Memilih Sistem e-Learning Berbasis Open Source
by Romi Satria Wahono
Setelah berpusing-pusing ria dengan definisi dan terminologi e-Learning, kali ini kita akan membahas komponen e-Learning terutama berhubungan dengan pengembangan sistem Learning Management System (LMS). Sering disebut LMS ini disebut dengan dengan platform e-Learning atau Learning Content Management System (LCMS). Intinya LMS adalah aplikasi yang mengotomasi dan mem-virtualisasi proses belajar mengajar secara elektronik. Memilih LMS jujur saja gampang-gampang susah, karena banyak faktor yang harus kita perhatikan. Kita bahas yuk gimana teknik memilih LMS yang baik, tentunya yang berbasis open source
LMS secara umum memiliki fitur-fitur standard pembelajaran elektronik antara lain:
- Fitur Kelengkapan Belajar Mengajar: Daftar Mata Kuliah dan Kategorinya, Silabus Mata Kuliah, Materi Kuliah (Berbasis Text atau Multimedia), Daftar Referensi atau Bahan Bacaan
- Fitur Diskusi dan Komunikasi: Forum Diskusi atau Mailing List, Instant Messenger untuk Komunikasi Realtime, Papan Pengumuman, Porfil dan Kontak Instruktur, File and Directory Sharing
- Fitur Ujian dan Penugasan: Ujian Online (Exam), Tugas Mandiri (Assignment), Rapor dan Penilaian
LMS PROPRIETARY DAN OPEN SOURCE
Ok lha terus LMS ini dapatnya dari mana? Instalasinya seperti apa? Dan apakah gratis atau berbayar?
Sabar
Seperti juga aplikasi lainnya, LMS ada yang bersifat proprietary software dan ada yang open source. Yang proprietary diantaranya adalah seperti di bawah. Meskipun saya yakin teman-teman sekalian nggak nafsu untuk gunakan
- Saba Software (http://www.saba.com)
- Apex Learning (http://www.apexlearning.com)
- Blackboard (http://www.blackboard.com)
- IntraLearn (http://intralearn.com)
- SAP Enterprise Learning (http://www.sap.com/solutions/business-suite/erp/hcm/learningsolution/index.epx)
Sedangkan LMS yang open source diantaranya adalah:
- ATutor (http://www.atutor.ca)
- Dokeos (http://www.dokeos.com)
- dotLRN (http://dotlrn.org)
- Freestyle Learning (http://www.freestyle-learning.de)
- ILIAS (http://www.ilias.uni-koeln.de)
- LON-CAPA (http://www.lon-capa.org)
- Moodle (http://moodle.org)
- OpenACS (http://openacs.org)
- OpenUSS (http://openuss.sourceforge.net/openuss)
- Sakai (http://www.sakaiproject.org)
- Spaghetti Learning (http://www.spaghettilearning.com/)
PILIH LMS YANG MANA?
Ok banyak banget daftar aplikasi LMS-nya
Harus pilih yang mana nih? Pada hakekatnya pemilihan LMS disesuaikan dengan kebutuhan dan business process yang ada di sekolah dan universitas masing-masing. Yang fiturnya terlalu sederhana mungkin nggak pas untuk sekolah dan universitas yang ingin menerapkan e-Learning secara penuh. Di lain pihak LMS yang kompleks dan fiturnya banyak belum tentu sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Beberapa sekolah dan universitas bahkan ada yang tercukupi hanya dengan menggunakan CMS blog semacam wordpress
Sekali lagi jangan mengejar teknologi, kejarlah solusi untuk memecahkan masalah yang ada.
Menarik mempelajari hasil penelitian dari Sabine Graf dan Beate List [Graf, 2005] yang dibiayai oleh European Social Fund (ESF) tentang evaluasi dan komparasi LMS berbasis open source. Graf menggunakan satu metode evaluasi produk software bernama QWS (Qualitative Weight and Sum). QWS menghitung bobot (weight) menggunakan enam simbol kualitatif berdasarkan tingkat kepentingannya (importance level). Simbol-simbol kalau diurutkan dari yang paling penting: E (Essential), * (Extremely Valuable), # (Very Valuable), + (Valuable), | (Marginally Valuable), 0 (Not Valuable). QWS memungkinkan kita menetapkan maximum value sendiri, jadi tidak harus “E (Essential)” yang paling tinggi, bisa juga “# (Very Valuable)” misalnya. Sistem pengukuran kualitas software seperti Graf ini adalah berdasarkan “Product” dan bukan “Process“. Oh ya, saya juga pernah membahas masalah pengukuran kualitas software secara lengkap di artikel berjudul “Teknik Pengukuran Kualitas Perangkat Lunak“Â
Bagian apa saja yang dievaluasi oleh Graf? Ada 8 kategori yang dievaluasi yaitu: Communication Tools, Learning Objects, Management of User Data, Usability, Adaptation, Tehnical Aspect, Administration dan Course Management. Masing-masing kategori memiliki subkategori, misalnya di Communication Tools akan dilihat fitur Forum, Char, Mail/Message, Announcements, Conferences, Collaboration, dan Synchronous/Asynchronous Tools. Subkategori lain bisa dilihat dari gambar di bawah.
