RomiSatriaWahono.Net

Learning, Researching, Entrepreneuring, Teaching, Motivating and Inspiring People
October 20th, 2008

Arah Pergerakan Mahasiswa di Era Dunia Datar

by Romi Satria Wahono

demomahasiswa.jpgTeriakan berantas kebodohan, menggelikan ketika keluar dari mulut mahasiswa bodoh!

Mahasiswa pemalas yang tidak bebas dari penyakit finansial, absurd ketika berteriak bebaskan rakyat dari kemiskinan!

Mahasiswa koruptor jam kuliah, tidak pantas berteriak anti-korupsi!

Adalah tiga kalimat pembuka dari diskusi yang saya sampaikan, ketika diminta mengisi acara halal bihalal KAMMI Pusat, sekaligus launching KAMMI Online di Senayan, Jakarta, pada hari Sabtu, 18 Oktober 2008. Kebetulan acara ini juga dihadiri pengurus berbagai organisasi mahasiswa lain. Jadi saya gunakan kesempatan ini untuk melakukan diskusi, kritik dan sekaligus membuka wacana teman-teman mahasiswa aktifis organisasi pergerakan mahasiswa bahwa era sudah berubah.

Perlu kita pahami bersama bahwa masyarakat sudah sangat resistence dengan teriakan-teriakan idealis tanpa pelaksanaan yang sering mahasiswa lakukan. Rakyat perlu teladan, rakyat perlu studi kasus, rakyat perlu success story, dan rakyat perlu know-how yang kita milikia. Dengan memanfaatkan berbagai solusi praktis dan nyata yang kita dapatkan dari bangku kuliah maupun pengalaman lapangan, diharapkan dapat membantu masyarakat untuk menyelesaikan masalah yang semakin menumpuk. Pergerakan mahasiswa di era dunia datar harus lebih cerdas, lebih efektif, sehingga energi dan biaya yang kita miliki tidak mubadzir dan bisa dialokasikan untuk berbagai kegiatan lain yang lebih bermanfaat. Teknologi informasi khususnya Internet dengan jumlah pengguna yang semakin besar di Indonesia bisa menjadi satu alternatif teknologi pendukung pergerakan mahasiswa.

Saya sebenarnya tidak berbicara muluk-muluk, tapi hanya sharing pengalaman, bagaimana kehidupan saya semasa menjadi aktifis mahasiswa. Saya sempat meniti karir di kepengurusan Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPI Jepang) dari level komisariat, komda, sampai menjadi ketua umum PPI Jepang tahun 2001-2003. Di sisi lain, saya juga bergerak di sisi keilmuwan dengan menjadi ketua umum asosiasi ilmiah yang dibuat mahasiswa Indonesia bernama IECI di tahun yang sama. Selain bergerak di darat, era dunia datar membuat saya juga harus bergerak di dunia maya, menciptakan usaha kreatif, menjalin kerjasama dengan organisasi lain, membangun komunitas maya, melakukan image branding, maupun mempengaruhi orang lain lewat tulisan di blog. Semua tetap saya lakukan dengan tetap menjaga prestasi akademik, karena tugas utama mahasiswa adalah belajar dan prestasi akademik adalah salah satu alat ukur keberhasilan mahasiswa dalam belajar.

Materi diskusi saya bagi menjadi dua topik utama.

  1. Modal dan strategi dasar seperti apa yang harus dimiliki mahasiswa pergerakan. Modal dasar ini penting, karena membuat teriakan kita, demo-demo kita, kritikan kita terasa bermakna alias tidak hampa
  2. Apa yang harus dipersiapkan mahasiswa menyambut era dunia datar. Internet adalah media yang sangat efisien dan efektif untuk mendukung pergerakan mahasiswa. Terkadang web-based influence tactics bisa lebih efektif dan efisien daripada teriakan mahasiswa di jalan yang kadang memacetkan ruas-ruas jalan jakarta yang sudah macet. Meskipun tentu saja pada timing yang lain, turun jalan juga adalah alternatif strategi yang harus kita tempuh.

PERGERAKAN MAHASISWA

Modal dan strategi dasar yang harus dimiliki mahasiswa yang merasa menjadi aktifis pergerakan saya gambarkan di bawah.

pergerakanmahasiswa.jpg
  • Jaga prestasi akademik, tugas utama mahasiswa adalah belajar, karena kedudukan di kampus membawa implikasi bahwa mahasiswa adalah seorang akademisi, pemikir, bergerak secara logis dan terukur. Kualitas intelektual kita terukur lewat nilai-nilai dari mata kuliah yang kita ikuti. Ingat bahwa teriakan berantas kebodohan, menggelikan ketika keluar dari mulut mahasiswa bodoh!

  • Madzab, pemikiran dan strategi pergerakan mahasiswa juga harus dikuasai. Ini bisa dilakukan dengan banyak membaca sejarah pergerakan mahasiswa di berbagai negara lain, membaca biografi tokoh pergerakan mahasiswa dimanapun berada, dan tentu saja yang sangat urgent adalah sejarah dan benang merah pergerakan mahasiswa di Indonesia. Jangan sampai mahasiswa mengulang kesalahan yang dilakukan mahasiswa di era sebelumnya.

  • Benih-benih entrepreneurship harus dipupuk sejak masa mahasiswa. Mahasiswa harus berusaha mengatasi masalah finansial, karena kita harus memberikan teladan dan success story kepada masyarakat berhubungan dengan kemandirian finansial. Ingat, mahasiswa pemalas yang tidak bebas dari penyakit finansial, absurd ketika berteriak bebaskan rakyat dari kemiskinan. Kemandirian organisasi dan personelnya dari “sumbangan” pihak lain yang punya kepentingan, membuat independensi organisasi mahasiswa terjaga. Membuat teriakan kita tetap lantang kepada siapapun tanpa pandang bulu.

