Gaji Profesor = Gaji Helpdesk Analyst ?
by Romi Satria Wahono
Menarik sekali membaca dan mengamati Peraturan Pemerintah dan Presiden berhubungan dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2006. Tahun 2006 ini ada 5 Peraturan Pemerintah dan 58 Peraturan Presiden baru berkaitan dengan PNS. Peraturan Pemerintah (No: 15, 16, 17, 18, 25) kebanyakan mengatur tentang tunjangan untuk para veteran, perintis pergerakan, pensiunan dan masalah gaji ke 13. Sedangkan Peraturan Presiden (No: 1-64) berhubungan dengan gaji pokok PNS, tunjangan struktural (eselon 1-5) dan fungsional (dosen, peneliti, widyaiswara, dsb). Sebenarnya banyak terjadi perubahan pada peraturan PNS 2006 ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, khususnya tentang masalah struktur gaji dan tunjangan, meskipun secara kuantitatif jumlah kenaikan belum terlalu signifikan.
Yang pertama, bahwa menurut peraturan presiden no 1 2006, ada kenaikan gaji pokok PNS sebesar Rp. 90.000-200.000 (tergantung golongan). Gaji pokok terendah adalah golongan Ia (masa kerja 0 tahun) sebesar Rp. 661.300 (sebelumnya Rp. 575.500), sedangkan gaji pokok tertinggi adalah golongan IVe (masa kerja 32 tahun) sebesar Rp. 2.070.000 (sebelumnya Rp. 1.800.000). Kemudian sedikit perubahan pada tunjangan jabatan struktural, eselon I (setingkat dirjen) menerima Rp. 4.500.000, eselon II (setingkat kepala pusat) menerima Rp. 2.500.000, eselon III (setingkat kepala bidang) menerima Rp. 900.000, dan eselon IV (setingkat kepala subbidang atau seksi) menerima Rp. 360.000.
Berita menarik untuk PNS yang tidak memiliki jabatan fungsional maupun struktural, ada tunjangan baru yang disebut tunjangan umum sesuai dengan Peraturan Presiden No 12 2006, besarnya adalah Rp. 175.000-190.000 (sesuai golongan). Meskipun sering disindir sebagai tunjangan pengangguran
saya pikir di satu sisi tunjangan umum ini positif untuk mengurangi kecemburuan sesama PNS. Dan alangkah lebih bijaknya apabila ini hanya diberikan untuk golongan I dan II, karena golongan III keatas sebenarnya bisa secara aktif mengurus jabatan fungsional sesuai dengan kompetensi unit kerja masing-masing.
Bagaimana dengan tunjangan jabatan fungsional? Supaya gampang dipahami saya ambilkan dua jabatan fungsional saja yaitu peneliti dan dosen. Untuk peneliti, Peneliti Pertama (golongan IIIa-b) akan menerima tunjangan sebesar Rp. 278.000, Peneliti Muda (golongan IIIc-d)menerima Rp. 660.000, Peneliti Madya (golongan IVa-c) Rp. 1.094.000 dan Peneliti Utama (golongan IVd-e) Rp. 1.230.000. Kemudian bagaimana dengan bapak/ibu dosen-dosen kita? Asisten Ahli akan menerima tunjangan Rp. 297.000, Lektor Rp. 552.200, Lektor Kepala menerima Rp. 709.000 dan Guru Besar akan menerima tunjangan sebesar Rp. 990.000.
Kalau ada komentar, waduh besar dong tunjangannya? hehehe kita coba analisa lagi secara mendetail, Peneliti Utama yang sudah sampai ke golongan IVe akan menerima gelar Profesor Riset, sedangkan Guru Besar juga adalah Profesor. Kalau kita hitung kembali, berapa yang sebenarnya mereka terima. Asumsi gaji pokok dan tunjangan saya hitung maksimal untuk golongan dan masa kerja, sesuai dengan peraturan presiden no 1, 24 dan 59. Tunjangan lain (anak, istri, beras, kesehatan, proyek, dsb) saya hitung secara rata-rata, mungkin ada PNS yang menerima tunjangan proyek sebulan diatas Rp. 1.000.000, tapi banyak juga yang menerima hanya Rp. 90.000
Gaji Profesor = Gaji Pokok + Tunjangan Fungsional + Tunjangan lain
Gaji Profesor = Rp. 2.070.000 + Rp. 990.000 + Rp. 900.000 (asumsi maksimal)
Gaji Profesor = Rp. 3.960.000
Gaji Peneliti Utama = Rp. 2.070.000 + Rp. 1.230.000 + Rp. 900.000
Gaji Peneliti Utama = Rp. 4.200.000
Saya jadi ingin membandingkan standard gaji Indonesia yang dikeluarkan oleh organisasi atau konsultan swasta, saya ambil satu penelitian yang dilakukan oleh Kelly Services tentang Indonesia Salary Guide 2006. Silakan download dan buka file PDF tersebut dan buka halaman 5 tentang salary pekerja IT (Information Technology). Gaji paling rendah adalah Helpdesk Analyst dengan standard gaji untuk pengalaman kerja 1-3 tahun antara Rp. 3-6 juta. Kalaupun kita ambil tengahnya Rp. 4.500.000, waduh ternyata masih lebih tinggi dari gaji profesor
Memang benar bahwa daftar gaji dari Kelly Services ini diambil dari perusahaan-perusahaan besar yang sudah mapan. Saya pikir untuk perusahan di wilayah Jabotabek sepertinya sudah cukup mewakili, meskipun mungkin standard gaji tersebut terlalu tinggi untuk perusahaan-perusahaan di daerah. Ok sekarang kita ubah sedikit formulanya, kita hanya akan ambil 50% dari angka tengah standard gaji menurut Kelly Services. Misalnya Software Engineer dengan pengalaman kerja 2-3 tahun Rp. 6-10 juta, kita hitung 50% dari angka tengah, yaitu Rp. 8.000.000 x 50% = Rp. 4.000.000. Inipun masih lebih tinggi daripada gaji Profesor yang hanya Rp. 3.960.000 … weleh
Perlu saya garis bawahi bahwa segala asumsi perhitungan yang saya gunakan adalah salary (gaji) dan bukan income (pendapatan). Karena income relatif agak sulit diukur karena bisa didapat dari proyek sampingan, bisnis, part time, dsb dan itu memungkinkan dilakukan oleh semua orang, baik oleh seorang guru besar, konsultan maupun seorang programmer. Saya tentu ikut bergembira kalau banyak PNS yang “bad salary good income”
Saya yakin bahwa gaji bukan tujuan utama orang hidup dan bekerja, tapi perlu kita renungkan salah satu teori A.H. Maslow (1960) tentang hirarki kebutuhan. Maslow mengatakan bahwa kebutuhan akan penghargaan dan aktualisasi diri adalah kebutuhan yang memikili hirarki teratas, dan akan tercapai ketika kebutuhan fisiologis (basic needs) terpenuhi. Orang menjadi sulit bekerja secara cerdas, penuh ide dan profesional ketika kebutuhan fisiologis tidak tercukupi. Meskipun guyonan teman saya, “satu-satunya penduduk di dunia yang bisa mendobrak teori Maslow adalah orang Indonesia, karena tetap bisa aktualisasi diri meskipun basic needs tidak tercukupi”. Alhamdulillah kalau memang itu suatu kenyataan
Bagaimanapun juga meskipun tentu belum memuaskan semua pihak, langkah pemerintah mengadakan revisi masalah gaji dan tunjangan PNS patut kita hargai. Mudah-mudahan republik ini menuju ke jalan dan arah yang semakin baik.

