Knowledge Management dan Kiat Praktisnya
by Romi Satria Wahono
Knowledge management adalah konsep dan jargon besar yang susah diimplementasikan. Apa saking sulitnya dipahami sehingga susah diimplementasikan? Atau apa karena perlu tool yang mahal dan canggih sehingga tidak mudah diterapkan? Atau mungkin karena dosen dan pengajar knowledge management terlalu berteori setinggi langit sampai malah lupa untuk memanage pengetahuannya sendiri? Hehehe mungkin terakhir ini jadi faktor utama. Menurut saya, knowledge management itu mudah, murah dan wajib menjadi perilaku keseharian kita. Ini topik diskusi yang saya angkat ketika mengisi Workshop yang diselenggarakan oleh Divisi Komunikasi (Communication Team) Pertamina beberapa waktu yang lalu. BTW, Workshop ini dilakukan dalam rangka mensukseskan program Transformasi Pertamina menuju persaingan baru. Selain saya yang membawakan tema Knowledge Management dan Learning Organization, di jadwal tertulis nama Prof Roy Sembel yang menyajikan tema Investor Relation.
APA ITU KNOWLEDGE MANAGEMENT
Diskusi saya awali dengan ungkapan Peter Drucker yang sangat terkenal, yaitu:
the basic economic resource is no longer capital, nor natural resources, not labor. It is and will be knowledge
Ya perubahan dunia ini mengarah ke fenomena bahwa sumber ekonomi bukan lagi dalam bentuk money capital atau sumber daya alam, tapi ke arah knowledge capital. Justru karena knowledge alias pengetahuan ini kedepannya memegang peranan penting, karena itu harus kita kelola.
Organisasi dan perusahaan di dunia ini sebenarnya sudah sejak lama menderita kerugian karena tidak mengelola pengetahuan pegawainya dengan baik. Konon kabarnya di suatu institusi pemerintah, hanya karena PNS yang sudah 30 tahun mengurusi listrik dan AC masuk masa pensiun, sehari setelah itu listrik dan AC masih belum menyala ketika para pegawai sudah masuk kantor. Ya, tidak ada yang menyalakan listrik dan AC, karena hanya si PNS itu yang tiap pagi selama 30 tahun menyalakan listrik dan AC. Bahasa ngoko alus-nya:
when employees leave a company, their knowledge goes with them …
Organisasi dan perusahaan tidak mengelola pengetahuannya dengan baik, sehingga transfer pengetahuan tidak terjadi. Organisasi perlu mengelola pengetahuan anggotanya di segala level untuk:
-
Mengetahui kekuatan (dan penempatan) seluruh SDM
-
Penggunaan kembali pengetahuan yang sudah ada (ditemukan) alias tidak perlu mengulang proses kegagalan
-
Mempercepat proses penciptaan pengetahuan baru dari pengetahuan yang ada
-
Menjaga pergerakan organisasi tetap stabil meskipun terjadi arus keluar-masuk SDM
Nah, sebenarnya yang berkewajiban mengelola pengetahuan itu individunya atau organisasinya? Sebenarnya setiap orang harus mengelola pengetahuan mereka sendiri, karena yang paling berkepentingan mendapatkan manfaat dari pengelolaan pengetahuan itu adalah individu. Ketika semua pengetahuan yang saya dapat ketika bekerja, part time atau menggarap project saya explicit-kan dalam bentuk tulisan. Kemudian saya simpan rapi dan kalau perlu saya database-kan sehingga muda saya cari kembali, ini semua membantu dan mempercepat kerja saya ketika masalah serupa datang. Kalaupun saya pindah kerja, knowledge base yang saya miliki tadi menjadi “barang berharga” yang bisa saya “jual” dalam bentuk skill dan kemampuan ke perusahaan baru.
Knowledge management itu mudah? Ya, mudah dan kita sudah melaksanakannya selama ini kan
Kalau nggak percaya cek animasi di bawah deh, itu contoh mudah knowledge management.

Nah dari gambar diatas, kita jadi tahu, KNOWLEDGE atau PENGETAHUAN yang berkali-kali kita bicarakan itu sebenarnya makhluk apa. Pengetahuan itu bisa dibagi menjadi dua:
-
Explicit Knowledge: pengetahuan yang tertulis, terarsip, tersebar (cetak maupun elektronik) dan bisa sebagai bahan pembelajaran (reference) untuk orang lain. Dari contoh di atas, ketika seorang member milis memberi solusi dari buku, maka sebenarnya itu adalah bentuk explicit knowledge.
