Kiat Meningkatkan Nilai IPK
by Romi Satria Wahono
Mas Romi, bagaimana ya teknik meningkatkan nilai IPK saya. Selama ini nilai IPK saya di bawah 3 terus nih. Tolong saya mas. (Nanang, Padang)
Haaareee geenee IPK masih rendah?
Ok untuk siswa atau mahasiswa yang bermasalah dengan nilai raport dan IPK, sepertinya perlu mengikuti kiat yang selama ini saya lakukan. Kiat yang saya lakukan adalah best practice, terbukti bin manjur bisa meraup dolar eh maksud saya nilai yang memuaskan, sudah saya buktikan sejak saya bersekolah di SMA dan 10 tahun di jurusan computer science di Saitama University. Kiatnya pasti banyak ya? Oh tidak, justru sangat sedikit, cuman ada dua. Kiatnya pasti nyontek ulangan atau copy paste tugas mandiri? Tidak sama sekali. Kiat saya halal dan toyib, jauh dari unsur kemaksiatan dan perbuatan tidak terpuji lain. Tertarik? Ikuti terus artikel ini.
Nah kiat mendapatkan nilai raport dan IPK tinggi itu hanya ada dua:
-
Kejar nilai untuk mata pelajaran atau mata kuliah yang secara umum tidak terlalu disenangi siswa/mahasiswa. Apa itu? Oh banyak, contohnya geografi, agama, kesenian, dsb atau untuk yang kuliah di jurusan computing, ada fisika dasar, teknik kompilasi, automaton/formal language, dsb. Lakukan survey kecil-kecilan ke temen seangkatan atau kakak angkatan, saya yakin banyak sekali mata kuliah yang tidak digemari mahasiswa. Intinya di mata kuliah yang diemohi mahasiswa itu, mereka biasanya down nilainya. Nah ini dia kesempatan kita, di saat nilai mereka “pasti rendah”, kita berdjoeang untuk nilai “pasti tinggi” … hehehe. Nah hasil dari tahap satu yaitu kalau ada IPK khusus untuk “mata kuliah tidak populer” kita pasti nomor satu
-
Sudah mantab dengan langkah satu? Langkah dua adalah jangan berhenti, lanjutkan mengejar nilai untuk mata pelajaran atau mata kuliah yang secara umum disenangi siswa/mahasiswa … hehehe. Belajar keras, kerjakan semua tugas, kalau perlu kejar terus dosen kalau ada yang masih nggak ngerti di mata kuliah “populer” itu. Kalaupun kita tidak bisa mendapatkan nilai sempurna alias sedang-sedang saja ya nggak apa-apa, asal sudah berusaha. Yang pasti karena IPK adalah nilai kumulatif dari mata kuliah “tidak populer” dan “populer”, total nilai kita akan tetap tinggi tho. Lha kan kita sudah jadi the first rank untuk mata kuliah “tidak populer” … hihihi.
Akhir semester silakan dilihat nilai IPK atau raportnya, saya yakin nilai anda akan meningkat. Kalau masih belum naik, lanjutkan tahap 1 dan 2 di semester berikutnya. Kalaupun sampai akhir kuliah tidak naik-naik juga, ya apa boleh buat, memang level kekuatan anda seperti itu. Mungkin anda kurang berdoa, kurang sholat malam atau kurang puasa senin-kamis, sehingga ridha dan “lucky” dari yang Diatas tidak menyertai anda. Tapi jangan khawatir, IPK bukan segalanya, masih banyak cara lain dan perlu juga dicatat banyak orang sukses yang IPKnya hancur kok. Untuk yang sudah ber-IPK bagus, jangan cepat puas apalagi sombong dan takabur, karena faktor-faktor itulah yang membuat orang seperti anda tidak sukses ketika masuk ke dunia kerja.
Terakhir, sekali lagi, IPK nggak penting karena hanya masalah dasar saja. Makanya, kalau IPK yang dasar saja sudah jatuh duluan, gimana yang lain … hehehe

























































































March 15th, 2008 at 12:48
Saia coba deh tips nya… hohohooo…
March 15th, 2008 at 12:51
Setuju IP bukan segalanya.. hehehee..
