RomiSatriaWahono.Net

e-Learning | Software Engineering | Networking | Internet Marketing | Opensource | Knowledge Management
November 13th, 2007

Antara Aku, LIPI dan IlmuKomputer.Com

by Romi Satria Wahono

pedjoeang.jpgPulang ke Indonesia tahun 2004, saya berpikir untuk adem ayem alias tenang mengikuti jalur karir PNS di LIPI. Menikmati dunia penelitian seperti 10 tahun kehidupan saya di Jepang. Karena di LIPI saya ditugaskan di Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII), sebelum pulang saya mempersiapkan berbagai pekerjaan dan penelitian yang berhubungan dengan tugas saya. Dimulai di tahun 1997, saya bersama mas Hendro (LIPI), mas Amin (BBPT) dan mas Suhono (ITB) mengembangkan digital library bernama ISTIB. Yang kemudian pekerjaan ini kita lanjutkan dengan membangun CSPI (Center for Scientific Papers of Indonesia) bersama mas Iko (NTT), dimana kita mengumpulkan paper dan thesis mahasiswa Indonesia yang ada di Jepang. Harapan saya dulu bahwa CSPI bisa jadi satu prototipe untuk digital library di Indonesia dan bisa sebagai kegiatan andalan PDII LIPI dalam mengumpulkan karya ilmiah.

Saya mengerjakan berbagai penelitian tentang digital library dan knowledge management, disamping penelitian utama saya tentang software engineering. Saya melanggan banyak digital library yang sudah established diantaranya adalah IEEE dan ACM, untuk mempelajari business processnya, bagaimana bisa kita terapkan di Indonesia, khususnya di PDII LIPI. Untuk bekal kehidupan di tanah air dan membina core competence, saya juga aktif menulis di berbagai majalah dan media massa. Sudah ratusan artikel yang saya tulis baik dalam bentuk technical paper maupun artikel populer, dan sudah dipublikasikan di berbagai majalah, journal maupun koran bertaraf nasional maupun internasional.

Dari hasil riset dan survey ke komunitas maya di awal tahun 2003, saya kemudian membangun IlmuKomputer.Com, mengumpulkan ribuan aktifis dan kontributor untuk memikirkan bagaimana kita bisa menyediakan literatur dalam bidang teknologi informasi yang gratis untuk masyarakat, gampangnya sistem belajar dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Siapa yang telah menerima ilmu punya kewajiban moral untuk memberi. Metode repositori  yang memungkinkan setiap orang dapat mengakses artikel, buku dan tutorial berbahasa Indonesia ini juga bisa jadi satu kegiatan andalan di PDII LIPI. Kegiatan ini terbukti cukup memberikan solusi efektif dan murah, meskipun tanpa bantuan dana dari pemerintah maupun pihak lain, kegiatan tetap berjalan dengan baik sampai saat ini, dan bahkan akhirnya mendapatkan penghargaan dari PBB dalam event World Summit on Information Society (WSIS) 2003 di Jenewa.

Pulang ke Indonesia saya langsung masuk kerja di PDII LIPI, saya usahakan berangkat paling pagi dan pulang paling sore. Terkadang saya nginep supaya bisa mengerjakan banyak pekerjaan. Saya meminta ke kepala pusat untuk bisa mengelola satu lantai di gedung PDII LIPI untuk saya jadikan training center dan business incubator center. Meskipun akhirnya bukan saya yang ditugaskan mengelola, saya sudah cukup senang ide itu terwujud, meskipun implementasinya masih agak tersendat-sendat.

Aktifitas di IlmuKomputer.Com jujur saja mengubah kehidupan saya 180 derajad. Saya yang tadinya berpikir agak individualis dengan adem ayem mengikuti jalur kehidupan PNS di LIPI, sedikit bergeser karena IlmuKomputer.Com membawa banyak manfaat ke masyarakat dan membawa peluang ke dunia industri. Saya sekarang pasti akan merasa sangat berdosa kalau peluang ini dulu tidak saya ambil. Saya bisa membuka lapangan kerja baru untuk teman-teman aktifis IlmuKomputer.Com di berbagai daerah, saya bisa meluangkan waktu untuk melatih teman-teman menulis, melatih teman-teman menjadi pengajar, memberi beasiswa untuk melanjutkan sekolah dan mengembangkan jiwa enterpreneurship.

Dalam perjalanan waktu, kemudian saya sering diundang berbicara dalam berbagai seminar atau workshop tentang teknologi informasi di universitas, akademi, SMA, SMK, pemerintah daerah, berbagai institusi pemerintah (departemen/kementrian) maupun swasta. Meskipun saya jarang sekali diundang atas nama LIPI, saya selalu berusaha membawa dan mensosialisasikan beberapa produk LIPI. Dan akhirnya kewajiban moral inilah yang mengubah style aktifitas saya, mengubah 180 derajad kehidupan dan perdjoeangan saya di tanah air. Kewajiban moral ini sesuai visi di komunitas IlmuKomputer.Com untuk menshare ilmu pengetahuan ke siapapun yang membutuhkan.

Sistem birokrasi di LIPI ternyata tidak memungkinkan mengakomodasi kenyataan ini. Saya juga tidak punya kekuatan untuk mengubah keadaan. Pangkat dan golongan saya terlalu rendah untuk melakukan perubahan sehingga akhirnya banyak ide saya yang berakhir di rapat-rapat. Saya menjadi tidak enjoy dan mengalami kepenatan birokrasi, kekecewaan ini yang saya ungkap di tulisan saya sebelumnya, dan juga surat terbuka ke kepala pusat.

Masalah menjadi kompleks, sampai akhirnya mulai nopember 2007 ini saya sudah tidak menerima gaji saya di LIPI. Tentu ini saya terima dengan ikhlash karena memang kesalahan saya telah menabrak administrasi birokrasi yang tertuang dalam prosedural formal. Saya anggap ini adalah satu sisi kegagalan perdjoeangan saya di republik tercinta ini. Saya kurang sabar, pingin cepat melakukan perubahan dan akhirnya gagal melakukan sinkronisasi dengan sistem kerja di institusi pemerintah. Saya mungkin memang tidak ditakdirkan untuk berdjoeang melalui institusi pemerintah.

Hanya sesuai tekad saya dulu memutuskan pulang ke tanah air, saya tidak akan pernah berhenti berdjoeang, saya tetap berusaha terus belajar dan bekerja keras untuk memberi solusi ke masyarakat. Model kerja saya juga tidak berubah (tetap sampai larut malam … hehehe), waktu tidur saya yang hanya 2-4 jam juga tidak berubah, dan kalau ada yang sebel dengan ringtone handphone saya yang Indonesia Raya, mohon maaf ini juga tidak bisa saya ubah :D . Terakhir, kewajiban kita terlalu banyak dibandingkan dengan waktu yang disediakan oleh Yang Diatas. Ayo kurangi tidur, atur jadwal perdjoeangan dan perbanyak solusi riil untuk masyarakat.

Aku tak pernah dapat memikirkan rencana mendetail tentang apa
yang akan terjadi di masa depan.
Aku hanya mengatakan, Aku akan berjuang.
Siapa yang tahu, Aku akan sampai dimana.
(Richard Stallman)

Tetap dalam perdjoeangan !

ttd-small.jpg

121 Responses to “Antara Aku, LIPI dan IlmuKomputer.Com”

  1. kesabaran memberi hikmah :)
    saya dulu pernah “terjebak” lebih dari 5 tahun di suatu company, karena ada kewajiban ikatan dinas yg harus dipegang teguh. Alhamdulillah, setelah kewajiban tersebut selesai, bisa resign dan terbang bebas untuk mengembangkan diri.

    banyak hikmah selama lebih dari 5 tahun di company pertama tsb, antara lain saya belajar menjadi “superman”, hingga mendapatkan pengetahuan komprehensif mulai dari networking, programming, windows, linux, dan ERP system.

  2. Tapi masih PNS kan…apa pensiun dini ? jadi seperti Pak Onno W. Purbo ?

  3. Selamat datang di dunia “nyata” mas… :)

  4. Pak Romi, berdjoeang…. diaman-mana bisa dilakukan… dan kadang memang harus, dilakukan dengan cara-cara yang lain2 selamat berdjoeang, dan mari kita berdjoeang untuk negeri yang telah memberikan banyak kepada kita.

  5. Mas Romi,

    Ngikuti jejak kang Onno mas. Salut sama mas yang masih punya idealisme dimana saat ini hal itu menjadi hal langka.

    tetaplah berjuang mas lewat open source, sebab ilmu yang tidak disebarluaskan ibarat tanaman padi yang tidak berbuah. Indah dan memberi harapan jika dilihat dari namanya, tapi nggak ada gunanya jika tidak ada butiran beras didalamnya.

