RomiSatriaWahono.Net

Learning, Researching, Entrepreneuring, Teaching, Motivating and Inspiring People
March 15th, 2008

Kiat Meningkatkan Nilai IPK

by Romi Satria Wahono

ipk.jpgMas Romi, bagaimana ya teknik meningkatkan nilai IPK saya. Selama ini nilai IPK saya di bawah 3 terus nih. Tolong saya mas. (Nanang, Padang)

Haaareee geenee IPK masih rendah? ;) Ok untuk siswa atau mahasiswa yang bermasalah dengan nilai raport dan IPK, sepertinya perlu mengikuti kiat yang selama ini saya lakukan. Kiat yang saya lakukan adalah best practice, terbukti bin manjur bisa meraup dolar eh maksud saya nilai yang memuaskan, sudah saya buktikan sejak saya bersekolah di SMA dan 10 tahun di jurusan computer science di Saitama University. Kiatnya pasti banyak ya? Oh tidak, justru sangat sedikit, cuman ada dua. Kiatnya pasti nyontek ulangan atau copy paste tugas mandiri? Tidak sama sekali. Kiat saya halal dan toyib, jauh dari unsur kemaksiatan dan perbuatan tidak terpuji lain. Tertarik? Ikuti terus artikel ini.

Nah kiat mendapatkan nilai raport dan IPK tinggi itu hanya ada dua:

  1. Kejar nilai untuk mata pelajaran atau mata kuliah yang secara umum tidak terlalu disenangi siswa/mahasiswa. Apa itu? Oh banyak, contohnya geografi, agama, kesenian, dsb atau untuk yang kuliah di jurusan computing, ada fisika dasar, teknik kompilasi, automaton/formal language, dsb. Lakukan survey kecil-kecilan ke temen seangkatan atau kakak angkatan, saya yakin banyak sekali mata kuliah yang tidak digemari mahasiswa. Intinya di mata kuliah yang  diemohi mahasiswa  itu, mereka biasanya down nilainya. Nah ini dia kesempatan kita, di saat nilai mereka “pasti rendah”, kita berdjoeang untuk nilai “pasti tinggi” … hehehe. Nah hasil dari tahap satu yaitu kalau ada IPK khusus untuk “mata kuliah tidak populer” kita pasti nomor satu :)

  2. Sudah mantab dengan langkah satu? Langkah dua adalah jangan berhenti, lanjutkan mengejar nilai untuk mata pelajaran atau mata kuliah yang secara umum disenangi siswa/mahasiswa … hehehe. Belajar keras, kerjakan semua tugas, kalau perlu kejar terus dosen kalau ada yang masih nggak ngerti di mata kuliah “populer” itu. Kalaupun kita tidak bisa mendapatkan nilai sempurna alias sedang-sedang saja ya nggak apa-apa, asal sudah berusaha. Yang pasti karena IPK adalah nilai kumulatif dari mata kuliah “tidak populer” dan “populer”, total nilai kita akan tetap tinggi tho. Lha kan kita sudah jadi the first rank untuk mata kuliah “tidak populer” … hihihi.

Akhir semester silakan dilihat nilai IPK atau raportnya, saya yakin nilai anda akan meningkat. Kalau masih belum naik, lanjutkan tahap 1 dan 2 di semester berikutnya. Kalaupun sampai akhir kuliah tidak naik-naik juga, ya apa boleh buat, memang level kekuatan anda seperti itu. Mungkin anda kurang berdoa, kurang sholat malam atau kurang puasa senin-kamis, sehingga ridha dan “lucky” dari yang Diatas tidak menyertai anda. Tapi jangan khawatir, IPK bukan segalanya, masih banyak cara lain dan perlu juga dicatat banyak orang sukses yang IPKnya hancur kok. Untuk yang sudah ber-IPK bagus, jangan cepat puas apalagi sombong dan takabur, karena faktor-faktor itulah yang membuat orang seperti anda tidak sukses ketika masuk ke dunia kerja.

Terakhir, sekali lagi, IPK nggak penting karena hanya masalah dasar saja. Makanya, kalau IPK yang dasar saja sudah jatuh duluan, gimana yang lain … hehehe

