Bagaimana Melakukan Penelitian Yang Baik? 18 Dec2014

Bagaimana Melakukan Penelitian Yang Baik?

Pada artikel ini, saya mencoba merangkumkan tahapan melakukan penelitian yang ditulis oleh Prof Bochman. Tulisan pendek berjudul “How to do Good Research” ini, sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan artikel yang saya tulis di blog ini tentang, Tahapan Memulai Penelitian untuk Mahasiswa Galau dan juga Tahapan Penelitian dengan Fokus Perbaikan Metode. Sekali lagi perlu saya tegaskan bahwa dalam research di bidang computing, “(state-of-the-art) method improvement” adalah tujuan utama penelitian. Dan disinilah kita bisa mengklaim kontribusi (contribution to knowledge) dari penelitian yang kita lakukan. Menulis code program, membangun software sistem, melakukan simulasi, dan termasuk didalamnya studi kasus, obyek/domain, dataset, dsb yg kita gunakan, hanyalah sebagai testbed untuk mengukur bahwa “method improvement” yg kita lakukan terbukti lebih baik dibandingkan dengan state-of-the-art methods (metode-metode mutakhir yang ada). Artikel ini sekaligus menjawab pertanyaan adik-adik mahasiswa yang selalu mengatakan, mohon maaf lama tidak bimbingan, sebab saya sedang mengumpulkan data, saya sedang menunggu data dari perusahaan, atau saya sedang kerja keras mengumpulkan dana untuk bisa mengambil data di seluruh rumah sakit di Indonesia. Mengapa harus repot-repot mengeluarkan banyak dana dan waktu hanya untuk mengumpulkan data? Seharusnya konsentrasi kita untuk menentukan masalah penelitian yang akan kita selesaikan, dan menyusun metode yang lebih baik dibanding metode-metode yang sudah ada saat ini (state-of-the-art methods). Data ataupun dataset hanyalah alat untuk testbed, menguji metode yang kita usulkan. Untuk penelitian kita, tidak masalah bila kita menggunakan public dataset yang ada di repositori yang bebas diakses semacam UCI (untuk berbagai obyek data), PROMISE (untuk bidang software engineering), ACM KDD Cup, dan berbagai respositori public lain. Rangkuman tahapan penelitian yang ditulis oleh Gregor v. Bochmann adalah sebagai berikut. Choose an interesting area for research Identify an interesting research topic (a problem for which there is no good solution) Have some good idea how to improve the state of the art Show that your idea works: e.g. Apply it to some examples (realistic case studies, if possible) Prove some properties of your approach (logical properties or analytical performance predictions) and show that it is better than the current state of the art Do simulation studies (e.g. for performance) and show that your approach is better than the current state of the art Build a software tool that supports your approach Do a systematic comparison with other approaches to the same problem and discuss advantages AND disadvantages of your approach Write up your results in some papers which make these results accessible to the interested expert. Artikel lengkapnya silakan membaca dari link ini: How to do Good Research. Mudah-mudahan makin mempermudah jalan kita untuk melakukan penelitian yang berkualitas. Tetap dalam...