    Tetaplah berjuang dan hidup komunitas open source Indonesia

  6. jadi critanya nih Mas Romi mengundurkan diri dari LIPI?? tetap dalam perjuangan Mas, doa rakyat Indonesia menyertaimu… :-) :-)

  7. Sing sabar mas. Perjuangan untuk suatu kebaikan terkadang membutuhkan pengorbanan. Mudah-mudahan dapat memperoleh hikmah dan jalan keluar yang terbaik nantinya. Tetap semangat!

  8. wah mas..,apa karena mas di geser di LIPI jadi akhirnya mungkin LIPI gak mau lagi memakai mas,padahal di negara ini butuh orang yg punya pemikiran maju kedepan dan tindakan,bukan sekedar omong kosong menanggapi orang lain tapi gak ada perbuatan,seperti yg terjadi sekarang,perjuangan jangan pernah berakhir mas,maju terus pantang mundur..,banyak jalan ke roma..,alon alon waton kelakon..,pertama saya tahu ilmukomputer.com,saya berpikir ada juga orang indonesia yg punya pemikiran untuk membuat sesuatu yg berguna( bukan gak ada mungkin kesempatan dan jalan yg blum tahu ),sebenarnya saya ingin ikut aktif di ilkom,cuma karena masalah waktu,walau hanya awal awal waktu itu dengan training training bersama dengan mengumpulkan temen teman yang mau share dan belajar bersama.maju terus mas romi….

  9. Mas Romi yang baik, kebaikan itu tidak akan pernah hilang terbawa angin. Teruslah berjuang untuk bangsa ini, walau memang jalur kita bukan melalui institusi pemerintah………Perjuangan untuk bangsa adalah hak sekaligus kewajiban seluruh anak bangsa……….Yang Paling Atas pasti tahu itu………

  10. Tetap semangat, perjuangan belum berakhir…..
    Dimanapun berada kita harus berjuang untuk masyarakat Indonesia walaupun itu sangat kecil dan tidak terlihat oleh siapapun.
    Justru itu adalah perjuangan yang luhur.

  11. Orang akan menemukan sukses lain tatkala ada jalan buntu didepannya mas.

    Jangan takut, saya yakin mas Romi akan jauh lebih sukses dan berhasil dengan adanya tembok penghalang ini.

  12. LIPI terlalu kecil bagi Mas Romi untuk berjuang, justru butuh tempat yang lebih luas dan nyaman untuk berinovasi dan melakukan perubahan bagi bangsa ini. Sudah pernah ada contoh tokoh IT indonesia ini yang rela meninggalkan status PNS untuk melanglang buana ke seluruh nusantara seperti Om Onno W Purbo, dll. Ternyata setelah keluar ledakannya luar biasa dahsyat sampai seperti sekarang. Siapa tahu dengan lepasnya jabatan institusi sekarang membuat Mas Romi lebih meledak lagi potensinya :)

    Maju terus pantang mundur, Rakyat Indonesia bersama para pejuang.
    Salam Perjuangan
    Yadi Syahid

  13. Sabar ya mas Romi,
    Insya Allah Allah akan memberikan jalan yang terbaik untuk mas Romi sekeluarga. Tetap semangat membangun masyarakat melek komputer di Indonesia..:)

  14. Pak Romi, saya jadi ingat pertemuan Isnet minggu lalu, disitu saya ketemu dengan kawan sesama jaringan Isnet yaitu Pak Fami Fachrudin. Blognya bisa dibaca di http://masfami.blogspot.com/

    Yang mengesankan saya adalah jalan beliau yang lumayan mirip dengan pak Romi, yaitu sama-sama dari LIPI dan lalu keluar dari wadah tersebut :
    http://masfami.blogspot.com/2006/04/pilihan-hidup-keluar-dari-lipi.html

    Memang mungkin wadah tersebut kebetulan kurang besar untuk beliau, dan setelah berada di luar maka beliau bisa berkontribusi jauh lebih banyak lagi bagi sesama.

    Saya yakin juga demikian halnya dengan pak Romi. Saya doakan semoga jalannya dimudahkan, semakin sukses, dan semakin banyak membawa manfaat bagi kita semua, amin.
    Terimakasih.

  15. salut bwt mas romi yang berani keluar dari kemapanan demi perjuangan.

  16. Ibarat bersedekah.. sebaiknya kan langsung diberikan aja kepada yang membutuhkan.
    Tekad memperjuangkan bangsa dari sisi Sains lebih afdol langsung terjun ke masyarakat aja kali.. Biar masyarakatnya dulu yang pinter. Baru pemerintahnya kan ikutan pinter :)

  17. Hemm … kok serasa dejavu deh Mas :)

    Klo kata beberapa teman saya di LIPI, Mas Romi itu telat lahir, sebab LIPI sekarng tidak seperti dulu lagi .. :)

    Just kidding, cuman seperti komen di atas, LIPI terlalu kecil buat Mas Romi .. ada seuatu yang lebih dahsyat menunggu di sana

  18. Suyanto-Staf Dosen ITS Says:
    November 13th, 2007 at 16:05

    Salute buat Mas Romi,

    Memang idealis perlu pengorbanan. Tapi semangat Mas Romi perlu saya acungi jempol. Itu sama dengan kondisi saya yang sampai sekarang pangkat saya sbg PNS biasa saja. Teman2 saya sdh melejit karena dia bikin penelitian, paper yang kadang2 saya pikir risetnya tdk memiliki kontribusi untuk masyarakat sekitar. Memang terlalu oportunis kondisi ini. Saya sekarang ini juga maniak kerja karena aku punya ambisi utk meraih kesuksesan dari hasil kerja kerasku dan bisa bermanfaat untuk orang lain. Selamat berjuang Mas Romi kita tetap selalu sambung silahturohmi diantara kita. Ide-ide Mas Romi ke depan masih banyak orang yang membutuhkan. Dengan semangat 10 Nopember mari kita lakukan perubahan melalui IT.

  19. Sabar Mas Romi, apapun yang terjadi tetap berjuang. Mungkin mas Romi ditakdirkan untuk sesuatu yang besar. Dan LIPI hanyalah “Path” for you to go some place big than before.

    Tapi walau Mas Romi akhirnya gak di LIPI, jangan lupa sama kita2 yang di LIPI ya….

  20. Perjoeangan yang luar biasa. semoga jadi ibadah bagi diri, keluarga dan kita semua. Terima kasih atas segala inspirasi dan sharing knowlegde-nya kepada kami semua. Tetatp semangat dalam BERJOEANG !!!!!

  21. saya belum pernah jd PNS, tetapi pernah kerja di perush IT Consultant, yg semua client-nya berasal dari kedinasan….. dan pernah juga ikut2an disuruh ngotak2 RAB oleh boss, aneh juga kita nawarin produk sekian juta, eh malah sm si client disuruh naekin ditambah bbrp ratus juga, lah orang mah biasanya nawar ke yg lebih murah, ini koq ke yg mahal, eh setelah agak lama akhirnya sy tau ternyata sebagian duitnya buat dibagi2 buat mereka

    terus terang saja, ini membuat sy miris & cara bisnis-nya juga memuakan, seenak-udelnya mainin uang rakyat, cuma sanggup bertahan 1 tahun di situ (gajinya mayan , pdhl sy fresh graduate), terus pindah ke perush lain yg gajinya lebih kecil…… ah biar saja yg ini mah termasuk halal, soale outsourcing ke swasta, dan terus terang saja , sy lebih bahagia kerja di tempat yg kedua

  22. #adit
    kontrak dengan government, walau saya akui tidak luput dari korupsi, juga punya problem dengan pricing. Salah satunya adalah apa yang dipropose sekarang, baru dianggarkan di tahun depan, dan dibayarkan tahun lusanya. Akibatnya jelas, vendor kudu :
    1. antisipasi inflasi
    2. antisipasi bunga pinjaman
    3. antisipasi resource untuk man-days yg makan waktu deployment lama lengkap dengan supportnya.
    4. antisipasi policy yang berubah dalam waktu paling tidak 2 tahun tersebut
    Dari pengalaman saya, adalah wajar banget jika margin yg direncanakan biasanya menggelembung sampai 100%, believe it or not.

    #Romi,
    Kalau memang LIPI tidak cocok dengan anda, atau anda tidak cocok dengan LIPI, ya saatnya bercerai. Jangan sampai keterikatan dengan suatu organizasi menjadikan anda terpaksa “bungkam”. Cari tempat yang lebih bisa menyuarakan kreasi anda. I know you are a capable person, make the chance or create your own. Good luck

  23. akhirnya…keluar dari birokrasi “complicated” yang membuat ide senantiasa dipatahkan..

    terus berjuang mas..demi edukasi dan masa depan anak-anak muda Indonesia yang “seharusnya” lebih cemerlang.

    “”waktu tidur saya yang hanya 2-4 jam juga tidak berubah :) ”"—>gimana mas caranya, saya dari dulu pengen banget tidur 2-3 jam, tapi tetep gak bisa???