Ok bagaimana hasilnya? Lengkapnya di gambar dibawah (klik untuk memperbesar). Secara umum Moodle boleh dikatakan merajai kompetisi ini, unggul terutama di kategori Communication Tools, Learning Objects, Management of User Data, Usability, dan Adaptation. ILIAS dan Dokeos di urutan kedua dan ketiga, sedangkan urutan keempat adalah Atutor, LON-CAPA, Spaghettilearning dan Open USS. Sakai dan dotLRN ada di posisi terakhir.
![]()
Komparasi dan Evaluasi LMS Open Source (Source: [Graf, 2005])
Harus diakui bahwa Moodle termasuk yang terbaik secara kelengkapan fitur dibandingkan dengan software LMS lain. Tercatat lebih dari tiga puluh ribu institusi pendidikan menggunakan Moodle sebagai engine dasar LMS mereka. Termasuk sebagian besar Sekolah dan Universitas di Indonesia menggunakan Moodle. Salah satu yang menarik di Moodle adalah proses customization yang relatif tidak merepotkan, bahkan meskipun kita tidak memahami skill pemrograman dengan baik. Template dan theme yang disediakan Moodle juga banyak, dan mendukung 40 bahasa termasuk bahasa Indonesia. Fitur “Lesson” Moodle juga menarik dan tidak ada di LMS lain. Fitur “Lesson” ini memungkinkan mengarahkan siswa dan peserta e-Learning diarahkan secara otomatis ke halaman lain sesuai dengan jawaban dari pertanyaan di suatu halaman. Salah satu kendala Moodle adalah penuhnya fitur yang diembed ke Moodle membuat time executionnya jadi tinggi, alias sangat berat dijalankan
Kendala kecil lainnya misalnya error blank screen pada saat instalasi seperti yang pernah saya tulis di artikel ini.
Untuk keperluan e-Learning yang high traffic dan tidak memerlukan fitur e-Learning yang kompleks, saya merekomendasikan LMS lain seperti ILIAS, Dokeos atau Atutor. Saya menggunakan Atutor untuk e-Learning Braintutor dan terbukti handal mengelola puluhan ribu user dengan tingkat akses yang sangat tinggi. Atutor juga menarik diterapkan ke e-Learning perusahaan yang lebih mementingkan efisiensi pengaksesan LMS, user-friendly dan pemahaman terhadap bahan ajar daripada fitur chat, forum, tracking pengguna, dsb. Atutor jg termasuk pioneer dalam mengadopsi berbagai standard e-Learning. Disamping mengadopsi standard W3C WCAG, secara pemaketan konten juga memenuhi standard IMS/SCORM Content Packaging Specifications. Sebagai informasi, saat ini Moodle juga sudah mengadopsi standard SCORM di enginenya.
Bagaimanapun juga pilihan akhir ada di kita, pertimbangkan kebutuhan dan kultur sekolah dan universitas kita, sebelum memutuskan LMS mana yang mau dipakai. Ujicoba dengan berbagai LMS menarik dilakukan untuk melihat mana yang menurut kita pas. Tidak semua e-Learning yang saya implementasikan untuk berbagai sekolah, universitas dan perusahaan menggunakan engine Moodle, tapi kadang juga Atutor, ILIAS, Dokeos dan bahkan dotLRN.
STANDARISASI LMS
Dengan semakin banyaknya vendor mengembangkan LMS beserta kontennya, timbul suatu kebutuhan untuk menyusun standard sehingga meningkatkan interoperabilitas dan kerjasama antar vendor. Perjalanan pembuatan standard dalam eLearning sebenarnya sudah dimulai sejak era tahun 1988, dan mulai terimplementasikan dengan baik di era tahun 2000 keatas. Beberapa organisasi dan konsorsium yang mengeluarkan standard dalam dunia eLearning adalah:
- Advanced Distributed Learning (ADL) (http://adlnet.org)
- Aviation Industry CBT Committee (AICC) (http://aicc.org)
- IEEE Learning Technology Standards Committee (IEEE LTSC) (http://ltsc.ieee.org)
- IMS Global Consortium (IMS) (http://imsproject.org)
Salah satu standard yang diterima banyak pihak adalah yang dikeluarkan ADL, yaitu Shareable Content Object Reference Model (SCORM). Spesifikasi SCORM mengkombinasikan elemen-elemen dari spesifikasi standard yang dikeluarkan oleh IEEE, AICC dan IMS. SCORM memungkinkan pengembang dan penyedia konten eLearning lebih konsisten dan mudah dalam implementasi karena sifat SCORM yang reusable. Standard SCORM berkembang dari versi SCORM 1.0, SCORM 1.1, SCORM 1.2, SCORM 2004. Saat ini sudah banyak Learning Management System (LMS) yang mendukung SCORM, termasuk didalamnya adalah aTutor dan Moodle untuk yang opensource, dan intraLearn untuk produk komersial. Dengan SCORM memungkinkan kita melakukan import dan export konten (bahan ajar) yang sudah kita buat di sebuah LMS ke LMS lain dengan mudah.