Tahapan Penelitian dengan Fokus Perbaikan Metode 15 Mar2014

Tahapan Penelitian dengan Fokus Perbaikan Metode

Di artikel sebelumnya, saya sudah menjelaskan secara komprehensif tentang Tahapan Memulai Penelitian untuk Mahasiswa Galau. Tahapan dimulai dari penentuan bidang dan topik penelitian, kita kemudian melakukan studi literatur untuk menemukan masalah penelitian dan usaha yang telah dilakukan para peneliti lain untuk memecahkan masalah penelitian tersebut. Nah, bagi yang menganggap bahwa Tahapan Memulai Penelitian untuk Mahasiswa Galau ini terlalu lama kalau diikuti, padahal waktu kita terbatas. Ada cara yang mungkin lebih efisien yaitu dengan konsentrasi ke satu metode atau algoritma, lengkapnya mungkin tahapan di bawah ini bisa diikuti: 1. Pilih satu metode atau algoritma yg menarik Dari seluruh mata kuliah yang kita ikuti di level s1 atau s2, pasti bermunculan berbagai algoritma, misalnya di bidang machine learning ada nn, svm, k-nn, nb, dsb. Yang tertarik di bio-inspired algorithm,  ada genetic algorithm, ant colony algorithm, bee colony algorithm, particle swarm optimization, dsb. Tidak perlu dulu pikirkan bidang atau topik, yang penting kita tertarik di suatu algoritma dan ingin research tentang itu. Nanti bidang dan topik bisa kita tentukan dari obyek penelitian paper-paper journal yang kita jadikan rujukan utama. 2. Cari paper-paper journal yang melakukan perbaikan metode Pada paper-paper itu pasti menampilkan masalah dari algoritma yg membuat dia memutuskan untuk memperbaikinya. Teknik mencari paper journal bisa dengan fasilitas advanced search dan pilih pencarian hanya untuk title dari paper. Masukan nama algoritma yang kita pilih di keyword pencarian. Misalnya kita putuskan bahwa kita tertarik untuk melakukan research tentang genetic algorithm. Misalnya bila kita melakukan pencarian di sciencedirect.com, maka pilih advanced search dan masukan keyword “genetic algorithm” hanya untuk judul. Hasil pencarian akan seperti di bawah. Lihat bahwa paper-paper penelitian tentang genetic algorithm, tidak hanya memanfaatkannya saja untuk suatu keperluan, tapi juga melakukan improvement (perbaikan) dari banyak sisi genetic algorithm, tergantung masalah penelitian yang dibidik. Referensi paper journal biasanya dibatasi 5 tahun terakhir, supaya kita bisa mendapatkan “state-of-the-art problems” (masalah...

Mind Map untuk Memahami Topik Penelitian 28 Feb2014

Mind Map untuk Memahami Topik Penelitian

Satu hal penting yang biasanya dilupakan mahasiswa ketika melakukan penelitian adalah, memahami secara komprehensif topik penelitian yang dipilih. Pemahaman yang tidak komprehensif, akan membuat mahasiswa atau peneliti kesulitan dalam menemukan masalah penelitian,  menetapkan tujuan penelitian, dan akhirnya gagal menyusun proposal penelitian yang baik. Kalaupun berhasil menyusun proposal penelitian, mahasiswa akan belepotan dan gagal menjawab pertanyaan sederhana tentang topik penelitian, ketika presentasi sidang proposal atau sidang akhir. Mahasiswa seperti ini biasanya saya anggap gagal, gagal memahami hakekat ilmu pengetahuan yang diteliti, dan gagal memahami posisi penelitian (research position) dari bidang yang digelutinya. Tulisan ini sekaligus melanjutkan tulisan tentang Tahapan Memulai Penelitian untuk Mahasiswa Galau yang saya tulis sebelumnya. Setelah kita berhasil menetapkan bidang dan topik penelitian, dan membaca banyak (puluhan atau ratusan) literatur, baik buku atau paper journal, baik yang berbentuk technical paper atau survey paper, maka waktunya untuk menggambarkan peta pengetahuan tentang topik penelitian yang telah kita pilih. Untuk menyajikan topik penelitian dalam satu gambar, banyak teknik yang bisa kita gunakan, salah satunya yang paling mudah dipahami adalah Mind Map. Mind Map dibuat oleh Tony Buzan tahun 1974. Mind Map didasarkan pada cara kerja otak kita menyimpan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita menyimpan informasi  dalam sel-sel saraf dalam bentuk cabang-cabang, sehingga bila dilihat sekilas akan tampak seperti bentuk pohon dengan cabang dan rantingnya. Mind Map membantu kita untuk memahami suatu hal yang kompleks, cukup dengan satu gambar. Sifatnya yang divergen, dan membentuk cabang dan ranting dalam bentuk hierarki, membantu kita secara alami dan pelan-pelan membuat peta pemikiran tentang  suatu hal. Banyak software yang bisa digunakan untuk membuat Mind Map, diantaranya yang berlisensi open source adalah FreeMind dan XMind. Untuk contoh pada tulisan ini, saya menggunakan software XMind. Sebagai contoh, saya masih menggunakan topik penelitian yang saya pilih pada artikel Tahapan Memulai Penelitian untuk Mahasiswa Galau, yaitu prediksi...