  • Konsistensi perdjoeangan adalah kekuatan karakter aktifis mahasiswa. Pahami hakekat dari kritik-kritik yang kita lakukan. Logikanya mahasiswa koruptor jam kuliah, tidak pantas berteriak anti-korupsi. Think globally, but act locally.

  • Public speaking dan leadership, faktor penting dalam mempengaruhi orang, karena tidak mungkin mahasiswa dengan leadership dan public speaking yang buruk mengkritik kepemimpinan nasional

  • Opini lewat tulisan adalah faktor penting dalam teknik mempengaruhi ala mahasiswa. Kualitas pikir seseorang diukur dari kualitas tulisan yang dihasilkan. Pergerakan mahasiswa tak akan lepas dari masalah intelektualitas, daya pikir, daya kreatif dan perilaku berbasis otak yang lain.

PERGERAKAN MAHASISWA 2.0

Modal pergerakan mahasiswa diatas harus dikuasai, karena itu adalah modal minimal. Meskipun itu semua tidak cukup ketika kita bergerak di era dunia datar dengan perkembangan internet dan web yang semakin pesat yang saat ini menuju ke generasi kedua (Web 2.0).

Barrack Obama tidak hanya mengandalkan tim suksesnya secara penuh ketika mengupload video pidato dan kampanye lewat YouTube, tapi sebagian diupload oleh para pemilihnya dengan sukarela. Inilah keindahan user-generated content. Influence tactics ala Web 2.0 ini saya yakin bisa dimanfaatkan oleh aktifis pergerakan mahasiswa, sehingga berbagai opini yang kita keluarkan akan lebih bergema, lebih luas dipahami masyarakat, dan wacana ini akan banyak dinikmati mahasiswa lain karena mahasiswa adalah pengakses Internet di Indonesia yang terbesar. Ingat menurut InternetWorldStats.com pengguna Internet di Indonesia mencapai 20 juta, dan menurut APJII bahkan 28 juta. Pengguna Internet di Indonesia bahkan lebih banyak daripada Spanyol atau negara tetangga kita yang ada di Asia. Tidak ada oplah media massa di Indonesia yang melebih angka 20 atau 28 juta, kecuali TV tentunya yang menurut berbagai data mencapai angka 40 juta. 

Kalau boleh saya gambarkan, pergerakan mahasiswa generasi kedua alias 2.0 saya pikir akan seperti gambar di bawah.

pergerakanmahasiswa2.jpg
  • Tebar Keshalehan Sosial dan Kreatifitas Maya. Ini adalah sumbangan besar mahasiswa plus sebagai solusi nyata untuk masyarakat. Efek langsungnya mungkin ke pengguna Internet, tapi efek tidak langsungnya bisa ke masyarakat yang bahkan tidak mengenal Internet. Misalnya, download materi IlmuKomputer.Com mungkin hanya bisa dilakukan oleh pengguna Internet. Tapi ilmu pengetahuan yang ada di dalamnya dapat dimanfaatkan oleh dosen dan guru untuk mengajar anak didik yang berada di berbagai pelosok tanak air.

  • Lakukan Image Branding Lewat Dunia Maya. Sekali lagi dengan 20-28 juta penguna, Internet adalah media massa yang paling efisien dan efektif untuk melakukan marketing dan branding baik untuk personal maupun organisasi.

  • Webpreneurship. Arah entrepreneurship yang sudah kita pupuk sebelumnya, mungkin bisa dikembangkan ke arah technopreneurship, khususnya webpreneurship. Organisasi pergerakan mahasiswa bisa membangun lini bisnis yang memikirkan berbagai bisnis model yang menarik, dan dari sinilah operasional organisasi dibiayai. Kemandirian finansial ini adalah teladan yang baik bagi masyarakat, membuat teriakan lantang kita tentang pembebasan kemiskinan dan kemandirian bangsa menjadi bermakna. Mengemis dana dari para pejabat, mentri maupun institusi pemerintah atau swasta, sebenarnya membuat rantai ikatan yang mengakibatkan organisasi kita tidak independen lagi. Pada saat memimpin PPI Jepang, saya juga berkonsentrasi ke kerjasama bisnis dengan berbagai perusahaan penerbangan, perusahaan telepon seluler dan bahkan perusahaan elektronik yang punya pasar ke Indonesia.

  • Tebar Pengaruh Lewat Tulisan di Blog. Lanjutkan influence tactic yang sudah kita lakukan di media massa cetak, ke arah blogging di Internet. Bahkan ketika objek yang kita bidik adalah pelajar di level SMA dan kebawah, gunakan layanan social networking semacam Friendster yang pengguna di level itu sangat besar. Ingat, Indonesia pengguna Friendster nomor tiga sedunia.

  • Fokus di Core Competence. Ini yang mahasiswa kita sering lupakan. Jurusan yang kita pilih di kampus seolah-olah bagaikan bidang garapan sampingan. Jurusan computing yang kita pilih, tidak membuat kita fasih berbicara tentang statistik pornografi di Internet ketika kita beraudiensi tentang RUU Antipornografi. Jurusan ilmu kehutanan yang kita geluti, juga seolah-olah tidak bermakna karena kita malah mengkritik sisi lain, ketika berteriak lantang tentang masalah kerusakan hutan kita, penebangan hutan yang liar atau monopoli pemanfaatan hutan oleh perusahaan. Jurusan sosial politik yang kita geluti, juga kadang tidak membuat kita fasih berbicara tentang teoritika dan strategi politik atau komparasi sistem politik kita dengan negara lain. Wahai aktifis mahasiswa, konsisten di kompetensi inti adalah jalan yang luruk, bijak dan bertanggungjawab. Jangan pernah mengatakan hal yang tidak kita kuasai permasalahannya, karena itu membuat kita dan segala sesuatu yang kita sampaikan terasa hampa.

