RomiSatriaWahono.Net

Learning, Researching, Entrepreneuring, Teaching, Motivating and Inspiring People
June 28th, 2006

PNS Tidak Cocok Untuk …

by Romi Satria Wahono

Menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), bagi sebagian orang Indonesia adalah sebuah dambaan, meskipun bagi sebagian lagi yang lain mungkin keengganan. Menjadi dambaan banyak orang sehingga antrean pengambil formulir pendaftaran CPNS selalu membludak setiap tahun. Orang merelakan apapun yang dia miliki untuk menjadi seorang PNS, baik uang puluhan juta rupiah, harga diri, dsb. Meskipun sudah ada upaya dari pemerintah untuk memperbaiki masalah rekrutmen PNS, baik melalui hukuman dan perbaikan sistem, tapi tetap saja masalah sogok, suap, atau apalah namanya adalah fakta yang terjadi di masyarakat.

Alhamdulillah saya tidak perlu melewati itu semua, karena kebetulan saya menjadi PNS bukan lewat jalur penerimaan biasa, tapi lewat beasiswa sekolah luar negeri dalam program STAID (sebelumnya bernama OFP dan STMDP) yang diinisiasi pak Habibie. Well, meskipun saya tidak pernah bercita-cita menjadi PNS, saya harus ikhlas melaksanakan perjanjian yang dulu saya buat sebelum berangkat ke Jepang. Dan secara dewasa saya harus mengakui bahwa ini adalah jalur jalan kehidupan saya, paling tidak sampai ikatan dinas 2n+1 saya berakhir ;)

Jujur, saat ini saya merasa fatique, penat dan bosan dengan kehidupan saya sebagai PNS. Mohon maaf bagi rekan-rekan saya sesama PNS, sekali lagi saya tidak bermasalah dengan anda semua, saya cinta anda semua dan sedang berdjoeang seperti anda-anda semua ;) Yang saya penatkan adalah behavior, sistem dan birokrasi yang ada di dalam institusi pemerintah. Biasanya yang menentramkan saya adalah sahabat saya yang lagi nongkrong di jerman, yaitu Made Wiryana yang sering mengatakan bahwa, yang paling gampang itu memang kalau kita memilih berdjoeang di luar, bebas dan tidak terikat. Penghargaan yang besar kepada rekan-rekan yang memilih berdjoeang di dalam institusi pemerintah, membuat inovasi serta perbaikan dari dalam.

Nah saya ingin menshare suatu ide, pandangan dan referensi sebelum saudara-saudara saya tercinta di seluruh Indonesia memilih untuk menjadi PNS. Tentu yang saya sampaikan ini masih bersifat subjektif, masih hanya analisa di satu atau dua institusi pemerintah, dan perlu satu langkah diskusi, survey atau penelitian yang komprehensif sebagai upaya objetifikasi ide. Poin-poin yang saya sampaikan di bawah juga masih bisa ditambahi, dikurangi, dihapus atau bahkan diturunkan kalau muncul desakan di sana sini ;) Mudah-mudahan ide ini bisa jadi gambaran sehingga tidak ada lagi orang yang salah jalan menempuh jalan terjal dan mendaki menjadi PNS, padahal itu sebenarnya tidak cocok untuk dirinya.

Jadi menurut saya, sekali lagi “menurut saya”, PNS tidak cocok untuk orang-orang seperti di bawah:

  1. Orang yang ingin melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru dan berharap itu akan terimplementasikan dalam waktu cepat. Perubahan, perbaikan berjalan lambat karena sistem (baik dalam konotasi baik maupun buruk ;) ) sudah berjalan sangat lama dan turun temurun. Anda mau nekat? anak kemarin sore dan pahlawan kesiangan adalah gelar abadi anda :(

  2. Orang yang tidak suka melihat uang dan anggaran dipermainkan, diputar-putar dan dipatgulipat. Orang yang memandang bahwa permainan anggaran, permainan perencanaan kegiatan adalah kegiatan yang salah, penuh dosa dan akan mendapatkan balasan setimpal di akherat kelak. Perlu dicatat juga bahwa banyak juga ”PNS lurus” yang tidak menyadari bahwa beberapa fasilitas dan honor yang diterima adalah hasil subsidi silang dari kesemrawutan anggaran dan realisasinya.

  3. Orang yang tidak suka sesuatu berjalan tidak sesuai dengan rencana atau anggaran yang jauh-jauh hari telah ditetapkan. Dalam rencana anggaran tertulis beli komputer Rp. 20 juta, ternyata harga sebenarnya hanya Rp. 5 juta, dan akhirnya sisanya dipakai untuk keperluan lain yang di luar rencana (honor, tunjangan, beras atau minyak goreng untuk karyawan).

  4. Orang yang tidak tega memalak teman-temannya yang menjadi rekanan bisnis institusinya, dengan meminta kuitansi seharga Rp. 50 juta, padahal nilai pengadaan barang/jasa sebenarnya hanya seharga Rp. 25 juta. Si rekanan bisnis ini karena marginnya kecil, jadi ngemplang pajak, karena memang dia tidak menerima duwit sebesar itu. Perusahaannya bangkrut karena nggak kuat bayar pajak, akhirnya dia buat perusahaan lagi dan ngurus jadi rekanan lagi. Muter-muter terus coi … :(

  5. Anak muda yang cerdas, berwawasan dan bisa mengeluarkan dan merangkumkan ide (pendapat) yang lebih brilian dan strategis daripada eselon diatasnya (eselon 4, 3, 2, 1) atau bahkan seorang menteri. Si anak muda ini ketika bertemu dengan bos yang tidak tepat akan disebut bahwa idenya terlalu strategis dan kurang tepat dengan golongannya yang rendah dan cocok untuk permasalahan teknis ;)

  6. Orang yang tidak suka dirinya dan hasil kerjanya dinilai hanya dari absensi. Atau lebih lagi bagi orang yang tidak bisa kerja kalau sebelum kerja harus njeglok mesin absensi ;) Apa yang anda perbuat, membuat proposal setebal kamus oxford, kerja lembur sampai subuh, membuat kerjasama dengan institusi atau organisasi di luar negeri, atau mengharumkan nama institusi karena anda berprestasi di luar, semua tidak akan dipandang kalau absensi anda jeblog. Kalau anda protes, maka anda akan diminta membaca UU No 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan PP No 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Kalau perlu bacanya sambil nyungsep di laut saja mas … :(

  7. Orang yang merasa kurang apabila bekerja sehari hanya 4 jam. Karena kemungkinan anda akan datang jam 8 pagi, njeglok absen, sarapan pagi sambil ngobrol sampai jam 10. Istirahat siang jam 12, kembali ke kantor jam 13:15, dan adzan sholat ashar jam 15:15 merupakan bel pulang kantor.

  8. Orang yang memiliki jiwa enterpreneur dan selalu melihat segala peluang sebagai peluang yang kemungkinan bisa menjadi bisnis. Ketika jiwa enterpreneur ini diimplementasikan di tempat yang tepat hasilnya akan positif, tetapi apabila diimplementasikan di institusi pemerintah tempat bekerja, bisa jadi sumber korupsi yang maha dahsyat dan mengerikan. Orang ini diharapkan ketika melihat berjubelnya pendaftaran PNS dan mendengar keluhan 4 juta PNS di  Indonesia tentang gaji mereka yang rendah selalu berpikir untuk mempunyai perusahaan dan bisa membuka lapangan kerja baru bagi 4 juta orang di Indonesia. Mungkin posisi itu lebih tepat.

Saya yakin bahwa sebagai anak bangsa, baik posisi kita ada di dalam maupun di luar institusi pemerintah, kita ingin dan sama-sama berdjoeang membuat republik kita ini lebih baik, lebih maju, lebih sejahtera dan disegani bangsa-bangsa lain. Seperti yang sudah saya sitir diatas, kadang PNS bukanlah pelaku, tetapi sebenarnya juga menjadi korban. Masih banyak “PNS-PNS lurus” yang siap melakukan perbaikan di negeri ini. Mari kita melakukan perbaikan semampu kita, baik dengan lisan, hati maupun dengan tangan. Dan jangan lupa untuk mensyukuri segala nikmat dan keadaan yang sudah Allah berikan kepada kita.

Wallahualam bisshawab.

ttd-small.jpg

Related Articles

  1. Petunjuk yang Tidak Memberi Petunjuk
  2. Smart Teacher: Kompetisi untuk Para Guru
  3. 10 Kiat Mengurus Administrasi KPR
  4. Facebook Personal Branding: Pakai Friends, Group atau Pages?
  5. Kiat Meningkatkan Nilai IPK
  6. 10 Kiat Menjadi Entrepreneur untuk Mahasiswa Lugu (Versi Seminar)
  7. Defragmentasi Otak
  8. Kinerja itu Makhluk Apa Sih?
  9. Online Personal Branding dan Kampanye Pemilu
  10. Arah dan Trend SDM IT
  11. Paypal.Com Masuk Indonesia
  12. IlmuKomputer.Com Pensiun!
  13. Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?
  14. IlmuKomputer.Com Sebagai Blog Teknologi Terbaik di Pesta Blogger 2007
  15. Membangun Radio Internet dengan Listen2MyRadio.Com
  16. Membangun Sendiri Radio Internet
  17. 10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan
  18. ISO dan CD IlmuKomputer.Com Edisi September 2006
  19. Launching IGOS Nusantara 2006
  20. Raih Keunggulan Defacto dan Dejure !

450 Responses to “PNS Tidak Cocok Untuk …”

  1. Ya gitu deh om romi..saya yg sedikit bisa melihat kecurangan yg sudah menjadi rahasia umum .. suka geram n nangis liatnya…dari susahnya ngurus KTP, SIM, n lain2nya..sampe project yg mereka adakan cuma buat duit masing2 kantong….

    Ya berdoa aja deh ada perbaikan untuk kedepannya…..

  2. ganbaroo ne….

  3. ternyata semua kegiatan dipemerintahan sama semua seperti apa yang ada diatas “patpatgulipat”, sebenernya siapa yang harus disalahkan dan dari mana harus meluruskan supaya jalan sesuai dengan harapan yang baik… , kadang saya sangat sedih merasakan itu semua. kita sudah sangat tertinggal dengan bangsa-bangsa tetangga kita seperti malaysia dan singapura sebentar lagi dengan vietnam. mm….. apakah kita hanya ikut arus saja…..

  4. satu sisi dibalik kehidupan
    semangat harus selalu mendampingi setiap kehidupan
    iman harus menyemangati kehidupan
    hiduuuppp… an

  5. memang begitu pak Romi, nyante banget kan jadi PNS?sana-sini gaji minta dinaikin…btw kerjanya cuma absen doang….hiks2…
    kalo kita bandingin dg buruh2…jauh banget.kerja seharian, gaji ga seberapa..siap2 dipecat…
    enakan jadi PNS kan???

    tolonglah PNS kerja pada bener….apalagi jilat bawah jilat atas…sogok sana sini…dah biasa…alamak…mau kemanakan negeri ini…

  6. anaksiapa Says:
    June 28th, 2006 at 14:55

    wuihh…
    8 poin yang bapak tulis itu benar-benar jauh dari karakter kebanyakan orang Indonesia,
    yang biasanya cuma berpikir bagaimana caranya agar perutnya sendiri bisa kenyang, dan jarang berpikir kreatif bagaimana caranya agar dapat mengenyangkan orang banyak sekaligus juga mengenyangkan diri sendiri.

    saya juga cuma bisa tertawa bareng teman saya yang PNS, apabila dia cerita ke saya kalau kerjaannya itu cuma datang ke kantor, absen pagi (baca: dhuha), baca koran, ngopi, istirahat siang, jalan-jalan keluar, lalu sesegera mungkin absen untuk pulang. Begitu sedikit waktu kerja optimalnya, entah itu karena memang kerjaannya yang sedikit, atau ……… gak tau deh (gak baik suuzon)

    Tapi kalau menurut saya bukan cuma PNS aja yang kejadiannya seperti itu, di institusi-institusi BUMN terutama yang berada di daerah-daerah (soalnya di pusat sekarang sudah sulit macem-macem), keadaaannya juga sama kok, malah terkadang lebih parah. Karena BUMN mengelola uang yang jumlahnya jauh lebih banyak, orang-orang disana punya peluang lebih besar untuk ……… Apa yah?

  7. Kebetulan saya juga seorang PNS:), pertama kali saya masuk kerja seperti ada kebanggaan tersendiri (maklum orang kampung:D) menjadi seorang PNS. Waktu itu, gaji seorang PNS dibawah 100rb! tahun 90-an. Sebagai pegawai baru, saya tidak bisa “neko-neko” alias harus menuruti apa kemauan para bos.
    Tak terasa sudah enam belas tahun menjadi PNS, dan rasa penat menyertai setiap kali mau berangkat ke kantor. Semua itu disebabkan karena dalam diri saya tidak ada kepuasan batin selama saya bekerja (maaf bukan pada materi) terutama pada sistem dan birokrasi di lembaga pemerintah.
    Mudah-mudahan para pejabat pemeintah mau “bertobat” untuk tidak melakukan berbagai keburukan. Perdjoeangan bukan hanya duduk di kursi sambil menunggu setiap tanggal 1.
    Perdjoeangan bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, siapa saja, apa saja, ….. dan saja…

  8. Gmana yah caranya memperbaiki sistem pemerintahan di indonesia..:-?

    “Sedangkan saya sendiri merasakan bahwa kinerja setiap individu di pemerintahan hanya mementingkan segelintir proyek saja…dengan tidak mengesampingkan sinkronisasi antara hak dan kewajiban yang mereka dapatkan perindividu maupun kelompok.”

    Jadinya amburadul…

    Mungkin suatu saat ada yang bisa mempertemukan jiwa kita semuanya yang selalu berusaha untuk berpikir positf dari hari ke hari dan memberikan masukan bagi negara kita.

    Sehingga menjadikan suatu wadah yang dapat dijadikan cermin untuk berkaca bagi pemerintahan itu sendiri.

    Saya salut dengan wacana yang diberikan oleh Pak Romi…

    Terima kasih…:)

  9. iusright Says:
    June 28th, 2006 at 15:37

    yang ditulis mas romi bener banget…
    tapi emang soal suap, sogok, pacul, atau apalah keburukan di PNS sudah bukan rahasia lagi, melainkan sudah menjadi persyaratan wajib… hiks :D

    untuk menjadikan PNS bersih dan berkualitas harus dimulai dari rekruitmennya, kalo rekruitmennya aja udeh pada suap-suapan, pasti target kedepan PNS tsb adalah balik modal. peduli setan sama dosa dan haram yg penting tanah babeh yg udeh kejual buat jadi PNS keganti sama RUKO 5 lantai..

    bagusnya yg jadi panitia rekruitment PNS adalah orang-orang diluar PNS yg historynya anti korupsi.. bukannya PNS lagi yg jadi panitia.. sama juga bodong, pengen balik modal… gak abis2 tuh lingkaran setan..

  10. abdulmadjied Says:
    June 28th, 2006 at 16:10

    “pns juga manusia …” (meminjam syair sebuah lagu)

  11. Firdaus Adinugroho Says:
    June 28th, 2006 at 17:12

    Mohon ijin kasi ide Bang!
    Kalo orang-orang pinter dan punya semangat dibilang tidak cocok jadi pegawe negri… lalu negara ini mau dibawa kemana Bang? Bagemana pun juga, kami masih butuh orang² seperti Abang sebagai pegawe negri.

    Barangkali belum waktunya saja untuk merubah sistem yang sudah berakar ini. Insya 4jJI ada waktunya untuk merubah semuanya. Ya tentu saja dengan perjuangan orang² seperti Abang. Atau barangkali menanti rekan kita ada yang jadi presiden. (Rupanya jadi anak presiden belum mampu merubah ya Bang? Panggil menghadap aja tu Bang :D )

    PS: Bang Herri Candra juga baru bergabung jadi PNS tu Bang :)

  12. Berjuang dari dalam memang sulit, insya Allah bisa (selama istiqomah) namun timingnya lama. Sedangkan berjuang dari luar emang “gampang”, gampang ngomong, dll. Tapi yg jelas, bobot pahala tetap dinilai oleh Allah sekecil apapun perjuangan, baik yg di dalam maupun yang di luar.

    Mungkin ada 2 cara secara umum utk merubah itu semua, 1) secara struktural (politis, hukum, pensiun dini utk pegawai2 lama, peningkatan kesejahteraan, dll), 2) secara kultural (pelatihan, da’wah, opini, dll).

    Dan yg penting, kita harus tetap beri motivasi kepada PNS-2 yg memang niatnya baik bekerja, utk merubah, dll. Mereka memang harus sabar dan istiqomah. Dan bagi saya mereka2 itu ada “martyr”.

  13. RALAT: Dan bagi saya mereka2 itu ada “martyr”. MUSTINYA: Dan bagi saya mereka2 itu adalah “martyr”.

  14. wah….
    kalo di lihat di tulisan ini keliatannya om romi dah ngalamin ni semua ber-ulang, mungkin dah ratusan kali ya… om….

  15. wah, thanks god…
    untung saya dengarkan petuah dari orang tua saya, untuk tidak jadi pns, padahal saya dulu mau nekat jadi pns hanya karna mau kejar beasiswa, trims ya pak atas infornya, bagi junior seperti saya mesti dibukakan jalan untuk pandangan strategi masa depan, salah satunya dengan point of view yang bapak berikan ini….

    thanks, and BRAVO!

  16. [...] Jadi teringat ketar ketir PNS jaman kemaren, dimana orang membeludak berebutan untuk jadi PNS termasuk aku salah satu, mungkin ada banyak alasan kenapa orang mau jadi PNS, salah satunya mungkin untuk kemakmuran, tapi pada saat itu aku ngga, aku mau jadi PNS karna aku mau ngejar beasiswa ku……jahhh, aku di iming imingin ama temen lab ku yang jadi PNS, katanya enak… wah tambah ngiler aja kan, akhirnya aku bertanya ke bos ku, pak Firdaus Ali, dia menyarankan untuk ngga usah ikut, karna dia hanya bilang PNS itu membuat kmu jadi Stuck disitu, ngga bisa berkembang, dan mungkin kerjamu hanya ngitungin kacang goreng ajah, waduh….. dan kata papa ku juga sama, akhirnya aku putuskan, dah lupakan jadi PNS, masih banyak jalan ke roma, meskipun ngga di umur ini, siapa tau nanti…. itulah tekad yang berubah jadinya… dan akhirnya aku ketemu di weblognya pak Romy Satrio W, beliaw sangat master dalam hal Cisco dan Networknya, akhirnya dia memposting juga tema yang bertopik tentang menjadi seorang PNS, dan salah satu sample nya adalah dirinya, dan itu bisa jadi pandangan buatku….. [...]

  17. Lha kalau yang pendidikannya tinggi begini penat, terus yang memperbaiki negara ini siapa ya??

  18. hmm..hayoo..izoel yakin banget..orang-orang yang idealis kayak Bang Romi ambil PNS karena faktor masa depan dan yang terpenting Beasiswa pendidikannya..itu saja..kalo ditanya sekarang…mau jadi pensiun dini apa meneruskan? heheh tapi pernah baca..”..sudah saatnya membalas jasa kepada rakyat yang telah membiayai pendidikanku..”(RomiSatriaWahono) makanya timbul ilmukomputer.com so.. Selamat Berjoeang Bang Romi..oia check emailnya dari izoel donk hehe thanks…

  19. Lha gini ini klo PNS yang diproduksi dari LN…

  20. Wah, mental kayak gini sih gak cuma di PNS aja. Banyak juga perusahaan swasta (yang didirikan di zaman orde baru) punya pegawai bermental begini. Masuk untuk pulang. Saya juga ngalamin kok. Menurut saya, yang salah memang orde baru itu, di mana pendidikan tidak diutamakan. Orde yang lebih mengutamakan uang daripada kerja keras. Semua-mua diukur pake uang thok. Makanya, saya malah berdoa moga-moga banyak anak muda yang berpikiran maju mau jadi PNS. Biar sama-sama mengubah mental dan cara pandang, gitu lho.

  21. Thanks izoel, saya akan tetap berdjoeang mas. Sekali lagi message ini saya tulis bukan untuk hal negatif, kalau dibilang kritik ya otokritik lah. Saya juga ada di dalam dan mungkin saya juga punya saham kesalahan. Dan sekali lagi di PNS banyak orang-orang lurus yang tetap berdjoeang supaya segala sesuatu menjadi bertambah baik. PNS juga manusia kata mas abdulmajied ;) tapi Non PNS juga manusia. Mari kita berusaha bersama-sama supaya segala sesuatu menjadi lebih baik. Amiiin. Mohon maaf apabila message saya ini membuat banyak pihak tersinggung, tidak ada niatan sekalipun untuk memojokkan siapapun.

  22. kalo saya sih tetep mendukung PNS, karna sebagai lulusan Master, diluar pula, salah satu institusi yang masih menimbang2 gaji berdasarkan tingkat pendidikan, ya PNS. Blum karir yang jelas dan hanya menunggu waktunya saja untuk dapat jabatan. Kalau aja di indo masih banyak solusi selain PNS untuk kasus seperti saya, saya mungkin akan sependapat sama mas Romi. Hehehehe…

  23. Jadi kesimpulannya, Pak Romi tidak cocok jadi PNS :D

  24. Mas Romi, klo ndak salah saya pernah mendengar nama mas di kampus saya (Universitas Gunadarma), apakah mas pernah ada seminar disana / mungkin yg kegiatan yg lain? oh iya saya sepakat dg yg mas bicarakan, dan sebenarnya dalam institusi pemerintah, qta butuh regenerasi sistem, visi , misi, pola kerja, behaviour dll. karena sy sndiri sudah mnyadari hal tsb ketika berinteraksi dengan ‘mereka’ (pns). mas, jika boleh bicara lebih lanjut bisa japri aja.
    YM! : djorkaeff_wesly@yahoo.com

  25. Sebenarnya ada tugas penting buat Pak Romi, yaitu meluruskan yang bengkok dikalangan PNS. Dimanapun tempatnya, perdjoeangan tetap perdjoeangan.. Bravo Pak Romi selamat berdjoeang dan tetap semangat

  26. Untuk mas Wesly, saya memang sering ngisi seminar di Gunadarma. Beberapa kali diundang fakultas maupun bem.

  27. Untuk cakbud, Insya Allah perdjoeangan tetap dilanjutkan ;) Cuman memang harus selalu kita analisa cost-benefitnya. Kalau kira-kira perubahan dan perbaikan kemungkinan kecil terjadi, ya mungkin perdjoeangan di luar juga bukan pilihan yang buruk. Thanks atas dukungannya.

  28. Untuk sahabatku mas Imponk, hehehe nggak ngerti juga mas. Cuman mau tidak mau, sebagai orang dewasa yang komitmen terhadap perjanjian yang dulu sudah saya tandatangani, ya PNS mungkin status saya saat ini :)

  29. Untuk mas Fildy, dari sisi itu benar mas. Mungkin menarik juga kita analisa kebalikan dari artikel saya, PNS Cocok untuk …. ;)

  30. Ummu Irsyad Says:
    June 30th, 2006 at 23:28

    Kalau saya sih lebih seneng punya suami PNS yang pagi berangkat, sore pulang, kumpul anak istri di rumah. Jadi gak perlu bukain pintu malem2, bikinin indomi rebus malem2, jadi tukang pijat dadakan, dan gak bingung hrs jawab pertanyaan anak2 “kok abi hari libur tetep kerja?”…he..he..he joudan desu. We are always be your supporter..

  31. Ok siap percepat pulang kantor ;)

  32. Dari salah satu Tulisan Suci Baha’i Faith, tertulis kalimat berikut ini.
    “Kejujuran adalah dasar dari segala kebajikan,
    tanpa kejujuran,
    kemajuan dan keberhasilan di semua alam Tuhan,
    tidaklah mungkin
    bagi siapa pun”

    Analogi lain seperti ini.
    Ketika kita berada di alam kandungan (sebelum lahir), next world nya kita adalah bumi ini.
    Di alam kandungan tersebut
    dipersiapkan mata,telinga,hidung, dan anggota-anggota tubuh lain, jantung,paru-paru,etc, yang digunakan bukan di saat alam kandungan itu sendiri,tapi akan digunakan di next world nya alam kandungan (yaitu di bumi ini)
    ketika berada di bumi,sangat sulit sekali mendapatkan mata,
    maka ketika di alam kandungan tersebut adalah satu-satunya kesempatan
    bagi si Ibu untuk memperhatikan gizi secukupnya,vitamin,dan menjaga dengan baik kandungan tersebut,
    jika tidak, akan si bayi akan cacat, atau dengan kata lain cacat secara fisik.

    Sekarang (di bumi ini) kita justru mendapatkan kebutuhan rohani (selain jasmaniah) melalui Utusan Allah SWT (Adam,Nuh,Musa,Krishna,Siddharta Gautama,Isa,Zoroaster,Muhammad,Bab,Baha’u'llah),yang telah diutus oleh Allah ke bumi untuk memberi pendidikan rohani kepada umat manusia,
    dimana kebutuhan rohani itu tidak langsung kita pakai di bumi ini(walaupun berguna di satu sisi kebajikan, dan sebagainya).
    Akan tetapi
    akan kita pakai nanti (di alam roh,next world nya kita)
    jika kita tidak mempersiapkannya sekarang
    maka setelah kita berada di next world nanti,
    maka kita akan menjadi cacat secara rohani,
    dimana indra rohani itu sendiri
    sangat sulit kita dapatkan ketika kita sudah waktu nya berada di next world
    seperti halnya
    indra fisik yang sangat sulit didapatkan manusia ketika telah melewati
    masa-masa dalam kandungan ibu (mata sulit sekali mendapatkan pendonor mata di bumi ini, demikian juga dengan kaki dan tangan).

    Maka saudara-saudara, baik-baiklah kita menjaga indra rohani kita.

    PS : Om Romi, ma’af nih,angel bahasnya agak sedikit rohani

  33. heheh … angel, ok rohani nggak apa-apa, cuman sebaiknya yang relevan dengan topik bahasan kita ;) atau karena belum disimpulkan ?

  34. #
    Ummu Irsyad said,

    on June 30th, 2006 at 23:28

    Kalau saya sih lebih seneng punya suami PNS yang pagi berangkat, sore pulang, kumpul anak istri di rumah. Jadi gak perlu bukain pintu malem2, bikinin indomi rebus malem2, jadi tukang pijat dadakan, dan gak bingung hrs jawab pertanyaan anak2 “kok abi hari libur tetep kerja?”…he..he..he joudan desu. We are always be your supporter..

    #
    Romi Satria Wahono said,

    on June 30th, 2006 at 23:37

    Ok siap percepat pulang kantor ;)

    dalem nee…hehehehe…langsung dari hati yang paling dalem yaa Bang Romi, kalo yang nulis bener2 Ummu Irsyad (ibunya Irsyad kan)

  35. hehehe .. yang itu bener-bener ummu irsyad ;)

  36. Kesimpulannya: perlu dibuat antitesis: “PNS itu cocoknya buat siapa?” :D

  37. dhungda Says:
    July 2nd, 2006 at 6:07

    salah satu postingan di milis tetangga dan mungkin relevan dg topik yg mas romi tulis :

    memang yg paling berat saat ini adalah merubah mindset di kalangan penyelenggara pemerintahan … selama mindset masih proyek ya susah … banyak duit kebuang percuma …. gue punya pengalaman … mosok namanya SIMKEU tiap tahun berubah ….. tiap tahun bikin SIMKEU … opo ora lucu banget kuwi….. terus lucu lagi … pas di kasih solusi ngganggo open source tur gratis ada yang komentar “jangan … nanti keenakan … ente-ente yg bikin polesan kagak dapet duitnya …. orang lain dapat duitnya….” intinya kalo ada kue yg masih bisa jadi bancakan akan dijadikan bancakan … emang selama ada TIMTAS TIPIKOR ama KPK rada kurang.

    Kondisi ini sebenarnya ada benang merahnya… selama gaji PNS tidak cukup utk hidup sebulan kondisi ini akan tetap berlanjut … selama pola perekrutan PNS masih menganut pola PADAT KARYA bukan berdasarkan profesionalisme…. yo terus terjadi …. utk kasus TI … di pemerintahan ada yg namanya jabatan fungsional pranata komputer dan banyak ahlinya tapi kenapa pekerjaan yg bisa dikerjakan sendiri dijadikan proyek … krn menyangkut masalah perut …. kalo dikerjakan sendiri nggak ada uang yg masuk … kalo diproyekin ada kue yg masuk ….

    coba bayangin sebagai seorang pimpinan … nggak usah tinggi-tinggi Kepala Seksi ato Kasubdit aja … anak buah ngeluh …. “pak gaji saya nggak cukup utk ongkos berangkat ngantor selama sebulan …….” utk ongkos naik angkutan aja nggak cukup gajinya … kondisi ini akhirnya mengharuskan pimpinan utk mencari jalan bagaimana si anak buahnya bisa tetep ngantor … dari kantong pribadi tentunya juga akan kepayahan wong utk levelnya juga nggak cukup itu gaji…. alhasil terbitlah proyek … terbitlah SPPD fiktif …terbitlah fiktif yg lainnya …. makanya seperti kata “edited” … level DITJEN aja bikin aplikasi sendiri-sendiri …….
    ihiks… PNS ngurus kenaikan pangkat aja kudu keluar ongkos.. yg seharusnya itu sudah menjadi pekerjaan biro kepegawaian ….. alasannya macem-macem … buat ongkos ke BKN lah .. buat orang BKN lah …. kembali ke perut intinya ….

    Selama permasalahan utamanya nggak tertangani ya tetep aja penyimpangan akan terjadi meskipun bentuknya akan berbeda dan tentunya juga akan semakin canggih modusnya. Lihat saja banyak PNS yg bisa bermobil mewah … omahe magrong-magrong nang daerah elit.. nek nganggo ukuran gajine tur ora duwe usaha lain …. ora bakalan ….. terus seko ngendi ???
    He..he…. idealisme di pertaruhkan disini … dan taruhannya bisa nyawa …….
    ada “true story” nyangkut masalah ini, seorang direksi bank plat merah menolak pembangunan jalan tol joglosemar krn nilai proyeknya di mark – up sampai 400% utk kepentingan golongan tertentu alhasil rumah, anak dan isterinya hrs di jaga brimob krn diancam akan disukabumikan ….

    Kondisi itu sebenarnya bukan terus utk menjadi pembenaran tapi itu kondisi real yg terjadi. Dan usaha perbaikan memang harus dilakukan, memang penat mas kalo lihat kondisi dan berada di dalam pemerintahan kita, saya selalu ingat ucapannya Aa Gym, mulailah dari diri sendiri dari lingkungan yang paling kecil…. mencoba utk tetap idealis…….

  38. Hmm,… lakukan yang terbaik yang mas Romi bisa deh, karena saya juga berusaha melakukannya. :-)
    Masalahnya tidak semua orang sejalan dengan kita.

    selamat berjuang…

    Note: saya ‘dimasukkan’ dengan uang suap, saya out karena 2 kali seminggu dapat uang suap yang tidak boleh ditolak, meski kerja saya cuma tukang ketik. ;-) itu cukup bikin saya diare berkepanjangan.
    Salute buas mas Romi…

  39. Tulisan yg sangat menarik. Saya punya teman beberapa PNS yg kalau saya berangkat kantor, mereka masih memcuci mobil/motornya dengan santai, saat saya pulang kantor mereka sudah santai ngobrol didepan rumah , hehehe terus terang saya iri melihat mereka. Untungnya saya pernah ikut training yg mencerahkan saya bahwa bekerja dgn baik & benar untuk menafkahi keluarga adalah ibadah yg tinggi nilainya. Salam Om Romy !

  40. Antara RSW dengan RSW yang lainnya…

    RomiSatriaWahono dengan RoySuryoWatch….hehheheh yaa sudah siap belum kalo nanti muncul RSWW ( RomiSatriaWahonoWatch) hehehehe becanda loh..yaa apalagi topik (bukan nama saya) yang paling seru dibicarakan di p******.net hehehehehe

    tapi pasti dibelain deh..kan ngBloG…=))

  41. Buat Mas Romi….

    Menurut saya untuk mengubah sistem pemerintahan kita yang bobrok ini memang harus ada pejuang yang berjuang dari dalam. Caranya ya dengan cara menjadi PNS tersebut. Mungkin tujuan mas Romi nulis artikel ini adalah untuk “menampar” para PNS yang ga sadar kalo yang dia lakukan selama jadi PNS itu ga berguna dan justru merugikan semua pihak….hehe…

    Terus berjuang bagi semua pejuang dari dalam….para pejuang PNS yang “Beda Banget” dari yang lain…..

  42. Agus Taufik Says:
    July 5th, 2006 at 17:22

    secara historis dapat kita lihat bahwa kondisi setiap orang ataupun bangsa pasti akan berubah. bangsa yang sekarang maju bukan berarti dulunya tidak tertinggal. jadi optimis aja suatu saat nanti badai pasti berlalu. yang penting saat ini kita terus bekerja, berdoa dan selalu tawakal kepada Allah SWT.

    Orang-orang seperti bang Romi (termasuk saya gak ya , he..he..he) harus terus bertahan dan terus melakukan perubahan sedikit demi sedikit. yakin lah “badai pasti berlalu”.

    orang-orang yang beriman dan pintar harus berusaha masuk jadi PNS secara fair tentunya agar bisa melakukan perbaikan dari dalam. soalnya kalo bukan kita yang di dalam tentunya orang-orang status quo akan terus mempertahankan sistem yang “amburadul”.

    Trim’s. mat tugas dan berjuang.

  43. Thanks mas Sidicxi dan mas Agus. Ayolah sama-sama kita benahi .. :)

  44. Mr. Reeby Says:
    July 6th, 2006 at 19:08

    salut buat pa Romi yang terus berdjoeang
    soalnya banyak orang-orang yang idealis sewaktu belum masuk pemerintahan, yang termasuk paling getol mengkritik pemerintah, tapi setelah masuk sistem, seolah gak terdengar lagi perjuangannya, malah yang ada tersandung kasus korupsi…

    saya juga seorang PNS, baru 2 bulan menjadi bagian dari “sistem yang amburadul” dan saya sudah merasakan hal2 yang pa Romi bahas.
    yang membuat saya tenang,saya masuk menjadi PNS tidak melalui sogok, suap, atau apa lah namanya.Meski melalui jalur penerimaan biasa, saya tidak mengeluarkan uang apapun untuk mengikuti tes PNS ( kecuali uang transport hehehe )

    Saya rasa, saya telah memulai sesuatu dengan benar, dan Insya Alloh akan menjalaninya dengan benar.Amin

    Selamat berdjoeang pa Romi.

  45. Mas Reeby, selamat bergabung. Welcome to the jungle. Mudah-mudahan tetap dalam perdjoeangan ;)

  46. Abi Azmi Rezki Says:
    July 7th, 2006 at 15:39

    Kebetulan saya juga PNS. Habis studi yang dibiayai negara RI tercinta ini cukup kaget juga waktu balik ke “kampung”. Bagian mana yang harus “di perbaiki” karena terus terang saking banyaknya yang “amburadul”. Sempat terbersit juga pingin “hengkang” agar tidak ikut-ikutan amburadul. Tapi ORTU bilang “Kamu hidup cuma sekali, mbok yao bisa bales budi.

    Hingga saat ini saya masih PNS (16 thn). Saya mencoba menjalani dengan tidak ikut-ikutan amburadul (dan semoga seterusnya). Perbaikan dari dalam memang berat krn tidak hanya orang lain yang akan memusuhi kita tapi kadang-kadang teman-teman dekat juga bisa-bisa menjadi lawan.

    Thanks Mas ROMI untuk uneg-unegnya. Semoga cepet-cepet jadi menteri dan sukur-syukur jadi presiden (kalau anda berminat pasti saya akan coblos gambar anda) agar dapat membenahi benag ruwet ini.

    Selamat berjuang bang.

  47. Saya ikut mendukung, saya pernah magang di salah satu lembaga pemerintah, ntah kenapa saya muak melihat sistem yang kacau balau..banyak dari mereka yang bekerja disana kerjaannya:
    1. Datang pagi…absen
    2. Ngenet (Y!M)
    3. Pulang
    Wah, ntah mungkin karena hal ini saya tidak berminat menjadi PNS!

  48. Bung coy Says:
    July 10th, 2006 at 19:40

    Ok bung romi, memang PNS yang sering didengungkan sebagai abdi negara n abdi masyarakat. namun ada label yang pas sebagaimana keluhan bung romi dengan istilah Kodim 702 eh sekarang jadi Kodim 704. masuk jam 7 pagi n lalu nongkrong di kantin n pergi cari obyekan diluar datang setelah jam makan siang lalu adzan ashar pulang. enaknya bagaimana untuk merubah kondisi seperti itu, tapi setuju banget komentar Pak Menpan soal kenaikan gaji toh keluarga di rumah menanti sang nafkah n yang penting berantas KKN khususnya Korupsi, setuju kan ??????

  49. Bung coy Says:
    July 10th, 2006 at 19:57

    Ok bung romi, teringat ketika para orang tua selalu berharap anaknya bisa jadi PNS, apakah itu sebagai paradigma kenapa ketika ada pendaftaran CPNS selalu membludak? atau kelangkaan lapangan pekerjaan di sektor lainnya? kok kayak BBM ya.. yang sering diberitakan. tapi asal jangan Benar–benar mabok aja… tapi salut juga buat Republik BBM yang selalu ingin mengadakan perubahan-perubahan untuk kebaikan.

  50. allow mas romi :) , lho kok Kenapa PNS gak cocok yak….. padahal klo aku dulu pas lulus kuliah pengen jadi PNS, cuman kadang makan ati klo jadi PNS, makan atinya gak punya duit sebab sekarang emang harus serba pake duit…… aku ngomong gini karena aku pernah ditawarin jadi PNS klo ada Uang 40 juta waw. :p uang segitu dimana? gila kan……makan aja aku susah he….. :) ).
    ngomong2 antrean tuch jadi inget kemarin waktu ikutan cpns di LIPI cuman sayang gak lulus he……he……. tapi yag jelas aku dah usaha jauh-jauh dari garut ke jakarta tuk jadi PNS… hee….

  51. eddy "epna" Says:
    July 13th, 2006 at 14:35

    bagus…intinya qt mang harus berjoeang u/ kebenaran baik dari dalam maupun dari luar kepemerintahan ..toh ini juga negri qta kan..saya pribadi support selalu point-point yg disebutkan mas romi di atas..yang jelas ..gimana qta harus berjuang dari dalam sesuai dengan syariat..(kebenaran) hakiki..kalo tak ada yang memulai dari dalam..terima kasih Mr Romi..Salam Bt keluarga..

  52. mungkin karena poin ke 2,3 4 itulah yang membuat banyak orang berlomba-lomba untuk menjadi PNS, sudah menjadi rahasia umum kalo penghasilan pegawai negeri itu gak cukup untuk hidup, makanya mereka melakukan hal tarsebut, dan hal tersebut akhirnya menjadi tradisi.
    bukan nya mau sok alim atau suci, tapi hal hal semacam itu lah membuat aku dari dulu tidak pernah ada minat untuk jadi PNS, selain itu saya juga gak mau merasakan seperti yang dirasakan Mas Romi, penat dan bosan, serta menjalani rutinitas yang sama setiap harinya

  53. hmm..OOT nee..kok kemaren ga bisa di akses yaa, http://romisatriawahono.net/ nya?

  54. Ya memang begitulah kira2 gambaran dunia birokrasi di negeri kita. Tidak hanya PNS ‘biasa’, pejabat dan anggota2 parlemen-nya malah tambah “parah”! Saya tidak tahu, mau jadi apa negeri ini nantinya kalau ‘budaya’ seperti itu terus dilestarikan.

    Salam reformasi !

  55. Untuk mas Izoel, sorry mas tanggal 12 Juni server romisatriawahono.net sempat down. Mohon maaf.

  56. Untuk bung Coi, mas Dede, sahabat saya mas Epna, mas Aribowo, dan mas Kaisar, intinya yang sudah ada didalam silakan tetap berdjoeang dalam batas kemampuan, berusaha melakukan perbaikan dengan strategi yang baik dan tentu saja halal ;) Dan tidak ada dikotomi antara yang berdjoeang di dalam dan di luar, sama-sama anak bangsa yang harus terus berdjoeang untuk memperbaiki republik ini. Terima kasih semuanya.

  57. ngomong2…bulan oktober mo ada penerimaan PNS lagi neh bos…sapa berminat????

  58. hareeee geeneee jadi PNS :) ) becanda mas, silakan kalau mau daftar ;)

  59. # mas hajar ada lowongan yak? dimana…..?
    BTW mas romi thank, emang bener aku harus berjuang secar murni yak tuk jadi pns :) , BTW mas romi kan Di LIPI kapan ada pendaftaran CPNS lagi hee… :) soryy pertanyaanya OOT banget. Yang jelas yang aku bayangin klo jadi PNS itu hidup makmur itu menurut aku sich :p

  60. Saya setuju. Menjadi PNS memang idaman mayoritas penduduk negeri ini. Barangkali ini merupakan mental feodal dan buah dari sindrom inferiority, yang enggan mengambil resiko dan malas untuk going extra mile. Sad. But true. :(

  61. Untuk Mr. Romi Satria Wahono (www.romisatriawahono.net)

    Well, Mr Romi yang lulusan Jepang saya sudah baca artikel anda melalui sahabat saya Godsoul yang memosting tulisan anda di forum ragam.info. Saya secara pribadi sangat senang dengan wacana yang anda coba ketengahkan (kasarnya-anda propagandakan). Tapi karena menganalisa adalah bukan merupakan dosa maka tidak sepantasnya saya menghakimi tulisan anda maka dengan surat terbuka ini saya mencoba menanggapi analisa seorang lulusan Jepang dengan tanggapan saya seorang PNS lulusan D3 yang dari kapasitas akademik sangat jauh di bawah anda.