ttd-small.jpg 

Related Articles

  1. Romi Satria Wahono eUniversity
  2. Memaknai Kuliah dan Mempersiapkan Diri di Dunia Kerja
  3. Dosen Ngeblog, Kenapa Tidak?
  4. Tips Menjadi Mahasiswa Sukses
  5. Paypal.Com Masuk Indonesia
  6. 10 Kiat Menjadi Entrepreneur untuk Mahasiswa Lugu (Versi Seminar)
  7. 10 Kiat Menjadi Entrepreneur untuk Mahasiswa Lugu
  8. 3 Kiat Jitu Mengatur Waktu
  9. Pilih Nama Asosiasi Pengembang Software Yuk!
  10. Konsentrasi Game Technology
  11. Dapat Apa Sih di Universitas?
  12. Hole di WP-Cache 2.1.2?
  13. Membangun Sendiri Radio Internet
  14. Kinerja itu Makhluk Apa Sih?
  15. Tips dan Trik Memilih Jurusan Komputer
  16. Ngadu Trafik Mahasiswa Yang Kuliah ke Jepang
  17. Wajibnya Skill Coding Bagi Mahasiswa Computing
  18. Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?
  19. Bagaimana Mahasiswa Ilmu Komputer Belajar: Mengkritisi Kurikulum dan Gaya Pendidikan Kita
  20. IlmuKomputer.Com Sebagai Blog Teknologi Terbaik di Pesta Blogger 2007

103 Responses to “Kiat Meningkatkan Nilai IPK”

  1. Saia coba deh tips nya… hohohooo…

  2. Setuju IP bukan segalanya.. hehehee..

  3. kucing garong Says:
    March 15th, 2008 at 13:14

    Wah artikelnya mas romi selalu bagus2 n inspiring nih… slama ini saya sering “save page as..” artikel2 mas di komputer, cuma karena kurang telaten jadi gak beraturan dan suka ada yg ilang2… Kayaknya web-nya mas romi cocok untuk dibuatkan buku kayak punya joelonsoftware.com, pak budi rahardjo, pak imw dll. Pasti banyak yang suka mas… Saya nanti bakal jadi pembeli pertama deh… :D

  4. okey pak romi segera dilaksanakan, tak kirain ada metode yang extreme lainnya buat naikkin ipk, fyuhh…

  5. Yup betul, IP bukan segalanya…..
    tapi saya malah cenderung memilih Mata Kuliah yang lebih saya sukai dan relevan dengan bakat saya ketimbang harus ambil tantangan seperti mas romi, karna saya studi di Fisika dan seneng di IT siy…
    sebagai referensi http://www.kampus-hitam.blogspot.com saya ada menulis tentang ini juga berdasarkan pengalaman

  6. #Wendy: IPK nggak penting hanya masalah dasar saja. Makanya, kalau IPK yang dasar saja sudah buruk, gimana yang lain … hehehe

  7. Dua tips yang bisa diperas menjadi satu: belajar keras :D

  8. #Galih: Ada juga akhirnya yang nangkep filosofi yang saya ingin sampaikan … hehehe

  9. “Tapi jangan khawatir, IPK bukan segalanya, masih banyak cara lain dan perlu juga dicatat banyak orang sukses yang IPKnya hancur kok. Untuk yang sudah ber-IPK bagus, jangan cepat puas apalagi sombong dan takabur, karena faktor-faktor itulah yang membuat orang seperti anda tidak sukses ketika masuk ke dunia kerja.”

    pak romi, finishing nya kok cenderung agak rada sedikit skeptis dan pesimis gitu yach… ^_^

    kasian kan kalo2 ada tunas bangsa yg lg “down” trus ending2 nya dapet paragraf akhir kayak di atas yg dianggap sebagai pedoman pokok… -_-

    SETUJU banget sama usulnya kucing garong…. ?! ^_^ (agak aneh juga bisa setuju sama “kucing garong”, moga aja bukan kucing beneran)
    Kalo bisa secepatnya pak romi… lebih bagus juga kalo ada komiknya, kayak chinmi kungfu boy itu loh…! ^_^ hayaaahhh!

  10. #Ardhi: Dah aku tambahin tuh di paragraf terakhir …hihihi biar lebih ancur lagi :)

  11. suedepp! tajem! jeru! mantep… hehehe (opo neh yo ^_^)

    ups hampir kelupaan, trus usulnya kucing garong gmn tuch?! dipertimbangkan kan utk di-buku-kan…

    suer deh pasti saya baca terus… abis ADDICT BUANGET! :D

    kalo pak romi keberatan karena nggak mau dikomersilkan…, ya di kasih satu gratis ke saya juga saya ikhlas kok…. heheheheh…

  12. #Ardhi: Hehehe kayaknya nggak ada penerbit yang tertarik dengan nggedabrusan saya di blog ini :)

  13. Nggedabrusan yang bener2 nggedabrusan kaayaaaak Kamb… ups ntar dianggap defamation lagi, aja laris manis kok (dijadiin semacam wajib baca lagi sama remaja eh gak cuman remaja dink…pertanda apakah ini??). Harusnya yang ginian jadiin buku, trus jadiin lit. buat MKDU ato MKDK yo halah wis lali je….

  14. Wah aku kagum dengan mas romi nih. Walaupun sibuk sharing pengetahuan dengan meteri kuliah, kita yang dialam maya nggak di lupakan. Selamat berjuang mas romi.