-
Tacit Knowledge: pengetahuan yang berbentuk know-how, pengalaman, skill, pemahaman, maupun rules of thumb. Nah dari contoh di atas, ketika seorang member milis menjawab berdasarkan pengalaman dia, hasil ngoprek atau nggak sengaja dapat solusi misalnya, itu semua adalah tacit knowledge. Tacit knowledge ini kadang susah kita ungkapkan atau kita tulis. Contohnya, seorang koki hebat kadang ketika menulis resep masakan, terpaksa menggunakan ungkapan “garam secukupnya” atau “gula secukupnya”. Soalnya memang dia sendiri nggak pernah ngukur berapa gram itu garam dan gula, semua menggunakan know-how dan pengalaman selama puluhan tahun memasak. Itulah kenapa Michael Polyani mengatakan bahwa pengetahuan kita jauh lebih banyak daripada yang kita ceritakan
MEMAHAMI KNOWLEDGE SPIRAL ALIAS SECI
Legenda knowledge management tentu tidak bisa kita lepaskan dari Ikujiro Nonaka dengan bukunya The Knowledge-Creating Company. Nonaka menceritakan bagaimana success story Matsushita Electric pada tahun 1985 ketika mengembangkan mesin pembuat roti.
Konon pada era tahun 1985, Matsushita Electric menemui kesulitan besar dalam produksi mesin pembuat roti. Mereka selalu gagal dalam percobaan yang dilakukan. Kulit luar roti yang sudah gosong padahal dalamnya masih mentah, pengaturan volume dan suhu yang tidak terformulasi, adalah pemandangan sehari-hari dari percobaan yang dilakukan. Adalah seorang pengembang software matsushita electric bernama Ikuko Tanaka yang akhirnya mempunyai ide cemerlang untuk pergi magang langsung ke pembuat roti ternama di Osaka International Hotel. Dia dibimbing langsung oleh sang pembuat roti ternama tersebut untuk belajar bagaimana mengembangkan adonan dan teknik khusus lainnya.
Selesai magang dia presentasikan seluruh pengalaman yang didapat. Pada engineer Matsushita Electric menerjemahkannya dengan penambahan part khusus dan melakukan perbaikan lain pada mesin. Percobaan yang dilakukan akhirnya sukses. Dan produk mesin pembuat roti tersebut akhirnya memecahkan rekor penjualan alat perlengkapan dapur terbesar pada tahun pertama pemasaran.
Ikujiro Nonaka membuat formulasi yang terkenal dengan sebutan SECI atau Knowledge Spiral. Konsepnya bahwa dalam siklus perjalanan kehidupan kita, pengetahuan itu mengalami proses yang kalau digambarkan berbentuk spiral, proses itu disebut dengan Socialization - Externalization - Combination - Internalization. Oh ya, saya pernah tulis artikel tentang spiralisasi pengetahuan ini di IlmuKomputer.Com plus dengan edisi yang berbeda juga saya masukkan ke Jurnal Dokumentasi dan Informasi BACA yang diterbitkan oleh LIPI.

-
Proses eksternalisasi (externalization), yaitu mengubah tacit knowledge yang kita miliki menjadi explicit knowledge. Bisa dengan menuliskan know-how dan pengalaman yang kita dapatkan dalam bentuk tulisan artikel atau bahkan buku apabila perlu. Dan tulisan-tulisan tersebut akan sangat bermanfaat bagi orang lain yang sedang memerlukannya.
-
Proses kombinasi (combination), yaitu memanfaatkan explicit knowledge yang ada untuk kita implementasikan menjadi explicit knowledge lain. Proses ini sangat berguna untuk meningkatkan skill dan produktifitas diri sendiri. Kita bisa menghubungkan dan mengkombinasikan explicit knowledge yang ada menjadi explicit knowledge baru yang lebih bermanfaat.
-
Proses internalisasi (internalization), yakni mengubah explicit knowledge sebagai inspirasi datangnya tacit knowledge. Dari keempat proses yang ada, mungkin hanya inilah yang telah kita lakukan. Bahasa lainnya adalah learning by doing. Dengan referensi dari manual dan buku yang ada, saya mulai bekerja, dan saya menemukan pengalaman baru, pemahaman baru dan know-how baru yang mungkin tidak saya dapatkan dari buku tersebut.
-
Proses sosialisasi (socialization), yakni mengubah tacit knowledge ke tacit knowledge lain. Ini adalah hal yang juga terkadang sering kita lupakan. Kita tidak manfaatkan keberadaan kita pada suatu pekerjaan untuk belajar dari orang lain, yang mungkin lebih berpengalaman. Proses ini membuat pengetahuan kita terasah dan juga penting untuk peningkatan diri sendiri. Yang tentu saja ini nanti akan berputar pada proses pertama yaitu eksternalisasi. Semakin sukses kita menjalani proses perolehan tacit knowledge baru, semakin banyak explicit knowledge yang berhasil kita produksi pada proses eksternalisasi.
KIAT MENGELOLA PENGETAHUAN
Sebelum terlalu ke langit, implementasi knowledge management untuk diri kita gimana yah? Paling tidak jangan lupakan beberapa hal yang mungkin sepele seperti di bawah. Saya sendiri menganggap bahwa kiat di bawah adalah best practice knowledge management untuk individu.