  • Leadership di Komunitas Maya. Buktikan bahwa leadership kita di dunia nyata juga terbukti di dunia maya. Bangun komunitas, pimpin pergerakan komunitas maya, sebagai penambah dukungan pergerakan kita di dunia nyata.

Terakhir, tiga pesan saya untuk para aktifis pergerakan mahasiswa.

  1. Perdjoeangan yang mahasiswa lakukan adalah untuk memberi manfaat bagi rakyat. Semua itu bukan bertujuan untuk jalan kita menuju senayan (menjadi anggota DPR), jalan kita menjadi pejabat, jalan kita mendapatkan uang secara instan, atau jalan-jalan berpamrih lain yang membuat kita tidak ikhlash
  2. Ucapan menjadi bermakna ketika kita juga bergerak melakukan perubahan dan memberi contoh yang nyata. Think globally but act locally.
  3. Kembalikan perdjoeangan ke karakter dan kredo mahasiswa yang sebenarnya. Mahasiswa adalah akademisi, pemikir muda, intelektual muda, entrepreneur muda dan agen perubahan bangsa. Baca kembali dengan detail semua visi, misi dan kredo organisasi pergerakan mahasiswa kita, pasti selalu menyebut masalah intelektualitas, jiwa pemikir dan kekuatan akademik lain. Karena itulah akar dan dasar kita bergerak.

Tetap dalam perdjoeangan!

ttd-small.jpg

Related Articles

  1. Asosiasi Pengembang Software Indonesia
  2. Pilih Nama Asosiasi Pengembang Software Yuk!
  3. IlmuKomputer.Com Sebagai Blog Teknologi Terbaik di Pesta Blogger 2007
  4. Hermawan Kartajaya dan Marketing Open Source
  5. Memaknai Kuliah dan Mempersiapkan Diri di Dunia Kerja
  6. Mengenal Bisnis di Internet
  7. Paypal.Com Masuk Indonesia
  8. IlmuKomputer.Com Goes Blog
  9. Ngadu Trafik Mahasiswa Yang Kuliah ke Jepang
  10. Wajibnya Skill Coding Bagi Mahasiswa Computing
  11. UI dan UPI Melejit di Rangking Webometrics Juli 2008
  12. 10 Kiat Menjadi Entrepreneur untuk Mahasiswa Lugu (Versi Seminar)
  13. Facebook Personal Branding: Pakai Friends, Group atau Pages?
  14. Seminar dan Workshop eLearning di Jogjakarta
  15. Kiat Meningkatkan Nilai IPK
  16. Tren Konten Internet di Indonesia 2009
  17. Romi Satria Wahono eUniversity
  18. Forum Diskusi dan Milis APPLI
  19. Online Personal Branding dan Kampanye Pemilu
  20. Hacking di Unsoed, Purwokerto

90 Responses to “Arah Pergerakan Mahasiswa di Era Dunia Datar”

  1. Memang saat ini sangat perlu mahasiswa yang nggak hanya melek sosial tapi juga melek teknologi, begitu juga sebaliknya melek teknologi & juga melek sosial.

    Krisis sekarang nggak hanya bisa di suarakan lewat demo-demo jalanan, tapi juga harus dengan demo-demo karya teknologi yang solotif…

  2. #Ikhsan: Yup setuju mas :)

  3. Sekarang gerakan mahasiswa lebih mengarah kepada gerakan politik praktis yang tidak baik untuk pembelajaran. Meskipun perlu dipelajari tapi bukan sebuah tujuan utama. seperti yang dikatakan mas romi, seharusnya mahasiswa memang membangun basis kompetensi terlebih dahulu.

    Terimakasih sudah mau hadir memenuhi undangan KAMMI PUSAT. banyak yang jatuh hati dipandangan pertama :) ) kedepan bakalan yang banyak ngundang dari KAMMI.

    tapi kata teman-teman lebih banyak cerita pribadinya…hehehe.

  4. Think globally but act locally..:)
    Setuju banget..saya kira cocok banget neh artikel dg sebuah ayat didalam alqur’an yg artinya krg lebih begini ”Sesungguhnya Alloh tidak akan merubah keadaan yang ada pada suatu kaum sampai mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” ( Qs. Ar-Ro’du : 11 )

    Salam Perjuangan..(saef)

  5. #yadi: ok sip. Sampaikan ke temen2 KAMMI, saya menceritakan hal yg saya lakukan, karena kita semua sdh muak dg teori tanpa pelaksanaan kan? Saya tdk akan berteori atau memprotes hal yg saya sendiri tdk lakukan. Aku lakukan dan aku kabarkan. Think globaly, act localy, and teach to the people … Itulah caraku hehehe

  6. [...] Arah Pergerakan Mahasiswa di Era Dunia Datar [...]

  7. kalo memakai prinsip mas romy kayak gini, mungkin reformasi di tahun 1998 gak akan terjadi.
    Abisnya gmn, nunggu mhs pinter dulu, bs nulis dulu & kudu berhasil di entrepreneur dulu br boleh demo :)

  8. mantap pak romi!
    setuju setuju setuju!
    tapi mungkin tidak semua mahasiswa bisa begitu ya
    mungkin masih terbawa romantisme 98, mengingat2 betapa gagahnya mahasiswa bisa menumbangkan rezim, dsb.
    tapi sekarang eranya memang udah berubah
    selain demo2 di jalan yg perlu dilakukan pada saat2 tertentu, memang perlu juga berjuang lewat kompetensi, seperti yg pak romi tulis.

    ada yg bilang, jadi agent of change yg sebenarnya itu setelah lulus, saat bener2 terjun ke masyarakat. maka kalo pas di kampus lebih sering turun ke jalan dan ninggalin akademis & pengembangan kompetensi, mau ngasih apa ke masyarakat setelah lulus nanti?

    makasih pak
    bener2 masukan yg berharga buat para mahasiswa

  9. Keren Ohm, wah kayaknya ini yang mesti aku kejar.
    Makasih ya & terus berdjoeang.

  10. Tulisan yang sangat perlu untuk dibaca oleh para aktivis kita.
    Benar-benar sebuah masukan yang sangat luar biasa Mas Romi. Salut..