  24. sabar mas doa saya selalu bersama mas semoga terus berjuang untuk memajukan indonesia salam

  25. […] Hari ini tulisan Om Romi sangat mengejutkan. Tokoh IT Nasional yang sangat terkenal ini memutuskan hubungannya dengan LIPI, salah satu agensi pemerintahan yang ada di Indonesia. Kenapa mengejutkan? Karena ini cukup bertolak belakang dengan apa yang sedang gw gumulkan saat ini. Dikala gw hendak kembali ke agensi pemerintahan, eh ini ada seorang tokoh justru memutuskan untuk keluar dengan alasan-alasan yang sangat logis. […]

  26. Yang saya khawatirkan dari tulisan ini cuma satu, yaitu Bang Romi “pulang” ke Jepang, meninggalkan kami yang sedang belajar ini. Kalau itu benar-benar terjadi, hilang satu lagi orang hebat di Indonesia. Ahh, Indonesiaku … ada apa denganmu ? …

  27. the other romi Says:
    November 13th, 2007 at 21:25

    Welcome *back* :D

  28. Inilah “IRONI” sebuah negara yang bernama Indonesia……..

    Seharusnya orang seperti mas Romi inilah yang menjadi contoh kalangan BIROKRAT Indonesia. Bukan mau membela tokoh panutan ini, tapi mentalitas BIROKRAT kita yang merasa dirinya TUAN dan bukan PELAYAN MASYARAKAT yang merusak bangsa ini.

    Keputusan mas Romi untuk “BERCERAI” atau mungkin “DICERAIKAN” LIPI (saya kok lebih yakin kalau sebetulnya mas Romi yang “DICERAIKAN”) merupakan pukulan telak bagi lembaga PENGETAHUAN bangsa Indonesia. Apalah artinya kepangkatan kalau ternyata pejabat2 itu bagai tong kosong yang nyaring bunyinya???? Seharusnya orang-orang sekaliber mas Romi, Kang Onno Purbo dll yang menduduki posisi-posisi penting di BIROKRAT. Ya…karena JIWA MEREKA adalah untuk MELAYANI……melayani yang tidak mampu (miskin pengetahuan) untuk menjadi mampu (menjadi kaya pengetahuan = pintar).

    Ini saya coba menganalisa “kekecewaan” mas Romi terhadap LIPI (seperti yang saya kutip dari tulisan mas Romi diatas):

    “Sistem birokrasi di LIPI ternyata tidak memungkinkan mengakomodasi kenyataan ini. Saya juga tidak punya kekuatan untuk mengubah keadaan. Pangkat dan golongan saya terlalu rendah untuk melakukan perubahan sehingga akhirnya banyak ide saya yang berakhir di rapat-rapat. Saya menjadi tidak enjoy dan mengalami kepenatan birokrasi, kekecewaan ini yang saya ungkap di tulisan saya sebelumnya”……..

    Harusnya para ABDI (Pelayan) RAKYAT ini memiliki jiwa seperti yang dimiliki oleh mas Romi, jiwa melayani dengan tulus, bukan jiwa MALING dan GARONG seperti yang ditunjukkan oleh para ABDI RAKYAT lainnya.

    Wajar saja kondisi bangsa ini urung bangkit dari keterpurukan….. Jika lembaga yang menamakan dirinya Lembaga Ilmu Pengetahuan saja sudah begini…..mending bubarkan saja. Atau mending mas Romi kembangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan yang betul-betul menjalankan visi-misi pengembangan Ilmu Pengetahuan di Indonesia.

    Inilah wajah dan realitas bangsa yang penuh ironi….!!!!

    Teruskan perdjoeangannya mas Romi, saya yakin semua orang (baik komunitas IKC maupun siapapun yang berorientasi pada kemajuan bangsa ini) akan terus mendukung perdjoeangan ini…..

    Perdjoeangan untuk menjadikan bangsa ini lebih pintar, bermartabat, diperhitungkan oleh bangsa lainnya dan yang terpenting menjadi bangsa yang sejahtera.

    AMIN…!!!!!

  29. Wah semoga bisa lebih bermanfaat setelah dari LIPI

  30. Apapun keputusannya pasti sudah diambil dengan hati yang mantap. Saya cuma bisa bilang Sukses Boss!! … :)

    *kalo lebih sukses lagi jangan lupa makan-makan :P *ngacirrrr

  31. saya kira semua perlu intropeksi diri jadi semuanya, dalam hal ini ada mispersepsi atau bahkan misinterpretasi karena perubahan zaman dan ada kesenjangan gap yang terlalu jauh antara senior dan junior dimana pola pikirnya dan paradigmanya sudah sangat berbeda — jadi hal ini yang membuat semua merasa tidak nyaman, tidak enjoy dan tidak kondusif,dsb. Jadi jangan lembaganya yang dimarahi apalagi mau dibubarkan juga tidak menjadi jalan keluar atau potong 1 atau2 generasi ini juga belum tentu jadi baik — setahu saya setelah ada kebijakan zero growth di lembaga pemerintah akibatnya baru sekarang dirasakan yaitu ada gap yang sangat jauh antara yang muda dan tua ? ini saya kira akar permasalahannya — jadi sdr Romi juga ada benar dan salahnya begitu juga sikap pimpinan juga ada benar dan salah — jadi perlu terobosan kebijakan dan membangun komunikasi untuk memperkecil gap mis2 an tadi diatas.
    Kalau mau total ya reformasi birokrasi dan orang2nya tapi buka lembaganya.

    salam
    bambang setiarso

  32. pak Romi brarti gak dapat jatah pensiun dong?
    tapi anaknya bisa dapat beasiswa dari pemerintah..hmm dilihat dari sisi positif,itu masih tetap menguntungkan after all :)

  33. dimana pun perjuangan tetap perjuangan…
    saya pernah berharap Pak Romi yang berada dalam lingkaran pemerintahan bisa merubah keruwetan birokrasi pemerintahan [PNS tidak cocok untuk…]

    sebuah pilihan… dari pada harus bungkam
    [Yang Muda Tidak Dipercaya” dan “Hanya Yang Tua Boleh Bicara]
    [iklan mode:On]

    apa yang disampaikan Pak MCA dan Pak Bambang juga perlu direnungkan..

    dimana pun tempatnya perjuangan tetap perjuangan…
    Tetap Berdjoeang dan teroes semangat :)

  34. Dlu mas romi di salah satu tulisannya pernah bilang:
    “Dan secara dewasa saya harus mengakui bahwa ini adalah jalur jalan kehidupan saya, paling tidak sampai ikatan dinas 2n+1 saya berakhir”
    saya aja yang baru 1 tahun sudah jenuh dan penat, apakah saya harus ngikuti jejak mas romi??

  35. Mas kalo boleh tau apa aktifitas dari para periset di LIPI? kenapa dunia ilmiah di indonesia selalu tertinggal tdk seperti di negara lain yang di mana departemen2 pemerintah yang bisa mengahsilkan teknologi(e.g: model layer DOD). Apa konsep yg dihasilkan hanya berujung diatas kertas dan tidak ada yg berujung implementasi?
    -best rgrds-

  36. Terkejut juga mendengar pak Romy (salah satu idola saya dibidang IT) berpisah dari LIPI, apakah tidak bisa menunggu pak Romy punya posisi di pemerintah sehingga suatu saat nanti bisa mewujudkan semua impian di bidang IT dengan posisi dan wewenangnya, ya untuk sementara kata pepatah mengalah untuk menang terus gimana nasib bidang IT di Indonesia apakah nggak ada yang peduli ? atau apakah pak Romy nggak sabar menunggu semuanya…? (Maaf sebelumnya)
    salam,
    Hariyanto

  37. Anda memang pahlawan sejati, mas!
    apapun rintangannya, anda pasti berdjoeang lebih keras.

  38. Secara pribadi, saya ikut prihatin dengan kondisi yang dialami mas Romi namun apa mau dikata? Semua yang kita lakukan suatu saat pasti ada pertanggunjawabannya. Mudah-mudahan apa yang ditempuh mas Romi merupakan satu pilihan terbaik di antara jutaan pilihan yang terbaik baik. (best off the one million best)

    Memang, sulit juga jika harus memilih apakah menjadi PNS murni ataukah Profesional/Pejuang. Karena keduanya pernah ada dalam diri kita, bahkan kita menjadi sekarang ini berkat kedua faktor tersebut. Perjuangan memang kadang memerlukan pengorbanan tapi alangkah baiknya jika tidak menjadi korban karena perjuangan tersebut.

