirat kepada mas romi sekeluarga …. Amin
February 23rd, 2006 at 16:22
As, salam kenal mas, trims buat tukar wawasannya soal IP subnet mas Romi, ini adalah termasuk salah satu materi CCNA yang bikin mumet
, baidewei, kapan brainmatics akan buka training CCNPnya
. Was
February 23rd, 2006 at 23:47
CCNP, silabusnya sudah ada dan sudah ditawarkan ke perusahaan-perusahaan. Cuman memang belum jadi reguler training.
February 27th, 2006 at 1:30
Halo Mas Romi! Assalamualaikum. Kunjungan kali pertama.
Saya dapat link Mas Romi dari teman. Artikel ini sangat membantu. Terlebih karena saya memang sedang belajar mendesain jaringan dengan IPv4. Semoga saya sudah mengerti minimal secara teori, topik subnet ini. Sekarang tinggal belajar praktek langsungnya.
Kalau IP Private itu gimana lagi sih Mas Romi? Saya masih bingung. Misal: Kok tiba-tiba dari 167.205.*.* bisa muncul angka 192.168.*.*
Terimakasih Mas Romi atas bantuannya.
February 28th, 2006 at 9:06
Assalamu’alaykum Mas Romi,
sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas pelajarannya untuk kami.
dan yang sama masih binggung adalah perhitungan yang nomor 2 dan nomor 4 tolong pencerahannya mas romi….??
salam
islah
March 6th, 2006 at 7:06
Persisinya bingung di bagian mana, Islah? Kali saja saya bisa membantu. Oh iya, saya sekarang sudah tahu darimana munculnya angka 192.168.*.*. Nomor ini diatur dalam regulasi RFC sekian-sekian untuk penomoran IP Private.
March 9th, 2006 at 16:18
Terima kasih Bang! Minta ijin saya quote. Males buat module
March 9th, 2006 at 17:18
ok monggo mas ….
April 10th, 2006 at 0:35
[…] Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1. Setelah selesai membaca ini, silakan lanjutkan dengan artikel Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?. […]
April 17th, 2006 at 17:02
mass romi kalau itu kan Ipv4 kapan kapan bahas yang ipv6 dong masihh belum mudeng soal ipv6
T’rims atas ilmu yang di bagikan dgn tulus
May 20th, 2006 at 10:47
Assalamu Alaikum….
Mas romi… terimakasih atas artikel-artkel pengetahuan tentang internet yang diberikan semoga allah membalasnya.. ana boleh tanya kan….. NAT itu apa sih…. saya jg punya tugas dari dosen nih disuruh buat tapel IP addres ut 3 kelas IP (A,B,C) dengan format tabel #Bit of Mask#Subnett#Subnetmask#Host Per Subnet# … mohon jawabannya…. thanks sebelumnya…. ^_^ jazakumullah khair
Wassalam
June 19th, 2006 at 22:28
Mas Romi ysh,
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas share ilmunya smg Allah membalas..
Saya mau nanya nih. di ilustrasi soal unt subnetting klas C, contoh yg dipakai adalah dng Network Address 192.168.1.0 dng CIDR /26.
Apabila yg dipakai adalah network Addres 192.168.2.0 dng CIDR /26 apakah akan menghasilkan subnetting dengan 192.168.2.0—–192.168.2.64—–192.168.2.128—–192.168.2.192
June 21st, 2006 at 16:20
alhamdulillaaaaahhh…
akhirnya ketemu juga artikel yang berguna seperti ini!
gampang dimengerti.
selama ini subnetting selalu jadi nightmare kalo pas ada quiz jarkom di kelas.
dosen & asisten udah sering menjelaskan tapi tetep aja susah ngertinya.
terima kasih banget mas romi,
wasalam.
August 8th, 2006 at 17:34
Halo salam kenal buat mas Romi,
Saya sangat salut….. atas prestasi dan perdjoeangan mas Romi dalam hal memajukan Teknologi Informasi di Indonesia… Salut sekali….
Melihat tulisan-tulisan mas Romi, saya jadi ingin menjadi seperti mas Romi dan mengikuti teladan yg telah dicontohkan mas Romi (kalau bisa…).