    Berdjoang di dunia nyata dan dunia maya!!

  11. setuju kalo sekarang perlu keunggulan kompetitif. siapa yang menjadi pelopor Gerakan Mahasiswa 2.0?

  12. #Cepaxu: Ngga perlu aku turun tangan jadi mahasiswa lagi kan hehehe

  13. Yudha Susanto Says:
    October 20th, 2008 at 14:53

    Pak Romi, mohon konfirmasi pernyataan Bapak “Tidak ada oplah media massa di Indonesia yang melebih angka 20 atau 28 juta”. Menurut Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material, Dr. Ir. Marzan A. Iskandar (pernyataan tahun 2006) “Berdasarkan hasil survey dinyatakan bahwa saat ini teledensitas perangkat TV di Indonesia cukup tinggi dibandingkan media informasi lain, yaitu 55% dari seluruh jumlah keluarga di Indonesia itu memiliki TV atau terdapat 40 juta pemirsa TV, maka dapat dinyatakan bahwa media TV merupakan sarana yang paling tepat untuk digunakan sebagai distribusi dan diseminasi informasi di Indonesia.”. Kemudian dari AGB Nielsen Media Research, total populasi TV sebesar 42.645.497 individu usia 5 tahun ke atas. Jadi, TV masih menjadi media massa dengan ‘oplah’ terbesar di Indonesia. Apalagi sekarang mulai dikenalkan teknologi TV digital (http://www.depkominfo.go.id/portal/?act=detail&mod=berita_kominfo&view=1&id=BRT081008094501). Memang pengguna internet Indonesia bakalan terus tumbuh, apalagi jika proyek ‘digitalisasi’ berhasil di Kawasan Timur Indonesia.

    BR,
    ::YDS::

  14. #Yudha: Hmmm maksud saya sebenarnya media massa cetak, berupa koran, majalah, dsb. Tapi ini informasi yang menarik, saya tambahkan di artikel deh. Thanks mas :)

  15. subhanallah… bner2 mantabz… saya juga udah lama mikir kayak gini. Saya juga pernah buat tulisan yg mirip disini: MustafaKamal.biz – Arah pergerakan mahasiswa masa depan.

    makasi mas romi, dengan postingan dari mas romi pasti pendapat saya jadi bisa lebih nampol karena didukung oleh orang kompeten kayak mas romi :)

  16. ferry4ever Says:
    October 20th, 2008 at 16:02

    suatu pencerahan yang sangat baik sekali, mas romi.
    jangan sampai kita berputar pada lingkaran “setan” :
    mahasiswa takut dosen ; dosen takut rektor ; rektor takut dirjen ; dirjen takut menteri ; menteri takut presiden dan presiden takut mahasiswa ???
    siapa takut ? :)

  17. setuju pak.. saya ikut sebar2in deh page ini ke aktivis2 kampus saya…

  18. Rom.. dulu setelah 97-an (era reformasi) aku pernah posting seperti ini, suatu oto-kritik mahasiswa. Dampaknya banyak yg ngebomb mail box ku he he eh eh he dianggap anti gerakan mahasiswa.

    Dia fikir aku ndak tahu orangnya, tapi syukurlah setelah sekian tahun orang itu sudah sadar, bahwa apa yang aku tulis memang begitu adanya, bahwa mahasiswa tanpa kemampuan profesi di bidangnya mah sama aja boong, jadinya teriak doang.

  19. ….Inspirational !!! , Do the best!!, makasih Om Romi.

  20. wah wah wah…
    saya salut sama pak romi nih..
    salam dari komunitas blogger bogor yang ingin mengundang bapak lewat Pak riri satria hehehehe

  21. oto-kritik mahasiswa(minjam istilah pak IMW )coba pak test mail box pa bnyak yang ngebomb mail box nya lagi?,coba tolong di publikasikan e-mail tersebut untuk pembelajaran realita-objektif mahasiswa indonesia
    saya pikir(menurut saya) kita semua ingin indonesia(khususnya) maupun dunia(umumnya)seperti berkehidupan di “surga” tanpa sebaliknya,pernah saya baca buku “ospek 1999″ univ.atmajaya yogyakarta bagaimana dulu para alumni dari berbagai kampus menyataka pendapatnya: ada yang jurusan hukum, dengan alasan hukum di indonesia tidak beres, kenudian kuliah lagi mengambil jurusan ekonomi dgn alasan ekonomi indonesia amburadul sampai2 dia sendiri capek melihat perkembangan indonesia,coba saya tanya pendapat bapak mengenai “bayu geni” pro-kontrak antara presiden(gelarnya Doktor loh pak dari IPB lagi..), UMY (sampai2 rektor nya berani menundurkan diri)(koloni pro) dengan UGM ,dll(kontrak ) lebih jelas coba klik http://www.wiryanto.wordpress.com,dll..

  22. waw! :-)
    hatur tengkyu sharingnya ^_^

    sepertinya ada yang salah ketik =>
    di point Fokus di Core Competence :
    Jurusan computing yang kita pilih, tidak membuat kita fasih berbicara tentang “statisik” pornografi di Internet.

    Statisik…? apa maksudnya statistik? atau emg bener2 statisik?

  23. saya prnh d ksh tw sma guru kwrgnegaraan saya klo sbnrnya demo d jln tu sulit tuk slesaikan mslh n’ g enak

    lbh baik bwt jnji dg orng yg kita demo
    biz tu ngomong deh apa adanya dlm ruangan ber AC
    klo mmngkinkan qta jg bkl dpt mknan

    truz planggaran2 yg d bwt oleh psrta demo tu bnyk bgt, d antrnya mgkn pncmran nma baik n’ mrusak fasilitas umum

    truz biz tu jg cpk, lpr, dll….