  15. #Wiwik: hihihi menarik bu :)

    #Jalal: blog itu karier, hidup dan kehidupan saya :)

  16. Kalaupun sampai akhir kuliah tidak naik-naik juga, ya apa boleh buat, memang level kekuatan anda seperti itu.

    Wah kalo level kekuatannya disebabkan karena IQ gimana ya mas untuk menaikkannya?

  17. #Zulharman: Aku nggak ngerti IQ itu ukuran untuk ngitung apa. Kalau yang anda maksud berupa daya tangkap yang built-up dari atas, ya nggak bisa diapa-apain :) Paling kita pakai berbagai strategi untuk tetap membuat kita bisa sepadan. Nah artikel ini menunjukkan salah satu cara itu :)

  18. kalo yg built up aja nggak bisa diupgrade… yah di tuker tambah aja mas heheheheh :P

    nggak ada org yg pinter, yg ada cuman org yg rajin,
    & nggak ada org bodoh, yg ada cuman org males… ;)

  19. Lama-lama kayak dinasehati seorang kakak. :-)

  20. #Ardhi: hehehe … yup setuju

    #Weird: Yah anggap saja aku sebagai kakak yang cerewet ;)

  21. Cara lain : wiridan pak…:P

  22. #Damme: Lha ente nek wiridan kan karo indomie + air + cangkir aluminium + pemanas air itu tho. Nunggu mateng karo moco stensilan …hahaha

  23. Wah, saya masih memegang teguh motto: “posisi menentukan prestasi”. Hehehe…

    Kalau ujian, pole position bukan di depan seperti layaknya MotoGP, tapi justru si belakang… hahaha.

  24. Ini (lagi-lagi) saya tendang ke milis internal yah. Semoga ini bisa menjadi inspirasi buat mereka (junior-junior saya).

    Etapi, masa cuma 2 tipsnya Om?
    *sakaw tips hehe..*

  25. haahaa..kayak iklan..”mau pintar? makanyaa belajaarr!!!”

  26. #Kurniawan: Wah apa yang dilakukan di belakang tuh untuk bisa meningkatkan prestasi. Kalau pakai nyontek, dsb lupakanlah :) Nggak berkah hidup kalau sejak kecil sudah nyontek :)

    #Abe: Wee keren loe punya milis internal … hehehe

    #Dina: hehehe …

  27. “Wah apa yang dilakukan di belakang tuh untuk bisa meningkatkan prestasi. Kalau pakai nyontek, dsb lupakanlah :) Nggak berkah hidup kalau sejak kecil sudah nyontek :)

    mo nyontek yang berkah ?! contek tuh jurus-jurus ADDICTnya pak romi ;p

    He is the “Guru” :D

    nggak bisa bayangin deh MLP (multi level pahala) nya pak romi… ilmu yg bermanfaat! sangu di-”sono” ntar.

  28. #Ardhi: Amiiin ;)

  29. klo mas romy sendiri jd dosen, ngasi nilai ke mahasiswa pelit gak? :D
    soale klo udah nggarap tugas en terus menghadiri perkuliahan eh tiba2 nilainya anjlok, gmn tuh, mas Romy? apa kurang pdkt ama dosen ya :D

  30. #Toim: Konsepnya aku nggak akan menjatuhkan atau menyulitkan mahasiswa. Masalah penilaian, aku bisa dari dua sisi: produk (uas, tm, etc) dan process (kehadiran, usaha, sering bertanya, etc). Untuk mahasiswa brilian, bisa lihat dari produk meskipun kadang nggak hadir di kelas. Kalau yang merasa kurang ya ngambil di process saja.

  31. Nilai saya jelas-jelas ambrol. Mungkin karena saya tidak diberi kemampuan untuk berkonsentrasi, mengingat, menghitung, berbicara, bersikap deelel dengan baik. Mau sering2 bertanya: malu, karena menurut saya pertanyaan saya akan terdengar bodoh, jadi berusaha mencari jawabannya sendiri. Kadang udah mentok, baru bertanya: muka tembok aja. Nah, kalau masih malu juga, ya saya biarin aja salah, toh lama-lama akan ketemu jawaban yang benar. :-P
    Menurut mas Romi saya ini gimana ya?

  32. daru hagni Says:
    March 18th, 2008 at 13:44

    Tambah satu tips lagi om… belajar ilmu Muka Badak.

    Jangan malu buat ambil lagi mata kuliah yang gagal atau jelek. Jangan malu sama dosen yang mungkin sudah bosan melihat tampang tua kita. jangan malu buat duduk bareng adik angkatan (sapa tahu ada yang minat sama tampang dewasa kita… ). Jangan malu pinjem kumpulan soal atawa catatan dari rekan sejawat kuliah…

    Pokoknya jangan malu!!!