March 15th, 2008 at 13:14
Wah artikelnya mas romi selalu bagus2 n inspiring nih… slama ini saya sering “save page as..” artikel2 mas di komputer, cuma karena kurang telaten jadi gak beraturan dan suka ada yg ilang2… Kayaknya web-nya mas romi cocok untuk dibuatkan buku kayak punya joelonsoftware.com, pak budi rahardjo, pak imw dll. Pasti banyak yang suka mas… Saya nanti bakal jadi pembeli pertama deh…
March 15th, 2008 at 13:19
okey pak romi segera dilaksanakan, tak kirain ada metode yang extreme lainnya buat naikkin ipk, fyuhh…
March 15th, 2008 at 13:38
Yup betul, IP bukan segalanya…..
tapi saya malah cenderung memilih Mata Kuliah yang lebih saya sukai dan relevan dengan bakat saya ketimbang harus ambil tantangan seperti mas romi, karna saya studi di Fisika dan seneng di IT siy…
sebagai referensi www.kampus-hitam.blogspot.com saya ada menulis tentang ini juga berdasarkan pengalaman
March 15th, 2008 at 14:59
#Wendy: IPK nggak penting hanya masalah dasar saja. Makanya, kalau IPK yang dasar saja sudah buruk, gimana yang lain … hehehe
March 15th, 2008 at 15:42
Dua tips yang bisa diperas menjadi satu: belajar keras
March 15th, 2008 at 16:13
#Galih: Ada juga akhirnya yang nangkep filosofi yang saya ingin sampaikan … hehehe
March 15th, 2008 at 20:08
“Tapi jangan khawatir, IPK bukan segalanya, masih banyak cara lain dan perlu juga dicatat banyak orang sukses yang IPKnya hancur kok. Untuk yang sudah ber-IPK bagus, jangan cepat puas apalagi sombong dan takabur, karena faktor-faktor itulah yang membuat orang seperti anda tidak sukses ketika masuk ke dunia kerja.”
pak romi, finishing nya kok cenderung agak rada sedikit skeptis dan pesimis gitu yach… ^_^
kasian kan kalo2 ada tunas bangsa yg lg “down” trus ending2 nya dapet paragraf akhir kayak di atas yg dianggap sebagai pedoman pokok… -_-
SETUJU banget sama usulnya kucing garong…. ?! ^_^ (agak aneh juga bisa setuju sama “kucing garong”, moga aja bukan kucing beneran)
Kalo bisa secepatnya pak romi… lebih bagus juga kalo ada komiknya, kayak chinmi kungfu boy itu loh…! ^_^ hayaaahhh!
March 15th, 2008 at 20:22
#Ardhi: Dah aku tambahin tuh di paragraf terakhir …hihihi biar lebih ancur lagi
March 15th, 2008 at 20:38
suedepp! tajem! jeru! mantep… hehehe (opo neh yo ^_^)
ups hampir kelupaan, trus usulnya kucing garong gmn tuch?! dipertimbangkan kan utk di-buku-kan…
suer deh pasti saya baca terus… abis ADDICT BUANGET!
kalo pak romi keberatan karena nggak mau dikomersilkan…, ya di kasih satu gratis ke saya juga saya ikhlas kok…. heheheheh…
March 16th, 2008 at 0:38
#Ardhi: Hehehe kayaknya nggak ada penerbit yang tertarik dengan nggedabrusan saya di blog ini
March 16th, 2008 at 3:13
Nggedabrusan yang bener2 nggedabrusan kaayaaaak Kamb… ups ntar dianggap defamation lagi, aja laris manis kok (dijadiin semacam wajib baca lagi sama remaja eh gak cuman remaja dink…pertanda apakah ini??). Harusnya yang ginian jadiin buku, trus jadiin lit. buat MKDU ato MKDK yo halah wis lali je….
March 16th, 2008 at 9:01
Wah aku kagum dengan mas romi nih. Walaupun sibuk sharing pengetahuan dengan meteri kuliah, kita yang dialam maya nggak di lupakan. Selamat berjuang mas romi.
March 16th, 2008 at 11:06
#Wiwik: hihihi menarik bu
#Jalal: blog itu karier, hidup dan kehidupan saya
March 16th, 2008 at 11:14
Wah kalo level kekuatannya disebabkan karena IQ gimana ya mas untuk menaikkannya?
March 16th, 2008 at 11:52
#Zulharman: Aku nggak ngerti IQ itu ukuran untuk ngitung apa. Kalau yang anda maksud berupa daya tangkap yang built-up dari atas, ya nggak bisa diapa-apain
Paling kita pakai berbagai strategi untuk tetap membuat kita bisa sepadan. Nah artikel ini menunjukkan salah satu cara itu
March 16th, 2008 at 13:02
kalo yg built up aja nggak bisa diupgrade… yah di tuker tambah aja mas heheheheh
nggak ada org yg pinter, yg ada cuman org yg rajin,
& nggak ada org bodoh, yg ada cuman org males…
March 16th, 2008 at 13:23
Lama-lama kayak dinasehati seorang kakak.