Related Articles
- Naura Azka Sadidah
- Diklat Peneliti, Siapa Takut?
- Kado Ultah LIPI dari Jusuf Kalla di Harteknas 2006
- PNS Tidak Cocok Untuk …
- Paypal.Com Masuk Indonesia
- 10 Kiat Mengurus Administrasi KPR
- Lomba Pembuatan Multimedia Pembelajaran 2007
- Antara Aku, LIPI dan IlmuKomputer.Com
- Raih Keunggulan Defacto dan Dejure !
- Evolusi Perdjoeanganku
- IlmuKomputer.Com Goes Blog
- Teknik Mempengaruhi Orang Lain
- e-Learning Award 2006 dari Depdiknas
- Penjurian Tahap Awal Lomba Pembuatan Media Pembelajaran 2006
- Saatnya Kembali …
- Seminar dan Workshop eLearning di Jogjakarta
- Smart Teacher: Kompetisi untuk Para Guru
- IlmuKomputer.Com Sebagai Blog Teknologi Terbaik di Pesta Blogger 2007
- Penerapan e-Learning dengan Model Motivasi Komunitas
- Rethink: Pengembangan Konten IlmuKomputer.Com























































































August 9th, 2006 at 17:36
yach…semoga saja salary dan incomeku nanti melebihi pak profesor deh, walaupun sekarang baru lulus kuliah dan mau kerja. ada yang pengin rekrut aku? silahkan tunjuk jari aja gak perlu malu-malu. hehehehe
August 9th, 2006 at 18:18
pak romi yth….
mari kita renungkan untuk negeri, kalau personal kita rusak maka rusak lah sebuah negeri, good luck for Romi……………..
August 9th, 2006 at 18:50
Waduh kasihan amat ya kita, penghargaan terhadap kalangan pendidikan seperti itu, tapi kalau melihat mekanisme pasar seperti ini, ya mau gimana lagi. Toh jadi karyawan swasta juga beda ‘tekanan’ dan ‘penghargaannya’ dengan menjadi professor
August 9th, 2006 at 22:57
nambahin. di India gaji IT engineer junior 10-20 jt, mid level guy 15-25 jt, senior guy 20-50 jut/bulan.
gaji profesor gak jauh beda, cukup tinggi pula.
Dengan kata lain, profesor indonesia ke India atau singapore fellowship saja, jika mau tentunya
)
kalau saya lihat, memang cuman di indonesia yang punya sistem amburadul macam diatas. it’s a fact.
August 9th, 2006 at 23:42
Braindrain memang salah satu jalan untuk memperoleh kemapanan ekonomi. Tapi sekali lagi bahwa uang bukan segalanya, di Indonesia banyak tantangan yang membuat para profesional hidup dan eksistensinya diakui
Kadang itu lebih menarik daripada uang.
August 10th, 2006 at 2:18
sebenarnya untuk mensolve problem seperti diatas secara jangka panjang seharusnya adalah dengan membenari sistem.
beri gaji profesor/phd/dosen/guru sesuai ukuran standard negara2 regional. cabut bulu koruptor. cabut dwi fungsi abri
zero birokrasi ,etc , etc
sebenarnya SBY sudah mulai lebih bagus dari pemth yg terdahulu, but it still takes years to complete.
August 10th, 2006 at 8:53
Dalam hal gaji PNS, kita bisa contoh Singapura yang rate gaji pemerintahnya di atas gaji swasta. Kata Lee Kuan Yew ini adalah salah satu cara untuk menarik orang2 terbaik ke dalam Pemerintahan. Selain itu dari job desc juga masih masalah lho.. ada beberapa kakak kelas saya di STAN keluar dari PNS karena setelah dapet S2/S3 malah dikasih kerjaan yang klerikal. Betul kata Bang Romi (halo, saya TN angkatan 6), sleain hygiene factor (dlm hal ini gaji), tantangan manajerial di PNS juga harus ditingkatkan. Selama ini atasan malah keder kalo liat anak buahnya maju. Dikira mau kudeta..
August 10th, 2006 at 11:34
Wahhh bos dapat data dari mana siiiihh??? apa bener seluruh PP dan peraturan presiden yang seabrek itu sampeyan baca?
