RomiSatriaWahono.Net

Lecture Notes in Computing Research and Technopreneurship
January 27th, 2010

10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan

by Romi Satria Wahono

Alhamdulillah, akhirnya selesai juga proses pembelian rumah yang menyita energi, biaya dan waktu sekitar 2-3 bulan terakhir ini :) Saya mencatat setiap detail proses yang saya jalani dalam proses pembelian rumah ini. Saya berharap pengalaman ini bisa menjadi suatu tacit knowledge yang bermanfaat untuk rekan-rekan semua dimanapun berada. Karena terlalu banyak hal yang saya catat, saya bagi menjadi dua artikel, yang pertama saya beri judul 10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan, dan yang kedua berjudul 10 Kiat Mengurus Administrasi KPR. Sebenarnya sebelum dua artikel terakhir ini, saya juga membahas proses review rumah, khususnya yang saya bidik di wilayah Cibubur. Mudah-mudahan tiga seri artikel ini bermanfaat untuk rekan-rekan semua yang kebetulan sedang bingung dan ragu untuk membeli rumah, khususnya di komplek perumahan.

  1. Lakukan survey secara mendetail tentang perumahan yang akan kita beli. Survey bisa dilakukan baik melalui Internet atau survey lapangan. Buat komparasi, scoring, dan analisa berdasarkan parameter dan spesifikasi rumah yang kita inginkan.

  2. Pemilihan rumah sendiri bisa menggunakan beberapa parameter, misalnya seperti di bawah. Atau bisa juga dengan parameter yang lebih lengkap seperti yang saya tulis di artikel berjudul Rumah Ideal di Jabodetabek: Review Wilayah Cibubur.

    • Posisi di dalam atau di luar cluster. Untuk keluarga muda yang masih memiliki anak kecil, pilihan rumah di dalam cluster lebih memudahkan dalam manajemen anak. Di dalam cluster juga relatif lebih aman karena biasanya ada satpam cluster yang menjaga arus keluar masuk mobil dan barang.

    • Kedekatan dengan taman

    • Arah hadap rumah (timur, selatan, barat, utara). Ingat matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat. Sesuaikan apakah kita ingin mendapatkan matahari pagi atau sore, demikian juga dengan matahari dari depan, belakang, samping kanan atau kiri rumah kita.

    • Posisi di hook yang ada kelebihan tanah atau tidak. Ketersediaan sisa tanah dan letak rumah di hook (pinggir) memungkinkan kita dengan mudah merenovasi rumah. Konsekuensinya adalah harganya yang relatif lebih mahal

  3. Datangi pemasaran (marketing) perumahan dan minta informasinya rumah dari yang kita beli dengan lebih detail. Minta pihak pemasaran perumahan untuk mengantar kita langsung ke lokasi atau cluster yang kita pilih. Interview tetangga sekitar atau satpam apabila masih ada informasi yang kita butuhkan.

  4. Status rumah ada dua: siap huni dan indent. Untuk rumah yang statusnya “siap huni”, biasanya kita bisa langsung melihat rumah yang ingin kita beli. Sebagian besar perumahan menggunakan model “indent”, jadi kita hanya bisa memilih lokasi dari gambar site map, dan kita harus menunggu 8-24 bulan dari akad kredit untuk proses pembangunan rumah.

  5. Masalah harga rumah, kita harus teliti dengan yang satu ini. Cek lagi, harga rumah sudah mencakup apa saja. Biasanya harga rumah sudah termasuk PPN 10%, biaya Akta Jual Beli (AJB) dan biaya Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Tapi harga belum termasuk Bea Perolehan Hak Atas Tanah Bangunan (BPHTB) dan biaya KPR (provisi, notaris, administrasi, asuransi jiwa dan kebakaran, APHT, etc). Harga rumah (tanah dan bangunan) ditambah dengan BPHTB biasanya disebut dengan “harga pengikatan”.

  6. Untuk pembayaran rumah dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank, perhatikan tahapan pembayaran rumah dari uang tanda jadi sampai akad kredit. Jangan sampai kita salah paham atau lebih bahaya lagi, bila kita keliru (kurang) dalam menyiapkan uang. Yang pasti proses administrasi dan pembayaran perumahan adalah seperti berikut:

    • Mari kita asumsikan bahwa hari ini kita melakukan pembayaran uang “tanda jadi”. Uang tanda jadi bervariasi antara 5, 10 atau 20 juta, tergantung ketentuan dari perumahan yang kita pilih. Perlu diperhatikan bahwa uang “tanda jadi” tidak akan kembali, apabila kita membatalkan pembelian rumah atau KPR kita tidak memenuhi persyaratan (ditolak). Setelah membayar uang “tanda jadi” kita akan mendapatkan dokumen bukti pembayaran bernama “surat pesanan tanah dan bangunan”.