-
Atur dan rapikan file-file yang sudah kita download dari berbagai situs, buat kategori yang baik, masukkan file-file ke dalan kategori tersebut. Buat aturan penamaan file yang mudah mengingatkan kita dan mempermudah pencarian kembali. Misalnya masukkan semuanya dalam folder bernama References
-
Usahakan menuliskan segala pengalaman yang kita dapat, dari hal sepele pengalaman ngurusi kambing untuk idul adha, pengalaman mengadakan workshop di kampus, pengalaman memimpin BEM, tips dan trik mendapatkan IPK yang baik, dsb. Ditulis dimana? Bisa gunakan word processor, emacs, notepad atau apapun. Supaya pengalaman kita bisa dimanfaatkan orang lain, sebaiknya tulis di blog kita. Bahkan dengan blog, proses SECI atau knowledge spiral yang diteorikan Nonaka bisa kita implementasikan dengan mudah. Seluruh kegiatan blogosphere dari blogging, blogwalking, kategorisasi posting, trackback, pingback, social networking, diskusi di kolom komentar adalah proses SECI itu sendiri. Bagi saya pribadi, blog RomiSatriaWahono.Net adalah aktualisasi diri, kehidupan dan karir saya
-
Simpan dan rapikan segala tugas mandiri di kampus, paper, artikel, laporan atau buku yang kita tulis, juga jangan lupa tugas akhir kita buat. Buatlah backup secara berkala. Semua karya kita adalah knowledge penting yang kita miliki, menghilangkan mereka adalah menghilangkan sebagian pengetahuan yang kita miliki. Saya sendiri masih menyimpan semua tulisan yang saya tulis dari pertama kali ikut conference di Jepang tahun 1997 (tingkat 2 program undergraduate) sampai semua tulisan saya sekarang. Saya biasa menyimpan dalam folder Publications
-
Catat semua track record kegiatan kita dan karya kita dalam Curriculum Vitae (CV) kita. Jangan sampai ada yang terlewat, buat supaya kita bisa mengedit secara berkala CV kita dengan mudah. Sepele bagi kita belum tentu sepele bagi orang yang merekrut kita nanti. Siapa tahu kegiatan kita menjadi aktifis remaja masjid di kampus malah menjadi poin tersendiri ketika kita masuk ke perusahaan besar yang ternyata milik keluar kerajaan Saudi … hehehe. Saya sendiri selalu mengupdate CV secara berkala , bagi saya CV bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tapi untuk mengelola dan mencatat seluruh aktifitas kita selama hidup. Jadi nggak perlu heran atau sirik kalau CV saya mencapai 36 halaman
, soalnya memang bukan untuk nyari kerja. Saya biarkan pekerjaan yang mencari saya. Lho kok bisa? Saya biarkan google dan seluruh mesin pencari mengindeks CV saya, maka tanpa perlu mencari pekerjaan, pekerjaan yang akan memburu kita
Maaf kepanjangan. Mudah-mudahan teman-teman semua semakin termotivasi untuk mengelola pengetahuannya masing-masing. Ingat, tidak ada yang peduli dengan pengetahuan kita, kecuali diri kita sendiri ;)
REFERENSI
-
Peter F. Drucker, The Coming of the New Organization, 1988
-
Ikujiro Nonaka, The Knowledge Creating Company, 1991
-
David A. Garvin, Building a Learning Organization, 1993
-
Romi Satria Wahono, Menghidupkan Pengetahuan Sudahkah Kita Lakukan?, Jurnal Dokumentasi dan Informasi - Baca, LIPI, 2005


























































































May 6th, 2008 at 19:21
tumben nih…gw yang pertamax..hehehee
May 6th, 2008 at 19:24
#Charter: Sudah pada pulang kantor soalnya … hehehe
May 6th, 2008 at 19:35
Great…. thanks sir…
Can i copy this article to my blog?
Please visit my open source web blog project http://www.dwi.web.id/
Thanks
May 6th, 2008 at 19:42
#Dwi: Monggo, asal author dan link urlnya jangan dihilangkan
May 6th, 2008 at 19:50
Ini baru komentarnya : Setuju mas kalo kedepannya knowledge capital akan berkuasa mungkin ditambah lagi dengan bantuan teknologi digital seperti ini. Hadirnya blog memang paling tidak membantu memanage knowledge seorang blogger bagi yang mau melakukannya…
May 7th, 2008 at 1:32
baru saja senin kemarin presentasi KM ke account gw.
KM memang sudah dibuthkan oleh prsh yang punya banyak bagian agar tidak terjadi permasalahan knowledge yg hilang ketika orangnya pindah atau bukunya ilang.
hmm mau join solution?
japri yaks.
May 7th, 2008 at 7:13
terima kasih pak romi, tulisan yg bermanfaat
May 7th, 2008 at 8:48
mungkin saja pa secara individu KM itu mudah seperti yang anda katakan — dalam hal ini setuju — cuma kalau kita terapkan dalam tataran organisasi ternyata berbeda antara teori dan praktek, dengan asumsi individu2nya yanf tidak jelasatau belum terbentuk secara kuat core competencenya, konsistensinya di pekerjaan, belum lagi pendokumentasinya yang jelek atau tidak melakukan catatan dalam rekord yang jelas,dst. Contohnya penulisan notulen hasil rapat saja, ada yang dilakukan kadang tidak dan juga tidak dipublikasikan secara mudah diakses, jadi banyak sekali kendala2 elementer yang tidak dilakukan secara konsisten dan komprehensif ==> menjadi suatu budaya itu intinya pak supaya spiral itu benar berjalan siklusnya memang perlu disiplin,konsisten dan jangka panjang, jangan jangka imah?