Dan problem seperti ini khan Bos sendiri contoh idealnya….. seperti yang dibahas di milis kita… jadilah peneliti yang juga berkecimpung di industri IT ato peneliti yang entertaint seperti temen Qta di serpong.. heheheeee
August 10th, 2006 at 13:53
Hehehe baca bos, semua PP dan Peraturan Presiden sudah gw baca, heran toh …hehehe. Sejak kecil diam-diam saya suka baca-baca dokumen negara
GBHN juga dulu hampir hapal
August 10th, 2006 at 14:43
Assalamualaikum Wr Wb
Pa Romi mau tanya nih, kata teman saya (seorang PNS dosen) ada peraturan bahwa PNS tidak boleh mengerjakan proyek-proyek yang dibiayai APBN (saya tidak tau persisnya, tapi arahnnya bukan tidak boleh mengerjakan tapi dibayar oleh proyek-proyek APBN). Padahal bagi saya proyek-proyek yang datang ke kantor saya dibiayai APBN cukup membantu pendapatan gaji PNS saya yang….tau lah. Dan sebenarnya tidak saya minta, cuman pimpinan suka nunjuk saya untuk mengerjakan, mulai dari bikin SOP, ngasih training, bikin program dll yang semuanya dibiayai proyek. Kalaulah memang aturan tsb betul berlaku, maka siapa yang mengerjakan proyek tsb ? ataupun kalau dikerjakan masa gratis ?
August 10th, 2006 at 15:02
Mas Ahmad, setahu saya honor bisa diberikan kepada teman-teman PNS untuk kegiatan yang sifatnya swakelola. Berterima kasihlah kepada pimpinan anda, karena mau mencoba melakukan manajemen kerja yang lebih profesional. Institusi akan mati dan beku kalau PNS yang kerja keras, buat proposal, buat sistem, dan buat laporan mendapatkan pendapatan yang sama dengan yang tidak produktif.
August 10th, 2006 at 20:09
Walah-walah .. kalau prof. saja digaji lebih kecil dari helpdesk harusnya yang malu yang melakukan persetujuan gaji tersebut ..
Kalau gaji PNS naik alasan yang paling sering diutarakan “uang diambil dari mana” … padahal kalau dihitung setiap pembayar pajak bayar semua katakan 30 % dari penduduk ID ini kayaknya bisa kebayar khan .. cuma saya nggak tahu berapa pembayar pajak ID ini.. Jangan-jangan nggak sampai 30 juta saja -:) .. Kalau nggak sampai 30 juta atau lebih parah lagi ngak sampai 15 juta pembayar pajak yang bayar ya ..amburadul
August 10th, 2006 at 21:16
Waduh membaca berita ini jadi terkesan kasihan dengan para Profesor kita yg masih mencari uang di negeri kita tercinta. memang sudah selayaknya mereka – mereka pindah kerja ke negeri orang, seperti putra bangsa, B.J. Habibie.
Alhamdulillah saya belum lulus kuliah tetapi gajinya bisa setengah dari Pak Professor hanya menjadi web developer dan web admin. Bukan untuk membanggakan diri, tetapi bila kita bandingkan lagi, gimana kalau nanti sudah lulus kuliah.
sisi positifnya, pekerja IT menjadi sangat optimis akan masa depan mereka. Terus berjuang untuk Indonesia walaupun negara ini sedang berjalan terseok – seok. kita bantu negara kita tercinta agar dapat berlari lagi.
Selamat HUT RI ke-61
August 10th, 2006 at 22:48
Gaji kecil, sabetannya donk
.
Di Jerman pun, sebetulnya seorang Profesor gajinya tidak berlipat-lipat dibandingkan supervisor pabrik atau supervisor cleaning service.
Jangan jadikan gaji kecil sebagai pembenaran rendahnya produkfitas.
August 10th, 2006 at 22:58
Sip bos, yang itu gw setuju
August 11th, 2006 at 14:30
Beberapa saat yang lalu ada seminar di UI yang membahas kelayakan gaji untuk profesi-profesi di negeri kita. Saya tidak mengikutinya, cuman tau undangnnya aza. Apakah kapolri kita ikut acara tsb atau tidak, di runing text nya Metro TV, Kapolri bilang gaji layak buat TNI/Polri setingkat tamtama/bintara sekitar 8 jutaan, betul gak yah…? Kalau dibanding banding. Professor itu setingkat perwira tinggi sudah loncat (tamtama, bintara, perwira menengah, periwra tinggi) 2 tahap, mungkin sekitar 24 jutaan kali yah…
August 11th, 2006 at 17:04
Heheheh, ya benar saya juga baru baca komentar Kapolri tentang itu. Saya pikir ini sudah jadi isu nasional dan pelan tapi pasti harus kita benahi bersama. Tidak bisa saling menyalahkan, karena permasalahannya sudah kompleks dan menyentuh banyak pihak. Gaji mau dinaikkan drastis juga bisa terjadi inflasi dan APBN jadi nombok
August 14th, 2006 at 7:16
Terima kasih sudah berbagi informasinya. Selain terlepas dari masing2 pribadi, pemerintah sebagai ‘bapaknya’ rakyat harus bisa menjaga supaya kesenjangan yang ada tdk akan membuat satu sama lain saling iri.
August 14th, 2006 at 10:13
ilmu baru ni pak, tiap interview slalu aja ada pertanyaan soal dengan embel embel gaji, jadi ngga tau cara ngeles nya, tp skarang dah tau
August 14th, 2006 at 10:46
[...] inilah ilmu baru yang aku dapatkan dari pak romi tentang postingan blog nya yang baru, aku suka kesulitan kalau ditanya pas interview ? mana yang anda prioritaskan antara, gaji, karir,pekerjaan,keluarga ? lalu masing kita harus menjelaskan masing masing kenapa kita memprioritaskan hal itu ? selama ini aku slalu bilang gaji, duluan, kalau ditanya kenapa, ya karna kebutuhanku harus terpenuhi dulu dengan gaji yang aku miliki, baru aku bisa bekerja dengan baik, dan untuk memiliki motivasi yang baik aku butuh karir, yap begitulah kira kira…..mungkin ngeles nya ngga keren, pernah juga aku bilang “gaji itu adalah obat dari masalah finansial“, wkakakak, lucu ngga ? [...]
