10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan
by Romi Satria Wahono
Alhamdulillah, akhirnya selesai juga proses pembelian rumah yang menyita energi, biaya dan waktu sekitar 2-3 bulan terakhir ini
Saya mencatat setiap detail proses yang saya jalani dalam proses pembelian rumah ini. Saya berharap pengalaman ini bisa menjadi suatu tacit knowledge yang bermanfaat untuk rekan-rekan semua dimanapun berada. Karena terlalu banyak hal yang saya catat, saya bagi menjadi dua artikel, yang pertama saya beri judul 10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan, dan yang kedua berjudul 10 Kiat Mengurus Administrasi KPR. Sebenarnya sebelum dua artikel terakhir ini, saya juga membahas proses review rumah, khususnya yang saya bidik di wilayah Cibubur. Mudah-mudahan tiga seri artikel ini bermanfaat untuk rekan-rekan semua yang kebetulan sedang bingung dan ragu untuk membeli rumah, khususnya di komplek perumahan.
-
Lakukan survey secara mendetail tentang perumahan yang akan kita beli. Survey bisa dilakukan baik melalui Internet atau survey lapangan. Buat komparasi, scoring, dan analisa berdasarkan parameter dan spesifikasi rumah yang kita inginkan.
-
Pemilihan rumah sendiri bisa menggunakan beberapa parameter, misalnya seperti di bawah. Atau bisa juga dengan parameter yang lebih lengkap seperti yang saya tulis di artikel berjudul Rumah Ideal di Jabodetabek: Review Wilayah Cibubur.
-
Posisi di dalam atau di luar cluster. Untuk keluarga muda yang masih memiliki anak kecil, pilihan rumah di dalam cluster lebih memudahkan dalam manajemen anak. Di dalam cluster juga relatif lebih aman karena biasanya ada satpam cluster yang menjaga arus keluar masuk mobil dan barang.
-
Kedekatan dengan taman
-
Arah hadap rumah (timur, selatan, barat, utara). Ingat matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat. Sesuaikan apakah kita ingin mendapatkan matahari pagi atau sore, demikian juga dengan matahari dari depan, belakang, samping kanan atau kiri rumah kita.
-
Posisi di hook yang ada kelebihan tanah atau tidak. Ketersediaan sisa tanah dan letak rumah di hook (pinggir) memungkinkan kita dengan mudah merenovasi rumah. Konsekuensinya adalah harganya yang relatif lebih mahal
-
-
Datangi pemasaran (marketing) perumahan dan minta informasinya rumah dari yang kita beli dengan lebih detail. Minta pihak pemasaran perumahan untuk mengantar kita langsung ke lokasi atau cluster yang kita pilih. Interview tetangga sekitar atau satpam apabila masih ada informasi yang kita butuhkan.
-
Status rumah ada dua: siap huni dan indent. Untuk rumah yang statusnya “siap huni”, biasanya kita bisa langsung melihat rumah yang ingin kita beli. Sebagian besar perumahan menggunakan model “indent”, jadi kita hanya bisa memilih lokasi dari gambar site map, dan kita harus menunggu 8-24 bulan dari akad kredit untuk proses pembangunan rumah.
-
Masalah harga rumah, kita harus teliti dengan yang satu ini. Cek lagi, harga rumah sudah mencakup apa saja. Biasanya harga rumah sudah termasuk PPN 10%, biaya Akta Jual Beli (AJB) dan biaya Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Tapi harga belum termasuk Bea Perolehan Hak Atas Tanah Bangunan (BPHTB) dan biaya KPR (provisi, notaris, administrasi, asuransi jiwa dan kebakaran, APHT, etc). Harga rumah (tanah dan bangunan) ditambah dengan BPHTB biasanya disebut dengan “harga pengikatan”.