Jadi kalau bicara penerapan KM di organisasi ==> paling berpengaruh ya SDM, lingkungan dan budaya mungnkin ini yang membedakan penerapan KM di organisasi di belahan barat dan timur, makanya muncul konsep Nonaka adalah menjawab karakteristik timur seperti yang anda tulis dalam tataran individu.
salam
bse
May 7th, 2008 at 9:00
Selama ini saya kaku melihat KM. Bahwa tools KM hanya di sekitaran software Document Management System. Padahal dengan ‘hanya’ mengarsip dengan baik sehingga ditemukembalikan dengan mudah, maka itulah sudah KM yg sederhana.
Makasih ya mas
May 7th, 2008 at 9:19
Pak Romi, blog dan tulisan anda sangat menarik dan sekarang menjadi menu sarapan pagi saya. Boleh saya link ke website saya Pak Romi?
my personal website> http://essencehoney.wordpress.com
Terimakasih dan Salam,
Sylvia
May 7th, 2008 at 10:08
bagaimana klo soal hal2 sepele spt pegawai yg biasa bangun pagi lalu menyalakan listrik itu, mas Romy? apa pengetahuan yg remeh temeh itu kudu ditularin jg?
Maap yah, pertanyaan-nya gak mutu
May 7th, 2008 at 12:23
Mas Romi, terima kasih, artikelnya menarik sekali dan sangat bermanfaat.
Mohon dibahas juga dalam topik selanjutnya mengenai taxonomy yang berkaitan dengan KM ya mas.
May 7th, 2008 at 13:21
#BSE: Yap itu dia pak, pendapat nonaka sebenarnya mirip dengan Peter Drucker, bahwa KM itu dimulainya dari individu. Yang memiliki kepentingan utama mengelola KM ya individu sendiri. Kalau seperti ini sudah kita tumbuhkan, di level organisasi, knowledge sharing, collaboration, documentation akan menjadi hal yang sederhana
#Ahmad: Menang isu yang berkembang selalu merelasikan KM dengan tools, padahal tidak tepat
Notepad juga tool yang baik untuk KM … heheehe
#Sylvia: Silakan mbak …
#Toim: Harus mas
#Toto: Mudah-mudahan bisa dilanjutkan
May 7th, 2008 at 16:38
Pak Romi, ini aku dapat undangan seminar di UNISSULA Smg.. tgl 14 Mei’08, yg ngisi Pak Romi… benarkah…?,di jadwal kok blum di merah-merahin ?
May 7th, 2008 at 17:42
puanjannnggg yah …
bisa buat bahan presentasiku di kuliahan nih heheh …
May 7th, 2008 at 19:42
Wah, baca ini jadi inget tesis S2 saya dulu.. Tentang KM juga..
May 7th, 2008 at 23:33
#Agus: Sepertinya benar mas. Hehehe kelupaan masukin
May 8th, 2008 at 3:33
Kebetulan saya pernah mendapatkan mata kuliah KM juga.
Tapi seperti biasa, dosen menjelaskan dengan terlalu teoritis.
Tapi untungnya pak Romi bisa memberikan sedikit contoh-contoh sederhana penerapan KM.
Jujur saja, saya baru ngeh akan manfaat KM setelah membaca tulisan ini!
NB : Pada saat menjelang ujian dulu, SECI paling sering dihapal mati oleh teman2 mahasiswa sekelas.
May 8th, 2008 at 9:11
#Taufik: Hehehe ya SECI soalnya yang krusial dan wajib dipahami untuk topik KM. Paling enak di logika saja sih, nggak perlu dihapal. Saya biasanya malah membei nilai lebih ke mahasiswa untuk yang menyampaikan dengan bahasa sendiri … hehehe
May 8th, 2008 at 11:56
Kok waktu ikut pelatihan KM, Pak Romi gak ngajar ya, kalo cetho welo2 begini kan saya gak setengah hati ngikutinnya.
May 8th, 2008 at 12:14
#Wiwik: Waduh ikut pelatihan KM yang di mana bu?
May 8th, 2008 at 15:30
good article, KM memang perlu dilestarikan dan dibudayakan oleh individu dan perusahaan. ini mungkin yang tidak dimiliki oleh perusahaan tempat saya bekerja. Sehingga SDM itu bukan dianggap asset sehingga pertukaran antara karyawan yang keluar dan masuk cukup tinggi.
May 8th, 2008 at 19:25
assalamu’alaikum… salam kenal. masih baru nih di dunia blogging
May 8th, 2008 at 21:39
nambahin tips dikit :
]
1. bikin blog register di blogspot.com
2. trus posting Hasil tulisan CV, artikel, pengalaman dll-nya (for good shake of course).
3. register ke adsense.com
4. pasang iklan di blog kamu.