August 14th, 2006 at 12:39
Thanks mas Raffael, Insya Allah kapan-kapan saya bahas khusus teori motivasinya maslow secara mendetail.
August 16th, 2006 at 1:46
wah, yang diulas kok IT doang? gimana dengan bidang lain?
btw, I totally agree that beside money, there is something that young guys like us always forget, penghargaan! buat temen2, ketika anda udah sampai ke level management, anda akan menyadari sendiri, duit bukanlah segalanya (tapi satu2nya? enggga juga!), penghargaan akan keterampilan, skill, kemampuan dan hasil kerja anda akan memberikan suatu kepuasan lain, yang mungkin akan membuat anda mengesampingkan duit banyak yang anda inginkan. Dan, ketika anda udah mencapai level dihargai, rasanya duit itu bukanlah masalah, akan banyak aja orang yang datang kepada anda menawarkan sesuatu job, yang tentunya akan memberikan imbalan yang bagus.
nah, inilah dia, ketika bapak professor yang ceritanya bergaji sekitar 4 juta sebulan itu, akan mendapatkan jauh lebih banyak duit daripada hanya 4 juta, karena orang2 akan mengkaryakan dia dengan kemampuannya untung menghasilkan uang, and of course, our dear professor, will simply get some percentage of the money made by the entrepreneur, or at least something ppl called Consultation fees!
hehehehe
August 16th, 2006 at 10:37
Mas Teddy, saya memberi contoh IT karena itu yang bidang saya
Saya bukan superman yang mengerti semua bidang soalnya
Dan thanks opininya, saya setuju dengan yang anda ungkapkan.
September 22nd, 2006 at 14:06
mas romi, seandainya mempunyai peraturan presiden tentang besaran tunjangan jabatan fungsional terakhir dalam bentuk PDF file, bisa dikirim ke alamat e-mail saya. kebutulan saya juga sedang berkecimpung di dunia penelitian. dan kalo juga berkenan mengirimkan file2 lainnya yang berkaitan, saya sangat senang menerimanya. terima kasih.
September 22nd, 2006 at 14:56
Coba cek di link saya di artikel diatas, ada beberapa peraturan yang downloadable. Kalau tidak ada, cari paling cepat ke toko buku cari peraturan PNS tahun 2006. Lengkap didalamnya semua UU dan peraturan pemerintah berhub dengan PNS.
September 30th, 2006 at 11:01
Pak Romy,..
Tulisannya bagus dan logis, tapi kenapa ya banyak PNS yang bisa kaya raya?
Salam
Brilian Putra
October 4th, 2006 at 15:05
PNS bisa kaya karena umumnya karena sabetan yang berhubungan dengan jabatan CMIIW, itu sich yang saya liat..
October 9th, 2006 at 10:15
Mudah-mudahan aja PNS bisa makmur dan jangan lupa PNS harus bisa memakmurkan Negara juga..
kalo di tempat saya (mataram) jadi PNS itu sangat Waaah banget deech..
walalpun gajinya 700-1, 5 juta, itu udah sangat mencukupi. Dibandingkan dengan para petani yang rata-rata pendapat sebulannya kurang dari 500rb..
Kasihan juga petani2 di Indonesia ya…
October 14th, 2006 at 15:44
saya salah satu anak yang orang tuanya seperti diatas, saya merasakan jadi anak PNS itu sengsara, indonesia memang negeri amburadul, sarang koruptor
October 15th, 2006 at 11:25
waduh, mana bisa langsung nambahin gaji pns, masalahnya banyak masyarakat yang belum sadar pajak, apalagi pendapatan negara yang cuma seberapa, ditambah hutang2 negara.. bukan merupakan hal yang mudahlah untuk menaikkan gaji pns. kemudian masalah gaji prof yang sedemikian kecil tersebut, uang bukan segalanya man…. mungkin mereka hanya menginginkan pengakuan masyarakat atau juga KASIHAN TERHADAP ID. hehehehe
October 20th, 2006 at 17:11
Saya setuju tuh sama pemerintahan Singapore – gaji PNS lebih tinggi untuk menarik orang2 terbaik ke pemerintahan…
Kapan dong suara kita didengar pemerintah?
October 22nd, 2006 at 8:05
Assalammualaikum wr wb
Gaji Proffesor di Indonesia itu ya pantesnya segitu itu Pak Romy. Coba saja sampean tanya ke mereka, kenal sama cecunguk2nya Dikti nggak? Yang dulu pas apply keprofessoran suka nungguin uang pelicin?
Mau jadi Professor kok kudu nyogok dulu.. Kalo cecunguk2 di lembaga pendidikan tinggi sudah seperti itu, apa jadinya para Professor dan mahasiswanya. Istighfar deh..
Wassalammualaikum wr wb
Nom
November 6th, 2006 at 18:49
Meski disinyalir gaji lebih kecil drpd pendapatan, para profesor kita setiap kali bisa degdegan, karena pendapatan tergantung pada kemampuan kerja alias masih sehat gak, masih kuat lari sana dan sini atau tdk, ilmunya masih terpakai atau tidak. begitu semua itu tidak laku, gajilah yg jadi sandaran. Yg lebih menakutkan, begitu pensiun, ga diukur dari pendapatan tapi gaji. Gaji yg saat ini segitu saja tidak cukup utk masukkin anak ke TK, apalagi mau hidup layak terutama utk menulis artikel berstandar international memerlukan ‘semedi’ beberapa lama yg berarti hanya hidup dr gaji. Lha kog mau menyamakan kesuksesan mrk yg jadi dosen di Harvard dgn univ di Indo?