    • Seminggu kemudian kita harus sudah membayar uang muka atau Down Payment (DP). Biasanya minimal 20% atau 30%. Semakin tinggi DP yang kita bayarkan, maka akan mengurangi beban angsuran KPR rumah bulanan, dan di sisi lain memperbesar peluang kita memperoleh KPR. Minta marketing perumahan untuk membuatkan simulasi besaran ansuran bulanan yang harus kita bayarkan, untuk durasi 5, 10 dan 15 tahun dengan DP yang kita tentukan. 10 tahun mungkin ideal untuk KPR, karena angsuran tidak mencekik seperti halnya bila durasi angsuran 5 tahun, atau bunga bank tidak mencekik bila durasi angsuran 15 tahun.

    • Setelah pembayaran DP kita menunggu proses approval KPR dari bank. Sambil menunggu aproval KPR dari bank, kita akan diminta menandatangani dokumen “Perjanjian Pengikatan Jual Beli Tanah dan Bangunan” (PPJBTB). Pelajari dengan baik dan pertanyakan pasal-pasal yang masih membingungkan ke pemasaran perumahan yang mengurus rumah yang kita beli. Tanda tangani surat tersebut bila semua pasal dan ayat sudah kita pahami dan pelajari dengan baik.

    • Beberapa dokumen lain yang kita harus tanda tangani selain PPJBTB misalnya adalah dokumen “tata tertib lingkungan perumahan”, yang berisi peraturan-peraturan dan kewajiban yang harus kita lakukan setelah kita menghuni perumahan tersebut.

    • Apabila KPR lancar, biasanya sekitar 10-30 hari setelah DP, kita sudah bisa akad kredit. Akad kredit adalah titik awal dimulainya KPR kita. Bulan berikutnya kita sudah mulai membayar angsuran bulanan kita. Pada saat akad kredit, biasanya pihak bank dan notaris menawarkan pengajuan peningkatan hak dari Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Hak Milik (HM). Pengurusan Sertifikat Hak Milik (SHM) biasanya memerlukan biaya sekitar Rp 5-6 juta, dan bisa diajukan di awal kredit atau setelah kita menyelesaikan angsuran.

  7. Untuk rumah yang siap huni, biasanya memerlukan waktu 1-2 bulan dari akad kredit, sampai rumah bisa kita tempati (serah terima rumah). Biasanya proses 1-2 bulan itu digunakan untuk: melakukan pembersihan dan pengecatan ulang rumah, pendaftaran PLN, PDAM, Line Telpon, dsb.

  8. Kita mendapatkan waktu garansi kerusakan rumah atau kadang disebut “masa pemeliharaan”, dengan durasi 3-6 bulan dari proses serah terima rumah. Waktu garansi (masa pemeliharaan) itu bisa gunakan untuk komplen dan meminta perbaikan gratis apabila rumah kita bocor, dinding retak atau kerusakan lain.

  9. Sebaiknya dalam masa pemeliharaan, jangan dulu melakukan renovasi rumah secara signifikan, karena itu akan menghilangkan 3-6 bulan garansi kerusakan. Masalah ini biasanya tertulis jelas di PPJBTB.

  10. Jangan lupa untuk menambahkan interior rumah, memasang teralis di pintu dan jendela, serta memasang bak penampungan air dan toren untuk backup bila air PDAM atau sumur tidak lancar. Intinya usahakan mengurus segala keperluan lain berhubungan dengan isi dan desain rumah kita, sebelum kita tempati. Karena setelah kita tempati, proses seperti itu akan relatif lebih repot kita lakukan.