    Mr Romi wrote :
    “Menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), bagi sebagian orang Indonesia adalah sebuah dambaan, meskipun bagi sebagian lagi yang lain mungkin keengganan. Menjadi dambaan banyak orang sehingga antrean pengambil formulir pendaftaran CPNS selalu membludak setiap tahun. Orang merelakan apapun yang dia miliki untuk menjadi seorang PNS, baik uang puluhan juta rupiah, harga diri, dsb. Meskipun sudah ada upaya dari pemerintah untuk memperbaiki masalah rekrutmen PNS, baik melalui hukuman dan perbaikan sistem, tapi tetap saja masalah sogok, suap, atau apalah namanya adalah fakta yang terjadi di masyarakat. Alhamdulillah saya tidak perlu melewati itu semua, karena kebetulan saya menjadi PNS bukan lewat jalur penerimaan biasa, tapi lewat beasiswa sekolah luar negeri dalam program STAID (sebelumnya bernama OFP dan STMDP) yang diinisiasi pak Habibie. Well, meskipun saya tidak pernah bercita-cita menjadi PNS, saya harus ikhlas melaksanakan perjanjian yang dulu saya buat sebelum berangkat ke Jepang. Dan secara dewasa saya harus mengakui bahwa ini adalah jalur jalan kehidupan saya, paling tidak sampai ikatan dinas 2n+1 saya berakhir ”

    Saya pribadi setuju jika dikatakan PNS adalah profesi favorit diNKRI. Tapi coba anda lihat latar belakang timbulnya keinginan menjadi PNS dengan lebih arif. 1). Manusia (seperti anda juga) tentu menginginkan hal-hal yang nyaman untuk dirinya, dan sebagian besar masyarakat kita menganggap PNS adalah “kenyamanan” itu. Jadi apa salahnya jika seseorang memilih jadi PNS, dan mengesampingkan profesi lain. Jadi ini semua adalah mengenai pilihan, coba anda renungkan puisi berikut : entah bagaimana/dalam perjalanan kehidupan/kamu belajar tentang dirimu sendiri/dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada/hanyalah penghargaan abadi/atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kau buat. 2). Adakah jaminan “kenyamanan” lain yang lebih baik dari PNS (dengan penilaian yang netral tentunya), adakah perusahaan swasta yang benar-benar memberikan jaminan “kenyamanan” yang sama. Oke, anda punya titel dari Jepang, beasiswa dari pemerintah lagi, tentunya ini akan memudahkan anda untuk mengambil “kesempatan” menimba rupiah di luar PNS. Tapi coba lihat dengan lebih luas untuk saudara-saudaramu yang cuma lulusan SMP,SMA trus jadi honorer trus diangkat jadi PNS apa profesi PNS bukan “hadiah dari Tuhan” untuk mereka? Apalagi mereka tidak punya kesempatan sebagus anda untuk menimba ilmu lebih tinggi, jangankan ke luar negeri untuk masuk SMA aja mereka susah, so PNS adalah jalan pintas merubah nasib mereka dan keturunan mereka. Dan apa hal ini juga yang dahulu mungkin membuat anda menerima “hadiah sekolah ke luar negeri” dari pemerintahan Habibie? Sehingga anda bisa berangkat ke Jepang, bisa meraih titel tertentu yang diingin-inginkan banyak orang? Jadi so what gitu loh??? Mengenai adanya praktik-praktik yang buruk dalam penerimaan PNS ini semua dalam hemat saya adalah proses yang normal dalam kehidupan dan saya punya keyakinan lambat laun akan ada pembenahan menuju model penerimaan PNS yang ideal. Mengenai berakhirnya 2n+1 tugas anda sebagai PNS saya koq melihat aroma bisnis yang kental yang di bawa anak-anak bangsa yang dibiayai dan disekolahkan pemerintah ke luar negeri. Bayangkan pemerintah menyekolahkan ratusan sampai ribuan anak-anak bangsa ke luar negeri dengan harapan anda-anda semua kelak dapat membawa angin perubahan di instansi tempat anda-anda bekerja, tapi apa lacur jika anak-anak bangsa itu menjadi model kapitalistik yang kemudian melihat kesempatan di luar PNS lebih menjanjikan kemudian menanggalkan status PNSnya dan mendapatkan raupan materi yang berlimpah dari luar profesi PNS. Padahal kuliah mereka dan titel yang mereka raih adalah dari dana APBN yang tadinya dialokasikan untuk pembangunan tapi dilimpahkan untuk pendidikan anda-anda sekalian. Apa yang didapat Negara dari proses perdagangan seperti ini? Dan yang lebih ironis lagi serta saya alami sendiri di kantor anak-anak bangsa yang pulang pendidikan di luar negeri sudah dibuai impian untuk segera menduduki posisi tertentu yang strategis juga meminta apresiasi yang begitu tinggi dari instansinya “hanya karena mereka lulusan luar negeri” dan belum menyumbang apapun utnuk negaranya, apa sikap mental ini yang akan trus membudaya? Cobalah lebih tenang dalam membuat pilihan ingat tidak setiap kita harus menjadi kemudi sopir dalam sebuah kendaraan ada kalanya kita harus ikhlas menjadi baut-baut kecil yang menyatukan mesin.
    “Jujur, saat ini saya merasa fatique, penat dan bosan dengan kehidupan saya sebagai PNS. Mohon maaf bagi rekan-rekan saya sesama PNS, sekali lagi saya tidak bermasalah dengan anda semua, saya cinta anda semua dan sedang berdjoeang seperti anda-anda semua Yang saya penatkan adalah behavior, sistem dan birokrasi yang ada di dalam institusi pemerintah. Biasanya yang menentramkan saya adalah sahabat saya yang lagi nongkrong di jerman, yaitu Made Wiryana yang sering mengatakan bahwa, yang paling gampang itu memang kalau kita memilih berdjoeang di luar, bebas dan tidak terikat. Penghargaan yang besar kepada rekan-rekan yang memilih berdjoeang di dalam institusi pemerintah, membuat inovasi serta perbaikan dari dalam.”
    “Nah saya ingin menshare suatu ide, pandangan dan referensi sebelum saudara-saudara saya tercinta di seluruh Indonesia memilih untuk menjadi PNS. Tentu yang saya sampaikan ini masih bersifat subjektif, masih hanya analisa di satu atau dua institusi pemerintah, dan perlu satu langkah diskusi, survey atau penelitian yang komprehensif sebagai upaya objetifikasi ide. Poin-poin yang saya sampaikan di bawah juga masih bisa ditambahi, dikurangi, dihapus atau bahkan diturunkan kalau muncul desakan di sana sini Mudah-mudahan ide ini bisa jadi gambaran sehingga tidak ada lagi orang yang salah jalan menempuh jalan terjal dan mendaki menjadi PNS, padahal itu sebenarnya tidak cocok untuk dirinya.”
    Mr Romi perasaan anda sama dengan saya penat dengan behaviour, sistem dan birokrasi yang ada, namun yang saya ingin berikan masukan kepada anda sebagai lulusan luar negeri (apalagi dari Jepang yang etos kerjanya tinggi) adalah dapatlah anda menjadi “role model” untuk suatu perubahan behaviour, sistem dan birokrasi itu sendiri. Saya rasa jika anda mau menjadi “role model atau agent of changing” apalagi posisi anda sebagai lulusan luar negeri, tentu saja orang-orang di sekitar anda tidak akan memandang remeh anda, dan tentu akan memberikan influence tertentu bagi instansi anda daripada anda setiap saat menampilkan di web pribadi anda keinginan tuk keluar dari PNS serta kepenatan anda di dalamnya. Saya sangat mengahargai dan menaruh hormat atas kesediaan anda dikritisi dan membuka wacana diskusi untuk pemikiran anda ini sehingga surat terbuka ini saya layangkan untuk anda.

    ”Jadi menurut saya, sekali lagi “menurut saya”, PNS tidak cocok untuk orang-orang seperti di bawah: “
    Saya kira pernyataan ini sangat terburu-buru dilabelkan di sini, karena bisa saja orang menafsirkan anda sedang menghakimi bahwa PNS adalah buruk karena etos-etos kerja yang baik yang disebutkan di bawahnya tidak cocok dan tidak pantas untuk PNS. Pernahkan anda punya guru (dari SD hingga Perguruan Tinggi) yang pribadinya begitu memikat anda? Beliau seorang PNS juga, apa beliau tidak cocok dengan kriteria-kriteria yang anda sebutkan di bawah? Coba akan adakah pernyataan maaf saudara untuk guru-guru diseluruh pelosok nusantara yang mengabdi siang dan malam tanpa henti tanpa pernah berpikir apa APRESIASI yang akan mereka dapatkan. Inilah yang “mereka” maknai dengan pengabdian yang entah saya tidak tau apakah anda memaknainya dengan hal yang sama dengan “mereka”? Mereka berpikir sederhana tidak serumit dan sekompleks anda sebagai lulusan luar negeri, tetapi jerih payah mereka nyata untuk banga dan Negara ini, coba berapa banyak anak-anak bangsa seperti anda telah dihasilkan oleh tangan-tangan dingin mereka, padahal di detik yang sama mereka juga bingung memikirkan bagaimana uang sekolah anak-anak mereka, cicilan rumah dan motor mereka, bahkan tunggakan pinjaman koperasi mereka. APA YANG MEREKA TUNTUT DARI NEGARA MR ROMI, PADAHAL NEGARA NYARIS TIDAK MEMBERIKAN APA-APA PADA MEREKA TIDAK SEPERTI YANG ANDA DAPATKAN DARI NEGARA???(Maaf saya terbawa emosi). Lihatlah mereka terus berkarya ditengah himpitan hidup yang mendera mereka tanpa banyak bersuara tapi memberikan karya nyata. Apa di Jepang dahulu tidak pernah ilmu ini diajarkan kepada anda? Atau kepergian anda ke Jepang adalah sia-sia? Mari sesekali kita melihat ke bawah jangan melulu melihat ke atas, melihat ke pelosok-pelosok desa di mana para guru dan dokter puskesmas sedang berjuang tanpa lelah tanpa dijanjikan fasilitas maupun beasiswa seperti anda, apakah yang seperti ini juga tidak bisa menentramkan hati anda dan apa hanya Made Wiryana sahabat anda yang lagi nongkrong di Jerman (yang sedang mendapatkan kenyamanan tinggal di Negara maju dengan bejibun fasilitas yang jauh lebih enak dari fasilitas yang di dapatkan oleh sahabat-sahabat saya yang PNS desa di lereng gunung merapi yang dingin dan setiap saat diancam bencana meletusnya merapi)
    Mr Romi wrote :
    “1. Orang yang ingin melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru dan berharap itu akan terimplementasikan dalam waktu cepat. Perubahan, perbaikan berjalan lambat karena sistem (baik dalam konotasi baik maupun buruk ) sudah berjalan sangat lama dan turun temurun. Anda mau nekat? anak kemarin sore dan pahlawan kesiangan adalah gelar abadi anda ”
    Seperti penjelasan saya di atas cukuplah saya bertanya tidak cukupkah perubahan yang dilakukan para guru&para PNS pemerintah pada diri anda sehingga anda bisa belajar ke Jepang sehingga diharapkan akan timbul perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru dari pengalaman yang anda timba di Jepang dan apakah kurang harapan mereka bahwa hal itu akan terimplementasikan dalam waktu cepat dengan kepulangan anda dan teman-teman anda dari menimba ilmu di mancanegara??? Siapa yang pahlawan kesiangan Mr Romi, orang yang nekat ingin tetap merubah atau orang yang meninggalkan gelanggang untuk ke luar dari PNS???

    “2. Orang yang tidak suka melihat uang dan anggaran dipermainkan, diputar-putar dan dipatgulipat. Orang yang memandang bahwa permainan anggaran, permainan perencanaan kegiatan adalah kegiatan yang salah, penuh dosa dan akan mendapatkan balasan setimpal di akherat kelak. Perlu dicatat juga bahwa banyak juga ”PNS lurus” yang tidak menyadari bahwa beberapa fasilitas dan honor yang diterima adalah hasil subsidi silang dari kesemrawutan anggaran dan realisasinya.”
    ”3. Orang yang tidak suka sesuatu berjalan tidak sesuai dengan rencana atau anggaran yang jauh-jauh hari telah ditetapkan. Dalam rencana anggaran tertulis beli komputer Rp. 20 juta, ternyata harga sebenarnya hanya Rp. 5 juta, dan akhirnya sisanya dipakai untuk keperluan lain yang di luar rencana (honor, tunjangan, beras atau minyak goreng untuk karyawan). “
    “4. Orang yang tidak tega memalak teman-temannya yang menjadi rekanan bisnis institusinya, dengan meminta kuitansi seharga Rp. 50 juta, padahal nilai pengadaan barang/jasa sebenarnya hanya seharga Rp. 25 juta. Si rekanan bisnis ini karena marginnya kecil, jadi ngemplang pajak, karena memang dia tidak menerima duwit sebesar itu. Perusahaannya bangkrut karena nggak kuat bayar pajak, akhirnya dia buat perusahaan lagi dan ngurus jadi rekanan lagi. Muter-muter terus coi … ”

    Oke saya akui hal itu terjadi di instansi pemerintah, tapi apa lari dari permasalahan itu dengan ke luar dari PNS adalah solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan itu? Apakah dengan larinya anda dari profesi PNS maka masalah akan selesai? That’s wrong Mr Romi, tetap ada yang harus mengubahnya dari dalam.

    “5. Anak muda yang cerdas, berwawasan dan bisa mengeluarkan dan merangkumkan ide (pendapat) yang lebih brilian dan strategis daripada eselon diatasnya (eselon 4, 3, 2, 1) atau bahkan seorang menteri. Si anak muda ini ketika bertemu dengan bos yang tidak tepat akan disebut bahwa idenya terlalu strategis dan kurang tepat dengan golongannya yang rendah dan cocok untuk permasalahan teknis ”
    Apa anda sedang bergurau Mr Romi, ide (pendapat) sebrilian dan sestrategis apapun klo belum menjadi karya nyata tetaplah menjadi konsep semata coba anda mulai dari hal yang kecil dahulu, misal anda punya kemampuan MS Access kemudian anda membuat aplikasi surat masuk-keluar diinstansi anda tentu hal ini akan sangat membantu kantor anda bukan? Memang tataran PNS yang belum masuk eselon adalah pelaksana teknis dan tentunya belum mempunyai pengalaman yang memadai untuk menjadi pembuat keputusan ditingkat eselon. Coba lihat bagaimana para pemuda masih terlalu meledak-ledak jika menghadapi suatu masalah. Semua ada waktunya-semua ada saatnya Mr Romi. Saya tuliskan sebuah puisi lagi untuk anda Mr Romi : adalah menjadi pohon kelapa yang aku impikan/semakin tua semakin banyak manfaatnya/buah yang santannya semakin kental/daun yang bisa disulap menjadi lidi/dan juga batang yang semakin kokoh karena terpaan angin kehidupan/aku hanya ingin jadi pohon kelapa/pohon yang tidak sia-sia

    “6. Orang yang tidak suka dirinya dan hasil kerjanya dinilai hanya dari absensi. Atau lebih lagi bagi orang yang tidak bisa kerja kalau sebelum kerja harus njeglok mesin absensi Apa yang anda perbuat, membuat proposal setebal kamus oxford, kerja lembur sampai subuh, membuat kerjasama dengan institusi atau organisasi di luar negeri, atau mengharumkan nama institusi karena anda berprestasi di luar, semua tidak akan dipandang kalau absensi anda jeblog. Kalau anda protes, maka anda akan diminta membaca UU No 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan PP No 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Kalau perlu bacanya sambil nyungsep di laut saja mas … ”

    Mengenai hal ini coba anda tanyakan pada guru-guru yang telah bisa memaknai arti pengabdian bukan hitung-hitungan dagang semata.

    “7. Orang yang merasa kurang apabila bekerja sehari hanya 4 jam. Karena kemungkinan anda akan datang jam 8 pagi, njeglok absen, sarapan pagi sambil ngobrol sampai jam 10. Istirahat siang jam 12, kembali ke kantor jam 13:15, dan adzan sholat ashar jam 15:15 merupakan bel pulang kantor.”

    Saya kira sudah mendahului tanggapan saya di atas tetang “role model” itu…

    ”8. Orang yang memiliki jiwa enterpreneur dan selalu melihat segala peluang sebagai peluang yang kemungkinan bisa menjadi bisnis. Ketika jiwa enterpreneur ini diimplementasikan di tempat yang tepat hasilnya akan positif, tetapi apabila diimplementasikan di institusi pemerintah tempat bekerja, bisa jadi sumber korupsi yang maha dahsyat dan mengerikan. Orang ini diharapkan ketika melihat berjubelnya pendaftaran PNS dan mendengar keluhan 4 juta PNS di Indonesia tentang gaji mereka yang rendah selalu berpikir untuk mempunyai perusahaan dan bisa membuka lapangan kerja baru bagi 4 juta orang di Indonesia. Mungkin posisi itu lebih tepat.

    Mr Romi saya rangkaikan lagi sebuah bait puisi untuk anda : Jikalau hidup engkau hitung dengan hitungan dagang/apa engkau tidak malu pada Ibumu?/beliau memberi dan mengabdi padamu/tanpa pernah kenal apa itu arti meminta

    Saya yakin bahwa sebagai anak bangsa, baik posisi kita ada di dalam maupun di luar institusi pemerintah, kita ingin dan sama-sama berdjoeang membuat republik kita ini lebih baik, lebih maju, lebih sejahtera dan disegani bangsa-bangsa lain. Seperti yang sudah saya sitir diatas, kadang PNS bukanlah pelaku, tetapi sebenarnya juga menjadi korban. Masih banyak “PNS-PNS lurus” yang siap melakukan perbaikan di negeri ini. Mari kita melakukan perbaikan semampu kita, baik dengan lisan, hati maupun dengan tangan. Dan jangan lupa untuk mensyukuri segala nikmat dan keadaan yang sudah Allah berikan kepada kita.”
    Nah Mr Romi saya kira paragraph terakhir dari artikel anda adalag untaian kalimat-kalimat perdamaian yang menyejukkan hati. Jadi mari sama-sama kita melakukan perubahan dengan terus berkarya. Ada pun keputusan anda untuk keluar atau tidak tolong jangan dihitung dengan hitungan dagang semata. Sejenak saya tutup surat ini dengan bait puisi saya ; ketika kapal yang engkau tumpangi/sedang goyah diterpa gelombang/tanggal layar dan hampir tenggelam/ apa engkau begitu tega meninggalkannya/padahal engkaulah yang kelak diimpikan menjadi nahkodanya

  62. Untuk mas Acwin, great job, thanks komentar anda yang cukup terstruktur. Saya senang mendapatkan sahabat baru PNS seperti anda yang masih mau berbicara dan berdiskusi dengan baik ;)

    Beberapa komentar saya:
    1. Tidak semua pendanaan untuk scholarship ke luar negeri adalah dari APBN. Ada yang murni dari organisasi atau pemerintah asing (bukan pinjaman) seperti beasiswa saya ke Jepang yaitu Mombusho.

    2. Saya tidak pernah meragukan perdjoeangan dan pengabdian para PNS lurus, seperti sudah saya sampaikan bahwa banyak PNS adalah korban dan bukan pelaku. Yang saya kritik adalah sistem dan birokrasi yang ada, dan bukan rekan-rekan saya para PNS-PNS lurus. Saya juga masih menjaga kontak dengan guru-guru SD, SMP dan SMA saya. Saya selalu berterima kasih kepada mereka karena sudah membesarkan dan mendidik saya dari tidak tahu menjadi tahu. Saya juga menginisiasi program Smart Teacher (cek di artikel lain di blog saya) untuk memberi kesempatan guru-guru SD-SMA berkembang dan memberi mereka kompensasi yang layak atas semnagat dan jerih payah mereka.

    3. Role model dan agent of change adalah perdjoeangan yang harus terus kita lakukan, dan ini yang saya sebut dengan melakukan perbaikan dari dalam. Meskipun suatu saat kita harus mengambil keputusan kalau secara cost-benefit analysis institusi kita terlalu lembam dan sudah sangat sulit diperbaiki. Saya mencintai institusi saya, tapi saya lebih cinta surga yang dijanjikan Allah. Saya tidak ingin argo dosa saya terus jalan karena perbuatan “dosa berjamaah” di insitutusi saya berada.

    4. Saya tidak pernah berburu atau meminta posisi di institusi pemerintah, dan saya tidak pernah komplen ditempatkan dimanapun, asal saya dibutuhkan. Bahkan ketika saya hanya jadi CD burner di kantor saya ;)

    5. Perdjoeangan untuk perbaikan tidak hanya dilakukan oleh PNS tapi juga rekan-rekan dan sahabat kita di luar PNS. Guru yang miskin juga bukan hanya yang ada di sekolah negeri, tapi juga guru-guru sekolah swasta. Komponen-komponen bangsa harus dikumpulkan, tidak ada strata, tidak ada dikotomi, perdjoeangan untuk memperbaiki bangsa ini harus terus dilakukan.

    6. Tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah. Lebih baik orang memiliki kekuatan ekonomi untuk bisa membantu rekan-rekan yang lain, membuka lapangan kerja, memberi kesejahteraan kepada rekan-rekan yang lain. Jangan pernah berprasangka negatif terhadap kegiatan bisnis dan dagang, karena Rasulullahpun juga seorang pedagang :)

    7. Ketika saya mengembangkan IlmuKomputer.Com, saya tidak pernah berorientasi bisnis, saya relakan artikel-artikel kita didownload siapapun untuk bahan belajar. Ketika suatu saat ada tawaran kerjasama dari perusahaan atau vendor untuk pengembangan sistem, itu kita terima dan itu memang jadi peluang bisnis, dimana dengan itu kita bisa buka lapangan kerja baru bahkan untuk lulusan-lulusan SMA atau SMK yang punya skill baik tapi tidak punya ijazah. Aktifis IlmuKomputer.Com banyak yang seperti itu mas Acwin, saya sengaja mengajak mereka supaya bersama dalam perdjoeangan. Saya tidak pernah mengdikotomikan lulusan SMA, Universitas baik di dalam maupun luar negeri. Siapapun yang punya kemampuan dan semangat, maka dia berhak atas rezeki dari Allah, dan itu sudah janji Allah.

    Begitu mas Acwin, sahabat saya yang baik. Meskipun banyak rekan-rekan saya yang tidak pulang lagi di Indonesia, saya memutuskan pulang untuk bisa berdjoeang di institusi saya, berdjoeang bersama rekan-rekan saya aktifis IlmuKomputer.Com yang selama ini dengan semngat tinggi sudah berdjoeang dan berkorban untuk rekan-rekan lain. Dan tentu ini saja nggak cukup, masih banyak yang harus dilakukan. Saya ingin sebanyak mungkin bisa buka lapangan kerja baru, saya pingin semua teman-teman saya bisa sekolah dengan memberi beasiswa, saya ingin PNS dan guru-guru bisa lebih sejahtera, saya pingin orang Indonesia lebih berkualitas dan berkarya lebih baik lagi, dan masih banyak lagi yang saya inginkan mas … Dan saya tidak diam mas, saya terus bergerak supaya satu persatu keinginan saya bisa terwujud, meskipun mungkin pelan-pelan.

    Sekali lagi, terima kasih atas komentar anda. Saya bangga dengan PNS-PNS lurus yang wawasannya sangat luas seperti anda.

  63. Oke Mas Romi, saya menaruh penghargaan yang sangat tinggi terhadap anda yang telah mengembangkan ilmukomputer.com (yang track recordnya sbg e-learning sudah mendunia). Karena saya yakin bahwa ilmu pengetahuan selama selaras dan memberi kontribusi positif kepada kehidupan manusia adalah tidak bisa dikesampingkan dan harus dikembangkan. Saya juga sangat menghargai bahwa anda masih mau pulang keNKRI membangun bangsa ini lebih baik. Klo pun tidak bisa terwujud sekarang, percayalah Mr Romi, pondasi yang anda bangun akan dapat dinikmati oleh anak-anak kita. Salam hormat, “Sesungguhnya janji Alloh itu nyata, dan Aku lebih tertarik dengan janji Alloh daripada janji-janji manusia”

    Ada puisi indah untuk anda Mr Romi :

    Kalaupun smua pintu tertutup/maka carilah pintu yang terbuka/kalau tidak ada pintu yang terbuka/maka carilah jendela yang terbuka/kalau tidak ada jendela yang terbuka/maka jangan takut/masih ada pintu doa…

  64. Mas Acwin,

    Terima kasih, mudah-mudahan Allah mengabulkan doa kita bersama. Dan mudah-mudahan diskusi kita bisa dilanjutkan ke bentuk bentuk lain, mungkin kerjasama atau gimana :) Paling tidak, yang pertama bisa kita lakukan adalah, mari bertukar link site blog (blogroll). Dimana saya bisa mengakses blog anda mas Acwin.

    Surprise dan senang dengan message anda. Sejak keluar kampus 2004, nggak pernah lagi saya dimanusiakan dengan diskusi-diskusi menarik oleh teman-teman di institusi saya. Thanks diskusinya.

  65. Thanks juga untuk dede dan nofie yang sudah ngasih komentar. Jalani perdjoeangan hidup lah :)

  66. alm. bapakku pernah wanti-wanti…
    jangan pernah aku jadi PNS, POLISI, TENTARA, DAN APARAT HUKUM di ENDOSAH!
    :D

    hehehe… tau kan alasannya kenapa ;)

  67. Saya seorang siswa yang baru memasuki Bidang Komputer Jaringan
    Menurut saya memang benar!!!!!!!!
    PNS sangat terikat dengan aturan yang telah ditentukan!
    Bagi para Bussinesman Kebebasan Financial sangat dibutuhkan!!!!!
    Bukan berarti kita tidak boleh menjadi PNS!!!!
    Karena untuk mendukung Pemerintah yang maju!!!!
    Kita sangat dibutuhkan!!!!!
    Yaitu!!!!! Kita yang memiliki Keahlian yang KOMPETEN di bidangnya!!!!
    Misal saja!!!!! Seorang Programmer, Networker DSB……….
    Maka sebaiknya kita yang ahli atau Kompeten di bidangnya.
    Sedikitnya menyumbangkan Ilmunya kepada Rakyat Indonesia.
    Selain dari Internet!!!!! Kita sebaiknya terjun langsung ke Lapangan.
    Dengan mengadakan Kursus Gratis bagi Pelajar atau Umum!!!!
    OKAY itu aja dari saya!!!!!
    Palembang JAYA!!!!!!!!!!

  68. Maslow pernah mengemukakan teorinya bahwa kebutuhan manusia pertama adalah kebutuhan akan makanan, poin ini dikritisi oleh beberapa orang dan akhirnya dianulir kesalahannya oleh Maslow sendiri pada akhir hayatnya bahwa kebutuhan pertama manusia adalah nilai-nilai hidup yang ingin dicapai atau diaktualisasikan oleh masing-masing individu dalam hidupnya (cmiiw, kurang lebih demikian). Etos ini termasuk pencapaian nilai-nilai altruistik saya lihat banyak dilakukan oleh orang-orang India yang notebene juga belum menjadi negara makmur (sampai saat ini), sementara di Indonesia lebih banyak bertipe safe player dan moderate daripada seorang struggle.

  69. A rethinking, may be useful, may be not,
    Do not become a secularism principles, basic of development is values arrangement, not food fullfilment at first level or something like that…
    Not OOT, isn’t?

  70. Halo Romi !

    Saya senang sekali membaca blognya Romi ini. Saya tahu karena ada kawan yang posting di Intra LIPI. Kita buka-bukaan saja ya, toh memang tidak perlu ada yang disembunyikan. Saya sangat memahami isi hati Romi, karena kita seinstitusi meski lain lembaga, dan kebetulan juga saya seniornya dengan jalur yang sama. Bahkan dengan background yang jauh lebih ada alasan untuk berhenti jadi PNS daripada Romi…;-). Juga waktu awal Romi pulang kita sering bertukar pikiran.

    1) Meski artikel Romi ada nuansa men-discourage generasi muda mendaftar jadi PNS, saya yakinkan bahwa kami, minimal di LIPI, masih memerlukan kalian yang pintar, bersemangat dan siap berjoeang. Untuk itu, seperti penerimaan CPNS tahun lalu, sistem Penerimaan CPNS LIPI saya jamin bersih dan untuk pertama kalinya di Indonesia semua full online. Jadi boro-boro bayar segala, antrian yang bisa bikin pingsanpun tak ada. Ini sebagai langkah awal untuk mendapatkan kandidat terbaik. Sebab permasalahan laten di PNS adalah SDM yang memble akibat proses rekrutmen selama ini yang tidak transparan. Sialnya ini sudah berlangsung sepanjang era Orba sehingga beberapa generasi sudah terlanjur terisi oleh orang-2 yang bermasalah dengan kompetensi payah. Meski tidak semua, tetapi benar bahwa yang bagus itu hanya minoritas.

    2) Bagaimananpun perubahan tidak bisa dilakukan hanya dari luar oleh sistem. Karena sistem yang ada turun temurun tsb memang banyak sekali buruknya sebagai warisan Orba. Perubahan terbesar harus dari dalam dan dilakukan oleh sivitas internal. Untuk itulah diperlukan superman-2 di dalam. Hal ini saya rasakan benar sejak berada di LIPI sejak 2002. Untuk itu memang harus ada ambang batas jumlah kawan yang pintar dan punya dedikasi untuk break event point melakukan perubahan. Saat ini saya merasa, minimal di tempat saya bekerja, sudah mendekati ambang batas itu sehingga perubahan bisa semakin dipercepat. Orang-2nya sebenarnya juga kawan-2 sendiri yang dari jalur yang sama dengan saya dan Romi. Asal ada 10% saja yang bagus itu sudah cukup, sebab yang 90% itu hanya follower, sedangkan yang 10% itu yang menjadi kunci perubahan sistem. Dalam konteks ini, saya mohon anak-2 muda yang masih smangat dan pinter daftar jadi PNS LIPI yah, please….! Karena Anda calon penambah ambang batas sivitas pelaku perubahan ! Saat ini seluruh tim saya, baik di lembaga saya maupun di Tim Gabungan Jaringan (TGJ) LIPI diisi anak-2 muda yang masuk tahun 2005 dan 2006.

    3) Sayangnya, seperti kasus Romi, calon superman-2 tidak selalu masuk di tempat yang tepat. Sehingga kemampuan supernya tidak sempat tereksplorasi dan mendapat timing menjadi ikon perubahan. Apalagi untuk perubahan yang membutuhkan “sedikit revolusi”. Meski ada juga perubahan yang harus dilakukan agak lambat dan berhati-hati, sebagian besar harus ekstrim dan dilakukan dengan cepat dan drastis. Sebab kalau tidak akan kehilangan momentumnya. Karena setiap perubahan, apalagi terhadap sistem yang sudah laten, pasti menimbulkan resistensi.

    4) Sejauh yang saya jalani, khususnya di lembaga akademis seperti lembaga saya, saya merasa masih bisa melakukan perubahan. Itu mungkin karena sivitasnya yang relatif lebih akademis. Perubahan memang lebih sulit untuk lembaga yang sifatnya lebih administratif, seperti lembaga tempat Romi. Apalagi departemen-departemen, nggak kebayang deh…

    5) Sebagai person untuk mendorong perubahan, memang harus berlaku bak superman. Apalagi untuk “superman pionir”, harus jadi super-superman ! Beruntunglh kalau Anda bisa langsung masuk di tempat yang sudah ada supermannya. Anda tinggal ikut gerbong. Khusus untuk superman pionir, harus keep yourself perfect minimal di mata sivitas dan “berani mati”. Karena Anda harus menjadi contoh. Karena perubahan ekstrim, atau bahasa bisnisnya turn-around, harus dilakukan secara ekstrim dan “sedikit” otoriter supaya tidak kehilangan momentum. Persis seperti Lee Kuan Yew atau Mahathir waktu pertama kali memimpin negaranya yang saat itu sebenarnya tidak lebih baik dari Indonesia. Setelah stabil dan oke baru otoriternya dilepas (asal jangan kelupaan). Agar kebijakan yang otoriter tsb bisa diterima itulah perlu keteladanan dan menjadi panutan sehingga sivitas trust pada Anda. Apalagi untuk PNS yang umumnya memang krisis teladan….;-(. Dalam konteks ini Romi dkk (Hendro dll) punya kelemahan waktu itu yah karena S3-nya tidak terselesaikan, padahal itu mutlak untuk lembaga akademis seperti LIPI….;-(.
    Kalau saya sejak awal prinsipnya maju terus, nggak perduli tabrak sana tabrak sini. Karena prinsip saya nothing to loose. Pilihan saya hanya dua, hancurkan sekarang dapat hasil atau kalau gagal keluar dari LIPI. Toh, kalau tidak begitu, kemudian saya frustasi akhirnya keluar juga. Jadi daripada keluar tanpa ngapa-ngapain, mending keluar setelah “berlumuran darah” tabrak sana tabrak sini…. Untuk itu kita harus konsekuen, saya dulu tidak pernah ikut proyek apapun, sehingga kita lebih netral dan bebas. Sebagai gantinya ya cari grant-2 dari kolehga di luar negeri. Sampai sekarangpun saya tidak peduli punya proyek penelitian dengan dana LIPI atau tidak. Pokoknya harus semandiri mungkin sehingga kita tidak mudah ditekan. Masalah ikut proyek atau tidak ini sebenarnya kunci. Untuk calon superman saya sarankan tidak ikut (jadi Penannggung-jawab). Kalau tidak, posisi Anda akan terkunci dan sudah skak-mat tuh…
    Lebih dari itu, saya nggak ambil pusing dengan honor tambahan dll. Mau dikasih honor ok, nggak juga nggak apa-apa. Justru karena tidak ada proyeknya, apa yang sudah dikerjakan dan tidak mendapat imbalan tidak menjadikan sakit hati, lha wong sejak awal memang niat ingsun volunteer kok…

    Kesimpulannya : untuk mampu melakukan perubahan ada beberapa faktor.
    1) Tempat dan timing yang pas, lebih enak kalau sudah ada superman pionir disitu. Kalau tidak Anda harus menjadi pionirnya.
    2) Untuk jadi superman pionir : punya modal “kekuatan moril” berupa pendidikan dan track-record (bersih, di bidangnya, dll). Ini sebabnya perusahaan yang kolaps akan mencari eksekutif hebat dan terkenal untuk melakukan turn-around, supaya seluruh sivitas bisa dimobilisasi iku gerbong perubahan.
    Kalau sudah ada superman pionir, Anda cukup menambah “bekal dan track-record” untuk menjadi superman baru.
    3) Berani bersikap nothing to loose dan harus mandiri. Itu sebabnya sebelum balik ke Indonesia, selama di LN harus mempersiapkan diri (ekonomi, kepakaran, koneksi sumber dana, dll). Ini supaya kita bisa kerja volunteer di dalam lembaga dan tidak mengharapkan apapun.

    Nah, kalau Anda tidak memiliki 3 poin diatas. Cobalah dulu melakukan perubahan, paling lama selama 2 tahun. Kalau tidak bisa, segera tentukan pilihan hidup ! Pokoknya jangan setengah-2 ! Kalau keluar ya keluar aja…. Sebab masa puncak seseorang ada batasnya, setelah usia tertentu hukum alam mengajarkan kurva selalu berbentuk parabola terbalik dan tidak linear ke atas terus…. Sehingga dalam usia puncak ini segera manfaatkan potensi Anda, apakah sebagai PNS atau sebagai entitas non-PNS. Yang penting berprestasi, karena itulah yang diharapkan dan diperlukan negeri ini !

  71. Heheh thanks komentarnya mas Handoko. Saya nggak ngerti malah kalau ada yang forward ke intra lipi. Intinya saya setuju dengan pendapat mas Handoko.

    Hanya saya tidak setuju bahwa degree harus dikedepankan (dimanapun kita berada), omong kosong lah dengan ini. Banyak Doktor lulusan LN yang kerjanya di Indonesia cuman jadi penerjemah kok. Dan banyak juga yang saking pintarnya sampai kegiatan penelitian sama dipropose berkali kali sampai bertahun tahun (berkacalah wahai para orang pintar). Kasihan rakyat yang membiayai penelitian tipuan semacam ini ;) Prof. Dr di LIPI juga bejibun, tapi juga nggak banyak kerja kerja riil yang dilakukan, nggak ada sesuatu yang “menggelegar” keluar dari lembaga ini.

    Lupakan degree, kita beri applaus kepada siapapun yang berkontribusi riil untuk republik ini.

    Tetap dalam perdjoeangan ….

  72. widiantoko Says:
    July 25th, 2006 at 11:32

    Mas Romi

    Sebetulnya di pemerintahan (jadi PNS) atau di non pemerintahan punya masalah masing-masing. Kalo masalah “pat gulipat” di non pemerintahan juga ada ah…

    Semua kembali ke diri kita. Bukan gitu Mas

    Widiantoko

  73. struggle -> struggler
    a secularism principles -> a collection of secularism principles
    fullfilment -> fulfilment
    Not OOT, is it?

    Memanglah fakta di Indonesia pegawai swastapun sangat banyak yang bergaji UMR bahkan dibawah
    UMR dan juga terlalu banyak syarat tetek bengek bagi pegawai swasta, sehingga banyak orang memilih jalur PNS sebagai salah satu alternatif. Namun kan tidak selalu demikian?

  74. Mohon maaf sepertinya sebagian komentar post ini tertangkap spam filter :( Mohon mengisi kembali bagi rekan-rekan yang komentarnya belum termuat. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

  75. Untuk mas Widiantoko, benar di non-pemerintah juga kadang melakukan hal yang sama ;)

  76. duh neeh posting umur nya hampir sebulan, tapi masih belum selesai juga dibahas.

  77. hehehe iya nih mas aribowo, saya juga heran, kok masih rame. Dan jumlah komennya rekor terbanyak di blog saya :D Kebetulan 3-4 minggu kemarin saya harus “bertapa” di depok karena ada diklat di LIPI, jadi belum sempat post message baru. Mungkin setelah message baru muncul, agak reda :)

  78. Parlin Pasaribu Says:
    July 25th, 2006 at 16:02

    Dear All,

    Dalam salah satu pertemuan yg resmi, seorang Prof.Dr dari KPK menyatakan dalam forum “kalau mau jadi kaya jangan jadi pegawai negeri” mungkin kita juga sering mendengar pernyataan ini dari orang yang berbeda.
    Benarakan pernyataan tersebut? Jika itu dianggap informasi yang hanya mengandung nilai benar atau salah maka pernyataan itu masuk ke nilai benar, paling tidak menurut saya.

    Dalam acara apel pagi seorang Bupati baru yg baru dilantik menyatakan jumlah pegawai di kantornya seharusnya dikurangi 60% karena terlalu banyak sehingga tidak efisien yang membuat muka sebagian besar pegai sedikit tegang :)

    Seorang Ketua Bapeda Provinsi berkomentar tetang penerimaan PNS “Nantinya PNS akan banyak menjadi sampah karena semua pegawai honor akan diangkat jadi PNS” sorry agak kasar karena kami waktu itu bicara berdua.

    Sudah menjadi rahasia umum bahwa penerimaan pegawai negeri sebelum penerimaan tahun yang lalu sarat dengan KKN dan tahun inipun masih banyak yang diduga melakukan hal yg tidak “fair” seperti yang diungkapkan Prof.Dr.Ryass Rasyid dalam salah satu acara di TV.

    Perlu di garisbawahi bahwa Guru TK sampai dengan Guru SMU yg notabone juga PNS berbeda dengan PSN yang bekerja di istitusi lain seperti LIPI,BATAN,BPPT dan Departemen.Jadi jangan disamakan atau dijadikan alasan untuk menyamakan semua PNS.

    Ayah saya seorang PNS (sekitar 30 Tahun menjadi Kepala SD Negeri) dan saya bersyukur bisa bersekolah sampai kuliah tetapi sampai saat ini saya belum berkeinginan untuk menjadi PNS.

    Menurut saya, jika mau merubah birokrsi tidak cukup kita menjadi seorang superman atau superman return :-) tetapi banyak faktor yg mempengaruhi termasuk yg utama adalah Presiden, Menteri, Dirjend, dst sampai dengan dengan PNS golongan terendah melaksankan apa selalu mereka kemukakan dengan good governance.

    Ternyata susah juga membahas PNS apalagi teman-teman yg terlanjur masuk PNS :-)

    Wassalam,

    Parlin Pasaribu

  79. Terima kasih mas Parlin. Saya pikir post dari mas Parlin menambah kaya diskusi kita.

  80. Betul memang degree tidak penting. Saya juga tidak mementingkn itu. Tetapi itu perlu sebagai “modal awal”, khususnya kalau mau menjadi superman melakukan perubahan internal di lembaga akademis. Kalau kontribusi non-akademis saya pikir oke tanpa itu. Tapi kalau di lembaga macam LIPI atau univ itu mutlak. Bagaimana mau buat perubahan membuat kurikulum kuliah yang baik kalau kita tidak pernah bisa menjadi dosen tetap karena hanya S1 misalnya…
    Poin saya diatas adalah : untuk kasus Romi itu merupakan salah satu “cacat” yang mengurangi keteladanan dan trust. Memang tidak ada manusia sempurna, tetapi untuk mengajak orang berubah kita harus “bersih” dan menjadi contoh. Dalam konteks Romi di LIPI : ya harus menyelesaikan studi, punya track record akademis, track record pekerjaan bagus (ini sudah ada khan), dsb…. Kalau bukan di LIPI ya mungkin lain lagi lah….

    Untuk Bang Parlin Pasaribu, saya setuju sekali kalau perubahan harus dilakukan oleh Presiden dsb. Tapi kalau menunggu itu ya seperti menunggu godot. Yang saya ungkapkan adalah bahwa masih banyak celah yang bisa dan harus dilakukan dalam level kita dan grup kita. Pengalaman saya justru menunjukkan perubahan terbesar itu ada di tangan kita sendiri. Ini jauh lebih cepat dan yang atas akan terdesak mengikutinya setelah itu.

    Justru pandangan top-down itu merupakan mental tinggalan Orba… Itu juga yang menjawab mengapa meski ada kebijakan ini itu, tetap saja birokrasi tidak berubah. Karena memang yang lebih banyak diperlukan, dan ini lebih sulit, adalah ikon perubahan di level grass-root dalam internal birokrasi. Itulah sebabnya di jaman ini gerakan akar rumput macam LSM itu makin penting. Ini sebenarnya salah satu ciri demokrasi yang mulai berjalan, termasuk dalam birokrasi. Kalau negara otoriter macam Cina memang semuanya harus top-down. Khususnya di lembaga akademis macam Puslit-puslit di LIPI ini lebih subur karena secara birokrasi ketergantungan pada atasan rendah, berbeda dengan di departemen atau lembaganya Romi yang lebih bersifat administratif dan struturalnya kental.

    Sebenarnya secara umum PNS yang jadi guru, dosen dsb juga sama saja. Hanya Bang Parlin nggak tahu aja…;-). Tetapi persentase yang bermasalah memang lebih rendah karena ada tuntutan profesionalisme sesuai karakteristik pekerjaan. Di LIPI, BPPT dsb kalau untuk kalangan peneliti juga demikian. Yang masalahnya banyak memang di bagian yang sifat pekerjaannya umum dan administratif. Itulah mengapa yang bermasalah di Departemen jauh lebih banyak karena kelompok profesional disitu hanya minoritas.