  24. demo ajang narsis dowang skg mah
    ndak jelas apa yg di demokan
    dikit2 demo dikit2 demo mulu, bahkan tugas utama sbg mahasiswa terlewatkan gara2 demo, akirnya ndak lulus2 sibuk demo
    ohmaigot inikan reformasi itu ?

  25. Terima Kasih atas pencerahannya pak.. :)

  26. sangat membara tulisannya pak….
    dedi jadi malu nih, ketika 10 jam sehari di depan komputer cuma untuk maen game n buka situs2 bokep… tapi sering ngomongin para koruptor…..

    doain aja dodi bisa galang temen2 kul sebanyak2nya untuk ngbloging…..

  27. Bosan tiap hari liat demo di TV, apalagi yang dilakukan mahasiswa. Coba yah klo mereka semua pada nge-blog… Bakalan g macet jalan cuma lantaran demo-demo yang hasilnya nihil.

  28. mahasiswa ber-demo kalau sesuai dengan tiga kalimat pembuka diskusi, ya.. sungguh naif.
    mahasiswa ber-demo, pertamanya ideal(?), kedua keluar-masuk penjara, ketiga “ya” kebalikan pesan pak Romi yang ke-1 (bukan = ya).
    setelah yang ketiga tercapai, ideal-nya mannaa?
    Trim’s pencerahannya.

  29. Mas, apakah setiap mahasiswa harus terperangkap dalam penggunaan software bajakan, apakaah ada encouragement dari Dosen untuk menggunakan open source dalam tugas-tugas kuliah?

  30. #Muhammad: Bisa oleh dosen dan bisa oleh kebijakan kampus. Coba ikuti tulisanku di sini: http://romisatriawahono.net/2006/02/27/bagaimana-mahasiswa-ilmu-komputer-belajar-mengkritisi-kurikulum-dan-gaya-pendidikan-kita/

  31. thanks mas romi. analisisnya tajam sekali… tajam ibarat pisau belati..

  32. Alhamdulillah…
    beruntung saya membaca tulisan bapak..

    Dan beruntung pula saya masih diingatkan saat ini, sat saya masih berstatus mahasiswa..Insya Allah, saya akan mencoba saran-saran bapak..

  33. Hmm… intinya konsisten. Memang susah pak untuk konsisten itu. Dan menurut saya, seringkali orang berpikir tidak perlu untuk berlaku konsisten.

    Kurang lebih setuju sama :

    Teriakan berantas kebodohan, menggelikan ketika keluar dari mulut mahasiswa bodoh!

    Mahasiswa pemalas yang tidak bebas dari penyakit finansial, absurd ketika berteriak bebaskan rakyat dari kemiskinan!

    Mahasiswa koruptor jam kuliah, tidak pantas berteriak anti-korupsi!

    Pergerakan 2.0 ? Wah.. sekarang sudah mulai masuk zamannya mashup pak :mrgreen:

    Pergerakan 3.0 ! ( walau pun saya gak punya gambaran gimana pergerakannya… )

  34. Setuju Mas..

    Sekarang kita butuh mahasiswa yang melek teknologi ..
    Juga he he he :)

    Perlu didasari agama yang kuat…
    Seperti Mas Romi

    http://trisnowlaharwetan.net

  35. sangat menggugah pak… saya ingin segera cepat2 untuk Take Action ke Pergerakan Mahasiswa 2.0

  36. wow, berangkat ke..PERGERAKAN MAHASISWA 2.0!!!

    tapi era sekarang, nyatanya mahasiswa sudah banyak yang tertutup dengan pergerakan organisasi.
    hanya pergi kekampus untuk bermain, dan pulang untuk makan.

  37. masalahnya saya mantan mahasiswa. jadi urusannya udah gak datar lagi. :D

  38. yeah….yeah….yeah…. :|

  39. Sepakat mas Romi!
    Emang kadang2 menjadi ironi, mahasiswa yg kuliahnya amburadul n penampilannya ‘acak2an’ lantang ngomong perbaikan pendidikan, ngomong berantas kemiskinan, dsb. semestinya yang diperbaiki dulu tuh mereka (mahasiswa). Konsepnya mas Romi nih, cocok tuk menu seluruh mahasiswa Indonesia!

  40. Salam…
    saya setuju sangat dengan mas romi…
    Untuk beberapa tahun kedepan ini, Indonesia butuh orang-orang profesional dalam disiplin ilmunya masing-masing.
    sementara itu, mahasiswa saat ini banyak yang tidak paham dengan kuliah/disiplin ilmu yang mereka pilih hari ini…
    mahasiswa sekarang sibuk demo tapi miskin karya nyata. lebih baik demo dari pada kuliah, sehingga apa yang disampaikan dosen dikelas tidak dipahami dengan baik…
    masa depan tidak butuh orang-orang yang cuma bisa ngomong tapi nggak berkarya sedikitpun… tidak mungkin dong jika sebagian besar mahasiswa sibuk ngurusin cita-citanya untuk menuju senayan alias menjadi anggota dewan yang terhormat…
    tidak banyak aktivis mahasiswa saat ini yang menguasai disiplin ilmunya masing-masing. tapi mereka lebih “jago” ngompol alias ngomong politik, walaupu menurut hemat saya itu hanya sebatas aktualisasi diri biar gaya and dibilang cerdas oleh yang lain meskipun ia sendiri terkadang kurang paham dengan yang diucapkan…
    ngomong politik tentu saja bukan sesuatu yang haram, malah cukup bagus sebagai pengmbangan intelektual, namun jika hal tersebut membuat mahasiswa tidak profesional dalam disiplin ilmunya tentu saja bangsa ini akan kehilangan sumber daya manusia dikemudian hari…

    jika sebagian besar mau jadi politikus, siapa lagi yang akan membangun teknologi bangsa ini,..siapa yang akan membangun ekonominya, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya…

    menjadi politikus tidak salah namun membangun bangsa ini dapat dilakukan dengan banyak cara sesuai dengan disiplin ilmu kita masing… jayalah mahasiswa indonesia…

    http://tanmalaka-community.blogspot.com/
    http://fisikamedis.blogspot.com/

  41. blog yang membuat semangat kaum muda pa romi…
    terima kasih..