REFERENSIÂ
- Sabine Graf and Beate List, An Evaluation of Open Source E-Learning Platforms Stressing Adaptation Issues, 2005

Related Articles
- Menang di e-Learning Award 2008 Kategori Blog Edukatif
- Kebebasan Yang Membebaskan
- e-Learning Award 2006 dari Depdiknas
- Hermawan Kartajaya dan Marketing Open Source
- Solusi Masalah Blank Page Pada Instalasi Moodle
- Penerapan e-Learning dengan Model Motivasi Komunitas
- Teknik Pencarian Efektif dengan Google
- Meluruskan Salah Kaprah Tentang e-Learning
- Smart Teacher: Kompetisi untuk Para Guru
- IlmuKomputer.Com Learning Network
- Membangun Sendiri Radio Internet
- IlmuKomputer.Com Goes Blog
- Romi Satria Wahono eUniversity
- Teknik Pengukuran Kualitas Perangkat Lunak
- Teknik Menerima Pembayaran Lewat Internet
- Membangun Radio Internet dengan Listen2MyRadio.Com
- Kaleidoskop Kegiatan 2007
- Paypal.Com Masuk Indonesia
- Optimisasi WordPress di Server Traffic Tinggi
- Teknik Bundling Program PHP dalam CD





















































































January 24th, 2008 at 12:26
Wah panduan Yang luamayan lengkap, Keren
January 24th, 2008 at 12:27
Lgho kok nggak muncul commentnya
January 24th, 2008 at 12:40
#Arrohwany: moderasi mas untuk komentator baru, setelah ini diapprove langsung bisa masuk kok
January 24th, 2008 at 12:43
Thanks infonya, Pak!
*bergegas instal Moodle di hosting*
January 24th, 2008 at 12:47
Terimakasih infonya Mas, sangat berguna.
Saya udah coba juga membundle moodle dan atutor ke dalam CD, ternyata dapat sebagai media belajar walaupun tidak ada internet atau LAN.
Teknik bundlingnya saya dapat dari artikel mas Romi tentang Bundling.., Sekali lagi terimakasih banyak.
Mas, tolong dibahas juga mengenai teknik membuat content LMS yang menarik dan freeware yang dapat untuk membuat content yang menarik untuk LMS. Soalnya LMS saya banyaknya kontent yang berupa file text aja, jadi kurang menarik.
January 24th, 2008 at 12:56
Ggal comment terus
January 24th, 2008 at 15:32
#Pak Romi: Ok coba analisa permasalahan di kampusnya apa. Intinya MENGAPA kita harus bangun e-Learning itu yang faktor signifikan sebelum bikin TA
Sulit juga sih tetapi kebanyakan dari kami yang mengambil dari program D2 TI ke program Politeknik D3 sebagian besar sudah bekerja jadi kuliah untuk D3 untuk regular di lakukan pada malam hari dari ba`da magrib sampai setengah sembilan sedangkan yang tidak bisa perkuliahan regular bisa di lakukan pada hari sabtu minggu tetapi kebanyakan dari kami banyak yang tertinggal materi mata perkuliahan karena faktor waktu kerja dan lokasi kalau saya sih peduli dengan mata kuliah karena saya bayar kuliah dengan hasil kerja saya ga tau kalau teman-teman saya pemikirannya
Intinya kebanyakan dari kami cuma sekedar datang ke kampus ketemu sama temen kampus, ngobrol ngomongin unek-uneknya selama kerja curhat masalah pekerjaan gitu
trus belajar mata kuliah yang ga tau di pelajari karena udah cape abis pulang kerja di suruh belajar, trus pulang begitu saja.