    Tips tersebut sudah saya praktekkan di UGM. hasilnya? Lumayan… Metode Statistika awalnya dapat D, ambil ke dua dapat D lagi. Pantang menyerah!!! Ambil ke tiga… akhirnya…. dapat C. Game Over! hehehehe Kapasitas saya udah maksimal om…

  33. #Nerd: Usaha mencari jawaban sendiri itu bagus dan itu perdjoeangan. Orang bijak bilang, bertanyalah karena bisa :) Hmmm menurut saya, mas Nerd sudah berusaha kok, pokoknya jangan kenal menyerah saja mas. Dan jangan lupa gaul dengn teman2 untuk melatih kemampuan verbal :)

    #Daru: Masih untung seperti itu, di kampus saya dulu di Jepang, mata kuliah yang sudah diambil dan kita sdh dapat nilai tidak boleh diambil lagi semester berikutnya … hehehe. Kapasitasmu belum dikeluarkan maksimal menurutku. Permasalahan terbesar dalam diri “Daru Hagni” adalah “TIDAK PEDE” itu saja. Kalau tembok itu bisa kau singkirkan, aku jamin dirimu akan menjadi orang besar :) Selamat berdjoeang.

  34. hihi… ini sbenarnya intinya cuma nyuruh belajar dengan giat aja ya, cuma nulisnya dipanjang-panjangin aja jadi dua tips yang padahal intinya cuma satu: belajar dengan giat :)

    tapi saya sangat setuju bahwa IPK itu emang buakn sgalanya. tapi gara2 mikir kek gini, saya jadi agak males kuliah nih. hehe… skrg udah smester 6, ada mata kuliah analisis numerik. haduuhhh… males banget

  35. #Kamal: Hehehe tapi menarik untuk dicoba kan ;)

  36. well. i think i must be the ultimately late. however u r the greatest sinshe i ever have. off course beside my religion syechs. u spread ur knoledge without any payment. keep being creative with other innovative tips. we will practice them sincerely. thank u

  37. #Mampu: ;)

  38. wah kalo saya simpulkan poin2 diatas
    belajar sekeras – kerasnya di semua mata pelajaran
    itu mah udah umum
    :mrgreen:

  39. #Fajar: Hihihi itu intinya om, cuman kadang susah nyampaikan kayak gitu ke mahasiswa karena basbang :)

  40. tapi perkuliahan di Indonesia masih menganut asas absensi menentukan IPK, percuma aja kita kerja keras kalau nggak pernah masuk kuliah juga bakalan jeblok nilai IPnya :)

    Jadi solusinya, Kuliah harus rajin datang 10%, Sering Ngerjain tugas 20 %, Dan belajar keras apalagi menghadapai UTS dan UAS, 30 – 40%.

    Nah, kalau tips itu bisa diikuti maka insya allah IPK anda akan bagus deh, paling tidak minimal B lah :) )

  41. survey membuktikan, orang yang IP nya tinggi, paling banter jadi dosen atau staf ahli di perusahaan.. yang IP nya rendah, yang punya kampusnya, atau jadi Bossnya….. (So…? IP bukan segala-galanya, akan tetapi segala-galanya akan mudah kita raih melalui IP kita)
    SEMANGAT………….
    YES…………..

  42. #Yadisyahid: Dimana mana kuliah ada batasan absensi om :) Hmmm B bagiku nilai cacat :) )

    #Bowos: Survey darimana, penelitian siapa dan dipublikasi di journal ilmiah apa yah ? :) Hayo jangan pernah bicara tanpa data. Jerry Yang, Larry Page, dan Sergey Brin kayaknya agak susah dijelaskan dengan teorinya mas Bowos … hehehe

  43. B nilai cacat …?
    beuuggghhh… cadass euyyy…

    A = Ancur
    B = Buruk
    C = Cemerlang
    D = D’ best
    E = Excellent

    whehehehe… peace ^_^

  44. Pak, saya sudah berusaha maksimal. tapi ipk saya kq tidak memuaskan ? Dosennya juga sering yang tidak memuaskan dalam menjelaskan. langkah apa yang saya ambil ? Namanya juga sudah berusaha, apa yang saya harus lakukan ini.

  45. #Dedi: hahaha biar semangat ;)

    #Agoes: Usaha maksimalnya apa mas? Berapa kali dalam seminggu ke perpustakaan? Berapa banyak dalam sehari baca buku? Berapa jam sehari tidur? :) Aku lihat dari sini kok sepertinya belum maksimal … hehehe

  46. Reza Andy Says:
    March 20th, 2008 at 9:07

    ya betul. dengan kata lain kita harus berusaha keras untuk semua mata kuliahkan. nggih to mas?

