17 Universitas Indonesia di Rangking Webometrics 2008
by Romi Satria Wahono
Kelanjutan dari artikel saya sebelumnya tentang sistem perangkingan universitas ala Webometrics. Indonesia menempatkan dua wakil universitasnya untuk menduduki Asia Top 100 di perangkingan universitas ala Webometrics versi Januari 2008, yang di release hari ini tanggal 29 Januari 2008. Sedangkan untuk kategori rangking dunia (World Ranking), Indonesia menempatkan total 17 universitas di Top 5000. Alhamdulillah ada penambahan 3 universitas, karena rangking Webometrics Juli 2007, wakil Indonesia hanya ada 14 universitas. Universitas apa saja itu? Ayo kita lihat, mumpung masih anget ;)
Sebelumnya perlu saya refresh dulu bahwa Webometrics menggunakan rule: (4xV) + (2xS) + (1xR) + (1xSc) dalam penentuan rangking universitas. Lengkapnya baca di artikel yang satu ini yah
Formula rangking ini telah direvisi sejak Januari 2008 menjadi seperti di bawah (updated: 1 pebruari 2008):

Rangking webometrics diterbitkan setiap 6 bulan sekali, yaitu Januari dan Juli. Rangking Januari 2008 yang baru direlease hari ini sangat menarik karena dua universitas di Indonesia melonjak rangkingnya, yaitu Universitas Gadjah Mada (rangking 734 dunia dan 57 Asia) dan Institut Teknologi Bandung (rangking 844 dunia dan 76 Asia).
Saya nggak akan membahas rangking negara lain karena nggak terlalu ada hubungannya dengan kita
. Paling tidak perlu kita ketahui bersama bahwa ke-17 universitas di Indonesia yang masuk ke top 5000 dunia adalah di bawah. Kolom paling kiri adalah World Rangkingnya, kolom di sebelah kanan adalah posisi dari masing-masing parameternya (Visibility, Size, Rich Files dan Scholar). List di bawah bisa juga didapatkan dengan mengklik link rangking berdasarkan negara (id).

Kalau kita analisa, kekuatan UGM ada di Size dan Scholarnya, sedangkan ITB koleksi file yang dipublikasikan dahsyat (Rich Files). ITB kuat karena perpustakaannya banyak menshare berbagai file (pdf, ppt, etc) yang bisa diakses secara terbuka oleh masyarakat. Sedangkan Universitas Indonesia (UI) relatif tetap, seperti perhitungan yang sudah saya sampaikan ketika diundang teman-teman di UI untuk menganalisa rangking Webometrics UI, kelemahan utama UI ada di Visibility dan Rich Files. Perlu kerja keras dan keikhlasan hati untuk membuka publikasi yang ada di Lontar (digital library UI)
Universitas Airlangga meskipun hanya menduduki rangking 3544, tapi sangat-sangat menakutkan di parameter Rich Files
. Univesitas Petra juga dengan berbagai project digitalisasi dokumennya, saya lihat mendapatkan rangking signifikan untuk Rich Files, bahkan melampaui UGM.
BTW, ada titipin dari mas Budi Hermana, Gunadarma jagonya Visibility coi (paling bagus dari 16 universitas Indonesia yang lain)
Mudah-mudahan kalau mbah IMW mau segera pulang, om Adang, om Beni dan om Budi gesit nambah paper ilmiah, kekurangan di Scholar dan Rich Files bisa diatasi untuk bertanding di Webometrics Juli 2008 …hehehe
Untuk rangking Top 100 Asia, bisa dilihat dari list di bawah. Kolom paling kiri adalah rangking asia dan kolom paling kanan adalah rangking dunia. UGM dan ITB cukup membanggakan karena sudah bisa masuk di rangking 57 dan 76 Asia, sedangkan universitas lain masih perlu kerja keras supaya bisa masuk ke 100 besar Asia ini. List lengkap untuk Top 100 Asia bisa dilihat dari link ini.
1 UNIVERSITY OF TOKYO 61
2 NATIONAL TAIWAN UNIVERSITY 73
3 BEIJING UNIVERSITY 133
4 NATIONAL UNIVERSITY OF SINGAPORE 141
5 KYOTO UNIVERSITY 142
6 UNIVERSITY OF HONG KONG 156
7 KEIO UNIVERSITY 162
8 CHINESE UNIVERSITY OF HONG KONG 163
9 NATIONAL CHIAO TUNG UNIVERSITY 237
10 UNIVERSITY OF TSUKUBA 239
…
57 GADJAH MADA UNIVERSITY 734
…
76 INSTITUTE OF TECHNOLOGY BANDUNG 844
Yang rangkingnya naik saya ucapkan selamat, yang turun ya jangan “nglokro”, mari kita terus berdjoeang supaya bisa naik untuk edisi Juli 2008.
Tetap dalam perdjoeangan !