-
Untuk pembayaran rumah dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank, perhatikan tahapan pembayaran rumah dari uang tanda jadi sampai akad kredit. Jangan sampai kita salah paham atau lebih bahaya lagi, bila kita keliru (kurang) dalam menyiapkan uang. Yang pasti proses administrasi dan pembayaran perumahan adalah seperti berikut:
-
Mari kita asumsikan bahwa hari ini kita melakukan pembayaran uang “tanda jadi”. Uang tanda jadi bervariasi antara 5, 10 atau 20 juta, tergantung ketentuan dari perumahan yang kita pilih. Perlu diperhatikan bahwa uang “tanda jadi” tidak akan kembali, apabila kita membatalkan pembelian rumah atau KPR kita tidak memenuhi persyaratan (ditolak). Setelah membayar uang “tanda jadi” kita akan mendapatkan dokumen bukti pembayaran bernama “surat pesanan tanah dan bangunan”.
-
Seminggu kemudian kita harus sudah membayar uang muka atau Down Payment (DP). Biasanya minimal 20% atau 30%. Semakin tinggi DP yang kita bayarkan, maka akan mengurangi beban angsuran KPR rumah bulanan, dan di sisi lain memperbesar peluang kita memperoleh KPR. Minta marketing perumahan untuk membuatkan simulasi besaran ansuran bulanan yang harus kita bayarkan, untuk durasi 5, 10 dan 15 tahun dengan DP yang kita tentukan. 10 tahun mungkin ideal untuk KPR, karena angsuran tidak mencekik seperti halnya bila durasi angsuran 5 tahun, atau bunga bank tidak mencekik bila durasi angsuran 15 tahun.
-
Setelah pembayaran DP kita menunggu proses approval KPR dari bank. Sambil menunggu aproval KPR dari bank, kita akan diminta menandatangani dokumen “Perjanjian Pengikatan Jual Beli Tanah dan Bangunan” (PPJBTB). Pelajari dengan baik dan pertanyakan pasal-pasal yang masih membingungkan ke pemasaran perumahan yang mengurus rumah yang kita beli. Tanda tangani surat tersebut bila semua pasal dan ayat sudah kita pahami dan pelajari dengan baik.
-
Beberapa dokumen lain yang kita harus tanda tangani selain PPJBTB misalnya adalah dokumen “tata tertib lingkungan perumahan”, yang berisi peraturan-peraturan dan kewajiban yang harus kita lakukan setelah kita menghuni perumahan tersebut.
-
Apabila KPR lancar, biasanya sekitar 10-30 hari setelah DP, kita sudah bisa akad kredit. Akad kredit adalah titik awal dimulainya KPR kita. Bulan berikutnya kita sudah mulai membayar angsuran bulanan kita. Pada saat akad kredit, biasanya pihak bank dan notaris menawarkan pengajuan peningkatan hak dari Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Hak Milik (HM). Pengurusan Sertifikat Hak Milik (SHM) biasanya memerlukan biaya sekitar Rp 5-6 juta, dan bisa diajukan di awal kredit atau setelah kita menyelesaikan angsuran.
-
-
Untuk rumah yang siap huni, biasanya memerlukan waktu 1-2 bulan dari akad kredit, sampai rumah bisa kita tempati (serah terima rumah). Biasanya proses 1-2 bulan itu digunakan untuk: melakukan pembersihan dan pengecatan ulang rumah, pendaftaran PLN, PDAM, Line Telpon, dsb.
-
Kita mendapatkan waktu garansi kerusakan rumah atau kadang disebut “masa pemeliharaan”, dengan durasi 3-6 bulan dari proses serah terima rumah. Waktu garansi (masa pemeliharaan) itu bisa gunakan untuk komplen dan meminta perbaikan gratis apabila rumah kita bocor, dinding retak atau kerusakan lain.
-
Sebaiknya dalam masa pemeliharaan, jangan dulu melakukan renovasi rumah secara signifikan, karena itu akan menghilangkan 3-6 bulan garansi kerusakan. Masalah ini biasanya tertulis jelas di PPJBTB.
-
Jangan lupa untuk menambahkan interior rumah, memasang teralis di pintu dan jendela, serta memasang bak penampungan air dan toren untuk backup bila air PDAM atau sumur tidak lancar. Intinya usahakan mengurus segala keperluan lain berhubungan dengan isi dan desain rumah kita, sebelum kita tempati. Karena setelah kita tempati, proses seperti itu akan relatif lebih repot kita lakukan.