Kehebatan para prof kita bermanouver dlm menghidupi diri sendiri harus ditularkan, spy kita punya banyak yg hebat seperti prof tadi. Kalau cuma satu atau dua yg bisa gitu, itu msh anomali artinya sebagian besar dari kita masih belum ‘maju’.
November 17th, 2006 at 14:16
Saya pikir, harus kita lihat juga kemampuan dari para profesor kita, mungkin standart gaji para profesor yang ditentukan oleh pemerintah dilihat berdasarkan kemampuan rata-rata para profesor kita. Banyak para profesor yang tidak lagi mengembangkan keilmuannya, setelah mendapatkan gelar profesornya. Sedangkan seorang Helpdesk Analyst, harus mempunyai kemampuan untuk senantiasa mengembangkan pengetahuannya, karena teknologi di bidang IT mengalami perkembangan terus menerus, sehingga wajar kalau gajinya lebih besar.
November 23rd, 2006 at 14:40
gomongin gaji saja .Apa kita sudah sedekah ,percuma ,gaji besar tapi tidak beramal, lebih baik sedikit tapi barokha,and terus berkarya ,buat sendiri dan bermanfaat orang lain ,,STOP KORUPTOR.
November 28th, 2006 at 12:40
waduhhhh gaji di indo memang tragis kalau kita kerja diluar kita digajih dengan upah yang lebih rendah dibandingkan orang asing, sedangkan kalau di indo gaji kita pun kalah dengan gaji orang asing yang bekerja di indo, busettttt…. kasihan sekali apalagi gelar kita udah serentetan tapi gajih minim dengan kemampuan exlent…..
doa aja, ok
January 26th, 2007 at 9:25
Janganlah terlalu dipertanyakan apa yang mereka bisa berikan untuk kita, tapi coba pikirkan dan lakukan apa yang bisa kita perbuat untuk bangsa indonesia yang tercinta ini…karena hidup cuma satu kali, jadi buatlah hidupmu ini lebih bermakna dan berarti bagi masyarakat dan bangsa ini. Go for IT Revolution Indonesia…
February 4th, 2007 at 21:46
Ah itu mah terlalu filosofis,sok menasehati… jadi orang harus tetep realistis seperti teori maslow…kalau anda miskin siapa yang akan bantu orang miskin lainnya? dan kalau anda kaya anda bs lakukan banyak hal utk kebaikan dan kesejahteraan orang lain…., kalau kebutuhan dasar anda ngga terpenuhi…sy berani bertaruh anda ngga akan bs berkarya dng baik
April 10th, 2007 at 15:47
dengan gaji segitu profesor ga protes karena peraturan pns longgar. dia bisa buka warung dimana2.misalpun ga buka buka warung, dia sudah bisa memperoleh gaji pns, honor mengajar, tunjangan jabatan struktural (kalo dia menjabat), dan melakukan penelitian/konsultasi. jadi gaji pns bagi mereka cuma sekedar bonus bulanan aja tuh…hehehe…enak juga ya…jadi “bad salary good income” itu sudah pasti….dan sepertinya pada ga mau deh kalo gaji dinaikan tapi peraturan diperketat…hehehe…pokoknya berantas korupsi!!!!!!!
June 9th, 2007 at 12:21
Indonesia tercinta itu memang tidak bisa menghargai para pahlawan apalah lagi pahlawan tanpa tanda jasa, ini negara aneh UU Gdan D sudah di tanda tangani namun PP yang kabarnya 18 bulan selesai eh mana kabarnya kok ora mudeng. Coba lihattuh penegakan hukum jangan2 penegakan undang2 juga sama. kita harus berani bersikap masak dewan saja yang boleh neko-neko.
June 28th, 2007 at 8:58
Wah menjadi PNS di Indonesia berat juga, disini saya bersama suami yang sama-sama mendapat besiswa (100.000 Yen/bulan) dan suami 170.000 Yen/Bulan) total 270.000 Yne perbulan, sekitar 26 Juta Rupiah ahanya sebagai Post Graduate Student. Jadi penghasilannya jauh beda dibanding professor di Indoensia..
Kasihan juga ya…
Professor di Jepang rata-rata gajinya 3 Juta Yen, berapa kali lipat….?
June 28th, 2007 at 10:52
# Elfi: Professor Jepang kayaknya gajinya nggak sampai 3 jt yen
September 11th, 2007 at 8:58
Pak Romi,
Wah lengkap sekali nih perbandingan gaji antara profesor dengan profesional lainnya.
Saya sendiri adalah seorang dosen di universitas negri di Indonesia. Memang kalau melihat gaji yang segitu kadang miris juga dengan profesi yang saya pilih sekarang. Mau lanjut atau lari, he he he…..
Untuk mengimbangi pernyataan rekan lain yang mempertanyakan kemampuan seorang profesor sehingga pantas digaji segitu mungkin kita perlu mencermati syarat untuk menjadi profesor. Syarat dasar seorang profesor sekarang harus sudah S3 dan mampu mengumpulkan nilai kum sebanyak 600 bila mau loncat jabatan dari lektor. Nilai kum ini setara dengan 24 publikasi dijurnal internasional sebagai first author. Dari sini mungkin anda dapat gambaran baru untuk menilai kualitas seorang profesor.
Kembali ke masalah gaji, sudah sepantasnya pemerintah mulai membenahi gaji para pendidik seperti amanat UU dosen dan guru. Sebagai tambahan info, gaji profesor = gaji PNS terendah di depkeu, 0.5 X gaji karyawan baru BI,
October 11th, 2007 at 10:21
andai …. seorang romi satrio wahono menjadi orang yg memiliki kekuasaan untuk mengganti kebijakan yg dibahas dalam tulisan ini … apa yg anda lakukan ?
November 5th, 2007 at 8:14
lam kenal aja, saya juga alumni TN angkatan 14. salam hormat buat abang angkatan pertama. saya lagi mencari data tentang terjadinya braindrain di Indonesia buat penulisan paper tapi saya tidak bisa menemukan data atau penelitian yang menunjukkan jumlah kasus braindrain yang terjadi di Ina, apakah itu memang tidak ada atau abang punya linknya???atau ada saran dan masukan lain. tolong dikirim ke email saya bang coz deadlinenya 3 minggu lagi…thanks before….