Kontribusi Penelitian dan Perbaikan Metode 10 Jan2014

Kontribusi Penelitian dan Perbaikan Metode

MENGAPA KONTRIBUSI PENTING DALAM PENELITIAN? Banyak mahasiswa, yang sedang melakukan penelitian untuk skripsi, tesis atau disertasi, bingung dengan istilah kontribusi dalam penelitian. Di setiap sidang proposal, sidang akhir, dan melihat hasil review dari paper yang kita kirimkan ke jurnal internasional, selalu menjadikan “apa kontribusi dari penelitian kita”, sebagai parameter penting dari penilaian. Pengertian research sendiri di berbagai literatur selalu mengarah ke wajibnya ada kontribusi di penelitian, meskipun menggunakan redaksi yang berbeda. Yang sering saya pertegas di kelas ketika mengajar research methodology adalah ungkapan Dawson  yang mengatakan: Research is a considered activity which aims to make an original contribution to knowledge (Dawson, 2009) Mahasiswa banyak yang terjebak menyangka bahwa kontribusi adalah kontribusi ke masyarakat, padahal bukan ini yang dimaksud. Kontribusi ke masyarakat relatif sulit untuk diukur dan dibuktikan, karena itu biasanya ini dimasukkan ke dalam “manfaat penelitian” dan bukan “tujuan penelitian”. Cukup kita konsentrasi ke tujuan penelitian dimana kontribusi ke pengetahuan adalah hal utamanya, sudah pasti manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat, paling tidak masyarakat yang berhubungan secara langsung atau tidak langsung dengan tujuan penelitian kita.   PERBAIKAN METODE MENGHASILKAN KONTRIBUSI Kontribusi dalam penelitian khususnya penelitian computing, mengarah ke perbaikan metode/algoritma/model (method improvement) yang kita lakukan. Perbaikan metode/algoritma/model yang kita usulkan (proposed method) itu kemudian kita ukur, dan kita bisa membuktikan bahwa perbaikan kita membuat metode/algoritma/model menjadi lebih baik (presisi/akurasi/efisiensi). Jadi, kontribusi ke pengetahuan adalah perbaikan atau revisi yang kita lakukan, kontribusi adalah “kebaruan” atau “orisinalitas” dari penelitian kita. Sesuai dengan yang dikatakan Berndtsson: Research is the activity of a diligent and systematic inquiry or investigation in an area, with the objective of discovering or revising facts, theories, applications, etc (Berndtsson et al., 2008)   MANA YANG KONTRIBUSI DAN MANA YANG BUKAN? Membedakan mana penelitian yang ada kontribusi dan mana yang tidak sebenarnya cukup mudah. Saya...

