RomiSatriaWahono.Net

e-Learning | Software Engineering | Networking | Internet Marketing | Opensource | Knowledge Management

Archive for the ‘Software Engineering’ Category

June 30th, 2008

Software Engineer Sebagai Sebuah Profesi

softwareengineer.jpgSaya mendapat satu slot waktu untuk berbicara tentang profesi Software Engineer pada acara PHP Developers Day 2008 di PDII LIPI tanggal 19 Juni 2008 kemarin. Sebenarnya bingung juga mau ngomong apa :) . Karena yang ke arah technical sudah cukup diwakili om Luri, om Rama, om Irving, om Riyogarta dan om Risman, akhirnya saya putuskan untuk menarik proyeksi ke titik lebih tinggi, “nggedabrus” masalah yang lebih strategis, relatif abstrak dan mungkin buram alias nggak jelas … hehehe. Acara PHP Developers Day 2008 yang dibikin LIPI, IlmuKomputer.Com, dan Zend ini memang unik. Moderatornya nggak jelas karena dipegang om Hendro yang kadang ijin untuk ngurus kambingnya di luar :) , jadinya waktu bisa cepet or molor sesuai dengan mood pembicaranya … hehehe. Tapi yang pasti makanannya uenak, maknyus, jempol dua :)


March 24th, 2008

Menunggu Bill Gates Made in Indonesia

Majalah Gatra No 18 Tahun XIV edisi 13-19 Maret 2008 membuat ulasan dengan judul diatas dalam suplemen bernama TECHIE. Isinya sebagian merupakan hasil obrolan saya dan mbak Astari Yanuarti (wartawan Gatra) lewat telepon awal bulan Maret ini. Tema utamanya tentang industri software lokal dan aktifitas pengembangan software di Indonesia. Sebenarnya tema ini pernah saya ulas di artikel ini dan itu, termasuk didalamnya analisa laporan IDC dan Gartner berhubungan dengan professional software developer. Kalau ada yang tertarik untuk baca-baca, silakan klik dan download 6 halaman tulisan hasil scan majalah Gatra di bawah. Saya sengaja menunggu tanggal 19 maret 2008 alias masa terbitnya lewat, supaya tidak terkena komplen Gatra :)

romi-gatra0.jpg  romi-gatra1.jpg  romi-gatra2.jpg  romi-gatra3.jpg  romi-gatra4.jpg  romi-gatra5.jpg


February 13th, 2008

Asosiasi Pengembang Software Indonesia

sdlc.jpgApakah ada yang tertarik membuat asosiasi pengembang software yang orientasinya lebih ke peningkatan kualitas SDM pengembang software, pengembangan kurikulum standard supaya SDM kita bisa go internasional, koordinasi bisnis antar software house muda, atau kalau perlu bikin standard level CMM lokal, etc. Kebanyakan asosiasi software yang ada di Indonesia saat ini tidak menyentuh sisi ini dan lebih diorientasikan ke pengusaha dan bisnisnya, bukan di kualitas SDM dan karya pengembang. Di lain sisi, universitas juga tidak terlalu agresif memecahkan masalah ini karena dunia akademisi “kehilangan link” dengan dunia industri. Ini membawa implikasi ke dosen dan mahasiswa Indonesia yang tidak banyak berkesempatan bermain di industri praktis pengembangan software. 


December 9th, 2007

Inilah Pemenang Lomba Multimedia Pembelajaran 2007

mulimediapembelajaran.jpgSetelah melewati penjurian tahap pertama dan tahap terakhir, yang kemudian dilanjutkan dengan 4 hari workshop perbaikan karya multimedia pembelajaran. Akhirnya tanggal 4 desember 2007 kemarin diumumkanlah para pemenang lomba pembuatan multimedia pembelajaran 2007 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen atau dulu bernama Dikmenum), Depdiknas. Pemenang lomba terbagi menjadi empat urutan dengan jenis dan besar hadiah yaitu: EMAS (12 Juta Rupiah), PERAK (10 Juta Rupiah), PERUNGGU (8 Juta Rupiah)dan NOMINATOR (4 Juta Rupiah). Saya atas nama dewan juri lomba multimedia pembelajaran 2007 mengucapkan selamat kepada peserta (wakil sekolah) yang telah berhasil membawa pulang penghargaan. Siapa saja mereka dengan karya apa dan dari sekolah mana saja?


November 29th, 2007

90% Siswa Menyukai Multimedia Pembelajaran Saya!