5. pamerin ke saudara dan temen2 deket.
6. Insya Allah ada yg nge-clik blog panjenengan…, [syukur2 ada yg nge-click iklannya
7. akhirnya = ???? [ntar juga tau sendiri, hehehe…]
what an awesome knowledge Mr. Romi!!!
thanx for publishing everything you write!!!
May 8th, 2008 at 22:32
[…] Meminimalkan Biaya Saat menelpon Di Wartel Filed under: Tutorial — kebofunky @ 3:32 pm setelah baca artikel terbarunya om romi. saya jadi terinspirasi buat nulis kembali artikel² yang pernah saya buat di berbagai situs..!! […]
May 8th, 2008 at 22:35
[…] setelah baca artikel terbarunya om romi. saya jadi terinspirasi buat nulis kembali artikel² yang pernah saya buat di berbagai situs..!! […]
May 9th, 2008 at 14:46
Sangat menarik Mas Romi.. Saya juga termotivasi nge-blog berkat tulisan dan hasil karya Mas Romi. Blog menjadi tempat berbagi pengetahuan sekaligus CV online..
May 9th, 2008 at 21:34
#
Ardhi Says:
May 8th, 2008 at 21:39
Wah mas ardhi, seharusnya sampeyan yang langsung mraktekin….mbahnya adsense malah diajarin…hehehe. Bulan ini sudah berapa ribu dollar mas
) (nglirik mas romi)
May 10th, 2008 at 16:49
Very inspiriting Mas. I love it!
May 10th, 2008 at 19:20
Dik Romi (maaf saya panggil Dik karena saya sudah tua/pensiunan), saya urun rembug saja. Tahapan proses pencerahan manusia (human learning) ataupun organisasi (organizational learning) bahkan “mesin” teknologi (machine learning)”step by step” meliputi kemampuan membangun Data –> Informasi –> Knowledge (Pengetahuan) –> Wisdom (Kearifan) –> “Beyond Wisdom” (Makrifat). Transfer Informasi hanya menghasilkan “well informed”nya (kognitif) seseorang. Baru disebut transfer of knowledge kalau dampaknya menghasilkan “action and performance” (psikomotor dan afektif)seseorang. Dari yg saya alami, ada 3 catatan : 1.Hakeket KM adalah me-manage Proses (output) yg menghasilkan perubahan Knowledge (outcome). 2.”Process Management” ini dipermudah kalau Community of Practice (COP) KM tsb terlatih menjalankan Competency-based dlm learning strategy-nya. 3.Dlm praktek ternyata Social Network Marker dlm lingkungan Web 2.0 sbg KM Tools sangat membantu COP KM. Trims.
May 10th, 2008 at 21:09
#Santo: Menarik pak. Bagaimana kalau dijlentrehkan dalam sebuah artikel supaya lebih gamblang
Saya memiliki beberapa pemikiran tentang transformasi data-informasi-knowledge-wisdom, hanya mungkin subyektif dari background saya yang computing. Mudah-mudahan pak Santo bisa memberi pencerahan dengan lebih gamblang. Terima kasih
May 10th, 2008 at 21:48
#YADISYAHID Says:
May 9th, 2008 at 21:34
sebenarnya saya cuman mo “mancing” Pk Romi kok. soalnya dulu beliau pernah janji mo kasih rahasia “cari duit” alias earning money from internet…
tapi nggak tau juga, mungkin mo ditulis tahun depan kayaknya, atau bisa jadi 10 tahun ke depan…
hehehe…
pak romi kemarin bill gates datang ke indonesia, yg nyambut Presiden langsung, boleh minta komentarnya…
May 10th, 2008 at 21:59
#Yadi dan Ardhi: Sabar jangan berantem. Bill Gates datang? Sorry aku nggak ada urusan dengan beliau dan juga nggak ngerti urusannya ke Indonesia, jadi ya nggak bisa komentar
May 10th, 2008 at 23:05
hehehe… i knew it!
May 11th, 2008 at 10:39
Alhamdulillah… ternyata kebiasaan ngumpulin download-an dan bahan2 bacaan yang dimulai sejak masih SMA bisa bermanfaat hingga skrg. Sampe2 aq dijadiin sumber pencarian referensi buku dan software ma temen2.
Padahal dulu denger KNOWLEDGE MANAGEMENT aja enggak,wekeke
Baru ngerasa manfaatnya pas kuliah, gak perlu waktu banyak buat cari referensi kalo pas bikin paper atau tugas.
matur suwun..
May 11th, 2008 at 11:02
Ternyata kebiasaan ngumpulin download-an n bahan bacaan sejak SMA banyak manfaatnya. Baru terasa waktu kuliah mau bikin makalah atau sekedar tugas kuliah gak perlu repot2 cari referensi lagi. Sampe temen2 jadiin aq sumber referensi n tempat pinjeman software, saking banyaknya koleksi.
Padahal dulu denger KNOWLEDGE MANAJEMEN aja enggak, terbukti manfaatnya euy..
matur suwun..