Maaf ini sedikit hal yg saya mau tanya ttg konsep Subnetting… Kalau dilihat diatas, mas Romi tuliskan CIDR utk kelas C mulai dari /25 - /30.
Kalau dilihat jumlah Subnetnya berarti kelipatan 2 pangkat x dimana x=1,2,3 dst (Subnet=2,4,8,16, dst) genap semua tidak ada yg ganjil.
Yg jadi pertanyaan :
1. Bagaimana kalau kita mau jumlah Subnet-nya 3 atau 5 (Ganjil)?
2. Berdasarkan apa kita menentukan Subnet Masknya? misalnya 255.255.255.128 (CIDR /25) ataukah /CIDR 26? Apakah berdasarkan jumlah host dalam network? Misalnya ada 30 host dalam sebuah network maka dibuat 2 Subnet masing-masing 15 host. Ataukah dibuat 4 Subnet masing-masing 7-8 host? Pemilihannya berdasarkan apa?
3. Berapa minimal dan maksimal jumlah host pada sebuah Subnet agar trafficnya lancar?
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas solusi dan pencerahannya. Viva TI Indonesia….
September 1st, 2006 at 14:09
bolehh juga untuk ujian subnetting di CCNA
September 12th, 2006 at 9:11
terima kasih mas artikel ini sangat bermanfaat bagi saya, oh ya mas kalo bisa di jadikan PDF aja jadi supaya bisa di download and supaya bisa kita berikan ke yang lain
September 24th, 2006 at 16:58
Salam Pak Romi,
Gimana dgn IP Private,
Kelas A : 10.x.x.x
Kelas B : 172.16.x.x - 172.31.x.x
Kelas C : 192.168.x.x
Apakah kemudian sy bisa membuat Subnet standar khusus utk IP Private tsb sbb:
Kelas A : 255.0.0.0
Kelas B : 255.240.0.0
Kelas C : 255.255.0.0
Keliatan sangat tdk lazim….
Mohon petunjukknya Pak
Makasih
November 24th, 2006 at 10:18
Terima kasih pak…
saya jadi lebih paham mengenai IP Subnetting ini, yang sebelumnya masih samar2x….
November 26th, 2006 at 20:17
wah kakak “mahaguru” trima kasih atas ilmunya.kami jadi bisa menyelesaikan tugas akhir jaringan komputer……yang tadinya gak mudeng sama sekali……
salam hangat dari kami.minta yahoo messenger nya dunk hehehehehe
GOD BLESS YOU>>>>>>>>
December 1st, 2006 at 10:09
Wah bagus buat referensi lagi biar lebih paham ttg subnetting nih..
December 6th, 2006 at 23:02
thanks…mas…
ilmunya sangat amat berguna bagi orang2 baru yang lagi belajar seperti saya ini….(dilanjut ke tahap selanjutnya…monggo…mas…)
December 23rd, 2006 at 12:53
wah, kenapa gak dari dulu ya saya baca artikel ini. Nyesel juga kemaren waktu kuis ditanyain subnetig gak bisa. makasih banyak mas romi, sekarang jadi agak paham, mudah-mudahan besok waktu uas klo ditanyain subneting lagi jadi bisa ngerjain. Mudah mudahan ada artikel yang lebih keren lagi, makasih mas….
January 11th, 2007 at 13:26
terima kasih untuk mas romisatriawahono, moga makin banyak tutorial tentang jaringan komputer, jujur saya belum puas, mas romi punya mailing list ?
January 22nd, 2007 at 16:13
Salam Perjuangan,
makasih banyak buat mas romi dkk yang bersedia meluangkan waktunya yang sibuk untuk membuat dan men-share ilmunya ke kami kami ini…
subhan
February 27th, 2007 at 11:42
Saya suka banget ma ini artikel….secara saya bener² pemula bangettt, jadinya pas banget wat sayaa..
Terima kasih pak romi udah buatin artikel ini, boleh minta nomor tlpnyaa…?