#Update 8 Maret 2008: Ada perubahan angka ranking Visibility, Size, Rich Files dan Scholar, meskipun tidak mempengaruhi rangking universitas. Angka terbaru bisa dilihat dari rangking berdasarkan negara (id)


























































































January 30th, 2008 at 0:14
lumayan lah. walau sebenarnya itu terasa belum maksimal sebab sebenarnya sistem penilaian Webometrics yg berdasar kepada aktivitas di dunia maya ini bisa diperjuangkan relatif lebih mudah daripada sistem penilaian yang lain. (karena ga ada parameter ketersediaan asrama mahasiswa, tingkat selektivitas, prestasi internasional, peraih nobel, etc.)
omong-omong kampusku, STT Telkom, kok peringkatnya malah anjlok dibanding taon lalu… -__-
January 30th, 2008 at 0:17
Wah dah langsung jadi ulasannya ya Mas
. Saya ikut urun rembug tuk tambahkan analisisnya ya Mas. Tuk parameter visibility, terlihat Universitas Gunadarma mempunyai peringkat tertinggi diantara 17 perguruan tinggi tersebut. Mungkin karena strateginya terlalu memperhatikan Visibility- yang memang paling tinggi bobotnya, teman-teman di Universitas Gunadarma malah jadi “kedodoran” di Size dan Rich Files. Padahal S dan R tersebut secara internal lebih “controlable”, misalnya dengan mempercepat proses uploading paper ke repository system atau dengan sedikit melakukan modifikasi atau redesign situs-situsnya. Yang relatif lebih sulit adalah Google Scholar karena sangat tergantung produktifitas dalam menghasilkan publikasi yang relatif harus “diakui” oleh pihak eksternal. Sedangkan Visibility sendiri lebih banyak memerlukan strategi “marketing” atau bagaimana menjadikan sebuah domain perguruan tinggi bisa “dikangeni” oleh pihak eksternal.
January 30th, 2008 at 0:22
#bhermana: mumpung masih anget, dah nunggu lama soalnya hehehe. Rich Files dan scholar itu justru gampang lho mas, asal paper ilmiah dari dosen-dosen dengan atribut gundarnya dibuka, sepertinya Google Scholar mau ngindeks kok. Kalau Size dan visibility bisa dengan sedikit bantuan SEO
January 30th, 2008 at 0:35
:D iya mas. Tuk Rich File memang tergantung “persediaan” dokumen yang sebenarnya dari segi kuantitas relatif banyak di masing-masing PT. Soal kualitasnya kayaknya sih webometrics “belum peduli” ya Mas hehe. Mudah-mudahan setiap PT tidak menguber ranking webometric dengan mengabaikan kualitas isi dokumen tersebut. Soal Google Scholar memang sudah mulai terlacak beberapa paper yang ada di repository system, sekarang tinggal akselerasi uploading-nya. Tetapi untuk ke depannya itu perlu didukung oleh produktifitas dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan publikasi. Ok sekian dulu urun rembugnya, terima kasih. Btw, kegiatan UG-ICT Award-nya dah mulai banyak yang daftar Mas
January 30th, 2008 at 1:14
Gunadarma scholar & rich filesnya masih tersebar
tidak di domain Gunadarma. Ini yang sedang diupayakan dikumpulkan di repository Gunadarma. Faktor lain adalah banyak publikasi yang tidak terhitung oleh “scholar & rich files” dalam hitungan webometrics.
January 30th, 2008 at 2:01
#bhermana: Yup setuju mas
Oh great lah, kapan mau penjuriannya? Aku jadi ikutan njuri nggak?
#IMW: Weee dengaren mbah IMW serius …hehehe
January 30th, 2008 at 9:35
btw kampusku….masih sangat jauh……
January 30th, 2008 at 10:50
[…] Ranking Perguruan Tinggi Indonesia di Webometrics 2008 17 Perguruan Tinggi di Indonesia masuk rangking dalam Webometrics 2008. Ingin mengetahui secara lengkap perguruan tinggi mana saja yang masuk peringkat tersebut ? Silakan membaca dari alamat berikut: Klik disini […]
January 30th, 2008 at 14:19
jayalah terus Perguruan Tinggi di Indonesia !!!
January 30th, 2008 at 14:24
Menarik dicermati, kenapa masalah Size diberi bobot 2 dan Rich File cuma 1. IMHO, bobot sebuah institusi pendidikan seharusnya lebih besar pada ‘content’, baru berikutnya jumlah sivitas akademik.
January 30th, 2008 at 14:43
wahhh..kampusku masih jauh jg *tercium aj blom* ..hiks2x..
January 30th, 2008 at 15:14
ternyata kampus saia masuk perhitungan juga.. hheheeee.. thanks infonya..
January 30th, 2008 at 15:44
Kalau Universitas Mulawarman urutan brapa ya???