Jadi intinya setelah kuliah nanti saya ingin jadi manusia yang berguna seperti Pak Romi
ilmu yang saya dapet di kuliah bisa saya terapkan jadi ga hanya membawa gelar, karena image di Indonesia pangkat tuh di hargai untuk menunjang karir
Emang susah kalau fasilitas pendidikan tidak di dukung oleh pemerintah misalnya internet yang masih di kenakan biaya yang relatif masih mahal
Padahal itu salah satu faktor pendukung e-learning wong orang pengen tau dunia informasi seperti apa qo masih di sendat-sendat
maap Pak pemikirannya agak kritis kalau ga begini saya ga bakalan dewasa
Kira-kira bisa di jadikan rujukan untuk TA saya mumpung masih ada waktu 8 bulan lagi
Terima Kasih Pak
-Bayu-
January 24th, 2008 at 16:19
#Zulharman: Mudah-mudahan nanti semua komponen e-Learning bisa saya jelaskan di sini
#Arrohwany: Ada comment lain selain yang sudah muncul? Sebab di akismet nggak ada tuh
#Bayu: Ok great, kayaknya itu bisa jadi masalah penelitian
January 25th, 2008 at 9:17
Sudah pernah kembangkan dengan moodle.. lagi-lagi masalah pada knowledge sharing (pengajar malas isi content)..sebenarnya kalau buat e-learning opensource waktu pilih hosting yang dilengkapi fantastico cpanel dah ada moodle dkk. tinggal lheb (eh .. klik) instal langsung jadi..
numpang tanya pak :
1.terus kalau topik penelilitian elearning yang menarik akhir-akhir ini apa ya pak ?
2.login braintutornya gratis ya pak?
January 25th, 2008 at 10:28
Bener nih Pak
Oyeeeeeeeeeee……
Kira-kira mulainya dari mana yah Pak
~_~!
Sebelum Pak Romi membuat e-learning, hal-hal apa sih yang pertama kali di lakukan padahal permasalahnya sudah di temukan. Apakah harus mempelajari Kurikulum semua mata kuliah dari setiap Jurusan yang ada di kampus. kira-kira persiapannya seperti apa yah ?
Menurut data penelitian yang dipublished di berbagai jurnal, banyak implementasi eLearning gagal karena masalah requirement (kebutuhan) yang tidak sesuai dan juga human factor (beratnya perubahan kultur kerja).
Makin Puyeng ~_~!
Mohon Di bimbing Pak Dosen kalau perlu saya datang ke rumah Bapak deh mumpung saya
January 25th, 2008 at 10:36
Tinggal Di Bekasi
qo ga keluar yah Bekasinya ~_~!
Comment ini di hapus saja
Terima Kasih
-Bayu-
January 25th, 2008 at 11:12
Dalam dunia e-learning istilah yang paling saya ngga ngerti tuh istilah SCORM. pusiiinggg…
January 25th, 2008 at 14:36
#Bambang: Padahal SCORM itu cuman berbicara masalah formating content … hehehe. Kayak header email seperti itu. Hanya ini untuk e-Learning content.
January 26th, 2008 at 11:28
setuju dengan zeitgeist, sering kali kita dah pusing-pusing nyiapin LMS, tapi pengajar malah males mo ngisi contentnya.
Gimana neh pak romi solusinya
Selamat berdjoeang dan tetap semangat
January 26th, 2008 at 12:00
#Cakbud: hehehe ya ini yang saya sebut masalahnya bukan di teknologi, tapi di manusianya
January 28th, 2008 at 19:21
great topic,
saya juga telah mengimplementasikan elearning untuk perusahaan saya. Dan ternyata mendapat sambutan positif dari pihak manajemen. Apalagi dengan LMS yang bersifat opensource menjadi sumber daya yang murah tapi bisa bermanfaat buat perusahaan.
January 28th, 2008 at 21:43
wah saya baru tau, ternyata ada juga ya cms untuk e-learning. hmm, discovering dulu ahhh..
terima kasih pak romi atas artikelnya..
February 3rd, 2008 at 12:46
pak Romi, saya butuh bantuan tentang Moodle, ada nggak ya use case diagram moodle? dimana saya bisa cari UML diagram buat moodle? atau gimana caranya buat UML dari kode php…pake tool apa?…terima kasih…
February 23rd, 2008 at 7:21
[...] Memilih Sistem e-Learning Berbasis Open Source [...]
February 23rd, 2008 at 17:32
assalamu alaikum wr.wb.
bener pak…
ternyata hanya pake wordpress ato blogger aja sudah cukup.
di sekolah kita lagi demam buat blog, pak…
mulanya siswa buat blog dan friendsteran. eee… guru-guru juga mulai tertarik buat blog. yg bingung kita di TIM IT, mau diajarkan buat blog sendiri-sendiri ato disatukan dlm satu blog / web. Lha kalo guru-guru buat sendiri-sendiri, trus kita juga mesti buat network antar blog…
kesannya nggak ada integrasi sistem…
tapi ada sisi positifnya pak…
guru-guru lebih familier pake’ blog, dibanding pake’ yg sdh terintegrasi. guru bertanggung-jawab atas blognya sendiri.
dan yang terpenting mulai ada minat menggunakan pembelajaran berbasis ITC…
maturnuwun
wassalam.