  42. SETUJUUUUUUUU! saya juga dulu suka demo ketika jadi ketua senat FIP UNJ di tahun 1998. Mari BERDJOEANG Bersama sesuai kapasitas dan bidangnya masing-masing.

  43. hidup penuh perjuangan mas…
    jadi mahasiswa juga harus berjuang…
    jadi pengangguran juga harus berjuang…
    jadi caleg juga harus berjuang…
    berjuang jadi harus!
    hidup untuk berjuang!
    selamat berjuang!
    mari berjuang bersama!
    (kok kayak iklannya politisi ya?)

  44. ass kaifa khaluq salam kenal

    http://www.khamamah.blogspot.com

  45. “Think globally, act locally” hmmh..kata2 siapa ya dulu, perasaan sering denger (pak cecep kah?)It’s really true, salah satunya kita harus lebih banyak menggunakan konten2 lokal agar bangsa kita bisa lebih maju dan produktif, tidak konsumtif.

    Salam,

  46. om Romi emang jagoanku!!hehehe,,,
    oiya om Romi mau minta saran dunk, aku kan mahasiswa tingkat 3, kemampuan programming-ku buruk dan nilai2ku ga bagus2 amat, tapi aku sangat tertarik dan semangat kalo belajar tentang html, xml, php, ajax dll yang berhubungan dengan website. Tapi setelah banyak software web design kaya mambo,joomla, aku jadi minder dan merasa ga ada gunanya belajar yang kaya gini. Aku harus gimana om Romi??

  47. semua mesti proporsional ya mas? perkataan dan perbuatan mesti selaras

  48. Mahasiswa harus punya prinsip dalam memperjuangkan nasib bangsa. Prinsip yang saya baca di tulisan pak Romy ini menurut saya sudah cukup mendasar karena telah memperhatikan beberapa peranan mahasiswa secara terintegrasi dan bahkan telah di adjust buat kita-kita yang biasa terjun ke dunia IT.

    By the way, untuk kawan-kawan yang lain, yang masih sering turun aksi ke jalan raya, jangan biarkan aroma nikmatnya pergerakan mahasiswa menjadikan kita malas untuk berkembang, enggan untuk keluar dari zona nyaman, karena saya tahu persis bagaimana menguntungkannya menjadi mahasiswa, kita bisa kemana-mana dan bertemu siapapun, dimanapun dan kapanpun itu, dengan membawa status sebagai mahasiswa. Karena rupanya bangsa ini memang telah berhutang budi kepada Mahasiswa, sebagai elemen yang membawa pembaruan dalam kehidupan bernegara Indonesia.

    thanks

  49. dosen 2.0 sudah (ditulis), (pergerakan) mahasiswa 2.0 sudah (ditulis). hm,,, nanti ada tulisan rektor/rektorat 2.0 gak yahh? hehehe…

  50. namba dikit pak….
    Mahasiswa teriak “turunkan harga BBM” tapi demonya konvoy kendaraan bermotor…

  51. [...] Mengutip Tulisannya Pak Romi : [...]

  52. Selamat berjuang para Mahasiswa!

  53. Fredi Sukmala Says:
    October 24th, 2008 at 22:35

    sudah saatny mahasiswa bergerak di dunia nyata bukan dunia kata-kata

  54. Ya Pak. benar yang terdapat di tulisan bapak. mahasiswa sekarang ini kritisnya nggak melalui proses. dia semacam makanan ringat, instan banget mencetak penggerak yang tangguh. padahal mahasiwa adalah golongan yang bisa menggerakkan suatu massa besar guna kemajuan bangsa ini.

    tapi saat ini mahasiswa hanya di nina bobokkan pada situasi yang sebenarnya membuat dirinya hanya setengah dalam pengamatan dan pergerakan.

    bayangin saja pak. kebanyakan mahasiswa aksi itu cuma ikut ikutan. saat ini mahasiswa sering sekali aksi. padahal, jika mau jujur. masyarakat saat ini mempunyai perbedaan pandang antara mahasiswa di jaman sekarang dengan dulu. dulu, demo merupakan alternatis terakhir, e sekarang aksi merupakan sarapan pagi mahasiswa. makanya banyak masyarakat yang udah nggak percaya lagi sama mahasiwa.

    mungkin satu aspek yang sangat penting digali dan dikembangkan oleh mahasiswa yaitu menulis. seharusnya mahasiswa mempunyai kekuatan yang sangat besar yaitu menulis, nggak cuma teriak-teriak doang.

    para pejuang kita telah membuktikan eksistensinya lewat tulisan. pergerakannya sangat rapi dan bagus karena tulisan yang keluar dari keikhlasan. mungkin itu yang harus dipertimbangkan oleh mahasiswa saat ini. sehingga kelihatan, antara MAHASISWA IDEOLOGI, ATAU IDEAOLOGI MAHASISWA

  55. saya sangat tertarik dengan topik diatas mengenai pergerakan mahasiswa. mas romi bisa tidak saya mewawancarai anda seputar topik diatas via email?thank u for u attention

  56. saya setuju

    bravo..bravo..mahasiswa indonesia…

  57. Sudah sekian lama saya merasakan ada ketidak”normalan” pergerakan jika hanya dilakukan dengan gembar-gembor kata yang tidak efektif dan aplikatif…sudah saatnya, mahasiswa harus menerapkan strategi baru agar respek dan apresiasi masyarakat terus terjaga..

    semoga saja…

    K

  58. dulu masih aktif di OM. ga pernah sekalipun ikut aksi dijalan. paling biasanya membantu dibelakang layar. memang paling mudah bersuara tp klau ada tindakan juga percuma. noki sekarang lg fokus kuliah dan memperbaiki beberapa nilai mata kuliah yang jelek

  59. [...] Selasa, 28 Oktober 08 Beberapa waktu yang lalu saya membaca artikel yang sangat inspiratif dari mas romi disini. Mas romi mengawali tulisannya itu dengan tiga kalimat yang menurut saya sangat keren dan provokatif. Dan saya tertarik untuk mengupas kalimat yang kedua: [...]