Intinya, jangan pernah menyerah untuk mendapatkan rumah idaman anda
Tetap dalam perdjoeangan!

Related Articles
- 10 Kiat Mengurus Administrasi KPR
- Paypal.Com Masuk Indonesia
- Lokasi Rumah Ideal di Jabodetabek
- Teknik Menerima Pembayaran Lewat Internet
- Karikaturku …
- Rumah Ideal di Jabodetabek: Review Wilayah Cibubur
- Mengenal Bisnis di Internet
- IlmuKomputer.Com Goes Blog
- Launching Buku “Dapat Apa Sih Dari Universitas?”
- Menunggu Bill Gates Made in Indonesia
- Konsep Subnetting, Siapa Takut?
- Guru dan Pengembangan Multimedia Pembelajaran
- Tren Konten Internet di Indonesia 2009
- Memaknai Kuliah dan Mempersiapkan Diri di Dunia Kerja
- Membangun Sendiri Radio Internet
- ISO dan CD IlmuKomputer.Com Edisi September 2006
- Hole di WP-Cache 2.1.2?
- Menuju Kebebasan yang Membebaskan
- Smart Teacher: Kompetisi untuk Para Guru
- 4 Jenis Mahasiswa, Anda Termasuk Yang Mana?





















































































January 28th, 2010 at 1:42
Wah akhirnya jadi juga, Selamat Bang. Dimana nih jadinya?
January 28th, 2010 at 4:42
info yang menarik pak
hehehe… sapa tau aja Sarimin bisa beli rumah bagus…
January 28th, 2010 at 7:45
informasi yg sangat berguna.thanks for sharing.
January 28th, 2010 at 8:05
nice tips… kebetulan lagi mau cari rumah
January 28th, 2010 at 8:59
Klo masalah rawan banjir penting juga kan pak…
January 28th, 2010 at 9:13
aku udah lihat rumahnya di coatesville, mantab…..suatu saat aku juga harus punya rumah seperti itu….amin
January 28th, 2010 at 9:21
Sepertinya fajar hidayah jadi pilihan :d, masjid darussalamnya juga adem dan lebar
K
January 28th, 2010 at 9:44
rumahnya harga berapa pak?
January 28th, 2010 at 10:46
Selamat Pak…
January 28th, 2010 at 13:51
Tipsnya sangat membantu mas. Aku lagi cari rumah… cuma yg murah-murah saja. Kan gak punya gaji.
January 28th, 2010 at 21:44
wh… bagus bener… pasti mahal….
January 29th, 2010 at 9:35
Ijin linknya untuk pembaca Rumah Annahape/facebook. Tip ini berguna untuk banyak pembaca. Terimakasih ya pak.
January 29th, 2010 at 10:38
wah, sangat bermanfaat pak.
terima kasih…
January 29th, 2010 at 14:08
Info yang menarik & bisa jadi pertimbangan!
Jadi mikir-mikir ^_^!
Btw,…mana yang lebih afdhal Om buat saya, nikah dulu ato beli rumah dulu???? ada saran??? ^_^
February 1st, 2010 at 0:33
mantap!!!… segera menyusul ^0^ Bismillah action!
February 3rd, 2010 at 7:20
terima kasih atas masukannya…semoga bisa segera menyusul boss..
February 3rd, 2010 at 10:21
saya juga sedang mencari rumah, tips di atas memang bagus untuks aya terapkan. terima kasih pak telah berbagi.
February 4th, 2010 at 8:11
thanks lagi bingung nih cari rumah yang cocok…
February 5th, 2010 at 18:42
bukannya explicit knowledge ya mas romi? kan udah mas romi tuangkan dalam bentuk tulisan, jadinya udah ga tacit lagi.. bener nggak sih?