April 3rd, 2008 at 9:59
[...] Materi saya gabungan dari beberapa artikel yang sudah saya tulis di sini dan di sana. Saya mengisi bareng mas Tosa dan pak Rusmanto sebenarnya. Hanya pak Rusmanto sepertinya ada acara mendadak di Surabaya. Mas Tosa memberikan materi tentang teknik membangun eLearning dengan opensource (Moodle). Diskusi dan pertanyaan kebanyakan di seputar masalah keengganan pengajar (guru, dosen) untuk sharing materi di eLearning system yang sudah dibangun, masalah eLearning yang belum ada peraturan dari pemerintah, atau sekitar bagaimana teknik meningkatkan motivasi pengguna supaya mau menggunakan eLearning. [...]
April 14th, 2008 at 16:40
Assalamualaikum
Salam kenal..
Mas, contoh dari SCORM seperti apa? berbentuk file ya? ada contohnya?
syukron
April 14th, 2008 at 19:16
#Asep: Install LMS (misal moodle), buat contentnya, nanti export as SCORM. Nah itu dia content berstandard scorm
Kalau mau lihat contohnya ada di atutor.ca, lihat sample modulenya.
April 15th, 2008 at 9:57
bermanfaat sekali site anda, saya akan hub anda lagi
April 19th, 2008 at 21:56
Saya tengah membuat suatu pelatihan interaktif dengan menggunakan software multimedia, tetapi ketika ingin mengumpulkan data ditanyakan pilihan pengumpulan data dengan menggunakan SCROM dan dinyatakan membutuhkan aplikasi berbasis LMS…mohon diterangkan maksudnya pak…rencananya saya akan memberikan pelatihan ini kepada rekan sekerja di politeknik dan guru smu sederajat….terima kasih pak atas bantuannya
May 15th, 2008 at 22:49
Mas Romi,
Kami sedang cari programmer yang bisa set up moodle, kira2 bisa dibantu enggak mas
Thanks
Rudi
0813 213 82 162
May 16th, 2008 at 15:07
aslmwrwb
pak Romi, kampus saya pake Claroline (opensource juga)
sederhana, namun cukup baik dgn di ubah-ubah dikit.
Coba pak Romi review, kira2 ok ga pak.
Moodle memang bener cukup berat sih,
dgn ukuran file yang besar karena fiturnya juga banyak bagt yg akadang membuat pemula pusing duluan.
apalagi untuk (ssekolah2) daerah yg ifrastrukturnya masih nyicil.
trims pak
+62 856 951 982 16
May 19th, 2008 at 12:30
Asslm. Wr. Wb
Apa bedanya CMS dengan web template, khan sama-sama hanya comot kemudian di edit, trus apa boleh/mungkin kalo kita pake cms/lcms yang sudah jadi (misalnya:moodle) jadi topik TA kita?
maaf masih newbie
June 2nd, 2008 at 17:39
Pak Romi,
saya bekerja di salah satu perguruan tinggi, sejak tahun lalu saya diberikan kepercayaan untuk membuat e-learning.
Sudah saya buat dengan menggunakan moodle dan sudah dilaksanakan training untuk dosen-dosen, namun setelah training dosen2 hanya 1 atau 2 orang yang mau menggunakan.
Mohon saran bapak untuk kondisi yang saya ceritakan?
Terimakasih.
June 27th, 2008 at 10:07
wah pak romi hebat nech panduannya saya juga sedang dipercayamembangun elearning
Kami di Bimbel LCC Rawamangun juga sedang membangun sistem bimbel berbasis IT.
jadi semua siswa selain dapat bimbingan dari tutor bimbel juga bisa melalui internet, sms, phone.
Saya harap pak romi mau berbaik hati untuk memberikan panduan untuk memodifikasi LMS opensource sehingga tidak terkesan website yang membosankan tetapi menarik perhatian siswa kami.