    Sebagai rekan yang pernah mengajak keliling Jakarta dengan Kharisma X punya mas Romi (meskipun motornya saat itu kelebihan beban) mencoba memberikan masukan agar bisa mencontoh para pakar LIPI yang sukses di luar tanpa harus melepas baju LIPI. Siapa yang tak kenal Almarhum Cak Nur? yang bernama lengkap Nurcholis Madjid. Beliau di luar LIPI sangat terkenal dan profesional tapi di LIPI beliau juga masih disegani para pejabat karena pemikiran-pemikirannya, selaih itu beliau juga menjabat sebagai Pimpinan Univ. Paramadina, dan masih banyak lagi jabatan lain. Dewi Fortuna Anwar, pakar Politik dan LIPI. Beliau juga dikenal oleh masyarakat luas tapi, pemikiran-pemikirannya juga bermanfaat bagi bangsa, namun ibu Dewi juga masih aktif sebagai PNS di LIPI. Masih banyak lagi para pakar yang berasal dari LIPI. Dan mas Romi merupakan pakar Teknologi Informasi, yang di lingkungan LIPI sendiri masih sangat sedikit jumlahnya.

    Mungin masih banyak lagi PNS-PNS lain di luar LIPI yang juga dikenal oleh masyarakat sebagai profesional, pejuang, dan sebutan-sebutan lain yang intinya membangun demi kemajuan bangsa atas sumbangsih ilmu.

    Memang, sangat disayangkan jika mas Romi harus melepaskan baju LIPI karena belum sempat membangun di lingkungannya sendiri. Pemikiran-pemikirannya sangat diperlukan bagi kemajuan bangsa, terutama lingkungan LIPI yang notabene memiliki andil dalam membesarkan beliau sehingga menjadi sekarang ini (terutama body-nya.. :) )

    Tidak dapat dipungkiri, gagasan dari seorang staf kadang tidak dipandang sebelah mata meskipun ide tersebut sangat cemerlang. Makanya, jika ingin gagasan dapat diterima tanpa hambatan mungkin harus menjadi pejabat terlebih dulu karena biasanya omongan pejabat dianggap benar meskipun kadang menyesatkan. Kuncinya memang harus sabar dan tawakal
    Sepertinya mas Romi sedang diuji oleh Yang Maha Kuasa. Saya yakin, jika berhasil dalam ujian tersebut Insya Allah kita bisa menjadi tokoh yang dihormati dan disegani karena pemikiran-pemikirannya bukan karena omongan yang “membentak” bawahannya.

    Bagamanapun semua sudah terjadi, jalan terbaik sudah ditempuh mas Romi. Saya sebagai teman satu kantor dan sesama jenis kelamin, hanya bisa mendoakan semoga setelah melepas baju LIPI bisa mengenakan baju Safari (hanya kiasan saja).

    Tetap berdjoeang…. di jalan yang benar

    Salam,

    Slamet Riyanto
    (mencoba bijak tapi tidak taat pajak.. soale pajak motor telat 2 tahun…)

  39. Emang namanya perubahan harus di perdjoeangkan, ketika harus berdjoeang perlu pengorbanan

    Dengan kluarnya Pak Romi dari LIPI semoga membawa dampak yang baik untuk kemajuan negeri tercinta ini Amin :)

    Tetap semangat dan berdjoeang Pak Romi

  40. Maju terus, Bung! Aku justru selalu berpikir bahwa LIPI terlalu kecil untuk menampung KEBESARANMU.

    Aku dulu berpikir bahwa LIPI pasti hebat, penuh dengan peneliti-peneliti hebat. Akan tetapi, ternyata lembaga itu tidak sehebat yang aku kira. Sama saja dengan lembaga yang lain, pejabatnya bukan lagi berpikir sebagai peneliti melainkan birokrat.

    Kita tahulah, birokrat itu kerjanya mempersulit apa yang mudah.

    Selamat berdjoeang tanpa baju LIPI!

  41. saya dari sisi enaknya …..
    ambil saja enaknya kerja di LIPI atau di pemerintahan, ambil beasiswa, ambil kesempatan nimba ilmu di LN kalau sudah nggak mendukung maka tinggalkanlah ambil yang terbaik buat hidup.
    Semoga ksatria dengan mengemballikan (kalau masih ada) semua biaya, dan janganlah menjelekkan LIPI yang notabene membesarkan, mengurus segala urusan selama sekolah, seperti kata seorang ibu yang membesarkan anaknya yang menurut ustad walau kulit anaknya dilepasin semua masih nggak bisa membalas kebaikan ibunya.
    banyak yang akan menyusul dari LIPI hanya belum dan masih siap2 keluar.
    Akan tetapi masih banyak di LIPI dan melalui LIPI yang dapat berkiprah di Nasional…. hanya mas Romi saja yang tidak melalui LIPI
    Selamat berkarya…….

  42. Pedjoeang romi=new Pedjoeang();

    if ( ! romi.isInLipi() ) {
    romi.setStillOk(true);
    out.print(’ maju terus om romi ‘);
    }

    Lembaga lipi = new Lembaga();
    lipi.setAttitude(’bad’);

    :-D

  43. “Siapa yang telah menerima ilmu punya kewajiban moral untuk memberi.”

    keren banget kata2nya

  44. RSW: YES. IKC:YES. LIPI: BIG NO NO!!!!

  45. Pak…Romi, sejak kemaren aku buka web ini sehari mungkin lebih dari 5x kalo2 Pak Romi kasih …command , biasanya rajin…..eh blum juga nongol :(

  46. Thanks untuk semua rekan-rekan yang sudah memberi komentar. Pingin jawab satu persatu seperti biasanya, cuman kok ya sudah 44 komentar berdesakan :)

    Intinya sekali lagi, saya tidak menyalahkan LIPI. Yang salah adalah saya karena menabrak beberapa rule birokrasi formal di institusi pemerintah. Jadi ya punishment harus dijalankan :)

    Tetap dalam perdjoeangan !

  47. isti’jal?
    duh, bapak …. satria nusantara banget sih, berhasil deh tu sekolahan :-D
    tetap berjuang pak. saya aja yg masih baru dah berniat nabrak2 juga nih….. ga sesuai hati nurani sih….

  48. lega…rasanya Pak Romi… kasih…com 1 :)

  49. # Agus: Hehehe ok thanks mas :)

    # Winy: jangan banyak nabrak, ntar sakit :)

    # xrvel: Wah menarik mas, gimana kalau versi proseduralnya …hehehe

    # Hariyanto: I’ll be back ..hahaha

    # Johan: Om kita satu ini saya seneng semangatnya … bisa bikin salatiga bangun tuh hehehe

    # MCA: Thanks om …

    # Kemas: Amiin

    # Merry: Padahal dah dibilangin sama om Wandi, jangan curhat ke wartawan …hehehe

    # MAW: Thanks bos …

    # Slamet: Thanks juga ke om kita satu ini yang terus istiqomah :)

    Bentar aku cek lagi, reply komentar yang lain menyusul :)

  50. Iko Pramudiono Says:
    November 15th, 2007 at 3:39

    Assalamu’alaikum

    Seperti kata teman2, memang ini takdir Yang Maha Berkehendak
    bahwa tempat berkiprah hambanya yang namanya Romi bukan
    di birokrasi. Semoga bisa tetap sabar dan istiqomah.

    Mumpung ada waktu luang (mungkin), bagaimana
    kalau menyempatkan diri naik haji Rom ?
    Kalau ONH Plus masih ada yang kosong kali ya.
    Dari KMII Jepang juga masih ada jatah tuh :D

  51. very inspiring story! ilmukomputer.com sangat bermanfaat buat org2 otodidak yg ga pernah kuliah komputer/IT!

  52. Hidup itu memang kejam dan penuh perjuangan
    Tapi jadi iri sama perjuangan nya mas romi :D

  53. Terus berjuang Pak Romi, Saya sebagai murid bapak trus mendoakan agar Pak Romi tetap semangat membuat bangsa ini menjadi pintar…

    Mudah2an tetap dilancarkan rejekinya dan semakin bebas dalam berjuang.

    Saya terharu sekali baca surat Pak Romi itu. Mudah2an pimpinan LIPI terbuka mata hatinya…

    Tetap yakin kalau kita berada dijalan yang “lurus” dalam hakekat yang sebenarnya :) , yang penting jangan pernah berhenti berdoa dan ibadah Pak :)

    Semua itu pasti ada hikmahnya…

    dari seorang murid..

  54. LIPI telah kehilangan salah satu putra terbaik Indonesia..
    Terus berjuang Mas Romi..
    Best wishes..

  55. benar kata orang-orang LIPI terlalu “kerdil” untuk orang se”besar” mas Romi. Keep fighting en share your knowledge to us. May Alloh mercy always be with you….

  56. mas, aku kaget gaji sampean diberhentikan, kan aku paling suka ngomong bagus - bagus untuk nyari sampingan yang penting tidak menabrak rambu birokrasi.apa sebaiknya masih bisa dibicarakan dengan pimpinan(kayaknya ada misc komunikasi) aku yakin ini belum terlambat.
    sayang seribu kali sayang model mas malah disingkirkan
    (sorry bhsnya kasar). sementara banyak pejabat yang yesss man, tapi tidak berkualitas (nyari mas slamet) malah amannnnn.
    ini sebatas saran dari teman sekamar (ingat gak).