  47. Reza Andy Says:
    March 20th, 2008 at 9:14

    biasanya orang yang pinter tu suka belajar rutin, gak perlu langsung banyak, dikit2 aja yang penting sering.

    lha itu masalahnya, saya suka gak konsisten, suka bosen sendiri, suka ngrasa udah bisa, jadinya hasil belajar saya gak pernah max.

    tanggal 26 ke UIN y mas, kami tunggu ya. salam dari p’broer.

  48. pak, gmn utk nyiasatin klo misalnya di 1 smstr, hmpr semua matkul diisi oleh matkul level evil, kyk OOAD, VP using Java, etc… pdhal aq pngen dpt IP yg bagus…
    huhhh…..

  49. argh, kenapa daku gak nemu tips ini dari awal kuliah dulu! hihi… nice tips mas, mana tau daku ada kesempatan kuliah S 3, kayaknya boleh ni :D

  50. Wah boleh juga tips dan artikelnya, buat inspirasi dan penyemangat menuntut ilmu.

  51. [...] Dengan banyak membaca biografi para tokoh, anda bisa lebih bijak dalam berbuat. Kita bisa menggunakan berbagai strategi para tokoh dalam berbagai masalah yang anda hadapi di dunia. Kita bisa menjadi The Jumper dalam arti yang sebenarnya, berpindah dari satu kehidupan tokoh ke tokoh yang lain, dari suatu masa ke masa yang lain. Anda bisa mengetahui tips dan trik mereka dalam menempuh pendidikan, mendapatkan pekerjaan, melakukan bisnis, atau akhirnya mungkin anda bisa mengetahui bagaimana mempersingkat waktu untuk mendapatkan kesuksesan hidup. [...]

  52. “Terakhir, sekali lagi, IPK nggak penting karena hanya masalah dasar saja. Makanya, kalau IPK yang dasar saja sudah jatuh duluan, gimana yang lain … hehehe”

    waduhh ini satu sisi menyudutkan tapi juga membuat bangga…
    salut tulisan pak romi…

  53. loempoor Says:
    April 4th, 2008 at 9:58

    Mas romi religi sekali ya orangnya!
    Saluuu….t deh

    benar kata banyak orang sebelum qt memahami suatu ilmu sebaiknya qt menyucikan hati dulu. banyak maksiat ilmu susah masuk.
    [...]

  54. Ada seorang kawan yang curhat sedih kesandung untuk dapat beasiswa karena IP-nya “cuma” 2,98 sementara syarat minimal “hanya” 3,00.

    Lucu? Mungkin. Tapi keknya memang mending kita belajar tambah satu-dua halaman untuk (kali aja) bisa lolos dari jebakan yang mengerikan seperti kasus kawan saya tadi.

  55. wah..wah..wah…

    ok deh mas aku coba tipsna…:D

    saia mah lebih parah dari yang banyak dipusingin orang…
    sampai semester 6 ne IP saia belum nyampe 2,5.:((

    semoga bisa membantu saia ne tips nya mas….amin
    hehehehe…

  56. semoga saia bisa jd CAMLAUDE

  57. semoga saia bisa jd CAMLAUDE

  58. waktu saya kuliah IPnya lumayan, tapi mata kuliah dasarnya malah pada jeblok tuh… Pancasila dpt C, Kewarganegaraan juga. sudah diulang malah nilainya gak keluar gara2 kuliahnya di fakultas lain, nyari dosennya juga susah.
    tapi alhamdulillah sekarang saya dapat IP yang lumayan banyak. dari IP lokal sampai IP Luar negeri :)

  59. kalo aku masalah ipk itu jadi pikiran banget… karna sekarang ipk ku masih dibawah tiga aku ngerasa duch… bodoh banget.. aku dah berusaha belajar lebih giat tapi ipk ku mash gitu2 aj.. yach mungkin kini saat nya aku harus ikuti tips mas romi,, semoga bisa buat ip ku makin bagus.. amien….. thank ya mas romi.

  60. pesan terakhir,wah!!!! memotivasi banget
    istiqomah
    keep the fighting spirit

  61. Boleh juga tuh Pak tipsnya
    Tapim klo yang kita gak suka dosennya ada tips yang lain gak

  62. [...] Kiat Meningkatkan Nilai IPK [...]

  63. kiatnya aampuh juga mas, seperti yang diajarkn bapak dodi, ketika bgimana caranya makan nasi sampaai abis,yaitu makan dulu bagian yang ga kita sukai baru bagian yang kita sukai,

    tapi tiap perusahaan2 selalu menilai IPK adalah tingkat kemampuan calon tenaga kerjanya?!…..

  64. yayik magetan Says:
    June 17th, 2008 at 12:02

    h h h…..keren n TOP B-G-T dech buat bung Romi!!!