    Kayaknya setelah masuk Intra LIPI, blog kamu bakalan makin rame lho Rom, he… he… ;-)

  81. hehe saya juga nyasar dari intra lipi ;)
    sebenarnya gak pingin jadi PNS tapi keterimanya di LIPI yah… (sempet apply jadi peneliti di NGO tapi gak keterima)

    tapi dari dulu udah tau dikit2 si jadi PNS itu seperti apa, jadi ga terlalu shock. bertahan aja. “don’t fight the battle you can’t win”

    ups saya korupsi waktu nih (dan korupsi bandwidth, hehe. maaf pak handoko ;P)

  82. Parlin Pasaribu Says:
    July 26th, 2006 at 15:34

    Yth Mas Handoko,

    Saya sangat tidak setuju dengan apa yang disebut bahwa pandangan “top down” merupakan peninggalan orba, Apa buktinya,apa alasananyan, contohnay seperti apa, etc.

    Mas Handoko menyebut-nyebut China, China bisa berhasil menyelesaikan masalah korupsi karena mereka memiliki Presiden , ketua “MPR” dan menteri yang sungguh – sungguh memberantas korupsi.

    Masalah LSM, sudah menjadi rahasi umum bahwa LSM banyak yg hanya memetingkan kepentingan proibadi dan kelpompoknya dan sedikit yg benar-benar berjuang untuk tujuan yg benar.

    Maksud saya bedanya PNS Guru SD dengan PNS Depatemnt atau institusi pemerintah adalah dari segi pendapatan (gaji), dan fasilitas yg didapatkan.

    Demikian sanggahan saya. dan saya tidak terlalu tertarik dengan politik.

    Parlin Pasaribu

  83. Khususnya untuk mas Handoko, saya sih nggak merasa bahwa PhD saya yang belum selesai adalah sebuah cacat :) Alasannya mungkin saya berikan beberapa di bawah:

    1. Karena secara administratif saya sudah menyelesaikannya (persyaratan publikasi journal, confeference, kredit, dsb). Masalah muncul karena ada pergantian profesor baru yang kebetulan pernah perang dengan profesor saya yang lama, dan berakibat ke semua mahasiswanya dibuat masalah (tidak ada satupun yang dilulusin). Dan ini sesuatu takdir yang mungkin sudah ditentukan oleh yang diatas ;) Insya Allah saya berusaha untuk menyelesaikannya dalam waktu dekat. Meskipun kalaupun saya dapat, saya tidak akan memakainya di kartu nama, sim, ktp, dsb. Saya terbiasa hidup tanpa gelar, dan itu lebih enak :)

    2. Saya tidak dibiayai oleh pemerintah Indonesia untuk program M.Eng dan Dr.Eng saya, tapi dibiayai pemerintah Jepang dan saya dapatkan langsung dari Saitama Univ (kompetisi langsung di fakultas, dan bukan program G2G atau U2U).

    3. Saya bukan superman, batman atau manusia super lain. RSW hanya manusia Indonesia yang lemah dan banyak kesalahan. Perubahan yang ingin saya lakukan juga adalah tawaran, bukan paksaan. Saya sejak datang ke Indonesia 2 tahun lalu nothing to loose dalam berdjoeang. Mau tetap dipakai silakan, mau nggak dipakai atau bahkan dipecat dari PNSpun saya tetap bersyukur.

    Saya jadi agak aneh melihat orang sekaliber mas Handoko masih memandang bahwa PhD berhubungan dengan TRUST dan KETELEDANAN ;) Di LIPI dan juga institusi lainpun masih banyak orang-orang yang berkontribusi riil untuk republik meskipun tidak menyandang degree Dr.Eng, PhD atau Prof :)

    Saya tidak suka membuat strata sosial manusia dari degree. Di Jepang koki, pengusaha, atlet, pegawai negeri, dsb bisa punya strata sosial sama dengan profesor di univ. Hitotsubashi daigaku yang terkenal dengan fakultas ekonominya, banyak dosennya yang tidak PhD ;)

    Mari kita kejar bagaimana kita bisa “bermanfaat dan berkontribusi riil ke masyarakat”, jangan kejar hanya degree, karena itu membuat orang gelap mata dan pinginnya dapat gelar tanpa kuliah seperti di Indonesia saat ini.

    Itu dulu. Biar makin rame …hehehe

  84. Saya dapat mengambil contoh dari rekan-rekan saya yang telah bekerja. Ada seseorang, namanya N, setahu saya dia orang yang oportunis.Dia sempat menjadi PNS dosen di USU Medan dan dengan alasan yang kurang lebih sama dengan Pak Romi dia akhirnya memilih keluar dan bekerja di Unilever. Menurut dia, dia merasakan kepuasan lebih di tempat kerjanya yang sekarang. (Dengan argumen yang mirip dengan Pak Romi). Menurut saya dia bahagia.
    Ada lagi F, dulunya pintar,agamis dan idealis. Sekarang bekerja di Departemen (PNS juga). Awal dia masuk dia sangat berkobar-kobar ingin menegakkan idealisme. Sekarang setiap ngobrol yang diomongin Proyek, ceperan dan SPPD dan bangga betul dia. Meskipun berubah, menurut saya di juga bahagia.
    Si T. Dia orang yang sangat solider namun sedikit malas. Dia bekerja di perush swasta, dan mengeluh akan egoisnya dan individualisnya masing-masing karyawan. Hidupnya jadi hampa tanpa sahabat sejati. Dia menyesalkan Si N yang keluar dari PNS dan sangat menginginkan menjadi seperti si F. Menurut saya dia gelisah dan gamang.
    Si A. Dari awal dia sangat berambisi menjadi PNS dan memang akhirnya dia diterima. Berbeda dengan F, dari awal dia memang oportunis dan kurang idealis-meskipun agamis- sehingga apa yang dicita-citakannya dulu bahwa PNS adalah Proyek, ceperan dan SPPD dapat dia raih dengan sempurna. Menurut saya dia bahagia.
    Si I, orangnya revolusioner dan “gak PNS banget deh” meskipun tidak terlalu pintar. Sinis dengan PNS (gak pernah ngarep), dan memilih hidup berwiraswasta meski sudah S2. Dia bahagia banget.
    Si LTH, PNS, dari yang saya baca, dulu dan sekarang masih idealis dan berusaha menularkan sikapnya di lingkungan kecil di sekelilingnya. Dia berharap ada perubahan dari apa yang dilakukannya. Sepertinya dia bahagia.
    Dan masih banyak rekan-rekan saya yang lain, yang kalo saya tulis disini semua bisa-bisa cursor page-nya setipis silet.
    Apa yang saya sampaikan ini cuma memberi gambaran betapa beragamnya karakter manusia dan pilihan hidup yang dijalaninnya. Yang saya tahu orang-orang itu mengikuti kata hatinya, karena itu yang membuat mereka bahagia. Karena bagi orang-orang yang kata hati dan keadaan berbeda, membuatnya jadi gelisah dan gamang seperti Mr.T.

  85. Terima kasih mas Gentho. Sepertinya diskusi kita semakin tambah semarak dengan message mas Gentho ini :)

  86. Ikut nimbrung nih…

    Sulit memang melakukan perubahan.Tapi kapan tanah air kita ini akan berubah ? Bagaimana nasib masa depan anak-cucu kita? Banyak Professor dan Doktor yang sudah mumpuni sering frustasi dan pesimis dengan nasib Bangsa. Tapi please … orang-orang muda harus tetap optimis!! mau PNS or non PNS lakukan sesuai idealisme sebisa mungkin. Prinsip : do the best (as we can) and work done! Ikuti juga Aa Gym : mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang. Niat bekerja : ibadah.

    Gimana PNS bisa berubah secara sistem setelah rekruitmen transparan? Naikkan Gaji PNS secara layak! Teladan dari pimpinan di setiap lini……Hukum ditegakkan ! wis. …

  87. Akur mas Noor, mudah-mudahan tetap dalam perdjoeangan :)

  88. Ingin cepat kaya atau ingin bebas ? Dagang jawabannya. 9 dari 10 Rezeki yang ada datangnya dari dagang sedangkan yang 1 bekerja dengan instansi Pemerintah maupun swasta. Itu juga sikut kanan sikut kiri.

  89. selaku fresh grad yang baru keterima jadi PNS taun ini.. jadi agak2 nyadar, gini toh dunia yang harus dihadepin.. jadi pesimis juga, apalagi setelah masuk ternyata emang.. bener juga kata bang Romi. Tapi, setelah dijalanin sedikit-sedikit, ternyata ada kondisi-kondisi yang kita bisa rubah, contohnya kerja yang cuma 4 jam sehari itu, kalo secara personal emang niat kerja.. ada kok kerjaan yang bisa dikerjain,, tapi kalo emang cuman niat dateng ke kantor buat makan siang doang.. ya susah.. :D
    Soal idealisme buat perubahan, perbaikan, bla.. bla.. bla.. emang bukan sulap.. butuh waktu lama.. tapi gimana kalo kita optimis aja bang? minimal, sekarang penerimaan PNS lebih transparan.. gak pake titip-titipan.. banyak “angin segar” yang 10 atau 20 tahun lagi bakal jadi ujung tombak negara kita.. mau semakin ke laut atau bagaimana?? Kalau orang-orang yang pengen bikin “perubahan” mau masuk PNS dari sekarang kan lumayan… setidaknya bakal ada perubahan kecil di indonesia tercinta ini 10 atau 20 taun kedepan.. tapi kalau hanya “kata-kata” aja, tanpa berbuat sesuatu apapun.. 10 atau 20 taun lagi juga sepertinya masih akan melemparkan kritik-kritik pedas, tanpa ada perubahan yang cukup berarti..
    hehehhe.. sorry ya…
    maklum, anak kemaren sore :p

    & seperti mbak rani, saya jg korupsi bandwith ni…
    untung nulis2nya waktu makan siang :D jadi korupsi waktunya bisa diminimalkan =D

  90. Ikutan ngobrol yaa..
    Perubahan…. sangat sulit tampaknya… kecuali dalam PNS itu diisi dengan orang2 baru semua.. generasi baru yang bebas dari pikiran terima suap.. mroyek…dan bisa bekerja maksimal… tapi kapan itu terwujud?nunggu REVOLUSI??:( klo bung RSW jadi mentri bisa wujudin itu gak??rubah image PNS yang pemalas.. Gaji naik? apakah solusi? apakah ada jaminan gak akan mroyek luar lagi?wallahualam…

  91. Saya pikir yang disampaikan rekan Lindu, Iffa dan Big HQ adalah doa untuk kita semua khususnya yang berdjoeang sebagai PNS ;) Amiin ya rabbal alamin …

  92. Mbalelo_ning_Sembodo Says:
    August 3rd, 2006 at 12:42

    Permisi Pak sebagai anak ingusan yang masih CPNS boleh ya dikit aja kasih sedikit bla…bla…bla…. !!!!
    Pertama kali ketrima PNS sueneng ga karuan,dengan melihat kebawah “meski gaji seadanya,masih banyak orang yang kurang beruntung dari saya, allhamdulillah”,Pertama kali masuk kerja sehari,dua hari,tiga hari,dst…..hampir 8 Point Pak Romi dapat saya temukan,kayaknya bukan opini ya pak,fakto Lho pak !!! kadang di suatu ruangan ada tempat tersembunyi “buat sekedar melepas lelah”,katanya gitu. Kadang kita diskusi sama senior2 dalam acara agak formal, ketika kami angkatan baru mengkritisi,yg keluar dari mereka bukan tanggapan gimana caranya agar ide tersebut bisa diakomodir,tapi selalu sebuah sanggahan yg membuat kita jadi berpikir dua kali untuk mengkritisi kinerja mereka !!! sedikit curhat kekecewaan saya atas kinerja PNS yg katanya ABDI NEGARA di bayar pakai uang Rakyat !!!
    Mari pak terus pacu semangat orang2 yg masih semangat untuk menuju kebaikan,pasti bisa tapi harus dengan kesabaran yang luar biasa!!! PNS Bangkit Menuju Indonesia Baru !!! :-D

  93. iskandar nasution Says:
    August 4th, 2006 at 12:53

    Menjadi pns bisa jadi mungkin menjadi pekerjaan mulia, akan tetapi sebelum memutuskan untuk menjadi pns terlebih dahulu kita harus benar-benar memikirkan apakah kita sudah siap bergabung dengan orang – oarang yang cuek dan pemalas. karena setelah satu setengah tahun menjadi pns yang saya temukan hanyalah gerombolan orang-orang malas yang kreatifitanya rendah. Dan sialnya biarpun tempat saya bekerja dilingkungan kampus yang notabene katanya kampungnya ilmu pengetahuan ternyata tidak memberikan dampak apa-apa.

  94. Alhamdulillah, sudah hampir 5 tahun saya jadi PNS. Terus terang saya bersyukur dengan posisi ini, setidaknya pas mau nikah dulu ditanya sama camer tentang pekerjaan, saya gak kelimpungan jawab. 8 point yang Pa Romi sampaikan menjadi bahan renungan buat saya, apakah saya masih masuk kategori ke 8- golongan diatas atau malah masuk ke kriteria PNS pada umumnya (sudah pada tau kan ?). Yang dirasa memang feeling guilty, setiap bulan dapat gaji, tapi perasaan kerja tiap hari browsing melulu (ilmukomputer termasuk pavorit saya). Sisi lain dengan salary PNS yang..sudah pada tau lah, cita-cita pengen punya rumah sendiri kayaknya masih jauh dari angan-angan. Akhirnya pulang kerja (yang pasti bukan jam kantor), saya lembur di tempat laen, ngajar, proyekan dan obyekan lainnya. Walaupun sangat sulit menyeimbangkan poisisi antara kerja PNS saya dan kerja profesi ditempat lain, dimata pimpinan saya masih belum dianggap bermasalah. Cuman, sewaktu-waktu suka merenung…full kreatifitas, usaha dan kerja saya lebih dominan di luar (memang penghasilannyapun lebih besar )dibanding di kerja PNS saya…yang..kerjanya browsing melulu. Dalam hati saya suka bertanya, gaji PNS saya halal gak yah ? bukankah gaji tsb kompensasi dari kerja saya, padahal …. kerjanya tidak optimal.

  95. Mudah-mudahan rekan-rekan sekalian, juga mas Ahmad, mas Iskandar dan mas mbalelo tetap dalam perdjoengan. Amiin.

  96. Menanggapi posting dari angela tjandrajadi, hati2 kepada seluruh rekan2 dimanapun berada. karena kami kenal betul siapa angela tjandrajadi itu. dia adalah seorang pengikut ajaran / kepercayaan baha’i. yang meYakini bahwa ada Nabi bahau’llah setelah Nabi Muhammad SAW. dia selalu memaksakan bahwa di Al-Quran itu tidak pernah disebutkan bahwa Muhammad SAW adalah Nabi Terakhir. karena pada kenyataannya telah disebutkan bahwasannya Nabi Muhammad SAW adalah PENUTUP para NABI. secara Literatur definisi PENUTUP, adalah yang membawa ajaran Penyempurna dari Ajaran2 terdahulu. dan ajaran ’sesat’ baha’i ini mencoba mencuci otak kita untuk meyakini adanya Nabi dan ajaran lain sesudah Muhammad SAW. Waspadalah terhadap sepak terjang orang2 semacam ini. Mereka berada disekeliling kita. Selama kita meyakini dan mempelajari betul isi dan kandungan Al-Quran, Insya Allah kita tidak akan tersesat.
    sekedar menambahkan, angela tjandrajadi ini masih terdaftar sebagai mahasiswi di Universitas Bina Nusantara. ajaran ini berkembang dilingkungan nya tsb. angela tjandrajadi dkk nya juga selalu beranggapan agama baha’i adalah yang ter-Benar. karena baha’i juga diakui di dunia internasional (PBB). padalah sesungguhnya, kita semua tahu bagaimana Zionis dengan segala cara dan kepintaran membuat perpecahan umat Muslim di Dunia. untuk cross chek silahkan periksa http://www.bahai.com
    Maaf bila rekan2 yg lain terganggu dan terutama dengan RSW, kami ingin menjaga ketauhidan ummat Muslim kepada Allah SWT tidak terganggu dengan pengaruh2 lain. Wallahualam Bhishawab. Wassalam.

    NB : perhatikan kutipan posting dari angela berikut ini. Dia meyakini bahwa Allah SWT mengutus orang2 tersebut ke Bumi ini.

    “Sekarang (di bumi ini) kita justru mendapatkan kebutuhan rohani (selain jasmaniah) melalui Utusan Allah SWT (Adam,Nuh,Musa,Krishna,Siddharta Gautama,Isa,Zoroaster,Muhammad,Bab,Baha’u’llah),yang telah diutus oleh Allah ke bumi untuk memberi pendidikan rohani kepada umat manusia,”

  97. Terima kasih atas infonya mas Po Ang. Saya malah baru tahu ada agama bernama bahai ini. Silakan rekan Angel untuk memberi hak jawabnya, cuman sebaiknya jangan di post yang ini, karena ini temanya PNS :)

  98. [...] PNS Tidak Cocok Untuk … [...]

  99. Betul, jadi kesimpulannya orang yg mau jadi PNS adalah orang bego.

  100. tapi kenapa….?
    PNS jadi kebanggaan….?
    ada suatu clan yang ada di indonesia ini yang menyatakan bahwa..
    PNS merupakan pekerjaan yang tebaik, mulia dan pekerjaan yang banyak menghasilkan duit.

    saya sampai bingung memikirkan, apakah pekerjaan swasta lain bukan suatu pekerjaan yang mulia…, bukan suatu pekrjaan yang mebanggakan…? apakah orang-orang yang bekerja di sektor suasta ini orang-orangnya goblok….?
    justru banyak orang yang di sektor swasta yang bisa memikirkan bagaimana hidup ini bisa berjalan lebih berarti.

    saya setuju pendapat OmRom.
    saya dukung perdjoeangan OmRom
    Hapuskan Korupsi
    Hapuskan Kolusi
    Hapuskan Nepotisme
    Banggakan Indonesia
    Majukan Indonesia
    Indonesiaku Maju tanpak KKN

  101. tapi herannya kalo penerimaan PNS, tetap aja peminatnya membludak. pertanda apa…???

  102. lha kalo pada nggak mau jadi PNS, siapa yg mau membenahi kinerja PNS??

  103. Thanks mas Andhi, kan sudah saya sebut di tulisan dan komentar-komenta ;) Otokritik kadang diperlukan untuk meningkatkan kualitas individu dan institusi :)

  104. Saya dilahirkan dari keluarga PNS, dan embah saya kadang mendoakan cucu2nya dengan kata2 “Sekolah sing pinter, moga2 dadi pegawe”. Saya rasa semua orang berhak menjadi apa saja. Mencoba mencari apa yang dia ingin capai. Salah satunya adalah menjadi PNS (dibuktikan dengan pendaftar yang cukup banyak). Yg jelas dengan cara2 yg benar.
    *Masih berpikir, mo jadi apa saya nanti*

  105. Bagi saya menjadi PNS dalah sebuah jalan kehidupan yang harus dijalani. Gara-gara kepengen menikah dengan teman sekerja di sebuah konsultan, saya harus keluar, daripada nganggur daftar PNS, diterima alhamdulillah.
    Bang romi, bukan salah menjadi seorang PNS, ternyata menjadi seorang PNS banyak juga tantangannya lho. Menurut saya sistem peninggalan dari jaman Orba yang mementingkakn ke-priyayi-an-lah yang membuat kondisi seperti yang bang romi bilang.
    Saya yang baru beberapa bulan menerima SK PNS sudah banyak musuhnya neh (meskipun tidak sedikit yang mendukung). Dimana kata mereka kebiasaan saya tidak sesuai dengan budaya kerja yang selama ini terjadi. Ketika kita ingin maju maka rekan-rekan akan mengatakan bahwa kita terlalu rajin, ketika lebih suka baca buku daripada ngrumpi, dibilang kita sombong, ketika kita lebih senang browsing pengetahuan di internet dibilang kita terlalu sombong. Dimana kita rajin dibilang mau menjilat atasan. Susah bang jadi “PNS”.
    Maka dari itu rekan-rekan PNS yang berjiwa “PNS” marilah kita rubah sistem yang ada menjadi lebiiiiiiiiiiiiiiiiih baiiiiiiiiik, (pinjam kalimat aa gym) dimulai dari diri kita sendiri, dimulai dari lingkungan kerja kita sendiri, insya allah semua akan mengikuti… amin…

  106. Mas Romi…

    Kenapa ya PNS begitu, aku juga ngalamin. Pengen trus jujur rasanya susah banget. Tapi Kita harus tetap JUJUR. Ini masalah LPJ dengan yang KUASA…

  107. Hahahahaha..seep banget Mas Romi, jadi PNS tuh banyak makan ati…mending minum Teh Botol “SESRE” aje..hehehe.

    Gini aja..kan viewer list ini kebanyakan PNS, gimana kalo kita buat perkumpulan/ forum/ apalah namanya yang bisa buat kita tuker pikiran, lalu Mas Romi bikinin satu website khusus “PNS LURUS” ini, jadi seluruh masukan, uneg-uneg bisa di upload kesitu, nah kita expose di media massa deh websitenya, biar Presiden bisa baca, khan selama ini kita PNS seperti “tersumbat” kalo mau ngomong….GIMANA ???
    Namanya juga USAHA….Lillahi Ta’ala aja deh..semoga ini bisa jadi cikal bakal reformasi birokrasi..OK
    Kalo mau ngobrol2, kirim email aja ke : rezabkd@yahoo.com

    Thanks ya Mas Romi…

  108. yang anda katakan itu adalah saya

  109. Untuk mas Rudy,
    Thanks commentnya. Dan maaf comment mas Rudy yang berisi comment mas Acwin tidak saya submit lagi karena sudah ada diatas. Silakan baca yang:

    acwin said, on July 18th, 2006 at 13:16
    Untuk Mr. Romi Satria Wahono (www.romisatriawahono.net)

    Itu saja. Thanks.

  110. semua kembali pada individu masing-masing

  111. leo efriansa Says:
    September 20th, 2006 at 17:31

    saya PNS mas, saya masih menempu pendidikan kedinasan Di jatinangor ,saya masuk pns karena niat saya ” MAU MENGABDI ” KEPADA masyarakat terutama masyrakat daerah saya yang berada di pedalaman KAB Lahat SUMSEL.saya adalah anak petani di kampung,jadi PAMONG adalah Cita-cita saya sejak kecil lewat STPDN dan ALhamdulillah cita-cita saya tersebt tercapai insyaallah saya juga akan selesai.
    kenapa saya katakan MENGABDI karena NIAT saya cuman untuk itu,saya memang bercita-cita pengen jadi KAYA tapi lewat USAHA yang sudah saya rancang sejak SMP.saya punya prinsip “JANGAN MENCARI KEKAYAAN DENGAN JABATAN TAPI BERIKAN KEKAYAAN MU UNTUK JABATAN(AMANAH) ITU”.
    Saya pikir Lewat PNS saya bisa lebih mengabdi kepada masyrakat kecil,

    terimakasih, saya sangat tertarik dengan artikel- artike diatas,kalo niat anda ingin mengabdi buang jauh-jauh keinginan mencari kekayaan lewat PNS.kalo niat anda BAIK siap SEDERHANA atau cari solusi dengan USAHA LAIN(sampingan) dengan perencanaan yang matang.
    terimakasih………..

  112. Ikutan join pak! mo diskusi(curhat)
    Saya bukan PNS dan bekerja di swasta,Kalau bekerja di instansi manapun kayaknya tergantung peminmpin or kepalanya deh, di swasta pun kalau dapat yang patgulipat kita bisa kena arus juga pak (tinggal iman kita sendiri) mo jujur apa gak, Sebenarnya pegangan kita bekerja itu modal JUJUR dan IKHLAS aja dan kita yakin Allah yang akan beri membalas dengan rejeki berlimpah, sukur2 sebagai bawahan kita mulai dari diri kita sendiri terus bisa “menyadarkan” atasan. Terima kasih kepada bapak romi yang masih concern dengan “lingkungan” Indonesia yang emang rusak, dah gelap mata kalo urusan duit. . Intinya pak, PNS is just jenis pekerjaan yang ada baik buruknya sama seperti yang lain. Semoga Allah mengampuni kita semua.

  113. Setuju…………..!!!???

  114. Bahwa temen – temen di komunitas ini lebih membutuhkan kita semoga “menebalkan kulit dan muka” kita untuk tetap jadi PNS

  115. Dear Mas Romi,

    Hiks, sepertinya kita senasib-sepenanggungan. Saya juga sering sedih karena institusi saya diajak maju malah maunya mundur. Saya dapat beasiswa S3 untuk sekolah diluar negeri nama pribadi, malah mau dipecat gara2 belum prajabatan kok udah mau sekolah. Padahal, pihak universitas atau negara (whatever lah), belum membayar saya satu sen pun sejak saya mulai bekerja full time 6 bulan yang lalu.

    Kalau dibilang negara tidak punya anggaran untuk nggaji; jadi sedih rasanya melihat betapa staf Dikti menghambur2kan uang untuk seminar pembekalan beasiswa yang isinya nyaris nggak mutu sama sekali, dan seharusnya cukup membuat buklet saja; no more than Rp.5000 each, atau malah die-mail saja biar lebih murah lagi. Ini udah ngabisin waktu seharian, dana yang seabreg2, saya masih belum ngerti, cara ngurus bebas fiskal untuk student itu sebenarnya bagaimana ??

    BTW, selamat berjuang. Semoga berhasil. GBU.

    daisy

  116. Ya begitulah Mas Romi kondisi birokrasi di negeri ini. Tapi bagaimanapun harus ada orang-orang yang mau merubah hal itu. Dari mana lagi kalau tidak dari dalam PNS sendiri. Bagaimana kita bisa menyingkirkan semua itu kalau kita ada di luar, akan lebih sulit. Kita harapkan niat temen-temen pns yang tulus dan ihklas, yang ingin merubah perilaku dan ingin memberi warna dalam birokrasi bisa berhasil. Sudah pasti akan banyak tentangan dan tantangan dari rekan sekerja sesama PNS, tapi hal itu adalah resiko. Kalau kitanya bersih Insya Alloh, kita bisa membersihkan kantor kita dari perilaku yang tidak baik.

  117. mas romi kalo mau hatinye mo trentram abis, jgn ke made wiryana aje, inga..inga Pencipta kite, ye gak coi… :D

  118. akhmad nur Says:
    October 4th, 2006 at 5:34

    sy pns mas dan yang dikatakan oleh mas romi itu betul. tapi harus diingat birokrasi itu merupakan hal yang “real” dan hidup di lingkungan kita. sehingga kita tidak hanya “mencela” tapi juga harus memberika solusi bagaimana merubah itu semua. Saya juga sering termenung mengapa karakteristik birokrasi di kita seperti itu, apa yg harus saya perbuat. sy merasa ibaratnya harus berhadapan sesuatu yang begitu “kokoh” sulit untuk dirubah. Disinilah peran masyarakat termasuk kita semua untuk turut merubah tatanan birokrasi. salah satu misalnya tidak sekali-kali kasuk-kasuk untuk menyogok ketika tes cpns, atau untuk rekanan / pihak ketiga yang ikut lelang janganlah membuka celah dengan menawarkan sejumlah fee agar menang.tender/lelang dan untuk masyarakt luas cobalah berani untuk tidak memberika uang lelah/tip serta berani untuk mengkritik pelayanan pemerintah.

  119. koncodhewe Says:
    October 12th, 2006 at 6:30

    Heubat bener topik ini ya, dibahas sampe berbulan-bulan. Saya kasih komentar pendek aja : buat mas Romi, apa Anda itu konsultan di brainmatics? dan perush ini adalah penyedia jasa konsultan TI ke pemerintah? krn klo gak salah salah satu portofolio brainmatics adalah SIPANTAU (Sistem Informasi Evaluasi dan Pemantauan) di DInas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah.

    Kalo memang bener demikian ya apa bedanya dengan PNS yg Anda sebut di artikel anda itu. Jelas2 di Keppres 80/2003 itu disebut kalo perusah konsultan itu nggak boleh memperkerjakan PNS konsultan

    Maaf, klo postingan yang telat ini mengganggu.

    Salam,

    Koncodhewe.

  120. Diskusi yang sangat menarik, Pak Romi.

    Memang sudah sangat lama sekali, namun rasanya koq tetap selalu hangat ya.

    Disini saya hanya sebagai orang yang sangat awam, dan mungkin yang ilmu dan pengalamannya paling rendah di forum ini. Walau demikian, saya ingin menyampaikan pendapat saya di forum yang sangat baik ini. Disini saya berpendapat dengan mendasarkan pemikiran saya sebagai seorang muslim biasa.

    Saya keinginan untuk menjadi seorang pengajar ( dosen ) di perguruan tinggi. Nah, dalam hal ini saya ingin masuk kembali ke PT tempat dimana saya menimba ilmu. Bukan karena apa-apa, saya punya minat untuk mengajar. Itu saja.

    Kebanyakan orang yang saya temui di sekitar lingkungan saya, pola berpikirnya terbalik dari pola pikir saya. Kebanyakan berpikir saya ingin menjadi PNS untuk menjadi dosen. Tapi pemikiran saya sebenarnya kebalikannya, yaitu ingin menjadi dosen tetap disini, yang implikasinya, saya harus masuk melalui PNS. Jadi yang lebih saya utamakan adalah menjadi tenaga pengajarnya ( dosen ), dan bukan menjadi PNS-nya. Kalo memang bisa diterima sebagai PNS, tentu saya akan sangat bersyukur sekali. Logikanya, jika saya mengejar sebagai PNS, belum tentu saya masuk sebagai dosen, tetapi, jika saya bisa masuk sebagai dosen ( di PTN ), maka saya akan menjadi PNS.

    Nah, kalau sudah begini, kenapa saya hanya mengejar di PT negeri saja. Kebetulan sekali, saya lulus dari sebuah perguruan tinggi. Sebagai alumni, saya ingin turut berperan serta untuk memajukan almamater saya ( walau mungkin saya cuma anak kemarin sore, meminjam istilah Pak Romi ), tapi hal itu tidak menjadikan halangan bagi saya untuk tetap meraih cita-cita saya dan keinginan saya untuk turut memberikan sumbangsih kepada almamater serta bangsa dan negara kita, sesuai kemampuan yang saya miliki, walaupun sumbangsih dari saya itu, sangat kecil. Hal itu sudah sangat membuat diri saya senang, bahagia, dan tenteram.

    Saya sangat sadar dan paham akan keadaan jika kita masuk sebagai PNS. Pak Romi dan bapak-bapak yang lain, yang lebih dulu bergabung di forum ini, telah menjelaskan dengan gaya mereka masing-masing. Bagi warga masyarakat kecil seperti saya, pemikiran saya cukup sederhana :
    1. Saya ingin bekerja untuk mencari ridha Allah SWT. Bekerja yang nyaman adalah di tempat dimana kita bisa merasa nyaman di dalamnya dan kita mencintai tempat tersebut.

    2. Pak Romi menulis :
    “Orang yang tidak suka melihat uang dan anggaran dipermainkan, diputar-putar dan dipatgulipat. Orang yang memandang bahwa permainan anggaran, permainan perencanaan kegiatan adalah kegiatan yang salah, penuh dosa dan akan mendapatkan balasan setimpal di akherat kelak. Perlu dicatat juga bahwa banyak juga ”PNS lurus” yang tidak menyadari bahwa beberapa fasilitas dan honor yang diterima adalah hasil subsidi silang dari kesemrawutan anggaran dan realisasinya.”

    Sangat mungkin saya akan mengalaminya, jika saya masuk sebagai PNS. Dalam hal ini untuk mengatasinya, saya tidak berpikir jauh-jauh, harta akan saya zakatkan sesuai nisabnya. Bukankah dikatakan dalam agama Islam, zakat digunakan untuk membersihkan harta kita. Saya yakin, walau tak jadi PNS, jika tidak akan bisa memastikan, uang yang kita peroleh benar-benar bebas dari hasil permainan. Itulah, maka agama saya ( Islam ) mengajarkan umatnya untuk berzakat.

    3. Kalau dikatakan orang lebih senang mendaftar sebagai PNS dengan berbagai fasilitas “keamanan” nya, say akurang setuju. Semua pekerjaan yang ada di dunia ini tidak ada yang benar-benar 100% free resiko. bahkan tukang lap meja pun menghadapi resiko, jika di meja tersebut ada gelas kesayangan juragan, resikonya kita bisa memecahkan ( tanpa sengaja ) gelas tersebut,dam juragan akan memecat kita. Bukankah hal itu juga mungkin terjadi.

    4. Kalaupun saya masuk sebagai PNS, pemikiran saya akan dibelenggu, disepelekan, dan lain sebagainya, saya rasa hal itu juga sangat mungkin terjadi di lapangan kerja non-PNS. Lha wong sama-sama kerja dengan manusia. Walau pemikiran kita dibelenggu, atau apapun lah, saya yakin kita tidak terbelenggu 100%. Ide dan ruhani kita tidak bisa dinalar secara fisik, yang apabila dibelenggu, ya berarti nggak bisa kemana-mana lagi. Dengan berbagai cara ( yang tentunya halal ), saya yakin, kita tetap akan bisa menyampaikan ide dan pemikiran itu tersebut. Jika ada yang mengatakan pemikiran kita dibelenggu, saya mengusulkan untuk diubah, pemikiran kita perlu dipertunjukkan, untuk menunjukkan eksistensi dan bukti pemikiran kita.

    5. Jika kita menghadapi resiko berada di tempat kerja sebagai PNS, dimana di tempat ini mungkin banyak terjadi ( maaf ), praktik-praktik menyimpang, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Orang banyak berkata, jaman sekarang jaman edan. Tapi bukan lantas kita ikut-ikutan edan. Kita berusaha untuk tetap beradaptasi dengan lingkungan edan tersebut tapi tidak lantas mengikutinya. Saya ingat ajaran topo ngeli-nya Sunan Kalijaga, bukan berarti beliau ikut-ikutan pola kehidupan masyarakat Jawa waktu itu, tetapi beliau ( Sunan Kalijaga ), saat itu menggunakan pola kehidupan masyarakat Jawa saat itu untuk menyiarkan agama Islam. Usaha beliau ini terbukti berhasil. Dari sini, saya tidak berpikir sebagai seorang jagoan yang bisa seorang merubah orang satu kantor untuk jadi baik, paling tidak kita bisa membentengi diri, dan tetap bergaul dengan baik dengan mereka. Istilahnya tetap menjaga hablum minan naas, tetapi hamblum minallaah tetap wajib dijalankan sebaik-baiknya ( karena kita adalah hamba-Nya ).

    6. Jika ada yang berpikiran untuk tidak menjadi PNS, maka saya memandang hal ini sebagai suatu pola pembentukan keseimbangan dalam hidup. Jadi ya sah-sah saja. Lha kalo semua pada mau jadi PNS, siapa yang akan jadi pegawai multicompany? Siapa yang akan jadi wiraswastawan? Begitu pula sebaliknya. Betul kan?

    7. Ada yang mengatakan, banyak orang berkeinginan adi PNS karena warisan pemikiran feodal. Kita tidak bisa memukul rata keadaan tersebut. Kalau saya pribadi, menjadi PNS ( nantinya ), adalah sebuah mekanisme yang harus saya ikuti yang diakibatkan oleh cita-cita saya untuk menjadi dosen di PTN. Mungkin bagi saudara-saudara saya yang lain, menjadi PNS bisa jadi dikarenakan karena panggilan hati mengabdi sebagai tenaga medis di lingkungan khusus ( lihat pengertian lingkungan khusus di UU Guru dan Dosen ), lantas diangkat jadi PNS, atau ada yang ingin mengabdikan dirinya sebagai pemandu perjalanan kapal, lantas diangkat jadi PNS karena kedudukannya sebagai pengarah kapal di mercusuar. Tidak semuanya berpikiran jadi PNS dulu agar bisa bekerja dengan santai. Kita semua tentu sadar, apa yang kita peroleh berbanding lurus dengan apa yang kita usahakan.

    8. Tentang gaji, saya punya pemikiran bahwa saya ingin menjadi orang yang cukup. Dengan gaji berapapun, jika kita merasa cukup, maka kita akan bersyukur ( semoga saya bisa ). Lha kalo gajinya tetap, kebutuhan terus melambung? Apa itu dikatakan cukup? Dosen saya pernah memberitahun jawabnya, “Tinggal kita mengubah gaya hidup untuk menyesuaikan”.

    9. Terakhir, apa sih definisi kerja ( dalam pengertian sehari-hari di masyarakat )?
    Ada yang berpendapat, mencari nafkah.
    Ada yang berpendapat, berkarir di suatu perusahaan, instansi, atau lembaga.
    Ada yang berpendapat, melakukan usaha ( ini biasanya orang Fisika, hehe, cuma bercanda )
    Ada yang berpendapat, melakukan pekerjaan untuk mmeperoleh uang dengan tujuan menghidupi diri dan keluarga kita.
    Dan pendapat-pendapat lainnnya.

    Kalo saya mempunyai pendapat lain….
    Bekerja adalah beribadah dan berusaha untuk dapat melayani orang lain sesuai kapasitas kita saat itu dengan sebaik-baiknya.

    Cita-cita tambahan saya, insya Allah, saya berharap, bisa menjadi salah satu PNS lurus ( jika saya diterima ), sampai tuntas tugas saya sebagai PNS kelak.

    Silakan kembali direnungkan.

    Untuk Pak Romi, bapak-bapak, serta ibu-ibu yang telah memberikan komentarnya dalam forum ini, saya mengucapkan terima kasih. Pemikiran saya menjadi semakin terbuka setelah membaca forum ini.

  121. Pak Romi, mohon maaf apabila post saya mengalami duplikasi.

  122. Alhamdulillah meski saya bekerja dilingkungan swasta dan professional, saya sempat juga diberikan sebuah pengalaman (yang bergelimang uang namun nurani ini menangis) bergelut dengan orang2 PNS khususnya DEPDIKNAS. Kalau menurut saya siy cuma satu hal aja :

    “100 % Pekerjaan di Institusi2 Pemerintah sekarang sebenarnya dapat dikerjakan oleh 10 % dari jumlah pegawainya sekarang.”

  123. Doa saya untuk Institusi-Institusi Pemerintahan di Republik Indonesia :

    “Semoga Allah SWT memperkenankan Ampunan Terbesarnya untuk semua Institusi Pemerintahan RI”

  124. Untuk para PNS :

    Silahkan Anda makan uang rakyat di berbagai celah bisnis, tapi tolong jangan makan yang untuk keperluan PENDIDIKAN,

  125. Ada yang bilang :

    “Tapi masih banyak yang mau jadi PNS, pertanda apa?”

    >> Pertanda bahwa NKRI masih jauh dari kemajuan.

    “Tergantung Individunya”

    >> Wong KEJAHATAN MASSAL kok bicara individu? Piye toh?!

  126. Mas Romi dari namanya aja “Satria Wahono” – jadi Mas Romi sebagai wahana bagi para ksatria yang berjuang…Ayo!

  127. hikssssss…
    apa yang mas romi gambarkan benar-benar saya alami, hanya kuat 1 tahun sebagai calon pegawai sebuah bumn semi swasta akhirnya saya nyerah…
    gimana tidak…
    -pengalaman kerja selama 8 tahun harus di-reset…huhuhuhu…
    -ritme kerja nyantai banget…so jam kerja tubuh mesti ikut di-reset juga…huhuhuhu…
    -serasa kerja sendiri, karena mayoritas merasa sudah nyaman dengan keadaan sistem yang ada…nggak ada inovasi gitu lho..bingung sendiri…

    semua mungkin berawal dari gaji..jujur aja..saya sendiri pernah disertakan untuk perjalanan dinas yang sebenarnya tidak terlalu perlu…mayan juga sih uang perjalanan dinasnya…mayan dalam arti kasar, bisa nambah buat makan yang layak…huhuhuhuhuhu….

    kok jadi curhat yaaa…
    mudah-mudahan bumn semi swasta tersebut sekarang sudah lebih baik….aminnn

  128. Danis Arian Abubakar S. Lopa Says:
    November 1st, 2006 at 8:02

    mas romi yg terhormat,
    menarik sekali apa yg anda kemukakan diatas, sy pribadi mengalami sendiri hal tersebut. dimana bekerja didunia birokrasi dan terbentur dengan sistem yg sudah lama sekali terkooptasi dengan budaya suap, korupsi, skandal dan lain sebagainya merupakan hal yang menjemukan dan memuakan buat saya dan mungkin saja buat sebagaian PNS lainnya.
    menurut saya, kedepannya kita tidak bisa hanya berdiam diri saja melihat realita yang ada, tapi minimal walaupun kecil, apapun itu, setidak-tidaknya ada yang bisa kita perbuat untuk merubah keadaan agar negara ini bisa lebih baik lagi…
    bukankah untuk merubah suatu sistem kita harus berada dalam sistem tersebut, mudah-mudahan jika diberikan kesempatan dan mempunyai otoritas..semua itu bisa terwujud.

  129. saya kok jadi prihatin dengan keluhan temen2 PNS, terutama yang masih baru–sama seperti saya, di forum ini. bahwa budaya kerja PNS masih mengenaskan, itu saya setuju. administrasi yang acak-acakan, itu juga saya setuju. but that’s life, deal with it…

    sadar atau tidak, perubahan itu sedang terjadi. di tempat saya bekerja, sudah ada mekanisme kontrol untuk mengawasi pengeluaran unit teknis. terutama yang terkait dengan pembentukan tim. kini unit kerja tidak bisa seenaknya saja bikin tim-tim yang nggak jelas dan kerjaannya sebenernya udah tercakup di tupoksi.

    intinya, IT’S DOABLE!!
    mungkin pelan-pelan dan sedikit-sedikit, tapi perubahan bukan sesuatu yang mustahil, teman-teman..:D

    cheers,
    eko widyasmoro

    ps. saya jadi tersenyum dan semakin bersemangat setelah baca artikel ini dan komentar-komentarnya. Bayangkan, dengan pemikiran seperti teman-teman ini, 5-10 tahun dari sekarang akan ada lebih dari 20an kepala bagian, direktur, atau bahkan direktur jenderal yang “lurus”..hehehehe…bener-bener luar biasa..