  57. Rom, salut untuk semangatmu.

    Memang LIPI (sepertinya bukan LIPI deh, tapi PDII-kan? PDII hanyalah satu unit kecil di LIPI) mungkin tdk “muat” lagi nampung Romi. Ide-ide besar seringkali memang tidak “muat” dalam organisasi birokrasi. Karena memang mereka diciptakan supaya “lambat”, dg alasan agar “selamat” (baca: minimum error). Cuman saja, dalam dunia yang penuh dg perubahan cepat ini, perlu kebijakan pemimpin dan kesabaran reformer. Reformer sejati adalah yang memiliki daya elastisitas tinggi, dan pemimpin sejati adalah yang memilki daya “tampung” cukup besar untuk bersabar dg bawahannya. Apalagi adanya “mis2″ yang banyak karena gap yang cukup lebar antara senior-yunior spt kata pak bse di atas.

    # masih di LIPI, kalo ente mo balik, nunggu saya menjabat dech. tanggung aman. kecuali ane juga keluar :(

  58. Koreksi untuk kang Maman Hendarman,…

    Nyari mas Slamet atau mas Selamat nih,, ;)
    Kayaknya selama ini nggak ada yang nyari aku meskpin datang ke kantor di atas jam 10-an….

    (….emang enak dicuekin…..)

    Mas Hendro mau nyusul..? Kita tunggu aksinya :)

  59. Jika ditinjau dari segi profesional sebenarnya gak ada yang luar biasa dari kasus Mas Romi ini. Layaknya seorang trainee sebuah perusahaan, setelah mengikuti pendidikan yang kemudian dilanjutkan menjalani ikatan dinas untuk jangka waktu tertentu. Pegawai tersebut harus mengikuti aturan main perusahaan meski banyak hal yang tidak sesuai kehendak nuraninya. Pada akhirnya, si pegawai gerah dan melanggar salah satu peraturan perusahaan (absensi misalnya). Karena pelanggaran tersebut, sang atasan berhak untuk memutuskan sanksi apa yang wajib diterima oleh si karyawan termasuk ‘talak’ (saya berharap sih bukan talak 3, so Mas Romi bisa kembali lagi ke habitatnya sebagai pejabat ((bukan pegawai rendahan)) dengan ide2 pembaharuannya).

    Jadi betul kata Mas Romi bahwa untuk kasus perceraian ini secara profesional memang salah beliau sendiri dan tak adil bila kita menimpakan kesalahan tersebut kepada atasannya, apalagi institusinya. Karena bila kita menimpakan kesalahan tersebut pada institusinya karena sistem yang berlaku maka dapat dipastikan semua lembaga negara di Indonesia SALAH.

    Tapi bagaimanapun, secara moral Mas Romi juga punya hak untuk berkiprah dimanapun dia berada dan untuk itu beliau menerima konsekuensi perceraian dengan LIPI.

    So tidak ada yang salah. Seperti halnya Roman Abramovic yang memecat Jose Mourinho, secara keduanya memang terikat secara profesional.

  60. Yang salah bukan institusi, tapi oknum, model birokrasi yang buruk di lingkungan government ini sudah menjadi sistem, sistem birokrasi yang buruk diperparah dengan mental kerja kebanyakan orang indonesia (tau ndiri lah). Dan orang2 yg punya keperdulian lebih seperti Mas Romi akan tersingkir pada akhirnya, sudah banyak contoh kasus seperti ini.

    PDII-LIPI juga mungkin salah urus. Tidak semudah memencet elektrik starter (bhs kiasan gantinya membalikkan telapak tangan, hihihi…) untuk merubah keadaan.

    Btw beberapa waktu yang silam ada berita Mas Romy mo dipindah ke KOMINFO… ;-D

  61. hmm…gak ada yang baru, ini sudah kita ramalkan di antara staff IKC, bahwa Bos Besar akan turun gunung untuk membagi-bagi (provokator) ilmunya. Sudah saatnya rapikan barisan kembali, kita gelar IT Show with IKC di tanah air tercinta.

    from medan (dari daerah seperti artikel diatas)

  62. abdulmadjied Says:
    November 16th, 2007 at 14:38

    assalamu’alaykum,

    saya tidak yakin postingan ini merupakan pernyataan mengundurkan diri dari LIPI, semua ada prosedurnya.

    saya berharap mas romi terus berkiprah di LIPI. kita punya komitmen untuk terlibat di program kompetitif 2008.

    salam
    bn

  63. Di negeri anta berantah orang-orang “Jujur & Idealis” akan selalu tersingkirkan oleh sistem yang ada. Selamat berjuang pak Romi..

  64. # Iko: Ada yang mau memberangkatkan aku dan istri? Aku sendiri untuk berangkat berdua belum mampu, jujur saja :(

  65. Hanya satu kata which is
    salut. You have do your best in LIPI and if LIPI did’nt see that well it is its lost to give up on you.
    UPT di Pelosok nun jauh di timur Indonesia apa para penelitinya bisa maju? akses jurnal sulit boro2 internet saja mungkin mpot-mpotan…apalagi mau menjalin kerjasama dengan ahli2 diluar sana…
    Mau seminar..ongkos ke seminar mungkin lebih besar dari gaji yang diterima sebulan..gmana bisa mengejar KUM untuk naik pangkat? hehehehe
    So I think jangan salahkan penelitinya bila setelah rampung sekolah di LN enggan kembali ke UPT nan jauh dipelosok sana hehehe
    sorry nih kok jadi curhat yah???
    anyway saya salut dan bangga dengan mas romi dan ilmukomputer.comnya semoga tetap istiqomah dalam perjuangannya demi kemajuan bangsa!
    Semangat!

  66. mantan anak buah Says:
    November 17th, 2007 at 9:36

    sibuk mas????
    tenang semuanya ada waktunya……
    ada keindahan dalam setiap masa…….
    ada kemudahan setelah kesulitan……
    jalanin semua, yang mas romi yakini aja….. insyaallah semua ada hikmahnya…..dan harus dinikmatin serta bersyukur….
    TETEP SEMANGAT BOSSSSS………….

    salam dari para
    Pemburu DoLar

  67. Tetap semangat boss!!!!

    Hehe….kan untuk berbakti kepada Nusa dan katanya Bangsa….tidak perlu harus jadi PNS semua kan…..

    Lanjutkan terus perdjoeangan ….. :)

    Oh iya mas, minta masukan untuk website Fasilitator Masyarakat di www.fasilitator-masyarakat.org

    Terima kasih…..

  68. Tetap berjuang mas, jangan bergeser sedikitpun apalagi sampai mundur selangkah..Terimakasih untuk keputusan pulang ke Tanah Air, karena Mas Romi salah satu dari sedikit anak bangsa yang mau kembali ke pangkuan Ibu pertiwi untuk berjuang mengangkat harkat Bangsa. Terlalu banyak anak dari negri tercinta ini yang enggan dan takut untuk pulang, karena berbagai alasan terutama alasan masa depan..yang kurang cerah..Terimakasih untuk semangat dan jiwa nasionalisme yang mudah-mudahan tidak akan luntur sedikitpun…

  69. Salut buat Mas Romi. Banyak orang yang membutuhkan tenaga dan pikiran Mas di Indonesia.

  70. Terima kasih atas masukan, kritik dan saran dari rekan-rekanku semua baik yang di dalam LIPI maupun di luar LIPI. Mohon maaf tidak bisa saya reply satu persatu karena terlalu deras komentar yang masuk. Nanti kalau ada yang perlu kita diskusikan secara detail dan tuntas bisa lewat YM saja …hehehe. Sekali lagi terima kasih.

    Tetap dalam perdjoeangan …

  71. LIPI itu lembaga pemerintah. Masalahnya sama saja dengan birokrasi di lembaga lainnya. Kita semua sudah tahu kan hehehe……….

    “Ask not what your country can do for you,
    Ask what you can do for your country”
    (JFK)

    Ironis di Indonesia, seringkali yang ngaku pejuang yang mengabdi pada negara adalah para pegawai negeri yang untuk membayar gajinya saja negara harus ngutang….

    “Seorang pemikir sejati tidak boleh membiarkan dirinya ditransformasi oleh Lembaga” (Kata Jean-Paul Sartre ketika menolak penghargaan dari Pemerintah Perancis)

    Selamat, Anda berpeluang besar menjadi pejuang dan pemikir sejati…………….