—–
thx..
YM: agaitaruna
Isi pulsa langsung dari HP sendiri, dapat bonus & daftar gratis
http://www.pulsa-dynasis.co.nr
January 30th, 2008 at 15:46
Perkenalkan Mahasiswa .net sejak 2005
January 30th, 2008 at 18:23
Ah, padahal di UI ada kambing. Kambing diitung, gak, sih?
January 30th, 2008 at 19:54
#jpmrblood: Kambing terindeks tapi ada kemungkinan tidak terhitung dalam parameter karena isinya mirror (redundant content)
#Banuanta: Mungkin perlu kerja keras lagi mas :0
#Zikri: Ya ada tim yang menentukan parameter om
Harusnya untuk universita yang bermain di dunia akademik bobot paling tinggi Scholar kali …
January 30th, 2008 at 22:48
menurut saya, bagaimanapun, apabila semua elemen bersemangat untuk bergerak maju dalam pendidikan.. maka indonesia hampir pasti akan bergerak maju kan? relatif dengan universitas2 lain yang ikut bergerak maju, kemajuan itu sendiri adalah sesuatu yang harus disyukuri.
jadi.. next stop: ada wakil dari universitas di indonesia yang nembus world top 500! amin!
ps: kampusku president university masih tercecer sangaat jauh di belakang..
January 31st, 2008 at 13:04
alhamdulillah,
stt termasuk 10 besar di Indonesia walaupun dengan umurnya yang seumur jagung di bandingkan PT2 diatasnya.
January 31st, 2008 at 13:35
@ts:
Hmm… sayang, yah. Padahal Kambing disedot dari mana-mana. Btw, di Indonesia itu belum ada open course ware (OCW), makanya konten sekelas Lontar tidak bisa dibuka. Jadi, informasi yang ada di Universitas masing-masing hanya tersedia di tempatnya masing-masing.
@adipt:
> jadi.. next stop: ada wakil dari universitas di indonesia
> yang nembus world top 500! amin!
Wuehh… mesti punya dulu 2 syarat ini:
1. Pemerintah mensubsidi penuh biaya Universitas. Atau
2. Universitas bisa menghasilkan penelitian dan hidup sepenuhnya dari sana.
January 31st, 2008 at 22:05
Halo Bang Romi dkk, urun rembug sedikit ya.
1. Secara prinsip, sebenarnya webometrics menilai seberapa jauh pemanfaatan teknologi informasi pada suatu perguruan tinggi, melalui 4 parameter tersebut (alasan detilnya bisa dibaca pada www.webometrics.info). Jadi bukan menilai kualitas pendidikannya lho.
2. Skor yang dimunculkan merupakan peringkat, yang berarti relatif terhadap yang lainnya, bukan nominal.
3. Pada versi Januari 2008 bobot berubah menjadi 50%V + 25%S +15%R +15%Sc.
Setelah hasil pemeringkatan QS-THES 2007 menunjukkan perguruan tinggi Indonesia banyak yang terseok, maka melalui versi Webometrics, banyak perguruan tinggi yang meningkat peringkat pemanfaatan IT-nya. Sedikit menyejukan.
Oh ya kebetulan saya punya koleksi data QS-THES 2005-2007, mungkin bisa semakin mempertajam analisis kita.
Score 2005 2006 2007
UGM 14 23.9 38.3
ITB 11.1 24.5 37.8
UI 10.5 24.9 34.9
UNAIR 8.1 8.4 26.4
IPB 17.6
UNDIP 8.4 15.4
(catatan: Unair dan Undip menunjukkan peningkatan yang bermakna, sekitar 3x dan 2x)
WorldR# 2005 2006 2007
UGM 341 270 360
ITB 408 258 369
UI 420 250 395
UNAIR 475 526 502
IPB 545
UNDIP 495 553
Semoga bermanfaat.
Salam.
January 31st, 2008 at 22:14
Oops sorry, yang bener 50%V + 20%S +15%R +15%Sc.
Score 2005 2006 2007
UGM 14 23.9 38.3
ITB 11.1 24.5 37.8
UI 10.5 24.9 34.9
UNAIR 8.1 8.4 26.4
IPB NA NA 17.6
UNDIP NA 8.4 15.4
WR 2005 2006 2007
UGM 341 270 360
ITB 408 258 369
UI 420 250 395
UNAIR 475 526 502
IPB NA NA 545
UNDIP NA 495 553
February 1st, 2008 at 0:19
saya perwakilan dari mahasiswa binus, ternyata biarpun di binus idah dapet ISO dan elearningnya sangat berjalan, tapi di Indonesia masih peringkat bawah…
February 1st, 2008 at 6:32
Gunadarma masuk yah, welweh… secara lulusan dari situ, biasanya mereka punya archive sendiri, setiap pembuatan TA mereka minta seri pdf nya, dan itu tidak terpublikasi…..
dan lagi, kalau mau ambil material digital dari mata kuliah harus tau dosen yang bersangkutan dulu….
ini memungkinkan kelambatan dan kesulitan untuk mencari data..
salam.