Intinya, jangan pernah menyerah untuk mendapatkan rumah idaman anda :)

Tetap dalam perdjoeangan!

ttd-small.jpg

Related Articles

  1. 10 Kiat Mengurus Administrasi KPR
  2. Paypal.Com Masuk Indonesia
  3. Lokasi Rumah Ideal di Jabodetabek
  4. Teknik Menerima Pembayaran Lewat Internet
  5. Karikaturku …
  6. Rumah Ideal di Jabodetabek: Review Wilayah Cibubur
  7. Mengenal Bisnis di Internet
  8. IlmuKomputer.Com Goes Blog
  9. Launching Buku “Dapat Apa Sih Dari Universitas?”
  10. Menunggu Bill Gates Made in Indonesia
  11. Konsep Subnetting, Siapa Takut?
  12. Guru dan Pengembangan Multimedia Pembelajaran
  13. Tren Konten Internet di Indonesia 2009
  14. Memaknai Kuliah dan Mempersiapkan Diri di Dunia Kerja
  15. Membangun Sendiri Radio Internet
  16. ISO dan CD IlmuKomputer.Com Edisi September 2006
  17. Hole di WP-Cache 2.1.2?
  18. Menuju Kebebasan yang Membebaskan
  19. Smart Teacher: Kompetisi untuk Para Guru
  20. 4 Jenis Mahasiswa, Anda Termasuk Yang Mana?

94 Responses to “10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan”

  1. Wah akhirnya jadi juga, Selamat Bang. Dimana nih jadinya?

  2. info yang menarik pak :) hehehe… sapa tau aja Sarimin bisa beli rumah bagus…

  3. informasi yg sangat berguna.thanks for sharing. :-)

  4. nice tips… kebetulan lagi mau cari rumah :)

  5. Klo masalah rawan banjir penting juga kan pak…

  6. aku udah lihat rumahnya di coatesville, mantab…..suatu saat aku juga harus punya rumah seperti itu….amin :)

  7. Sepertinya fajar hidayah jadi pilihan :d, masjid darussalamnya juga adem dan lebar

    K

  8. rumahnya harga berapa pak?

  9. pecinta indonesia Says:
    January 28th, 2010 at 10:46

    Selamat Pak…

  10. Tipsnya sangat membantu mas. Aku lagi cari rumah… cuma yg murah-murah saja. Kan gak punya gaji. :D

  11. wh… bagus bener… pasti mahal….

  12. Ijin linknya untuk pembaca Rumah Annahape/facebook. Tip ini berguna untuk banyak pembaca. Terimakasih ya pak.

  13. wah, sangat bermanfaat pak.
    terima kasih…

  14. Info yang menarik & bisa jadi pertimbangan!
    Jadi mikir-mikir ^_^!
    Btw,…mana yang lebih afdhal Om buat saya, nikah dulu ato beli rumah dulu???? ada saran??? ^_^

  15. mantap!!!… segera menyusul ^0^ Bismillah action!

  16. terima kasih atas masukannya…semoga bisa segera menyusul boss..

  17. saya juga sedang mencari rumah, tips di atas memang bagus untuks aya terapkan. terima kasih pak telah berbagi.

  18. thanks lagi bingung nih cari rumah yang cocok…

  19. Saya berharap pengalaman ini bisa menjadi suatu tacit knowledge yang bermanfaat untuk rekan-rekan semua dimanapun berada

    bukannya explicit knowledge ya mas romi? kan udah mas romi tuangkan dalam bentuk tulisan, jadinya udah ga tacit lagi.. bener nggak sih? :D

  20. [...] artikel sebelumnya tentang 10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan, artikel ini akan fokus ke kiat mengurus administrasi KPR. Ribetnya mengurus Kredit Pemilikan Rumah [...]

  21. Terima kasih tips nya. SEmoga bermanfaat buat saya di masa mendatang. Salam… :)

  22. Wah.. thanks Pak Romi sudah dishare, kebetulan sekali lagi cari-cari yang seperti ini.

  23. pas lagi santai buka-buka blog jadul di link ini, ingat kuliah OOP dulu…:
    http://trisnowlaharwetan.wordpress.com/2008/03/16/cd-gratis-dari-mas-romi/

  24. thanks menarik pengalamannya, kebetulan 2 bulan lagi Insya Allah saya menempati “gubuk” baru juga..

  25. Wah, infonya bagus pak

  26. sip2 buat pedoman..
    soalnya dulu kakak ane hampir ketipu,emank sich kpr kecil daerah haji mencong ciledug..kata salesnya mah gak banjir..eh tanya boleh tanya ma tukang ojek dan masyarakat setempat katanya bajir…
    jadilah berhati-hatilah..

  27. wah selamat atas rumah barunya pak romi…

  28. [...] by willicastro059 — Leave a comment Feb 21, 2010 Melanjutkan artikel sebelumnya tentang 10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan, artikel ini akan fokus ke kiat mengurus administrasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ribetnya [...]