  72. ndarmogandul Says:
    November 19th, 2007 at 12:59

    Perjuangan yg berhasil itu tidak semudah membalikkan telapak tangan (untuk bisa seperti ini anda juga butuh 10 tahun di jepang, masak dalam 2 tahun anda ingin berubah seperti yg anda inginkan???), kalo setiap orang pinter/pandai/berdedikasi mundur setiap kali mendapat hambatan ketika dalam perjuangannya. kapan ada pemimpin yg pandai/pinter/berdedikasi. Sama halnya dengan negara ini tidak pernah mendapatkan pemimpin yang baik karena orang2 tersebut mundur ato menyerah kalah dalam perjuangannya. KARAKTER ORANG PANDAI/PINTER/BERDEDIKASI ini telah di ketahui para pemimpin yang anti perubahan, dengan sendirinya dapat di patahkan perjuangan anda.
    (dengan adanya surat terbuka dan tulisan ini sudah menandakan menyerah walau dalam istilah anda masih terus berjuang)
    Kalo bener2 anda punya semangat untuk melakukan perubahan ya harus berjuang terus, perjuangan diluar tidak sama dengan perjuangan didalam akan lebih baik tetap di dalam supaya dapat mengakses selalu perubahan. Dan ini akan menjadi acuan bagaimana menghadapi hal2 begini di masa yg akan datang. Seperti prototipe untuk melakukan perubahan sistem/pimpinan negara ini.

    “ganbatte”

  73. Semoga terus mempunyai prinsip seperti itu. Patriotisme saya terkikis setiap hari karena pasti ada ajaaa kejadian yang bikin ilfil di negara tercinta ini.

  74. tetap berjuang, pak!

  75. Never walk on the travelled path, because it only leads you where the others have been (Graham Bell)

    Always there is a drop of madness in love, yet always there is a drop of reason in madness (Friedrich Wilhelm Nietsche)

    Life can be understood only by looking behind, but can be lived only by looking ahead (Soren Kierkegaard)

    Why repeat the old errors, if there are so many new errors to commit (Bertrand Russel)

    Nothing can be taught to a man, but it’s possible to help him find the answer within himself (Galileo Galilei)

    The true philosophy is to learn again to see the world (Merleau-Ponty)

    Bonne chance………

  76. Memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara, dan dunia dimana pun Anda berada.
    Selamat berkarya!
    Semoga Tuhan menyertai sumpah dan janjimu.

  77. la yang kayak bung romi saja pada lipi off, apalagi yg seperti saya ha..ha… breakdown….

    tapi baru-2 ini malah lipi buka lowongan pns … ::

  78. Pak Romi punya waktu ga membantu kami mengembangkan keterampilan para TKI dibidang IT atau ilmu komputer? saya masih studi di Taiwan, kebetulan ada sekitar 100ribu TKI disini. Mereka banyak yang tertarik untuk bisa memiliki kemampuan teknis dalam bidang ilmu komputer/IT, harapannya bisa menjadi bekal mereka saat pulang ke Indonesia.

    Terimakasih

    Mungki
    Taiwan

  79. Mmmmm seru bgt perjuangannya, salut ama mas Romi tetap bisa idealis di tempat yg tidak memungkinkan tuk idealis. Jadi termotivasi tuk tetap mempertahankan idealisme. Memang betul PDII bukanlah tempat yang tepat tuk mas Romi dan semoga setelah ini akan segera berada di tempat yg tepat. Amin. Met berjuang tuk negeri tercinta..

  80. # Mungki: Ayo mas digarap. Kita dulu di Jepang juga ngasih pelatihan untuk teman-teman trainee baik yang legal maupun ilegal. Kontak japri yo, apa yang bisa kita perbuat gitu.

  81. Koq nggak mbela LIPI sama sekali sih he he he apa juga merasa LIPI salah?
    semua ada aturannya dan tampaknya peneliti di LIPI banyak yang ’salah tempat’ …..
    semoga semua bisa berkarya ditempat lama, baru dan akan datang….
    jangan merasa benar sekali dan seperti kata Mbak Anie said bahwa PDII bukan tempat yang tepat….dan tepatnya memang di luar PDII…

  82. Pak Romi yang baik,

    Narasi anda di atas cukup inspirasional dan personal. Saya teringat tulisan Hannah Arendt. Seorang filsuf piawai dari Jerman yang mengatakan bahwa birokrasi memang terkadang berjalan sebagai mesin. Ia tak mampu mengakomodir kebutuhan setiap individu yang berbeda dan unik di dalam organisasi tersebut karena antara lain asumsi yang dibuat adalah dengan generalisasi .Setiap orang dianggap sama, dengan kewajiban dan tanggung jawab yang sudah ditetapkan(predetermined). Realisasi kebijakan ini terlihat pada kasus absensi, gaji dll. Mungkin dalam kasus ini anda adalah individu yang unik tersebut. Sistem tidak mampu mengakomodasi ide-ide anda. Tapi ini bukan berarti anda harus berhenti “berdjoeang” bukan?

    You are not the only one though, di luar sana, setidaknya dari pengalaman dangkal saya selama di Inggris. Banyak teman-teman dengan semangat ke-Indonesian tetap berjuang dengan bingkai yang sama namun wadah berbeda.

    Tetap semangat ya! Justissima Tellus.

    Salam,

    Fa’

  83. Akhirnya ketemu juga blognya Mas Romi..
    Dari pertama ikc muncul.. aku dah salut ama ide-nya..
    sekali lagi S.A.L.U.T !!

    aniway..
    kalo aku whatever people say as long as I think what I do is right..
    I don’t care what they say!!
    Banyak orang yang jagonya cuma berkomentar..
    tapi no action..

    INDONESIA butuh banyak orang yang seperti Mas Romi..
    gak cuma NATO(No Action Talk Only!!)

    Maju terus.. Mas Romi..
    You’ll never walk alone.. Hehehe.. “Liverpool kali..”

  84. Anda tidak gagal mas..
    Anda telah menginspirasi saya..
    Doa saya bersama perjuangan anda..
    Majulah Indonesia..

  85. salut mas atas filosofi hidup nya, oya mas saya kebetulan punya sedikit sarana untuk berjuang. saya punya warnet kecil maksud saya ingin ngikutin jejak mas nyebarin ilmu komputer secara gratis kepada masyarakat yang ingin belajar komputer sehingga ga perlu bayar mahal biaya kursus ataupun kuliah.
    saya juga telah mendirikan Komunitas belajar gratis ilmu komputer mandiri dimana anggotanya dapat bimbel gratis ilmu komputer. kegiatan belajar mengajarnya kami lakukan di warnet saya ibaratnya warnet saya juga berfungsi sebagai laboratorium komputer gitu mohon dukungan dan saran untuk kemajuan komunitas kami ya mas ….. salam perjuangan

  86. Terus berjuang bang..
    Butuh ketegaran untuk menerobos arus yang deras..
    Kibarkan merah putih di bumi pertiwi..

  87. ya…! inilah kehidupan, sebagai manusia yg hidup yg sll hrs brjuang tanpa batas ut Tanah Air tercinta Indonesia.

    Semangat terus Pak Romi, kita dsini jg msh terkungkung dalam jaring2 birokrasi, tp q-ta ttp jalan spt Anda meski tanpa team.
    semua hanya untuk Indonesia Q-ta

  88. assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Hidup adalah perjuangan. Kalau tidak mau hidup, tidak perlu berjuang. termasuk berjuang menghidupi anak istri, berjuang mencari ‘way of life’, berjuang dalam ‘mengabdikan ilmu dan pengetahuan’.

    en mungkin takdirlah ( maksudnya kehendak Allah lah ) yang menunjukkan kita kepada ‘jalan’ yang musti en selayaknya kita tempuh.

    enterpreneurship tidaklah buruk. jadi karyawan juga tidak jelek. Hanya kontribusi kita lah yang dipertanyakan. Mungkin ada orang yang bilang pengusaha itu jahat, licik, hanya mau untung saja en dll. Tapi coba lihat… masih banyak khan yang baik, bermanfaat, memberi pencerahan. Coba kalo nggak ada pengusaha, mungkin lampu pun kita nggak akan punya. Lha siapa yang mau produksi lampu secara massal kalo nggak pengusaha, 100 juta unit lampu ? untuk orang se-dunia ?. dengan harga cuma Rp 5.000 ?. produksi 1000 unit saja mungkin kita sudah mengeluh, cape’, nggak jelas penghasilannya, nggak jelas masa depannya, butuh karyawan, nggak ada modal, bukan pekerjaan yang riil… lha trus apa yang riil ?

    Begitu juga kalo petani nggak mau tanam padi, maunya cuma tanam Jenmanii ( Tanaman hias yang lagi ngetrend ). Mungkin kita nggak akan makan nasi. Makan roti khan bisa … ya sama aja kalo petani gandum tidak mau tanam gandum.

    Sama seperti kita…
    Kalo nggak ada yang mau membagi ilmunya ?. ilmu komputer ?. mau membagi, syaratnya mbayar 3 Juta ?. Bisa-bisa kita nggak bisa belajar, cuma gara-gara orang tua kita nggak bisa beli ‘lisensi’. en ‘Lisensi’ juga nggak mau dituker sama beras 10 kilo, tho ?. Padahal harga cd khan cuma seharga 1 kilo beras ?. Lha trus piye…

    Karena itulah kita butuh perdjoeangan en keikhlasan…membagi ilmu en kewirausahaan ( untuk mengakali bagaimana caranya agar biaya seminimal mungkin, en sebanyak mungkin orang yang merasakan manfaatnya ) en dll.