February 1st, 2008 at 9:13
Selamat untuk Universitas Airlangga.. mudah-mudahan ini menjadi penyemangat agar makin banyak file pdf yang di share dan civitas Universitas Airlangga makin rajin membuat karya tulis ilmiah..
February 1st, 2008 at 11:25
#Dripa: Ok thanks, informasi yang bermanfaat. Webometrics memang menilai aktifitas universitas di dunia maya.
February 1st, 2008 at 11:57
baru-baru ini Globe Asia juga mengeluarkan ranking2-an untuk univ di dalam negri, sayang saya cari taut asli ke globeasia gak ketemu, jadi gak tau metode dan variabel detilnya, malah ada di suara pembaruan http://www.suarapembaruan.com/News/2008/01/29/Utama/ut03.htm
February 1st, 2008 at 12:42
*** Hemm… Kekuatan masih terpusat di Jawa…***
February 1st, 2008 at 13:21
komen buat raffaell, kalau mau cari pake nama mata kuliah ada di perpustakaan digitalnya gunadarma y: http://library.gunadarma.ac.id. untuk TA kita juga dah publish, tapi cuma abstraksi, daftar isi, saja. Jadi kasih tau ya sama yang lainnya ya ?
February 1st, 2008 at 16:52
Yes, UGM No 1 Lagi. Tapi, mudah2an UGM ga terlena ama peringkat dan terus memperbaiki sarana belajar. Apalagi kalo dilihat dari SPP yang terus meningkat. Globe Asia gimana tuh surveinya, patut dipertanyakan. Apakah ada “titipan” dari sponsor?
February 2nd, 2008 at 18:23
wah..undip kok ga ada y??
tanya kenapa??
February 3rd, 2008 at 23:46
wah agak bingung sick maklum gak mudeng..tapi lumayan buat pengetahuan.makasih ya bos..sukses selalu..
February 4th, 2008 at 1:22
wah kapan STIKOM masuk list itu ya … hehehe
gimana supaya termasuk dalam 5000 besar itu ya??
February 4th, 2008 at 2:47
[…] Formula rangking ini telah direvisi sejak Januari 2008 menjadi seperti di bawah (updated: 1 pebruari 2008) - [by Romi Satrio Wahono]: […]
February 6th, 2008 at 9:48
Undip kagak masuk! Kagak bisa begitu!!
February 11th, 2008 at 18:41
[…] Romi Satria Wahono - 17 Universitas Indonesia di Ranking Webometrics 2008 […]
February 12th, 2008 at 14:26
Wah Unila masuk juga ya, lumayan2..:) Mudah2an dari tahun ke tahun semakin maju aja. Bravo UNILA
February 12th, 2008 at 15:05
ohhh UI-q kapan kau akan menunjukkan taringmu lagi????
February 13th, 2008 at 10:41
Alhamdulillah UGM dapat terus menunjukkan hasil yang membanggakan, setelah berhasil menjadi satu-satunya universitas yang berhasil memasukkan 3 kategori dlam bidang humaniora,ilmu sosial dan biomedik.
Semoga hal ini tidak membuat UGM jadi lalai. Saya sebagai mahasiswa UGM turut bangga (tapi hanya sekadarnya saja, ga usah dilebih2kan).
Tapi yang menurut saya aneh, walau disebut universitas kerakyatan tapi kok biaya pendidikannya (S1 Reguler) lebih mahal ketimbang UI dan ITB ya.
Uang SPP : 500.000 + 40.000(ASKES)
Uang BOP : Hitungan dengan SKS (1 SKS = 75.000).
padahal kan dulu UGM terbilang murah?hmm jadi aneh ya…
February 13th, 2008 at 10:49
Alhamdulilah IPB naik peringkatnya dari rangking 59 asia tenggara menjadi ke 50 asia tenggara
dan juga naik peringkat dari 2988 dunia menjadi 2546 dunia, wah kenaikannya lebih dari 300 peringkat.
ayo perguruan tinggi indonesia maju terus dan manfaatkan TI seoptimalnya…………
February 13th, 2008 at 10:53
mas romi NANYA DUNKS
sebenarnya pemeringkatan secara keseluruhan suatu universitas itu yang penilaiannya menyeluruh dan paling valid mana sih? THES atau Shanghai jiaotung university.
diden juga lihat di SJTU kalo universitas di indonesia kagak ada yang masuk 500 besar lho.
February 13th, 2008 at 12:44
#Diden: Semua valid mas, hanya parameter penentu rangkingnya beda. Karena itu kita lihat dari parameter penentu rangkingnya supaya ngeh dengan apa yang dirangking
Ikuti tulisanku di bagian university rangking deh, aku bahas ketiga sistem perangkingan universitas.
February 13th, 2008 at 14:52
Intinya, Undip rangking berapa yah?
