RomiSatriaWahono.Net

e-Learning | Software Engineering | Networking | Internet Marketing | Opensource | Knowledge Management
October 29th, 2006

Komik Pendidikan

by Romi Satria Wahono

Jalan-jalan ke toko buku sudah menjadi ritual bulanan sejak saya kuliah di Jepang. Dan ritual ini kadang-kadang bisa menggerus uang belanja istri :) . 2 hari lalu saya coba jalan ke arah Depok, toko buku Gramedia di jalan Margonda. Kali ini perjalanan besar karena bawa 5 anak (1 masih dalam perut istri, 2 minggu lagi Insya Allah lahir), 1 istri dan 2 adik ipar. Masuk ke toko buku, seperti biasa kita semua nyebar, hanya Hasan yang ikut saya menyisir jalan sampai sudut-sudut toko buku. Yang menarik, saya ketemu serial buku komik yang materinya adalah pendidikan. Saya memborong seri “BOS (Biografi Orang Sukses)” karya G. Wu yang diterbitkan Grasindo dan seri “3 Menit Belajar Pengetahuan Umum” yang diterbitkan BIP (terjemahan buku Scientific Facts at a Breath karya Kim Seok-Ho & Kim Seok-Cheon).

Membaca komik-komik itu, mengingatkan saya akan buku-buku Jepang. Meng-komik-kan bahan ajar bukanlah barang baru di Jepang, dari pelajaran-pelajaran dasar seperti sejarah, biologi, fisika sampai ilmu filsafat, banyak yang sudah membuatnya dalam bentuk komik. Sebelum pulang ke Indonesia, selain membawa komik tentang sejarah jepang dan ilmu filsafat, saya sempat membawa beberapa seri komik (manga) dan buku bergambar (zukai) bertema teknologi informasi. Dan kadang bukan materi-materi di level dasar, justru komik dan buku bergambar digunakan untuk menjelaskan konsep-konsep teknologi informasi yang rumit, misal tentang UML, extreme programming, teknologi telekomunikasi, dsb.

Pendekatan visualisasi dengan komik biasanya digunakan untuk menarik minat baca kaum muda dan mempermudah pembaca dalam memahami materi yang akan disampaikan. Dari situ budaya baca masyarakat tumbuh, dan di Jepang kita akan dengan mudah menemukan pembaca-pembaca buku dari berbagai usia di setiap lorong-lorong densha (kereta listrik), bus ataupun kursi tunggu di eki (stasiun densha).

Kembali ke Gramedia Depok ;) , akhirnya saya membeli semua seri BOS karya G. Wu yang ada dengan judul-judul: Henry Ford, Soichiro Honda, Bill Gates, Akio Morita, Steven Spielberg, Chung Ju Yung, Konosuke Matsushita, Carls Benz & Gotlieb Daimler, Ernest, Robert Woodruff & Roberto Goizueta, Conrad Nicholson Hilton. Saya pikir, seri BOS ini sangat menarik, saya coba jadikan bahan cerita sebelum tidur untuk Hasan dan Irsyad. Dan besoknya Irsyad sudah mulai bacakan cerita lainnya untuk adiknya ;) . Istri dan adik-adik ipar saya juga nggak sengaja keasyikan baca semua judul yang saya beli. Gambar komik, bahasa dan tokoh-tokohnya cukup menarik, simpel dan mudah dipahami. Cerita tetap mengalir dan tidak membosankan, meskipun dimasukkan berbagai filsafat dan konsep hidup tokoh-tokoh diatas.

komik3.jpg

Seri “3 Menit Belajar Pengetahuan Umum” juga tidak kalah menarik. Dalam satu judul bisa berisi ratusan pertanyaan “mengapa” beserta penjelasannya yang berbentuk komik cerita. Misalnya dalam judul “3 Menit Belajar Pengetahuan Umum: Makanan, Kesehatan dan Olahraga”, akan diceritakan dalam bentuk komik tentang apa manfaat cuka, mengapa susu baik untuk tubuh, mengapa warna udang berubah setelah direbus, dsb.