March 16th, 2008 at 13:52
#Ardhi: hehehe … yup setuju
#Weird: Yah anggap saja aku sebagai kakak yang cerewet
March 16th, 2008 at 22:19
Cara lain : wiridan pak…:P
March 17th, 2008 at 4:01
#Damme: Lha ente nek wiridan kan karo indomie + air + cangkir aluminium + pemanas air itu tho. Nunggu mateng karo moco stensilan …hahaha
March 17th, 2008 at 11:29
Wah, saya masih memegang teguh motto: “posisi menentukan prestasi”. Hehehe…
Kalau ujian, pole position bukan di depan seperti layaknya MotoGP, tapi justru si belakang… hahaha.
March 17th, 2008 at 12:29
Ini (lagi-lagi) saya tendang ke milis internal yah. Semoga ini bisa menjadi inspirasi buat mereka (junior-junior saya).
Etapi, masa cuma 2 tipsnya Om?
*sakaw tips hehe..*
March 17th, 2008 at 14:33
haahaa..kayak iklan..”mau pintar? makanyaa belajaarr!!!”
March 17th, 2008 at 15:31
#Kurniawan: Wah apa yang dilakukan di belakang tuh untuk bisa meningkatkan prestasi. Kalau pakai nyontek, dsb lupakanlah
Nggak berkah hidup kalau sejak kecil sudah nyontek
#Abe: Wee keren loe punya milis internal … hehehe
#Dina: hehehe …
March 17th, 2008 at 17:42
“Wah apa yang dilakukan di belakang tuh untuk bisa meningkatkan prestasi. Kalau pakai nyontek, dsb lupakanlah
Nggak berkah hidup kalau sejak kecil sudah nyontek
”
mo nyontek yang berkah ?! contek tuh jurus-jurus ADDICTnya pak romi ;p
He is the “Guru”
nggak bisa bayangin deh MLP (multi level pahala) nya pak romi… ilmu yg bermanfaat! sangu di-”sono” ntar.
March 18th, 2008 at 6:30
#Ardhi: Amiiin
March 18th, 2008 at 9:25
klo mas romy sendiri jd dosen, ngasi nilai ke mahasiswa pelit gak?
soale klo udah nggarap tugas en terus menghadiri perkuliahan eh tiba2 nilainya anjlok, gmn tuh, mas Romy? apa kurang pdkt ama dosen ya
March 18th, 2008 at 9:52
#Toim: Konsepnya aku nggak akan menjatuhkan atau menyulitkan mahasiswa. Masalah penilaian, aku bisa dari dua sisi: produk (uas, tm, etc) dan process (kehadiran, usaha, sering bertanya, etc). Untuk mahasiswa brilian, bisa lihat dari produk meskipun kadang nggak hadir di kelas. Kalau yang merasa kurang ya ngambil di process saja.
March 18th, 2008 at 10:35
Nilai saya jelas-jelas ambrol. Mungkin karena saya tidak diberi kemampuan untuk berkonsentrasi, mengingat, menghitung, berbicara, bersikap deelel dengan baik. Mau sering2 bertanya: malu, karena menurut saya pertanyaan saya akan terdengar bodoh, jadi berusaha mencari jawabannya sendiri. Kadang udah mentok, baru bertanya: muka tembok aja. Nah, kalau masih malu juga, ya saya biarin aja salah, toh lama-lama akan ketemu jawaban yang benar.
Menurut mas Romi saya ini gimana ya?
March 18th, 2008 at 13:44
Tambah satu tips lagi om… belajar ilmu Muka Badak.
Jangan malu buat ambil lagi mata kuliah yang gagal atau jelek. Jangan malu sama dosen yang mungkin sudah bosan melihat tampang tua kita. jangan malu buat duduk bareng adik angkatan (sapa tahu ada yang minat sama tampang dewasa kita… ). Jangan malu pinjem kumpulan soal atawa catatan dari rekan sejawat kuliah…
Pokoknya jangan malu!!!