(university chauvinist mode: on)
February 20th, 2008 at 12:50
[…] Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di blog nya Pak Romi Satria Wahono […]
February 20th, 2008 at 13:25
Hihi, salam buat Brawijaya Malang….
February 24th, 2008 at 9:20
Semoga dengan berubahnya STT Telkom menjadi Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) bisa menaikkan peringkat, yang dulunya Sekolah Tinggi tidak dikenal dalam dunia pendidikan Internasional bisa masuk dalam urutan 3356, sekarang setelah berubah menjadi Institut bisa lebih maju lagi
March 2nd, 2008 at 22:17
Mas Romi, webometric telah meralat tabel rankingnya untuk “rank universities by countries”. Jadi lumayan merubah analisis atau interpretasinya. Misalnya UGM sekarang justru paling unggul di visibility dan Gunadarma bukan unggul di visibility tetapi di Rich Files
.
Memang saya sempat bingung juga karena ketika tabel ranking ASEAN dipublikasikan belakangan, kok judul kolom parameternya berbeda dengan yang “by countries”. Jadi ada ketidakkonsisten judul kolom parameter. Tapi itu tidak merubah urutan kok. Mungkin webometric terburu-buru untuk ngejar jam tayang, jadi lupa “cross-check” deh hehe. Btw, untuk ICT award nanti Om Adang yang menghubungi Mas Romi. Terima kasih.
March 6th, 2008 at 22:49
ugm,itb,ui,unbraw,ipb,dll semuanya bagus
yang penting semuanya bersatu biar bisa jadi no.1 di asia tenggara!
March 7th, 2008 at 18:12
Mas Romi… gimana kalau anda jadi rektor cyber open university…. kan udah ada modalnya tuh dengan ikc nya? salam..
March 8th, 2008 at 1:24
#Bhermana: Oh sip thanks informasinya. Sepertinya dulu rank scholar dan rich files banyak terbalik
March 8th, 2008 at 21:41
UGM : U-niversitas G-ndeso M-nyogyakarto
Lihat aja Programnya ndeso-2. Ekonomi kerakyatan Model Prof. Mubyarto. Program KKN (Kuliah Kerja Nyata-nya) Prof. Koesnadi, Sosiologi Pedesaan-nya Prof. Lukman Soetrisno, atau itu tuh Perdebatan yang sempat mewarnai dunia bahkan sampai bergetar di AS dan Eropa antara Prof. T. Jacob dengan ilmuwan Australia. Perdebatannya juga ndak jauh-2 tentang hal “ndeso” yaitu tentang manusia langka Linga Bua 1.
UGM : Universitas G-ak M-utu
Nyata, sudah jelas-2 menurut Uni Eropa, gugus kendali Mutu UGM itu terbaik di Asteng, bahkan lebih baik dari NUS. Menurut Webometrics, UGM the best of the best di Indonesia bahkan rangkingnya terpaut 1000 ranking dari UI misalkan. Menurut TIMES juga terbaik di Indonesia bahkan untuk social science top 50, untuk Humaniora dan Medicine top 100 di dunia. Ini seakan menegasikan UI bahwa kedokterannya terbaik di Indonesia, tetapi FK UI tidak mausuk dalam ranking.
Tapi tetap aja, sivitas akademika UGM tiap hari demo dan protes. Protes SPP mahal, demo kebijakan rektor yang njelehi, lebih parah lagi sivitas akademika UGM itu ndak nyadar bahwa dia tuh terbaik. Kalau ketemu universitas lain jangankan model ITB atau UI, dengan universitas swasta ecek-ecek pun, alumni UGM akan bilang “wah kualiah dimanapun sama bagusnya kok”.
UGM : Universitas Golek Morotuo
Paling-paling yang dijadiin andalan para mahasiswa UGM cuma ini satu-satu, untuk modal cari calon mertua. Ndak tahu yah, kok kalau kita mahsiswa UGM tahu-2 aja posisi tawar kita tinggi sekali dimata calon mertua.
Ndak nyadar tuh para calon mertua, kalau kita itu sebenarnya ndeso buanget =))
UGM : Universitas G-erombolan M-ahasiswa…
Karena terbiasa demo makanya akhirnya begitu lulus jadi gerombolan politisi…
Jubir Presiden alumnus UGM
Ketua Fraksi Golkar alumnus UGM
Ketua Partai PKB alumnus UGM
Ketua Dewan Syuro PKS almunus UGM
Ketua HTI alumnus UGM
Sekjend PDI-P Alumnus UGM
Mantan Pendiri PAN alumnus UGM
Kalau yang muda yah itu tuh…
Rektor Paramadinamulya Anies Baswedan, Ketua Pusat Studi Pemberantasan Korupsi Denny Indrayana, termasuk manata mahasiswa yang pernah diculik jaman ORBA: Budiman Sudjatmiko, Andi Arief, Faisol Reza, semuanya alumni UGM
Pantesan aja itu UGM disebut Universwitas Gerombolan Mahasiswa =))
March 15th, 2008 at 1:14
gimana ya caranya daftarkan web kampus saya…sebab, website kampus saya belum kedaftar tuh.. maka`e gak termasuk Rangking..