  130. untuk saat ini.. PNS ngga gue banget

    chrees :D

  131. kebetulan aq juga pns
    jujur aja aq nggak semangat kerja, setiap berangkat kerja maunya malas2 an, nggak ngerti kenapa………
    ufff…..
    tapi aq yakin kalau suatu saat ada pekerjaan yg lbh baik aq lepasin deh tu status pns.
    mungkin utk yang mau dpt gaji tanpa kerja keras en cari muka d dpn atasan cocok juga.
    Tapi kita harus salut sm pns yg melayani masyarakat langsung krn mereka sering juga kena cacian , hinaan masyarakat yang selalu menduga pns mata duitan.

  132. Saya seorang PNS, saya mersa beruntung sih jadi PNS, memang kesan PNS itu KKN, tapi itu tergantung orangnya yang melaksanakan tugas, ada ato tidak ada sanksi semua berpulang ke orangnnya, saya berusaha untuk memenuhi segala tugas saya sebagai PNS, kebetulan jadi guru, saya berusaha semampu saya untuk mengajar.., saya seorang guru matematika namun saya ingin mengambil S2 , yah buat nambah ilmu supaya anak2 SMA yang saya ajar juga bisa tambah ilmunya, saya ingin S2 Komputer.., gmana yah caranya ? ada yang bisa bantu…? please kalo bisa LUar negeri…

  133. hmmm, aku wis pernah nesu (marah). akhirnya kerja apa enaknya, ya spt di atas…PGPN-lah (pinter goblok podho nampanE)

    tapi dlm hati paling dalam, gue takut bener akan pertanggungjawaban akan uang yg diterima. wah… kita dituntut jadi tauladan dlm hal ini. :)

  134. gue jadi kecdil hati jadi PNS, emang sih betul yang katakan mas Romi, PNS susah menelurkan ide dan prestasi karena ruwetnya birokrasi. mendingan nyambi aja. Siang jadi PNS , Malam bisnis man…

  135. been there done that!……
    i was ofp student in japan followed by s3 u.s
    worked as pns for 4yrs. setelah itu aku merasa bahwa jadi pns yang
    spt itu justru susah pertanggungan jawabku ke tuhan.
    finally i quited. aku merasa lebih nggak berdosa meskipun 2n+1 ku
    sebenarnya masih panjang

  136. seorang kawan dalam sebuah diskusi pernah menanyakan, “kenapa institusi penelitian dan peneliti di Indonesia terasa kurang gregetnya”.
    Spontan aku jawab, “karena sistem di negeri ini gak menghargai dan mengakomodir orang pintar dan kreatif”

    Sistem rekrutment, penggajian, penilaian kinerja, dll… harusnya dibenahi…kalo perlu dilakukan uji kompetensi secara rutin, agar kompetensi tetap terasah dan hanya mereka yg benar-benar berkualitas yg dipertahankan.

    Selamat berjuang, kawan !.
    (semoga saja kita gak jadi PNS yg bergaji kecil dan ditambah berdosa banyak, sekedar atas nama pengabdian semata.. Amin)

  137. tanggal 9 desember katanya …. adalah hari antikorupsi…..
    kenapa ga berikan dukungan kepada kapeka (komisi pemberantasan korupsi) agar tetap berjuang melawan korupsi di kalangan pe-en-es….
    kirimkan ke email
    pengaduan@kpk.go.id

  138. Assalamu ‘alaikum wr. wb. Bismillahi rohmani rohiim. Kullu kum ro’in, wa kullu kum mas’ulun ‘an ro’iiyyahtihi (HR Bukhori-Muslim). Kita semua tahu kan Bung Romi, bahwa setiap kita adalah leader, dan pasti akan dimintai pertanggungjawaban akan leadership kita. So, syukur masih ada straight PNSes. Jayalah Indonesia, kalau umara-nya benar-bener amanah. Sy jg PNS yg seringkali hrs “membentur dinding birokrasi institusi”. Tp karena scr DUK sy masih “cepethe”, ya sy lbh sering dianggap pahlawan kesiangan. Tp tak apalah, yg penting buat saya, al’a'malu bi niat, amar ma’ruf nahi munkar. Ayo, teman-teman PNS, luruslah sbg aparatur, fastabiqul khoirot. Tidak peduli, siapapun PNSnya. Tidak terkecuali yang masuknya lewat pintu belakang atau samping atau depan, atau pintu manapun. Tidak ada istilah terlambat untuk kembali ke jalan yang seharusnya. Lihat, betapa sulit kita mendapat status ini. Ingat akhirat, ingat ada pengawasan melekat, ada pengawasan malaikat. Ingat, “…wal akhirotu khoiru laka minal uula,…” La haula wa la quata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim. Walhamdulillahi robbil alamin. (kok kayak da’wah ya, sorry buat semua, yang penting esensinya kan, bung Romi) Wassalam, jreeeeng.

  139. kalu begini terus mas , kapan mau maju sejajar dengan bangsa bangsa yang lain,,,,
    mendingan cari kerjaan lain atau paling tidak jangan deh jadi PNS,, AMIT – AMIT

  140. Assalamu’alaikum mas Romi,

    Saya juga PNS, alhamdulillah dapat beasiswa seperti mas Romi, dan masuk pns pun tidak menggunakan suap ataupun koneksi.

    Saat saya kuliah di Jepang saya belajar bahwa pemerintah betul-betul mendukung industri (sampai negaranya mendapat julukan: Japan Inc) hingga Jepang menjadi salah satu negara industri paling maju di dunia. Salah satu kunci utamanya adalah: birokrasi yg kuat, dan birokrasi disana didukung oleh orang-orang yang pintar (dari sejarah-nya birokrat adalah transformasi dari kelas samurai). Saat ini menjadi pns disana pun menjadi sebuah kebanggaan dengan status sosial yg tinggi. Sebagai orang yang belajar di negara itu sekaligus pns di indonesia, anda saya rasa sudah tahu hal itu.

    Mungkin justru itulah latar belakang anda dikirim ke Jepang: untuk mengetahui rahasia kesuksesan mereka dari sisi ke-abdi negara-an anda, dan dapat meng-implementasikannya di negeri sendiri. Ditarik pelajaran dari negara tersebut, anda (dan saya) justru memiliki kans lebih besar untuk mendukung perbaikan di indonesia dari dalam birokrasi.

    Karena itu saya sangat tidak setuju dengan pendapat anda bahwa kondisi-kondisi di institusi (yg buruk) diatas tidak cocok untuk orang-orang idealis seperti yang anda gambarkan. Kita sadari bahwa kondisi tersebut memang benar terjadi saat ini, tapi apa jadinya apabila orang-orang idealis tidak pantas dan mau masuk ke birokrasi (jadi pns)? korupsi akan makin merajalela, administrasi semakin amburadul, dan mungkin negara akan bangkrut dijarah oleh orang yang taunya hanya mau mengejar harta yang sudah mereka ‘tanam’ sebelumnya.

    Saya mengerti bahwa mas Romi bisa juga menyumbang untuk negara lewat jalur lain, tapi menurut saya, takkan sebesar apabila mas Romi tetap menjadi pns dan syukur-syukur menjadi pejabat yang berpengaruh. Contoh mudah: menjadi ketua panitia rekruitmen pns, hingga bisa meminimalisir jumlah yang masuk menjadi pns bodong :-) .

    Jangan biarkan orang-orang yang berniat korupsi tetap memegang peran. Lagipula, anda telah dipilih dan amanah telah diberikan kepada anda.

    Jujur, jiwa saya pribadi sering bergetar takut menghadapi ‘gelombang’ dan ‘tantangan’ bekerja sebagai pns dan pertanggunjawabannya. Tapi saya mencoba menguatkan diri, lagipula dimana-mana yang diminta adalah sejauh kemampuan kita.

    Singkatnya, orang-orang idealis dan memiliki semangat untuk jujur, berjuanglah untuk menjadi PNS! banyak teman anda yang kesepian di dalam menunggu untuk bersama-sama melakukan perubahan untuk negara.

    PS. oh ya hampir lupa, bagi rekan-rekan apabila anda khawatirkan ‘mereka yang kuasa’ itu, ingatlah bahwa pejabat juga pensiun :-) . Jadi mau berjuang kapan lagi?

  141. begitulah PNS …
    ironis memang …
    kasian negeri ini, rantai seperti itu harus diputus lalu membuat rantai sistem pemerintahan yang baru lagi.
    tampaknya era reformasi yg sekarang harus direformasi lagi.

  142. nasib… nasib!

  143. [...] Aggregated from Romi Satria Wahono by Asian Blogger Community [...]

  144. Gimana yah mau diomongin. SEbenarnya saya juga PNS sich dan apa yang anda nyatakan memang benar. Yang terjadi ini harus ada penyelesaiannya. Tapi gimana???
    Mereka adalah suatu sistem berkaitan. Jadi yang mau diperbaiki ini bukan hanya satu sisi atau bagian, tapi seluruh lingkup pemerintahan dari A sampai Z, dari teori sampai praktek, dari kajian sampai penerapan, dari atasan sampai bawahan, dll.
    Dikatakan untuk memperbaiki sekarang susah, mentalnya udah terbentuk.
    Diperbaiki nanti juga susah, karena sistem yang ada mengikuti yang sekarang. Heran kenapa sistem pemerintahan Indonesia harus mengikuti pimpinan.??? Pimpinan oke (jarang sich) biasanya hasilnya ok, Pimpinannya bobrok hasilnya juga bobrok. Apa tidak bisa dibuat suatu untuk membenahi sistem yang ada dengan pengawasan yang benar, jadi siapapun pimpinannya, sistem itu tetap akan terjaga dan tidak bisa dimanipulasi. Contohnya saja di China, negara Sosialis seperti itu menempatkan 1 atau 2 orang anggota partai komunis yang berkuasa saat itu di Departemen operasional dan Pejabat-pejabat tinggi terutama level direktur ke atas diangkat berdasarkan profesionalisme bukan berdasarkan politik. Jadi mereka mengetahui dengan jelas mau dibawa ka arah mana pemerintahan yang ada. KAgum juga sich. PAntas negara nya mempunyai kemajuan yang besar dari berbagai segi.
    Mungkin inilah yang harus dipersiapkan dari sekarang visi perbaikan. Dan bila suatu saat ntah Mas Romi atau siapapun yang ada di atas punya peluang memperbaikinya lakukan dan gandenglah semua pihak.
    Ok thanks atas atensinya.
    Semoga kita bisa memberikan yang terbaik. Best to U all

  145. Mbak Novi, saya mungkin sudah masuk ke zone dimana kemungkinan kecil untuk sampai diatas. Sudah masuk zone pengasingan soalnya …hihihi

  146. Saya mencoba berkomentar mas romi. Tidak semua tes CPNS itu penuh dengan kecurangan. masih banyak CPNS yang lulus lewat jalan yang benar, kebetulan saya dan istri saya termasuk di dalamnya. Semua tinggal panitia penerimaannya, mau jujur apa tidak. TErima kasih mas romi, mudah-mudahan ini bisa menjadi wacana kita.

  147. Waah… padahal saya baru mau bercita-cita jadi PNS nih…
    kira-kira masuk kategori itu ndak yaaa?
    :D

  148. Lumayan untuk menaikkan spirit untuk tetap eksis jadi PNS…
    Tetap optimis gitu pak ya…
    http://syakriji.blogspot.com/2005/03/pns-dan-dpr.html

  149. Walaupun kita sudah bisa berkreativitas melalui jalur swasta, tetap pemerintah (alias PNS) sangat berpengaruh. Bukannya pemerintah membantu, tapi menurutku pemerintah malah menghambat kreativitas swasta. Swasta di Indonesia siap maju, tapi kalo platformnya rapuh, tetep aja ga efektif.

  150. Budi Bunga Says:
    February 15th, 2007 at 8:46

    Saya seorang PNS tepatnya seorang guru, saya kbtln diterima thn 2004 dgn jln biasa aja, saya merasa memang menjadi PNS santai aja tapi hasil yang didapat bisa dibilang nggak ada, waktu cuman habis untuk ngobrol ngalur ngidul, tapi klo guru masih mendingan sedikit karena harus mengajar meskipun begitu banyak juga yang bolos, tapi mau apalagi yah beginilah keadaan yang sebenarnya, semoga muncul pembaharu dari dalam maupun yang dari luar agar bangsa tidak terpuruk selamanya.Amin

  151. Tanggapan tuk comment mr. Acwin:
    I think Acwin is not ready to change.. (dan sembunyi dibalik perjuangan guru dan rakyat yang lulusan SD,SMP,SMA. bukannya mereka hanya lulus SD,SMP,SMA karena uang negara dikorupsi).
    Saya paling ga suka anda mengatakan bahwa pedagang hanya nyari uang. Anda saat ini bisa menggunakan komputer karena visi seorang pedagang. Pedagang adalah salah satu pihak yang mendorong kemajuan suatu negara, PNS adalah pihak yang memberi lingkungan yang nyaman sehingga pedagang bisa mendorong kemajuan bangsa.
    Kalo anda sudah ga suka (atau iri) dengan pedagang yang lebih kaya dengan anda, berarti anda bukan PNS yang baik. Tugas anda seharusnya membuat pedagang tadi lebih kaya lagi sehingga bisa mengangkat Indonesia, bukannya malah menganggap anda lebih baik karena anda tidak mencari duit.
    Menurut anda lambat laun PNS akan maju juga? Sekarang sudah ga saatnya lambat laun pak! Sekarang orang sudah pada lari meninggalkan kita karena orang seperti anda menganggap lambat laun kita akan maju juga, tanpa mau usaha alias mencari kenyamanan.
    Rasulullah diturunkan ke bumi bukan untuk mencari kenyamanan pak. Kalo Indonesia mau step to the next level, ga mungkin bisa nyaman. Masak mau lulus kuliah tanpa ujian (yang jelas ga nyaman).
    Saya ingin kontak pak Acwin, tapi sayang ga ada blog atau alamat emailnya. Kalo mas Romi ada email atau cara lain yang bisa menghubungkan saya dengan pak Acwin, saya senang sekali karena saya ingin berdebat dengan pak Acwin.

  152. saya mau sharing aja. sebagai PNS saya cukup senang, karena walaupun memang benar yang dikatakan pak romi tentang birokrasi, sistem, dsbnya dalam PNS tidak baik, tetapi ada sisi positif yang bisa saya ambil, yaitu peluang untuk berkembang. mungkin kita gak bisa hindari segala macam sistem yang semrawut tsb, tapi kita bisa “positif thinking” perihal pengembangan diri sendiri, syukur2 bisa membantu mengembangkan lingkungan kantor disekitar kita dalam artian jenis kegiatan pekerjaan (not money oriented loh).. karena sy melihat sedikitnya ada kemajuan dalam pola kerja terutama diinstitusi tempat saya bekerja sekarang. ada kesempatan luas mengemukakan pendapat dan mengajukan usulan untuk perbaikan diinstitusi sendiri, setidaknya ada niat untuk memperbaiki sistem kerja. tapi maaf untuk memperbaiki sistem keuangan, sy tidak bisa komentar banyak karena saya tidak berkecimpung dibidang tersebut. memang benar sy terkejut juga melihat permainan dalam menegosiasi dg rekanan dalam hal pembangunan atau pengadaan barang. wuih… it’s ridiculous… oiya ada satu lagi yang aku gak habis pikir dengan cara pemeriksa dalam melakukan pemeriksaan setiap tahunnya di setiap instansi pemerintah. apa iya mereka harus mencari kesalahan yang absurd? tidak pernahkah mereka jujur juga dalam melakukan tugas mereka? perlukah mereka mendapat imbalan dari institusi yang sedang diperiksa, bukannya mereka sudah ada anggaran sendiri sebagai petugas pemeriksa?? soalnya dalam rencana anggaran tidak ada anggaran khusus pemeriksa… (it’s just my thinking) maaf kalau ada yang tersinggung yach…

  153. Saya setuju dengan 8 butir pengejawantahan PNS selama ini. Ingat anda masih 2n+1 berarti anda masih harus nongkrong jadi PNS dulu. Saya khawatir banyak teman-teman anda pada awal masuk PNS yang punya pemikiran seperti anda. Begitu pulang studi dari luar negeri, fasilitas untuk penelitian (sory PNS peneliti) dalam negeri(institusi bekerja) sangat minim. Nongkrong juga, kerja sambilan di luar berarti anda harus menghianati perjanjian dosa juga khan? pada akhirnya terbawa arussssssss. Tapi saya yakin kalau anda penya prinsip walaupun bagaimana tetap menjalankan 8 point diatas, tidak pernah ada ruginya walau anda sendirian. Salut pada anda

  154. Setuju!!!!
    Kebetulan saya juga seorang PNS….
    setelah saya 1 bln bekerja, saya sudah merasa penat n bosan…apalagi skrg sdh 2 thn…ingin rasanya menjerit…apakah ini nasib saya??apakah ada peluang utk saya utk mencari pekerjaan yg lebih baik lagi?…saya berharap semua PNS di negeri kita ini bisa menjadi contoh yg baik…lebih punya perasaaan…saya tidak bisa berkata-kata lagi….cukup sekian dan terima kasih..(PNS BGT yach??/)..hehehheheheh….lam kenal dech….

  155. Merubah budaya memang tidak mudah. Perlu waktu yang lama dan istiqomah. Barangkali perlu revolusi budaya PNS…tapi siapa mau jadi korbannya….Bukankah revolusi pasti ada korbannya,…sekecil apapun

    Salam kenal yah…

    Joko

  156. @Dino: aduh pak, bukannya saya mau menenggelamkan diskusi ini. Tapi bukankah sudah cukup jelas disebutkan dalam komentar balasan Pak Romi terhadap Pak Acwin? Masalah PNS atau tidak PNS sekali lagi itu hanyalah salah satu jalan hidup, tidak lah kita menyalahkan jalan hidup itu. Tidak pula kita harus salahkan hal lain. Yang harus direnungkan adalah, (sambil mengutip) “Jangan bertanya apa yang telah negara (bangsa) berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negara (bangsa)”

    Saya sengaja menambahkan bangsa dalam tanda kurung. Karena (jangan GeeR Pak Romi..) salah satu PNS yang memberikan kontribusi kepada bangsa yah bapak yang punya blog ini dengan IKCnya. Mas Acwin juga dengan ilmu yang diberikannya kepada murid-murid di kelasnya, dan mungkin Pak Dino dengan gelar MBA-nya nanti dapat memberikan nilai tambah kepada bangsa, minimal diri sendiri.

    Bagi saya, kembali kepada 3 hal amalan yang abadi pahalanya yang salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat. Salut to you Mr. Romi, salut to you Mr. Acwin, and salut to all PNS and Non-PNS who struggle for our country.

    So, panjang lebar gini.. konklusinya adalah..
    PNS ato gak PNS, bukan itu masalahnya.. tapi apakah kita mau berjuang untuk orang lain? untuk bangsa? untuk negara? bukan cuma untuk diri sendiri (harta, tahta, dan -maaf- wanita)

    Maaf kalau ada kalimat yang salah, maklum ijazah saya cuma D3 Akuntansi.. hehehe..

  157. Yuuup Mas Romi
    Waaah saya tergelik juga untuk komentar……
    Dosa besar yang sulit di ampuni oleh Sang Maha Pencipta bertambah satu lagi…… yaitu “Kesalahan Membuat Sistim”
    Sistim yang ada seperti benang kusut, sehingga kesulitan membedakannya. Bukan lagi seperti belajar teknik Digital “0″ dan “1″ atau “Hitam” dan “Putih”, tetapi hitam dan putih sudah berbaur melahirkan variant baru ” abu-abu”.
    Tinggal kita pandai memilah dan memilih kecendrungan variant baru itu apa condong ke hitam atau putih.
    Semoga Allah memberi ilmu pada kita untuk dapat membedakannya, SEMOGA…….

  158. saya cuma baca sekilas, dan membaca sebagian komentar dari para komentator dan disana juga saya ikut-ikutan jadi komentatornya.

    saya adalah pegawai kontrak yang bisa dikatakan sudah 3 tahun menjadi tenaga tidak tetap di dinas.

    dan membahas tentang pekerjaan di (pekerjaan pns) tidak semuanya santai-santai seperti yang dikomentarkan, bahkan ada banyak yang siang malan kerja.

    bahkan bagi saya, untuk mengambil libur saja hampir tak bisa. sabtu dan minggu sering digunakan untuk kerja. bahkan tidak hanya di kantor, pekerjaan itu sampai dibawa kerumah, sampai yang mengerjakan juga dibantu istri juga saudara.

    jadi tak selamanya pns itu (walau saya belum jadi pns) kerjanya cuma leha-leha.

    jadi kesimpulannya (menurut saya) bahwa pns hanya bekerja santai-santai itu gak benar secara keseluruhan.

  159. Yah gitu tp ibarat sepakbola kalau kita gak ikut jd pemain kita g bs ngrubah permainan????

  160. wahyutomo Says:
    July 1st, 2007 at 5:49

    Salam kenal mas Romi,
    Apa yg anda lakukan dengan dot com nya luar biasa, keep on the track.
    Sedikit tanggapan dengan polemik statement “pembenaran” anda untuk tidak memilih menjadi PNS, itu hak anda dan juga rekan-rekan yang lain yang sama-sama pernah menikmati beasiswa hutang dari LN, puas…? puass…? puas….? (maaf mengutip keyword-nya tukul).
    Apapun dalih, alibi, pesan moral yang anda bawa, mari kita kembalikan kepada HUKUM yang seharusnya berlaku. Setahu saya (semoga tidak salah), kontrak dinas untuk menjadi PNS apabila mendapatkan beasiswa sudah pasti ada. Dan ini yang sedang anda coba berkelit. Kalau sudah menjadi PNS, apapun pahitnya (gaji kecil, fasilitas minim, kreatifitas terbelenggu, moral dipertanyakan, jalan akhirat jauh dsb dsb) adalah konsekwensi yang harus dilaksanakan. Kalau tidak, ada jalan keluarnya. Kembalikan uang tersebut 2 x nya, sesuai dengan perjanjian HUKUM yang telah disepakati. Hitung kasar saja, uang saku untuk S-1 di Jepang 5 tahun x 12 bulan x Yen 150.000,- = 9 juta yen, Uang Kuliah 5 tahun x 1 juta yen = 5 juta yen, Total 14 juta yen. Kali 2 = 28 juta yen. Kurs tengah saat ini 1 yen = 75. Maka anda harus membayar ke negara 28 juta yen x Rp. 75 = Rp. 2,1 milyar. Cukup murah untuk orang sekelas anda kan.
    Tidak bisa anda berkelit, dengan membangun komunitas dot com anda merasa “sedang” membayar hutang tersebut kepada rakyat. Tidak Bisa.
    Koruptor tidak bisa berdalih akan mengembalikan hutang dengan konversi yang berbeda. Pengemplang BLBI tidak bisa menyatakan membayar hutang dengan membangun rumah sakit misalnya. Tetap saja, koruptor akan diminta kembali uang yang telah di korup, plus dengan konsekwensi tidur pulas dalam penjara.
    Ok, kalaupun anda tidak mau membayar sesuai dengan Hukum yang telah disepakati. Banyak diantara rekan-rekan ex-pns beasiswa LN yang mencoba mengganti alamat rumah, menyembunyikan indentitas dsb. TAPI INGAT !!!, ADA yang MAHA TAHU perbuatan tersebut. Kalau masalah hutang tidak bisa diselesaikan di dunia, kelak ALLAH SWT lah yang akan meng-hisab hutang tersebut. Kasihan Ahli Waris anda, saat sebelum dimakamkan saat pihak keluarga menanyakan, apakah ada hutang dari almarhum yang belum terbayarkan semasa hidupnya, mohon segera disampaikan kepada ahli waris supaya segera dilunasi sebelum mayit ini dikuburkan ?
    Lha kalau ada wakil pemerintah di acara penguburan tersebut berkata, “ ADA ! Almarhum pernah mendapat beasiswa hutang dari Luar Negeri, dan tidak konsekwensi menjadi PNS 2n+1, dan tidak mau membayar uang pengganti kepada negara sebesar 2,1 milyar rupiah “. Lalu ahli warisnya mau bayar pake apa ??? kalaupun ahli warisnya ndablek juga, nggak mau bayar. Enak aja bayar 2,1 milyar, yang menikmati sekolah di LN kan si mayit, ya dosanya tanggung sendiri ! nah kasihan deh lu………
    Sekali lagi, dulu sebelum dapat beasiswa, anda dan teman-teman ex-beasiswa LN adalah WONG NDESO. Lha biaya sekolah saja harus minta subsidi pemerintah dengan konsekwensi menjadi PNS yang gajinya kecil. Lha sekarang begitu dapat titel dan harta yang melimpah kok Lali asale rek.
    Sekian dan mohon maaf apabila ada kata-kata saya yang kurang berkenan bagi anda dan teman-teman sekalian

  161. # Wahyuutomo: Coba dibaca lg mas artikel saya, berkelitnya di mana yah ;) Dalam berdiskusi yg sehat, hati boleh panas tapi kepala harus tetap dingin. Lebih fair lg kalau data anda lengkap hehe …

  162. puter@ b@nu@ Says:
    July 19th, 2007 at 18:56

    Point 1………….8…. SETUJU….. tapi harus ada orang – orang yang mempunyai semangat dan berhati “lurus” untuk berada di PNS , agar kondisi ini bisa berubah, kalau tidak ada yang masuk PNS, bagaimana bangsa ini bisa berubah….

  163. [...] Setelah lama gak nongol, kemarin dan siang ini saya chating dengan ketemu Bhanu SN, temen saya yang jadi master control d **TV, ngobrol macem-macem dari soal PNS sampai tentang ApaKabarJ**** (AKJ). Sempat saya kirim link tulisan mas Romi tentang PNS tidak cocok untuk…. Komentarnya macem-macem lah… [...]

  164. Setuju mas Romi, tapi gak berarti PNS yg ada sekarang itu “gak beres” semua. Soalnya saya sendiri PNS. Beberapa rekan2 saya yg sudah “tidak mampu menahan rasa gerah” satu persatu mulai mengundurkan diri dari status PNS-nya dan memilih berwiraswasta ato bekerja di beberapa perusahaan :) Lucky them… Saya gmana ya? Kayaknya masih ingin bikin perubahan, biarpun itu kecil… sekalian mempertahankan keberlangsungan pembelian Susu buat si kecil. :)

  165. # wahyutomo

    cukup keras jg tanggapan Anda, tapi Bung Romi sudah memberikan rambu-rambu kepada kita semua khususnya saya yg lagi mikir 2x mau jadi PNS karna bujukan teman2 yg sudah menjadi PNS.

    Saya yakin semua tergantung niatnya dan saya juga sangat yakin bung Romi tidak punya niat buruk seperti yg bung wahyutomo jelaskan.

    Saya tidak mau men-judge bung Romi seperti yg Anda jelaskan. coz indeed, yg paling lebih tahu adalah Allah SWT. Kita saling bersaudara sesama muslim, semoga Allah selalu memelihara kita dari Api Neraka.

  166. pak…gak ada kalimat lain yang bisa saya katakan, selain….saya setuju sekali dengan tulisan anda di atas……bahkan saya kira masih banyak point2 yang lain….
    saya seorang pemuda yang…gak tau kenapa jika mendengar….pns….wahhh…imej jelek itu langsung muncul di otak saya….males, santai….wahh pokoknya sama seperti yang anda tulis di atas…setelah baca tulisan anda diatas…saya merasa gak sendirian….ternyata ada orang yang mempunyai….pemikiran like what i have….ya kan coyyy….. :)
    . ironisnya…..orang tua saya, sangat mengingankan anaknya menjadi pns…..
    wahhh…bingung nihhhhhh…………..

  167. saya juga seorang PNS, dan masih baru, baru 3 taon. saya melihat di unit kerja saya, orang pinter dan punya pendidikan tinggi masih sangat diperlukan di institusi pemerintah, mereka2 inilah yang di harapkan bisa melakukan perbahan, sebab, mereka2 inilah orang orang yang di anggap mempunyai intelektualitas yang tinggi, di karenakan, sebenarnya institusi pemerintah sangat kekuarangan SDM yang intelektualitasnya tinggi, banyak yg bergelar tp banyak yg didapat bukan dari kuliah. POLRI seperti penerimaan AKPOL baru2 ini, mereka merekrut khusus untuk S1, di harapkan, nantinya mempunyai kemampuan untuk melakukan perubahan.
    sebenernya, seorang enterprenuer juga sangat di perlukan di institusi pemerintah, karena, jiwa seorang enterprenuer yang di antaranya pekerja keras, jujur, pantang menyerah, penuh gagasan baru dll sangat di perlukan untuk melakukan perubahan di negeri ini.
    memang kalau di kaitkan dengan gaji PNS tidak ada apa-apanya. tetapi saya bingung, kenapa secara tidak langsung menjadi barometer harga sembako di negeri ini ????

  168. wah rangkuman pengalaman pribadi mas romi …….. tapi bener2 cocok.
    sayangnya banyak orang idealis/ profesional akhirnya masuk kepelukan sistem birokrasi ( akhirnya pengen dan seneng jadi PNS )

    seharusnya memang sistem birokrasi kita harus direformasi sehingga menghasilkan PNS yg profesional

  169. [...] Prospek kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Oktober 19th, 2007 — priandoyo Bang Romi S.W suatu ketika pernah menulis, 8 alasan untuk tidak memilih berkarir sebagai PNS, diantaranya bagi: 1. Orang yang ingin melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru dan berharap itu akan terimplementas1ikan dalam waktu cepat 2. Orang yang tidak suka melihat uang dan anggaran dipermainkan, diputar-putar dan dipatgulipat. dan seterusnya. [...]

  170. [...] Secara pribadi, beberapa bulan belakangan ini saya sedang akrab dengan dunia pns. Status kerja saya saat ini adalah tenaga honorer, yang mana pada bulan2 ini akan ditentukan nasib per-cpns-annya oleh acara yang bernama tes masuk cpns. Selama beberapa bulan ini saya sedikit banyak bisa ngeliat apa yang selama ini saya bayangkan tentang dunia pns, yang selama ini cuman saya denger di lagu2 slank, yang selama ini cuman bisa saya liat di spanduk2 temen2 mahasiswa waktu lagi pada demo di bundaran UGM. Birokrasi komplek! Ya, bener2 deh.. silahkan aja baca postingannya oom romi tentang orang2 yang ga cocok jadi pns. biar gampang, saya kutip aja deh.. [...]

  171. yah.. saya setuju dengan 8 hal yang dikemukakan mas romi :)

  172. saya seorang PNS bekerja pada tahun 1987 dengan pendidikan SLTA setelah sepuluh tahun kerja baru saya menyelesaian S1, Lembaga Adimistrasi Negara dengan susah payah karena gaji pada waktu itu hanya 240 Ribu, jadi menurut saya sekarang sudah sepantasnya kalau gaji PNS dinaikkan diatas UMR, Dulu PNS dipandang sebelah mata karena penghasilan dibawah standar. Perlu diketahui kebijakan pemerintah sekarang tidak pernah memihak kepada rakyat buktinya banyak dep/lembaga yang direstruktursisasi dengan alasan efisiensi tetapi pejabat negara, kepala daerah, legislatif berlomba-lomba menyelewengkan uang negara. Berjamaah menjadi trend di INDONESIA tetapi berjamaah masuk penjara. Jadi sekarang setelah ditinggal era ORDE BARU malah carut marut sistem yang sudah ada tidak ditabrak sana sini dengan alasan demokrasi ?
    MAU DIBAWA KEMANA TATANAN DAN BUDAYA REPUBLIK INI ?

  173. Saya hanya guru bahasa Inggris yang biasa mengajar IELTS, TOEFL, GMAT, GRE, SAT untuk murid2 saya yang akan ke luar neger, baik biaya sendiri (sedikit sekali, tapi sebagian besar dari mereka mendaftar juga untuk beasiswa) maupun berburu beasiswa ke LN (porsi terbesar, 85%). saya menemukan situs ini ketika sedang mencarikan informasi beasiswa dan segala perniknya untuk tambahan informasi murid2 saya.
    Banyak juga fresh graduates yang ingin masuk menjadi PNS dengan alasan karena akan mudah mendapatkan fasilitas untuk melanjutkan sekolah S2 S3 ke luar negeri

  174. Maaf, belum selesai terpencet, gaptek. hehehe. Ini lengkapnya Saya seorang ibu, guru bahasa Inggris plus maths yang biasa mengajar persiapan IELTS, TOEFL, GMAT, GRE, SAT untuk murid2 saya yang akan ke luar negeri, baik biaya sendiri (sedikit sekali, tapi sebagian besar dari mereka mendaftar juga untuk beasiswa) maupun yang berburu beasiswa ke LN (porsi terbesar). Saya menemukan situs ini ketika sedang mencarikan informasi beasiswa dan segala perniknya untuk tambahan informasi murid2 saya.
    Banyak juga fresh graduates di antara mereka yang ingin masuk menjadi PNS dengan alasan karena akan mudah mendapatkan fasilitas untuk melanjutkan sekolah S2 S3 ke luar negeri karena PNS dan yang berbau DIKNAS memang masih anak emas bagi yang ingin mendapatkan beasiswa. Mudah-mudahan setelah mereka pulang nanti keadaan di negeri ini sudah semakin baik karena banyak Romi2 yang mampu tetap bertahan sebagai PNS dan memperbaiki dari dalam semampu dan sesuai dengan jalan yang mereka buka, sehingga adik2 dan anak2 kita yang brilliant tidak justru lari bekerja tidak untuk negeri yang sama kita cintai ini. Amien

  175. [...] Sistem birokrasi di LIPI ternyata tidak memungkinkan mengakomodasi kenyataan ini. Saya juga tidak punya kekuatan untuk mengubah keadaan. Pangkat dan golongan saya terlalu rendah untuk melakukan perubahan sehingga akhirnya banyak ide saya yang berakhir di rapat-rapat. Saya menjadi tidak enjoy dan mengalami kepenatan birokrasi, kekecewaan ini yang saya ungkap di tulisan saya sebelumnya. [...]

  176. Sedihnya PNS = 8 poin yang sudah diketik oleh Romi :(

  177. Setuju banget, Pak!

  178. MAs sebuah dilema ketika anak bangsa yang termasuk 8 poin orang yang tidak cocok jadi PNS tersebut tidak terdapat dalam instansi pemerintah yang notabenenya adalah pelayan rakyat. Jadi apakah yang mengurusi negara ini haruslah di isi oleh orang-orang yang bermental penipu, pencuri dan lain sebagainya…akan dibawa kemana bangsa ini……????

  179. salam kenal mas

    hihihi kebetulan saya juga PNS tapi alhamdullillah saya diterima ga pake sogok2an segala–lha saya kere.sejak menjadi PNS saya lgs dipekerjakan di perguruan tinggi swasta (employer lama saya),sehingga 8 poin yg disebut di atas ga berlaku di lingkungan kerja saya dan saya juga belum pernah merasakan kerja di lingkungan seperti itu (amit2 de).saya sendri baru sadar klo kerjaan di kantor2 govt pada kek gitu. seyem deh.
    jadi takut deh klo nantinya ditempatkan di kantor2 yg berkarakter kek disebut di atas.aaadddoooowwww.

    emang bener kerja itu bukan hanya tuk cari uang, yang paling penting dari esensi bekerja adalah kepuasan batin dan pengakuan atas hasil kerja.

    klo mo buat perubahan yax jadi politisi dunks… awal ne jd caleg di DPRD, trs bupati/walikota trs jd gubernur…trs jd presiden nah klo dah jd presiden silahkan melakukan perubahan…tapi presiden juga bekerja dgn PNS itu. klo PNS nya ga berubah yah percuma apa yg dilakukan presiden….kek lingkaran setan. sooo sebaik apapun program presiden klo PNS nya ga nyambung ya percumaaaaa.

  180. kalau Mas Romi jadi atasan PNS pasti melakukan hal yang sama seperti itu…. berarti belum mengerti bagaimana mengelola keuangan suatu instansi pemerintah yang minim dana tetapi kegiatan seabrg….. harus jalan ke mana mana ngurus ini dan itu….
    seninya seorang pimpinan instansi pemerintah itu ya disitu … kenapa nggak ditanya kenapa melakukan itu semua?,
    Dengan mendapat response seperti yang terjadi pasti membuat mas Romi seneng dan bangga dah bebas dari LIPI dan aturan pemerintah…..
    semoga ditempat baru nggak menerima dana yang nggak tahu dari mana ya….

  181. [...] PNS Tidak Cocok Untuk … [...]

  182. [...] PNS Tidak Cocok Untuk … Ditulis pada November 27, 2007 oleh mulyoph PNS Tidak Cocok Untuk … [...]

  183. Sekarang ini:
    PNS = Pengkhianat Negara dan rakyat Sipil
    Kalo Mr. Romi atau orang idealis lainnya jadi presiden dan pejabat tinggi, maka:
    PNS = Pahlawan Negara dan rakyat Sipil

  184. menyambung komen ami,
    AMIN YA ALLAH

    Hai aset negara (orang pinter dan idealis) yang ga tahan dan memilih kabur ke LN: kembalilah kalian ke pangkuan ibu pertiwi, bersatulah dan selamatkan kami dari belenggu penjajahan bangsa sendiri

    dengan pertolongan Allah, kalian pasti bisa berbuat sesuatu yang dasyat untuk RI

    kami siap menunggu instruksi dan rela dikendalikan oleh kalian

  185. kali ini aq ngikutin gayanya anggota DPR zaman OrBa
    S E T U J UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU

  186. hmm.. melihat dan membaca berbagai postingan sebelumnya, membuat saya mikir lagi nih…

    seorang freshgrad dari PTN di Sby, dan lulus seleksi sebagai CPNS salah satu Departemen di Jkt dan sebentar lagi harus daftar ulang….

    gimana ya?…
    niat awal saya adalah, memperoleh penghidupan dan pekerjaan yg layak dan halal, serta bisa menjamin hidup saya nantinya..karena udah ada rencana untuk nikah :D

    mas2, bapak2… ada saran?

  187. Message: Siip… Ternyata yang terpikir di om romi sama dengan saya. Walaupun status saya bukan PNS, tetapi saya terlibat langsung dengan kegiatan yang diadakan oleh Institusi Pemerintahan. Saya merasa dibohongi, ditipu, dan dikerjain habis-habisan.

    Tahun 1998 saya adalah salah satu mahasiswa yang pernah menduduki gedung DPR/MPR dalam rangka menuntut reformasi bagi bangsa ini. Sampai sekarang, saya merasa jiwa reformasi masih ada dalam diri saya. Sehingga dengan kondisi alam pemerintahan seperti ini membuat saya sangat sedih.

    Bahkan saya selalu menolak apabila diajak kerjasama lagi dengan mereka, yang ujung-ujangnya nanti adalah saya sebagai korban.

    Apakah perlu saya dan temen2 mahasiswa menggulirkan rovolusi?

    tety wrote:
    referensi : pemilik ilmukomputer.com
    http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/

    sebelumnya, maaf bagi yang tidak
    berkenan..di browse aja url di atas :D

  188. Saya juga PNS spt. Mas Romi. Saluut buat posting PNS (28 Juni 2006) masih di-comment sampai hari ini (12-Desember 2007). Perlu masuk rekor MURI nich. Kebanyakan PNS (termasuk saya juga denk)datang pagi terus nge-net (yang nggak ada hubungannya dengan kedinasan) bagi yang ada fasilitas internet ato baca koran sampai ke iklan-iklannya ato nggosip bagi PNS putri terus makan ke kantin ato jalan ke mall balik lagi ke kantor udah jam mau pulang. Yaa… terus pulang. Jadi kapan kerja buat kedinasannya donk? Ini mungkin tapi pasti 90% PNS. Yang 10%nya sich bener bener kerja…………………..meureun.

  189. wong pinter koyo kowe kok pns, eman-eman mas. mending metu golek perusahaan sing wani mbayar ke staid. right man on the wrong place.

  190. usulnya mas persib yang bicara banyak banyakan coment, boleh liat ini dulu http://ihateindon.blogspot.com/2007/11/i-hate-indon.html#links wew! banyak banget comentnya. Apa keuntungan yang dia dapat? komentarin dong mas Romi

  191. saya juga PNS, ada benarnya juga apa yang sdr romi satria katakan, saya mungkin termasuk orang dengan beberapa kategori yang dipaparkan diatas., terutama butir 1 dan 7, walaupun bagaimana, saya juga bisa mengambil banyak hikmah dari apa yang dialami selama ini. seperti fasilitas yang minim, tetapi dituntut kinerja tinggi. belum lagi banyaknya kolega kerja yang justru merasa marah jika ada satu atau dua orang punya ide dan baru mau mengimplementasikannya. itu saja.

  192. Posting yg bagus, saya baru baca pdhal dah lama ya. Sedih jg membacanya, karena saya sendiri melihat & mengalaminya.
    Entah drmna mesti mengubahnya, mungkin istilahnya mesti potong satu generasi. Yah mungkin kt ubah mulai dr diri sendiri aja deh.

  193. salam kenal mas romi…
    kutipannya sederhana tapi menarik dan juga harus diperhatikan bagi orang2 yang ingin menjadi PNS.sebenerny saya juga ad niatan tuk jadi CPNS tapi nanti setelah usia saya diatas 30 karena menurut saya PNS itu menjamin hari tua.walaupun saya tahu lika liku tentang PNS seperti yang mas romi kutip. sekarang saya sudah menyelesaikan studi D3 informatika dan bekerja (magang) di sebuah perusahaan.karena saya masih muda, saya ingin terus berusaha tuk maju dan siapa tau niatan masa tua saya tsb berubah menjadi lebih baik.amiiiiiiiiiiiiiiiin.

  194. * mengamini tulisan mas Romy *

  195. Salam kenal mas romi,
    sayang banget saya baru baca. Udah beberapa bulan ini saya menjadi cpns. Selama beberapa bulan saya mengalami dilematis. Emang ya jadi pns itu susah-susah gampang. Dilain pihak kita pingin bener2 kerja karena kita udah digaji. Tapi bagaimana bisa kerja klo kerjaan diborong ama bos-bos. Ujung2 dapat kerjaan tapi hasil kerja orang lain yang dapat nilainya (klo bagus) klo jelek tetap kita yang salah. Beda banget waktu kerja di swasta. Tapi dengan adanya posting mas romi, saya jadi semangat lagi karena ternyata saya nggak sendiri. Saya yakin Indonesia akan lebih baik klo pnsnya jujur, kreatif dan semangat untuk perubahan. Amin.

  196. ijin menautkan ke http://kertasputih.wordpress.com/ B.
    semoga sukses

  197. pinginnya sih begitu mas, tapi mau bagaimana lagi untuk kerja di swastapun sekarang yg dilihat almamater kampus, jadi ya kalah bersaing donk….