Tips tersebut sudah saya praktekkan di UGM. hasilnya? Lumayan… Metode Statistika awalnya dapat D, ambil ke dua dapat D lagi. Pantang menyerah!!! Ambil ke tiga… akhirnya…. dapat C. Game Over! hehehehe Kapasitas saya udah maksimal om…
March 18th, 2008 at 13:57
#Nerd: Usaha mencari jawaban sendiri itu bagus dan itu perdjoeangan. Orang bijak bilang, bertanyalah karena bisa
Hmmm menurut saya, mas Nerd sudah berusaha kok, pokoknya jangan kenal menyerah saja mas. Dan jangan lupa gaul dengn teman2 untuk melatih kemampuan verbal
#Daru: Masih untung seperti itu, di kampus saya dulu di Jepang, mata kuliah yang sudah diambil dan kita sdh dapat nilai tidak boleh diambil lagi semester berikutnya … hehehe. Kapasitasmu belum dikeluarkan maksimal menurutku. Permasalahan terbesar dalam diri “Daru Hagni” adalah “TIDAK PEDE” itu saja. Kalau tembok itu bisa kau singkirkan, aku jamin dirimu akan menjadi orang besar
Selamat berdjoeang.
March 18th, 2008 at 14:29
hihi… ini sbenarnya intinya cuma nyuruh belajar dengan giat aja ya, cuma nulisnya dipanjang-panjangin aja jadi dua tips yang padahal intinya cuma satu: belajar dengan giat
tapi saya sangat setuju bahwa IPK itu emang buakn sgalanya. tapi gara2 mikir kek gini, saya jadi agak males kuliah nih. hehe… skrg udah smester 6, ada mata kuliah analisis numerik. haduuhhh… males banget
March 18th, 2008 at 14:33
#Kamal: Hehehe tapi menarik untuk dicoba kan
March 18th, 2008 at 14:43
well. i think i must be the ultimately late. however u r the greatest sinshe i ever have. off course beside my religion syechs. u spread ur knoledge without any payment. keep being creative with other innovative tips. we will practice them sincerely. thank u
March 18th, 2008 at 17:11
#Mampu:
March 18th, 2008 at 17:52
wah kalo saya simpulkan poin2 diatas
belajar sekeras - kerasnya di semua mata pelajaran
itu mah udah umum
March 18th, 2008 at 18:12
#Fajar: Hihihi itu intinya om, cuman kadang susah nyampaikan kayak gitu ke mahasiswa karena basbang
March 18th, 2008 at 21:08
tapi perkuliahan di Indonesia masih menganut asas absensi menentukan IPK, percuma aja kita kerja keras kalau nggak pernah masuk kuliah juga bakalan jeblok nilai IPnya
Jadi solusinya, Kuliah harus rajin datang 10%, Sering Ngerjain tugas 20 %, Dan belajar keras apalagi menghadapai UTS dan UAS, 30 - 40%.
Nah, kalau tips itu bisa diikuti maka insya allah IPK anda akan bagus deh, paling tidak minimal B lah
)
March 19th, 2008 at 8:17
survey membuktikan, orang yang IP nya tinggi, paling banter jadi dosen atau staf ahli di perusahaan.. yang IP nya rendah, yang punya kampusnya, atau jadi Bossnya….. (So…? IP bukan segala-galanya, akan tetapi segala-galanya akan mudah kita raih melalui IP kita)
SEMANGAT………….
YES…………..
March 19th, 2008 at 8:41
#Yadisyahid: Dimana mana kuliah ada batasan absensi om
Hmmm B bagiku nilai cacat
)
#Bowos: Survey darimana, penelitian siapa dan dipublikasi di journal ilmiah apa yah ?
Hayo jangan pernah bicara tanpa data. Jerry Yang, Larry Page, dan Sergey Brin kayaknya agak susah dijelaskan dengan teorinya mas Bowos … hehehe
March 19th, 2008 at 10:05
B nilai cacat …?
beuuggghhh… cadass euyyy…
A = Ancur
B = Buruk
C = Cemerlang
D = D’ best
E = Excellent
whehehehe… peace ^_^
March 19th, 2008 at 23:18
Pak, saya sudah berusaha maksimal. tapi ipk saya kq tidak memuaskan ? Dosennya juga sering yang tidak memuaskan dalam menjelaskan. langkah apa yang saya ambil ? Namanya juga sudah berusaha, apa yang saya harus lakukan ini.
March 20th, 2008 at 0:12
#Dedi: hahaha biar semangat
#Agoes: Usaha maksimalnya apa mas? Berapa kali dalam seminggu ke perpustakaan? Berapa banyak dalam sehari baca buku? Berapa jam sehari tidur?
Aku lihat dari sini kok sepertinya belum maksimal … hehehe
March 20th, 2008 at 9:07
ya betul. dengan kata lain kita harus berusaha keras untuk semua mata kuliahkan. nggih to mas?
March 20th, 2008 at 9:14
biasanya orang yang pinter tu suka belajar rutin, gak perlu langsung banyak, dikit2 aja yang penting sering.
lha itu masalahnya, saya suka gak konsisten, suka bosen sendiri, suka ngrasa udah bisa, jadinya hasil belajar saya gak pernah max.
tanggal 26 ke UIN y mas, kami tunggu ya. salam dari p’broer.