November 14th, 2007 at 17:04
Miris rasanya saat kita tahu bahwa di Malaysia yg biaya hidupnya sama dgn Indonesia, seorang profesor di sana bergaji 10x gaji profesor di Indonesia.
Lalu profesor di Singapore & US bisa bergaji 18-30x gaji professor di Indonesia, padahal biaya hidup di Indonesia cuma 3x lebih murah.
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=4676
So, mana bisa profesor2 fokus pd riset & membuat publikasi ilmiah jika dia harus “cari makan” memenuhi kebutuhan keluarga, mroyek, ngajar di mana2, dsb.
Maka itu, jika ada org brilian spt Prof. Nelson Tansu ini:
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=4672
Indonesia jd terlalu kecil utk ilmuwan sekaliber dia.
January 15th, 2008 at 20:28
masalah pendidikan dan semua yang menyangkut dengannya di indonesia masih kurang diperhatikan buktinya anggaran pendidikan masih kurang dari 20 % seperti yang diamanatkan UUD
February 1st, 2008 at 12:16
[...] Terakhir, mari populerkan berbagai ilmu pengetahuan dan hasil penelitian yang sudah kita lakukan dalam bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat. Saya sepakat bahwa bagi para ilmuwan, peneliti dan dosen, publikasi di jurnal ilmiah adalah penting dan wajib hukumnya. Tapi jangan lupa bahwa sebagian besar masyarakat tidak membaca jurnal ilmiah dan proceeding conference, yang mereka baca adalah majalah dan koran Diantara masalah masih kurangnya penghargaan bagi para ilmuwan, mari kita tetap berdjoeang mengolah dan meramu berbagai ilmu pengetahuan yang kita miliki supaya bisa dinikmati dan dimanfaatkan oleh seluruh segmen masyarakat. [...]
February 2nd, 2008 at 11:35
Kalau nilai gaji bisa absolut, maka nilai rezeki itu relatif.
February 6th, 2008 at 19:42
Mas Romi sekarang udah profesor belom ya?
kao belom saya curiga Mas Romi takut sama gajinya
he,..he,..kira-kira begitu apa ya?
February 9th, 2008 at 7:42
Romi, segeralah anda jadi pimpinan di LIPI
February 17th, 2008 at 13:02
Woww….
Percuma deh pada ngeluh..
Orang uda dari sononya kaya gitu….
Kalau mau bandingin gaji kita dengan negara lain..jelaslah beda..dari segi mata uangnya aja beda jauh…
Hanya sebagian kecil perusahaan2 di indonesia yang menghargai karyawannya dari segi pendidikan…btul ngga…salah satunya aja di tempatku bekerja kacau banget deh sistem pengaturan salarynya…
abis mo gimana lagii.
Ngeluh ngeluh trus ngga ada abisnya lebih baik usaha,usaha,usaha…
Mas romi bagi ilmunya donk^^(aq liat biodatanya Woww banget)..
thanks you
March 8th, 2008 at 13:36
aduhai… mending kali kalangan profesional aja deh, profesor gajinya buat beli buku aja gak cukup
March 8th, 2008 at 16:55
#Panggiring: Saya tidak pernah takut miskin mas
Saya sudah merasakan bagaimana hidup miskin dan saya juga pernah merasakan bagaimana hidup berkecukupan. Harta tidak pernah bisa menggoda saya kok
April 6th, 2008 at 13:51
memang cukup susah kalo dipikir. Tapi mau apalagi begitulah kondisi yang ada. Anda-anda disana bicara tentang gaji professor,PNS dsb. mengapa tidak ada yang mencoba membahas gaji petani , buruh, dan yang semisalnya. sepertinya gaji mereka lebih layak untuk idiskusikan. paling tidak ada kepedulian kita kepada mereka meski baru sebatas opini.
April 17th, 2008 at 11:37
Mas Romy,
thanks utk kelly nya, tapi smp skrg saya masih mencari standard dari pemerintah mengenai honor utk S2, S1 IT.
Agak susah mencari di Indonesia untuk standard nya
June 5th, 2008 at 16:28
wah… tukang antar air isi ulang tempat saya, yang lulusan SMP,saja gaji perbulannya 1 jutaan
June 11th, 2008 at 13:30
pemerintah harus memperhatikan gaji pegawai negeri sipil terutama guru, kalau tidak nanti bis-bisa PNS menjadi penerima Zakat karena gajinya kecil.
June 27th, 2008 at 12:48
kalo kata orang tua saya yang mw jadi profesor sebentar lagi intepretasi UU tersebut
gaji profesor = gaji pokok + tunjangan profesi (sebesar 1x gaji pokok) + tunjangan fungsional + tunjangan penghargaan )2x gaji pokok )
ortu saya golongan IV a
gaji profesor = 2.000.000 + 2.000.000 + 1.500.000 + 4.000.000 = 9.500.000.
gmana mas romi, bener ga?? takutnya ortu saya punya ekspektasi yang berlebihan n ntar malah jadi nya kecewa kalo ga bener ;p
mohon bantuannya
July 17th, 2008 at 10:39
Kalo ditempatku bekerja seorang Profesor tidak lagi mempedulikan gajinnya..
Mereka benar-benar berdedikasi untuk Ilmu Pengetahuan & mendidik, cuma yang jadi kedala Proses pengangkatan menjadi seorang “Guru Besar/Profesor” adalah “Pengupayaan” Bukan “Pengakuan”* yang terkadang berkesan Cuci Gudang..