Mudah-mudahan ini adalah awal yang baik untuk memotivasi penulis-penulis buku pelajaran untuk mencoba pendekatan komik ini untuk bahan ajar pendidikan.

ttd-small.jpg

49 Responses to “Komik Pendidikan”

  1. iya nih, komik yang mestinya tersedia di setiap perpustakaan sekolah!

  2. salam pak…

    sebenarnya “komik nasional” sudah ada yang seperti demikian hanya saja gaungnya tidak menasional… sayang memang. saya sendiri sebenarnya sudah senang akan kualitas “komikus nasional” yang punya style sendiri tapi mungkin karena pengaruh manga yang besar (dan menggiurkan) sampai-sampai banyak pola pikir komikus yang berubah menjadi (kadang) kapitalis…

    CMIIW…

  3. wah,.. perlu dicontoh nih,..

  4. ada juga komik “karung mutiara alghozali” insyaAllah bagus mas saya ngga bosen baca nya :) dan kisahnya kadang lucu tapi penuh hikmah

  5. daru hagni Says:
    October 31st, 2006 at 15:17

    saya jadi teringat waktu dulu, saya sering terpingkal-pingkal membaca cerita 1001 malam yang dikomikkan, padahal cerita semacam itu sudah saya baca sbelumnya. Tapi kalau medianya komik… ada sudut pandang yang beda dan tidak membosankan.

    sepertinya ide meng-komik-kan buku pelajaran adalah suatu ide yang sangat baik. cuma… biasanya, kalau sebuah buku full gambar dan full color, biasanya harganya juga full…. Nah, barangkali Pak Romi bisa menginformasikan, harga zukai di Jepang tergolong mahal atau tidak (tentu saja dengan standard Jepang)? Harus diakui, nominal rupiah masih menjadi pertimbangan utama di Indonesia… :D

    Salam

  6. Seri manga (komik) dan zukai (buku bergambar) harganya nggak jauh beda dengan buku biasa kalau di Jepang. Bahkan ada yang murah, karena pakai kertas buram, kayaknya bisa dicontoh karena costnya down banget.

  7. Artikel menarik, pak.Sepertinya saya setuju kalau ada istilah gambar mewakili seribu kata-kata. Kendalanya adalah anak muda sekarang lebih tertarik beli komik manga jepang daripada yang lokal, mungkin mutu dan kualitas gak kalah dengan komik manga jepang (yang bermata besar dan kakinya panjang :) ) hal ini dikarenakan komik kita sepertinya belum punya ciri khas dalam tokoh dan storynya.(terutama yang fiksi) .
    Untuk komik pendidikan tentunya inilah yang seharusnya menjadi lahan komikus nasional, mungkin perlu diadakan penelitian untuk perlu tidaknya media komik dijadikan bahan ajar pendidikan dasar. Jika hasilnya baik, tentunya akan memotivasi komikus nasional untuk lebih berkarya.
    Saya Jadi ingat waktu kecil, metoda biar mudah belajar waktu akan ulangan sejarah dulu..daripada menghapal tulisan, saya pindah (convert ) ke bentuk gambar biar lebih nyantol ke memori ingatan.

  8. ” Benar..saya pengembang ilmukomputer.com ” huahuahua..tetep promosi!!

    nih..buat rekan2 yang kangen liat Bang Romi back in action @ Metro E-Life Style ( 4 November 2006 )

    http://img215.imageshack.us/my.php?image=bangromimetroelifestylepa3.jpg

  9. Hehehe tau aja loe. Thanks bos, selalu ente yang nge-capture, thanks banget lah pokoknya. Ada beberapa jawaban yang kepotong sama mbak meutia hafidz. Nanti saya akan tulis penjelasan lengkap tentang industri software lokal di post baru blog ini.