May 11th, 2008 at 15:59
assalamualaykum..pak romi
artikel disini memberi saya inspirasi dan pencerahan..
saya minta ijin link ke blog ya pak…
makasih..
www.ruangkecil.wordpress.com
May 11th, 2008 at 19:41
#Yuli: ok silakan.
May 12th, 2008 at 12:55
Saya sangat tertarik dengan kiat mengelola pengetahuannya..
thx
May 12th, 2008 at 17:52
Trims.. ya, lumayan buat tambah2 bahan ajar, hehehehe
May 12th, 2008 at 17:54
Trims ya.. pak Romy.., lumayan buat tambah2 bahan ajar.., hehehehe
May 12th, 2008 at 22:56
Wah mestinya semua pendidik bisa ngajari KM ini ke anak didiknya.soalnya hal yang sering dianggap sepele ini besar banget manfaatnya.seperti halnya kalo kita mengarsipkan semua aktivitas kita di buku harian…
May 13th, 2008 at 10:29
#iyank4: Ok thanks
#Agung: silakan digunakan, cuman jangan lupa diberi crtedit ke penulis asal … hihihi
#Utik: Setuju. Guru dan dosen kadang tidak memberi contoh yang baik how to manage their knowledge, dari masalah yang sederha saja misalnya teknik filing koleksi file-file elektronik kita;)
May 13th, 2008 at 16:39
mas romi, kalo implementasi KM di perusahaan seperti apa yah, apa membuat dokumentasi besar2an sebagai bentuk akumulasi dari aktifitas kerja karyawan lama untuk implementasi oleh karyawan baru ??
May 14th, 2008 at 9:42
Nice article mas romi….
aku mau menambahkan sedikit thn 2007 kmrn aku menghadiri event KM Asia 2007, ada beberapa kritikal point yg aku tangakap dari para pembicara2nya salah satunya International keynote nya yang cukup menarik perhatian para peserta confrence Dave Snowden, Founder and Chief Scientific Officer Cognitive Edge Pte Ltd, membawakan presentasi yg berjudul “Fail-safe or safe-fail?”
- KM Doesn`t have substantial meaning
Multiple Origins :
==================
-Intellectual Capital
-Collaboration Technology
-SECI (Socialisation, Externalisation, Combination and Internalisation) & DIKW (Data-Information-Knowledge-Wisdom )
- Decision & Support
It has come to mean :
-Best practice
-Content focus
-Knowledge as a thing
-Formal communities
-Teams -> collaborating people to do something
-Replicating outcomes recipe type rollouts
Lalu ada pembicara lainnya yang cukup famous juga di kalangan praktisi KM di Indonesia yaitu David gurteen, founder of the GurteenKnowledge Community -a global learning network of over 14,000 people in 150 countries. yang keukeuh mengedepankan diskusi sebagai the best tool bagi penerapan KM
“Conversation & Prolog absolutely Best Tool in KM”
Sebenernya ada beberapa tokoh lain yang menarik perhatianku juga salah satunya juga Mayor Adrian Tan, yang membuka KM Jorney dari Republic of Singapore Navy.
Gitu aja mas romi.. salut buat mas romi yang terus konsisten membagi ilmunya…
Anom PH
KM Specialist
PT Excelcomindo Pratama, Tbk
May 14th, 2008 at 10:35
#i-am: kalau mau gampang, coba lihat SECI, apakah sudah mulai tampak di perusahan. Kalau sudah mulai tampak berarti sudah mulai implementasi KM
#Anom: Wo .. ada pakar KM nih
Great job mas. Thanks informasinya.
May 14th, 2008 at 10:53
nambahi aja kemarin 13 mei 2008 ada peluncuran buku yang berjudul “mencairkan gunung es — siasat mengubah kebekuan di oraginisasi” oleh Miranda S Goeltom, 214 hal
ini menarik pengalaman beliau dalam menerapkan knowledge management di bank Indonesia beberapa tahun yang lalu.
Dalam perjalanannya, bahwa penerapan KM tidak hanya bicara mengenai teori dan best practices saja. Namun, kita juga tidak boleh bosan untuk terus menggali dan menemukan suaru cara baru yang dapat disukai orang sehingga orang tidak merasa terpakasa dengan inisiatif ini.
Buku ini juga membahas bagaimana memahami konsep team work, kesatuan yang cair dan lumer, serta bagaimana membongkar kekauan pola hubungan dan komunikasi.
Epilognya : pengelolaan pengetahuan yang seksama dan sungguh merupakan cara ampuh untuk membentuk pegawai yang kreatif dan inovatif.
jadi secara keseluruhan buku ini menceritakan perjalanan transformasi internal dalam menghadapi perubahan, serta bisa berbagi dan belajar dimana proses ini terjadi pertukaran pengetahuan secara berkesinambungan.
salam
bambang setiarso
May 14th, 2008 at 11:24
salam kenal mas bambang… aku sering baca juga artikel dari mas bambang di ilmukomputer.com nya mas romi and sangat inspiring to me untuk di terapkan di perusahaan.