February 6th, 2010 at 1:58
[...] artikel sebelumnya tentang 10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan, artikel ini akan fokus ke kiat mengurus administrasi KPR. Ribetnya mengurus Kredit Pemilikan Rumah [...]
February 7th, 2010 at 17:36
Terima kasih tips nya. SEmoga bermanfaat buat saya di masa mendatang. Salam…
February 7th, 2010 at 18:23
Wah.. thanks Pak Romi sudah dishare, kebetulan sekali lagi cari-cari yang seperti ini.
February 7th, 2010 at 21:39
pas lagi santai buka-buka blog jadul di link ini, ingat kuliah OOP dulu…:
http://trisnowlaharwetan.wordpress.com/2008/03/16/cd-gratis-dari-mas-romi/
February 9th, 2010 at 17:51
thanks menarik pengalamannya, kebetulan 2 bulan lagi Insya Allah saya menempati “gubuk” baru juga..
February 12th, 2010 at 15:57
Wah, infonya bagus pak
February 19th, 2010 at 22:33
sip2 buat pedoman..
soalnya dulu kakak ane hampir ketipu,emank sich kpr kecil daerah haji mencong ciledug..kata salesnya mah gak banjir..eh tanya boleh tanya ma tukang ojek dan masyarakat setempat katanya bajir…
jadilah berhati-hatilah..
February 20th, 2010 at 10:37
wah selamat atas rumah barunya pak romi…
February 21st, 2010 at 13:52
[...] by willicastro059 — Leave a comment Feb 21, 2010 Melanjutkan artikel sebelumnya tentang 10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan, artikel ini akan fokus ke kiat mengurus administrasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ribetnya [...]
March 1st, 2010 at 21:13
hmmm…kapan ya bisa beli Rumah seperti ini
March 4th, 2010 at 16:31
Tipsnya Ok Pak.
Sekalian sy sedikit nambain berdasarka pengalaman pribadi baru-baru ini.
Hal penting yg perlu lebih ditekankan adalah ngobrol dengan tetangga kanan kiri untuk memastikan hal-hal seperti banjir atau tidak kalau hujan, trus komitmen developer thd spesifikasi rmh dst. Usahakan saat ngobrol jgn ada pihak developer agar tetangga dapat berbicara lebih terbuka.
Itu aja tambahan saya. Semoga bermanfaat.
March 8th, 2010 at 9:52
Trims pak romi atas masukannya.
March 8th, 2010 at 15:53
Salam jumpa pak romy…saya mau tanya:ditempat saya (Kota Tarakan)Kalimantan Timur,saya ditawarkan Perumahan dari Devploper Tarakan,Perumahannya sudah jadi,harga jual 1 unit rumah 162 juta,DP 35 juta.
Devploper kerja sama bank…yang konsumen tunjuk.
sertipikat hak atas bangunan,tanah lengkap.
1.Kira – kira harga jual 165 juta tidak kemahalan atau murah?
2.Devploper menggunakan sistim kridit yang bagaimana?
March 11th, 2010 at 20:30
makasih atas infonya pak romi
March 18th, 2010 at 15:32
nice bgt nich artikel….
bleh juga….
mank hrus gni yach, klo mlih2
April 30th, 2010 at 10:10
kalau beli di daerah perumahan lebih tenang karena jauh dari jalan raya yang bising
May 3rd, 2010 at 20:22
maksih ya pak…
tipsnya Ok
dila
Universitas Andalas
Fakultas MIPA
Sistem Komputer
May 5th, 2010 at 0:16
kalo beli di perumahan transportasi umum kayaknya agak sulit, enaknya kalo anggota keluarga sudah punya kendaraan sendiri2,
May 9th, 2010 at 16:51
wah simpen dulu deh kiatnya, mudah mudahan kalo waktunya dah tiba bisa diterapin, yang paling penting adalah memilih tetangga terlebih dahulu sebelum membeli rumah….