  10. seep deh maju teruuussss

  11. wah pak Romi, ide bagus tuh….
    coba dong sosialisasikan ke Diknas supaya mendorong para penerbit membuat bahan ajar berupa komik. Asyik kali ya kalo buku paket siswa berupa komik, jadi ga terasa belajarnya.

  12. Setuju pak Romi. Buku komik sejarahnya larry gonick juga bisa jadi contoh ya. Tapi kalo buku TI yang sifatnya tutorial kira-kira bisa dijadikan komik nggak ya?

  13. Setuju pak Romi. Tapi kalo buku TI yang sifatnya tutorial kira-kira bisa dijadikan komik nggak ya?

  14. Setuju pak Romi. Tapi kalo buku TI yang sifatnya tutorial kira-kira bisa dijadikan komik nggak ya? jadi pengin liat buku Teknologi Informasi nya pak Romi deh :)

  15. Komik pendidikan memang gagasan brilian. Hanya saja, agar komik pendidikan tersebut dapat dikonsumsi siswa, butuh jalan yang berliku. Jika hanya dipajang di toko buku, nutup biaya produksinya aja ngos-ngosan. Kendala terberat justru datang dari Depdiknas - Pusat Perbukuan.
    Ada ketentuan kalau buku pendidikan (pelajaran) harus lulus penilaian dari Pusat Perbukuan Depdiknas, yang kini membentuk badan penilai bernama BNSP. Kriteria penilaiannya, terutama kelayakan, sudah dapat dipastikan “Komik Pendidikan” tak bakal lolos. Tim penilainya profesor yang sudah tua-tua, kaku, dan tampaknya tidak tahu apa yang dibutuhkan siswa.
    Ada penerbit yang mencoba menerbitkan buku Matematika SMP dengan gaya berbeda. Penerbit tersebut adalah CV Empat Pilar Pendidikan. Buku Matematika yang mereka terbitkan berjudul “Menjelajah Di Negeri Antah Berantah”. Gaya penyajiannya seperti majalah remaja, penuh warna, menyajikan cerita-cerita di negeri Antah Berantah, dan dinyatakan tidak lulus. Padahal, materi yang disajikan sudah sesuai dengan kurikulum. Padahal, buku tersebut sudah diujicobakan di beberapa kota di Indonesia. Padahal, hampir semua siswa SMP menyukainya. Alhasil, buku Matematika yang inovatif kini pasti teronggok di sampah. Apa arti sebuah idealisme jika perut tetap melilit menaha lapar????

  16. komik pendidikan seru bageet…!!!!!
    Saat ini saya sedang mengerjakan skripsi dan saya membuat komik pendidikan tentang kesehatan reproduksi pada remaja, dan itu akan saya teliti dengan metode eksperimen. Saya ingin membuktikan bahwa komik….”Cerita yang berbentuk Story telling “sangat baik apabila muatannya bersifat mendidik. Namun kendalanya…..saya kesulitan mendapatkan buku referensi yang mengulas tentang komik…..
    Bisa bantu gak Om Romi…..hehe…
    Thax bgt….

  17. Dian Purwanto Says:
    April 30th, 2007 at 9:25

    Pak Romi yang baik,
    Saat ini saya sedang skripsi mengenai pengembangan perangkat berupa Lembar Kerja Siswa dalam bentuk komik. saya kesulitan mencari literatur yang baik mengenai seluk beluk komik. Komik yang saya buat menggunakan karakter Doraemon dengan alasan karakter doraemon sudah dikenal oleh siswa. Tapi komik tersebut tidak melalui tahap penyebaran. Hambatan yang saya hadapi sekarang, beberapa pihak menyarankan untuk merubah karakter. Tapi hal tersebut tidak dapat saya lakukan dengan cepat karena sudah mendekati sidang skripsi. Apa boleh saya tetap menggunakan karakter doraemon (penelitian saya tidak melalui tahap penyebaran)?Bagaimana caranya mendapatkan ijin dari pihak “Doraemon”nya ? Mohon beri saran!
    Saya mahasiswa pendidikan matematika.