memang teori gunung es ini yang harus kita coba telusuri lebih dalam lagi.. analoginya mungkin sebuah perusahaan Google yang kalau dari luarnya apa sih yang mereka punya mungkin server, co-location/clustering di bbrp negara.. tp kalau kita lihat nilai sahamnya wooow.. berarti ada sesuatu dibawah ‘gunung es’ google tsb yang sangat mempengaruhi nya.. mungkin Intelektual kapital/Market share or etc..
klo di Indonesia mungkin fenomena pembelian mayoritas saham Sampoerna ke Philip moris dapat kita jadikan benchmarking penerapan KM yang secara tidak sengaja tp dapat kita pelajari lebih dalam lagi.
klo mengutip dari Mayor Adrian Tan, yang membuka KM Jorney dari Republic of Singapore Navy. Konsep “Think Big Start Small” di tambah “CREATE AWARENESS OF KM” & “SEED, SELECT AMPLIFY”.
Think big, start small
=======================
-The Big Pict VS our daily bread
-KM a multidisciplinary & its impact on other areas of management
-Don`t try to boil the ocean
Parsing Awareness
=================
Going on educational road shows
Awareness at all level
Awareness as a means to an end, NOT an end initself
Seed, Select & Amplify
======================
Celebrating Success –The Corporate CommCampaign
Knowledge Fair :
-Share Ideas
-Demonstrating Practical application
-Management Buy in
Mungkin ini step2 bagi KM Practitioner untuk lebih mudah dijalankan.
Salam
-Anom-
May 14th, 2008 at 11:40
pak Bse dan mas Anom, informasi yang menarik. Thanks.
May 14th, 2008 at 12:10
salam kenal kembali mas Anom Prio Handoko menarik juga oleh2 anda tentang KM Asia — saya juga diundang langsung sama pa David Gurteen dan pa Dave S tapi biasalah ngak ada doku buat kesana.
by the way, gimana kalau makalah2 nya bisa di share ke kami — kalau boleh.
sebenarnya kiat KM hampir sama aja dibolak balik ya itu2 juga, cuma jalaninya yang susah, walaupun pa Romi sudah bikin kiat praktis hehehhehe tetap juga masih gimana mulainya ? selalu itu yang menjadi pertanyaan.
jadi kesimpulannya kiat KM yang praktis cuma : mau dan mampu jalani.
salam
bambang setiarso
May 14th, 2008 at 13:48
Dear mas Bams and mas romi..
Seneng banget bisa dapat teman untuk nambah pengetahuan disini..
Aku setuju dengan mas bams bahwa key nya itu mau and mampu menjalaninya..
aku ada share sedikit tentang KM di XL atau di perusahaan tempat payroll saya di daftarkan
waktu aku masuk disini aktifitas KM sudah ada tapi masih berupa Knowledge2x Island yang bertebaran, maklum mayoritas karyawan disini average umurnya 20-30an dimana pada umur2 segitu itu idealisme masih gede2nya dan mayoritas mreka org2 pintar dari beberapa kampus2 Teknik ngetop di Indonesia exp: ITB,ITS,UI,UNIBRAW nah ada idiom disini bahwa Knowledge is my bargaining power to my company. Tidak salah memang pendapat spt itu, tp hal spt itu lama kelamaan menajdi bumerang bagi mereka sendiri ketika mereka mempunyai urusan untuk tidak dtg ke kantor, sehingga pekerjaan2 mereka tidak ada yg bisa menggantikannya.
Tapi pelan2 aku n team coba pelajari bagaimana men drive tipikal2 org2 spt itu, sehingga sampai pada satu kesimpulan kita akan coba mendrive mereka dengan teknologi juga, dimana hal ini didasari org2 di XL semua berhubungan dengan PC and system. Sehingga kita mencoba membuat sebuah portal yang kami coba menggunakan konsep Socio Networking, mis : mirip2 dengan IlmuKomputer.com/Friendster/Youtube/Multiply. Hasil akhirnya sekarang hit portal internal perharinya ribuan karyawan mengakses portal tsb dan aktifitas sharing sesama karyawan sudah terus berjalan.
Tapi tetap selain hal2 tsb kita menggunakan campaign2 KM dan juga event2 learning di kantor untuk mensosialisasikan kepada karyawan untuk terus mengupdate content2 portal tersebut sehingga konsep snowball effect yang kita harapkan dapat berjalan.
Dan hasil akhirnya kami pada awal tahun 2008 kemarin mengadaakn event KM Appreciation Day sebagai media pemberian apresiasi kepada para karyawan yg merupakan champion2 KM di perusahaan kami yang langsung diserahkan oleh Presdir Kami.
Tapi masih tetap ada ganjalan yang saya rasakan apakah praktek2 KM ini bisa diukur untuk memberikan nilai tambah kepada perusahaan atau tidak, karena selama ini tujuan kami yang terpenting agar proses pembelajaran dan budaya pembelajaran disini dapat dirasakan oleh seluruh karyawan.
Memang untuk hasil2 lainnya banyak ide2 kreatifitas karyawan yang mendapatkan apresiasi dari pasar mapun dari publik maupun penghargaan2 KM sperti MAKE Award sudah kami dapatkan.
Tapi tetap masih menjadi ganjalannya selama kami belum menemukan alat ukur yg tepat bagi implementaasi KM tersebut.