  60. mosok pengin negara rusuh dulu baru kegiatan mahasiswanya “kelihatan”

  61. jadi ingat semasa mahasiswa dulu, ngunjungi kantor gubernur untuk unjuk aksi tapi minta izin DOSEn…

  62. semoga akan banyak muncul mahasiswa 2.0 ;-)

  63. perubahan dimulai dari diri sendiri dulu…keluarga, lalu ke lingkungan yg lebih luas…tugas anda belajar dengan tekun sesuai ilmu yang anda geluti… hindari politik praktis…tetap berada dijalur ideal..mengawal dan mengontrol reformasi..
    maju terus indonesia …bravo mahasiswa indonesia ganyang korupsi dan sindikat narkoba

  64. menginspirasi…

    *sambil menunggu format mahasiswa 3.0 :-)

  65. sepertinya istilah 2.0 sudah mulai di tempelkan pada mahasiswa, semoga bukan karena latah. yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah mahasiswa 2.0 atau pergerakan 2.0 harus merambah dunia maya? saya pikir lebih baik kita mendefinisikan 2.0 itu sebagai revolusi perbaikan dibidangnya.

  66. Terima Kasih Kang Romi…
    tulisan ini sangat meng-inspirasi…

  67. Pa Numpang Download tulisanya biar bisa jadi temen2 di organisasi saya,suwun

  68. [...] Nopember 11, 2008 oleh imt ciputat Arah Pergerakan Mahasiswa di Era Dunia Datar [...]

  69. Setuju ma om Romi, saya juga ga suka sama mahasiswa yang kerjanya demo nggak jelas apa yang didemoin, katanya sih membawa aspirasi rakyat, tapi cuma memperlihatkan bagaimana keburukan mereka sebagai mahasiswa. bagi saya seorang mahasiswa harus bisa berfikir kritis dalam menyampaikan pendapatnya. Sekarang ini hampir semua media tiap hari beritanya demo mahasiswa. Bagaimana kita sebagai mahasiswa bisa menjadi teladan yang baik bagi rakyat negri ini dan adik2 qt yang lebih kecil. Mereka akan berkata “Kakak2 mahasiswa aja boleh teriak2 di jalan n ngerusak kenapa qt nggak?” Apa qt sebagai mahasiswa nggak malu tuh???

  70. wah selamat pak romi.. semog tetap membangun Indonesia..

  71. Duuh.. mahasiswa kita gimana ya? Doyannya demo(tepatnya pemaksaan+anarkis).
    Sangat jarang mahasiswa kita yang tetap mepertahankan prestasi akademiknya dengan tetap berorganisasi.Penyebabnya mgk, ketika mereka pertama kali menjadi mahasiswa, yang dipelajari adalah bagaimana cara demo dan tawuran(ini yang saya lihat di beberapa PT di wilayah timur Indonesia). Bukannya memberikan bekal bagaimana cara belajar dan mengembangkan diri di PT dengan cara yang benar.
    Akibatnya ya… demo –> anarkis —> tawuran. Tidak jauh2 dari hal itu prestasinya.

    Maka, yang membaca tulisan di atas seharusnya seudah membuat perencanaan ke depan lagkah-langkah yang akan dilakukan agar bisa tetap berprestasi dan mengembangkan aura keshalehannya.

    regard

    A | Kha

  72. Eka Gibran H Says:
    November 20th, 2008 at 19:09

    Ada ungkapan actions speak louder than voices…
    walaupun mungkin tidak mutlak benar,,, tapi itu patut diterapkan oleh mahasiswa dalam pergerakannya… ga ada gunanya bicara tanpa tindakan…(kecuali motivator…)

  73. Okelah arah pergerakan mahasiswa harus sejalan antara di darat maupun dalam dunia maya. tapi yang harus di pahami bahwa jalan pergerakan mahasiswa harus dengan gerakan politik karena untuk dapat menyalurkan aspirasi rakyat harus dengan berkuasa. duduk di parlement tapi gerakan ekstra parlemen tetap harus di lakukan untuk mengingatkan calon2 kita yang duduk di parlemen.
    met berjuang!!!!
    Cukup Sudah jadi Bangsa KULI
    Ayo bangkit jadi Bangsa MANDIRI!!!!
    Bangun Dewan Mahasiswa
    Rebut Demokrasi Sejati!!!

  74. bener2 msti jadi orang ikhlas,. =D

  75. top pak. ternyata di indonesia masih ada yang betul-betul mau memikirkan kaum muda. gagasan-gagasan segar nan cerdas selalu kami tunggu pak romi.

  76. Benar-benar memotivasi…

    Makasih banyak Mas, orang-orang seperti kami jadi terangkat martabatnya dengan keberadaan artikel ini.

    Hehe…

  77. andi-dobleh Says:
    November 25th, 2008 at 4:05

    tugas utama mahasiswa adalah belajar, karena kedudukan di kampus membawa implikasi bahwa mahasiswa adalah seorang akademisi, pemikir, bergerak secara logis dan terukur. Kualitas intelektual kita terukur lewat nilai-nilai dari mata kuliah yang kita ikuti. Ingat bahwa teriakan berantas kebodohan, menggelikan ketika keluar dari mulut mahasiswa bodoh!

    ip rendah = bodoh? sepicik itukah? klaim yang terlalu dalam, tapi tanpa dasar. IMO sih ya mas..
    lagipula sangat bertentangan dengan statement anda sendiri :
    Kualitas pikir seseorang diukur dari kualitas tulisan yang dihasilkan.

