The World Is Flat: Globalisasi Versi Baru
by Romi Satria Wahono
Dari jalan-jalan ke toko buku akhir pekan lalu, saya membawa pulang buku karya Thomas L. Friedman yang berjudul The World is Flat. Buku best seller ini memberikan sebuah gambaran ringkas bagaimana berjalannya peradaban dunia saat ini. Saya mencoba merangkumkan pemikiran-pemikiran Friedman dalam beberapa artikel di blog ini. Dimulai dari kisah perjalanan Friedman ke India dan penemuan menarik bahwa ketika dia menjalani hidup di Bangalore, seolah serasa hidup di Kansas. Ketika bermain golf di India Selatan itu, lapangan golf dikelilingi oleh gedung-gedung perusahaan besar Amerika, ada IBM, Microsoft, Goldman Sachs, HP, dan Texas Instruments. Aksesoris lingkungan juga tidak jauh berbeda, karena penanda tee golf disponsori oleh Epson, sang Caddy mengenakan topi 3M, rambu lalu lintas tertempel Texas Instruments, papan billboard Pizza Hut dengan judul “Gigabites of Taste”.
500 tahun yang lalu Columbus berlayar bersama ratusan orang di tiga kapalnya untuk menemukan jalan lebih singkat ke India yang penuh dengan sumber kekayaan berupa emas, mutiara, batu permata dan sutra. Dia berlayar ke barat menyeberangi lautan atlantik serta menghindari selatan (mengitari Afrika) seperti yang ditempuh portugis. Columbus sedikit keliru memperhitungkan jarak, dan menemukan suatu daratan yang ternyata bukan India, meskipun orang di daratan tersebut dia beri nama “Orang India”. Columbus mempekerjakan “Orang India” itu sebagai budak dan sumber tenaga kasar yang gratis. Columbus juga berhasil membuktikan bahwa dunia ini bulat.
Sebaliknya, Friedman menuju India dengan pesawat Lufthansa, tentu tidak perlu tersesat karena ada GPS dengan tingkat kekeliruan hanya 1-2 meter. Friedman-pun pergi mencari kekayaan India seperti Columbus, hanya berbeda dengan Columbus yang mencari perangkat keras, Friedman mencari perangkat lunak, kekuatan otak, algoritma kompleks, pekerja intelektual, pusat layanan informasi dan terobosan baru teknologi serat optik sebagai sumber kekayaan masa kini. Berbeda dengan Columbus, Friedman justru kaget karena “Orang India” yang dia temui ternyata malah mengambil alih pekerjaannya, pekerjaan orang-orang di negaranya dan juga negara industri lain. Kalau Columbus secara tidak sengaja menemukan Amerika yang dia kira bagian dari India, Friedman justru menemukan India dan mengira bahwa yang dia temui adalah bagian dari Amerika. Orang India yang ditemuinya menggunakan nama Amerika, meniru aksen Amerika dan meniru teknik bisnis Amerika. Dan yang pasti Friedman telah membuktikan bahwa dunia ini datar (the world is flat).
Globalisasi secara hakekat telah berlangsung sejak lama. Globalisasi versi 1.0 telah dimulai Columbus di tahun 1492, juga pergerakan lain sampai tahun 1800-an. Proses ini menyusutkan dunia dari ukuran besar menjadi sedang. Globalisasi 1.0 berhubungan dengan negara dan otot, pelaku utama dan kekuatan penyatuan global adalah seberapa gigih, seberapa besar otot, seberapa besar tenaga kuda, tenaga angin, tenaga uap yang dimiliki suatu negara. Motor penggerak Globalisasi 1.0 adalah meng-globalnya negara. Pertanyaan utama Globalisasi 1.0 adalah: Dimana posisi dan peluang negara saya dalam persaingan global? Bagaimana saya turut mendunia dan bekerjasamad engan orang lain lewat negara saya?