  65. salam kenal mas romi…
    boleh g minta bantuan mas buat dapet kenalan teman2 S2 di jepang. biar ada alasan k sana…
    thanks sebelumnya…

  66. numpang nampang

  67. Mr. Solitare Says:
    June 29th, 2008 at 3:12

    “Terakhir, sekali lagi, IPK nggak penting karena hanya masalah dasar saja. Makanya, kalau IPK yang dasar saja sudah jatuh duluan, gimana yang lain … hehehe”

    Banya orang se mengatakan bahwa IPK ga menjamin orang untuk sukses, ataw di terima dalam pekerjaan..tapi menurut kata- kata mas romi bener juga..”orang menilai kita pertama kali dari pandangan pertama??bener ga mas romi??” hehehe..jadi IPK jgn jelek amat dehhh..
    yahh jalan tengahnya IP ga usah mpe 4,0..hehehe,,tar stress kaya kutu….kutu yang stresss

  68. Sebuah artikel yang bagus menurut saya,tapi kenapa ya kok saya menangkap kesan kalo artikel ini terlalu terburu-buru untuk diposting.
    Sebenernya saya berharap artikel ini bisa lebih dari sekedar ini mengingat sepak terjang bang romi yang luar biasa.baidewe…bang romi lupa cantumin “salam perdjoeangan” di atas signaturenya ya? ;)

    Sukses bang romi,ditunggu silaturahimnya di IT Telkom!

  69. #Dito: Tajam, bener mas terburu buru. Aku buatnya sambil ngajar kalau nggak salah … hehehe

  70. assalamu’alaikum
    salam kenal pak…
    wah tipsnya boleh dicoba ini…

    izin nge-link ya pak…

    makasih

  71. Sepakat, bung Romi. Dulu semasa D3 (masa gaming dan tidur), IPK 2,3 sudah terlalu tinggi bagi saya. Tapi waktu lanjut s1, saya ubah niat saya. Kalau dulu lebih sering nge-game, sekarang lebih rajin ke kampus, kerja tugas dosen – meski tugas kelompok, saya rela-rela saja mengerjakannya sendiri- perbanyak coding, dsb. Bagaimana dengan gaming? Masih tetap ada karena itu sudah hobby. Akan tetapi porsinya berubah dari yang tadinya sebagai “jalan hidup” menjadi rekreasi semata disela-sela pening saat coding. Hasilnya ruar biasa.

  72. fachruroji Says:
    August 4th, 2008 at 13:05

    aku setuju apa yang dikatakan pak romi>>>

    berjuang terus n pantang mundur
    hidup adalah perjuangan dan penuh tantangan.

  73. Assalamu’alaikum..
    Thanks for your advice,
    boleh diCoba nieh TIPS nya :)
    SmangAATT..!!

    Makasih,

  74. [...] Usahakan menuliskan segala pengalaman yang kita dapat, dari hal sepele pengalaman ngurusi kambing untuk idul adha, pengalaman mengadakan workshop di kampus, pengalaman memimpin BEM, tips dan trik mendapatkan IPK yang baik, dsb. Ditulis dimana? Bisa gunakan word processor, emacs, notepad atau apapun. Supaya pengalaman kita bisa dimanfaatkan orang lain, sebaiknya tulis di blog kita. Bahkan dengan blog, proses SECI atau knowledge spiral yang diteorikan Nonaka bisa kita implementasikan dengan mudah. Seluruh kegiatan blogosphere dari blogging, blogwalking, kategorisasi posting, trackback, pingback, social networking, diskusi di kolom komentar adalah proses SECI itu sendiri. Bagi saya pribadi, blog RomiSatriaWahono.Net adalah aktualisasi diri, kehidupan dan karir saya [...]

  75. Yah….. Tips nya mas romi boleh juga tuh!!!!!
    Tapi bwt teman2 smua, jangan lupa segala sesuatunya harus dibarengi dengan doa. okey
    GBU

  76. Wah, saya baru lulus d3 dengan ipk 2,9 mas. Sedih juga sih target 3 ga tercapai. Artikel mas Romi cukup menginspirasi saya untuk mengejar ipk s1 yg kum laud, he…2x Semoga sehat selalu mas, salam kenal

  77. [...] Jaga prestasi akademik, tugas utama mahasiswa adalah belajar, karena kedudukan di kampus membawa implikasi bahwa mahasiswa adalah seorang akademisi, pemikir, bergerak secara logis dan terukur. Kualitas intelektual kita terukur lewat nilai-nilai dari mata kuliah yang kita ikuti. Ingat bahwa teriakan berantas kebodohan, menggelikan ketika keluar dari mulut mahasiswa bodoh! [...]