  198. jadi pegawai NeGri CaPe Dehh

    klo saya nilai pegawai negri tuh kalo kalau ada pekerjaan yang masih ada di bikin sulit ngapain di bikin gampang…..=))
    beda dengan kita sebagai pegawai swasta/ IT kalau ada pekerjaan yang susah ngapain di bikin susah atau di bikin sulit…. saya rasa pasti pegawai negri nanti banyak yang masuk neraka….hiiihi=)) mentrinya yang ngerti agama aja korupsi :D

  199. asw. terima kasih poin-poin berharganya di atas, seharusnya kita bijaksana dan bijaksini dengan posisi kita dimana saja berada, dan sebagai apa saja fungsi dan tugasnya maka harus berusaha sebisa dan semampu mungkin dari dalam dan dari luar sistem berdjoeang memperbaiki mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai sekarang ke arah yang lebih baik. (…aa gym neh) let’s make things better than before, nobody is perfect and I’m nobody.

    Salam,

    Unang.

  200. bismillah
    minta maap pada semua yang setuju dengan pendapat mas romi. tapi menurut saya, judul tulisa yang harus di ganti : “PNS harus dimasuki orang :….”
    karna menjadi keawajiban kita untuk merubahnya. bukan menjauhinya.
    wallahualam

  201. wow…mantab diskusinya. Saya sebagai pribadi juga kurang begitu suka dengan sistem yang ada dalam dunia PNS, namun tidak bisa kita pungkiri juga ketika kita akan mencari kehidupan yang tenang di saat kita pensiun, PNS mungkin bisa menjadi pilihan karena sangat jarang kita temui perusahaan swasta milik dalam negeri yang menjanjikan kehidupan pensiun yang senyaman PNS :) .

    Mengenai dosa jamaah, instansi swastapun ikut andil dalam hal ini. Mari kita lihat wacana kickback yang ada di setiap proyek di dunia swasta dan pemerintahan, sudah menjadi rahasia umum khan?hehehe…

    btw kebetulan saya juga peminat software engineering khususnya RUP, boleh khan pak romi saya copy artikel2nya? :D

  202. kobebintang Says:
    January 8th, 2008 at 21:58

    Setuju….Kenapa ya, menurut saya yg pada ngebet masuk PNS itu org2 yg ga berani “berperang”, maunya enak, apa udah kepikiran klo PNS tU dtg, nongkrong, pulang, dapet gaji sebulan, dapet tunjangan, trus “dapet korupsian”..maap ya Om2, mas2, mba2 yg PNS, sy cuma kecewa sama mereka2 yg pikirannya cetek dan maap “bejat”, klo gini kapan Indonesia mau maju…..ga naif klo jd PNS emg enak, tp mbok ya jgn maksain diri, sampe pake uang segala gitu, wah, jd miris ngeliatnya, org2 yg notabene jd pekerja untuk pemerintah, negara tp isinya koq “wong sugih tp bodo”, mau jadi apa negeri ini, pantes klo semua yg berhubungan dengan swasta mahal, lha wong sdm di swasta “lebih” dari yg negeri…ah ngmg apa sih aku ini, ga jelas Le…..

    Selamat berjuang mencari kerjaan, banyak kerjaan tapi apa iya “disediakan”…ah mbuh lah, usaha dulu baru komentar…Baik-Baik…..Semangat…!!!!!

    Makasih pak, saya jadi curhat….he he he he

  203. miris memang…
    Allah Maha Tahu!!

  204. Marilah kita Introspeksi diri!
    Tidak ada yang bisa mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri
    http://lowongancpns.blogsome.com/2007/12/31/etos-kerja-jepang/

  205. Membaca artikel di atas membuat saya tertegun..

    karena saya memiliki sebagian besar dari 8 kriteria yang tidak cocok jadi PNS(semoga bukan ujub, atau sok suci).
    Apalagi saya berasal dari institusi yang sama dengan Pak Romi berada sekarang.

    Ya..saya adalah freshgraduate yang masih idealis dan memiliki “mimpi” untuk ikut berkontribusi riil memperbaiki bangsa ini. Saya tinggalkan pekerjaan saya di perusahaan telekomunikasi terkemuka (sektor yang sedang sangat berkembang dan menjanjikan)untuk mengejar idealisme : Saya ingin mengabdi dan membangun bangsa, bukan untuk kemajuan beberapa golongan saja..

    Saat ini saya masih “membaca keadaan”, mencari rekan2 yang sekiranya punya misi yang sama, mencari superman2 itu, yang tidak sekadar berfikir untuk kepentingan pribadinya saja.

    Saya sebagai “freshman” di LIPI tertarik sekali untuk banyak bertukar pikiran dgn Bapak. Juga Pak LT.Handoko (saya sudah baca beberapa artikel ttg beliau). Buat dong pak Forum ttg itu..komunitas yang sama2 menginginkan perubahan dari dalam..

    Tapi jujur saja saya tidak tahu apa yang akan saya perbuat, tidak tahu harus memulai dari mana..Jangankan golongan atau posisi, bahkan untuk kompetensi pun saya masih berada jauuuh di bawah..tidak masuk hitungan lah.

    Saya masih optimis untuk bisa merubah instusi pemerintahan yang ada terutama institusi tempat saya berada sekarang. Terlebih melihat tanggapan-tanggapan dari Bapak/Ibu di atas. Seperti yang Pak Romi bilang, masih banyak PNS-PNS lurus yang sedang berdjoeang melakukan perubahan dari dalam.. Dan saya berharap bisa menjadi bagian dari mereka..

  206. positive thinking aja and be the best

  207. Gaji PNS kecil, tapi tetap diburu ada apa ?
    Wong PNS di republik ini rata-rata koruptor/maling !
    Coba anda boleh evaluasi dengan cara yang sederhana saja. Sejak anda lahir sampai anda mati, anda di-korup oleh yang namanya PNS.
    Pada saat anda lahir anda wajib mengurus yanga namanya akte kelahiran yang nota bene anda [asti berurusan dengan yang namanya PNS, dan anda wajib memberi uang pelicin (di-korup)kalau tidak memberi pasti banyak masalah yang bikin kita jengkel !.
    Pada saat anda sekolah, anda diminta uang pelicin lagi (di-koruk lagi)
    Pada saat anda cari pekerjaan, masuk polisi pakai uang!, masuk AKABRI pakai uang!, mau jadi ABRI pakai uang!, pokoknya semua serba uang apalagi jadi PNS !, jadi jangan harap orang miskin bisa hidup di republik ini makanya pada bunuh diri.
    Setelah anda mati sebelum masuk ke liang lahat anda juga wajib memberi uang pelicin (di-korup lagi) kalau tidak anda bakalan tidak jadi dikubur atau minimal sudah bau busuk dulu baru dikubur.
    Kalau saran saya kalau mau berubah yang harus pertama kali dirubah adalah yang duduk di DPR itu harus manusia semua bukan anjing karena kalau manusia punya hati nurani sedangkan anjing bisanya hanya menggonggong saja.
    Karena DPR yang dapat merubah/memperbaiki semua peraturan perundang-undangan yang ada di republik ini baik yang berkaitan dengan kepegawaian, korupsi, anggaran dll melaui DPR, jadi DPR merupakan palang pintu untuk memberi contoh kepada rakyat bukan malah ikutan pesta korupsi .
    Selamat berjuang bung Romi !

  208. wah kalo udah terlanjur masuk ikatan kerja gini gimana ya mas (ikatan dinas – di sekolahin negara) ? denger denger dari para senior yang udah kerja, emang sih lumaya sejahtera,tapi ya itu tadi para atasannya masih main kotor meski staff pada pengen lurus.

    semoga kita segera kembali ke jalan yang benar..

  209. sama tapi q masih nggak jelas, q masih magang. tapi klo mo jadi pengusaha jga nggak bisa.ya sama ikatan dinas tapi bedanya kulnya di dalam negeri. tapi program ini kayaknya semakin kabur. namanya berubah terus. memang sih agak membosankan.

    tapi kalo di instansi pendidikan mungkin masih bisa mengembangkan ilmu. pengennya sih biar orang lain bisa. tapi jabatannya masih teknisi.

  210. CPNS Setneg Says:
    January 24th, 2008 at 10:04

    “Cukuplah Allah sebagi Penolong kita dan sebaik-baiknya Pelindung kita” :)

  211. Tadinya mau komentar panjang, tetapi dikarenakan klien saya banyak dari kalangan instansi pemerintah, jadi komentarnya cuma “NO COMMENT” aja deh.

  212. apa yang pak Romi katakan, “tidak semuanya Benar”. Ada banyak PNS yang masih memegang amanah.

    Jangan digeneralisasi, walaupun kelihatannya banyak terjadi.

    Memang banyak sih PNS yang tidak produktif dan asal bapak senang.

    Tapi, pak romi sebagai PNS saya fikir bisa juga berjuang lewat ilmu TI nya, perlu merancang PRILAKU PNS BERDASARKAN LOGIKA KOMPUTER, YANG JUJUR2 AJA, TERGANTUNG PROGRAMMER NYA.

  213. Indra Dwiyatmoko (900087) Says:
    January 30th, 2008 at 16:26

    Maaf baru bisa comment …
    Sebagai teman sekamar waktu CASIS di Magelang (1990), saya (yang saat ini jadi PNS) setuju banget dengan yang anda tulis, Bung Romi.
    Sedikit megeluarkan uneg2 aja, rasanya tak sebanding antara perjuangan yang saya jalani di perguruan tinggi kedinasan (dengan ancaman Drop Out bila tidak mencapai IPK yang disyaratkan) dengan suasana dan pola kerja yang saya alami, tapi baiklah, saya akan jalani. Satu hal yang saya rasakan saat ini adalah sebagai dampak dari ritme kerja yang ada di PNS, membuat saya agak “KATRO” dalam persaingan terutama untuk bersaing di dunia swasta, aya sadar penghasilan yang saya terima pas2-an, so ada keinginan untuk keluar setelah menyelesaikan ikatan dinas, tapi jadi ragu2 apakah saya mampu bersaing ???

  214. ternyata separah itu ya?

    btw,
    adakah yang punya ide agar situasi bisa di giring ke arah yang lebih baik?

    mosok terpuruk terus.

    imho,
    salah satu cara adalah mengajak para birokrat itu untuk ngeblog? :) kenapa? biar masukan tingkah laku anak buahnya bisa di adukan ke atasanya. Terus tingkah laku atasanya bisa kita adukan di publik :) Publik bisa monitor kinerja mereka lewat blog :)

    kira-kira begitu apa ya? pecah ndasku :)

    Seorang teman memenangkan tender jaringan telpon di sebuah kantor pemerinta yang baru saja selesai di bangun. Temen ini menang karena berhasil menekan harga serendah mungkin. Padahal pada saat awal tender temen ini menawarkan harga termahal. setelah nego dan sepakat dengan harga terakhir yang termurah, maka si birokrat bilang. nanti di PO-nya tulis pake harga yang pertama ya,…..spontan temenku kaget jangkrik,…!!!

    Seorang temen laen berhasil memenangkan tender pembuatan software traffic light control di sebuah kota industri. Si Temen ini menawarkan hasil jerih payahnya (program) dengan harga yang cukup murah. Begitu transaksi di setujui. si birokrat bilang gini “nanti di PO-nya tulis, harganya 2 kali lipat ya”. Sepontan temenku yang idealis & pedjoeang sejati ini bilang “Nggak jadi deh, nggak jadi ikutan tender saya”.

    Saya bangga melihat kedua temenku ini. ledih baik mundur dari tender daripada ikut merusak negara :)

  215. Bner banget bung..
    Sama halnya dengan yang terjadi pada saya.
    Setelah bekerja di swasta trus masuk BUMN (krn pilihan ortu)..

    Sangat2 tidak menyenangkan dengan sistem kerja yang selalu mengganggap ide-ide dan cara kerja yang dimiliki sebagai sesuatu yang membahayakan dari anak kemaren sore..

    Apakah tidak ada pemimpin bangsa ini yang berpikiran open minded sekarang ini?

    Tanya kenapa…..

  216. Kalo memang PNS dianggap sesuatu yang buruk, sudah saatnya kita perbaiki bersama. Bukanya kita harus memberikan karya terbaik.

  217. Ass..
    Betul banget yang mas tulis tuh.. saya sendiri ngalami kok di instansi saya.. memang bangsa ini sangat perlu generasi muda yang sangat ingin melakukan perubahan, karena saya pikir yang merusak dari PNS itu bukan hanya budaya PNS itu sendiri, tetapi peraturan perundang-udangan yang sangat berkesan memaksa pelaku untuk merekayasa alias manipulasi berbagai kegiatan..kalau secara pribadi kita berusaha lurus, ternyata secara otomatis dan yuridis kita mendapatkan perlawan yang luarbiasa aduhay..sampai2 membuat kita berpindah-pindah (dimutasi) ke berbagai tempat, yang dirasa aman (bagi mereka), akhirnya perjuangan berujung pada sikap mental yang lebih selektif, dalam arti, bagian mana dari peraturan yang tidak sesuai dengan hati nurani, ditindaklanjuti dengan cantik saja. Mengingat yang perlu dijaga adalah silaturahim sesama karyawan saja, dengan harapan dari sana akan didapat kepercayaan dan ketertarikan untuk melakukan perbaikan-perbaikan..wass

  218. Rolling Stones Says:
    February 6th, 2008 at 11:56

    Hallo Pak Romy,

    Saya pernah bapak ajar saat diklat komputer di Yogya. bapak 100% benar pak.

    Mengingat kondisi demikian, makanya tidak heran negara ini berjalan mundur.

    Makanya saya PNS yang lagi berjuang di malam hari, kemampuan programming saya saya jual di luar kantor. walaupun kantor membeli software milyaran dan nggak mutu !!!!

    GBU pak !!!

  219. Contoh birokrat yang modern :) soalnya punya blog adalah pak Ria Saptarika,http://www.riasaptarika.web.id/ Wakil Walikota batam. Para bloger di mBatam dengan leluasa mengadukan berbagai keluhan perihal pelayanan publik.

    harusnya demikian dengan birokra-birokrat yang laen :)
    ayo gih kompori para birokrat itu untuk ngeblog :)

    mudah-mudahan menjadi bagian solusi dari keterpurukan bangsa ini.

  220. Mas Romi tau tulisan ini hampir berusia dua tahun sejak ditulis juni 2006 lalu. Dan mas Romi bisa liat sendiri dukungan ke mas Romi terus bertambah setiap waktunya. Saya yakin dari lebih 200 orang yang mendukung mas romi di situs ini jumlah pendukung sebenarnya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan kali lipatnya. Hanya kebetulan saja mereka tidak mengenal situs ini. Saya termasuk yang telat mengenal mas romi. Sejujurnya saya katakan saya sudah sangat muak dengan sistem birokrasi di negeri tercinta kita ini. Muak ketika saya harus terpaksa berurusan dengan mereka mendirikan koperasi, bayangkan saja kami adalah karyawan kecil yang ingin meningkatkan kesejahteraan dengan mendirikan koperasi karyawan di lingkungan kerja kami. Lalu dengan semangat 45 kami pun mendatangi kantor koperasi setempat. Pada hari yang telah ditentukan rapat anggota pertamapun dilaksanakan. Keesokan harinya kami dikejutkan denga pernyataan oknum pns koperasi setempat yang mensyaratkan sejumalah uang lelah untuk mempercepat proses pengesahan koperasi kami. Alasan mereka adalah karena mereka harus mengerjakannya diluar jam kerja . lho jadi selama hari – hari kerja apa yang mereka lakukan ??
    Mereka mengajukan opsi untuk mengurus semua persyaratannya sendiri jika kami tidak mau membayar uang lelah itu, hey sampai berapalamapun koperasi itu tidak akan pernah terwujud klo kami harus mengupayakannya sendiri. Dan hingga kini koperasi ditempat kami tidak pernah terwujud.
    Perekrutan pns dinegeri ini seperti yang sudah disebutkan diatas lebih mengandalkan kuantitas bukan kualitas, dan saya percaya jika masalah sistem birokrasi yang berpenyakitan ini tidak dibenahi oleh pemerintah, oleh setiap orang maka sampai kapanpun negeri ini tidak akan pernah bisa melangkah jauh.
    Untuk mas Romi keep fighting ya mas, saya dan teman teman disini juga sedang berjuang namun dengan cara yang berbeda untuk negeri ini..

  221. onsirsalman Says:
    February 9th, 2008 at 9:33

    Menurut saya walaupun dengan gaji kecil dan bekerja dengan baik menjadi PNS itu jauh lebih baik dari pada kerja dengan orang lain. karena kita sudah berusaha membantu negara, tapi bila dgn orang lain hanya akan memperkaya diri sendiri, keluarga dan klan (di swastapun pasti ada KKN).
    saya ingin memberi semangat kepada para PNS yang bekerja dengan hati nurani demi kemajuan Bangsa dan Negara Indonesia ini.

  222. assalamu alaikum…

    Besar mana pak, Gaji guru yg PNS dan yg Guru Tidak Tetap alias honorer….?

    Wah belum tahu ya pak ?

    Di kita gaji GTT 250.000.000 sebulan lho…

    eh salah nulis angka ding…
    yg bener dibagi 1.000

    inilah akibatnya jika nulis angka kelebihan nolnya, bisa-bisa misunderstanding dan menimbulkan prasangka…yg lebih gawat masuk penjara karena ngurangi nolnya…

    kok ada ya pak, cuma gara-gara nambahi ato ngurangi angka nol masuk penjara.

    kalo kita juga lagi berjuang lho pak…di kota ini berjuang menjangkitkan ilmu yang sudah diperoleh. dan dikota lain memperjuangkan agar 40jt rakyat indonesia dapat membangun sendiri usahanya sendiri ato bersama-sama. termasuk juga untuk guru GTT di kita. sebagian dulu pak, kalo 200jt khan butuh dana ribuan triliun. nah ini baru tadi pagi waktu ngajar di IT Fun Club dapat sms mau cair proyeknya.

    Mohon doanya ya pak. Wassalam

  223. being PNS, bener2 dambaan, apalagi buat seorang honorer yang sudah membuktikan pengabdiannya tanpa cacat dgn harapan kinerjanya membuat ia layak bt diangkat jadi PNS. tp kenyataannya ia “kecolongan” mulu sama oknum2 yang menanamkan “buntut2nya” di dalam dgn kinerja ?????.bt saya, seorang honorer, jd PNS emang cita2 saya mengingat sy udah jd honorer sekian tahun tp blm diangkat jg. mo keluar,kagok, ga keluar, kesel jg keduluan ma “penjahat2 birokrat”. jd ampe skrg pasrohhh aja nunggu sk turun.harapan sy stelah sk turun, adalah menyekolahkan sk saya ke bank, biar bs bl rumah ky yang laen…..yukkkkk!!!!!

  224. duh… kesekian kalinya saya tau putra-putri terbaik indonesia memilih memundurkan diri dari PNS,

    Ya kurang lebih alasannya sama lah….

    tetapi tentunya mereka yang bisa keluar dari pns punya pilihan yang lebih baik…..

    tetapi bagaimana mereka yang tidak punya pilihan ???
    ya membusuk dengan seragam coklatnya itu deh.
    tapi mereka yang memang memilih karier di pns untuk negara agarlebih baik harusnya kita dukung. Biar bagaimanapun tinggal mereka harapan kita menjadi negara yang lebih baik di masa depan.

    kalo perkara honorer adalah nalar yang lebih aneh untuk saya dimana ketika pemerintah memutuskan UMR tetapi “anak buah-nya” sendiri mereka perlakukan seperti itu… anehnya kenapa mereka masih bertahan ? cari uang pensiun ? sekarang kan ada asuransi… :D

  225. waduh….nyesel banget kenapa ngga baca artikel ini dari dulu…..mas romi yang baik, dari poin pertama sampai terakhir itu bener semua loh. Buktinya saya yang sudah mengabdi selama 9 tahun mengabdi di struktural tergopoh-gopoh pindah ke fungsional gara-gara bulan april besok harus siap jadi pejabat…serem, ternyata semua yang saya pikir omong kosong tentang mark-up anggaran, makan uang bawahan untuk setoran ke atasan, nyogok BPK, dirjen anggaran hanya sekedar omong kosong. Pusingg…….saya jadi kasihan ama SBY, dimana bisa dia memberantas korupsi kalau semuanyasudah berurat akar ????
    Padahal jujur saja saya ngga pinter2 amat. Tapi demi tidak menambah penganguran dll saya memaksakan diri terjun jadi peneliti di instansi saya berada.
    Pliezzz….saya saat ini butuh bantuan untuk memahami pedoman LIPI tentang kum n bagaimana n apa saja yang harus saya penuhi untuk dapat diterima menjadi peneliti.
    Tapi lebih baik jadi peneliti daripada harus masuk BUI to ???ironisnya belum pasti lho masuk bui para koruptor itu. Bisa-bisa ngga ketampung.
    Well….saya harus belajar hidup hematttt karena ternyata memang jadi peneliti di instansi saya kesejahteraannya teramat jauh……dari struktural sekalipun itu cuma staf. Dulu……saya bermimpi akan menjadi duri dalam daging yang saya harapkan pada akhirnya dapat memperbaiki karut marut di birokrasi tempat saya mengabdi. Aduh….ternyata bekerja dengan giat tidak pernah cukup buat jadi PNS. Wajar apabila kinerja PNS benar-benar amburadul. Kapan ya rahasia Illahi benar-benar terjadi??Tapi sungguh ditempat saya yang baru serasa bergabung “para penghuni surga”.. repot juga n kasihan bagi para PNS yang masuknya murni nga pake nyogok….ironis…berkualitas saja tidak cukup…hey…harus bersedia menjadi anggota satu klan alias klik, harus siap untuk memasukkan anak bos kita sekalipun itu mendzalimi orang lain yang seharusnya berhak untuk masuk,penghuni neraka bagi orang Indonesia adalah PNS struktural ya???Semoga tidak. Mulai dari klenik, susuk, perdukunan semuanya ada lho…
    Mas Romi please help me….i need your advice…bagaimana sih tahapan yang harus saya tempuh agar dapat jadi peneliti….saya ingin tetap berjuang membuktikan bahwa saya dapat menjadi PNS fungsional yang sukses meski saya harus mengorbankan jabatan saya di struktural yang sudah ada di depan mata pada usia saya yang masih tergolong masih amat produktif ini…..thank’s….

  226. setelah lulus kuliah, ortu nyuruh balik ke kampung. mao tao buat apa??? yak…. ortu nyuruh saya jadi PNS. kebetulan sih, Bos besar tu keduanya PNS.
    cuma, yang saya pikirkan,… kalau saya jadi PNS, pasti saya korup… (huhuhuhu). itu alesan kenapa sampe detik ini saya masih di kota tempat saya kuliah. mencari duit dari project2 kecil, cukup juga buat kebutuhan sebulan walau belum punya kerjaan tetap… :)

    oya…, susah banged ya ngerubah korupsi yang udah jadi budaya…. T_T
    kasian pak SBY….. ato malah……???? [Duh! no comment dweh]

    oya,… salam kenal ya pak….. :)

  227. Alhamdulillah klo gitu.. saya dulu ikut STAID th 1993, dan sampai seleksi terakhir di gd bppt thamrin , dan gak lolos,
    akhirnya kuliah di ptn dan kerja di sebuah perusahaan di negara tetangga, yang menurut saya, integritas dan kejujuran dijunjung tinggi.
    Tenang mas ..setelah 2n+1 berakhir, semoga bisa join ke tempat yang lebih baik.. amieen

  228. nimbrung ach…

    from TOP to DOWN!
    from DEEP CORE to SURFACE!

    kayaknya kalo mo mbongkar “lingkaran setan PNS” harus dari atas ke bawah, dari pusat ke tepian, dan dg TEGAS!

    PNS itu kan Pegawai Negeri Sipil, pegawainya negara Indonesia, negara dimana kita tinggal. Yg mengelola negara kita itu kan Pemerintah (banyak PNS nya juga).

    Contoh kecil aja :
    di daerah saya (terutama pedesaan), saat ada event pilkada (entah itu kades atau bupati), masyarakat yg “awam banget” mudah berkomentar : “nek aku sih yo meh nyoblos sing menehi duit paling akeh wae” = “kalo saya cuman mau milih/nyoblos yg ngasih duit paling banyak saja”.

    pemimpin adalah cermin dari rakyatnya… [atau mungkin malah sebaliknya?!]

    kalo rakyatnya yg “awam” kayak gitu…, ya jgn heran kalo pemimpinnya “kayak gitu” juga.

    PNS itu kan nggak beda sama bolpen… kalo bolpen ada di tangan wartawan, bisa buat nulis berita & informasi yg berguna, tapi kalo bolpen ada di tangan teroris, bisa buat melukai orang lain [kalo ditusukkin ke mata]. tergantung siapa orangnya yg jadi PNS? mohon maaf… tapi ada juga tukang becak yg hobi berjudi, maaf… ada juga petani yg nakal mengoplos padi seenaknya. tapi kan bukan profesi tukang becak atau petaninya yg salah kan? tapi orangnya.

    kenapa pusing udah terlanjur jadi PNS?! udah terlanjur masuk lingkaran setan?!

    kerja aja yg bener, bertanggung jawab, masuk jam 7 pulang jam 4 [tapi seharian tetep kerja ^_^], gajian normal tiap tgl 1, teliti kalo dpt honor-honor misterius… kalo g jelas asalnya kembalikan atau buang aja, kalo dpt perintah yg aneh-aneh & melanggar aturan tolak aja… trus kalo dicopot jabatannya atau dimutasi ke tempat yg jauh dari tempat tinggal karena dianggap tidak loyal, ya terima aja… [resiko kan?!]
    yg penting kan kita kerjanya bener.

    tapi kalo emang extrim nggak cocok sama “keadaan PNS” saat ini, satu-satunya cara lepas dari lingkaran setan ya memang harus keluar dari PNS.

    semoga negara Indonesia ini dianugerahi pemimpin terbaik yg MAU meneladani Nabi Muhammad SAW dari semua sisi, yg bahkan bisa mendekati Khulafaur Rasyidin [Generasi Terbaik - 4 sahabat Nabi], terutama ketegasannya…

    Coba bayangin kalo pemimpin negara kita kayak Umar bin Khattab atau mungkin Ali bin Abi Thalib…

  229. klinsman Says:
    March 19th, 2008 at 9:15

    alhamdulillah akhirnya ada juga artikel kaya gini…itulah beberapa alasan saya mengapa saya tidak ingin jadi PNS…terus terang saya sangat antipati terhadap pns kecuali ke guru & dokter yah…

  230. Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Konon disuatu negara “antah berantah” pernah dilaksanakan suatu lelang “KEPALA PNS”, ada 5 (lima) kepala yang dilelang antara lain : Kepala(PNS)dari Amerika, Kepala (PNS)dari Jerman, Kepala (PNS) dari Jepang, Kepala (PNS) Singapur, terakhir 1 Kepala (PNS) dari Indonesia. Singkat cerita ke lima kepala tersebut diatas dibelah, diteliti satu persatu, tahu gak ?, ternyata yang laku terjual adalah KEPALA PNS dari Indonesia. Sebab empat kepala yang lainnya otaknya sudah pada tipis-tipis (sering digunakan, sehingga negaranya maju-maju), sementara otak kepala PNS dari Indonesia masih utuh karena jarang digunakan.

    Wassalam.

  231. Assalamualaikum..
    Wah, tulisannya menggugah sekali Mas.
    Meski sebenarnya saya sudah ‘gugah’ tentang ketidakcocokan menjadi PNS ini 3tahun lalu.
    Tahun 2004 saya ikut seleksi CPNS salah satu PemKab di Jateng, dan diterima. Tapi saya cuma bisa bertahan 1 tahun. Akhirnya saya mengajukan pengunduran diri awal tahun 2005, menjelang SK pengangkatan PNS turun. Alasannya jelas, saya memiliki hampir semua kriteria yang Mas Romi sebutkan di atas. Belum semua, karena saya toh sekarang belum bisa mandiri, masih jadi ‘kuli’ di sebuah ISP di Semarang sebagai TS.

    Tapi saya bersyukur, berani bersikap dan memilih jalur yang saya anggap benar dan sesuai untuk saya. Meski lebih terjal, namun kalau kita senangi akan enjoy juga menjalaninya.

    Wassalam.

  232. terima kasih.
    artikel diatas termasuk jawaban saya atas keluhan saya selama ini.
    dan saya siap untuk tidak melanjutkan diinstitusi pemerintah…

  233. salut..meskipun posting ini sudah ada hampir 2 tahun lalu namun rasanya tidak ada habis2nya untuk selalu dibahas…
    Seperti yang diceritakan mas romi hampir sebagian besar terjadi disebagian besar institusi pemerintahan dan bukan menjadi rahasia umum lagi.
    Maka dari itu saran dan pendapat saya..
    1. Yang punya idealisme jika ada modal/kemampuan/skill lebih, lebih baik berwiraswasta/menciptakan lapangan kerja baru/berkiprah sesuai bidang masing2.
    2. Jika idealisme tetap di PNS kita hanya bisa menjalankan sesuai peraturan yang ada. Jika menyimpang sebaiknya tidak dilakukan karena setiap resiko pasti bawahan pada posisi lemah/dikorbankan. Kalo menolak perintah atasan akan diturunkan pangkat/dipindahkan kebagian kering/non job.
    3. Memang untuk merubah sistim birokrasi harus dari selain diri sendiri juga harus dari atas/puncak …klo dari atas sudah ok biasanya bawahan tidak berani macam-macam.
    4. Walhasil jika pendapatan PNS tidak cukup, bisa menjalankan usaha sampingan seperti bisnis marketing online, publisher adsense,bisnis pulsa..ataupun usaha lainnya yang tidak berhubungan dengan pekerjaan PNS.
    Salam untuk semuanya ;) :)

  234. Kategori Manusia ada 3 kelompok :
    1. Orang yang tahu bahwa dirinya tahu, kemudian dia sebarkan pengetahuan itu kepada orang lain (dianalogikan ke dalam PNS adalah : orang yang tahu bahwa dirinya adalah orang pinter dan jujur, sehingga dia menjadi “agent of change” di dalam birokrasi).
    2. Orang yang tidak tahu bahwa dirinya tahu, sehingga orang ini harus diingatkan bahwa dia adalah orang yang berpengatahuan. (dianalogikan ke dalam PNS adalah : orang yang tidak tahu bahwa dirinya adalah orang pinter dan jujur. adalah kewajiban bagi orang yang tahu untuk mengingatkan orang kategori 2 ini, sehingga dapat menjadi pendukung bagi orang kategori 1)
    3. Orang yang tidak tahu bahwa dirinya orang yang tidak tahu (orang keblinger)………inilah orang yang jadi sasaran dari “agent of change”

  235. Siplah.

  236. Arif Aditiya Says:
    April 10th, 2008 at 12:07

    SELAMAT atas Mengangkat dan membahas fenomena klasik ini memang menarik dan menggelitik dengan faakta yang ada. Saya akui memang itulah keberadaan posisi PNS saat ini. Tentunya ini dibutuhkan seseorang yang mau “berani” mengambil sikap dari dalam mungkin seperti Anda Pak Romi. Di Instansi saya pun kelompok muda sudah mengadakan semacam gerakan pembaharuan dan semoga ini dapat berjalan sesuai dengan tujuan yaitu perubahan yang mendasar guna meningkatkan efektifitas kerja.
    Lucu memang, jangan hanya teriak gaji kurang namun sumbangsih yang diberikan jarang-jarang.
    Maju terus anak bangsa guna mencapai Indonesia Jaya.

  237. PAk.. kalo saya termasuk dari point2 yang tersebut di atas..berarti saya sudah terperangkap donk..dalam situasi ini..

  238. Gia Ninik Says:
    April 16th, 2008 at 21:36

    Ya memang kondisi pns spt ini sangat memprihatinkan. Makanya Pak harus didorong orang-orang baik untuk menjadi pns. Atau Orang-orang baik ini mau mengorbankan waktunya untuk menjadi pejabat-pejabat yang punya kekuasaan seperti menjadi bupati, walikota atau gubernur atau presiden.
    Tentunya setelah menjadi pejabat ini tidak menjadi lupa diri akan tujuan semula.

  239. saya punya guru. dia menceritakan soal kwitansi bohong itu. saya sedih. dia juga bilang dia tersiksa. lalu bagaimana memperbaiki sistem di sana?

  240. Enterpreneur vs PNS: kalah seleb, kalah pamor, kalah gengsi.
    Sepertinya paradigma yang harus kita benahi dahulu agar jangan berjumpalitan memburu status PNS yang selalu dipuja tapi tetap dicerca. Enterpreneur kenapa tidak? :)

  241. wah…. serem2 banget yak komentarnya tentang PNS. jadi miris melihat sisi lain dari para pegawai negeri sipil menurut penilaian rekan2, yang memang saya juga pernah menyaksikannya. Nah kebetulan saya berprofesi sebagai tenaga pengajar di sebuah perguruan tinggi negeri yang otomatis juga menjadi seorang PNS, jadi boleh donk saya mencoba ikutan memberi komentar.

    saya juga kebetulan masuk kriteria 1 sd 8 yang dituliskan mas romi sebagai seorang yang tidak cocok masuk sebagai PNS. Alhamdulillah di bidang yang saya geluti yaitu bidang pendidikan, tidak semuanya berjalan demikian. Yang saya alami selama 3 tahun lebih menjadi pengajar, adalah sesuatu yang sangat membahagiakan. Melihat anak bangsa tumbuh dan berkembang, semakin cerdas setelah mendengar pemaparan yang saya berikan adalah kebahagiaan yang tak ternilai. Jadi segalanya bermula dari niat awal, apakah rekan2 memilih profesi PNS hanya untuk mencari uang, atau mencari kebahagiaan dengan mendedikasikan segala yang kita punya untuk kemajuan bangsa dan negara. mudah2an saya terhindar dari perbuatan yang jelek2 sebagaimana komentar rekan2.

    ups…udah mulai berat nih omongannya he he. anyway yang udah terlanjur jadi PNS semangat yak!

  242. wah,..

  243. Kijang lincah Says:
    April 28th, 2008 at 12:00

    Assalamualaikum/salam sejahtera,
    wah…website ini pas dengan kondisi saya ya…:-)..saya adalah CPNS..baru aja masuk…..bener seperti yg mas romi tulis diatas….saya baru masuk sebulan lebih aja udah nggak merasa betah …abis kerjaannya jg nggak jelas….pegawai satu kantor pulang kantor jam setengah 12, ada yg jam 1,saya sendiri jg kalau nggak ada kerjaan yg jelas akhirnya cuman ngenet liat2 situs IT…..mas romi gimana suasana kerja di kantor nya mas?apa pernah ngalamin sama kayak yg saya alami? heheh…:)

  244. Ini orang yang nulis adalah beberapa dari sekian banyak PNS yang jujur, bicara dengan nurani dan kondisi.Orang seperti sodara ni yg pantas jadi pemimpin, punya nurani dan hati..pertahankan terus kredibelitas anda bung romi.Tapi perlu kita ketahui bersama bahwa kong kalikong,Nepotisme dan lebih extrim lagi Korupsi adalah Identik dengan Toilet (WC).Nahhh…Jika kita melihat WC dalam benak kita adalah tempat buang hajat (kotoran manusia) yahhh yang berhubungan bauk tak sedap dan Jorok.Tapi apa yg terjadi kira2 saat kita berada di dalam Toilet tersebut, Rasa bau dan jorok tidak terasa lagi dikalahkan oleh Suasana Nikmat yg dipersembahkan oleh toilet.Bahkan saat keluar dari toilet rasa lega dan segar. heheheee begitulah kurang lebih Toilet dan Korupsi.Sekian tq

    Mohon dukungnan moral akan pendirian TPA Arrahman
    Mampir ya ke:
    http://natureeducation.wordpress.com/
    http://foruminspirasi.wordpress.com/

  245. odiebtx Says:
    May 6th, 2008 at 15:12

    salam knal Pak Romi,menurut saya rakyat akan berubah apabila dipimpin oleh orang yang disegani,berwibawa,dan kesatria .Mungkin Pak Romi mau dijadikan salah satu pemimpin yang membawa teman2 smua
    kearah perubahan yang lebih riil.Smoga ALLah Memberikan kekuatan tuk melakukan perubahan AMIN…:)))

  246. Saya juga baru 2 tahun jadi PNS. Alhamdulillah saya lulus tidak dengan sogokan tp melalui serangkaian tes. Pertamakali masuk kerja terasa banget bedanya dengan instansi swasta (pernah kerja di swasta). Banyak memang PNS yang kerjanya nyante banget. Kadang cuma cerita dan baca koran. Ada berbagai faktor yang membuat PNS begitu. Selain karena kerjaan memang tidak sepadat pada instansi swasta (karena kita tidak mengejar target ataupun profit) juga karena lemahnya sumber daya manusia. Banyak PNS ngetik aja nggak bisa, gimana mau diberi tanggung jawab yang lebih besar? Penyebabnya adalah dari jaman ORBA Pola rekruitmen PNS yang tidak bagus (sogokan) akhirnya menghasilkan PNS yang tidak mampu bekerja tapi mau dapet jabatan bagus. Alhamdulillah beberapa tahun terakhir pola penerimaan PNS sudah semakin baik. Apa yang dikemukakan Mas Romi memang benar karena itu yang aku rasakan waktu pertama kali jadi PNS. Tapi tergantung gimana kita menyikapinya saja. Menurut aku PNS itu jangan tergantung dari gajinya saja. Harus punya jiwa pengusaha. Apalagi PNS itu punya kemudahan dalam memperoleh pinjaman di Bank. Selamat berjuang bagi PNS yang memang gajinya masih rendah. Selamat berjuang juga bagi yang belum jadi PNS. PESAN TERAKHIR: JANGAN TAKUT MENJADI PNS HANYA KARENA ARTIKEL INI. TIDAK SELALU SEBURUK APA YANG KITA BAYANGKAN. KUNCINYA DARI DIRI SENDIRI APAKAH MAU MEMILIH JALAN LURUS ATAU TIDAK.

  247. setuju @adnan, mari kita tinggalkan budaya2 lama dan menggantinya dengan budaya2 baru yang lebih baik.
    amien…
    salam kenal dan salut untuk pa Romi Satria

  248. [...] Ok sekadar penambah pengetahuan dan cara pandang bisa dilihat tulisannya pak Romi Satria Wahono yang ternyata seorang PNS juga di sini. [...]

  249. Hi Mas Romi,
    Salam kenal dari sy, wah luar biasa weblog ini… ini sih Knowledge Blog… bukan iseng2 :)

    Tapi sy sangat salute dgn Mb’Pandiangan yg sangat aktif sbg motivator di komunitas Bloger Batam…, apalagi dgn kelengkapan dan kepadatan isi blognya beliau. http://hal-wanita.blogspot.com

    Terimakasih atas kesempatannya have a nice day.
    Wassalam
    Ria (http://riasaptarika.web.id)

  250. hai mas roni
    salam kenal dari seorang PNS….wah sy br nemu blog ini disela sela mencari tugas kuliah S2. sy sudah 5 th menjadi PNS banyak suka dan dukanya..setuju banget apa yang disampaikan ms roni. tapi itulah kenyataan yg mesti di hadapi PNS.tapi setidaknyanya kembali kepada diri kita lagi dan jangan takut menjadi PNS dan harus punya prinsip untuk pelayanan terhadap masyarakat.

    eko_p_nugroho@Yahoo.com

  251. Pak romi menulis:
    PNS tidak cocok untuk:..Orang yang ingin melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru
    Orang yang tidak suka dirinya dan hasil kerjanya dinilai hanya dari absensi.
    Orang yang memiliki jiwa enterpreneur dan selalu melihat segala peluang sebagai peluang yang kemungkinan bisa menjadi bisnis

    Wah..kalo gitu.. saya terjebak nih..huehehehe…
    HUff.. terasa terkekang.. apalagi pns kebanyakan kerjanya administratif..beda banget ama bayangan awal..kreativitas serasa dibatasi karena birokrasi yang birocrazy..

    Namun berhubung visinya ingin ngambil beasiswa S2 di bidang educational technology.. mau gak mau harus tahan banting tuk sementara ini…kerja tuh ibadah..yah tak?

    Doa’in yah pak..bisa menjadi cpns yang lurus n kreatif.

    maydina
    (dkvers yang berstatus cpns di sebuah departemen)

    nb: besok2 maen ke ilmukomputer.com boleh?..

  252. Menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain tentu tidak harus menjadi PNS…PNS bukanlah sesuatu penilaian yang adil dalam bekerja, antara rajin dan tidak tak ada beda, yang idealis dan “penjilat” akan jauh berbeda…
    ketika ingin menjadi orang yang selmat dunia dan akhirat… janganlah menjadi PNS..

  253. Indra Malang Says:
    June 6th, 2008 at 14:35

    wah langsung kejeduk jantungku..
    Padahal mah udah dijadiin prioritas pertama habis kul selesai, PNS nyambi bisnis bantu Bapak.
    makasih Om Romi nasihatnya…

  254. setuju mas, but apakah keluar PNS sebagai jawabannya?

    kalo iya saya ikutan keluar juga aaah….

  255. Salam kenal, Pak Romi, artikel yang sangat menyentuh hati saya. Saya merasakan kearifan Pak Romi dalam memunculkan artikel ini. Ini merupakan artikel dahsyat yang pada dasarnya mengundang orang-orang yang memiliki delapan butir sifat seperti yang diungkapkan Pak Romi untuk berduyun-duyun menjadi PNS. Saya setuju bahwa pada dasarnya yang Pak Romi sampaikan ini adalah suatu renungan sebagai hasil pengalaman pribadi dalam rangka membangun figur PNS ideal. Untuk itu kepada teman-teman yang merasa diri mempunyai delapan sifat tersebut, mari kita berduyun-duyun menjadi PNS! Dengan dibanjiri orang-orang seperti Andalah suatu saat kelak apa yang kita semua cita-citakan akan tercapai, insya ALLAH. Ingat “The doom of a nation can be averted only by a storm of flowing passion, but only those who are passionate themselves can arouse passion in others.”(http://thinkexist.com/quotation/the_doom_of_a_nation_can_be_averted_only_by_a/338077.html )

    Jadi yang saya tangkap adalah, menurut Pak Romi orang-orang yang menjadi PNS seharusnya adalah orang-orang seperti di bawah ini:

    1. Orang yang ingin melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru dan mampu untuk terus istiqomah menuju perbaikan walaupun perubahan tampaknya tak kunjung datang. Seruwet apapun benang kusut, pasti ada ujungnya…

    2. Orang yang tidak suka melihat uang dan anggaran dipermainkan, diputar-putar dan dipatgulipat. Orang yang memandang bahwa permainan anggaran, permainan perencanaan kegiatan adalah kegiatan yang salah, penuh dosa dan akan mendapatkan balasan setimpal di akherat kelak. Perlu dicatat juga bahwa banyak juga ”PNS lurus” yang tidak menyadari bahwa beberapa fasilitas dan honor yang diterima adalah hasil subsidi silang dari kesemrawutan anggaran dan realisasinya.