Globalisasi versi 2.0 berlangsung dari tahun 1800-2000. Masa ini menyusutkan dunia dari ukuran sedang ke ukuran kecil. Dalam Globalisasi 2.0 pelaku utama dan kekuatan penyatuan global adalah perusahaan-perusahaan multinasional. Perusahaan-perusahaan ini mendunia demi pasar dan tenaga kerja. Pada masa awal, penyatuan global dimotori jatuhnya biaya pengangkutan berat mesin uap dan kereta api. Berikutnya dimotori oleh jatuhnya biaya telekomunikasi berkat penyebaran telegraf, telepon, PC, satelit, serat optik, Word Wide Web versi awal. Terjadi pasar global dengan adanya pergerakan barang, jasa, informasi dan tenaga kerja dari benua ke benua. Motor penggerak Globalisasi 2.0 adalah meng-globalnya perusahaan. Pertanyaan utama Globalisasi 2.0 adalah: Dimana posisi dan peluang perusahaan saya dalam ekonomi global? Bagaimana perusahaan saya bisa memanfaatkan peluang tersebut? Bagaimana saya turut mendunia dan bekerjasama dengan orang lain melalui perusahaan saya?
Globalisasi versi 3.0 dimulai tahun 2000, yang menyusutkan dunia dari ukuran kecil menjadi sangat kecil dan mendatarkan lapangan permainan. Era yang memungkinkan memberdayakan dan melibatkan individu serta kelompok kecil untuk dengan mudah menjadi global dengan sebutan “tatanan dunia datar” (flat world platform). Contoh nyatanya adalah konvergensi (penyatuan) antara komputer pribadi yang memungkinkan setiap individu dalam waktu singkat menjadi penulis materi mereka sendiri seara digital, serat optik yang memungkinkan mereka untuk mengakses lebih banyak materi materi di seluruh dunia dengan murah, serta workflow software yang memungkinkan individu-individu di seluruh dunia untuk bekerja bersama-sama mengerjakan suatu materi digital dari manapun, tanpa menghiraukan jarak antar mereka. Motor penggerak Globalisasi 3.0 adalah kekuatan baru yang ditemukan untuk bekerjasama dan bersaing secara individual dalam kancah global.
Saya akan lanjutkan dengan artikel berikutnya yang berjudul The World Is Flat: 10 Kekuatan Yang Mendatarkan Dunia.

Related Articles
- Arah dan Trend SDM IT
- The World Is Flat: 10 Kekuatan Yang Mendatarkan Dunia
- Konflik Dunia, Perang dan Gap Sosial
- Kupas Tuntas Pornografi di Internet
- Seminar Opensource di Telkom Bandung
- Beralihnya Trend ke Jurusan Desain
- Local Content dan Daya Saing Bangsa
- Pengembangan Konten di Era Web 2.0
- Teknik Perangkingan Universitas ala THES-QS
- Penerapan e-Learning dengan Model Motivasi Komunitas
- Software Engineer Sebagai Sebuah Profesi
- Kebebasan Yang Membebaskan
- Evolusi Perdjoeanganku
- Dosen Ngeblog, Kenapa Tidak?
- TI untuk Perpustakaan
- 17 Universitas Indonesia di Rangking Webometrics 2008
- ISO dan CD IlmuKomputer.Com Edisi September 2006
- Arah SDM TI: Dari Spesialis ke Versatilis
- Tahun Baru, Wajah Baru, Semangat Baru !
- Hermawan Kartajaya dan Marketing Open Source























































































February 8th, 2007 at 14:43
Wah, buku yang benar2 menarik. Sepertinya layak dijadikan koleksi
Terima Kasih banyak atas infonya
February 8th, 2007 at 17:26
Wah, kira2 globalisasi versi 4.0 seperti apa yah? Mungkinkah orang bisa berpindah tempat secepat aliran listrik? *kebanyakan nonton pilem*
February 8th, 2007 at 19:57
Saya juga sudah dapet bukunya, tapi belum sempet baca
February 8th, 2007 at 21:45
beli bukunya di indonesia kan pak?
February 9th, 2007 at 7:55
Yup, sorry lupa saya sebutkan, sudah ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Dian Rakyat.
February 9th, 2007 at 9:16
seep
saya tunggu saja artikel berikutnya
February 9th, 2007 at 14:55
Saya sih dapetnya gratis dari Wikimu, karena kebetulan jadi anggota favorit akhir tahun dan dapet versi hard-covernya (Inggris).
February 10th, 2007 at 7:37
Yang bahasa inggris aja, bukunya lebih keren. beli yang updated revision gitu. welcome to flatner world. Social Media sangat powerfull.