Terima KAsih
Guntoro Budhi Kusumo
IT/ ASS. LAb
LCC RAWAMANGUN
Jl. Balai Pustaka Timur Blok B22
No. 39 Rawamangun Jkt. 13220
Tlp: (021) 47869635
http://www.LCC-PTC.com
July 10th, 2008 at 11:30
Nih Pak Romi, kami share LMS yg mengklaim lebih bagus dari semua LMS open source yg sudah bapak sebutkan di atas, baik dari segi performance, feature maupun kemudahannya. Kalau Moodle cuma untuk Small University, Docebo ini untuk Big University atau Goverment.
http://www.docebo.org/doceboCms/index.php?mn=docs&op=docs&pi=5_4&folder=12
July 15th, 2008 at 8:30
maaf pak OOT, cuma mo tanya plugins untuk calendar di My Schedule itu apa ya Pak. terima kasih…
July 30th, 2008 at 10:53
asm, bang romi…
apakah di moodle ada sistem absensi terhadap pengunjungnya?begini saya mencoba membangun e-learning untuk sebuah kampus dengan tujuan sebagai TA saya.apakah dengan moodle dapat menyelesaikan sistem2 yang ada pada kampus? seperti absensi, ujian, hingga tentang pembayaran administrasi perkuliahan. txz
August 3rd, 2008 at 20:46
[...] Ulasan "Komprehensif" dari Pak Romi Selengkapnya di Memilih Sistem e-Learning Berbasis Open Source LMS PROPRIETARY DAN OPEN SOURCE Ok lha terus LMS ini dapatnya dari mana? Instalasinya seperti apa? Dan apakah gratis atau berbayar? Sabar Seperti juga aplikasi lainnya, LMS ada yang bersifat proprietary software dan ada yang open source. Yang proprietary diantaranya adalah seperti di bawah. Meskipun saya yakin teman-teman sekalian nggak nafsu untuk gunakan * Saba Software (Saba – Strategic Human Capital Management Solutions for Enterprise and Midsize Organizations) * Apex Learning (Apex Learning – Providing Digital Curriculum for Differentiated Instruction) * Blackboard (Blackboard » Educate. Innovate. Everywhere.) * IntraLearn (IntraLearn Software: elearning software and Learning Management System (LMS)) * SAP Enterprise Learning (SAP – SAP Enterprise Learning: Your Enterprise Learning Platform) Sedangkan LMS yang open source diantaranya adalah: * ATutor (ATutor Learning Content Management System: Information:) * Dokeos (dokeos | The open source e-learning suite) * dotLRN (.LRN Home) * Freestyle Learning (http://www.freestyle-learning.de) * ILIAS (E-Learning an der Universität zu Köln) * LON-CAPA (The LearningOnline Network with CAPA) * Moodle (Moodle – A Free, Open Source Course Management System for Online Learning) * OpenACS (OpenACS Home) * OpenUSS (OpenUSS) * Sakai (sakaiproject.org) * Spaghetti Learning (Piattaforma open source scorm e-learning lms) [...]
August 4th, 2008 at 12:59
[...] Originally Posted by namain Selengkapnya di Memilih Sistem e-Learning Berbasis Open Source LMS PROPRIETARY DAN OPEN SOURCE Ok lha terus LMS ini dapatnya dari mana? Instalasinya seperti apa? Dan apakah gratis atau berbayar? Sabar Seperti juga aplikasi lainnya, LMS ada yang bersifat proprietary software dan ada yang open source. Yang proprietary diantaranya adalah seperti di bawah. Meskipun saya yakin teman-teman sekalian nggak nafsu untuk gunakan * Saba Software (Saba – Strategic Human Capital Management Solutions for Enterprise and Midsize Organizations) * Apex Learning (Apex Learning – Providing Digital Curriculum for Differentiated Instruction) * Blackboard (Blackboard » Educate. Innovate. Everywhere.) * IntraLearn (IntraLearn Software: elearning software and Learning Management System (LMS)) * SAP Enterprise Learning (SAP – SAP Enterprise Learning: Your Enterprise Learning Platform) Sedangkan LMS yang open source diantaranya adalah: * ATutor (ATutor Learning Content Management System: Information:) * Dokeos (dokeos | The open source e-learning suite) * dotLRN (.LRN Home) * Freestyle Learning (http://www.freestyle-learning.de) * ILIAS (E-Learning an der Universität zu Köln) * LON-CAPA (The LearningOnline Network with CAPA) * Moodle (Moodle – A Free, Open Source Course Management System for Online Learning) * OpenACS (OpenACS Home) * OpenUSS (OpenUSS) * Sakai (sakaiproject.org) * Spaghetti Learning (Piattaforma open source scorm e-learning lms) Informatif banget mas, lumayan buat OTODIDAK. hehe… [...]