May 20th, 2010 at 1:02
Wah..,masih lama lagi nee ane pengen punya rumah di kompleks mas.
June 22nd, 2010 at 13:27
oke punya tipsnya
July 2nd, 2010 at 7:01
[...] Saya pun mencoba mencari referensi pandangan yang sekiranya bisa meringankan beban persoalan yang sedang dihadapi Pak Ghais ini. Hasilnya, saya memperoleh masukan yang cukup berharga. Isinya tentang 10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan. (sumber) [...]
July 7th, 2010 at 0:18
Wah mantab tenan kuwi..jos..
July 23rd, 2010 at 16:18
trimakasih mas atas pencerahannya. semoga tambah top infonya
July 24th, 2010 at 8:28
kalao di jogja bisa dipake ga pak tipps nya??
August 18th, 2010 at 22:31
Hmmh,, mantabs pak,, terima kasih sudah sharing
August 31st, 2010 at 12:30
wah bermanfaat sekali tipsnya mas romi.
September 13th, 2010 at 12:38
Wah selamat bung romi saya pengagum, sekaligus pembaca setia artikel dari ung romi … jadi pingin liat rumah tapi masih banyak kendala buat ku apalagi kalau bukan masalah finansial (malum pegawai kecil). Terima kasih saran dan tips nya ….
September 26th, 2010 at 19:12
ijin mengcopy artikelnya ya mas.. sangat bermanfaat bagi kami yang mash awam ttg cara pengurusan rumah
October 13th, 2010 at 8:30
[...] Alhamdulillah, akhirnya selesai juga proses pembelian rumah yang menyita energi, biaya dan waktu?sek… [...]
October 26th, 2010 at 15:31
saya mau nambahin juga;
1. ukuran dimensi septi tank, harus sesuai dengan SNI:03-2398-2002,terkadang develp tidak memperhatikan hal ini, sehingga penghuni rumah harus renovasi septi tank karena kurang dalam
2. ROW lebar jalan di depan rumah
segitu dulu dari saya, semoga bermanfaat
salam
Marga
November 22nd, 2010 at 9:31
Halo Bang
Mau tanya soal proses serah terima kunci.
Detail-nya seperti apa ya? Apakah ada semacam surat atw dokumen serah terima yg harus ditandatangani utk menunjukkan rumah telah resmi direahterimakan kepada kita?
Thank you
November 26th, 2010 at 15:26
Nice post,..info yang menarik..salam kenal..
January 3rd, 2011 at 15:03
pak jangan hapus blognya… coz nie info jarang di dapet… seep infonya…
January 11th, 2011 at 14:13
Iya benar, klo dipikir2 biaya ngontrak rumah ma cicilannya, ngga beda jauh so, buat rekan2 yg masih ngontrak dan belum memiliki rumah, mending memanfaatkan KPR untuk mendapatkan rumah idaman
January 14th, 2011 at 19:20
tips yang bagus sekali mas, tampilan depan rumahnya juga bagus, jadi kepengen… cibubur yach
Selamat yach mas Romi atas rumah barunya, semoga menjadi surga buat keluarga, amin.
January 18th, 2011 at 17:16
[...] Romi Satria Wahono Melanjutkan artikel sebelumnya tentang 10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan, artikel ini akan fokus ke kiat mengurus administrasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ribetnya [...]
January 24th, 2011 at 7:09
huuuaw … thx banget tipsnya
kunjungi web saya ya … http://www.oribizonline.com/user/cittamaya/
January 30th, 2011 at 18:48
Terima kasih Pak artikelnya….
Cukup membantu saya dalam menentukan pembelian rumah…
February 4th, 2011 at 21:00
Terimakasih pak Romi, infonya sangat membantu, mudah – mudahan bisa lebih cerdas dalam membeli rumah.