Begitulah klaim salah satu peserta lomba pembuatan multimedia pembelajaran yang diselenggarakan oleh Dikmenum, Depdiknas. Kemarin adalah hari terakhir penjurian tahap akhir lomba, dimana peserta harus mempresentasikan karyanya masing-masing. Penjurian tahap akhir ini berorientasi ke konfirmasi seberapa jauh orisinalitas karya, teknik presentasi, penguasaan karya dan etika pengembangan karya. Banyak klaim yang bermunculan dari peserta, ada yang mengatakan bahwa 100% ini karya peserta, meskipun ternyata akhirnya menyatakan bahwa secara content (materi ajar) hanya 25% yang dibuat sendiri. Sedangkan secara software (sistem) masih banyak script, image, icon dan logo yang mengambil dari berbagai sumber. Saya memimpin penjurian untuk aspek rekayasa perangkat lunak, juri lain ada mas Hendro, pak Agung dan pak Bambang (aspek desain komunikasi visual), pak Chaeruddin dan pak Zuhdy (aspek pembelajaran).

penjurian4.jpg


November 8th, 2007

Local Content dan Daya Saing Bangsa

indonesia.pngTema diskusi menarik di Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2007 di Universitas Sanata Dharma, tanggal 7 Nopember 2007 kemarin. Kebetulan saya diminta untuk menjadi keynote speaker di seminar tersebut bersama pak Petrus (praktisi bisnis elektronika di Jogjakarta) dan pak Onno W Purbo. Pak Petrus dengan lugas menjelaskan perdjoeangan beliau mengembangkan berbagai produk elektronika yang dibuat di Indonesia dan berhasil masuk ke industri internasional. Saya sendiri menjelaskan local content (konten lokal) pada bidang Teknologi Informasi. Pak Onno sendiri tampil di sore harinya, beliau yang membawakan diskusi penutup, saya sudah balik ke Jakarta ketika beliau manggung ;)


March 24th, 2007

Kompetisi Software Bee-ICTA 2007

beeicta2007.jpgBee-ICTA alias Binus Information and Communication Technology Application adalah ajang internal Universitas Bina Nusantara (Binus) untuk mencari bibit unggul pengembang aplikasi software dari mahasiswa-mahasiwanya. Namanya mirip dengan APICTA (Asia Pacific ICT Application)? Ya karena salah satu tujuannya juga untuk mempersiapkan diri mengikuti perlombaan APICTA baik tingkat nasional maupun internasional. Jujur saja, tidak banyak universitas di Indonesia (baik negeri atau swasta) yang menseriusi berbagai ajang kompetisi programming dan pengembangan aplikasi software seperti APICTA atau ACM Programming Contest. Padahal event-event semacam ini bisa dimanfaatkan untuk mengkader programmer-programmer muda kita dan sekaligus dapat menjadi image branding yang baik untuk Indonesia. Efek positif berikutnya adalah ke arah pengakuan komunitas internasional terhadap SDM-SDM IT Indonesia, otomatis ini merembet ke terbukanya dunia kerja internasional untuk SDM Indonesia.


March 16th, 2007

Kualitas dan Peluang Industri Software Lokal

Akhir pekan kemarin benar-benar penuh. Setelah hari Sabtunya ngisi Seminar Mou Microsoft di Unpad, Minggunya rapat pembuatan Guideline untuk Quality Assurance di Open and Distance Learning Seamolec, hari Seninnya sudah ditunggu di Auditorium PLN Pusat untuk mengisi seminar bertajuk The Development of Software Project in Indonesia yang diselenggarakan oleh teman-teman HIMAKA (Himpunan Mahasiswa Informatika) STT PLN. Saya harus beri applaus ke teman-teman STT PLN karena cukup profesional dalam penyelenggaraan seminar. Dimulai dari pre-seminar, dimana jauh-jauh hari (bahkan 3 bulan sebelumnya) pembicara sudah dikontak kesediaanya untuk menjadi pembicara. Proposal lengkap beserta tema besar, targeting, audiense sudah diinformasikan ke pembicara sehingga kita bisa menyiapkan materi yang pas. Pemilihan tema yang menarik dan juga pembicara yang dipilih lengkap dari kalangan ABG (Academy, Business, Government), sehingga diskusi cukup variatif dan mengalir terarah. Diskusi semakin menarik karena dimoderatori oleh mas Sony AK, om kutu loncat yang sejak transmigrasi ke Jakarta 2 tahun lalu sudah berpindah ke berbagai perusahaaan IT :)

sdlc.jpg


November 5th, 2006

Industri Software Lokal (Catatan Diskusi Metro TV)