  78. Mas, saya mah udah mau lulus, tapi IPK masih 2,6. Mau ngulang2 kuliah udah males dan gak mood,diteror orang tua, ngabisin duit, gak semangat, malu sama adek2 kelas, udah gak ada waktunya. Terus apakah gak ada harapan melamar kerja buat orang2 seperti sayah??

    hiks
    hiks
    hikss…

  79. “IPK nggak penting karena hanya masalah dasar saja. Makanya, kalau IPK yang dasar saja sudah jatuh duluan, gimana yang lain … hehehe”
    Lah kl gini mah ya brarti IPK tu penting bgd.Kl kita dasarnya az jelek apalagi yg lainnya.Krn setidaknya IPK menunjukkan hasil yang kita peroleh sewaktu kuliah.Minimal kl IPK kita bagus kita pasti menguasainya donk.

  80. Numpang lewat.... Says:
    December 14th, 2008 at 17:21

    santai aja kali…rejeky siy ga kan kemana…hahaha…
    klo punya banyak kelebihan lain santai aja kale…insyAllah pasti suskses dach…

  81. assalamualaikum..
    saya karin, mahasiswi di unswagati cirebon.
    rencananya kampus kami akan mengadakan seminar tentang entrepreneurship dan saya sedang mancari pemateri untuk mengisi seminar tersebut. seminar tersebut akan kami adakan di bulan januari.
    bung Romi apakah Anda berkenan untuk menjadi pemateri dalam seminar kami tsb?
    makasih…

  82. delta mania Says:
    December 23rd, 2008 at 15:40

    Kalau masalah IPK itu tergantung dari tujuan mahasiswa itu sendiri. Kalau tujuannya nanti setelah keluar mau kerja ikut orang, ya IPK nya harus tinggi minimal 2,75 lah. Kalu mau wirausaha gak perlu IPK tinggi-tinggi. cukup kuasai keahlian praktis sesuai dengan minat, lalu jalan deh ……….

    MAJU TERUS ENTREPRENEUR INDONESIA, NASIB BANGSA INI TERGANTUNG PADA ANDA.

  83. IPK tinggi mah, cuma:
    1. Masuk tepat waktu masuk kelas / ujian.
    2. Memperhatikan dosen waktu nerangin (Paling Penting)
    3. Cari soal-soal yang angkatan sebelumnya( gak jauh beda).
    4. Jangan datang kecapekaan (gak konsentrasi).
    5. Biasa in Baca ulang catatan / kerjaai tuh PR.
    6. Belajar bareng ama teman.
    7. Jangan membolos (ada dosen yg hobby ngabsen aja).
    8. Jangan telat (Pasti tertinggal/ butuh waktu ngejar + bikin malu aja!).
    7. Jangan kebiasaan SKS (Sistem Kebut semalam).
    8. PDKT Dosen (kalau ada dosen yg pelit nilai)

    Gitu aja kok repot!

  84. IPK yang baik kadang diperlukan, tapi tidak selalu menjadi jaminan kesuksesan. Pengalaman saya merekrut karyawan tidak selalu IPK sedang lebih jelek dari IPK yang tingginya gila-gilaan.

    Yang penting adalah menjadi pelajar yang sungguh-sungguh menikmati berbagai mata kuliah yang diberikan, urusan nilai nomor dua. Yang pasti jika belajarnya benar untuk mendapatkan dan memahami ilmu, Insya Allah nilai pasti ngikut koq.

  85. duh IPK aku juga buruk ikkkk slalu aja di bawah 3 padahal aku juga dah belajar banyak materi dari pak dosen dah aku coba ntuk memahaminya tapi kk nggak nyantol yaa.?..???? aku lebih bisa memahmi dan menangkap materi lo pas diskusi aja,,>>>??? apa aku masuk keiteria mahiswa tolol yaa..???

  86. [...] akademisi, pemikir, bergerak secara logis dan terukur. Kualitas intelektual kita terukur lewat nilai-nilai dari mata kuliah yang kita ikuti. Ingat bahwa teriakan berantas kebodohan, menggelikan ketika keluar dari mulut [...]

  87. [...] ngurusi kambing untuk idul adha, pengalaman mengadakan workshop di kampus, pengalaman memimpin BEM, tips dan trik mendapatkan IPK yang baik, dsb. Ditulis dimana? Bisa gunakan word processor, emacs, notepad atau apapun. Supaya [...]

  88. Slm kenal. Sy jg dpt ip-nya gak bgs2 amat, mlh skrng ini nilainya dibwh 2 ! hiks …:-(. Smpt kcw jg sih, tp pas liat blog ini jd smngt lg dech. Bnr jg ya yg pntng usahanya dulu, tp sy orngnya cpt bosenan, krng fokus, gmpng cpk, en klo udh bk buku kuliah/merhatiin dosen ngomong gmpng ngantuk jg;-). Tekad sy jg lmh nih (kyk Nobita aja). Gmn ya solusinya ? Oh ya, bung Romi prnh ke UNJ jg ya ? Trus, selain itu sy jg suka dengan hal2x yg berbau jepang, bs dicrtin lg gak gmn keadaan perkuliahan di sn ? Univ.Tokyo, nggak nahan !!!