Metode Mengelola Penelitian Tesis Mahasiswa 12 Dec2013

Metode Mengelola Penelitian Tesis Mahasiswa

PROBLEMS AND REQUIREMENTS Semakin banyaknya jumlah mahasiswa bimbingan, membuat saya harus sedikit memutar otak supaya semua mahasiswa dan penelitian mereka bisa saya kelola dan monitor dengan baik. Daftar mahasiswa yang sudah selesai saya bimbing termasuk penelitian yang dilakukan dapat dilihat di halaman Research. Jujur, saya tidak ingin kualitas penelitian mahasiswa yang saya bimbing menurun karena faktor jumlah mahasiswa bimbingan yang bertambah. Saya juga tidak bisa meluluskan mahasiswa yang penelitiannya asal-asalan dan tidak memenuhi level penelitian S2, yang harus ada kontribusi di method improvement. Kondisi saya dan requirement yang saya perlukan adalah sebagai berikut: Saya memiliki mobilitas yang sangat tinggi, di sisi lain, mahasiswa bimbingan saya tersebar di tiga program pasca sarjana berbeda (dua di Jakarta dan satu di Semarang), pertemuan darat sangat terbatas dan tidak memungkinkan dilakukan secara intensif Sebagai pembimbing saya harus bisa memonitor semua aktifitas mahasiswa bimbingan, progress mereka harus masuk ke notification di gadget saya, sehingga saya bisa memberi respon dengan cepat di manapun saya berada dan kapanpun itu datang Saya harus bisa mengikuti dengan cermat dan cepat tahapan penelitian yang sudah dilakukan mahasiswa, memberi warning ke mereka apabila ada yang “tersesat” terlalu jauh. Meluluskan mahasiswa dengan cepat tapi dengan tetap menjaga kualitas penelitian adalah tantangan terpenting dari membimbing mahasiswa Saya harus memberi komentar, mencoret-coret proposal dan tesis mahasiswa, tentu bukan versi cetak, tapi versi digital berbentuk file PDF Karena jumlah mahasiswa bimbingan yang banyak, komentar, revisi dan coretan saya harus terdeliver ke semua mahasiswa bimbingan, supaya saya tidak capek harus mengulang-ulang hal yang sama ke setiap mahasiswa Mahasiswa yang sudah melaju ke tahapan penelitian lebih cepat, harus bisa membantu saya menjelaskan ke mahasiswa yang baru mulai masuk ke fase awal bimbingan penelitian, sehingga saya tidak perlu repot menjelaskan berulang-ulang di setiap waktu ke setiap mahasiswa yang memulai bimbingan Mahasiswa memerlukan...

Tahapan Memulai Penelitian untuk Mahasiswa Galau 23 Jan2013

Tahapan Memulai Penelitian untuk Mahasiswa Galau

Jujur, secara umum saya agak kecewa dengan pertanyaan mahasiswa tingkat akhir yang masuk lewat email, inbox FB dan group FB Intelligent Systems yang saya kelola. Bukan kecewa dengan kuantitas pertanyaan, tapi kecewa dengan kualitas pertanyaan yang seharusnya tidak pantas diajukan mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi/tesis/disertasi. Pertanyaan yang membuktikan bahwa banyak mahasiswa yang: (1) tidak memahami alur mengerjakan penelitian, (2) tidak memahami bahwa penelitian itu seharusnya dimulai dengan studi literatur, (3) tidak berhasil memformulasikan pertanyaan penelitian, (4) dan secara umum tidak memahami dengan baik metode penelitian. Saya mencoba memberikan gambaran ringkas dan praktis bagaimana tahapan melakukan penelitian lewat tulisan ini. Tulisan saya buat khusus untuk mahasiswa di jurusan komputer, tapi secara umum juga bisa digunakan untuk mahasiswa jurusan lain. 1. TENTUKAN BIDANG GARAPAN KITA (RESEARCH FIELD) Banyak mahasiswa yang sampai detik-detik terakhir mau skripsi/tesis masih belum mengerti akan menggeluti  bidang (field) apa di disiplin ilmu computing. Ini agak mengherankan, karena ini berarti mahasiswa tidak memahami isi mata kuliah yang 3-4 tahun dia ikuti, sehingga akhirnya tidak mengerti minat dan ketertarikannya di bidang (field) apa. Ketika saya dulu mengikuti program undergraduate (S1) di Saitama University, Jepang, semester 4-5 pun saya sudah bisa menentukan minat dan ketertarikan saya kira-kira di bidang mana. Pada semester 5, saya juga sudah harus menentukan akan masuk ke lab penelitian apa (yang disusun berdasarkan bidang garapan (research field)). Sebenarnya kalau kurikulum di kampus kita sudah benar, satu mata kuliah itu menunjukkan satu cabang dari disiplin ilmu komputer, dan otomatis menunjukkan bidang penelitian yang bisa kita garap. Cara lain untuk melihat bidang garapan adalah dengan melihat journal ilmiah (transaction) yang ada di asosiasi bidang computing, contohnya adalah list transaction di ACM, dan IEEE Computer Society. Beberapa bidang garapan di disiplin ilmu computing, misalnya adalah: Software Engineering, Data Mining (Knowledge Discovery in Database), Image Processing, Information Retrieval, Networking, Human Computer Interaction, Soft Computing, Computational Intelligence,...

Ciyus, Cumpah, Ngeblog itu Wow Banget! 29 Oct2012

Ciyus, Cumpah, Ngeblog itu Wow Banget!