February 10th, 2007 at 10:24
Mau punya yang bahasa Inggris atau terjemahan bahasa Indonesia silakan saja, yang penting adalah “dibaca” …. itu saja
February 11th, 2007 at 1:30
Maaf yang comment saya sebelum ini salah link-nya, ini yang bener
Thomas L. Friedman emang luar biasa. Sayangnya ini hanyalah sebuah pemikiran 1 orang saja dan bukan suatu penelitian yang konkrit. Karena kenal orang2 top dunia, Friedman bisa mengatakan bahwa dunia sudah datar. Menurut saya lebih banyak orang di dunia yang tidak tahu dunia mulai datar dan mereka hanya tergencet oleh dunia yang semakin flat.
Tapi tetep aja saya kagum banget sama Thomas L. Friedman karena bagaimana bisa satu orang bisa punya pemikiran segitu besarnya. Tapi kalo ga salah, dia pernah nulis buku globalisasi juga sebelum ini, jadi emang dia sudah mengamati globalisasi sejak lama.
Aku suka banget waktu CEO Infosys mengatakan: “the playing field is levelledâ€. Membuatku bersemangat sebagai anak dari negara miskin seperti Indonesia untuk berani bersaing dengan orang2 dari negara maju.
Hal lain yang aku suka adalah ketika Friedman mengatakan bahwa sebetulnya yang lebih teruntungkan dari internet adalah warga negara miskin dibandingkan warga negara maju karena warga negara miskin sekarang bisa menikmati hal2 yang dulu hanya dinikmati negara maju, seperti jurnal2 ilmiah dari negara apapun sekarang sudah bisa didapatkan di manapun kita berada.
Tapi ada satu hal yang membuat saya agak “downâ€, ketika Friedman mengatakan bahwa Indonesia tidak bakal maju. Hal ini pernah saya tulis di blog saya. Silakan baca disini
February 14th, 2007 at 18:14
aku juga sudah beli bukunya, tapi belum dibaca keseluruhan…masih reviewnya doang. tapi dari reviewnya sudah menggambarkan asyiknya membaca buku ini untuk menambah wawasan tentang perkembangan IT di India (fokus dari objek penulis).
Mungkin perlu ada studi banding dari Indonesia ke India tentang keberhasilannya menggaet raksasa IT dari Silicon Valley untuk investasi di Indonesia.
February 15th, 2007 at 20:35
wah, membaca komentar dari teman-teman saya kepingin tahu.
Apa judul buku dalam edisi terjemahaannya ( Bahasa Indonesia)
Saya mau beli tuh !!!
Mohon Infonya.
Oka-Singaraja-Bali
February 16th, 2007 at 11:00
Mas Oka, penerbitnya Dian Rakyat, judul sama The World Is Flat. Wah saya harus minta fee marketing ke Dian Rakya nih …hehehe
February 20th, 2007 at 14:02
mas romi, saya juga sudah mendengarkan hehe.. mendengarkan, bukan membaca coz diceritakan sama teman. Lumyan inspiring hehe.. bagaimana “nasib” Anda ? Lebih tepatnya Kita nanti ?? perubahan paradigma ini harus dimaksimalkan implementasinya nih .. kalo nggak kita ketinggalan.. banget nget nget seprimitif orang Indian pada waktu Columbus dulu
March 19th, 2007 at 13:40
[...] Romi seems very happy with his newly bought book!, Word is Flat. He is so gracefull and willing to share the amazing point with you all. Keep share good things..Bright Boy! [...]
May 1st, 2007 at 19:38
[...] Geliat dosen untuk ngeblog saya pikir sesuatu yang positif dan harus didukung. Dan tentu lebih menarik lagi kalau dosennya bukan orang yang berlatar belakang computer science. Mas Rohmat Sarman sepertinya juga pernah bahas tentang tentang dosen ekonomi yang ngeblog. Tentu saya bukan seorang blog evangelist yang selalu punya misi khusus mengharuskan setiap dosen untuk ngeblog. Tapi saya pikir di era globalisasi kekinian yang sering disebut oleh Thomas Friedman sebagai globalisasi versi 3, karakter individu untuk sharing knowledge ataupun open mind kepada mahasiswa dan publik adalah suatu kebutuhan. Keuntungan untuk mahasiswa atau publik sudah jelas, bahwa mereka bisa mendapatkan warisan ilmu dari para dosennya. Untuk dosen keuntungan karena mereka akan mendapatkan feedback dari publik untuk semakin lebih mematangkan ilmu. Keuntungan lain adalah semakin terbentuknya image atau brand dosen berhubungan dengan kompetensi terhadap suatu bidang ilmu. Saya juga selalu beruntung mendapatkan cipratan ilmu-ilmu dari om Riri Satria, sahabat saya yang juga seorang dosen, yang di sela-sela kesibukannya masih mau bagi-bagi ilmu di situs blognya. [...]