  89. Bos, njenengan itu lucu dan bermanfaat, jadi ada dua alasan saya sowan njenengan; yang pertama ada maunya (tambah pinter kalo bisa) dan yang kedua kalo lagi pikiran suntreng, biar bisa senyum dan semangat lagi, matur suwun.

  90. jawaban yang bikin saya senyum2 sendiri pak! but…bener juga sich…hweheheh

  91. mz…aq kuliah jurusan bhsa dan dadtra jepang d3.sekarang q udah semester akhir dan lagi tahap ngebuat TA…q bingung ni mz mu buat TA apa..soalnya sastrakan identik dengan kbudayaan…tolong dikasih ide dunk mz wat judul TA aq..makasih…

  92. hidup adalah perjuangan.
    ga dapet ipk yang bagus dari dosen cari anaknya sj cozz yang bagussssss.

  93. inti nya belajar ya om ;)

  94. tersadar,, ketika smstr ini dapat IP dibawah 3 T.T

  95. hmm.. cara yg cukup mutahir kalo buat orang yg hard working…

    kalo emang bener2 sudah kayak gitu tapi belum juga mempan, mungkin dibanyakin hubungan baiknya dg yang di atas, ato puasa senin kamis : http://diajenkgerihpetek.blogspot.com/2009/04/puasa-senin-kamis.html

  96. saya setuju apa yang anda katakan BUT “Tindakan lebih penting dari omongan”
    SEmanGAt wisuda tiga taon …sukseeesss….!!! for everyBody

  97. setuju om,,,, ip bukan segalanya koq,,,
    tapi ya jangan jelek-je-lek amat ,,,
    yang penting enjoy kuliah + tetep semangat

  98. om,,
    gimana cara bikin link2 yang di sebelah kanan tu???

  99. iya jg ipk bukan segalanya, orang yg cuma ngandalin teori di mata kuliah ja gag bakal meningkat kemampuannya kalo gag di barengin ama kerja praktik…
    betul gag?

  100. "Dua Koma" ada di jidatku dan mereka tidak akan membuatku menjadi bodoh Says:
    May 21st, 2009 at 23:58

    Terhambatnya kenaikan IPK berakibat pada penambahan waktu yang diperlukan untuk mencapai kelulusan (bahkan drop out). Selain itu IPK yang kecil saat kelulusan dapat mengurangi peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (S2 misalnya).

    Menurut pengalaman saya, kalau dua tips itu masih belum bekerja, ada kemungkinan kita memiliki masalah pribadi dengan dosen baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

    Masalah yang tidak langsung misalnya, ada seorang teman satu angkatan yang bermasalah dengan kita, lalu secara diam-diam dia menyebarkan keburukan kita kepada dosen-dosen (hal itu bisa terjadi jika orang itu dekan dengan para dosen). Akibatnya, kita menjadi tampak kurang baik di hadapan mereka padahal selama ini kita tidak pernah bermasalah dengannya.

    Intinya, selain memperhatikan faktor akademik, kita pun harus, atau setidaknya mau tidak mau melakukan sedikit rekayasa sosial di dalam kehidupan perkuliahan baik kepada dosen, staff administrasi, teman-teman kuliah, dan siapapun yang berhubungan secara langsung dalam kehidupan perkuliahan.

    Pesan saya:
    Jangan terlalu intim dalam menjalani hubungan pertemanan.

    Jangan kita biarkan teman kita dengan mudah memasuki kehidupan kita (memasuki kamar kost kita = memasuki kehidupan kita).

    Jangan sampai seperti saya yang di saat ujian sidang hampir harus mengulang skripsi dari awal (sementara semua dosen pembimbing dan dewan bimbingan skripsi telah menyutujui skripsi tersebut) karena kasus yang saya jelaskan pada paragraf ke-2 komentar ini.

    “wahai c++,directx,AI,inline assembly,__fastcall,__stdcall,_cdecl, IDirect3DDevice9*,ID3DXMesh*, dan semua,
    apakah IPK hanya ilusi?” – directxnacks

  101. [...] ngurusi kambing untuk idul adha, pengalaman mengadakan workshop di kampus, pengalaman memimpin BEM, tips dan trik mendapatkan IPK yang baik, dsb. Ditulis dimana? Bisa gunakan word processor, emacs, notepad atau apapun. Supaya [...]

  102. Mas,saya nich masih kelas 2 sma.dan tahun ini naik kelas 3sma.saya sekarang thu lagi bingung mau ngambil jurusan apa yang cocok buat saya nanti kalau kuliah.saya thu suka banget ma computer.sebenernya saya pingin banget ngambil jurusan IT,tapi saya anak IPS.apa bisa ya anak IPS ambil jurusan IT?

Leave a Reply