September 2nd, 2008 at 11:30
Bos, boleh minta tutorial untuk ATUTOR nya. Sekalian coding untuk edit Interface ATUTOR nya. Matur Nuwun Sebelumnya Bos
September 8th, 2008 at 22:12
[...] Sudah beberapa bulan ini saya mencoba memanfaatkan sistem eLearning untuk mendukung aktifitas pengajaran yang saya lakukan di kampus. Engine LMS-nya saya pilih Moodle dan fitur utama yang saya gunakan adalah pengelolaan data mahasiswa, pendistribusian bahan ajar/referensi, pemberian ujian/tugas dan penilaiannya. Penggunanya saya batasi hanya untuk mahasiswa yang memang sedang mengikuti mata kuliah saya di beberapa kampus baik Jakarta maupun Semarang. Menariknya, akhirnya banyak permintaan dari pengunjung RomiSatriaWahono.Net yang tertarik untuk mencoba ikutan Pada sistem eLearning yang saya beri nama Romi Satria Wahono eUniversity ini, siapapun diperbolehkan untuk mendaftar, mengakses, mengikuti dan mendownload secara gratis berbagai bahan ajar yang saya gunakan di berbagai kampus. [...]
September 15th, 2008 at 16:43
Wah, informasi yang menarik, Pak.
Mungkin bisa diterpakan di sekolah saya.
Terima kasih atas infonya.
September 24th, 2008 at 12:51
pak, wah…kebetulan banget saya lagi pusing mikirin LMS..
menurut bapak kalau saya coba bangun LMS sendiri terlalu sulit ga sih pak?
karena jujur saya kemampuan web programming saya masih di bawah rata2…
tapi saya mengajukan skripsi tentang web based learning. Saya sengaja tidak pakai moodle, karena saya melihat banyak orang yang masih bingung mengorganisasikan moodlenya (mereka yang seharusnya jadi tutor dalam mata pelajaran/pelatihan yang di e-learning kan)
jadi niat saya ingin bikin LMS sendiri yang lebih sederhana…
tapi koq akhirnya saya malah putus asa ya pak? untuk ganti judul saya merasa tidak mungkin karena saya melakukan penelitian di salah satu lembaga pendidikan terbuka (loh koq saya malah curhat?)
inti pertanyaannya…(haduh…) mungkin ga ya pak, seorang newbie sejenis saya membuat LMS?
terima kasih sebelumnya pak^^
September 30th, 2008 at 11:43
mas mau tanya saya perna baca ATutor dan Joomla bisa digabungin…..
bagaimana caranya??????
dan ATutor versi berapa dan Joomla versi berapa yang dapat digabungkan???????
…….
mohon mas bantuannya karena itu judul skripsi saya…..
terimakasi banyak ya mas sebelumnya……
…..
alvin_468@yahoo.co.id or alvin.468@gmail.com
October 24th, 2008 at 15:13
p dosen, saya pengin sekali membangun moodle di tempat kerja dengan basis intranet. udah beberapa kali ngoprek tapi belum maksimal. ampe sekarang mo ganti kata kursus dengan diklat belon bisa, juga pendaftaran online dan quiz.
mohon bantuan artike/e-book step by step ngoprek moodle. please tolong. dan kepada para pahlawan/pejuang/relawan mohon sharing ilmunya.
mimpi saya sangat tinggi ttg hal itu, sampe beberapa kali kebawa tidur.
November 1st, 2008 at 11:59
Artikelnya luar biasa berguna bagi saya. Terimakasih.
December 17th, 2008 at 11:31
Pak romi bagaimana membuat single sign on di claroline?.
Aku punya masalah, aku pingin webku pake PHP yang dah jadi bisa terintegrasi dengan claroline
December 18th, 2008 at 10:59
Aslm…
Pak Romi, saya mau bertanya soal moodle, saya masih awam tentang moodle. tampilan di moodle saya jadi blank setelah login, tidak ada pesan error yang muncul. kira-kira apanya ya pak Romi. Mohon bantuanya ya pak atau ada temen-teman yg pernah mengalami hal seperti ini mohon bantuannya. Terimakasih Banyak.
wslm…
December 19th, 2008 at 10:52
assalamu’alaikum
Pak Romi, saya mengalami masalah pada tampilan moodle. ketika instalasi sudah berhasil dan berjalan. ketika saya masuk login dan setelah saya masukkan user dan passwordmya dan saya klik login tetapi setelah masuk tampilanya berubah blank. kira2 yang bermasalah dimana ya Pak Romi. mohon bantuanya ya pak Romi.
Terima kasih.
January 6th, 2009 at 2:03
ass.wb
pak saya lagi binung ni!! mau bikin skripsi tentang e-learning. saya mau bikin e-learning untuk sma dengan moodle. lha permasalahannya saya awam banget tantang moodle. berkenankah bapak ngasih tutorial tentang moodle dan step by step membikin e-learning untuk sma!! kalau memang berkenan tlong kirim ke(belobelang@yahoo.co.id)!! tolong sedetail mungkin soale saya masih awam banget!! bimbingan bapak sangat saya harapkan dan sebelume terimakasih.
February 26th, 2009 at 20:40
Baru belajar moodle dan dokeos. khususnya untuk dokeos saya belum menemukan tutorial lengkapnya di internet. Mungkin ada yang punya informasi?