March 15th, 2008 at 15:08
Loe maah pada enak kuliah di universitas jajaran atas di indonesia. lah gua kuliah di kampus yg penuh kekerasan, gedungnya kyk gubuk,labnya kgk prnah d pake. nasib2….
March 24th, 2008 at 23:34
kita g’ perlu berdepat ptn mana yang terbaik.jika kita menoleh ke depan coba kita lihat PTN ternama seperti UI,UGM,ITB maupun PTn ternama di jawatimur UNIBRAW kenapa ku nyebutin UNIBRAW kita lihat aja prestasi lulusan taun ini
http://febri.wordpress.com/2007/09/26/lowongan-kerja-pertamina-ep-2-oktober-2007-melalui-student-advisory-center-sac/#comment-1763
http://handy.hagemman.com/index.php/2008/02/07/penting-unibraw-career-expo-2008/
and lulusannya kebanyakn bekerja di ikstasi pemerintah maupun perusahaan besar di indonesia maupun luar.toh kita kuliah yang di pentingin yang pertama ilmu and kedepannya(Pekerja).kebanyakan kampus berdalih yang terbaik tapi dalam kenyataannya setelah kita lulus???
April 6th, 2008 at 1:16
walaupun kampus gw negeri n’ dah mempublikasin dirinya sebagai kampus Riset, tp lom termasuk dalam dapat ranking / emangnya yang menjadi kategori prioritasnya apa sih ??? thank wat pencerahannya!!!!
April 17th, 2008 at 14:12
selamat buat univ yg berhasil mendpt ranking yg bagus. Yg belum mungkin hrs berusaha lagi agar bisa nyusul. Terlebih penting kita jgn terlena & harus terus maju… Buat mas adler yg sangat kecewa krn sdh 3x tdk tembus test masuk ugm jgn pula mencaci ugm. Hanya pecundang yg mempunyai sifat spt itu. Lebih baik belajar lagi… siapa tahu masih ada kesempatan ikut spmb. Yah.. kalo gak keburu tua kalee..Kasihan juga seh sebenarnya.. Kegedean mimpi gak kesampaian….
April 17th, 2008 at 14:26
adler..adler… gak usah kecil hati & mencaci maki univ yg kita gagal masuk. Mungkin memang kamu kalah bersaing dgn yg lain. Masuk univ top bukan jaminan kok. Yg penting gimana usaha kita nantinya. Tingkatin ketrampilan & kebisaan kamu yg lainya. Buang sifat sirik kamu. Kan ada pepatah..sirik tanda tak mampu…
April 26th, 2008 at 17:24
halo Mr. Romi..seru juga liat webnya, kebetulan tulisan2nya Pak Romi sering masuk intranetnya kantor tempatku kerja. btw nih aku mau tanya kebetulan taun ini kampusku tercinta (Unibraw) katanya gak masuk 50 besar kampus potensialnya DIKTI (tapi gak tau juga nih sumbernya valid gak ya..)padahal 22 dari 38 PSnya udah Akreditasi A (58%) dan standarnya DIKTI itu >60% masuk kategori universitas dengan akreditasi A, dan juga di WEBOMETRIC januari 2008 urutan 4nya Indonesia..ada pendapat gak nih? aku mau tanya juga ranking UNIBRAW di perangkingan yang lain tuh gimana dan berapa? thx banget lho bos
April 27th, 2008 at 21:14
#Untirta : hmm, km bodoh klo bilang bgtu!, sbnrnya kuliah dmn saja itu ga da bdanya kok. cman trgantung ma orgnya. km kira kuliah di UGM pasti mnjamin kerja pa?
Huh, salah besar tman!
dijaman ini sdh trjadi revolusi pndidikan, klo ortu yg apatis pasti brpikir bhwa kuliah di UGM,ITB, or UI itulah yg terbaik. but, stlh aq pelajari mhsiswa2 nya ga bgt istmwa kok!, justru mrk itu lemah, krn brda diatas!
asal tau aj yach di luar negeri skrg bnyk manager perushaan yg diangkat dr seorang clining service yg berkualitas, scr brthp! mngpa?
karena mereka akan lbh hbat dlm memipin prshaan, krn mrk sdh tau kondisi di setiap bidang!, dan yg pnting intinya adl bhwa kualitas itu lbh penting dr kuantitas!
so, utk km jgn mnyrh bgt aja..,saran ku yg trkhir adl ” JGN PERNAH MNYALAHKAN KONDISI ” krn setiap org dberi kondisi yg sdh ditentukan utk dia! aq pun bgt dulu aq bgt mnyesalkan diri dgn takdirq, ttp setelah ak tau dibalik smua ini…aq trsnyum dgn tetesan air mata!!^^.