May 4th, 2007 at 11:55
[...] Diskusi saya mulai dari perkembangan Internet yang membuat dunia semakin datar. Diskusi saya pertajam ke analisa pemikiran Thomas Friedman yang senada dengan majalah Times, dimana perubahan-perubahan besar akan bergeser ke movement individu. Thomas Friedman lewat Globalisasi Versi 3-nya dan Times melalui Person of the Year 2006 yang bukan memilih orang tapi YOU, ya anda semua yang share ide, konten dan knowledge di Internet. Movement individu membuat model inovasi berubah dari top-down menjadi bottom-up, bisnis juga akan mengarah ke community based organization, dimana individu or community participation akan memegang peranan penting. Otomatis ini membawa implikasi ke divisi marketing yang harus berorientasi ke marketing by participation. Pembelian egroups oleh yahoo yang akhirnya menjadi yahoogroups, Google dengan google adsensenya, Amazon dengan book reviewnya, Digg.Com dan Kilasan.Com dengan teknik toss beritanya, adalah contoh-contoh sederhana bagaimana strategi mereka mengakomodasi konsep individu participation. [...]
February 18th, 2008 at 15:00
Saya udah pinjem bukunya ke temen. tapi belum menyelesaikannya, panjang banget e :-p Buku ini yg jelas memang mengerikan. Jadi inget tulisan pak Guntar yg sptnya juga terkait dampak globalisasi
April 19th, 2008 at 11:12
Mas, aku mau tanya tentang tulisannya saskia sassen….ttg global city,…
mas bisa jelaskan sedikit tak ?
thanks ya mas……
butuh banget buat comparative…
September 6th, 2008 at 0:09
[...] Pada tulisan ini saya tidak ingin mengulas lebih jauh mengenai konsep Friedman tentang flat world, karena sudah banyak diluas (lihat semua link di atas), termasuk oleh sahabat saya, Romi Satria Wahono di blog dia di sini dan di sini. Saat membaca buku”World is Flat” ini pertama kali tahun 2006, saya sudah merasa bakal ada buku yang menjadi anti-tesis terhadap pemikiran Thomas L. Friedman ini. Salah satu pengkritik sejati adalah Pankaj Ghemawat, seorang professor dari Harvard Business School, yang menulis kritik terhadap konsep flat world ini : … More than 90% of the fixed investment around the world is still domestic … Trade flows are growing, but the ratio of domestic to international trade is still substantial. Even Canadian-U.S. trade, the largest bilateral relationship of its kind in the world, still exhibits a “home bias” of 5 to 1 … Web traffic within countries and regions has increased far faster than traffic between them. Just as in the real world, Internet links decay with distance … Along other dimensions of globalization, it’s true that new records are being set. But this growth has happened only relatively recently, and only after long periods of stagnation and reversal. As to the constellation of policy changes that led many countries – particularly China, India, and the former Soviet Union – to engage more extensively with the international economy, such policy openings are important. But clearly borders still matter. Global integration is only beginning, and is fragile and reversible. (B-Net Business Network). In a 2007 Foreign Policy magazine article, Pankaj Ghemawat (professor at Harvard Business School), argued that ninety percent of the world’s phone calls, Web traffic, and investments are local, suggesting that Friedman has grossly exaggerated the significance of the trends he describes. (Wikipedia). [...]
September 14th, 2008 at 14:39
[...] Selamat datang di Blog Pribadi saya, di era globalisasi kekinian yang sering disebut oleh Thomas Friedman sebagai globalisasi versi 3, karakter individu untuk sharing knowledge ataupun open mind kepada mahasiswa dan publik adalah suatu kebutuhan. Di era perkembangan informasi teknologi yang semakin pesat, Dosen bukan lagi satu-satunya sumber informasi ilmu pengetahuan, dalam upaya peningkatan kualitas proses belajar mengajar khususnya kemudahan mahasiswa dalam mengikuti proses belajar mengajar, blog ini merupakan salah satu solusi. Melalui blog pribadi ini, semoga setiap dosen akan memiliki brand atau image sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya. Terimakasih. semoga blog ini bermanfaat bagi kita semua [...]