March 20th, 2008 at 9:55
#Reza: Bosen itu normal, cuman isi kebosanan dengan yang produktif. Baca tulisan2 ini coba:
http://romisatriawahono.net/2008/01/29/tips-menjadi-mahasiswa-sukses/
http://romisatriawahono.net/2007/07/08/4-jenis-mahasiswa-anda-termasuk-yang-mana/
http://romisatriawahono.net/2007/06/23/dapat-apa-sih-di-universitas/
March 20th, 2008 at 19:01
pak, gmn utk nyiasatin klo misalnya di 1 smstr, hmpr semua matkul diisi oleh matkul level evil, kyk OOAD, VP using Java, etc… pdhal aq pngen dpt IP yg bagus…
huhhh…..
March 21st, 2008 at 13:34
argh, kenapa daku gak nemu tips ini dari awal kuliah dulu! hihi… nice tips mas, mana tau daku ada kesempatan kuliah S 3, kayaknya boleh ni
March 24th, 2008 at 12:06
Wah boleh juga tips dan artikelnya, buat inspirasi dan penyemangat menuntut ilmu.
March 25th, 2008 at 16:37
[…] Dengan banyak membaca biografi para tokoh, anda bisa lebih bijak dalam berbuat. Kita bisa menggunakan berbagai strategi para tokoh dalam berbagai masalah yang anda hadapi di dunia. Kita bisa menjadi The Jumper dalam arti yang sebenarnya, berpindah dari satu kehidupan tokoh ke tokoh yang lain, dari suatu masa ke masa yang lain. Anda bisa mengetahui tips dan trik mereka dalam menempuh pendidikan, mendapatkan pekerjaan, melakukan bisnis, atau akhirnya mungkin anda bisa mengetahui bagaimana mempersingkat waktu untuk mendapatkan kesuksesan hidup. […]
March 26th, 2008 at 20:41
“Terakhir, sekali lagi, IPK nggak penting karena hanya masalah dasar saja. Makanya, kalau IPK yang dasar saja sudah jatuh duluan, gimana yang lain … hehehe”
waduhh ini satu sisi menyudutkan tapi juga membuat bangga…
salut tulisan pak romi…
April 4th, 2008 at 9:58
Mas romi religi sekali ya orangnya!
Saluuu….t deh
benar kata banyak orang sebelum qt memahami suatu ilmu sebaiknya qt menyucikan hati dulu. banyak maksiat ilmu susah masuk.
[…]
April 10th, 2008 at 14:36
Ada seorang kawan yang curhat sedih kesandung untuk dapat beasiswa karena IP-nya “cuma” 2,98 sementara syarat minimal “hanya” 3,00.
Lucu? Mungkin. Tapi keknya memang mending kita belajar tambah satu-dua halaman untuk (kali aja) bisa lolos dari jebakan yang mengerikan seperti kasus kawan saya tadi.
April 12th, 2008 at 14:33
wah..wah..wah…
ok deh mas aku coba tipsna…:D
saia mah lebih parah dari yang banyak dipusingin orang…
sampai semester 6 ne IP saia belum nyampe 2,5.:((
semoga bisa membantu saia ne tips nya mas….amin
hehehehe…
April 13th, 2008 at 11:23
semoga saia bisa jd CAMLAUDE
April 13th, 2008 at 11:23
semoga saia bisa jd CAMLAUDE
April 14th, 2008 at 22:15
waktu saya kuliah IPnya lumayan, tapi mata kuliah dasarnya malah pada jeblok tuh… Pancasila dpt C, Kewarganegaraan juga. sudah diulang malah nilainya gak keluar gara2 kuliahnya di fakultas lain, nyari dosennya juga susah.
tapi alhamdulillah sekarang saya dapat IP yang lumayan banyak. dari IP lokal sampai IP Luar negeri
April 29th, 2008 at 11:05
kalo aku masalah ipk itu jadi pikiran banget… karna sekarang ipk ku masih dibawah tiga aku ngerasa duch… bodoh banget.. aku dah berusaha belajar lebih giat tapi ipk ku mash gitu2 aj.. yach mungkin kini saat nya aku harus ikuti tips mas romi,, semoga bisa buat ip ku makin bagus.. amien….. thank ya mas romi.
May 15th, 2008 at 9:47
pesan terakhir,wah!!!! memotivasi banget
istiqomah
keep the fighting spirit
May 16th, 2008 at 11:17
Boleh juga tuh Pak tipsnya
Tapim klo yang kita gak suka dosennya ada tips yang lain gak