    3. Orang yang tidak suka sesuatu berjalan tidak sesuai dengan rencana atau anggaran yang jauh-jauh hari telah ditetapkan. Perencanaan benar-benar diperhitungkan secara teliti sehingga dapat menjaga pelaksanaan tidak jauh menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan. Dengan cara ini segala sesuatu di negara kita menjadi sesuatu yang teratur, bukan sekedar kebijakan yang sifatnya reaktif saja.

    4. Orang yang tidak tega memalak teman-temannya yang menjadi rekanan bisnis institusinya, dengan meminta kuitansi seharga Rp. 50 juta, padahal nilai pengadaan barang/jasa sebenarnya hanya seharga Rp. 25 juta. Dengan bisnis yang jujur dan apa adanya itu pengusaha yang ikut proyek pun dapat memberikan barang/jasa yang berkualitas, lebih bagus lagi kalau dia terus menjadi perusahaan yang maju secara sehat. Dampaknya adalah perusahaan tersebut mampu mengembangkan usaha sehingga menyerap lebih banyak tenaga kerja.

    5. Anak muda yang cerdas, berwawasan dan bisa mengeluarkan dan merangkumkan ide (pendapat) yang lebih brilian dan strategis daripada eselon diatasnya (eselon 4, 3, 2, 1) atau bahkan seorang menteri. Anak muda ini dengan kejernihan pikirannya bisa mengidentifikasi hal-hal yang terlewat dari perhatian senior-seniornya dan dengan kemampuan persuasifnya bisa membuat seniornya ikut melihat hal-hal pula tanpa perlu merasa direndahkan atau dilangkahi.

    6. Orang yang tidak suka dirinya dan hasil kerjanya dinilai hanya dari absensi. Agar dia tidak hanya sekedar menjadi seonggok kertas berisi tanda tangan dan bilangan yang akan dihitung jumlahnya untuk diganti Uang Lauk Pauk, tetapi bisa benar-benar menjadi insan yang katanya Ki Hadjar Dewantara adalah lebih penting daripada apa yang dimiliki dan apa yang dilakukan. Itu bisa diawali dengan menghargai diri dalam konteks being, bukan having atau doing saja.

    7. Orang yang merasa kurang apabila bekerja sehari hanya 4 jam. Karena pada dasarnya iklim negara kita ini sangat memungkinkan kita bekerja dengan nyaman lebih panjang daripada negara-negara lain yang kurang beruntung. Lagian bangsa kita banyak tertinggal berarti PR-nya mestinya ya lebih banyak dari bangsa lain yang sudah lebih dulu rajin daripada kita. Orang seperti ini tidak akan menggunakan rumus jam karet dengan cara konvensional. Ia akan menerapkannya dalam rumusan datang awal pulang belakangan, bukan datang telat pulang cepat. Saya jadi ingat punya teman sosiolog yang ingin meneliti asal muasal jam karet di negara kita, proposalnya dia masukkan ke JSPS, semoga berhasil kawan.

    8. Orang yang memiliki jiwa enterpreneur dan selalu melihat segala peluang sebagai peluang yang kemungkinan bisa menjadi bisnis. Ini bisa membuat instansi-instansi yang selama ini kurang mampu berkembang atas nama keterbatasan dana dari APBN bisa mengembangkan diri melihat celah kerjasama yang halal tentu saja. Syukur-syukur bisa mengidentifikasi peluang revenue generating bagi instansinya.

    Selain delapan itu, saya urun rembug juga menambah beberapa hal sesuai pemahaman saya, yaitu:

    9. Orang yang tidak terlalu cepat puas berada di zona nyaman dan berusaha selalu mencari tantangan baru. Tidak terlalu cepat merasa puas hanya bisa melakukan business as usual. Hidup kan bukan hanya rutinitas, wong sungai saja isinya ndak pernah sama lho. Isinya selalu baru, ndak mboseni, makanya saya seneng main air di sungai walaupun ndak bisa berenang selain gaya batu dan gaya dadah.

    10. Orang yang mempunyai semangat untuk mendidik orang lain sehingga orang tersebut mampu berpikir merdeka dan berdiri di atas kaki sendiri. Matur nuwun Ki Hajar atas perumusan tujuan pendidikan yang luar biasa itu.

    11. Orang yang mampu melihat sisi baik dari setiap keadaan, ndak peduli betapa ancurnya itu. Apakah gelas itu separuh penuh atau separuh isi tergantung bagaimana persepsi kita melihatnya.

    12. Orang dengan kemampuan kepemimpinan yang bermutu tinggi dengan visi yang jelas dan tidak mudah “dibeli” atau ditekan dan tidak mau menyerah. Atau meminjam kata-kata Bung Tomo, Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih, maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga! Akan kita ubah semua bendera putih menjadi bendera merah putih sehingga tidak ada lagi kata menyerah dalam kamus kita.

    Nah, demikian itu yang saya tangkap dari artikel Pak Romi. Wah, comment saya kok kepanjangan ya? Terima kasih Pak Romi atas idealisme mengenai PNS yang Bapak bagi untuk kami. Maju terus Pak! Nge-blog terus untuk selamatkan bangsa.

  256. Wah…mas, aku mbaca tulisanmu rasanya “akuuuu banget”…sekarang aku kerja di Badan POM Surabaya. Dulunya milih situ karena niat tulus pengen bantuin ngawasi produk makanan yang beredar di masyarakat. Sampe sekarang niat itu aku jaga bener2 supaya aku gak bete sama sistem yang seperti mas bilang.Aku masuk PNS juga gak pake duit, suap or semacamnya…Murni lewat tes!!
    Kebetulan suamiku juga PNS di Deperin Jl Gatot Subroto (eh,dia TN 9 lo…hehehehe).Tapi sukurnya dia punya jiwa wiraswasta, bikin usaha agro dan peternakan di Magelang.Qta jauhan lho….
    Oia mas, minya saran dong buat aku yang masih muda ini…aku mau maju terus walau dengan status PNS. Makasih banget ya, Mas! Semangattt!

  257. kalimusada Says:
    July 1st, 2008 at 20:16

    Kebetulan sekali pak, saat ini saya juga sedang dalam keadaan yang sangat bimbang. Saya Alhamdulillah keterima PNS lewat Testing, baru setahun lepas dari CPNS. Saya dari pesantren kebetulan saya sangat mencintai berdakwah ke pedalaman-pedalaman. Saat itu saya merasa hidup saya sangat tenang, ada kebanggaan dalam diri saya meskipun secara lahiriah kehidupan saya jauh dari cukup. Namun saat ini kebetulan saya seorang Pranata Komputer Pemda yang dari hari ke hari hidup dalam lingkungan dan kehidupan yang sangat bertolak belakang dengan jiwa saya, apalagi prinsip hidup. Saya merasa tertekan, kebanggaan diri saya entah kemana. Topik pembicaraan selalu berputar pada SPPD, kenaikan gaji, insentif dll dll. Sebagai pelampiasan saya curahkan di usaha saya (warnet) sebagai curahan hoby saya. Namun saya buka hanya samapai sore, sebab malamnya saya pakai buat belajar dari mereka-mereka yang konsisten di bidang da’wah meski via internet. Mungkin kalau ada diantara pembaca yang juga background pendidikan dan idealisme yang sama dengan saya, sebaiknya pikirkan kembali niatan jadi PNS. Karena sesuatu yang bertolak belakang dengan jiwa dan hati kita hanya akan membuat kita merasa hampa dan merasa hidup kita tidak berharga. Saya tidak menyesali semua ini, tapi jujur saja saya sangat tertekan.

  258. sepakat,bang. Kebetulan saya orangnya cocok banget denagn kriteria yang abang bilang di atas.
    hehehe.. thank you,bang..

  259. Akhirnya setelah 2 tahun lebih saya jujur akui tulisan Mas Romi di atas benar. Butuh 2 tahun saya harus memahami tulisan Mas Romi :)

  260. #Acwin: Welcome back mas. Njenengan nggak ngaku kalau sering ketemu aku :( Kapan ketemuan yuk mas, aku sing dolan ke kantor deh … aku traktir makan di warteg … hehehe

  261. Pak.. saya baru baca pdf-an bapak ttg PDII..
    jadi bahan renungan juga..
    -semoga meski saya masih cpns disini..hingga jadi PNs disini.. tetap di jalan Allah…

    akan lebih baik jika..perubahan itu bergerak dari dalma dan luar kan?
    ;)

    nb: jika dibolehkan skali-kali saya mau ikut bagi2 ilmu di BM.. tapi nanti ..setelah PKL kelar..;)

  262. Pak Romi, kalau Bapak mensyukuri segala nikmat dan keadaan yang sudah Allah berikan kepada Anda, kok Anda merasa fatique, penat dan bosan dengan kehidupan saya sebagai PNS hanya karena behavior, sistem dan birokrasi yang ada ? Kalau Bapak mensyukurinya nggak mungkin merasakan hal itu, pasti ada 2 kemungkinan yang akan diambil : 1. Berjuang agar sistem dan behavior berubah. 2. Mensyukuri sistem dan behaviour yg sudah ada.
    So, jangan sampai melahirkan pemikiran-pemikiran subjectif yg merugikan pihak-pihak tertentu.

  263. #May: Welcome dik, silakan, selama ini kan tiap minggu sudah mulai bagi bagi ilmu hehehehe. Nanti kalau sudah mulai kerasan, ngobrol ke acun saja, biar disetkan kelas untuk mba may.

    Dari dalam dan dari luar, bisa mbak dan tidak ada salahnya, silakan sesuaikan dengan kemampuan. Saya tadi malam sampe berjam jam diskusi sama sahabat saya, mas Acwin yang dulu mengkritik pedas saya, komentarnya ada di atas mbak May. Komentar beliau sebelumnya ada di awal awal komentar artikel ini.

    #Mahasiswa STMIK Inti: Ya mas, siap. Mari atur nafas, ambil wudhu, dan pasrahkan diri kita kepada yang Diatas. Apapun kebaikan yang kita terima, kalau asumsi kita negatif, semua bisa jadi negatif kok :)

  264. Didi Kusnadi Says:
    July 10th, 2008 at 17:07

    salam kenal pak romi…
    artikel anda ada benarnya meskipun sebagian orang menolak, tapi apa yang saya alami sekarang memang seperti itulah. sebagai seorang konsultan di perwakilan kantor provinsi di jakarta saya dan rekan-rakan selalu tertekan, ya apalagi kalau bukan permainan uang. untuk mengerjakan sesuatu yg menjadi kebutuhan provinsi kami harus tarik ulur harga demi menyambung hidup, bayangkan saja ketika anggaran proyek yg dikeluarkan 100% yang sampai pada kami paling besar 20%, sisanya mengalir kekantong tiap divisi dan kepala kantor, padahal hasil kerja yang diingikan membutuhkan anggaran lebih dari sekedar 20% akibatnya pekerjaan yg kami kerjakan tidak pernah sesuai harapan dan rencana. Ga habis pikir, seandainya anggaran2 itu digunakan untuk pendidikan anak2 pengamen yang setiap hari menemani saya di bis kota mungkin nyanyiannya tidak lagi terdengar sendu. Selama saya menjadi konsultan di kantor tersebut yang menjadi perhatian saya adalah produktivitas, kalau ada bilang 4 jam maka saya turunkan jadi 2 jam :D

  265. #Didi: Mau bilang 2 jam nggak enak mas, ntar dibilang mengada-ada, sudah ada yang memulai untuk menyebut paling tidak :)

  266. jadi takut Says:
    July 10th, 2008 at 21:03

    assalamu’alaikum
    wah, sebelum baca tulisan mas romi.
    saya ada keinginan pengen jd PNS.
    tapi skarang… jadi agak luntur.

    apalagi kalo lingkungan PNS sarat dengan uang-uang tak jelas.
    wah, gmn tanggung jawab kita nanti terhadap istri dan anak kita.
    kita kasih mereka nafkah dari hal yang haram.

    apakah benar semua instansi PNS seperti itu ?
    adakah yang bersih ? kalo di LIPI bersih gak ya ?

    ya Allah, perbaikilah bangsa Indonesia ini……

  267. Salam Gabung Mas Romi dkk,
    Hidup buat para pejuang jalur dalam (PNS)yang banyak sekali tantang dan godaan,juga buat temen2 pejuang dari sektor lain. Mudah-mudahan suatu saat, perjuangan kita terlihat jelas hasilnya (makmur), Bangsa Indonesia dipenuhi dengan orang-orang yang jujur, amanah dan bertanggungjawab secara profesional dalam menjalankan pekerjaannya, Amien Ya Allah yang Menguasai Segala Sesuatu

  268. [...] Juli 20, 2008 oleh subair Alhamdulillah sekarang pemerintah lewat Diknas-nya telah membuat suatu trobosan dengan menyediakan buku gratis dalam bentuk e-book yang bisa di download (Proyek Buku Sekolah Elektronik). Walaupun masih ada kekurangannya :) , maklum masih berjuang melepas tipikal yang lama, tapi kita harus fair dan harus memberi apresiasi setidaknya sudah ada itikad baik dari pihak pemerintah kita. [...]

  269. Nice writing. You are so right about all of that things.
    InsyaAllah semua hal di atas dapat menginspirasikan saya dan generasi muda di bumi pertiwi ini.

  270. betul pak…..
    beginilah fenomena dinegara kita
    tapi harus tetap ada ikhtiar untuk memperbaikinya
    wasl

  271. Saya sendiri sebagai Guru PNS merasa kurang sreg, karena adanya pendidikan gratis katanya oleh pemerintah setempat, namun bantuan dari pemerintah tdk bisa mencukupi operasional sekolah, jadi gimana don ? dari mana ambil dana ? klo memang pemerintah memprogramkan pedidikan gratis maka pemerintah harus memenuhi apa yang diperlukan sekolah agar sekolah bisa berjalan seperti biasanya. Contoh misalnya ada sekolah membayar listrik 6 juta perbulan, lalu di gratiskan, dari mana ambil 6 juta perbulan dari pemerintah ?

  272. Sangat Setuju Pak. saya masih mahasiswa dan berasal dari Nusa Tenggara Timur (Lembata). Banyak teman2 saya sepertinya terobsesi sekali dengan Pegawai Negeri, sehingga orientasi kuliah hanya untuk kembali menjadi pegawai negeri, bersaing dengan ribuan fresh graduate lainnya. Padahal NTT punya potensi yang sangat banyak untuk dikembangkan. Banyak yang mengatakan NTT identik dengan PNS, karena itulah lapangan tersubur di sana. Sebelum membaca tulisan ini, saya sempat merasa aneh dengan teman2 saya, mungkin lain padang lain belalang ya pak ya, hehe….. Terima kasih pak untuk tulisannya yang menarik dan informatif, disamping berbobot.

    Masih dalam perdjoeangan
    http://gurumuda.wordpress.com

  273. Taguh Rumiyarto Says:
    August 8th, 2008 at 17:38

    Halo bang,..
    Nggak tahu kalau selama 2 tahun ini ada diskusi menarik…
    Sebetulnya permasalahan anggaran dll ada akarnya.
    Tidak semata-mata “operator” dilapangan melakukan modifikasi anggaran. Memang salah satunya adalah “tambal-sulam” seperti untuk THR, “menjamu” pejabat yang kunjungan, atau bahkan untuk upacara dan latihan-latihan.
    mau tanya, Kalau PNS di berbagai instansi upacara hut KORPRI ada mata anggarannya nggak? kan biasanya ada snack, hiburan, sewa tenda, dll
    Untuk itu perlu kita urut, ada tidak di RKA-KL?
    by the way kalaupun ada di mata anggaran kira-kira turunnya dari depkeu itu kapan??

  274. Mayjen TNI Mulus Dwi Prasetyo Says:
    August 11th, 2008 at 5:37

    Bung Romi,

    Segera ambil SK pengaktifan kembali status PNS anda di PDII-LIPI. Sekarang Kapus PDII sudah ganti. Juga tolong sampaikan kepada rekan anda Hendro agar sering masuk kantor. Khawatir dia makan gaji buta.

  275. #Teguh: Kalau nggak ada mata anggarannya, kenapa bikin yah :)

    #Mayjen: Om Mayjen, silakan kirimkan surat tersebut ke alamat rumah saya, saya yakin alamat saja jelas tertulis di bagian kepegawaian :) Kapus PDII sudah ganti sejak lama dan saya sudah bertemu beliau juga. Untuk mas Hendro, saya malah sangat jarang bertemu lagi dengan dia. Jadi silakan langsung kontak ke dia atau langsung ditanyakan ke atasannya.

    Masalah gaji buta :D Coba sebut deh, siapa pegawai PDII yang tidak makan gaji buta? Banyak yang tiap hari masuk, tapi hasil kerjanya nggak ada kok. Silakan cek laporan PDII ke deputi (eselon 1), anda akan semakin terheran2 karena sebagian prestasi PDII masih disumbangkan oleh orang yang jarang masuk atau bahkan malah dibekukan gajinya tanpa prosedur SP1/2/3 :)

    Welcome to the jungle !

  276. Assalamu’alaikum,
    Ju2r aja setelah membac postingan mas romi,saya punya kesimpulan bahwa klo qta jd PNS itu tergantung dari qta masing2 apakah mo tengok kanan ato kiri,InsyaAlloh saya sendiri jg ingin keluar dari PNS coz saat ini saya terikat dgn ikatan dinas dari sebuah departemen di indonesia,sbg orang beragama maka saya ingin meneyeleseikan utang saya pada negara yg telah memberikan beasiswa kpd saya.Alhamdulillah saat ini saya lebih tertarik ke bidang IT (belajar dan terus belajar) padahal basic saya accounting coz agar kedepannya saya bs bersaing didunia swasta,terima kasih mas atas ide2nya selama ini baik melalui ilmukomputer.com ato blog ini,moga sukses menyertai saya dan anda,barakallohu fiikum.

    YM
    Ruudv_depkeu

  277. Mungkin perlu juga PNS-Watch.
    PNS adalah pelayan rakyat. Bukan tuan.

    btw, pak romi masih PNS kah ?

  278. Alhamdulillah saya masih merasa masuk dalam 8 kategory di atas, tapi kok saya juga nggak betah kerja di swasta yah?? mungkin karena perusahaan swastanya mirip sistem kerja pns (menurut tulisan di atas) kali yah :p he he he

  279. Woii, nimbrung dong. Saya juga PNS loh. Insya Allah masih betah. Termasuk masih betah “menonton” segala pertunjukan yang memuakkkan di instansi saya. Berharap dan berusaha bisa memberi sedikit kontribusi untuk membuat perubahan yang lebih baik. Tapi memang super-super berat. So, setuju dengan apa yang mas romi tulis. Tetap respek dengan rekan PNS yang lurus dan punya komitmen memberi yang terbaik buat perbaikan bangsa. Buat PNS yang masih gombal, semoga cepat sadar dan mengambil jalan penceraha. Buat PNS yang ingin keluar dari PNS untuk bisa lebih berkontribusi bagi bangsa di luar (termasuk mas Romi-kah?), yok tetap kita apresiasi. Khusnudzdzon, please… Buat generasi muda yang mo ngantre jadi PNS, silakan…silakan. Tapi yang tertib ya antrenya. Jangan main sogok, nepotis, dll. Haram, haram. Inget neraka.Pasang nawaitu yang bener. Berdjoeang untuk bangsa (baru oeang). Buat yang nggak demen jadi PNS, no problem. It’s your choice. Tapi jangan anti sama PNS ya. Kita saling nasehat-menasehati lah. Bangsa kita di usianya yang ke 63 ini butuh banyak energi kebaikan dari orang-orang seperti mas Romi, mas Acwin, mas Handoko, dll. Insya Allah orang-orang seperti andalah yang menjadi pilar-pilar yang menegakkan rumah Indonesia yang (sudah) semakin reyot dan mau roboh.

  280. Ass.Wr. Wb.
    Ide Mas Romi untuk keluar dari PNS sama dengan saya. Namun demikian untuk memulai sungguh sangat berat, karena penggantinya yang belum dapat. Mohon saran langkah apa yang perlu saya tempuh. Sejujurnya saya juga merasa berdosa dengan lingkungan yang tidak kondusif menjadi seorang muslim yang baik.

    Wass.wr.wb.

  281. Seneng banget baca tulisan pak Romi.

    Saya sudah 6 tahun jadi PNS Rumah Sakit, belum ada niat utk berhenti. Saya masih menikmati memberi pelayanan kepada orang sakit walau kadang ada rasa bosan, cape, dan jenuh.

    Saya Selalu mengharapkan adanya perubahan kearah yang lebih baik dalam setiap doa saya terhadap pemerintah dengan segala birokrasinya dalam negeri Ini.

  282. [...] Renungan Sebelum menjadi PNS PNS Tidak Cocok Untuk … [...]

  283. saya sekarang ini masih seorang PNS. dan selama ini saya belum puas karena belum bisa maksimal dalam bekerja….

    saran saya kalo anda2 ini adalah seorang yag kreatif dan inovatif stop bermmpi untuk jadi pns….

    sementara ini saya jalani dulu kehidupan yang “aman” ini. baru 1 tahun sebagai cpns…..

  284. wah baru baca tulisan mas romi, semua poin-poin yang dipaparkan mas romi bener semua. kebetulan saya juga PNS di salah satu instansi pemerintah pusat sehingga saya juga merasakan sendiri semua yang ditulis mas romi disini. saya sendiri juga kadang muak, apalagi saat menganalisis dan menyodorkan bahan untuk membuat produk yang nantinya akan dirasakan seluruh masyarakat, sementara banyak sekali kepentingan-kepentingan yang masuk sehingga sebenarnya keputusan tidak semata-mata berorientasi ke masyarakat. jadi rasanya seperti membohongi hati nurani sendiri dan jutaan rakyat negeri ini. tapi sudahlah, saya juga setuju dengan keinginan mas romi tersebut untuk berada diluar, setidaknya saya juga sedang merintis jalan kesana. buat saya sejak awal menjadi PNS hanya untuk mencari jalan untuk sekolah lagi. Toh ternyata dipersulit, dan saat sudah sekolah malah dianggap jadi ancaman bagi status quo.bangsa kita memang aneh.

    saran saya sih untuk yang belum menjadi PNS, pertimbangkan dulu masak2. kreativitas anda akan terbelenggu habis. itu yang sangat menyiksa batin. kalo kita tahu dan berkreasi – untuk menyelesaikan tugas yang diberikan pada kita – dengan cara dan analisis yang eselon diatas kita tidak dapat memahaminya – meski kita benar dan atasan kita malas belajar, kita malah dicap tidak bisa kerjasama.itu yang sangat berbeda dengan swasta dimana setiap orang terpacu membuat inovasi/produk yang bernilai

  285. #wahyu utomo,

    meski saya baru baca hari ini dan tulisan itu sudah setahun yang lalu, rasanya lucu sekali ada orang yang berpikir seperti ini. memangnya beasiswa sekolah itu dibiayai pemerintah? saya sekolah ke luar negeri dengan beasiswa dari luar negeri meski saya juga PNS. jadi tidak ada sedikitpun beban moral bagi saya untuk menjadi seperti yang ditulis wahyu utomo ini.

    But well, buat mas romi, teruskan langkah anda. dimanapun pasti akan ada yang berpikir seperti ini. bahkan atasan langsung dikantor saya pun menghina saya saat saya akan berangkat studi. jadi jangan heran kalo jenis-jenis orang seperti ini ada diantara kita

  286. anakhamakita Says:
    September 23rd, 2008 at 20:04

    halo om Romi

    saya tertarik sekali dengan topik yang om Romi sampaikan diatas

    emang bener kayaknya budaya sogok depan sogok belakang sikut kanan sikut kiri udah jadi tradisi di negri ini dan kayaknya gak akan hilang kalo bukan dari para generasi mudanya yang mau merubah itu semua

    tau kapan para generasi muda kita semuanya bakalan dapat hidayah untuk melakukan perubahan, soalnya kalo sebagian aja mah Indonesia kita ini gak akan berubah

    Indonesia kita ini udah semrawut banget ye om…
    beda banget ma negara luar seperti jepang, kebetulan saya jg pernah kesana tapi jadi kenshuusei

    Kalo di jepang orang orangnya kerja dulu baru minta haknya, kalo disini kebalik kayaknye dech

    APA KATA DUNIA….

    makanya kalo saya liat para pns yang jam 4 sore dah pada keliaran di jalan, saya cuma bisa geleng geleng doank om :-(

  287. wa…saya gag cocok jadi PNS…
    heheh..emang ga ada cita2…
    tapi apa ga mungkin ya pak ‘mencuci otak’ sistem PNS ini?

  288. wakaka, sekarang baru kena gue…

  289. heheheh.. i like this ..!!! mohon izin untuk mengutip isi nya oom… permisi..

  290. [...] Pengumuman; PMB; Beasiswa; Lowongan; EXPO; Exstention Telp; Tanda Terima EPSBED 999/N16/PP/2005 tanggal 15 Juni 2005, menyusul kemudian keluar surat keputusan direktur Politeknik Negeri http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/ [...]

  291. Hidup NKRI
    (NKRI=Negara Klowor Republik Indonesia)
    Mengapa KLOWOR:
    1. Rakyatnya suka molor
    2. Aparat(PNS)-nya diisi para koruptor
    3. Bankirnya mitra koruptor
    4. Parlemennya koordinator koruptor
    5. Penegak hukumnya manipulator
    6. Pengusahanya inferior (soalnya kalah sama pengusaha
    asing)
    Korupsi terjadi di semua lapisan masyarakat, berkat keteladanan Orba. Susah diubah. Ada yang bilang perlu waktu 30-an tahun. Wah lama sekali!
    Mungkin cara termudah adalah beli 10 bom atom dan jatuhkan merata di wilayah Indonesia. Biar habis semua makhluk spesies manusia Indonesia. Lalu impor manusia spesies baru yang beretos Jepang, berotak Jerman, berakhlaq Quran. Barangkali Tuhan masih punya stoknya. Atau paling tidak ada cetak birunya, nanti kita kembangkan di sini. He-he-he …
    Selama berjuang!

  292. Salut…
    Moga makin banyak PNS seperti mas Romi

    jujur aku sekarang sangat tergoda untuk menjadi PNS…
    sekarang ini aku masih bekerja pada sebuah perusahaan swasta di jakarta dengan etos kerja yang luar biasa namun penghasilan cuma beda tipis ama UMR jakarta (meski aku lulusan S1 PTN dg IPK masih lebih untuk daftar PNS umur juga belum lewat)

    Di Swasta hidup seperti cuma buat kerja aja… waktu yang sulit untuk keluarga dan selalu berada di bawah tekanan… jangankan berbuat kesalahan, kerja sedikit di bawah performa aja udah bisa bikin hati was-was…

    tapi aku sadar jadi PNS ternyata ga mudah seperti yang dibayangkan… sebetulnya mau kerja dimana aja pasti ada resikonya… yang penting ikhlas dan jujur…soal rejeki sudah ada yang ngatur… tapi soal nasib…ada ditangan kita mo dibawa kemana…

    aku yakin nasib bangsa Indonesia beserta seisinya bisa lebih baik kalo manusianya baik…

    Mengenai oknum2 yang gak beres dikalangan PNS…aku yakin ada masanya akan berakhir salah satunya dengan rekrutmen yang bersih dan jujur…dan penghargaan atas hasil karya lebih dijunjung tinggi…

    terus berjuang… kebenaran pasti akan menang

  293. Husnan Tajrie Says:
    October 10th, 2008 at 13:03

    Ass. Wr. Wb. Pak Romi.
    Saya agak sependapat dengan tulisan tersebut, Untuk orang-orang dengan kriteria seperti disebutkan dalam artikel tersebut memang kurang cocok jadi PNS. Namun menurut saya tidak hanya dilingkungan PNS kecurangan itu bisa terjadi, tatapi di luar PNS juga terjadi, bahkan kadang lebih parah. Jadi menurut saya semuanya tergantung iman seseorang dan rasa tanggung jawabnya sebagai warga negara. Coba kita perhatikan para wakil rakyat, sebelum mereka duduk di dewan mereka tidak ada kesempatan menggunakan uang negara, namun setelah mereka duduk sebagai anggota dewan dan dapat menggunakan uang negara, berbagai macam kegiatan dilakukannya, yang sering diberitakan dimedia antara lain kegiatan studi banding atau kegiatan sosialisasi atau kegiatan apalah namanya yang semuanya dapat dikategorikan “jalan-jalan gratis” sehingga banyak menimbulkan pendapat yang kontra. Pedagang juga begitu, ada-ada aja caranya yang membuat pembeli bisa dirugikan. Para programer juga begitu, buat virus dan sebagainya yang bisa mengganggu dan merusak file orang.Jadi sekali lagi dimanapun kita bertugas semua punya peluang untuk melakukan kecurangan, jadi tergantung kitanya. Begitu pak pendapat saya.

  294. wah ulasannya bagus banget….saya sih berharap orang tua saya..terutama ayah saya membaca ini juga….habis saya dipaksa-paksa untuk mendaftar jadi CPNS gitu ….padahal saya g pernah niat pa lagi bayangin mau jadi PNS…g sedikitpun terlitas deh dibenak saya…dan setelah saya membaca tipe tipe orang yang ga cocok untuk kerja di institusi pemerintahan diatas…ya kurang lebih saya termasuk kategori seperti yg disebutkan dalam tulisan itu…jadi…semakin yakin saya untuk ga mencoba coba ikut CPNS…tapi kalau dah takdir saya jadi PNS..wallahualam…

  295. ihksan wahyudi Says:
    October 11th, 2008 at 12:04

    emang sih cita-cita orang indonesia sebagian besar ingin menjadi, bahkan puluhan juta rupiah rela di keluarin hanya untuk bisa menjadi seorang pns dengan gaji kurang lebih 1,5 juta / bulan.

    tidak munafik saya sendiri dulu mempunyai cita-cita sbg pns, kayak nya nama pns wah banget gitu. Dan tanpa di sangka nih gue bisa masuk kerja di sebuah departemen RI sebagai tenaga honorer.`

    wuiiiiih, ternyata ga rugi lho nyogok puluhan juta untuk bisa masuk jadi pns, banyangin aja setiap projek atau lelang selalu menguntungkan itu si pns, penggelembungan kuitansi mah soal biasa.

    bayangin aja bro, cuma service komputer 60 ribu doang birokrasi nya ya ampyun ribeeeeeeeeeet sekali. itu pun bendahara dinas minta di kasih kwitansi kosong dari bengkel. coba kalian tebak mau di apain tuh kwitansi kosong, kalau tidak mau di gelembungin dana service nya.

    ya alloh berikan cahayamu kepada para pegawai negeri ini, dan bukakanlah pintu rizki mu kepada rakyat-rakyat kecil.

    sadarkanlah saudaraku PNS se nusantara bahwa kuris yang anda duduki di kantor itu di beli dari uang rakyat.

    Semoga Engkau mendengarkan pintaku ini ya Alloh. Amiin

  296. assalamu alaikum wrb,bang romi sy sangat salut dengan kredibilitas yang anda punyai saat ini dan pandangan anda tentang masalah PNS yang dari tahun ke tahun masih saja menjadi polemik dinegeri ini jujur saja sampai saat ini saya termasuk anak bangsa yang selalu mengidam-idamkan menjadi PNS tetapi anda harus menggarisbawahi bahwa tendensi saya menjadi seorang PNS bukanlah seperti orang kebanyakan yang hanya ingin hidup enak tanpa banyak berusaha dalam artian “CARI AMAN” terutama untuk masa tua. bang romi sekarang ini saya sy berjuang keras untuk menjadi seorang dozen yah paling tidak menjadi guru,karena menurut pandangan saya profesi seorang pengajar adalah mulia(tidak perlu saya uraikan panjang lebar..sy kira bang romi sudah tuntas tentang ini),dan sekarang saya ingiN mengatakan bahwa sy ingin menjadi PNS krn persoalan akhirat dan kebaikan keluarga saya kelak,mengapa..???.begini denga n menjadi seorang pNS dalam hal ini dozen atau guru saya akan mempunyai banyak waktu dan kesempatan untuk memaksimalkan ibadah dan perhatian kepada keluarga saya kelak ketimbang saya menjadi seorang karyawan perusahaan yg bonafid dengan gaji yang selangit dan penghargaan yang setimpal dengan pekerjaan yang dilakukan atau pun seorang pengusaha sukses yang bermandikan materi tetapi bekerja seperti robot dan bisa menjerumuskan saya kepada bentuk-bentuk dehumanisasi sekali-kali tidak bang..,bukan karena ketidakmampuan saya dalam bekerja keras tetpi sekalI lagi krn persoalan akhirat dan keluarga,saya berani mengakui bahwa saya adalah seorang pekerja yang keras krn menyadari yang namanya”ETOS KERJA” .Dalam benak saya segudang ide yg akan saya tindak lanjuti dalam bentuk penelitian2 atau kegiatan2 intelektual lainnya jika kelak saya menjadi seorang pengajar.sekali lagi saya bukan menggurui semata-mata krn uneg2 yg selama ini saya pendam dan anda adalah orang pertama yg saya sampaikan perihal ini.sayang diusia sy yg hampir 30 ini saya belum juga mendapatkannya namun sy akan berjuang terus tanpa kenal lelah.besar harapan saya anda membalas tulisan saya ini melalui email saya beserta doa restu abang sebagai seorang yang mengenyam kesuksesan.diakhir kata saya ingin mengucapkan semoga saya bisa seperti abang yang bisa mendedikasikan diri untuk kemaslahatan orang banyak, AMIN.

  297. kalo saya udah ngajar d ajukan jadi guru Bantu tapi apa yang terjadi kemudian batin saya menangis saya ga sanggup jadi PNS udah di gaji dari pajak uang rakyat, sementara kualitas pendidikan ga naik-naik. bukan berarti standar kelulusan dinaikkan kualitas anak didik meningkat..

    perlu bapa ibu ketahui rasanya koq saya sendiri ingin mengundurkan diri saja untuk tidak jadi PNS kenapa?? mendidik adalah hal yang mulia. tapi lihat kualitas SDM menurun drastis, anak-anak tak tahu sopan santun kami di sekolah sering berdiskusi bagaimana supaya anak-anak rajin belajar.tiap solusi di coba tapi tak di bantu orang tua hasilnya nolll

    kalo boleh saya usul mending ga ada bOSS orang tua tak seenaknya mentang-mentang gratis urusan anak bisa atau tidak terserah guru, wartawan setiap hari datang ke sekolah mengganggu jam belajar ujung-ujungnya minata duit. belum lagi alat-alat yang di jual dedet, potongan kantor yang besar harus dari mana BOSS. iya dana bos cair tapi mereka mabil lagi secara tidak langsung

    saya baru lulus S1 dan saya pikir lebih baik saya kerja di swasta saja. biarlah saya yang gaji anda-anda wahai PNS!!!

  298. [...] Orang yang memiliki jiwa enterpreneur dan selalu melihat segala peluang sebagai peluang yang kemungkinan bisa menjadi bisnis. Ketika jiwa enterpreneur ini diimplementasikan di tempat yang tepat hasilnya akan positif, tetapi apabila diimplementasikan di institusi pemerintah tempat bekerja, bisa jadi sumber korupsi yang maha dahsyat dan mengerikan. Orang ini diharapkan ketika melihat berjubelnya pendaftaran PNS dan mendengar keluhan 4 juta PNS di Indonesia tentang gaji mereka yang rendah selalu berpikir untuk mempunyai perusahaan dan bisa membuka lapangan kerja baru bagi 4 juta orang di Indonesia. Mungkin posisi itu lebih tepat. (http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/) [...]

  299. Pak, jangan membuat lesu 3 juta PNS guru ya dari 4 juta PNS dan juga PNS yg bener berusaha kerja, terutama yg bekerja dalam diam di pelosok-pelosok.

    Mungkin kampanye positif akan lebih mendorong kaum muda bekerja seperti mereka, dan mau bekerja, prihatin, bekerja dalam diam untuk mereka yang membutuhkan. Lihatlah para bidan, dan para PNS dipelosok – terpencil. Ingat cerita suster terapung?

    Bagi mereka mungkin cuma mimpi pergi keluar negeri sebelum kerja.

    Perkara gaji, sekarang ini makin terbuka kan, bandingkan aja gaji:
    - BI
    - Dirut BUMN yang selalu merugi
    - DPR
    Bandingkan juga gaji antara yang PNS Kejaksaan, Kepolisian dan institusi baru yang cari-cari orang yang melanggar hukum aja udah beda? Padahal tujuan sama atau bersinggungan(tupoksi= tugas pokok dan fungsi kerja). Sedih kan?.

    untuk PNS ? sepertinya baru tempat bu Sri aja yang bisa setara penghasilan mereka.

    Dibutuhkan orang yg berani dan mampu menghitung utk memberi masukan gaji yang layak dan dibandingkan dg profesi sama secara vertikal dan horisontal,juga dibandingkan dengan tupoksi yang sama ke para pengambil kebijakan ini.

    Juga mengubah sistem kerja shg lebih baik.

    Semangaaat.

    Salam.
    CH

  300. Pemerintahan juga memerlukan orang2 yang punya jiwa enterpreneur yang tinggi. kalau tidak apa jadinya negara ini kalau hanya menggaji pekerja yang bekerja cuma 4 jam 1hr. Jangan selalu bernegatif thinking. Ayo bagi anda2 yang merasa berkualitas tunjukan kemampuan anda untuk membangun dari dalam………

    Rgrd’s

    Sherry

  301. [...] PNS tidak cocok untuk [...]

  302. Pak Romi..bener apa yg ditulis bapak…Saya baru diangkat PNS..baru 4 bulan (pengangkatan juli2 008) …guru PNS…pindah dari swasta ke PNS…aku mengira kerja diPNS lebih enak.. ternyata.. waduuuuhh…administrasinya amburadul, kinerjanya santai-santai cuma ngobrol ngalor ngidul (bener-bener beda dgn swasta)walau ga semuanya guru seperti itu (ada kok yg rajin dalam bekerja)…pengen banget pindaah .. ga tahaaan dengan sistem korupnya, KKNnya, uang persekotnya (kasihan deh dengan guru PNS yang selalu dimainin dan dipotong pendapatannya oleh departemennya).. dan banyak lagi mungkin…gimana yah caranya supaya bisa keluar dari PNS..ada yg bisa bantu ga?…atau ditinggal begitu aja PNSnya… sebenarnya berat ninggalinnya tapi kalau kerja dengan hati yang ga tenang dan ga sesuai dengan nurani … kinerjanya jadi ga bagus… bisa kasih masukan ga?

  303. betooollllllllll sekali apa yang pak romi katakan…pokoknya saya setuju dengan pendapat pak romi….jadi nggak ada yang bisa saya nyatakan kecuali “BERJUANG BERJUANG BERJUANG untuk memulai sesuatu yang lebih baik tentunya untuk mental manusia2 bangsa indonesia tercinta ini…memperbaiki sedikit demi sedikit lebih baik daripada nggak pernah mencoba sama sekali untuk memperbaikinya!
    GANBATTENE……!!!
    SEMANGAT………!!

  304. ehm bapak saya PNS tapi beliau jauh dari yang seperti kebanyakan PNS..kebetulan beliau sudah pensiun skrng..dulu sewaktu masih aktif jarang saya bertatap muka dengan beliau, kebetulan kerjanya banyak di proyek sih.,.sering kalo saya sholat subuh beliau msh terjaga n sedang mengerjakan tugas kantor..ehm sewaktu pindah ke dinas pun beliau masih disiplin dtg jam 8 plng jam 4.. bahkan yang lucu beliau cerita malah byk mengeluh bawahannya karena terlalu ketat hehehe PNS Pns Riwayatmu itu

  305. bapake nurul Says:
    October 24th, 2008 at 8:57

    seratus persen benar apa yang dikatakan dik Romi

  306. Assalammu’alaikum Wr.Wb
    ehm..saya seorang PNS dan Alhamdulliah saya masuk lewat jalur yang lurus pada penerimaan akhir Tahun 2004 kata orang sich masih prog 100 harinya SBY jadi mungkin belum berani macam2..saya baru sekali tes dan langsung lulus.. memang kalau mau ikut hati nurani cara kerja PNS di lingkungan perkantoran (kecuali guru mungkin) seperti di tempat saya bekerja sangat tidak bisa diterima…namun apa daya…inilah kerja..namun sedikit banyak saya selalu berusaha untuk bekerja sebaik-baiknya dan menghindari hal-hal yang tidak selayaknya dilakukan karena sudah terpatri dalam hati bahwa saya sudah memulainya dengan baik, jalani dengan baik dan semoga berakhir dengan hasil yang baik. semoga ALLAH SWT, meridhoi. Amin.

  307. ass.wr.wb
    ketertarikan masyarakat untuk jadi PNS mungkin mas rom….mungkin, sekarang ini pemerintah banyak menjanjikan sesuatu pabila sudah berada dalam institusi pemerintah, kesejahteraan mereka terjamin, masa depan mereka terjamin,…itu tandanya keadaan perekonomian kita high quality alias lebih baik dari kemaren..insyaallah. wajar saja rating pemerintah lebih baik dari swasta tuk sekarang ni.

    saya berharap mas rom recruitmen CPNS juga high quality, baik kredibelitasnya, royalitasnya, pendidikannya, and akhlaknya….

    semoga ja perecrutan CPNS benar – benar berkualitas untuk mendatang nd CPNS mendatang benar – benar memperjuangkan rakyat dan pemerintahannya tuk kebaikan bangsa kita mendatang….

    godbye PNS katrok…. well PNS berakhlak nd cerdas, berkompeten di institusinya.

    ayo mas rom nd putra – putri bangsa berjuang untuk masa depan bangsa kita…..semangat kita majukan pemerintahan yang sehat, terampil, inovasi, berakhlak mulia…aminnnn
    wassalam,

  308. Saya juga seorang PNS di daerah pak, memang benar kita cuma datang, minum kopi, shalat dhuhur lalu pulang pas azan ashar.
    Apa boleh buat kita tidak bisa macam-macam apalagi mau mengadakan perubahan dalam institusi, sangat berat dan menjamin frustasi.
    Satu-satunya hal yang saya lakukan untuk mengatasi rasa jengkel saya adalah dengan membuka usaha warung dan bergabung dengan perkumpulan yang saya sukai.
    Sedangkan diantara waktu kosong yang luar biasa itu saya coba menulis entah itu karangan atau bahan untuk ngeblog kelak, atau menulis rencana bisnis.
    Mungkin ini disebut makan gaji buta tapi saya tahu untuk saat-saat sekarang ini belum saatnya merubah sifat institusi tetapi paling tidak kita bisa memilih pemimpin daerah yang cakap yang bisa mengadakan terobosan untuk mengatasi masalah itu atau kita bisa berharap krisis ekonomi besar berikutnya agar terjadi revolusi.
    Satu-satunya yang bisa saya pastikan adalah apabila ada urusan yang melalui saya maka saya pastikan tidak sepeserpun uang orang bersangkutan yang akan keluar untuk sesuatu di luar yang sudah ditentukan oleh undang-undang, dan tidak akan saya persulit bahkan saya akan bantu sejauh saya sanggup, walau apapun akibatnya bagi saya saya berusaha sebaik yang saya mampu apabila itu melalui atau berhubungan dengan saya.