November 27th, 2008 at 0:37
[...] Datarnya dunia membuat perubahan bisa dilakukan oleh individu atau kelompok kecil, di manapun berada. Dunia bergeser dan terjadi perubahan trend para pelopor dan perubah (agent of change), yang bukan dari negara besar, bukan dari perusahaan besar dan juga bukan dari universitas besar. Masalah ini dibahas tuntas oleh Friedman melalui teori versi globalisasi yang mulai 1990 masuk ke versi tiga. Majalah Time, meskipun dengan redaksi yang berbeda, juga membahas isu ini lewat kontroversi Time’s Person of the Year tahun 2006, yang memilih You (Anda). Ya, anda yang melakukan knowledge sharing di Internet, konsumer dan produser user generated content. Produk dan kreatifitas di dunia maya yang membuat perubahan tidak hanya di dunia maya sendiri, bahkan di dunia nyata, sering saya sebut dengan kreatifitas maya. [...]
December 3rd, 2008 at 5:33
[...] Datarnya dunia membuat perubahan bisa dilakukan oleh individu atau kelompok kecil, di manapun berada. Dunia bergeser dan terjadi perubahan trend para pelopor dan perubah (agent of change), yang bukan dari negara besar, bukan dari perusahaan besar dan juga bukan dari universitas besar. Masalah ini dibahas tuntas oleh Friedman melalui teori versi globalisasi yang mulai 1990 masuk ke versi tiga. Majalah Time, meskipun dengan redaksi yang berbeda, juga membahas isu ini lewat kontroversi Time’s Person of the Year tahun 2006, yang memilih You (Anda). Ya, anda yang melakukan knowledge sharing di Internet, konsumer dan produser user generated content. Produk dan kreatifitas di dunia maya yang membuat perubahan tidak hanya di dunia maya sendiri, bahkan di dunia nyata, sering saya sebut dengan kreatifitas maya. [...]
December 3rd, 2008 at 21:17
[...] Datarnya dunia membuat perubahan bisa dilakukan oleh individu atau kelompok kecil, di manapun berada. Dunia bergeser dan terjadi perubahan trend para pelopor dan perubah (agent of change), yang bukan dari negara besar, bukan dari perusahaan besar dan juga bukan dari universitas besar. Masalah ini dibahas tuntas oleh Friedman melalui teori versi globalisasi yang mulai 1990 masuk ke versi tiga. Majalah Time, meskipun dengan redaksi yang berbeda, juga membahas isu ini lewat kontroversi Time’s Person of the Year tahun 2006, yang memilih You (Anda). Ya, anda yang melakukan knowledge sharing di Internet, konsumer dan produser user generated content. Produk dan kreatifitas di dunia maya yang membuat perubahan tidak hanya di dunia maya sendiri, bahkan di dunia nyata, sering saya sebut dengan kreatifitas maya. [...]
December 29th, 2008 at 22:24
[...] besar dan juga bukan dari universitas besar. Masalah ini dibahas tuntas oleh Friedman melalui teori versi globalisasi yang mulai 1990 masuk ke versi tiga. Majalah Time, meskipun dengan redaksi yang berbeda, juga membahas isu ini lewat kontroversi [...]
January 27th, 2009 at 23:33
wahai pak romi yang budiman saya mau nanya
harga bukunya berapa ya?
January 28th, 2009 at 17:13
saya lagi mencari sbh dmpk global dari hp tlng di lngkpi ya!!!
February 5th, 2009 at 22:13
[...] besar dan juga bukan dari universitas besar. Masalah ini dibahas tuntas oleh Friedman melalui teori versi globalisasi yang mulai 1990 masuk ke versi tiga. Majalah Time, meskipun dengan redaksi yang berbeda, juga membahas isu ini lewat kontroversi [...]
April 2nd, 2009 at 15:12
[...] besar dan juga bukan dari universitas besar. Masalah ini dibahas tuntas oleh Friedman melalui teori versi globalisasi yang mulai 1990 masuk ke versi tiga. Majalah Time, meskipun dengan redaksi yang berbeda, juga membahas isu ini lewat kontroversi [...]