February 4th, 2011 at 21:26
Wahh,, siap dipraktekan bang romy,,
February 13th, 2011 at 2:27
Thanks untuk penjelasanya.saya seorang marketing developer sebuah perumahan hanya menyarankan kepada teman teman yang mau beli rumah jangan terpengaruh dengan uang muka kecil check dulu kondisi perumahanya,infrastrukturnya,dan flatfon kredit yang ditawarkan selamat membeli rumah idaman anda
February 18th, 2011 at 11:43
bagus lah
February 21st, 2011 at 13:01
terima kasih mas atas info rumahny
February 22nd, 2011 at 13:58
makasih infony
February 26th, 2011 at 3:54
makasih sarannya
March 11th, 2011 at 23:45
wah ilmunya yang ini tdk tercatat di buku teks sekolah, atau kuliah hehehe, tp berdasarkan pengalaman…
thanks untuk sharing, berguna sekali
April 26th, 2011 at 1:05
wah makasih bnyak pk info na
>> http://blog.umy.ac.id/catatan
May 2nd, 2011 at 19:50
Hm,, menarik, terima kasih atas sarannya.
May 13th, 2011 at 11:07
makasi bnyk om buat tulisan yang menarik dan informatif
May 24th, 2011 at 22:06
thanks banget tipsnya bos, semoga saya bisa mendapatkan rumah impian saya secepatnya. amin
May 29th, 2011 at 10:04
mampir nich Bang..!
ada info nich dari penjual kebun sengon
salam
June 16th, 2011 at 22:12
sekali lagi terima kasih
June 17th, 2011 at 11:17
kiat yang bagus pak..
ntar klo saya dah bekeluarga dan niat tuk beli rumah di peruamahan maka saya kan guankan kita yang bapak berikan…
June 27th, 2011 at 23:48
Wah, sangat bermanfaat sekali buat saya yang lagi pengurusan KPR perumahan.
August 9th, 2011 at 13:46
makasi ya,,,
August 24th, 2011 at 14:24
thank’s info’a…
August 28th, 2011 at 20:09
Trima kasih udh berbagi pengalamannya Pak..pointnya jelas dan bisa dipraktekkan.
August 30th, 2011 at 16:13
info dan tips yang bermanfaat sekali, dari kemarin dan setelah berpikiran mau married, saya juga kepikiran ingin memiliki rumah. Namun, yaahh…masalah klasik mendera, modalnya belum cukup2 memiliki rumah, jadi sementara cukup mengumpulkan brosur property saja,
. jadi mari berdoa, dan SADAMDA BASEMEN, salam damai dan bahagia selalu menyertai, amin
October 30th, 2011 at 13:09
sensasional
November 3rd, 2011 at 13:49
[...] artikel sebelumnya tentang 10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan, artikel ini akan fokus ke kiat mengurus administrasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ribetnya [...]
November 28th, 2011 at 13:04
[...] artikel sebelumnya tentang 10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan, artikel ini akan fokus ke kiat mengurus administrasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ribetnya [...]
December 16th, 2011 at 15:05
[...] 10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan [...]
December 25th, 2011 at 9:26
Waaaaa,,,super Info
December 27th, 2011 at 22:48
wah analisa yang detil pak romi,, mantapp.. bisa jadi footnote jika saya mau beli rumah..
thanks
February 8th, 2012 at 11:13
terima kasih atas kiat-kiatnya
March 9th, 2012 at 6:47
sangat bermanfaat infonya terimakasih
April 13th, 2012 at 10:30
Ijin share pa,,
April 14th, 2012 at 21:53
nice info sirr
April 21st, 2012 at 19:42
Luar Biasa.. Terima kasih Pak Romi..
June 20th, 2012 at 14:54
tips yang sangat membantu,semoga bermanfaat pak
June 22nd, 2012 at 19:32
pak romi ini terlihat sangat berpengalaman sekali, terlihat dari tips yang mudah dipahami dan tidak berbelit belit
December 2nd, 2012 at 19:03
membantu banget pak, moga2 bisa cepet2 beli rumah…rugi ngontrak terus…:D
February 28th, 2013 at 9:12
Artikel yg menarik, cara penyajian materi tertata rapih, terstruktur dan mudah dipahami.
March 15th, 2013 at 22:21
trim infony….salam kenal