27 Oktober, hari blogger! Lha kok sepi? Ya sudah banyak blogger yang lupa dengan hari jadinya, termasuk saya hehehe. Social networking, khususnya facebook dan twitter, secara signifikan menggerus blog beserta aktifitas bloggingnya yang sebelumnya melegenda. Laporan dari Morgan Stanley Research menunjukkan bahwa, tidak hanya menghancurkan blog, social networking juga menghancurkan email, karena telah berhasil menggusur fungsi email sebagai alat komunikasi bahkan sejak tahun 2009. Saat ini pengguna Facebook menembus angka 1 miliar orang di seluruh dunia.  Sedangkan pengguna dari Indonesia tercatat 50 juta, rangking 4 setelah Amerika, Brazil dan India (SocialBakers.com). Pengguna twitter juga tidak kalah, mencapai setengah miliar, dengan pengguna dari Indonesia mencapai 30 juta. Blog terlindas, tertebas, para blogger tidak aktif lagi ngeblog, tentu termasuk saya didalamnya Di tahun 2012 ini, saya baru menulis sekitar 7 tulisan, plis jangan bilang wow! Angka yang sama biasa saya capai dalam 1-2 bulan, di masa keemasan dunia  blogging masih melanda beberapa tahun lalu. Mungkin tulisan saya tidak sebanyak dulu, tapi yang pasti aktivitas ngeblog tidak pernah benar-benar terhenti. Lha, kok bisa begitu? Ada yang menjaga saya, sehingga tidak bisa benar-benar lepas dari blog, yaitu masalah karir. Ya, blog adalah karir saya, ngeblog bisa menjaga bisnis saya dan ngeblog adalah kehidupan saya. Blog itu wow banget! Karir saya terbangun pelan tapi pasti karena saya menulis di blog. Saya menjadi dosen di berbagai universitas tanpa pernah melamar, karena saya dikenal orang lewat tulisan dan materi kuliah saya di blog. Saya juga tidak perlu mengirimkan curriculum vitae (CV), karena sudah saya sediakan lengkap di halaman About Me. Setiap tahun, saya masih mengisi minimal 50 acara seminar, orasi ilmiah, kuliah umum, dan stadium general di kampus-kampus. Mahasiswa dan dosen di kampus-kampus yang mengundang saya, tahu saya karena tulisan-tulisan saya di blog. Blog itu keren habis! Orang percaya bahwa perusahaan yang...

5 Karakter Para Inovator 27 Sep2012

5 Karakter Para Inovator

Menarik membaca buku yang ditulis oleh Carmine Gallo berjudul Rahasia Inovasi Steve Jobs (The Innovation Secrets of Steve Jobs). Yang membuat menarik adalah karena Carmine Gallo tidak hanya bercerita tentang bagaimana Steve Jobs membuat inovasi, tapi juga menguraikan bagaimana para inovator lain berdjoeang untuk menghasikan karya-karya besar yang bermanfaat untuk manusia. Gallo juga berhasil menyajikan sebuah benang merah, mengumpulkan karakter-karakter penting yang wajib dimiliki oleh seorang inovator. Dengan karakter-karakter inilah, para inovator bergerak dan berdjoeang sehingga akhirnya bisa menghasilkan karya inovasi yang legendaris di dunia ini. Pada tulisan ini saya menyajikan 5 karakter yang wajib dimiliki oleh para inovator, yang saya rangkumkan dari tulisan Carmine Gallo dan beberapa ide lain dari tulisan-tulisan saya di blog ini sebelumnya. Materi ini juga pernah saya sampaikan di seminar tentang technopreneurship di beberapa kampus.  1. LAKUKAN YANG KITA CINTAI Steve Jobs adalah contoh terbaik bagaimana dia mencintai apa yang dia lakukan. Pada tahun 1976 Steve Jobs mendirikan Apple, 10 tahun kemudian dia dikeluarkan dari perusahaan yang dia dirikan sendiri. Tak menyerah, Jobs tetap berdjoeang pelan-pelan membangun perusahaan bernama Next. Langkah berikutnya mengakuisisi divisi computer grahics dari LucasFilm, yang kemudian diberi nama Pixar. Ditangannya Pixar akhirnya melaju dan sukses dengan karya animasi legendaris seperti Toy Story. Pixar akhirnya bergabung ke Disney, di mana Jobs menjadi pemilik saham terbesar di Disney. Dengan kondisi sukses seperti itu, Jobs tetap memutuskan kembali ke Apple di tahun 1996, untuk menyelamatkan perusahaan yang dia dirikan yang kondisinya sudah hampir hancur. Dalam dua tahun, Jobs berhasil mengubah Apple yang hampir bangkrut menjadi perusahaan yang memiliki profit. Salah satu ungkapan terkenal Jobs ketika ditanya, kenapa bisa bertahan dengan semua ini, “Satu hal yang membuat saya tetap bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan”. Ya ketika kita mencintai apa yang kita lakukan, tak ada yang sanggup membuat...