February 27th, 2007 at 11:45
Oiyaa…kebtulan juga saya ini adek iparnya bang risman, ternyata dunia memang sempit yaa…:D salam hormat
February 28th, 2007 at 16:41
Thank u thank u
Well, banyak membantuku yang lagi mulai belajar jaringan neh..
Makasih banyak ya Mas Romi..
:)
April 26th, 2007 at 10:25
gini mas ajarin aku cara menghitung subnet dg cara paling mudah dongks
May 6th, 2007 at 11:36
ass
bagus sekali ya pak sekarang saya mudah menghitung subnet makasih pak
May 6th, 2007 at 15:08
ass
makasih ya pak,bapak udah jauh-jauh datang ka rangkas untuk ngajar kita.makasih juga udah mau ngajarin kita penghitungan subnet.sekarang dwi udah mulai mengerti walau smasih sedikit-sedikit sih….
jangan kapok datang ke rangkas ya…
thank u “semoga bapak tambah sukses dan semoga Allah selalu melindungi bapak di manapun bapak berada”(Amien)
wass
May 7th, 2007 at 14:53
[…] Penghitungan Subnetting […]
May 9th, 2007 at 9:49
mas
kl yang masalah subneting ok banget dah
tolong dong jelasin utk kelas D (Multicast) & E (reserve)
justru materi ini yang jarang djelasin.
May 9th, 2007 at 17:34
mas, saya fuady. saya mau nanya nih, jadi itukan subnet nya ada banyak. jadi klo kita hanya ingin menggunakan 15 komputer dalam satu ruangan apakah saya hanya menggunakan satu subnet saja bila dalam satu subnet itu terdapat lebih dari 15 host….?
yang kedua ip subnet dan ip broadcastnya untuk apa dan dimasukkan ke mana????
yang ketiga, apakah gateway yang akan kita masukkan itu ip yang diberikan oleh ISP?
mohon bantuannya yaa mas, klo bisa kirim ke e-mail saya ahmadfuady@plasa.com
please…….
thank’s
May 16th, 2007 at 23:01
“i can see clearly now the rain is gone”
May 25th, 2007 at 12:36
mas, kl misalnya punya swicth yg portnya 6, nah ak ada 3 komputer.. setelah itu ak mau bikin supaya clientnya cuman untuk 2 komputer client dan 1 server, pertanyaan aku gimana nyettingnya mas supaya sisa port 3 lage biar ada yang mau nyolokin ga bisa?? tolong jelasin yah mas??
June 22nd, 2007 at 9:35
[…] Penghitungan Subnetting […]
June 24th, 2007 at 21:46
thanks for all
July 21st, 2007 at 18:41
Mas, untuk soal latihannya itu ada kunci jawabannya ga?
Buat ngecek aja apa bener yang udah dikerjain
hehe
Makasih
July 24th, 2007 at 14:50
Mas, nama saya Firmansyah, saya coba perhitungan subnetting ip 172.16.0.0/25 seperti contoh di atas dengan menggunakan ip calculator di situs ini –> http://www.semsim.com/ccna/tools/ip_calculator.asp . Hasil yang saya dapat cukup mengherankan jumlah subnet-nya hanya 2, sedangkan perhitungan jmlh subnet seharusnya 512 subnet. Nah, yang ingin saya tanyakan:

1. kenapa bisa ada perbedaan jumlah subnet seperti itu ?. kelihatannya situs ini hanya menghitung bit 1 pada oktat terakhir yang mengandung bit 1 tersebut, saya coba soal semodel dan ternyata memang perhitungannya sama. Mohon penjelasannya.
2. untuk sekarang yang dipakai menghitung jumlah subnet itu 2^n atau (2^n)-2?
Mohon bantuannya mas
Thanks
August 29th, 2007 at 16:13
[…] http://romisatriawahono.net/?p=115 […]
August 30th, 2007 at 14:57
assalamualakum………
mas romi…..makacih banget ya!!!!!
Berkat ni artikel AQ jadi bisa ngerjain tugasku……
jadi ngrasa seneng deh belajar subnetting!!!!!
kpan2 tambah lagi artikelnya yach!!!!!!!!
August 30th, 2007 at 15:52
# Firmansyah: Tentang rumus, coba dibaca paragraf terakhir artikel saya.
#t_teen: Alhamdulillah kalau bermanfaat.