March 23rd, 2009 at 10:24
assalamualaikum..mas romi
mas aku pengen ngembangin skill di bahasa pemrograman visual basic, karena memang yang aku dapat dari kampus itu hanya terbatas.
adakah kiranya tempat kursus/bimbingan yang di daerah jakarta selatan aja..
khususnya yang membahas tuntas pelajaran visual basic..
aku pengen lho mas, tar kalau gede nanti bisa nermanpaat bagi orang banyak,,yaa contohnya mas Romi ini
terima kasih ya mas..
wasalam…
March 25th, 2009 at 15:05
ass.mas okeh banget bahannya
March 30th, 2009 at 5:53
Ass.wb
Pak saya lagi bingung nh..ada contoh kasus LMS yang SCORM, dilihat dari segi keamanan data nya??Mungkin ada yang punya informasi??Mohon bantuanya ya pak atau ada temen-teman yg tau hal seperti ini mohon bantuannya. Terimakasih Banyak.(d2n_dmw@yahoo.co.id)
April 13th, 2009 at 15:03
wah,
makasih banget buat informasinya.
kebetulan saya memang sedang sangat bingung memilih LMS mana yang akan saya gunakan untuk project akhir kuliah.
April 21st, 2009 at 3:09
This post help me a lot. My problem solved. Great effort and i appreciated that.
May 6th, 2009 at 15:18
sore pak,saya bisa minta bantuan dari bapak untuk artikel tentang komik pembelajaran?saya harap bapak mau membantu saya secepatnya, trimakasih
May 21st, 2009 at 10:45
Mas Romi.. Tks artikelnya,sgt membantu. Karena skrg sy lg milih LMS. Oya mas,gimana ya caranya nggabungin intro ke Atutor? maaf,msh pemula
..
Tks berat mas Romi.. Sukses
July 21st, 2009 at 14:29
Wah.. uraiannya sangat membantu. makasih,
Ijin save, buat referensi tugas
July 28th, 2009 at 16:37
sore pak…saya menginstal e-learning Atutor g jadi-jadi minta mengisi database sudah benar tapi gagal terus mohon bantuannya pa?.trims
September 10th, 2009 at 15:11
Pengimplementasian elearning yang telah menjadi bagian dari pembelajaran di lingkungan Universitas Gunadarama yang terus diperlukan oleh para pendidik dan mahasiswa, oleh karena itu Kami memiliki situs elearning yang dapat menjadi bahan referensi ataupun pengembangan pembelajaran, silahkan anda kunjungi situs kami http://elearning.gunadarma.ac.id
September 11th, 2009 at 10:43
Mas, ada gak cara membuat quiz yang nanti hasilnya berupa folder atau zip yang dapat di upload di aplikasi scorm dimoodle tanpa menggunakan software yang ada?
Klo pun pakai software, software tersebut bisa dimodifikasi tidak mas?
Terima kasih bantuannya.
March 25th, 2010 at 21:08
[...] yang ada pada LMS umumnya (Wahono, 2008), [...]
April 27th, 2010 at 16:10
mas romi bleh sharing artikel nya G????????
klo bleh kirim k email saya Y…..thanks
July 26th, 2010 at 15:51
klo elearning yang bisa diakses dengan baik di mobile, kira-kira moodle support g ya?
August 22nd, 2010 at 12:29
[...] Source: RomiSatriaWahono.net [...]
February 25th, 2011 at 22:20
[...] Selengkapnya : Klik disini This entry was posted in Umum. Bookmark the permalink. ← Hakekat Penelitian LikeBe [...]
March 3rd, 2011 at 13:04
Sangat berguna sekali informasinya….
Hmmm.. jadi bingung pilih yang mana yah
August 16th, 2011 at 14:22
bermanfaat sekali info’a…
terus berkarya
September 12th, 2011 at 9:04
Subhanallah Saya nambah Ilmu terus,,,
Semoga sukses selalu ya Pak…
September 14th, 2011 at 11:55
saya seorang mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir. Judul skripsi saya berkaitan dengan elearning dan saya memilih LMS. Saat ini saya sedang kekurangan jurnal terkait judul skripsi saya tersebut. Apa bisa saya berkonsultasi dengan bapak???
September 20th, 2011 at 23:42
[...] (Sumber:Â http://romisatriawahono.net/2008/01/24/memilih-sistem-e-learning-berbasis-open-source/) 0.000000 0.000000 Like this:SukaBe the first to like this post. [...]
October 12th, 2011 at 11:13
terima kasih pak untuk artikelnya,
sangat membantu sekali
April 7th, 2012 at 11:23
Kalau saya lebih tertarik dengan Moodle karena simpisitasnya…