Setelah sebelumnya diundang pak Djanjan (produser acara eLifeStyle Metro TV) untuk membawakan tema eLearning (6 Agustus 2005) dan Radio Internet (4 Pebruari 2006), saya kembali mengisi acara eLifeStyle Metro TV untuk tema industri software lokal, pada hari Sabtu tanggal 4 Nopember 2006. Kali ini saya diundang berdiskusi bersama pak Jarot Subiantoro (Ketua Aspiluki), dengan pemandu acara adalah mbak Meutia Hafidz.

romi-elifestyle-industrisoftware.jpg


June 23rd, 2006

Aspek Rekayasa Perangkat Lunak dalam Media Pembelajaran

“Waduh kok softwarenya nggak mau jalan …”
“Lho kok proses instalasinya sulit sekali …”

Itu mungkin keluhan yang sering kita dengar ketika kita menggunakan sebuah software atau perangkat lunak di komputer kita. Dan bukan sesuatu yang mustahil, kemungkinan besar terjadi juga di perangkat lunak media pembelajaran yang kita kembangkan. Jangan dilupakan bahwa media pembelajaran yang terdiri dari media presentasi pembelajaran (alat batu guru untuk mengajar) dan software pembelajaran mandiri (alat bantu siswa belajar mandiri) adalah juga suatu perangkat lunak. Baik tidaknya sebuah perangkat lunak, biasanya menunjukkan bagaimana kualitas perangkat lunak tersebut, hal ini sudah kita kupas tuntas di artikel tentang pengukuran perangkat lunak. Nah, media pembelajaran yang baik adalah yang memenuhi parameter-parameter berdasarkan disiplin ilmu rekayasa perangkat lunak, seperti pada contoh diatas (efisiensi, reliabilitas, usabilitas, dsb).


June 21st, 2006

Aspek dan Kriteria Penilaian Media Pembelajaran

Diskusi menarik terjadi di acara penyusunan kriteria penilaian lomba pembuatan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk SMA dan sederajat yang diselenggarakan Dikmenum. Tujuan diskusi sebenarnya adalah menentukan aspek dan kriteria apa yang akan digunakan untuk menilai sebuah media pembelajaran. Dalam bidang rekayasa perangkat lunak sebenarnya sudah ada teknik pengukuran perangkat lunak yang telah saya bahas di artikel sebelumnya. Tapi karena media pembelajaran termasuk jenis perangkat lunak yang melingkupi berbagai disiplin ilmu (pembelajaran, desain, komunikasi, dsb), maka pendapat dari berbagai domain expert menjadi wacana yang menyegarkan.


June 5th, 2006

Teknik Pengukuran Kualitas Perangkat Lunak

qualitysoftware.gifDeras masuknya produk perangkat lunak dari luar negeri di satu sisi menguntungkan pengguna karena banyaknya pilihan produk dan harga. Namun di sisi lain cukup mengkhawatirkan karena di Indonesia tidak ada institusi yang secara aktif bertugas membuat standard dalam pengukuran kualitas perangkat lunak yang masuk ke Indonesia. Demikian juga dengan produk-produk perangkat lunak lokal, tentu akan semakin meningkat daya saing internasionalnya apabila pengembang dan software house di Indonesia mulai memperhatikan masalah kualitas perangkat lunak ini.


May 30th, 2006

Meluruskan Salah Kaprah Rekayasa Perangkat Lunak

classdiagram.jpgRekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering), sedikit mengalami pergeseran makna di realita dunia industri, bisnis, pendidikan maupun kurikulum Teknologi Informasi (TI) di tanah air. Di industri, para tester, debugger dan programmer sering salah kaprah menyandang gelar Software Engineer. SMK di Indonesia juga latah dengan membuka jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, meskipun secara kurikulum hanya mengajari bahasa C atau Pascal (mungkin lebih pas disebut jurusan pemrograman komputer) ;) Tulisan ini berusaha meluruskan salah kaprah yang terjadi tentang Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering) berdasarkan kesepakatan, acuan, dan standard yang ada di dunia internasional.


April 29th, 2006

Menyegarkan Kembali Pemahaman tentang Requirement Engineering

usecase.gifRequirements engineering adalah fase terdepan dari proses rekayasa perangkat lunak (software engineering), dimana software requirements (kebutuhan) dari user (pengguna) dan customer (pelanggan) dikumpulkan, dipahami dan ditetapkan. Para pakar software engineering sepakat bahwa requirements engineering adalah suatu pekerjaan yang sangat penting. Fakta membuktikan bahwa kebanyakan kegagalan pengembangan software disebabkan karena adaya ketidakkonsistenan (inconsistent), ketidaklengkapan (incomplete), maupun ketidakbenaran (incorrect) dari requirements specification (spesifikasi kebutuhan).