September 30th, 2007 at 14:42
[…] Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.Setelah selesai membaca ini, silakan lanjutkan dengan artikel Penghitungan Subnetting, Siapa Takut? […]
October 3rd, 2007 at 12:21
kebetulan sekali nih bung romi,saya saat ini baru mau mau belajar lebih serius untuk tau tentang netwoking .saat ini saya memang lagi cari referensi tentang network dan CCNA.
bung romi tolong dong di tambah lagi ilumnya dan bagikan ke kami yang lagi pingin belajar.
kira kira di daerah jateng untuk bisa ikut study CCNA dimana ya?
regrads
October 9th, 2007 at 16:57
Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya masih newbie dan masih ada pertanyaan. Mohon bantuannya. Begini, dalam satu subnet (ex: 10.0.0.0/16) memiliki maximal host (65534 tiap subnet). Bagaimana jika suatu saat host dalam subnet tsb ingin ditambah?
Mohon penjelasannya.
Terima kasih banyak atas artikelnya yang sangat bermanfaat.
Semoga pak Romi dan keluarga sehat dan sejahtera selalu. Amin.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
October 25th, 2007 at 23:40
Pak Romi mohon pencerahannya,
Bukannya setelah di subnet..maka host yang pada 8 oktet bloknya memiliki nilai 255 sudah tidak dipaki lagi, karena dari pada broadcast satu-satu lebih baik broadcast semua aja pak???
contoh:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25
Berarti alamat 172.16.255.0.1 sampai 172.16.255.254 juga tidak dipakai lagi???
Terima kasih
November 8th, 2007 at 16:00
Bang Romi saya ni pemula yang ambil jurusan TI.boleh minta gak kunci cisco yang dari chapter 9-11 yang modul 1.tolong kirimkan ke alamat email saya ya makasih lho..
Uda berusaha dengan kemampuan sendiri tapi nyatanya gak donk-donk jadi mentok dech pake kunci ja he….kirim ya bang kuncinya….!
December 8th, 2007 at 21:58
[…] sumber : http://romisatriawahono.net […]
December 11th, 2007 at 20:21
thx…bwt pencerahannya…
oiya klo soal2nya ada kunci jawabannya ga?…
soalnya udh dikerjain…mw dicocokin…
please…request…
December 18th, 2007 at 9:37
Asslamu’alaikum, pak romi maaf saya mau nanya yang subnetting bagian perhitungan blok subnet yang nilai 256 dari mana didapatnya, soalnya pd waktu saya & temen2 presentasi makalah masalah subneting, yang km ga tau 256 dari blok subnet itu, dan dosen sy pun blum tahu, dan saya jg ucapkan terima kasih untuk bahan subnetingnya.
December 29th, 2007 at 8:50
mas romy thanks yach,.,,..
’skrng saya dah bs mnghtng subnet nie????
oia bgmn qqlo caara menghitung default gateway nya?????
apa sama dgn subnet???
mhn bantuannya yach???
coz saya baru bljr jaringan??
(^_^)
(n_n)
January 3rd, 2008 at 15:33
wah saya bener” jadi plong. akhirnya mudeng juga.
itu kan ipv4, yang ipv6 nya kapan ni mas?? biar paham ..
ditunggu (^.^)
Thank`s
January 19th, 2008 at 0:02
[…] Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.Setelah selesai membaca ini, silakan lanjutkan dengan artikel Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?. […]
February 29th, 2008 at 21:43
Penting…mohon ditanggapi untuk menjawab kebingungan saya
(…)Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.(…)
(…)Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).(…)
dengan subnet mask nilai di atas bukankah seharusnya, nilai hostnya hanya pada oktet ke 4 saja
Jadi Penghitungannya:
Jumlah Subnet = 2^1 = 2 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2^7 - 2 = 126 host
Blok Subnet = 256 - 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
karena IP 172.16.0.2/25 dan 172.16.1.2/25 misalnya, tidak bisa dianggap 1 jaringan, untuk menghubungkan keduanya masih dibutuhkan router, kalo begitu berapa banyak router yang harus dipakai…?
bukankah -menurut pemahaman saya- untuk menghubungkan antar subnet dalam sebuah network tidak lagi dibutuhkan router?
mohon pencerahannya…!
terimakasih
March 1st, 2008 at 9:24
GOOD exChaiting,… manTAP,… xamzya mahaguru,…..