April 28th, 2009 at 20:32
[...] besar dan juga bukan dari universitas besar. Masalah ini dibahas tuntas oleh Friedman melalui teori versi globalisasi yang mulai 1990 masuk ke versi tiga. Majalah Time, meskipun dengan redaksi yang berbeda, juga membahas isu ini lewat kontroversi [...]
May 19th, 2009 at 7:48
[...] besar dan juga bukan dari universitas besar. Masalah ini dibahas tuntas oleh Friedman melalui teori versi globalisasi yang mulai 1990 masuk ke versi tiga. Majalah Time, meskipun dengan redaksi yang berbeda, juga membahas isu ini lewat kontroversi [...]
October 19th, 2009 at 13:27
Ada versi soft copynya gak mas?
November 15th, 2009 at 14:23
[...] Times, dimana perubahan-perubahan besar akan bergeser ke movement individu. Thomas Friedman lewat Globalisasi Versi 3-nya dan Times melalui Person of the Year 2006 yang bukan memilih orang tapi YOU, ya anda semua [...]
November 15th, 2009 at 14:25
[...] November 15, 2009 oleh anton182 [...]
November 15th, 2009 at 15:51
[...] Saya banyak mendapat banyak inspirasi dari Pk Romi Satria Wahono yang merupakan salah satu tokoh IT, Tanah Air tercinta Indonesia ini, & saya termasuk salah satu fans berat beliau. J banyak pelajaran yang dapat di ambil dari tulisan & presentasi beliau, sayang saya tidak sempat foto bareng pada saat itu J, disini saya hanya menjelaskan rangkuman secara singkat presentasi beliau pada saat acara “Career Day Menjadi Professional Dalam 180 hari “ di kampus sebagai pencerahan didalam memasuki dunia kerja nanti setelah di wisuda. J Yang pertama beliau menjelaskan tentang 3 era Globasisasi, yang dimulai globalisasi v.1 tokoh utama adalah Negara, globalisasi v.2 tokoh utama adalah perusahaan, globalisasi v.3 tokoh utama adalah datang dari individu dari dan kelompok kecil. Siapakah sang pembuat perubahan, pada majalah Time 2006 Time’s person of the years, sang pembuat perubahan adalah You, dimana You atau individu/orang yang melakukan shering ilmu di internet merekalah sang pembuat perubahan. Internet harusnya digunakan tidak hanya sekedar browsing, chating, e-mail, tetapi bagaimana bisa memanfaatkan sebagai Bisnis, Branding, Marketing, Sharing & Publication, Sehingga kita dituntut untuk melihat Trend Kreatifitas Maya karena ini bekal penting dalam membuat kreatifitas maya. User Generated Content dalam kreatifitas maya di dalam generasi baru layanan web berbasis web 0.2 adalah dengan menjual diri (Core Competence). Menjual core competence/keahlian lewat tulisan di blog, contoh fokus menulis animasi dapat project animasi, fokus tulisan di e-learning dapat banyak project e-learning, fokus menulis tentang Open source banyak dapat projek open source dll. Disini saya dapat mengambil kesimpuan bahwa trend pencarian informasi dunia berubah, sehingga proses pencarian informasi lebih banyak menggunakan Internet, misalnya mencari informasi tentang ilmu Komputer yang akan kita pelajari, dengan cara langsung bergabung di berbagai macam komunitas maya, ataupun dapat langsung menuju blog dari seorang pakar/Dosen Komputer kita untuk langsung berinteraksi dan konsultasi, sehingga lebih efisien tidak terikat jarak & waktu, semoga kita dapat memanfaatkan internet dengan maksimal sehingga dapat mengambil banyak sisi-sisi positnya sehingga dapat memberi kebaikan dan kemajuan minimal pada diri sendiri, selamat berkarya… Untuk dapat lebih lengkap penjelasan dari tulisan-tulisan beliau, silahkan klik di sini. [...]
December 5th, 2009 at 13:16
[...] besar dan juga bukan dari universitas besar. Masalah ini dibahas tuntas oleh Friedman melalui teori versi globalisasi yang mulai 1990 masuk ke versi tiga. Majalah Time, meskipun dengan redaksi yang berbeda, juga membahas isu ini lewat kontroversi [...]
March 3rd, 2010 at 11:10
good information
makasih ya
March 25th, 2010 at 12:26
hmm….thanks ya
artikelnya membantu ujianku
June 14th, 2010 at 11:57
luar biasa mas. jadi mau baca bukunya. thanks buat artikel ini mas