  29. hmmm…kapan ya bisa beli Rumah seperti ini :)

  30. Tipsnya Ok Pak.
    Sekalian sy sedikit nambain berdasarka pengalaman pribadi baru-baru ini.
    Hal penting yg perlu lebih ditekankan adalah ngobrol dengan tetangga kanan kiri untuk memastikan hal-hal seperti banjir atau tidak kalau hujan, trus komitmen developer thd spesifikasi rmh dst. Usahakan saat ngobrol jgn ada pihak developer agar tetangga dapat berbicara lebih terbuka.
    Itu aja tambahan saya. Semoga bermanfaat.

  31. Trims pak romi atas masukannya.

  32. Salam jumpa pak romy…saya mau tanya:ditempat saya (Kota Tarakan)Kalimantan Timur,saya ditawarkan Perumahan dari Devploper Tarakan,Perumahannya sudah jadi,harga jual 1 unit rumah 162 juta,DP 35 juta.
    Devploper kerja sama bank…yang konsumen tunjuk.
    sertipikat hak atas bangunan,tanah lengkap.
    1.Kira – kira harga jual 165 juta tidak kemahalan atau murah?
    2.Devploper menggunakan sistim kridit yang bagaimana?

  33. makasih atas infonya pak romi

  34. nice bgt nich artikel….
    bleh juga….
    mank hrus gni yach, klo mlih2

  35. kalau beli di daerah perumahan lebih tenang karena jauh dari jalan raya yang bising

  36. maksih ya pak…
    tipsnya Ok

    dila
    Universitas Andalas

    Fakultas MIPA

    Sistem Komputer

  37. kalo beli di perumahan transportasi umum kayaknya agak sulit, enaknya kalo anggota keluarga sudah punya kendaraan sendiri2,

  38. wah simpen dulu deh kiatnya, mudah mudahan kalo waktunya dah tiba bisa diterapin, yang paling penting adalah memilih tetangga terlebih dahulu sebelum membeli rumah….

  39. Wah..,masih lama lagi nee ane pengen punya rumah di kompleks mas. :D

  40. oke punya tipsnya

  41. [...] Saya pun mencoba mencari referensi pandangan yang sekiranya bisa meringankan beban persoalan yang sedang dihadapi Pak Ghais ini. Hasilnya, saya memperoleh masukan yang cukup berharga. Isinya tentang 10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan. (sumber) [...]

  42. Wah mantab tenan kuwi..jos..

  43. trimakasih mas atas pencerahannya. semoga tambah top infonya

  44. kalao di jogja bisa dipake ga pak tipps nya??

  45. Hmmh,, mantabs pak,, terima kasih sudah sharing

  46. wah bermanfaat sekali tipsnya mas romi.

  47. Wah selamat bung romi saya pengagum, sekaligus pembaca setia artikel dari ung romi … jadi pingin liat rumah tapi masih banyak kendala buat ku apalagi kalau bukan masalah finansial (malum pegawai kecil). Terima kasih saran dan tips nya ….

  48. tri sutrisno Says:
    September 26th, 2010 at 19:12

    ijin mengcopy artikelnya ya mas.. sangat bermanfaat bagi kami yang mash awam ttg cara pengurusan rumah

  49. [...] Alhamdulillah, akhirnya selesai juga proses pembelian rumah yang menyita energi, biaya dan waktu?sek… [...]

  50. saya mau nambahin juga;
    1. ukuran dimensi septi tank, harus sesuai dengan SNI:03-2398-2002,terkadang develp tidak memperhatikan hal ini, sehingga penghuni rumah harus renovasi septi tank karena kurang dalam
    2. ROW lebar jalan di depan rumah

    segitu dulu dari saya, semoga bermanfaat

    salam

    Marga

  51. Prima Sasmita Says:
    November 22nd, 2010 at 9:31

    Halo Bang
    Mau tanya soal proses serah terima kunci.
    Detail-nya seperti apa ya? Apakah ada semacam surat atw dokumen serah terima yg harus ditandatangani utk menunjukkan rumah telah resmi direahterimakan kepada kita?