March 3rd, 2008 at 10:19
pusingg.!
(…)Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.(…)
(…)Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).(…)
bisa dihubungkan asal subnet masknya jadi 255.255.0.0 berarti ipnya 172.16.0.0/16
bagaimana pak…?
March 3rd, 2008 at 11:11
#Muarrof: Supaya gampang, anggap saja bahwa satu network itu satu port router. Mas Muarrof sepertinya perlu pelan pelan bacanya. Saya malah nggak ngerti yang dipusingkan dibagian mananya
Semua siswa, mahasiswa dan peserta pelatihan yang saya ajar cukup cepat menangkap sistem perhitungan yang ada di artikel ini
March 28th, 2008 at 10:55
[…] Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.Setelah selesai membaca ini, silakan lanjutkan dengan artikel Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?. […]
April 16th, 2008 at 9:54
[…] […]
May 6th, 2008 at 13:44
[…] Karena Client diasumsikan 25 unit maka sebaiknya pilih IP Address 172.16.17.1/27 berarti Subnetnya adalah 255.255.255.224 –> Info lebih lanjut klik sini. […]
May 7th, 2008 at 11:52
Pak Romi, penjelasan anda sudah sangat jelas dan gamblang. Bahkan saya yang baru belajar bisa langsung mengikuti.
Tapi saya jadi kembali bingung ketika mas muarrof mengajukan pertanyaan yang -menurut pemahaman saya- malah bikin bingung.
muarrof Says: karena IP 172.16.0.2/25 dan 172.16.1.2/25 misalnya, tidak bisa dianggap 1 jaringan, untuk menghubungkan keduanya masih dibutuhkan router, kalo begitu berapa banyak router yang harus dipakai…?
bukankah -menurut pemahaman saya- untuk menghubungkan antar subnet dalam sebuah network tidak lagi dibutuhkan router?
Jadi biar ga ada orang lain yang ikut-ikutan bingun, “Mohon Pencerahannya” dong..
May 16th, 2008 at 10:42
Wah pas banget nich sama tugas kuliah saya,
terimakasih Pak Romi.
Tapi klo boleh tanya gimana yach cara ubah alamat IP misalnya 192.168.42.32 ke bilangan binner, maklum masih belum ngerti banget………
May 19th, 2008 at 16:47
thanx mas atas artikelnya,baru 3 hari sich saya mengenal web mas romi,dan saya kagum akan kerja keras mas romi. orang yang pantas untuk di jadikan contoh,,hehe,,,,makasih artikel tentang subnetting ini bagus sekali ,soalnya berbeda dengan yang saya dapatkan di kursus,lebih mudah di pahami,solanya di tempat kursus saya cara mengajarkannya langsung membagi network,jadi sedikit pusink
thanx
maju terus teknologi informasi indonesia
May 24th, 2008 at 12:54
[…] Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.Setelah selesai membaca ini, silakan lanjutkan dengan artikel Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?. […]
May 28th, 2008 at 11:25
Assalamu alaikum wr.wb mas Romi
Penjelasannya mudah dipahami euy…..hebat pisanlah, dan maju terus IT indonesia,
June 28th, 2008 at 6:52
Dear Pak Wahono,
Maaf pak, saya masih ndak ngerti walau dibaca sampai jungkir balik.. boleh ndak pak saya minta tolong kirimkan soal-soal latihan dari bapak saja, dan jawabannya, hmm biar cara penyelesaiannya saya pikir sendiri.. kalau cuma satu dua tiga masih kurang..
bener-bener butuh latihan extra nieh pak hahaha…
mungkin kalau perhitungannya agak njlimet saya bisa ngerti ya?
Tapi makasih pak, buat artikelnya. Bahasanya asik buat saya yang bebal otalnya ini bisa ngertiin jaringan.
Cheers,
Mew da Vinci