    Wassalam.

  89. Mas Romi jadi pinter seperti sekarang ini ‘kan juga karena beasiswa dari negara,
    dan itu adalah uangnya rakyat….

    maka berjuang untuk rakyat banyak ‘kan wajar….

    Teruskan saja perjuangan Mas…

  90. Lebih baik lagi ada keterangan dari LIPI kenapa orang sehebat RSH bisa keluar, jadi komentar kita lebih obyektif.

    Hidup memang aneh-

  91. hebat!!
    sy juga pngen ky Bapak, punya visi buat Indonesia… jangan capek2 bikin perubahan untuk Indonesia Pak..
    kalau sy bisa sy juga mo berbuat sesuatu buat negeri tercinta

  92. Saya tunggu komentar dari pejabat yang berwenang di PDII-LIPI tentang kasus mas Romi ini agar tercipta informasi yang berimbang. Walaupun mas Romi sudah mengaku bersalah dalam hal ini menabrak aturan birokrasi pemerintah. Mudah mudahan pejabat PDII-LIPI membaca blog ini. Selamat berjoeang dalam dunia IT untuk bangsa Indonesia, mas Romi. Ditunggu kucuran ilmunya melalui ilmukomputer.com

  93. […] Saya kurang sabar, pingin cepat melakukan perubahan dan akhirnya gagal melakukan sinkronisasi dengan sistem kerja di institusi pemerintah. […]
    Sistem kerja yg sinkron dgn pak romi, atau malah pak romi yg malah jd sinkron dgn sistem kerja? Yah, begitulah birokrasi pemerintah. Kalo bisa mudah, knp ga di persulittt…

  94. ada kalanya sesuatu yang kita kerjakan tidak seperti yang kita bayangkan.

    yang pasti selama niat itu baik tentu ada orang2 sepaham yang ikut membantu dan tentunya dari nol.

    namun adakalanya saat yang kita kerjakan membuahkan hasil, banyak sekali teman yang datang bahkan menawarkan bantuan.

    hidup (”di indonesia”) memang rumit, hanya yang menawarkan kepura-puraan yang dapat bertahan.

    umur bukanlah sebuah batasan seberapa banyak yang telah kita lakukan untuk bumi ini sesuai dengan yang di riwayatkan oleh orang-orang sebelum kami, bahwa manusia adalah khalifah di bumi ini….

    namun saat kita manfaatkan waktu demi waktu untuk mensedekahkan ilmu kita tanpa pamrih tanpa harus pusink memikirkan suatu dakwah yang baik.
    hal itu sudah merupakan dakwah bilhall karena dari satu orang yang kita ajarkan dengan tulus maka akan sangat bernilai saat ia dikemudian hari mengajarkannya kembali kepada orang lain.
    sehingga suatu awal yang bernilai kecil yang kita berikan menjadi suatu perubahan besar bagi orang lain.

    semoga berkah dan menyenangkan

    regards
    arwan
    www.arwans.com

  95. trinugro (CNAP student SMKN 26 ) Says:
    December 18th, 2007 at 17:22

    mas romi,
    saya salut dengan mas romi yang mempunyai sikap idealisme yang patut di contoh oleh semua pns yang ada di indonesia ini jika mau untuk melakukan perubahan di negara ini

    saya dukung perjuangan mas romi
    terus terang saya berkali kali gagal dalam test CPNS yang saya ikuti
    menurut analisa saya mungkin jawaban saya yang bersifat menyerang jalur
    jalur birokrasi yang korup dan idealisme saya sebagai anak muda yang hanya ingin memperbaiki negara ini

    salut untuk mas romi

  96. maaf mas, kenapa setiap aku buka web ilmukomputer.com selalu ga bisa dan kadang-kadang bisa tapi 90% tidak bisa membuka, aku sering online tiap hari, seperti hari ini aku aku ga bisa konek dengan ilmukomputer.com dengan spesifikasi profider indosat IP 202.93.36.76 dengan web browser firefox 2.0 dan windows XP
    [IMG]http://i15.tinypic.com/8eic2si.png[/IMG]
    terima kasih atas informasi an responnnye

  97. Askum,

    Tmen2 ada yg tahu jadwal Onno Purbo di UNINDRA Tahun 2008?

    Plis Mendesak?

    Email aja thx.

    ajijoss@yahoo.com

  98. good luck mas romi, teruslah berjuang demi negara tercinta ;)

  99. diskusi ini mengundang mentri dan LIPI menjawab lihat:

    http://www.netsains.com/index.php/page_info/pid_328

    thanks

  100. Mungkin di LIPI perlu ada jabatan baru: Evangelist, tugasnya jadi PR dan eksplorasi arah baru…

  101. Mayjen TNI Harsono Says:
    February 9th, 2008 at 7:18

    De’ Romi yang canggih,

    Coba nanti saya gunaken kekuatan militeristik untuk membuka akses dan mengembalikan gaji anda lagi di LIPI. Kalau perlu, anda akan segera diangkat sebagai Kapus PDII secepatnya. Sabar dan tunggu aksi saya. Buat Hendro, mbok ya masuk kantor dikitlah…jangan kosong melompong begitu di absensinya. Sebarkan ilmu sampeyan buat Mulus, Wasi, dan Diana serta Bapak Maman Hendarman. Kalau tidak, saya tak akan memberikan jaminan seperti yang akan saya laksanakan kepada saudara Romi.

  102. #Mayjend TNI Harsono: Huahuahua, asli lucu, iki sopo yo … hehehe

  103. […] Namun hal tersebut ternyata dapat memberikan dampak buruk terhadap si pemilik blog. Permasalahannya terletak pada anonimitas pemberi komentar. Orang umum bisa saja menyantumkan nama sembarang tanpa memberikan link yang jelas pada blognya. Misal “Mayjen TNI Harsono” pada tulisan ini sampe sampe si empunya blog gak tau siapa. Memang kita bisa saja menghapus komentar sesuka kita namun kita tentunya tidak 100 persen waktu kita didepan blog. jadi kita tidak bisa mengontrolnya setiap saat. […]

  104. Rom,…bagi-bagi ke gue dikit donk dollarnya. Yah lumayan buat tambah-tambah neh.

  105. Mayjen TNI Harsono Says:
    February 11th, 2008 at 5:55

    Wah…nak Faizal ini rupanya antidemokrasi ya…Koq malah kalah sama saya yang dari militer. De’ Romi, Kapus PDII baru diganti. Hendro sebentar lagi menyusul anda keluar dari PDII-LIPI. Dia jarang masuk kantor tetapi gaji dapat, apa tidak makan gaji buta namanya? Bagi-bagi rezekinya dikitlah buat Pak Maman Hendarman, Mulus, Wasi, Diana dkk.

  106. Siap!!!

    Demokrasi dengan Tata Krama mungkin pak yang saya bayangkan. Asal jangan sampe terjadi seperti pada tulisan http://mulut.wordpress.com/2008/01/08/ternyata-niat-baik-saja-dianggap-tidak-cukup/

    Memang butuh teknik anonimisasi untuk beberapa masalah ya pak. Kira-kira anonimisasi di internet dibutuhkan buat apa aja ya(Mungkin bisa buat bahasan baru di blog bapak(Pak Romi)) Dan memberikan beberapa penglihatan bapak kepada orang-orang miskin ilmu seperti kami.

  107. #Endang dan Mayjen: Kesempatan sebenarnya kan banyak untuk mendapat tambahan, jadi instruktur Cisco, dsb cuman kenapa tidak memanfaatkan kesempatan seperti ini dengan baik ya. Malah sepertinya menganggap ngajar as usual ;) Harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri baik secara fisik maupun moral. Jangan ngemis ah, PDII hancur kalau dipenuhi para pengemis. Yang bisa mengubah diri kita adalah tangan kita sendiri dan bukan orang lain.

    #Faizal: Yup setuju mas, saya lebih senang diskusi secara fair dengan menunjukkan jati diri sebenarnya. BTW, saya sebenarnya tahu kok siapa Mayjend Harsono, terdeteksi IP addressnya dan waktu onlinenya …hehehe

  108. Cuma numpang komentar….

    Untuk Mayjen TNI Harsono, sebelum Anda menilai orang lain, lihatlah dirimu sendiri. Apakah Anda yang sudah punya pangkat tinggi masih disiplin dalam menjalankan tugas? Dan saya rasa “nggak etis” juga kalo masih minta jatah ke bawahannya. Pangkat sudah tinggi, mungkin “sawerannya” tentu banyak.