  78. #andi-dobleh: Coba dipahami lagi konteksnya, saya yakin tdk ada yg bertentangan kok :) Kualitas pikir seorang mahasiswa memang terlihat dari tulisannya, dan alat ukur gampangnya memang angka IPK.

    IPK itu tdk penting, masalah ecek2 dan rendah. Nah, kalau yg masalah ecek2 dan rendah aja mahasiswa tdk mampu memecahkan, apalagi masalah yg lebih kompleks dan penting? :)

    Pahami konteksnya :) punya ide lain? Tulis di blog anda, insya allah saya ikuti nanti :)

  79. andi-dobleh Says:
    November 26th, 2008 at 0:09

    justru itu mas.

    terlalu dangkal ketika kita mengambil kesimpulan berdasar IPK semata…
    itu maksud ku ketika aku tulis :
    lagipula sangat bertentangan dengan statement anda sendiri :
    Kualitas pikir seseorang diukur dari kualitas tulisan yang dihasilkan

    Lagipula, benarkah karena bodoh saja, maka seorang mahasiswa memperoleh IPK rendah?? banyak penyebab-penyebab lainnya. contoh; dia masuk jurusan yang sama sekali tidak disukainya, semua karena paksaan ortu.

    Memang statement Anda itu kontekstual Mas. Hanya saja, walau demi kepentingan pidato dan motivasi, tetap tidak membenarkan untuk mengajak orang lain melihat permukaan saja.

    Buat ku, silahkan mahasiswa berteriak, asalkan bedasarkan data/fakta atau hasil diskusi ilmiah(yang pastinya berdasarkan data juga).
    soal IP, IP sering menipu…

    Aku belom punya blog Mas. (ihik2.. jadi malu nih)… ntar kalo ada aku kabarin…

  80. #andi-dobleh: Coba tenang, dibaca lagi komentarku diatas, tidak ada yang bertentangan kok. Kualitas pikir seorang mahasiswa memang terlihat dari tulisannya, dan salah satu alat ukur gampangnya memang angka IPK. Tidak mengukur semua tentunya.

    Untuk keperluan pidato dan demo, mahasiswa IPK dibawah 2 juga absurd dan menggelikan ketika berteriak mengkritisi pemerintah supaya membebaskan masyarakat dari kebodohan :)

    Saya sendiri tidak pernah berani mengatakan sesuatu yang saya tidak melakukan, itu namanya gajak ngidak rapah kata orang jawab. Dan Islam melarang kita mengatakan sesuatu yang tidak kita lakukan.

    Pahami, lakukan dan sebarkan, itu jalan yang terbaik. Sama saja dengan fenomena yang kita tidak setujui ketika maling teriak maling atau koruptor teriak koruptor :)

    Jlentrehkan ide anda dalam tulisan yang komprehensif,logis dan idenya terlihat. Nggak enak diskusi sepotong-sepotong seperti ini :)

  81. andi-dobleh Says:
    November 26th, 2008 at 1:04

    ok mas…

    kebiasaan diskusi di blog persma kampusku… hehehehe…

    Tetep maturnuwun buat layanan diskusi singkatnya..
    Juga artikelnya, overall : inspiring!
    Let’s hope the best for Indonesia…

    Ayo Belajar

  82. Thanx Pak Romi,
    Artikel ini sangat mencerahkan, sekaligus kritikan bagi gerakan mahasiswa yang sekarang tambah ambradul. Cuma jago teriak-teriak di jalanan, kemudian bengong di kosan nunggu vonis DO karena kuliah yang terbengkalai.
    Kalau mau jago teriak juga harus pintar dan harus punya karya.

    Btw, aku suka dengan istilah pergerakan mahasiswa 2.0

  83. mas Artikelnya cukup menArik N nakal y…
    Agak Kritis c CumA t”lalu NaiF,,,
    MahAsiswa yG digambarkan sama mas diatas SayA berani taruhan tuh orang cenderung individualistik n biasa kerja dialik meja tanPa tau kondisi dilapangAn sebenarnya sepeRti apa….
    seKarANg GAk PerLu OrG2 MaTerIalistik N InDIViDUaliStik,,,,Tp PErlU Org Yg IdiAliS,PEkerjA Keras,BerjiWa SOSIaL Tinggi n Tau Gmn SituAsi D lAnpangan Agar DiA Tau gmn Sebenarnnya Mengatasi masAlah Yg Terjadi…
    Btw MakasiH DagH Ngijinin Saya Ngeritik y mas…

  84. salam kenal…
    Saya suka nih artikel ini, mantap dan cukup menusuk hati… :D

  85. mengagumkan…
    aku suka tulisan-tulisan bapak romy, tetep semangat ya pak,

  86. leadership di dunia maya, dunia yang datar.
    Siapa saja bisa menjadi pemimpin tidak peduli usia,latar,keluarga atau warna politik. Leadership di dunia datar dimotori oleh ide.
    barang siapa punya ide cerdas, dan user-friendly maka siapa saja akan mengikuti. seperti twitter itu.

    makasih pak:)

  87. anak jurusan telekomunikasi it telkom Bandung Says:
    February 9th, 2009 at 14:03

    sebuah wacana yg dapat menembus pusaran logika massa yg terlahir dari pemikiran yg luar biasa……..

  88. boleh tuh………..cuma perlu di cek lagi. thanks ya…………

  89. assalamualaikum

    GREAT !!
    inspirasional banget. memang gerakan mahasiswa di masa yg akan dtg harus bisa mengikuti perkembangan teknologi.

    webpreneur !! yuk kita bangun potensi di dunia maya…

    hidup mahasiswa

Leave a Reply