Menuju Kebebasan yang Membebaskan 17 Aug2012

Menuju Kebebasan yang Membebaskan

Sebuah essay kecil yang saya susun untuk para mahasiswa dan generasi muda, khususnya yang bergerak di bidang computing. Essay yang berisi napak tilas perdjoeangan saya, dari jaman awal bersusah payah belajar dan bekerja, untuk meraih kemerdekaan dan kebebasan, hingga akhirnya saya pelan-pelan bisa membebaskan orang lain. Kemerdekaan dan kebebasan akan memberi ruang kepada kita untuk memiliki kebebasan berpikir, kebebasan dari berbagai ketergantungan, dan juga kebebasan finansial yang sering membelenggu kita. Tapi kebebasan yang sebenarnya adalah, ketika kita bisa menggunakan kebebasan yang kita miliki itu, untuk membebaskan orang lain.  Membagi ilmu akan membebaskan orang lain dari pemikiran sempit yang selama ini membelenggunya. Membagi pengalaman dalam dunia industri akan membebaskan orang lain dari berbagai ketergantungan, terhadap teknologi dan alat yang selama ini mengungkungnya. Membuka lapangan kerja baru akan membebaskan orang lain dari belenggu dan masalah finansial yang dideritanya. Memberi beasiswa kepada anak muda yang cerdas tapi tidak mampu, adalah langkah membantu anak muda itu untuk mendapatkan hak yang seharusnya ia dapatkan. Itulah hakekat kebebasan dan kemerdekaan yang sebenarnya, dan itulah kebebasan yang membebaskan … Mudah-mudahan kita semua tetap dalam perdjoeangan, perdjoeangan untuk membebaskan diri kita sendiri, dan perdjoeangan untuk juga membebaskan orang lain … Silakan membaca artikel lengkapnya...