* ((NW always talk bout this to me)
Thanx
desahalaban
August 19th, 2008 at 7:54
kebetulan saya berasal dari keluarga yang bergaji tidak seberapa itu.. waktu itu (saat saya masih kuliah dan ayah saya masih ada) bagi kami uang bukanlah sesuatu yang kami kejar meski kami sering mengakali bagaimana bisa mencukupi berbagai kebutuhan primer dengan gaji yang seadanya.. falsafah seorang pengajar (mungkin bagi keluarga saya saja..) adalah bukan mengejar penghasilan tapi dengan penghasilan yang seadanya itulah kami berusaha menyesuaikan kebutuhan hidup.. dan kesuksesan bagi pengajar bukan dinilai dari materi tapi dari produktifitas dia dalam meneliti dan mengembangkan academic society.. meski kadang sampai jatuh sakit juga untuk mengusahakan penghasilan tambahan untuk kebutuhan hidup keluarganya..
-keluarga guru besar dari jogja
August 22nd, 2008 at 12:07
pak romi artikelnya bagus sekali, apa lagi kalo pemerntah baca.
saking kecilnya gaji proesor maka jangan heran kalo PNS banyak cari sampingan. Bahkan yang sudah buta mata tidak jarang melakukan korupsi. saya pikir ini implikasi dari rendahnya penghargaan terhadap PNS
September 2nd, 2008 at 21:13
Maklumlah org indonesia yg maunya murah tapi dengan kualitas yg bagus.
memang kok…
indonesia…..
org-orgnya kayak begini…..
pantesan aj indonesia tak maju2….
tidak ada penyemangat kaum indonesia maju untuk menjadi kaum yg berintelegensi tinggi….
kapan indonesia kita maju kalau negara kita banyak org-org yg tidak tau diri….
thk ya pak romi….
September 5th, 2008 at 14:36
Saya baru 2 bln kerja di perusaahaan konsultan sbg analyst (Business valuation). Saya merasa gaji yang saya peroleh masih rendah. Berapa sih gaji analyst di perusahaan konsultan? Trus perusahaan konsultan mana saja yang memiliki standart gaji tinggi?
Thanks
September 9th, 2008 at 13:48
Benar, kalo gaji IT itu tinggi,
tapi aku kerja di IT kerjanya dobel, ya jadi system admin, helpdesk support, programmer, user support tapi gaji pokok masih 1,5jt (kontrak 6 bulan pertama)
kemurahan tidak?
kerja di salah satu perusahaan swasta besar nasional cabang Semarang
September 12th, 2008 at 12:23
Melihat kondisi penghargaan yang diberikan untuk para pendidik kita, maka dapat dipahami bahwa kemajuan ilmu yang dicapai terasa lambat. Untuk meneliti saja masih harus perpikir tentang asap dapur yang harus tetap dipertahankan ada asapnya. Sehingga menjadi tanggung jawab kita semua untuk ikut memikirkan nasib para “Pahlawan tanpa tanda jasa” kita. Mereka berjasa menjadikan bangsa ini lebih cerdas akan tetapi mereka harus tetap berjuang agar hidup keluarga tetap terjaga. Ada solusi ???
October 11th, 2008 at 0:16
masa sih mas ….hehehe
kok gajinya kecil yaaa….
hampir sama ama gaji saya sehari….
kasihan yaaaa…
October 15th, 2008 at 18:23
Sante aja, gaji pegawai negeri kan setiap tahun naik, tapi kenaikannya cuma 20.ooo perak. semoga pns dan rns (rakyat negeri sipil) makin sejahtera.
October 29th, 2008 at 18:20
kenaikan gaji memang naik setiap tahun..tapi apa jadinya kalo engga sebanding sama inflasi….jatuhnya nilai uang bila dihunakan untuk membeli barang…..
gaji naik engga bisa beli apa…berat juga nich
November 27th, 2008 at 17:58
Iya c gaji profesor masih kalah dengan profesional lainnya tapi sampingannya juga lumayan bisa 10x nya atau bahkan lebih:)) . Tapi sayangnya di Negri kita tercinta gelar masih belum bisa menunjukan kualitas, gelarnya c udah tertinggi, tapi pemikirannya tidak sepadan dan tidak mempunyai jiwa nasionalismenya yang ada ngikutin hawa nafsu pribadi dan golongan…
December 22nd, 2008 at 15:59
walahh…kok gak fair sekali yah sistem penggajian PNS kita..kurang penghargaan…ga salah kalo ada fenomena BRAIN DRAIN
February 6th, 2009 at 14:49
“satu-satunya penduduk di dunia yang bisa mendobrak teori Maslow adalah orang Indonesia, karena tetap bisa aktualisasi diri meskipun basic needs tidak tercukupi”
hahahaha… ini statement yang paling lucu, karena sedikit banyak ada benernya. Makanya tukang kredit bener-bener laku di indonesia…
April 22nd, 2009 at 13:23
Ingatlah kawanku semua, bangsa Indonesia adalah bangsa yang dikenal religius, sehingga dari segi gaji tidak selalu nominal finansial yang dihitung, tapi juga pahalanya. Mungkin ini yang dijadikan dasar kenapa profesor digaji rendah, karena mungkin “dianggap” pahalanya sudah besar…. hehehehe
April 27th, 2009 at 10:56
mgk karna sebab itulah banyak ‘orang2 terbaik’ negeri ini yg setelah mendapat fasilitas dari negeri ini sbg pns (beasiswa, dll) kemudian alit2 nyari jalan untuk keluar saja dari pns, karna gajinya kecil… ya ga mas..?? hehehe…
May 13th, 2009 at 16:22
walaupun baru masuk kuliah…
tapi mudah2an gaji peneliti dan karyawan bisa lebih besar, bisa 2x, 3x, atau bahkan 4x,
hehe..
amin….
May 22nd, 2009 at 12:46
mari kita senantiasa bersyukur atas segala yang kita terima . keberagaman gaji menunjukkan negara kita penuh rahmat . Mana ada negara yang mendapatkan rahmat seenak negeri kita , coba bayangkan jika negara kita gak ada orang miskin yang gajinya kecil maka gak ada orang kaya yang merasakan enaknya mendaptkan gaji besar . Semoga di negeri kita gak ada ilmuwan yang menjual ilmunya hanya melalui seminar atau workshop . sehigga seminar hanya dijadikan ajang untuk menambah penghasilan atau income . Maaf ini hanya ungkapan isi hati dan dilematika yang ada di negeri ini . Thanks mas satriyo
June 9th, 2009 at 7:33
[...] tahulah kita bahwa gaji tersebut tidaklah bisa dibanggakan. Dalam salah satu tulisan mas Romi di romisatriawahono.net bahwa gaji professor di Indonesia hanya dihargai sama dengan helpdesk dalam perusahaan IT. Itu [...]