    Rezeki orang nggak perlu diotak-atik, Tuhan telah menentukan rezeki, jodoh, dan mati sejak pertama kali ditiupkan roh. Tinggal bagaimana kita “menjemput” rezeki tersebut. Rezeki nggak akan datang sendiri, kecuali dicari di muka bumi ini.

    Sebagai informasi tambahan, hati-hati jika menggunakan nama samaran karena “IP ANDA” bisa dideteksi dari mana asalnya. Sistem me-record semua informasi IP dari mana pun.

  109. Tuh dimarahin sama om Slamet tuh …. hehehe

  110. wah, mas hendro juga menyusul keluar dari PDII-LIPI ? akhirnya para jagoan dari negeri sakura itu tidak betah juga dengan birokrasi di Indonesia. Seandainya birokrasi Indonesia disamakan dengan birokrasi di Jepang maka akan majulah Indonesia….!!!

    Tapi para pejuang yang mendapatkan ilmu dari negeri orang hendaknya jangan kalah dengan keadaan. Kalau anda mengalah maka siapa lagi yang akan mengubah keadaan ?

    Negara ini butuh orang-orang hebat seperti mas romi, mas hendro, mas slamet dll. Ayo semangat lagi untuk memfutuhkan PDII-LIPI….

  111. #YadiSyahid: Sebenarnya kalau mau jujur saat ini kondisinya “belum ada” yang keluar kok. Kecuali om Hendro sudah bosan jadi eksekutif dan mau berada di jalur legislatif, alias Caleg DPRD Kota Bekasi … hehehe. Bosen lihat Hendro mengusung orang lain, sekali-kali mengusung diri sendiri Ndro. Aku dukung dari Kec. Pondok Melati …hehehe

  112. Mayjen TNI Harsono Says:
    February 12th, 2008 at 5:15

    Pak Slamet, maksudnya kalau punya ilmu, kesempatan, dan rezeki, hendaknya berbagi juga dengan rekan-rekan. Bukannya rekan-rekan itu pengemis. Inilah yang masih sulit di Indonesia, social cohesiveness dan trust antar individu masih rendah. Saya bukannya minta saweran tetapi akan lebih baik jika dengan orang-orang kaliber dunia seperti Mas Romi dan Mas Hendro bisa sama-sama memajukan dan mensejahterakan PDII (nah ini cocok buat Mas Hendro kalau memiliki platform yang sama dengan partai yang baru saja ber-Munas di Bali).

    Saya juga sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Mas Yudi Syahid, bahwa jika orang-orang berkaliber seperti Mas Romi dan Mas Hendro akhirnya “meninggalkan” PDII, lalu PDII mau jadi apa nantinya? Memang keadaan sekarang dan masih berkaratnya sistem birokrasi yang ada seakan bagai tembok yang menyurutkan semangat dan mengikis idealisme, tapi semuanya harus dihadapi dengan sabar. Saya yakin, pada waktunya nanti perjuangan Mas Romi dan Hendro jika konsisten di PDII, bisa memetik buahnya. Dalam konteks inilah saya mengatakan bagi-bagi dikitlah. Maksudnya walaupun selalu dianggap angin dan berhenti di rapat-rapat saja ide-ide brilian yang dilontarkan oleh Mas Romi dan Mas Hendro merasa bahwa banyak yang bukan ahlinya di PDII, tetap konsisten untuk membagi ilmu dan kesempatan bagi rekan-reakn anda di PDII. Karena anda kebetulan diberkahi peluang dan kemampuan yang lebih dibanding yang lain.

    Mas Slamet, yang nyantai ajalah…jangan terlalu serius begitu kayak FBI aja ente.

  113. arjuna adi brata Says:
    February 14th, 2008 at 7:05

    memberi adalah menerima
    terima kasih.. setelah menerima.. mengasih.. jadi ada sirkulasi.. tidak ada stagnasi/kemandegan..semua berjalan.. itulah sunatullah.
    itu adalah pengertian lama yang sudah lama juga saya terima.. tapi belom banyak yang bisa saya aplikasikan..
    mas romi dengan semua perdjoeangannya.. telah jauh di depan saya dalam praktek terima kasih ini.. memang susah ketika itu di lakukan dalam birokrasi..kalau bisa di persulit.. kenapa tidak.. itu yang terjadi di negeri ini..
    selamat berdjoeang…di ladang manapun anda berdiri..

  114. […] Well, that’s it. Mungkin istilah “menyambung hidup” berbeda dengan “mencari status”. Kebanyakan di Indonesia orang bekerja “mencari status”. Jadi PNS, gaji pas-pasan tapi ingin ponsel paling baru, mobil paling baru, TV LCD paling baru. Caranya? Ya berbagai cara. Belum lagi birokrasi dan unggah-ungguhnya. Dengernya aja udah eneg, apalagi baru baca soal Mas Romi yang sedang berjuang untuk visi dan misinya (yang sepertinya tidak dimengerti untuk penggede di sana). Saya yakin bangsa ini ga akan maju jika lembaga penelitiannya aja bersikap seperti uneg-uneg-nya Mas Romi tersebut. […]

  115. Mayjen TNI Harsono Says:
    February 23rd, 2008 at 10:59

    @Pak Slamet Riyanto,

    Masih suka ngamen nggak? Koq nggak bawa gitar lagi ke kantor hehe

  116. “Masalah menjadi kompleks, sampai akhirnya mulai nopember 2007 ini saya sudah tidak menerima gaji saya di LIPI.”

    maksudnya gmn ini pak romi?

    “…dan kalau ada yang sebel dengan ringtone handphone saya yang Indonesia Raya, mohon maaf ini juga tidak bisa saya ubah…”

    waktu kemaren pak romi ngisi seminar di udinus, di depan saya hp pak romi bunyi… bener ringtonenya Indonesia Raya… :D , tapi saya yakin nggak ada org yg sebel denger lagu itu, malah saya kagum! hal itu menunjukkan integritas dan loyalitas yang sangat tinggi dari diri pak romi buat negri ini…

    saya malah punyae cuman mp3 Indonesia Raya yg “dulu” (itu tuh yg syairnya laen), kalo boleh ngopi mp3 Indonesia Raya ne pak romi boleh nggak (dikirim ke e-mail juga boleh ;) ) biar ntar tak pake buat ringtone hp juga… trus rame2 kita galakkan ringtone Indonesia Raya… :D

  117. subhanallah.
    what the fu*** with our birocration !

  118. ya seperti itulah biroc di Indonesia bro…

    dan bukan hanya biroc zone aja, zone dewan rakyat, militer, dan banyak laennya lg, wes pokokmen hampir semua lapisan ada yg “aneh2″…

  119. saya telah membaca baris demi baris Mas Romi, sangat menyentuh. Kalau di Indonesia mempunyai banyak Romi yang konsep berfikirnya sangat maju, saya kok yakin ketertinggalan akan cepat usai, dan melaju kencang seperti Jepang dan negara lain yang tergolong muda tapi sudah pegang kendali. Penyelewengan dan kebocoran anggaran negara yang terlalu besar akan terminimalisis, bahkan dapat mencapai titik zero. Saya adalah termasuk salah satu pegawai negeri yang mengalami kondisi seperti mas Romi. Tentang permainan kwitansi, sudah bukan barang rahasia lagi. Bahkan staf pimpinan telah lebih “pintar” dalam mencari dan membocorkan anggaran dari pada pimpinannya. Karena itu ketika ada tawaran dari pimpinan kepada saya, “kalau anda saya angkat jadi staf saya, anda ingin di bagian mana?” saya spontan menjawab “di bidang pemberdayaan dan pengembangan SDM”, yang saua pandang sudah sangat memprihatinkan. Mereka hanya berfikir “bagaimana saya dapat hidup dari jabaran saya, dan bukan bagaimana saya menghidupi institusi karena peran saya”. Salu denga Mas Romi

  120. #RSW Setuju pak, banyak ruang yang harus kita isi menjadi peluang untuk mencetak uang. Semua tergantung dari kita.

    Kalau mo dolar ya belajar… lihat tuh pak maman dari ahli kabel listrik sekarang dah ahli network cabling, ini kan bukan kemunduran….

    Seoarang pak Maman aja sekarang dah punya PDII night, emang cuma taman safari yang bisa mengaung malam hari. Jadi nggak harus ngemis menunggu uluran tangan orang lain… malu donk ugh!!

  121. Roni Brahmono Sisno Says:
    May 15th, 2008 at 8:55

    saya pun demikian selalu ingin mencoba hal hal baru sampai sekarang saya belum tau dimana karir yg cocok dikarenakan minat yg selalu berubah rubah dari main musik ke komputer dan yg sekarang lagi hobi otomotif yg jelas selama itu bermanfaat untuk orang banyak apa salahnya kita jalan kan…Sesuatu yg buruk menurut kita mungkin jadi menurut Allah adalah yg terbaik untuk kita amiin

Leave a Reply