  309. saya kurang setuju dengan pendapat tersebut.. klo orang-orang yang seperti itu tidak cocok menjadi pegawai negeri.. berarti kita membiarkan birokrasi yang semrawut dan tidak berkualitas itu terus berlanjut. Justru orang-orang yang menginginkan perubahan itulah yang kita butuhkan. Sebagai anak bangsa, tentu kita menangis melihat bangsa kita semakin terpuruk.Tidak mudah… namun itu masih lebih baik, daripada kita pasrah dan membiarkan orang-orang tidak berkualitas menguasai bangsa kita..
    terus berjuang PNS yang baik!!!!!

  310. ooo pantas saja lah saya tak lulus lulus daftar dan ikut test PNS di daerah. ternyata banyak hal (point) yang diluar kualifikasi saya.

  311. Sebagai anak dr orang tua yang keduanya PNS sebenarnya nangis juga… entah lingkungan atau atasan yang sulit saya kurang mengerti tetapi satu tang jelas, orang tua saya seperti pemimpi yang hanya berjuang dalam batin karna siapa lagi yang mau mendengarkan. diberi masukan eh rekan2 sejawat memandang sinis,bahkan berkata inilah dunia PNS. dimana2 ada saja penyimpangan. dibilang ju2r,jadinya melarat. tapi ada yang kaya karna menyimpang. Siapa lagi yang mau mengembalikan citra PNS??? Malu n bingung deh….

  312. nak ITB yang kecemplung di STIS Says:
    October 31st, 2008 at 10:48

    ass.Mas Romy,,
    nama sari sisilia,
    saya juga mulai merasakan kepenatan yang nge-BT in..
    tadinya saya kuliah di ITB(kmrn jg sempet ikutan seminar e-learning yang pmbicaranya mas Romy itu loh..), tapi bapak saya pengen saya jadi PNS,katanya kehidupannya nanti terjamin,jadi saya disuruh pindah kuliah kedinasan,alhasil sekarang saya sedang kuliah di PTK di Jakarta dan dengan berat hati(bener2 berat deh) mninggalkan ITB,huhuhu….kalau saya boleh memutar waktu saya ga pengen sekolah kdinasan ky sekarang,, soalnya disini saya ngerasa ga bisa berkembang,fasilitasnya yang kurang,sekolahnya yang udah rada bobrok,dan seabrek ketidakpuasan saya berkuliah disini,(hehe,maaf ya kalo sy malh curhat),
    jadi intinya sebelum jadi PNS aj udah membosankan apalagi nanti jd PNS,,untuk para orang tua, saya berpesan jangan mengekang anaknya untuk jadi PNS, anaknya nanti bisa jadi gila…
    Mas Romy saya mau minta pendapat mas dong, kalo disuruh milih ITB atau STIS mas pilih mana? makasi ya atas jawabannya….

  313. Fenomena pns ini sebenarnya masalah klasik yang sebenernya entah knpa selalu membuat saya terkadang merasa sedih, karena terkadang sewaktu saya berhubungan dengan mereka untuk mengurus surat atau ijin, selalu ujung-ujungnya duit, dan minta nya terang-terangan, dan kelihatannya sudah menjadi budaya yang mendarah daging.

    perubahan kedepan saya harapkan, semoga Pemimpin bangsa ini dan dari diri kita sendiri selaku pns, selaku org yang berhubungan dengan mereka sadar akan pentingnya suatu penghargaan akan arti sebuah pekerjaan untuk mengembalikan citra pns lebih baik.

    Layanan satu ataf, transparansi dalam pengurusan surat-surat ijin, tidak ada korupsi.

    Semoga bangsa ini lebih maju dengan adanya kesadaran kita untuk bersyukur, karena sebesar apapun gaji yang di berikan ke PNS, ketika mereka bisa mensyukuri, saya rasa tidak ada yang namanya KKN.

    We wiss all

    salam
    bambang

  314. Yup..setujuh banged sm mas Romi…
    Saya sudah di-wanti2 oleh ibu saya yang merasa terjebak dalam dunia kePNSan untuk ga usah ikut2an jd PNS…
    Anda akan merasa terjebak dan susah untuk keluaR…

  315. Sekedar info, ada nih lowongan CPNS Provinsi Jawa TEngah..monggo dilihat di http://awierpoenya.blogspot.com/2008/10/lowongan-cpns-pemerintah-provinsi-jawa.html

  316. sukma setyowati Says:
    November 2nd, 2008 at 13:43

    PNS…..
    demi kedua orangtua dan saudar-saudara saya, demi untuk melegakan orang-orang yang saya cintai itu, saya akhirnya terdampar di sini

    saya suka dialog mas romi dan mas achwir.

    idealisme saya adalah hidup dengan karya yang manfaat untuk orang banyak dan penghasilan saya adalah royalti.tapi selama saya belum berhasil membuktikannya, maka saya dengan segala kesadaran mengikuti apa yang menjadikan orangtua saya bahagia.berusaha menjadi PNS

    Bapak saya adalah PNS anti korupsi sampai pensiunnya.bapak saya berpuasa karena kata beliau, itu membantu pekerjaan tuhan, sementara pekerjaannya yang berat sebagai PNS anti korup di departemen kehutanan adalah untuk membantu pekerjaan pemerintah supaya hutan terpelihara dan tidak dirusak.siapa yang tidak menangis dengan ketulusan itu.

    menjadi PNS bagi orang indonesia terdapat dua tujuan berbeda. 1.untuk mengabdi, 2.mencari kemapanan

    entah disengaja atau tidak, sampai sekarang, jurusan saya di bangku kuliah belum ada yang pas dengan formasi PNS.ketika disuruh kakak saya mencoba-coba meski tidak sesuai jurusan, hari ini saya temui, bahwa saya telah terlambat.pantas saja kalau teman-teman saya kuliah dulu orientasinya adalah mencari jurusan yang banyak lowongan pekerjaannya.

    allah subhaanahu wata’aalaa yang menentukan seseorang jadi PNS atau non PNS.AH…naif benar kata-kata saya, tapi saya belajar dari penolakan-penolakan di waktu lalu saya, bahwa itu bukan jalan saya.

    terimakasih, forum ini memberi saya tempat untuk curhat. special thanks to mr. Romi and Mr.Achwir.

    salaam untuk kebebasan nurani

  317. bapake nurul Says:
    November 5th, 2008 at 11:35

    Banyak yang pengin jadi PNS lho, itu contohnya tenaga honorer yang tergabung dalam FTHSNI karena anggapan mereka jadi PNS itu mapan kehidupannya. Memang tidak dapat dipungkiri kalau PNS itu adalah yayasan sosial yang memberi fasilitas bagi pemakan gaji buta !!!, hati-hati kita hidup di dunia cuma sekali.

  318. kejahatan tidak hanya terjadi karena ada niat dari pelakunya…tapi kejahatan terjadi karena ada kesempatan…WASPADALAH…WASPADALAH !!!

  319. wah………benaar banget…kenapa ya…orangtua saya masih saja berharap saya ataupun istri saya (salahsatu dari kami jadi PNS) padahal sangat bertolak belakang dengan harapan saya..tapi untung saja menjadi PNS di tempat saya harus merogoh kocek puluhan juta yang harus dibayar ke orang yang bisa menjanjikan masuk jadi PNS, jadi urung niat krena darimana uang utu didapat…mendingan buat modal usaha lain….
    waaduh…. PNS….jangan harap deha…dan juga tak berharap menjadi PNS..
    setuju buat om ROMY

  320. beginilah negara kalau sudah kena kangker stadium 4. bagaimana ngga’ belajar korupsi kok sampai 33 th yaa sudah tentu bakal jadi[prof.korupsi].inilah yg sdg terjadi di negara kita,sy ngga habis pikir ada negara yg tdk percaya tuhan tapi mereka berjalan dg disiplin tuhan contohnya china yg mana presidennya mau pertaruhkan nyawanya demi negara dari para korupsi ketika menyiapkan 100 peti mati,semoga itu bisa ter wujud di indonesia,dan bisa merubah sistem yg selama ini sudah terpuruk untuk mas romi memang kaputusan kau sangat pas spt do’a yg mengatakan”yaa ALLAH jika pertambahan umur saya hanya menambah dosa cukupkan umurku sekian saja dan jika pertambahan umurku menjadikan kebaikan untuk saya dan umat panjangkanlah umurku dan sehatkanlah agar selalu bisa beribadah thdp engkau”semoga perjuanganmu tak sia2, memang ngga’ gampang untuk memperbaiki negara ini dan tuhan [ALLAH]pasti akan bersama orang2 yg berjuang untuk bangsa dan negaranya “cinta tanah air adalah sebagian dari iman “amiin

  321. meski jadi PNS atau apalah itu namanya.. kuingin tetap berkarya… belajar.. n berkembang..
    –no stagnasi pliz..–

    nb: mudah diucapkan.. tapi tidak mudah untuk dilaksanakan

  322. benar apa yang Mas Romi bahas…gak meleset, memang sekarang PNS hampir semuanya sudah kehilangan hati nurani….entah sampai kapan itu berlangsung. sedih Saya melihatnya…

  323. [...] PNS tidak cocok untuk [...]

  324. saya ada dalam semua kategori diatas, cuman saat ini saya lagi honor di salah satu Universitas. saya takut kepada Tuhan jika saya harus mengikuti sistem yang ada saat ini.

  325. mungkin yang ada diotak kita PNS memang demikian,
    tapi saya kenal PNS pada beberapa Instansi di Penda DKI yang mempunyai tanggung jawab pada pekerjaan dan negara.
    asal tahu saja, prinsip mereka “saya punya pekerjaan, saya selesaikan pekerjaan” walaupun harus lembur tanpa dibayar dan pulang ke rumah seminggu sekali.
    mungkin kita sering lihat PNS mondar-mandir di pusat pusat perbelanjaan.
    itulah yang perlu dibina, tapi percayalah tidak semua PNS itu penggangguran.

  326. wahh… kerjanya enak bener ya, tapi kok saya ngga gitu… maaf ya mas romi kebetulan saya tenaga honorer di salah satu instansi pemerintah, mungkin karena saya hanya staff support, jadi tidak pernah merasakan kerja 4 jam, malah sebaliknya… jam kerja saya bisa molor 2-3 jam, jadi saya terkadang masih merasa… alhamdulillah, ternyata pekerjaan saya tidak seperti yang dikatakan orang tentang ‘PNS’ dan lingkungan kerja saya alhamdulillah sangat baik, maaf kalo ada yang tidak sependapat, tapi ya itu yang saya dapatkan sekarang di kantor saya, ^_^, tks.

  327. saya seorang cpns yang baru bekerja selama 6 bulan dan sudah merasakan hal yang sama. pertama kali sih enak merasakan jam kerja yang begitu longgar. tp lama kelamaan jadi bosen banget. rasanya dikantor seperti orang hilang yang tidak tahu harus mengerjakan apa. sedihnya lagi saya jd cpns di salah satu universitas yang mestinya mendidik calon2x pemimpin di negeri kita :(

  328. [...] Nopember 24, 2008 in Daily Comment | Tags: cpns, pns Dalam minggu2x terakhir ini banyak sekali pemerintah daerah yang membuka lowongan CPNS. Dan sudah bisa ditebak ratusan bahkan ribuan pelamar memperebutkannya. Tapi ada baiknya sebelum melamar CPNS, Anda membaca artikel lama tapi cukup menarik yaitu “PNS Tidak Cocok Untuk …” yang ditulis olehBapak Romi Satria Wahono. [...]

  329. memang begitulah kenyataanya, tapi tidak semuanya, tidak semua PNS seperti itu. Memang secara umum yang terlihat oleh orang2 adalah image PNS yang jelek, sesuatu yang jelek lebih mudah teringant dibanding yang bagus.
    Saya juga seorang PNS, tapi bukan berarti ini sebuah pembelaan, di sebagian instansi memang PNS menjadi sarana untuk mengikat silaturahmi kekeluargaan karena rekrutmennya mengusahakan agar keluarga2nya yang bisa masuk. Namun tidak semua instansi dan PNS demikian. Alhamdulillah saya masuk menjadi PNS di Instansi Pemerintah Pusat salah satu Departemen dengan cara yang baik. dan disini saya juga mempunyai teman2 yang mempunyai dedikasi yang tinggi, semangat dan tanggung jawab yang cukup bagus sebagai seorang PNS, entah karena kami memang sama2 masih muda atau karena apa.

    Yang jelas agar kita sebagai PNS tidak menjadi PNS yang dibayangkan kebanyakan orang2 (jelek), carilah temen yang masih sepaham dengan kita (bukan orang2 yang dijelek2kan diatas), buatlah komunitas sehingga kita masih bisa menjaga diri kita tidak tertular dengan penyakit2 pns pada umumnya.

    Memang saya tidak bangga sebagai PNS, tapi karena saya sudah menjadi PNS, bagaimanapun tanggung jawab seorang PNS harus saya emban.

  330. stuju Om….
    emang sperti itulah kondisi institusi pemerintahan kita.
    ampun deh, terkadang saya sering stress sendiri klo baca / nonton berita dari media mass..

  331. mas romi saya eko usia 24 tahun saya mau minta motivasi, saya adalah lulusan tekhnik informatika, saya sudah berkali-kali ikut jalur ujian PNS dari mulai depkeu,BPN sampai dengan BPK juga ngnggak ada yang diterima, orang tua saya terus menanyakan pada saya kapan kerja yang bener padahal sekarng saya sudah bekerja di salah satu lembaga it sebagai pengajar dan mencaoba menjadi penulis, oya latar belakang keluaraga saya itu pegawai bahkan saudara kandung saya sekarng sudah bekerja sebagai pegawai di BAnk BPD, saya senang dengan dunia ini tapi terkdang sedih karena saya selalu dibandingkan dengan adik saya yang selalu dapat gaji bulanan dan bonus yang begitu banyak, oya mas romi saya minta pendapat, motivasi dan artikel cerita orang sukses yang mungkin mirip dengan nasib saya ini, karena orang tua saya beranggapan kalau sukes itu harus kerja dikantor dapat gaji bulanan dan rumah dinas serta masa depan yang cemerlang saya mhn dibalas ya mas romi

    Eko Siswo Adi Sahputra S.kom

  332. heheheh setujuh ma bang romi…. birokrasi dipemerintahan ini bikin puyeng deh… kalo gak manut ama bos bisa ditendang….., kalo manut makan ati….. memang untuk membenahi dari dalam sangatlah sulit, apalagi kroco seperti saya (bawahan), tapi harapan selalu ada…. harapanya adalah semoga petinggi-petinggi kita ini seperti bang romi ini, jadi pemangkasan dari atas deh… insya allah bisa jadi birokrasi ini bisa bersih…. AYO BANG Romi…. sampeyan dan rekan-rekan seperjuangan yang udah memiliki ilmu yang tinggi jadilah petinggi-petinggi PNS yang amanah biar aku yang dibawah ini bisa kerja dengan tentram…. apa adanya gak muluk-muluk….. sedih juga liat uang negara dirampok…… padahal kita-kita yang nyari dari sen per sen dikumpulin… mereka yang diatas pada foya-foya…..
    SELAMAT BERJOANG…. SEMOGA PERUBAHAN TETAP TERJADI WALAU PELAN……

  333. Om romi,dgn kualitas yg om miliki saya yakin depkeu menyambut anda.sok atuh coba2 pindah ke depkeu

  334. dea apriana Says:
    December 4th, 2008 at 5:40

    mas mbok ya bersyukur. saat ini bukan saatnya milih pekerjaan. kalo ga buka lowongan kerja aja n kalo bisa berjuangan hapusin tu sistem outsourcing di swasta atau bumn. ga adil bener kalo kerja dengan sistem itu.jadi y mending jadi pns

  335. Ya gitu deh pak, saya sendiri sebagai PNS udah Jenuh, Jemu, Bosan, Malas…
    Jenuh karena kerjaannya gitu2 aja..
    jemu dan Bosan karena gitu2 aja…
    Malas karena sebagai bawahan yg punya ide pengembangan ke arah yang lebih baik bagi instansi kandas di hadapan pak bos….
    Pengen sih berwirausaha, atau berbisnis apa saja asal gak jadi PNS, tapi apa mau di kata udah terlanjur jadi PNS sih…., mau keluar/mengundurkan diri takut gak punya kerjaan lain/lagi….
    jadi bingung, Capek deeehhhh…………

  336. Terus caranya supaya bisa buka pabrik sendiri itu bagaimana pakdhe romi. Tapi kalau menurut aku sih, mau jadi PNS atau jadi pengusaha atau yang lain itu pilihan hidup masing-masing orang.

  337. Taufik Akbari Says:
    December 9th, 2008 at 18:27

    Ketidak efesienan yang ada di instansi negara yang kita cintai inilah yang memicu masalah ini timbul, pada masa orde baru menurut saya PNS adalah suatu komoditas politik penguasa pada masa itu, sekaligus alat untuk mempertahankan tahta kerajaan nya. oleh sebab itu, pengrekrutan PNS lebih mengutamakan kuantitas dibanding kualitas. Ketidak efesienan inilah yang berbuntut panjang sampai sekarang ini.
    dan saya menilai perkembangan dunia lebih laju dari peningkatan kualitas PNS yang ada pada saat ini (kualitas moral, pengetahuan, kekuatan) yang jelas berpengaruh langsung ke perangkat dibawahnya. Seharusnya apresiasi dari masyarakat tentang kebangggaan mereka menjadi PNS itu dipertahankan, dan saya nilai wajar karena itu perkerjaan yang mulia jika tidak ada unsur penipuan, pembodohan, pemanfaatan kepercayaan rakyat terhadap tanggung jawab yang dipikulnya. dari tujuan yang sebenarnya dimana pengrekrutannya sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil yang seyogyanya telah membuat perjanjian/sumpah untuk menanggung amanah/beban dgn upah yang yg telah ditetapkan (atau sistem karir berjenjang) oleh rakyat, sebagai pegawai negara yang melayani hak-hak sipil (kepentingan rakyat)/ sebagai abdi negara dikerjakan dengan ikhlas dan sungguh2. Jadi menurut saya paradigma berpikir kitalah yang perlu dibenahi, tidak ia PNS atau Non PNS, atau yang masuk PNS nyogok atau PNS yang murni. dan semua keputusan dalam hidup kita, kitalah yang menentukan. Jika memang kita siap menjadi pelayan masyarakat sipil (abdi negara) dengan sistem karir berjenjang (2a s/d …) kita harus menerima konsekuensi upah yang telah ditentukan rakyat yang difasilitasi oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama, dan tinggal bagaimana kita mengefisiensikan pendapatan yang telah kita setujui/ambil dalam memenuhi kebutuhan pribadi sehingga tercapai pelayanan terbaik kita terhadap tugas yang diemban. dan menurut saya manusia hidup berdasarkan pengetahuannya menuju kesebuah kebiasaan dan dari kebiasaan lahirlah sebuah karya. dimana pada era fisika klasik newton dikenal dgn teori gravitasinya dan pada saat itu ialah yang dijadikan referensi ilmu fisik sekarang lahirlah Einstein dengan teori relativitasnya, yang dianggap lebih memenuhi kebutuhan hidup manusia. simtem pemerintahan kerajaan yang absolut juga telah digantikan dgn sistem demokrasi yang dianggap lebih memenuhi kebutuhan manusia pada saat ini. begitu juga dengan PNS baik oknum maupun sistem birokrasi yang bercelah di negara RI ini, jika memang telah dianggap tidak dapat memenuhi tujuan yang sebenarnya sebagai Pelayan rakyat maka tidak ada salahnya kita menerapkan suatu pemodelan baru yang bisa meminimalisir kerusakan yang telah terjadi. baik itu model berasal dari luar maupun dari dalam. tetapi saya lebih menyarankan untuk mengikuti hukum alam (sunatullah) yaitu dari dalam ke luar. dimana tiap-tiap PNS harus sudah mencapai kemenangan pribadi (kemandirian yang merupakan awal dari pencapaian sebuah prestasi) baru dapat merealisasikan kemenangan bersama. Semoga Allah memberkahi perjuangan teman-teman, maju terus bang Romi Allah bersama kalian.

  338. betul pak romi saya setuju sekali….. saya sama seperti anda seorang pegawai pemerintahan kebetulan saya bekerja di bidang it.., saya sering bahkan terlalu sering melihat pemerintah ini mengadakan project yang nga jelas yang nilainya sering bikin hati degdegan .. namun hasilnya nol NOL besar. saya sedih sekali kadang saya ingin keluar saja tapi apa daya saya seperti anda juga saya juga penerima bea siswa yaaa mau tidak mau saya hanya bs tutup mata dan tutup telingan walau jujur saya nga bs menutup hati nurani saya. andai pemerintah ini berubah …………………. thx semua sharing nya pak romi saya sering baca artikel anda..

  339. Mengenai bgaimana Memaksimalkan kinerja PNS??

    salam kenal pak romi yg luarbiasa saya pikir..
    saya baru saja menjadi PNS di departemen keuangan, tepatnya di direktorat jenderal pajak (tepatnya blm 1 bln kerja), usia saya 21th pak ^_

    tetapi saya memiliki jiwa bisnis yang lumayan besar, kebetulan sudah membuka usaha loundry di dekat kampus lama saya.

    jujur saja, menjadi PNS adl anugerah yang besar dari allah, dan ternyata yang saya temui sekarang banyak juga pegawai2 yang pintar dan kompeten, tetapi
    sayang (yang saya lihat), kreatifitas dan kinerja kami saya pikir tidak bisa maksimal, terbentur dengan sistem dan SOP. kerjanya hanya itu2 saja…
    karena di kantor tidak bnyak kerjaan dan banyak waktu nganggurnya.. secara tdk langsung kita jd ikut malas2an.. : (,
    bgmn y menyikapinya??

    trmaksih ats sharing2 pak romi..
    arigato!

  340. hati-hati dalam membuat opini, pertimbangkan bagaimana perasaan para PNS yang berdedikasi tinggi dan tetap memegang idealisme yang tidak banyak berbicara ngawur tapi tetep tekun dan gigih menyelesaikan setiap tugas yang diembannya, meski harus mengorbankan waktu yang tidak sebentar untuk menunda bertemu dengan anak dan istri karena loyalitasnya dalam mengemban amanah.

  341. delta mania Says:
    December 19th, 2008 at 16:04

    Assalamu’alaikum cak romy, aku lagi sumpek nih. Masak ada pejabat yang menawari pekerjaan sebagai PNS, tapi dengan harga ratusan juta. Emangnya dhuwitnya MBAHNYA apa !!! Akhirnya bisa ditebak, aku ndak lolos sebagai abdi negara (apa abdi materi yaa???)

    TETAP BERJUANG BERANTAS PEJABAT KORUP. MERDEKA…!!!!

    Wassalamualaikum

  342. Ass..seneng ketemu artikel mas romi..
    jadi pencerahan saya..walau belum dapet solusi konkretnya buat saya jalani.Tapi yang pasti terus berdjoeang walau tertaih-tatih!

  343. Assalamualaikum wr wb
    Salam sejahtera

    Saya tertarik membaca komentar2 di laman ini….kalau boleh saya cuman mau curhat dikit aja…sama2 soal PNS juga…:)
    Saya sekarang statusnya adalah CPNS, udah masuk hampir 10 bulan….kerja nya di bagian IT juga….awal2 masuk sih saya senang karena jam kerja nya emang longgar…tapi lama kelamaan saya juga bingung sendiri, jenuh, dan bingung mau ngerjakan apalagi….sebenarnya kerjaan sih ada aja kayaknya kalau dicari2….tapi kondisi lingkungan kerja yg nyantai membuat saya kebawa malas jg (kalau bisa sih nggak terbawa malas :) )…..kawan2 kantor jg santai bawaannya….mau pulang cepat….nggak enak jg karena masih CPNS …jaim dikit dong heheh..akhirnya yg saya lakukan adalah ngoporek2 komputer….mulai dari ngoprek program, multimedia, oprek2 server…..tapi kalau oprek2 terus tiap hari jg jadi bosen dan jenuh……
    Sebelum masuk jd CPNS sy kerjanya freelancer….pernah ngajar les komputer, bahasa inggris,kerja ikut proyek orang……bayangan saya sebelum masuk PNS, suasana kerja PNS udah mulai berubah, tap kayaknya masih sama aja….
    BTW, mau tanya ama rekan2 sesama PNS yg bekerja di bidang IT, apa bisa kita PNS ini meminta kantor / instansi tempat kita bekerja untuk memberikan kita training bidang komputer / IT ? Saya baru masuk, saya dihimbau untuk bisa menguasai ilmu IT kawan kantor yg emang udah bertahun2 kerja bidang IT, udah sering training……biar ada regenerasi katanya……cuman kalau kita ngoprek2 sendiri coba sendiri kan butuh waktu lama kan…..? ada saran / ide dari rekan2 lain ? mohon sarannya ya…

    Wassalamualaikum wr wb

  344. Sebelumnya salam kenal buat pak Romi

    saya banyak belajar dari websitenya bapak begitu banyak wawasan yang telah saya dapat tentang ilmu komputer, memang benar yang dikatakan pak romi, mungkin bagi sebagian orang kepengen masuk menjadi pns tapi banyak juga yang tidak berminat jadi PNS, kalau yang belum punya kerjaan akan lebih baik ikut cpns tapi kalau sudah ada pekerjaan dan dengan gaji yang lebih saya rasa lebih baik swasta juga tidak apa-apa yang penting kan pintar-pintar manejemennya

    Semoga bapak-bapak yang pintar komputer yang ada di indonesia ini mau berbagi ilmunya seperti bapak sehingga kami anak bangsa bisa menguasai ilmu komputer dengan gratis dan SDM kita meningkat dan berkualitas. meskipun bapak-bapak untuk memiliki ilmu dibutuhkan biaya yangtidak sedikit tetapi kalau sedikit ilmunya disisihkan untuk beramal akan menambah pahala juga

    Thx.

  345. Sah-sah saja berpendapat seperti Mas Romi…
    Jujur harus diakui memang masih banyak mental PNS yang demikian, tetapi tinggal niat kita, nawaitu kita pertama kali jadi PNS untuk apa sesungguhnya? Apakah panggilan jiwa ataukah daripada “nganggur”.
    Nah,,, yang cilaka itu yang daripada “nganggur” karena model seperti ini pasti tidak punya inovasi untuk maju.
    Untuk para PNS yang masih malas-malasan mari benahi diri kalian masing-masing. Tunjukkan pada dunia bahwa kita bisa berprestasi,…
    Jadi PNS adalah amanah, kita dibayar dari “uang rakyat” maka bekerjalah sesuai prosedur dan lurus hati,
    Saya percaya masih ada PNS yang pintar dan benar-benar PNS sejati yang bekerja serius untuk kemajuan negeri ini.
    Tetap semangat pada perjoeanganmoe..!!!

  346. bang romi sekedar sharing saja. memang tidak dipungkiri ada orang baik di lembaga atau instansi pemerintah. tapi saya pesimis dengan keadaan PNS kita. Ada cerita seorang staff ahli menteri dari departemen yang basah tentang PNS nakal. PAdahal menteri baru saja mengangkat mereka menjadi pejabat di jajaran departemen saja. Mereka tidak kurang satu apapun baik keahlian, pengalaman, organisasi, dan kerja mereka baik-baik saja. cuma apa yang kurang? Mereka tidak tahan untuk tidak KORUPSI!
    Seorang menteri juga pernah curhat bahwa ia dimusuhi oleh hampir semua orang karena ingin menegakkan kejujuran. kalau menurut saya PNMS sekarang harus banyakan yang diganti sementara yang sedikit atau yang jujur tetap diperthankan.

  347. Assalaamu ‘alaikum.
    Saat ini saya bekerja sebagai tenaga honorer IT di sebuah balai penelitian. Honor saat ini saya terima 600rb per bulan, ditambah insentif dari kerjaan-kerjaan tambahan. Tapi masih belum memenuhi kuota, apalagi setelah anak pertama saya lahir. Banyak teman-teman menyarankan untuk bersabar, namun setelah membaca tulisan dan comment diatas yg ngga abis-abis saya kembali goyah untuk melanjutkan berdjoeang untuk menjadi PNS lurus atau kembali mengais rejeki di swasta yang penuh tantangan dan resiko.
    Awal tahun 2009 ini ada beberapa kegiatan yang menyangkut IT, dengan nilai tidak kurang dari 200juta. Saya yakin (tidak bermaksud takabur) pada prakteknya nanti, 50% saya yang akan menggarapnya karena saya satu-satunya programmer disana. Sebagai orang yang pernah menjalani freelance diluar, tentu saya akan bertanya “Berapa yang akan saya dapat dari proyek itu ?”. Namun berapapun yang akan saya dapat, saya masih ragu halalkah uang itu ? Lain halnya bila status saya masih freelance atau meningkat bikin CV sebagai Independent Software Vendor, maka saya bisa tawar menawar nilai pekerjaan itu. Dan insya Alloh halalan toyyiban.
    Sampai saat ini saya masih istikhoroh memohon kepada Alloh SWT untuk menunjukkan jalan yang terbaik, yang akan membawa keselamatan di dunia dan akherat. Mohon do’anya kepada Pak Romi, dan sahabat-sahabat semua.

  348. Menjadi PNS bukan untuk mencari lahan uang tapi harus didasari dengan keikhlasan dan bekerja secara profesional,dengan begitu segala macam program baru dari pemerintah kujalani dengan ringan. masa kerjaku hampir 23 tahun , mengajar di Sekolah Dasar.

  349. maaf komentarnya telat.
    Saya juga PNS yg mungkin sama pendapatnya dengan anda. Perlu diketahui alasan utama saya jadi pns adalah ingin menggadaikan SK untuk digunakan sebagai modal usaha walaupun usaha saya sekarang belum berhasil (SK pengangkatan sebagai pns hanya bertahan kurang seminggu di rumah langsung dititipin ke bank)
    Saya juga anti sekali dengan pengangkatan honorer menjadi pns karena rata-rata honorer adalah pengangguran atau orang yg tidak mau ambil resiko, juga mereka umumnya anak, istri, ipar dan keluarga pejabat. Kualitas mereka sangat rendah. Sama seperti menterinya, buat kebijakan yang akan memperparah birokrasi.
    Tapi yang aneh lagi orang yang gagal jadi pns malah menuduh hal yg macam2 seperti :
    1. Mau jadi pns pakai uang ; padahal tidak semua begitu. Saya dari daftar sampai lulus cpns cuma habis uang tidak lebih dari 30.000,- yg sebagian besar untuk ongkos. memang kebanyakan seperti itu tapi jangan pukul rata.
    2. PNS korupsi ; kebanyakan juga begitu tapi saya sering menyampaiakan bantuan pemerintah ke penduduk sampai level terbawah dan mereka juga berusaha untuk korupsi. Saya juga pernah bekerja di perusahaan swasta dan situ juga ada korupsi. KESIMPULAN SAYA : KORUPSI HANYA MASALAH KESEMPATAN, tapi sebaik-baiknya adalah tidak korupsi
    Pesan saya sebelum berkomentar tentang pns lihatlah dulu apakah ada diantara keluarga anda yg jadi pns. lihatlah yang terjadi diantara merekas

  350. G.L. Prasetya Says:
    January 7th, 2009 at 23:13

    Asslamu’alaikum wr.wb.
    maaf terlambat, tapi better late than never (betul nggak mas?)
    Saya seorang PNS angkatan 2005 yang pada saat itu merupakan proses recruitment masal pertama untuk menjadi PNS.
    Saya tidak pernah bercita-cita atau bermimpi untuk menjadi PNS, ikut proses recruitment hanya sekedar memenuhi keinginan orang tua. Tetapi nasib mentakdirkan saya untuk lulus dan akhirnya menjadi PNS. Saya lulus PNS tanpa meneluarkan biaya sedikit pun (kecuali biaya membuat surat lamaran dan ongkos test.
    Saya sangat setuju dengan artikel yang Mas Romi tulis, semua hal diatas adalah BENAR adanya.
    Mungkin (sekali) bahwa saya adalah orang yang (menurut Romi Satria Wahono) tidak cocok menjadi PNS, karana saya merasa cocok dengan kriteria 1-7 orang yang tidak cocok menjadi PNS (1x lagi menurut RSW).
    pertanyaan saya :
    1. Apa yang harus saya lakukan?
    2. Apakah PNS yang masuk kedalam 8 kriteria diatas
    bisa membuat perubahan dalam tatanan birokrasi
    yang telah tercipta sekarang ini?
    3. Apa yang harus di lakukan utuk merubah tatanan
    birokrasi yang sudah ada? (menurut RSW)
    4. Bagaimana mental dan jiwa (sebagian besar) PNS
    sekarang ini? (menurut RSW)
    demikian (dulu) pertanyaan saya, terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    *nb) apabila mas berkenan untuk menjawab, mungkin lebih baik lewat email, agar RSW dapat lebih bebas berpendapat dan untuk menghindari pensalah pahaman atas jawaban mas.

  351. @hendra
    wah hebat anda hanya membutuhkan 30ribu untuk sampai lulus ke cpns.
    Saya sendiri membutuhkan dana kurang-lebih 500.000 rupiah untuk lulus persyaratan ini-itu.
    Biaya 500.000 itu adalah biaya untuk mengurus:
    1. surat keterangan kelakukan baik mulai dari rt-rw-kelurahan-kecamatan-polsek-polres.
    Meskipun saya kenal baik dengan rt / rw, tapi tetap saja saya ingin memberi uang alakadarnya buat pa rt dan pa rw. Buat melegalisir di polres pun ga gratis lho! 1 lembarnya dikenai biaya 1000 rupiah.
    2. Fotokopi dan legalisir ijazah terbaru.
    Yang ini agak lebih mahal untuk legalisir, biayanya 2000 rupiah per lembar.
    3. Surat keterangan sehat dari dokter pemerintah (harus dari rumah sakit).
    Karena ga bikin kartu jamkesmas, yah lumayan hampir ngeluarin biaya hampir 40.000 rupiah
    4. Surat keterangan bebas narkoba.
    Ini surat harus dibuat di rs, pemeriksaannya pun dengan memberikan sample urin kita. Biayanya lumayan mahal 150.000-200.000 an
    5. Surat keterangan sehat jiwa
    Sama kayak nomor 4. biayanya sekitar 150.000-200.000an. tes ini melalui ngisi-ngisi macem psikotes gitu deh.
    6. Biaya ngafdruk foto.
    Macem-macem aja nih, foto kita kudu latarnya berwarna putih lah. Kepaksa deh kudu foto ulang. Biaya afdruknya 1 lembar foto 1000 rupiah. Mana kudu nyiapin hampir 12 lembar pas foto lagi.
    Belum diitung bensin, uang parkir, makan dll, waduh emang kudu punya duit lumayan juga tuh buat MENUHIN PERSYARATAN-nya.
    Ngurusin ginian tuh ngabisin waktu hampir 4 harian.
    cape deh…!

  352. Assalamu’alaikum wr.wb.
    Makasih Mas atas pencerahannya…
    banyak dari point2 tsb yg nyangkut pada diri saya.
    Saya adalah PNS yg diterima pada penerimaan CPNS serentak thn 2004.sama seperti kawan2 diatas saya juga tidak pernah mimpi apalagi berhasrat untuk jadi PNS.Gara2 anter adik saya yg baru lulus smu ngelamar cpns. karena saya males nunggu berjam-jam akhirnya saya ikut ngelamar juga padahal saya sedang menunggu jadwal sidang skripsi S1 saya.singkat kata saya diterima adik saya tidak..Apakah ini ANUGERAH atau COBAAN ?
    *Anugerahnya saya bisa bahagiain orangtua karena anaknya bisa jadi PNS,bisa bantu orang tua dan adik2 dan tentunya status bukan pengangguran yg menjadi beban negara dan ortu.
    *Cobaannya saya harus mulai dari golongan terendah 2A,gak kenal siapapun,apalagi departemen dan ruang lingkupnya.
    gak terasa udah berjalan hampir 4 thn pergolakan batin,terjebak sistem,kreativitas terbelenggu dll.
    Bingung nih mas mikirin karir dan masa depan jd PNS….ada solusi gak?

  353. Jadi PNS atau tidak ada pilihan masing-masing. Mungkin benar seperti yang disampaikan Mas Romi tidak mudah untuk menjadi PNS dengan tetap mengedepankan kejujuran dan idealisme. Tapi saya yakin dan percaya juga selalu ada PNS-PNS yang sungguh-sungguh berbakti untuk negeri.

  354. t sehanuddin Says:
    January 21st, 2009 at 7:10

    Atas nama perdjoeangan …
    Semoga saja Pak Romi berusaha maju untuk menjadi orang nomor satu di Negeri tercinta ini, amin.
    yaruki ga aru no deshouka.

  355. wuuusssh …. salam sesama PNS Pak Romi, … saya dapat postingan blog Anda dari pacar saya tercinta yang tiap hari denger saya ngoceh sana sini soal kerjaan saya jadi PNS huehehe

    saya merasakan semua yang Pak Romi tulis mengenai orang yang tidak cocok untuk jadi PNS, kebetulan semua yang Bapak tulis masuk kriteria saya.
    Saya terus terang tidak bahagia jika mendapatkan uang dari pekerjaan saya di luar gaji pokok dan tunjangan yang memang diberikan di lembaga saya. (itu uang rakyat, saya digaji dengan uang rakyat, jadi sebelum rakyat makmur rasa2nya tidak pantas saya tertawa memakan harta mereka) …

    makasih yah analisanya … huehehehe … Anda mempermudah saya untuk menguraikan masalah hati saya

  356. Wuiihhh….. analisis yang subyektif tapi mendasar…

    Saya baru ketrima jadi PNS juga pak, tp dengan perjuangan yang cukup lah (banting idealis dan prinsip). Tp ternyata memang jalan hidup secara tidak kita sadari ada yng mengatur (walaupun kita lah yang menentukan atau setidaknya ingin menentukan).

    memang benar sih apa yang di tulis pak Romi, tapi saya yakin semua bisa diperbaiki. Tidak semua kreatifitas kita dibatasin kok di PNS, justru ditantang untuk lebih kreatif. Kebetulan Departemen tempat saya bekerja sedang melakukan Reformasi Birokrasi, dalam arti menuju perbaikan di SDMnya.

    Ibarat sebuah pisau bermata 2, jika di pegang oleh Ibu2, pisau menjadi alat yang bermanfaat bagi banyak orang karena digunakan alat bantu untuk memasak. Namun jika digunakan oleh seorang preman, pisau jadi barang “haram” karena digunakan untuk kejahatan.
    Begitu juga PNS, kita Posisikan sebagai apa, itu pilihan kita. Mau bermanfaat atau merusak semuanya di tangan kita masing-masing.

    Berbeda dengan Usaha yang tidak halal, dengan niat apapun dan kreatifitas apapun tidak akan mengubah posisinya. Ibarat daging Babi (untuk muslim) mau dimasak dengan cara apapun atau dimakan oleh Kyai sekalipun, namanya babi itu haram.

    mudah-mudahan sharing saya tidak menyinggung siapapun, memang tujuannya bukan menyinggung…

    thx pak Romi. Tulisan yang Oke.

  357. Pak Rommy,

    Apa yang anda katakan adalah benar.

    Salam hangat,

    Tommy
    Binusian 2006
    mahasiswa anda

  358. Mantap!!!

    Saya sangat setuju dengan pesan bang Romi, PNS berjiwa statis sering dianggap sebagai pelaku kriminal. seperti kerbau yang dicocok hidungnya karena nasib tergantung pada “penilaian pimipinan”.

    Terus terang saja, saya menjadi PNS karena ingin membahagiakan orang tua.Awalnya saya pun tidak tahu apa itu PNS. karena tidak ada satupun di lingkungan saya yang menjdi PNS. maklum, jauh dari kelurahan.

    Saya ingin sekali mengungkapkan isi hati sebagaimana yang dituliskan bang Romi. Kini saya sudah lega, karena bang Romi telah merumuskannya dengan sangat cerdas. trimakasih

    Status: Sedang mengkaji madzhab bang Romi. :D

  359. kapan yah mental saudara-saudara PNS kita dapat mengarah ke 8 karakter tersebut?

  360. Namaku Wahyu. Asal Kebumen. Aku mau kasih info mungkin kamu tertarik dengan program kami. Hal ini terpikir ketika teman kami di daerah kalteng butuh pulsa mintanya ke saya yang di jateng. Karena di desanya jauh dari counter pulsa. Untuk beli pulsa ke counter dia bisa menghabiskan ongkos 50000 lagipula selisih harganya dengan di jawa bisa 1500an. akhirnya saya tawari program pulsa2000 kami dia merasa ini harus ditawarkan sama teman2 lain.
    Kalo berminat teman teman bisa kirim email nanti saya kasih gambaran program kami atau coba buka http://www.pulsa2000.com
    alamat emailku wahyunurbani@hotmail.com no hpku. 081226956729

  361. Betul mas,..saya merasakan apa yang mas sampaikan (terutama dari no. 1 s/d 7 semuanya pass sama yang aku rasakan sekarang..) tapi bagaimana lagi..saya cuma pegawai rendah yang gak pinter kaya si mas..pengen keluar juga harus mikir2 lagi..sopo nanti yang mau nampung..tapi sueer..saya cape sama kondisi kerja skrg.. (saya juga di puslit biologi lipi, pernah datang konsultasi ke si mas soal digilib di lt. atas gd PDII th.2005an pasti mas lupa..kalo saya masih ingat). Now i’ve to survive & adapted with all ridicolous conditions, and pray to god, wish to find the best solution for me..

  362. Good article, mas.
    Sebagai seseorang yang memperhatikan operationalnya negara Indonesia, saya bisa mengerti perjuangan hati seorang PNS yang menginginkan system yang lebih baik.