April 28th, 2008 at 14:23
Kuliah itu bukan cari ilmu. Ilmu itu sekarang banyak, mulai dari ilmukomputer.com sampai dengan ebook2 terbaru yg ada di rapidshare
Tapi kuliah itu cari pengalaman berinteraksi, berorganisasi, dan belajar bekerja, agar tidak kaget kalau disuruh bekerja beneran.
BTW kenapa ya kalau denger kata ‘organisasi’ bawaannya denger yang urusannya politik aja. Padahal bikin tim IT volunteer bagi mahasiswa itu kan juga belajar berorganisasi.
April 29th, 2008 at 16:13
Assalamu’alaikum….
buat semua rekan2, maen2 dunk k Politeknik Caltex Riau (PCR - Pekanbaru) yang baru berdiri tahun 2001, dan telah meraih juara 3 lomba robot se Indonesia sebelum ada mahasiswa yg tamat, dan dipercayai oleh beberapa perusahaan asing untuk menggunakan tenaga dan pikirannya untuk di perusahaan mereka. bahkana udah d request sebelum wisuda. Kami sbg keluarga besar PCR bangga, krn usianya yg masih ingusan (diibaratkan) telah sesukses itu. Mohon doanya agar kami jg bisa meraih rangking 100 besar top asia. dan 10 besar top indonesia.
kunjungi situs PCR : www.pcr.ac.id
May 19th, 2008 at 23:05
Bismillahirrohmanirrohim….
Assalamu’alaikum Wr Wb….
Demi Rabb yang jiwaku dalam genggaman-Nya….
Saya mohon……
Tolong disebarkan…….!!!!!
Jangan pernah takut masuk UI !!!
Itulah hal yang selalu ingin saya camkan ke benak para putra-putri bangsa yang merasa dirinya minder alias kurang Pe De untuk masuk ke Universitas Indonesia karena keterbatasan ekonomi…..
UI itu kampus rakyat, adikku…..
Dari anak guru di banda aceh,
Bocah kuli tambang di Belitong,
Penjual pisang goreng di bengkulu,
Putra kuli bangunan di Jakarta,
Putri petani di brebes,
Remaja Nelayan di pesisir papua,
Atau bahkan seorang yatim-piatu di Makasar,
Hingga seorang anak tunggal dari presiden direktur Astra Honda Motor…
SEMUA berHak masuk UI !!!!!!!
Modalnya Cuma satu !!
Setelah mengantongi ijazah SMA, MA atau SMK.
Kamu harus lulus SNMPTN, dan UMB bulan juni ini !!!!
“Ah, untuk nyari makan aja orangtua ngos-ngosan… Gimana mau biayain kuLiah ???”
Aku tahu, mungkin itu yang ada dalam benakmu sekarang….
Tapi skarang saya balik tanya pada dirimu, apabila kamu sudah lulus SNMPTN di UI, dan telah datang hari dimana kamu harus daftar ulang di kampus UI depok, dan kamu tak membawa uang sepeserpun, Apakah KAMU akan diusir begitu saja dari tempat pendaftaran????
Jawabnya adalah tidak……
Kamu mempunyai modaL SK Rektor yang berbunyi bahwa tidak ada satupun mahasiswa yang KELUAR karena masalah faktor BIAYA !!!!!
Jangan terlalu terpengaruh dengan MEDIA yang mengatakan bahwa UI itu mahal !!!!
Karena para penentu kebijakan di atas sana (rektorat), itu mengetahui bahwa walaupun uang semesteran dinaikan 2 kali, 5 kali, 10 kali lipat pun, mahasiswa yang ingin masuk UI tetap saja banyak !!!!!
Alhasil, jadilah UI kampus yang bernuansa borjuis. . . .
Aku beri data yang valid yah…
(ya Allah, tolonglah hambaMU ini, agar Rektorat tidak men-DO saya karena membocorkan informasi ini…..)
Contohnya Fakultas TEKNIK (fakultas dimana saya kuliah sekarang….)
43 % Calon mahasiswa FT angkatan 2007 tidak benar-benar membayar Uang pangkal sebesar 25 juta !!!!!!
Dan saya ingin angka persentase ini dipertahankan atau bahkan harus cenderung naik !!!
43% mahasiswa ini hanya membayar dengan variasi angka yang beraneka ragam….
Dari nol (alias tidak membayar UP sama sekali), beberapa ratus ribu, beberapa juta, hingga sampai mendekati angka tertinggi (25 juta)……
Tergantung dari kesanggupan ekonomi kalian…..
Sedangkan 57 % sisanya adalah anak-anak yang patut mensyukuri hidup, karena mereka dilahirkan dari latar belakang keluarga yang berkecukupan…..
Pada saat pendaftaran ulang, kalian akan dibantu kakak2 kalian dari kesma (kesejahteraan mahasiswa) BEM UI, untuk masalah pengadvokasian Uang pangkal ini…….