June 26th, 2009 at 4:51
Gaji, aktualisasi, dan pendidikan merupakan korelasi yg sangat rumit dijabarkan. Cara yg arif dan cerdas saya setuju sama komentar @mas anas yaitu bersyukur. Tinggal kita sebagai individu mau menerima dan mendalaminya lebih jauh ke depan. Salut buat mas Romi yg selalu berkarya buat banyak orang di sini.
July 22nd, 2009 at 15:59
Waduh baru hari ini saya menemukan artikel ulasan gaji PNS dari mas Romi S.W. Perkenalkan, saya juga dosen di PTN, sudah lama sering mikir2, lha di Indonesia ini golongan gaji ada 17 (dari 1-a sampai IV-e), barangkali mengambil angka keramat 17-agustusan .. hehehe .. yang saya pikir, mestinya sebagai negara pancasila, maka ranking gaji atau penghasilan harusnya lima kali lipat saja. Misalkan, gaji/penghasilan presiden Rp 5 jt, maka gaji tukang sapu Rp 1 jt. Begitu juga para direktur bank,. Barangkali banyak yang tidak tahu, bahwa direktur bank BUMN mendapat penghasilan sekitar Rp 200 jt per bulan (belum bonus tahunannya).
Nampaknya, kemiskinan di negara kita itu sifatnya struktural, alias memang sengaja dibuat oleh para penguasa. Di harian Kompas pernah saya baca, bahwa penduduk yang mempunyai uang di bank lebih dari Rp 1 milyar, ada sekitar 173.000 orang. Bandingkan dengan penduduk yang 220 juta, atau kepala keluarga sekitar 55 juta. Berarti, orang kaya di Indonesia tidak sampai 1 % dari penduduk, artinya uang itu cuma dipegang oleh segelintir orang saja. Jadi ya susah makmurnya … Tetapi, itulah pikiran dan impian para punakawan di padepokan karang tumaritis, masih hidup dan ketawa-ketiwi, lalu bersyair untuk menentramkan hati … yaaah besok kalo mati kan nggak bawa duwit atau harta benda, dan jangan sampai harta benda menjadi warisan yang menimbulkan keributan bagi anak cucu … amien,amien, amien.
July 25th, 2009 at 7:42
Assalamu”alaikum mas-mas saya hanya ingin
nimrung berapapun gajinya yang penting senang heh22
Maksudnya(Berkah)
Kebahagiaan kan bukan diukur dari banyaknya harta Ykan …. ?
Syukron y numpang Page as
September 16th, 2009 at 16:57
Kalo bersyukur tapi udah do the best that you can do saya setuju, tapi kalo bersyukur cuma nrimo mah…bukan Pejuang namanya.
October 24th, 2009 at 9:43
tulisannya sangat cocok dengan website community yang sedang kami rintis sesama orang yg terjun ke dunia helpdesk. maukah mas romi menjadi salah satu kontributor artikel di website community kami mas? terima kasih sebelumnya.
December 18th, 2009 at 17:34
Mudah-mudahan pemerintah akan terus memberikan kebijakan kenaikan gaji karena kebutuhan hidup terus meningkat sembako naik,mau nyekolahin anak naik juga.
January 19th, 2010 at 16:39
@Calon Profesor peneliti: Jgn Takut dengan gaji kecil, gaji bukan halangan untuk menemukan sesuatu, karena apa yang akan kamu temukan akan berguna bagi semua orang, dan itu akan melebihi dari sekedar gaji tapi Pahala yang berlipat…
February 5th, 2010 at 11:20
Tahun 2010 ini para profesor sudah meningkat gajinya, yaitu dengan adanya tunjangan kehormatan yang besarnya dua kali gaji pokok (sekitar rata-rata =6 juta lebih) per bulan, Jadi penghasilan profesor sekarang sudah pasti lebih dari 10 juta-an per bulan
March 5th, 2010 at 10:13
Enak juga berarti menjadi profesor.Gajinya besar juga.
June 11th, 2010 at 21:42
Pak romi..bangun…!!
Apakah Pak Romi neh kalo berangkat kerja pagi-2 jam 5 pagi, sudah sampe kantor trus tutup pintu ruangan dan baru keluar jam 10 malam??
bukannya Pak romi ini PNS ya..??
Pak Romi pernah jalan-2 di Jepang, tapi pernah jalan ke kantor-2 pemda belum???
pernah jalan ke kampus-2 negeri selain yg di jkt belum??
pernah berurusan dengan petugas pemerintahan (Pajak, kejaksaan, pengadilan)belum??
pernah berurusan dengan aparat k.p…..n belum??
saat ikut ujian masuk jd PNS mencermati prosesnya engga??
Mohon direnungkan pak..?? setelah menemukan jawabannya, layakkah dibandingkan dengan pekerja-2 swasta ya..??
NB. mohon gunakan hati nurani untuk menilai, bukan hanya menuntut terus seperti kebanyakan P.. sekarang ini, karena kebobrokan moral bangsa ini dimulai dari P.. juga. Coba cermati kehidupan P.. sekarang dan bandingkan dengan jaman Presiden Bapak Suharto.
July 20th, 2010 at 15:50
jika jadi profesor mending jangan kerja di pemerintahan, alangkah baiknya menciptakan suatu yang bermanfaat bagi masyarakat dan di produksi masal dengan banyak menyerap tenaga, kenapa mesti jadi profesor jika punya cita pegawai negri, ingat lo pegawai negeri itu sifatnya pengabdian,mengemban tugas untuk bangsa dan negara, jadi tak layak menilai imbalan disini.