Kiat Menyusun Kerangka Pemikiran Penelitian 07 Aug2012

Kiat Menyusun Kerangka Pemikiran Penelitian

Kerangka pemikiran adalah suatu diagram yang menjelaskan secara garis besar alur logika berjalannya sebuah penelitian. Kerangka pemikiran dibuat berdasarkan pertanyaan penelitian (research question), dan merepresentasikan suatu himpunan dari beberapa konsep serta hubungan diantara konsep-konsep tersebut (Polancik, 2009). Pada tesis, kerangka pemikiran biasanya diletakkan di bab 2, setelah sub bab tentang Tinjauan Studi (Related Research) dan Tinjauan Pustaka. Penamaan kerangka pemikiran bervariasi, kadang disebut juga dengan kerangka konsep, kerangka teoritis atau model teoritis (theoritical model). Seperti namanya yang beraneka ragam, bentuk diagram kerangka pemikiran juga bervariasi. Saya pernah membahas contoh kerangka pemikiran untuk penelitian dengan model pengembangan software di artikel ini. Pada artikel kali ini, saya coba sajikan beberapa model kerangka pemikiran yang bisa digunakan oleh mahasiswa untuk mengerjakan penelitian tesis. MODEL PENELITIAN KORELASI Gaya kerangka pemikiran penelitian yang biasa digunakan untuk model penelitian korelasi, di mana ada variabel bebas dan variabel terikat. Gregor Polančič (Polancik, 2009) memberikan contoh yang menarik sebuah kerangka pemikiran penelitian untuk model ini. Pertanyaan penelitian (research question) atau rumusan masalah pada penelitian yang dibahas (Polancik, 2009) adalah “Bagaimana pengaruh metodologi pengembangan software dan jumlah pengembang dalam tim, pada produktifitas pengembang?“. Yang dalam bahasa inggrisnya: “How does software development methodology and team size influences developers productivity?” Komponen utama pada kerangka pemikiran yang dikembangkan Gregor Polančič (Polancik, 2009) adalah Independent Variables (variabel bebas), Dependent Variables (variabel terikat), Levels (indikator dari variabel bebas yang akan diobservasi), Measures (indikator dari variabel terikat yang akan diobservasi). Kerangka pemikiran di bawah menggambarkan alur logika penelitian dan hubungan antar konsep yang ingin diteliti. Judul yang tepat untuk penelitian ini adalah “Pengaruh metodologi pengembangan software dan jumlah pengembang dalam tim pada produktifitas pengembang. Dapat kita lihat bahwa kerangka pemikiran menggambarkan dengan jelas semua variabel beserta indikatornya (Levels), hingga alat ukur yang digunakan (Measurements) untuk menunjukkan ada atau tidaknya korelasi antar variabel yang ingin diteliti. Dan yang paling penting,...

Kiat Menyusun Alur Latar Belakang Masalah Penelitian 18 Jun2012

Kiat Menyusun Alur Latar Belakang Masalah Penelitian

Latar belakang masalah penelitian (research background) adalah bagian pertama dan sangat penting dalam menyusun tulisan ilmiah, baik dalam bentuk paper atau tesis. Latar belakang masalah penelitian menjelaskan secara lengkap topik (subject area) penelitian, masalah penelitian yang kita pilih dan mengapa melakukan penelitian pada topik dan masalah tersebut (Berndtsson et al., 2008). Sayangnya, tidak banyak mahasiswa yang berhasil membuat latar belakang masalah penelitian dengan baik, sebagian karena masalah penelitiannya memang tidak jelas dan mengada-ada, sebagian lagi karena copy-paste sana sini sehingga alur paragrafnya menjadi kacau, dan sebagian lagi karena gagal melandasi alasan melakukan penelitian itu (males baca literatur). Saya coba membuat tulisan ini, khususnya untuk mempermudah mahasiswa bimbingan saya di bidang komputer (computing), yang sering galau  dalam membuat latar belakang masalah pada tesis mereka :). KIAT 1:. PAHAMI DUA GAYA RESEARCH DI BIDANG COMPUTING Sebelumnya perlu dipahami bahwa gaya penelitian di bidang komputer (computing) secara umum terbagi dua yaitu gaya Computer Science (CS) dan gaya Information Systems (IS) (Berndtsson et al., 2008). CS memiliki karakteristik penelitian dan isu berhubungan dengan core technology dan perbaikan metode (method improvement). Sedangkan penelitian IS lebih cenderung ke arah isu tentang interaksi teknologi dan sosial, termasuk diantaranya mengukur dan menganalisa kesuksesan penerapan teknologi dan sistem informasi. Tulisan kali ini akan lebih cenderung ke alur latar belakang masalah penelitian bergaya CS, meskipun tetap bisa digunakan untuk penelitian IS. KIAT 2: MENJAWAB SEMUA PERTANYAAN WHY DI JUDUL Latar belakang masalah penelitian akan menjawab semua pertanyaan MENGAPA (WHY) dari judul penelitian kita. Untuk mempermudah penjelasan, saya akan gunakan, terjemahkan dan revisi paper penelitian (Fei et al, 2008) untuk contoh paper yang kita bahas. Karena judul penelitiannya adalah Prediksi Produksi Padi dengan menggunakan Support Vector Machine berbasis Particle Swarm Optimization, maka latar belakang masalah harus bisa menjawab pertanyaan: mengapa padi? mengapa prediksi produksi padi? mengapa support vector machine? mengapa particle swarm optimization? Bagaimana cara...