  363. Waduwh, sebagai seorang CPNS, saya merasa tertohok membaca artikel ini. Tetapi saya masih optimis bahwa di masa yang akan datang, dimana pegawai-pegawai muda yang idealis akan dapat membawa perubahan (ke arah yang lebih baik tentunya). Doakan kami,ya. :-)

  364. Teguh Rumiyarto Says:
    February 12th, 2009 at 22:48

    Hebat, bang. ente memang pas mencari tema isi blog. 300 sekian comment. Anyway kalau mereka yang bermental baik tidak ada yang mau jadi PNS,… terus siapa yang mau memperbaiki ? Mas, bisa memperbaiki dari luar lewat “gugahan”, “kritik” yang paling pedas sekalipun, namun, dukung juga, angkat mereka yang mas tahu berpotensi untuk memperbaiki institusi negara ini dari lingkar dalam. Bina mental mereka untuk tidak terbujuk, caranya ya beri jalan mereka untuk sejahtera selain dari hasil korupsi. fair kan ? Sebagai seorang RSW yang sudah mulai melegenda… (istilahnya bu Tuti Ibawardani… selebritis) mari melihat secara wholepack, utuh. meri berjuang mas, kebetulan saya dari dalam, bantu saya untuk survive agar mampu mencapai level pembuat kebijakan/keputusan. let’s see the difference… (hopefully the development)

  365. Aduh Pak Romy, makin ancur saja hati ini baca 8 rumusan ntu, apalagi poin 2&3… Saya baru 2 tahun jadi PNS, tapi sudah bolak balik mikir ‘kerjaan ini berkah ato kutukan sih buat saya?’

  366. Salam kenal pak…
    Membaca artikel Pak Romy, jadi inget masa awal-awal jadi PNS dulu (1997-98). Di saat orang lain sangat mendambakan jadi PNS bahkan sampai “nyogok” untuk jadi PNS, waktu itu saya malah sempat stress hampir dua tahun karena ketrima jadi PNS (Guru). Awalnya hanya ingin membahagiakan orngtua ndaftar PNS (maklum pak orang desa), e malah ketrima.
    Sampai saat ini dalam hati saya masih menyesali garis nasib yang saya terima ini, namun lama-lama memang inilah suratan takdir yang harus saya terima dengan ikhlas dan lapang dada…
    Betul apa yang Bapak tulis, memang PNS tidak cocok untuk ….. Saya sendiri merasakan pak sampai saat ini. Apalagi di lingkungan pendidikan, guru kayak sudah “terlelap tidur” di tambah lagi sekarang dengan pemberian “cuma-cuma” dengan sertifikasi dengan hanya ngumpulin berkas. Mau profesional dan berkualitas kok “kayak pengepul” ngumpulin berkas n gaji 2 xlipat. Duh lihat lingkungan, rasanya pingin berontak pak… Teman-teman susah diajak maju, birokrasi n pejabat pendidikan ya gitulah. Kalau kita lebih maju diomongin sok lah, dll. Akhirnya yang saya lakukan sekarang ya, justru “manajemen diri” agar tidak terbawa arus dan belajar n terus belajar… Kapan ya pak sistem ini berubah? Lantas siapa ya yang berani merubah?
    Terimakasih pak, tulisan Bapak menjadi pencerahan untuk saya.

  367. assalamualaikum…
    pak, mumpung saya masih mahasiswa…tapi saya kuliah cos dapet beasiswa pemerintah en dah teken sblom’y bakalan mengabdi sbg PNS kalo dah lulus kul. gimana atuh pak? kaya’y saya “terlalu idealis” jika mo jadi PNS…apalagi kaya’y saya masuk kategori2 yang 8 itu. mohon pencerahannya ya pak. trim’s sblom’y…

  368. betul pa Romi gara2 takut saingan ma uang suap, waktu seleksi aku ga make ijazah terakhir tapi pk ijazah sltp, mohon doa supaya aku bisa tetap istiqomah walaupun berjuang diawali dengan mungut sampah tiap hari di instansiku

  369. saya pns daerah di kabupaten
    apa yg bapak sampaikan di tulisan ini semuanya ada benarnya.
    kalo bisa disimpulkan, pns itu banyak makan hatinya pak.
    btw, mohon ijin copy paste ya pak.

  370. yahhhhhh memang payahhhhhhhhhhhh PNS dahhhhhhhh
    tapi tergantung sihhhhhh dari orangnya temen saya ada yang ibunya menjadi PNS dri thn 74 sekarang katanya udh 1 thn lagi pensiun….tapi banyak pengorbanan yang dialami……karena departemennya dulu pernah dibubarkan dari kurang lebih ribuan pegawai ternyata dia tidak dirumahkan karena dulu dia berpredikat pns yang rajin masuk dan rajin tugas dan menolak adanya patpatgulipat…….tdk seperti teman2nya yang sangat haus dengan harta rakyat……masuk semaunya kalo masuk cuma ambil gajian doang tapi hasilnya……dari punya mobil4 rumah3 gatanggung diderah2 strategis rumahnya……sekarang ngontrak ga tau gimana nasibnya…… memang klo awalnya baik maka hasilnya baik dan sebaliknya seperti pepatah orang IT GIGO garbage in garbage out……………….

  371. directxnacks_mania Says:
    March 8th, 2009 at 3:53

    Hampir semuanya sesuai dengan kenyataan. Mungkin keadaan bisa semakin baik, tapi tidak bisa diketahui kapan. Lagipula, bagaimana bisa semakin baik jika generasi muda yang bisa dikatakan calon penerus:

    1. Dikenalkan dengan seniornya dengan cara perploncoan (masih terjadi di PTN dan PT non N tertentu)

    2. Dikenalkan dengan dosen-dosennya dengan cara “mempersulit” kelulusannya (ini juga terjadi)

    3. Merusak pagar yang dibayar dari uang rakyat yang mereka “bela” (hehehe.. yang ini ada di TV)

    ctt: beberapa orang bahkan merasa bangga dan hebat jika melakukan hal-hal di atas dan merasa bersalah jika tidak melakukannya, lalu meneruskannya ke generasi selanjutnya. Jika dinasehati, mereka akan merasa tersinggung dan akan menzalimi kita (yang ini saya alami sendiri).

    Mungkin benar juga bahwa mulai saat ini kita harus lebih mandiri serta dapat mengambil pilihan tegas antara “ya” dan “tidak” untuk menjadi PNS, apapun janji-janji yang ditawarkan (termasuk pensiun sekalipun), karena menyaksikan kerusakan sistem dari dekat memang lebih menyakitkan daripada patah hati (jika tidak kuat mental mungkin bisa gila).

    Tapi lebih dari itu, hal semacam ini tidak dapat dikhususkan pada PNS saja. Ini terjadi pada lapisan manapun dan satu-satunya alasan bagi pelaku kerusakan untuk tidak melakukan hal-hal yang merusak adalah adanya jaminan akan balasan yang setimpal. Jika tidak ada balasan, apa ruginya bagi mereka? Toh itu membuat orang tersebut semakin bangga dan merasa hebat.

    Jadi, mari kita belajar membuat Game dengan XNA Game Studio dan DirectX!

  372. Mungkin emang bener bngget sebagian PNS tuh kayak gitu, tapi gak semua kali ya……
    Yang jelas saya yaQn ketika mereka melakukan sebuah keJANGGALAN dlm menjalankan kePNS an mrk, HATI NURANI ga bisa diboongin…… God Job aja dewh!!!

  373. kalo pns kayak di amrik dan eropa seperti apa yah ? sama gak dengan yang di indonesia

  374. Pa…berarti karakter saya ga cocok u/ PNS..
    Makanya Pa kalo ada lowongan PNS saya ga pernah mau ikut.
    Kok yang bapak tulis ada didalam diri saya ya…

  375. harjo blangkon Says:
    April 15th, 2009 at 10:48

    Sebenernya yang diomongin bang romi kurang pas,,, karakter seperti yang disebut diatas, malah bagus kalo pns seperti itu. Cuman masalahnya waktunya sekarang kurang tepat. Ibaratnya orang macam bang romi ini kan lampu ditutup jerami, masih ada cahayanya cuman ga banyak berguna karena ketutupan jerami, yang salah itu yang naruh lampu, bukan lampunya…

    Makanya revolusi itu penting…
    Soalnya aku jg pns…, dan jadi tukang komputer di tempatku kerja, tp bingung mo keluar pa ga ya ?? soale disini baunya minta ampun….!!!!!

  376. lsm malang Says:
    April 16th, 2009 at 19:16

    Saya sangat setuju dengan abang-2 semua, saya salah salah satu anggota lsm di malang, ternyata say juga melihat kebobrikan pns-2 , terutama pns depag, salah satu kepala sekolah dimalang sebut saja di jalan bandung , jelas-2 melakukan manipulasi uang di tempat lembaganya, dan kayaknya didukung depag kota, rencananya kami mau melaporkan dana yang dikorupsinya, yaitu dana bos ke kpk dan ditjen kepegawaian depag pusat, draft dan bukti sudah siap , tolong langkah kami juga di dukung teman-2

  377. Mas, pprestasinya hebat.apa gak berat tuh tanggung jawabnya?

  378. keren mas, prestasi itu mungkin anugerah yang perlu di pertanggung jawabkan

  379. Dihara kosu Says:
    April 22nd, 2009 at 13:56

    Bung Rom…
    berdiskusi dengan berdebat sama apa nggak ya?
    kalau berdebat dengan membela diri, sama apa nggak ya?
    kalau membela diri dengan 1001 alasan dibenarkan ngga ya?
    katanya…katanya sich…
    orang jepang selalu mengakui kesalahan.. dan tidak suka beralasan..
    orang jawa juga lho…
    he…he…. Rame banget ya stiap blognya Bang Rom.
    memang…Trubel maker..he….he.

  380. hebat topik ini ni… bertahan 2 tahun masih dikoment. salut buat mas romi!!!
    PNS : dicaci tapi juga dicari hahahahaha… pisss!

  381. setuju om,,, klo jadi pns susah berkembang oleh karena itu saya lebih milih kuliah di ptn biasa daripada ke ptn ikatan dinas padahal udah keterima (hehehe,,,,)

  382. rezza aksa Says:
    May 4th, 2009 at 23:13

    gw bagian dari pns nih,, tpi pns plus, penuh disiplin dan aturan, kalau gw sih nikmatin banget ni pekerjaan, krena memang dah cita2, biar kliatan gagah pke uniform, dan gw bersyukur banget, dengan uang gaji gw bisa berkreasi tanpa henti, termasuk bikin antena wajan, nyontek dari yg udah jadi bikinan orang, skrg jangan heran klo di perumahan instansi gw banyak tutup panci di atas atap, demi pasilitas internet yg makin digemari, jadi, pns ga menutup kita untuk berkreasi, yang penting kita rela berkorban, seperti berkorbannya seorang ibu kepada anak nya.. hidup ini pengorbanan,, nanti ada saatnya enak trus, yaitu di surga, so friend, siapa pun anda, pns atau bukan, tetaplah berkreasi untuk kepentingan ummat, minimalisir mudharat, insya Allah kemuliaan dari Allah akan kaliat dapat, tak peduli itu pejabat atau pun rakyat, kelas teri ataupun kakap semua mendapat kesempatan untuk meraih kemuliaan, so ITTAQULLAH

  383. mending jadi koruptor yang dermawan drpd kyai yang pelit…salam perjuangan.. M E R D E K A

  384. PNS, Pekerjaan yang di Benci tapi banyak juga yang CINTA

  385. UMMU ABDILLAH Says:
    May 16th, 2009 at 11:42

    bapak ni punya sikap mental dan pandangan yg samadengan 2 dosen saya dikampus , sama-sama doktor lulusan Amrik, punya job lain selain ngajar dikampus, dan mereka berdua selalu bilang kalo pns bukan jadi job utama tapi sekedar status aja, cozz jadi pns tu gak pernah cukup buat biaya hidup mereka, jadilah kedua dosen saya tu jadi pengusaha pertambangan emas dan trainer… tapi saya tetep sependapat ama ummu irsyad, saya cuma pengen abinya anak2 pergi jam 7.30 am dan uda plg sore tnp perlu korup, kan gak mau juga ya ngasi makan dgn duit haram buat anak istri…

  386. Saya siap jadi salah satunya mas . . .
    ternyata menjadi PNS sangat tidak cocok buat saya . . .
    the real entrepreneurship . .
    tetap dalam perdjoeangan . . .

  387. Begitulah lingkaran kehidupan PNS…
    Tapi selama PNS itu punya ketrampilan komputer dan ikhlas bekerja…pasti ada aja yang harus dikerjakan..
    Tetapi kalo sudah tidak mau belajar komputer terus pilih2 pekerjaan jadinya ya nggak ada kerjaan!!!!
    Kadang PNS senior malu belajar komputer, lebih senang pekerjaan lapangan atau manual yang seiring waktu akan terkikis habis karena komputerisasi….
    PNS kita gembung tapi kualitasnya nggak segembung jumlahnya….manajemen aparaturnya juga manejemen kasihan, terlalu banyak maaf…jadi mau diapakan lagi?
    Bahkan bagi yang Yunior sering diakali dan ditumpuki kerjaan…sehingga pimpinan ikut2an juga memerintah langsung ke Yunior…gaji sama tapi volume kerjaan beda sudah begitu yang rajin kerja dianggap penjilat atasan dan pengin dapat duit banyak…
    Saya heran dengan fenomena ini….Senior dan Yunior bisa nggak satu visi…

  388. Begitulah lingkaran kehidupan PNS…
    Tapi selama PNS itu punya ketrampilan komputer dan ikhlas bekerja…pasti ada aja yang harus dikerjakan..
    Tetapi kalo sudah tidak mau belajar komputer terus pilih2 pekerjaan jadinya ya nggak ada kerjaan!!!!
    Kadang PNS senior malu belajar komputer, lebih senang pekerjaan lapangan atau manual yang seiring waktu akan terkikis habis karena komputerisasi….
    PNS kita gembung tapi kualitasnya nggak segembung jumlahnya….manajemen aparaturnya juga manejemen kasihan, terlalu banyak maaf…jadi mau diapakan lagi?
    Bahkan bagi yang Yunior sering diakali dan ditumpuki kerjaan…sehingga pimpinan ikut2an juga memerintah langsung ke Yunior…gaji sama tapi volume kerjaan beda sudah begitu yang rajin kerja dianggap penjilat atasan dan pengin dapat duit banyak…
    Begitulah fenomena ini….Senior dan Yunior bisa nggak satu visi…

  389. sunny#: saya setuju dengan pendapat anda”, beberapa hari saya mentraining beberapa PNS di suatu instansi pendidikan di daerah kabupaten , mereka memang perlu banyak belajar tentang IT untuk bisa memajukan instansinya.

  390. Waduh, pantesan mas setiap saya mo daftar PNS sering males ngurus2 nya harus ke Polisi lah, Depnaker lah… bla… bla… bikin pusing … Makanya ga pernah ikutan.
    Cape deh …. blom ngantri nya… bikin puyeng.
    Ya .. walaupun ada ‘iklan’ bebas biaya… ?????
    Tetep aja kali …

  391. In the middle of crossroads Says:
    June 6th, 2009 at 9:51

    Assalamualaikum Mas Roni,
    Saya baru beberapa hari ini menjalani pekerjaan menjadi cpns di salah satu instansi pemerintah (bidang saya ketika kuliah dan kerja sebelumnya adalah I.T), namun baru beberapa hari pula itu saya juga merasa pusing dan ragu apakah ini jalan hidup yang saya ambil, terus terang saya merasa tidak kerasan, setiap saat selalu melihat jam kapan pulang. padahal sebelumnya ketika bekerja di perusahaan sebelumnya, saya bahkan sampai tidak sadar kalau sudah malam karena asiknya bekerja, dan bercanda dengan teman sekerja yang menurut saya lebih klop (di tempat sekarang lebih banyak ibu-2 atau bapak-2 yang benar-2 berbeda cara pikirnya).
    Ketika sedang pulang, saya bertemu dengan teman satu cpns satu angkatan yang juga sebelumnya pernah kerja di swasta, dia juga menceritakan hal yang sama, walaupun alasannya mungkin sedikit berbeda (yang jelas bukan gaji) ketika dia melihat sekelilingnya hampir tidak ada kerjaan.

    Setelah saya membaca tulisan mas rony ini saya jadi berpikir keras apakah saya mengundurkan diri saja, toh saya masuk kesini (Alhamdullilah sepengetahuan saya) memakai jalur yang normal berusaha tanpa ada KKN atau semacamnya. Terus terang ditempat lama saya merasa ide saya lebih terakomodasi, lebih cepat dengan perubahan dan saya bisa mengembangkan diri saya lebih sesuai bidang saya, hanya saja sayang ketika itu saya berpikir mengenai status saya yang masih kontrak dll (faktor orang tua , kemapanan dll). Namun untuk kembali terjun ke dunia lama saya merasa takut juga nanti susah menemukan pekerjaan lagi.

    kira-2 ada saran untuk saya tidak mas Ron?

  392. Assalamualikum, halo P.Romi,
    pak, ciri2 yg Anda sebutkan di atas kenapa ada semua didalam diri saya? he3..
    Selama ini pola pikir saya dianggap berbeda di antara teman2 krn saya suka hal2 baru, tidak mudah menyerah dan selalu punya ide yg kdg2 dianggap tidak realistis..
    Sekarang saya bisa membuktikan bahwa mereka salah, saat ini saya berhasil terpilih menjadi mahasiswa berprestasi undip 2009 salah satunya karena pola pikir optimistis dengan ide2 yang kadang dianggap remeh oleh dosen saya..saya berhasil membuktikan kalau saya bisa.

  393. Pak Romi dan rekan-rekan pecinta diskusi ttg PNS, Jujur saya katakan bahwa apa yang dikatakan oleh Mas Romi ada benarnya, namun tidak bisa dipukul rata sama semuanya. karena saya adalah seorang pegawai yang bekerja di lingkungan instansi pemerintahan di bidang pendidikan, begitu juga suami saya, seorang PNS di lingkup pendidikan juga. Saya dan suami sering merasakan pekerjaan yang tidak ada habis-habisnya (malah kadang makan siang dan sholat juga telat, ini yang dosa kan, karena terbentur deadline pekerjaan yang harus diselesaikan.(walau kami sering mengeluh, namun sering menghibur diri sendiri, smoga gaji yang kita dapatkan halal, karena keringat yang kita keluarkan pada saat bekerja). Namun tidak dipungkiri pula, bahwa di tempat kami bekerja pun, ada sebagian teman kami yang tidak bekerja dgn baik, malah terkesan malas-malasan, itu yang membuat kadang hati ini kesal. selain itu, kalau kita berbeda pendapat dgn mereka tentang anggaran yang digelembungkan, korupsi waktu, pemerasan uang atas layanan kita ke publik dll, kita dimusuhi oleh mereka, jadi capek deh hati ini. satu lagi, 12 tahun kami jadi PNS, untuk mengajukan cuti tahunan pun kami agak sulit, karena tidak ada peluang “waktu yang santai” dan bebas dari rutinitas kewajiban. jadi intinya, tidak semua PNS jelek dan suka korupsi, tapi memang sistem di Indonesia lah yg hrs segera dibenahi….Stuju????? SEMANGAT

  394. Wah, artikel yang mencerahkan..
    Saya betul2 tidak cocok jadi PNS.. Lebih baik jadi pengusaha saja..
    Sukses pak..

  395. mmg apa yang anda sampaikan benar adanya untuk kondisi skrg ini krn kita maklum jk peran pns ya mmg sbg alat negara msh spt jaman2 belanda dulu. Tp Insyaallah dengan adanya reform birokrasi,rasionalisn n tranform personel,reform kultural dan remunern penghasilan yang sedang di giatkan saat ini mk hipotes anda akan tumbang dengan sendirinya, mari kita tunggu tanggal mainnya.

  396. negara maju karena banyak pengusaha,bukan pegawai negerinya,yang justru malah menambah anggaran saja,banyakin pengusaha biar indonesia maju..

  397. yang makin membingungkan adalah kenapa banyak banget yg pengen jadi pns ya (malah ada yg curang)? ketika ditanya, jawabannya adalah “biar dapet dana pensiun”
    walah, niat awalnya aja bukan melambangkan pejoeang sejati..! hhe

  398. Betul saya juga merasa tertekan dengan keaadaan bekerja sebagai cpns….
    sangat menyakitkan dan bertentangan dengan hati saya

  399. SETUJU pak… mengundurkan diri dari PNS adalah kemajuan…

  400. saya kurang sependapat dengan In the middle of crossroads. sebagai orang IT yang notabene lulusanIT, seharus anda tidak perlu merasa kurang kerjaan. Saya juga seorang PNS dan lulusan IT seperti anda. kebetulan saya bekerja di institusi pendidikan agama. Ketika saya masuk, saya ditempatkan di bagian umum dan kepegawaian, segera saya melihat permasalahan apa yang ada di bagian ini. disela-sela waktu saya membuat aplikasi (atas inisiatif saya sendri) pencatatan surat masuk-surat keluar. kemudian saya buat lagi aplikasi Akademik seperti juga atas inisiatif saya sendiri dan sekarang sudah dipakai, setelah itu sekarang saya sedang membuat aplikasi Penghitungan angka kredit jabatan2 fungsional untuk saat ini bagi dosen, rencananya nanti bagi Arsiparis, Pustakawan dsb. Rencananya saya juga akan membuat Aplikasi Kearsipan (Retensi Arsip), juga sedang oprek database SIMPEG, saya juga berencana untuk mengkonekkan (dalam bahasa saya) semua aplikasi yang ada (SIMPEG, SIMAK, DJA, RKA-KL, BMN, KEARSIPAN, PERSURATAN dsb). dengan begitu saya selalu merasa waktu saya kurang. -semoga bermanfaat-.

  401. ImbiNayla Says:
    July 18th, 2009 at 15:32

    Alangkah mulianya pemikiran abang ini, semoga masih banyak lagi pejuang-pejuang masa depan NKRI ini memiliki pemikiran yang seperti abang kita sampaikan.
    Itulah kesalahan niat kebanyakan kita untuk menjadi PNS, kalaulah mereka berniat seperti guru-guru ngaji di kampung-kampung, akan …………… negara ini.
    Ingat Hidup bukan untuk makan, tapi makan untuk hidup.

  402. bapak NDX, sangat beruntungnya anda dengan beberapa karya aplikasi yang anda buat. saya pribadi sependapat tentang apa yang sudara kerjakan di kantor pemerintahan.
    tentu dengan melihat lansung masalah, anda lansung bisa tanggap sekali untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut. sekali lagi anda termasuk seorang pakar IT Loyal dengan dengan pekerjaan anda. namun dalam diri anda sebenarnya menentang sedikit akan beberapa aturan dalam PNS yang curang.
    dalam uraian pns-tdak-cocok utnuk. sebenrnya anda masuk dalam salah sutu kriteria yang disebutkan.
    tapi entah karena kemampuan dan jiwa anda seorang pakar IT dan seorang PNS hingga bisa berbaur dengan birokasi yang di sebuktkan dalam tulisan di. atas.
    terakhir, saya tidak membela ataupun masuk dalam blok masalah. yang pastinya semua pekerjaan ada resiko dan tanggung jawabnya.
    tinggal kitanya saja, mau sok buta akan aturan atau memertahankan idealis hati nurani anda.
    dan kemungkin jika permasalahan yang di utarakan di atas adalah realitas. tentnu orang bodohpun bisa memiliha untuk tidak jadi PNS sebagai boneka dan kuda pacuan dari UU yang sebagian BOSOK..
    terimakasih

  403. Hemm… kadang masih terlintas pengen jadi PNS, walaupun ngak keterima-terima (“soalnya ngak pernah ikutan test-test he he :D ”).

    Bener mas Romie… mau masuk aja banyak “berharap-harap”, gimana udah masuk lebih banyak “berharap-harap”… peace..

  404. nihabanua Says:
    July 22nd, 2009 at 22:49

    Hmmmm…..tetap aja pemikiran di orang tua kita bahwa jadi PNS itu lebih sejahtera dari pada kerja swasta…
    mungkin karena dianggap bahwa di PNS karir lebih jelas, kerja lebih santai, dapat pensiunan…dll.
    kalau bicara gaji, sekarang saya rasa gaji sebagai PNS gak jauh beda ama swasta ( sorry kalau salah ), tapi kalau kinerja masih 10-16 (datang jam 10 pulang jam 16), masih salah mengartikan ” public service ” dengan public lah yang harus melayani mereka, bukan mereka yang melayani publik, perlu di pertanyakan jika PNS masih menyalahkan gaji sebagai alasan mereka malas bekerja. kelihatannya kulturnya yang perlu di rubah….hehehehe….

    mas romi artikelnya saya Copy Paste ya, untuk sharing ama teman2…..

  405. terlepas dari segala sisi “gelap” ehem PNS tapi tetep aja laris manis karena konon jadi PNS bisa menjamin hidup sampe mati dan PNS jadi kebanggaan orang2 jaman dulu, mungkin hal pertama yang harus kita perbaiki adalah moral bangsa ini baru etos kerjanya

  406. wah bener tuh pak romi…. waduh gimana dong saya skrg baru masuk jadi CPNS baru tugas 4 bulan… tapi enak koq… hehehehhe
    1. kerjaan nyante banget, no stressing, biar datang telat, kagak ada yg marah (soalnya rata2 telat semua hehhe)
    2. mau kelayapan pada jam kerja… SANGAT BISA!
    3. mau ijin kagak masuk kantor, GAMPANG BANGET!
    4. Setiap ada kegiatan pasti ada honornya!
    5. gaji nya hampir sama dg gaji waktu q kerja di perusahaan swasta
    6. SK CPNS yg kuterima bisa dijadikan sebagai agunan pinjaman di Bank
    7. ngantri bensin di SPBU pas lagi rame kalo lagi pake seragam diduluin dari petugas SPBU
    8. Nggak ada perintah, nggak kerja
    dsb.. dan banyak lagi… fasilitas2 dan kemudahan2 lainnya

    NGGAK MUNAFIK, INI YANG DIKEJAR ORANG2 DISELURUH INDONESIA, TERMASUK SAYA MAKANYA ORANG2 INDONESIA KETINGGALAN JAUH DARI NEGARA2 ASIA LAINNYA.. AYO BURUAN MASUK PNS HEHEHHEHEH…..

  407. saya sangat trenyuh dgn curahan isi hati yg Pak Romi sampaikan.
    Saya jg adalah seorang PNS dan mmng apa yg Bpk sampaikan 100% saya alami jg, terutama dalam pengurusan anggaran. Punglinya berseliweran di tiap meja birokrasi padahal yg lg mengurus adalah PNS jg. bisa lebih gila lagi klo masy. yg punya urusan. Tp terlepas dr itu semua, saya syukuri anugerah yg Allah berikan. Jgn kita hanyut dgn budaya birokrasi yg demikian namun buatlah sebuah inovasi walaupun kecil demi perbaikan ke arah yg lebih baik. Wassalam

  408. Agus Gumilar Says:
    September 11th, 2009 at 10:20

    Bismillah,

    Saya CPNS yang baru masuk kerja Februari 2009.
    Kuncinya kesabaran dan keberanian untuk merubah, menolak dan menyatakan sesuatu itu salah kalau memang salah sesuai kompetensi kita. Kalau tidak kuat, tahan diri dulu sampai kita berkompeten.
    Makanya harus jadi pejabat yang ikhlas sekalian kalo mau ngerubah itu semua. Kalo dah jadi pejabat, ngak ada yang bakalan ngebantah, paling resikonya dikucilkan dan dianggap tidak kooperatif. Dalam ilmu kaidah fiqih ada kata-kata seperti ini:
    “Jikalau tidak bisa seluruhnya maka jangan tinggalkan seluruhnya”
    Jadi berprinsip hilangkan madhorot sekecil mungkin.

    Terima kasih

  409. Pertama mas sya mau tanya sebenarnya berapa lama sih perbuatan ktp?.Kenapa mereka beramai-ramai daftar jadi pns karena dihari tuanya bisa terjamain,daripada kerja di industri kebanyakan dikontrak doang,maka dari itu hapus segera sistem kerja kontrak

  410. hm…ternyata cukup banyak juga komentar tentang CPNS.
    seru seru..jadi mau share juga ni.dari dulu saya kurang berkenan dengan yang namanya PNs gara2 birokasi.Dulu waktu semasa kuliah,saya ikut organisasi.dan dari sanalah sedikit banyak saya tau tentang betapa ribetnya berurusan dengan birokrasi.rasanya sebel banget kalo sudah berurusan dengan birokrasi.dari harus bolak balik,juga makan waktu.apalagi kalo melihat beberapa pekerja PNS yang main games.”ampun dah,jadi begitu pekerjaan PNS”

    Mungkin keluarga saya suka bilang,kalo saya masih idealis.apalagi kalo inget pernah ditawarin posisi PNS, dan langsung saya berkata:”kalo pake uang saya ng Mau!”
    Sontak saja keluarga banyak komentar.dan saat ini pun mereka selalu mengiming-imingi saya untuk coba2 ikutan tes.dan saya pun mau ng mau deh enggak ada salahnya mencoba.tapi terkadang masih heran juga kenapa jiwa saya rasanya ingin bebas.Bahkan maunya buka usaha.apalagi kalo bisa merekrut pegawai..wah bisa ada kepuasaan tersendiri rasanya.

  411. terima kasih pak atas pencerahannya.
    mulai terlihat kemana arah jalan yg harus ditempuh…

    punten pak artikelnya saya kopas…

  412. Tapi cocok buat yang pengen wiraswasta sekaligus dapat penghasilan bulanan tetap. Khan PNS waktu luangnya banyak dan gak banyak mikir.

  413. Benar sekali pak Romi, artikel anda bagus dan mencerahkan. Membuka pikiran dan hati anak bangsa ini.

  414. setelah setahun daku berada di salah satu institusi…ternyata tulisan di atas sesuai … Namun semua itu kembali ke diri masing-masing…jika merasa dalam institusi pemerintah adalah wasting time..lebih baik keluar…tapi jika merasa masih ingin tetep berjuang positive thinkers, yah tetep lah di dalam..Sebab meski sedikit..masih ada setitik harapan

    daku sendiri mah mo masih lihat 6 bulan kedepan…’take it or leave it’ akan berlaku jika tidak ada perubahan…

  415. [...] Sumber : Romi Satria Wahono Blog [...]

  416. Dokter PTT di pedalaman yang mesti standby 24 jam, dan guru-guru penuh dedikasi yang selalu telat gajian di daerah terpencil juga PNS lho pak.

  417. poin 1,2 ‘n 5 cocok ma saya. mau sejahtera ga mau lwt pns. he..he..

  418. kayaknya ide anda berlaku juga untuk kalangan politikus mas… Gak hanya untuk PNS untuk politikus juga gitu lho

  419. ijin quote d fb yah gan..

  420. Ya tergantung niatnya lah,mas romi ini berlebihan juga..

  421. saya suka dengan artikel-artikelnya di sini… Like this also! :)

  422. terima kasih atas artikelnya Pak Romi… saya jadi tau begaimana pekerjaan PNS.. nanti bulan febuari saya sudah dinas di salah satu BUMN(PNS)….
    dan komentar2 yang udah PNS pun mengatakan 100% bener dengan artikel ini….
    waduh padahal susah banget saya masuk PNS, dan banyak saingan saya yang tidak masuk…. malah kerjaannya begini, sekarang aja saya masih kerja di perusahaan swasta… yang setiap hari selalu siap…

  423. boleh jadi kita tidak lebih baik dari orang, pihak, golongan…PNS2 itu. Sebaiknya kita fokus perbaikan diri tanpa harus menjelekkan orang lain.
    Mudah2an Tuhan melindungi dan menunjukkan kita.

  424. semua tergantung orangnya.perbuatan curang bisa dilakukan oleh siapa saja.kalo sudah jadi PNS ya harus berani tolak perbuatan curang dan jahat atasan atau teman2 anda dengan resiko anda dijauhi dan dimusuhi teman2 anda.jangan hanya berpikir dapat kerja dan uang tapi dari hasil ga benar.uang anggaran dan gaji PNS khan dari APBN yg diambil dari uang rakyat.Kalo sudah jadi PNS ya harus berani jujur dan digaji kecil, jangan bilang gaji kecil trus pat gulipat menghalalkan segala cara.Dan sepertinya saya memang tidak cocok menjadi PNS.Hati saya gelisah melihat banyak hal2 yg tidak sesuai dengan hati nurani seperti apa yg ditulis di artikel pak Romi

  425. saya setuju sama semua poin diatas.
    tapi biar gimanapun tetep harus ada orang-orang idealis yang bekerjasama masuk ke birokrasi pemerintahan untuk meniti jenjang karir dan menaikkan posisinya di birokrasi tersebut supaya juga bisa memperbaiki sistem birokrasi tersebut…

    tul gak?

  426. ya ampun, tulisan 3 taun lalu masih terus dikomentarin juga. mantab! anyway makasih atas banyak masukannya bang romi. saya beberapa bulan lagi akan mulai tugas di sebuah departemen. saya membawa banyak idealisme kesana. doakan saya bisa istikomah berdjoeang disana!

  427. Pak RSW memang Hebat, sy yg sampai skg masih berpikir, apakah demikian halnya PNS seperti yang skg sy alami jdi PNS setelah hampir 10 th di swasta, dan terPHK dg kondisi yang memaksa.
    Ternyata memang “benar” adanya. Mudah2 an para “martir” (PNS lurus)bisa menyatukan langkah, mungkin minimal hati untuk tetap istiqomah melakukan perubahan.

  428. izin kopas yah mas saya paste di blog hehheh

  429. Lili Lukitasari Says:
    December 22nd, 2009 at 21:59

    Saya setuju banget dengan artikelnya mas.

  430. Krena Pak satrio wahono tinggal di PNs Litbang (Penelitian dan Litbangyasa) jdi situasinya sptrti itw…cba dibdang playanan mesyarakat dijamin nggakk bakal nyesel deh jdi pns…………

  431. Pak Romi saya geli membaca koran yang memberitakan seorang anggota DPRD Tk II mengkritisi soal kecurangan Rekrutment CPNS 2009, Padahal saya sendiri tahu klo dia minta 40 jt ke peserta CPNS lulusan SMA ( Nomor peserta tersebut keluar pak ). Gimana Negara akan aman jika Yang akan menagkap maling itu sendir yang maling

  432. [...] kamal: saya setuju sama semua poin diatas. tapi biar gimanapun tet… [...]

  433. Umar Bakrie Says:
    January 2nd, 2010 at 7:29

    Saya mencoba menanggapi semua diskusi di atas.
    Begini, sebenarnya orang yang memiliki 8 karakter yang disebut Pak Roni TETAP LAYAK dan masih bisa mendapat tempat untuk mengekspresikan idealismenya, TETAPI jangan jadi PNS yang kerjanya kantoran, tetapi jadilah PNS yang punya profesi: GURU, DOSEN, PENELITI, dll.

    Sekali lagi PNS yang punya profesi, masih cocok!

    Jika memang tidak puas mengaktualisasikan dirinya sebagai PNS ber-profesi, bagi profesional masih bisa mengaktualisasikan dirinya di luar LINGKUNGAN kerjanya.

    Memang karakter2 yang Pak Roni sebut tidak cocok untuk PNS yang tidak punya profesi, kerjaannya tidak jelas…

    Memang banyak masalah dalam sistem PNS: Kenaikan pangkat yang menurut UU Kepegawaian katanya penghargaan TETAPI harus diminta dan kalau tidak diurus tidak bakalan naik pangkat. Contohnya dosen meskipun aktif banyak karaya ilmiah kalau tidak diurus tidak bakalan naik2 golongan/pangkat/jabatan fungsionalnya.

    Salam dari seorang Umar Bakrie

  434. Untuk posisi guru atau tenaga kesehatan masih bisa dan mungkin bersih ketika test cpns. namun untuk tenaga TEKNIS mustahil untuk murni karena formasi nya sedikit, dan banyak nya titipan dari para pejabat atau para pndukung politik. disinilah mulai terjadi nya kepentingan politik. saya dari formasi guru dan Alhamdullialh lulus dengan murni hasil test. tanpa uang apapun. Oh iya…saya guru komputer jurusan Teknik Informatika. saya bangga jadi guru komputer karena saya bisa memberikan ilmu yang saya dapati dibangku kuliah kepada murid-murid saya. harapan saya ilmu yang saya berikan akan menjadi investasi akhirat saya. walaupun ilmu saya tidak sehebat ilmu nya mas romi.
    Salam kenal dari HK guru komputer Batam

  435. edi susanto Says:
    January 11th, 2010 at 14:56

    shaloom…
    mas istri sy PNS Tenaga Medis yng diangkat pada Tahun 2006 dengan Gol II/C setelah 4 Tahun di Gol II/c igin persamaan ijazah krn tlh menyelesaikan S1 Keperawatan dan mngusulkan kenaikan pangkat pilihan III/a tetapi oleh Dinkes Kampar dan BAKD Kab. Kampar kenaikan pangkat pilihan dengan penyesuaian ijazah tidak bisa krn harus mengikuti Nurse terlebih dahulu apakah ini benar jika benar apa regulasinya terimakasih

  436. 1 Hal yang mungkin lupa adalah kekuatan do’a kepada Allah Azza Wa Jalla, disertai usaha walaupun kecil dipandangan manusia. Untuk mewujudkan Indonesia yang bersih.

  437. Alhamdulillah saya PNS tenaga kependidikan sebagai guru kelas SD. saya kerja mulai jam 7 teng… dan pulang jam 12.30… waktu saya habiskan bersama anak didik saya. kalau ingin ngurus-ngurus ke luar. saya tidak tega meninggalkan mereka di bawah atap bangunan yang mau roboh.
    mungkin kalau PNS NON-GURU bisa saja mungkin. ya…. kerja mereka sedikit. lainnya cuma buat nggosip-nggosip.

    mungkin sistem kerja PNS NON-GURU bisa diperbaiki.

  438. Berarti saya termasuk kategori tidak cocok :D , point 1-5 cocok buat saya :D . tapi mo gimana alhamdulillah jalannya disini dan alhamdulillah masuknya bersih ga pake neko2 yang aneh2 :D . Alhamdulillah sampai saat ini dan seterusnya saya tetep berusaha untuk memberikan yang terbaik yang saya bisa, walaupun dipandang sebelah mata, peduli kingkong :D

  439. ainkciamis Says:
    February 8th, 2010 at 22:17

    PNS jadi idola karena tidak ada lagi pilihan….

  440. Bismillahirrohmanirrohim
    Semoga tidak menjadi perdebatan yang tanpa ujung.
    Manusia diciptakan dengan karakter masing-masing. Namun saya sebagian besar sependapat dengan bapak dalam hal ini menjadi seorang entrepreneur. Sekali lagi pertimbangkan dengan matang tujuan/bidang pekerjaan untuk masa depan, dimanakah bidang yang paling sesuai dengan kita? Apakah entrepreneur ataukah PNS. Saya rasa sangat jarang ditemukan orang yang mempunyai kecenderungan keduanya, pasti yang satu mendominasi yang lain. Jadi jangan menjadi PNS yang berjiwa pengusaha, jangan pula menjadi pengusaha yang berjiwa PNS. Hasilnya akan tidak baik. Terima kasih
    Wallahua’lam

  441. Setelah membaca tulisan di atas, perasaan saya bahwa selama ini sebenarnya saya tidak cocok menjadi seorang PNS memiliki pembenaran. Dan, semua yang Anda tulis benar adanya, hampir di semnua instansi pemerintahan melakukan hal itu, Pasti!!!! saya jamin! seorang PNS yang ngomong dia jujur, sebenarnya dia sedang tidak jujur, naive. Saya bingung, satu sisi saya harus menghidupi anak dan istri, disisi lain saya merasa sangat tidak cocok jadi PNS. Sebenarnya, sebelum jadi PNS, saya pernah jadi wartawan di salah satu koran ibu kota, dan saya enjoy kerja di situ. Tapi sayang, pendapatan sangat tidak mencukupi waktu itu sehingga saya harus banting setir iseng-iseng daftar CPNS dan diterima. Parahnya, setelah masuk di jajaran birokrasi, saya jadi seperti orang munafik (kalau tidak beneran munafik), bodoh dan dibodohkan. Lagi-lagi, saya bingung pak..Anda punya solusi pak?

  442. saya miris membaca tulisan anad , Om!!
    bener bener MIRIS!! karena saya sendiri diluar sistem bernama PNS

  443. Salam
    Menjadi Pns atau pengusaha adalah pilihan hidup..
    Apapun itu, kita harus berjuang untuk keluarga dan bangsa ini..
    Menghilangkan kecemburuan sosial, mensyukuri apa yg telah didapatkan, saling membantu antar sesama..
    Ya..Negeri ini telah kehilangan rasa saling menghargai,dimana-mana ribut soal perut sementara lupa kalau ada yg bisa kita kelola dinegeri ini dengan sebaik mungkin…
    Maaf,, untuk mereka PNS yg korupsi..lebih baik anda kelaut jadi batu karang karena anda tidak tahu malu

  444. ternyata bang romi nulis tulisan ini dari tahun 2006.
    coba saya bacanya tahun 2006 mungkin 2007 saya udah keluar bang. Sayangnya saya baca ini setelah saya keluar :) jadi nggak bisa keluar lagi :p dan nggak boleh masuk lagi :D

    dulu saat menjadi pns saya sangat bersyukur, karena tidak merepotkan orang tua, bahkan bisa memberi, juga suatu kebanggaan tersendiri menjadi abdi negara yang (seharusnya) bekerja tanpa pamrih. Namun saat saya mulai berkeluarga, memiliki anak… persfektif itu berubah. Saya sendiri bisa menahan lapar dan keinginan-keinginan. Namun tidak satu pun ayah (yang otaknya waras) yang tega menyengsarakan anak istrinya. Intinya saya ingin menyejahterakan anak istri saya dengan rezeki yang halal dan jauh dari syubhat.

    yang paling saya takutkan bila saya tetap jadi PNS (dengan karakter dan bakat yang saya punya), saya bisa menjadi apa yang abang sampaikan di nomer 8. Kan sedih banget, menerawang masa depan, dimana saya menjadi orang yang saya benci sekarang.

    -=eks pns=-

    @arief RH: keluar saja kalau memang tidak cocok. semakin cepat semakin baik, yang penting tawakal dan niatnya ikhlas untuk beribadah sebagai ayah dan suami yang baik. Kadarnya rezeki sudah ditentukan Allah, kita tinggal mengusahakan jalannya saja.

  445. Padahal menjadi pns kurang begitu nyaman menurut saya.

Leave a Reply