    Thank you

  52. Nice post,..info yang menarik..salam kenal..

  53. pak jangan hapus blognya… coz nie info jarang di dapet… seep infonya…

  54. Iya benar, klo dipikir2 biaya ngontrak rumah ma cicilannya, ngga beda jauh so, buat rekan2 yg masih ngontrak dan belum memiliki rumah, mending memanfaatkan KPR untuk mendapatkan rumah idaman

  55. tips yang bagus sekali mas, tampilan depan rumahnya juga bagus, jadi kepengen… cibubur yach :-) Selamat yach mas Romi atas rumah barunya, semoga menjadi surga buat keluarga, amin.

  56. [...] Romi Satria Wahono Melanjutkan artikel sebelumnya tentang 10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan, artikel ini akan fokus ke kiat mengurus administrasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ribetnya [...]

  57. huuuaw … thx banget tipsnya
    kunjungi web saya ya … http://www.oribizonline.com/user/cittamaya/

  58. Terima kasih Pak artikelnya….
    Cukup membantu saya dalam menentukan pembelian rumah…

  59. Terimakasih pak Romi, infonya sangat membantu, mudah – mudahan bisa lebih cerdas dalam membeli rumah.

  60. Wahh,, siap dipraktekan bang romy,,

  61. Thanks untuk penjelasanya.saya seorang marketing developer sebuah perumahan hanya menyarankan kepada teman teman yang mau beli rumah jangan terpengaruh dengan uang muka kecil check dulu kondisi perumahanya,infrastrukturnya,dan flatfon kredit yang ditawarkan selamat membeli rumah idaman anda

  62. bagus lah

  63. terima kasih mas atas info rumahny

  64. makasih infony

  65. makasih sarannya

  66. wah ilmunya yang ini tdk tercatat di buku teks sekolah, atau kuliah hehehe, tp berdasarkan pengalaman…

    thanks untuk sharing, berguna sekali

  67. wah makasih bnyak pk info na :)

    >> http://blog.umy.ac.id/catatan

  68. Hm,, menarik, terima kasih atas sarannya.

  69. makasi bnyk om buat tulisan yang menarik dan informatif

  70. thanks banget tipsnya bos, semoga saya bisa mendapatkan rumah impian saya secepatnya. amin

  71. mampir nich Bang..!
    ada info nich dari penjual kebun sengon
    salam

  72. sekali lagi terima kasih

  73. kiat yang bagus pak..
    ntar klo saya dah bekeluarga dan niat tuk beli rumah di peruamahan maka saya kan guankan kita yang bapak berikan…

  74. Wah, sangat bermanfaat sekali buat saya yang lagi pengurusan KPR perumahan.

  75. makasi ya,,,

  76. thank’s info’a…

  77. Trima kasih udh berbagi pengalamannya Pak..pointnya jelas dan bisa dipraktekkan. :D

  78. info dan tips yang bermanfaat sekali, dari kemarin dan setelah berpikiran mau married, saya juga kepikiran ingin memiliki rumah. Namun, yaahh…masalah klasik mendera, modalnya belum cukup2 memiliki rumah, jadi sementara cukup mengumpulkan brosur property saja, :D . jadi mari berdoa, dan SADAMDA BASEMEN, salam damai dan bahagia selalu menyertai, amin

  79. sensasional

  80. [...] artikel sebelumnya tentang 10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan, artikel ini akan fokus ke kiat mengurus administrasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ribetnya [...]

  81. [...] artikel sebelumnya tentang 10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan, artikel ini akan fokus ke kiat mengurus administrasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ribetnya [...]

  82. [...] 10 Kiat Membeli Rumah di Komplek Perumahan [...]

  83. Waaaaa,,,super Info :-D

  84. wah analisa yang detil pak romi,, mantapp.. bisa jadi footnote jika saya mau beli rumah..

    thanks

  85. terima kasih atas kiat-kiatnya

  86. sangat bermanfaat infonya terimakasih

  87. Ragil Bimo Says:
    April 13th, 2012 at 10:30

    Ijin share pa,,
    :)

  88. nice info sirr

  89. Luar Biasa.. Terima kasih Pak Romi.. :)

  90. tips yang sangat membantu,semoga bermanfaat pak

  91. pak romi ini terlihat sangat berpengalaman sekali, terlihat dari tips yang mudah dipahami dan tidak berbelit belit :D

  92. membantu banget pak, moga2 bisa cepet2 beli rumah…rugi ngontrak terus…:D

  93. Artikel yg menarik, cara penyajian materi tertata rapih, terstruktur dan mudah dipahami.

  94. trim infony….salam kenal

Leave a Reply