Jadi, sok atuh…
Datanglah beramai2 ke UI tanpa perlu masalah finansial menghalangi…..
Raihlah cita2mu adik-ku…..
Ambilah hak kalian untuk belajar di kampus yang menyandang nama negara kita ini…..
“Oke…, stelah saya di terima di UI, bagaimana saya menyambung hidup ? Duit tidak punya, apalagi UI itu ada di Jakarta, jauh dari kampug…..”
HIDUP itu Perjuangan, Bung !!!!
Kamu bisa kuliah sambil kerja !!!!!!
Bisa kerja sambilan sebagai guru privat, jualan nasi uduk, bisnis pulsa, dagang gorengan, supir taksi, dan masiiih banyak lagi……. Ini adalah proses pendewasaan kamu….. Kamu itu tidak sendirian dalam mengarungi hidup !!!
Insya Allah kalau kamu memenejemen waktu kamu, kuliah kamu ga bakal keteteran dengan adanya kerja sambilan ini….
Di jakarta ini banyak sekali ko peluang usaha dan perkerjaan sambilan yang terbuka buat kamu…..
Simpanlah dalam hatimu….
La tahzan !!
Innalaha ma’ana….
(jangan bersedih karena Allah bersamaku….)
Oiya, mengenai uang semesteran (baik yg dapat 100ribu s/d 7.5 juta tergantung keadaan ekonomi) saya sudah bilang blom, klo di UI itu ada banyak Beasiswa…..
Contohnya di Fakultas teknik ituh ada beasiswa
- Eka tjipta Foundation
- Mata Air Biru
- Goodwill Internasional
- Beasiswa Cendikia (AMIL ZIS UI)
- Sampoerna Foudation
- Qatar Internasional
- Beasiswa Indosat
- PPA dan BBM
- Supersemar
- Beastudi etos (dompet dhuafa)
- KS4
- Beasiswa Djarum
- Co Op
- Tanoto Foudation
- Beasiswa Cocacola
- Total E P
- Beasiswa Bank Mayapada
- Dan masi Banyak lagi deeeh, ini pun baru cuma dikit…..
- Saya ga hapal, karena saya tidak bisa dibilang ‘scholarship seeker’ di kampus.
- Jumlah kuotanya bisa mencapai ribuan mahasiswa dan tawaran selalu berdatangan dan terbuka sewaktu kita menjalani kehidupan kemahasiswaan…
Pernah saya denger dari temen saya di Fakultas Hukum, kalau pegawai di bidang mahalum pernah menangis gara-gara mahasiswa yang melamar beasiswa lebih sedikit daripada kuota banyaknya beasiswa…….
Udah tajir (kaya raya) semua kali mahasiswa di Fakultas itu,…. gak tau dah !
Jadi, sekarang semua saya serahkan kepadamu adik-ku…..
Beranikah kamu, untuk merubah hidupmu ???
Demi ayah, bunda, kakak2, dan adik2mu…..
Demi Semua warga di kampungmu…
Demi semua orang2 yang kamu cintai……
Jikalau Allah telah memberimu kecerdasan otak yang gemilang, sehingga kamu bisa melanjutkan belajar di jenjang yang lebih tinggi…..
Kenapa kau harus takut ???
May 27th, 2008 at 14:20
Alhamdulillah UI masih masuk tiga besar di Indonesia. Tapi kok sekarang kalah sama UGM and ITB yah??? Waduh-waduh, ada yang ga beres nih.
Tapi kudoakan UI bakal jaya seperti dulu.Amin.
MAJULAH KAMPUS PERJUANGAN!!!UNIVERSITAS INDONESIA!!!
June 23rd, 2008 at 14:52
kalau melihat rumus untuk perangkingannya kok ada yang aneh ya, kalau dilihat dan dihitung berdasarkan rumus, maka universitas lampung kan seharusnya mermiliki rangking yang lebih tinggi, tapi mengapa malah berada pada peringkat yang lebih rendah ?
rumus :
(50%V)=(20%Size)+(15%Rich Files)+(15%Scholar), nah kalau dilihat dari nilai2 nya kan harusnya universitas lampung yang terbaik, tapi mengapa justru yang terendah? apakah artinya yang terendah yang tertinggi?
June 26th, 2008 at 12:38
Gw ga ngerti sih angka detail2 yg ada di atas,tp..
are u sure UI ada di peringkat 1998 dunia????
apakah validitas penelitiannya tinggi tuh???
pas gw baca hal ini menohok bgt… 1998?? (ga bisa dikorting??he)
huhu,,smoga aja tahun ini peringkatnya naik drastis,,amin… cz gw ngerasain bgt klo sjk di taro di peringkat tiga ratus sekian thn 2007 (turun drastis dari peringkat 250 thn 2006) versi mjlh times.. UI cpt2 bebenah diri…
oiy,pdhl wkt liat peringkat UI versi mjlh times aja dah ngebuat gw kageeett,lha apalagi wktu gw ngeliat di web ini…