Btw aku baru membaca buku tentang KM meningkatkan daya saing bisnis karangan Lendy Widayana, disitu ada bab yang membahas tentang pengembangan Metode balanced scorecard dengan KM.Mungkin dari teman2 disini atau mas romi dan mas Bams bisa memberikan pencerahan….
Sebelumnya terimakasih
May 14th, 2008 at 14:51
wah ati2 mas Anom tentang ukuran balanced scorecard atau ukuran lain yang sifatnya kuantitatif sangat tidak dianjurkan (katanya pa Renald Khasali) kemaren di peluncuran buku bu Miranda kalau tidak dikatakan agak menyesatkan.
karena KM ini kan dampak atau pengaruh lansungnya sangat panjang ==> jadi kalau pengaruh langsung atau jangka pendek yang anda sudah kerjakan sudah cukup ngak usah diukur lagi apalagi sampai ke perhitungan modal, ROI atau yang sifatnya kuantitatif ya bagian atau bidang lain biar yang hitung.
Kayaknya sederhana aja ukuran KM, kalau kita sudah menjalankan kiat2nya pa Romi dan anda ==> dan anda sudah singgung di tulisan anda yaitu kreativitas secara individu dan kolektif meningkat ngak ? kalau ya berarti bagus, kalau dihubungkan dengan segi komersilnya berapa inovasi nya di IPO, apalagi di produk yang sangat inovatif dan laku keras dimana ujung2 nya efisiensi di segala bidang.
kayak segitu dulu, artinya kita jangan terjebak pada ukuran kuantitatif baik yang normatif atau absolute.
salam
b.setiarso
May 23rd, 2008 at 11:07
Bagus bngt konsepnya Mas..
Salam kenal..Saya adalah mahasiswa semester akhir univ. Surabaya. Skrg lg menyelesaikan skripsi dengan tema “Evaluasi Knowledge management” di salah satu Bank pemerintah..Mohon bantuannya ya Mas..soalnya saya lagi bingung.Meskipun skripsi saya sebentar lagi selese, namun perasaan saya masih bnyk yg kurang..
Mohon kiatnya ya Mas..
Makasih
May 25th, 2008 at 7:19
Untuk Lindiya di Ubaya(melalui dik Romi), kalau boleh saya minta alamat e-mailnya karena akan coba saya bantu dengan mengirimkan sebuah Knowledge Management Assessment Tool (KMAT) yang dikembangkan oleh American Productivity & Quality Center (APQC) & Arthur Andersen.
Trims
May 25th, 2008 at 11:42
Saya rasa sudah waktunya anak muda melakukan perubahan dalam birokrasi, sytem dan kinerja pemerintah.
saya sering melihat PNS kalau masuk kerja pagi absen habis itu keluyuran kemana-mana 3-4 orang gitu. kadang2 ada yang pegi kedai kopi/ warung kopi duduk di sana minum dan sarapan..ntar sekitar jam 10-11 baru kekantor…untuk ngapaian???? inilah keadaan didaerah kabupaten yang saya lihat dengan mata kepala sendiri…( Kabupaten dengan APBN nomor 2 terbesar di Indonesia )
ntar jam 1 or 2 udah pulang jadi kapan mau majunya negara kita ?????
contoh yang paling nyata
kita kerja tiap hari full adalah 100%
kalau kita tambah kerja keras 1% tiap hari maka satu bulan negara indonesia akan mengalami perubahan 1 * 20 =20% per bulan jadinya ada peningkatan kerja 1% perbulan…. ini adalah hal yang sangat serius….
system kerja pemerintah mengalami kenaikan 12% per tahun…. setelah 10 tahun pasti Indonesia menjadi negara yang maju …
tapi bagaimana kalau seharusnya kerja 8 jam diganti dengan 7 jam saja, berarti ada pengurang kerja sebesar 12.5% per hari dan 12,5% perbulan
maka setelah setahun 12,5%* 12 = - 150%…
seteha 5-10 tahun Negara Indonesia akan hancur dan system pemerintah gampang diatur oleh pihak luar negeri…..
hal ini akan sangat memalukan….dan tamatlah riwat Indonesia….
DALAM RANGKA KEBANGKITAN NASIONAL
MARI KITA BANGKIT BERSAMA-SAMA MEMBERANTAS KKN…
salam damai buat semuanya….
minta maaf kalau ada kata- kata yang menyinggung….
June 5th, 2008 at 12:04
Saya melihat, mengamati, dan merasakan bahwa sebagian besar artikel2 abang Romi ini seperti halnya kuliah pada seorang professor umur 60 tahun keatas. Sebagian besar adalah konsep2 yang masih general. Dari sisi teknisnya sangat2 kurang. Bagaimana kalau dalam artikel-artikel berikutnya lebih-lebih teknis lagi. Seperti tutorial atau modul2 gitulah. Regards
June 5th, 2008 at 15:55
#Id Adamo: Kalau nyari technical tutorial jangan di blog ini mas
June 14th, 2008 at 10:50
Gambar ilustrasinya dapet banged, izin ya. Makasih