  18. Pak Romi yang baik. saya dari Sastra jepang UGM, akan meneliti masalah serbuan komik jepang dan bagaimana nasib komik lokal. Apakah anda punya list mengenai komik-komik Jepang dan anime yang sedang beredar di Indonesia, lebih spesifik lagi di Jogja?terima kasih infonya. Saya tungu balasan anda.

  19. assalamualaikum… mau gabung yaa
    begini… saya mahasiswa pendidikan kimia…nasib saya hampir sama kaya mba dian purwanto,, saya juga mau buat media komik untuk skripsi,,tapi saya baru tahu klo harus minta izin dulu klo qt mw pakai tokoh komik yang udah terkenal… emang harus yaa??? klo gitu sulit donk…
    klo gitu sekalian tanya dech sam pak romi, klo mau buat skripsi kimia dengan metode bilingual education pakai media komik seru ga?? apalagi klo bapak punyai data tentang hal itu,,, wah saya sangat berterimakasih…
    gitu saja dech… terimakasih banyak..

  20. Membuat buku pelajaran dengan komik? menarik sekali!! Saya rasa penulis penulis Indonesia sudah ada yang berpikiranbegitu, tapi biasalah masalah klasik…modal dan dukungan pemerintah.

    Juga , menurut saya sebaiknya dibuat tim khusus yang tugasnya buat pelajaran dengan buku komik. Jadinya buku pelajaran MAtematika (yg serem itu) jadi gampang, Sejarah (yg penuh dengan angka dan tanggal) bisa di mengerti, dll

    Tapi ada yang perlu diingat, jangan sampai lupa sisi pelajaran dan filosofisnya..

  21. menarik.. ntar kalau ketemu jadi pengen beli.. buat adik2

  22. […] Kemerdekaan TeknologiIlmuKomputer.Com Goes BlogTeknik Menerima Pembayaran Lewat IStatistics (Blog)Smart Teacher: Guru Menulis Dapat Paypal.Com Masuk IndonesiaPetunjuk yang Tidak Memberi PetunjKomik PendidikanMigrasi Selesai, Klaim Artikel AndTI untuk Perpustakaan […]

  23. setuju banget bang,,
    sy dulu pengen ngangkat mengkomikkan buku pelajaran pada skripsi sy tp sayang sy kekurangan bahan ga jd dech…tp sy setuju dg mengkomikkan pelajaran coz sy aza yg guru msh seneng baca komik he…justru itu akan cepat diserap oleh siswa apalagi smp..
    oh ya sy jg pengen bikin tp gak th caranya, bantuin donk…

  24. […] Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris). […]

  25. saya mahasiswa pendidikan kimia yang sedang skripsi. saya tertarik sekali dengan metode komik sebagai media pembelajaran.. boleh minta data-data tentang bagaimana cara pembuatan komiknya gak pak? klo saya udah dapat data-datanya siapa tau saya bisa mengangkat metode ini sebagai skripsi saya.. sbelumnya makasih..

  26. saya stuju tuch kalau di Indonesia ada yang bikin komik yang sifatnya pendidikan, saya juga hoby nggambar tapi ga punya waktu buat bikin komik coz sibuk dengan pekerjaan kantor.

  27. saya dukung sepenuh hati untuk komik pendidikan biar masa depan bangsa di pimpin oleh orang2 cerdas

  28. Sukses selalau saya salah satu penulis buku matematika yang buku-bukunya dikomikan di DAR Mizan. Kapak kita-kita bisa keyemu berdiskusi tuk menghasilkan karya yang luar biasa!

  29. # Drajat: Great job mas. Ayuklah, paling tidak YM saya dicatat deh romi_sw. Dari situ kita diskusi mulai :)

  30. salam kenal…apakah bapak punya buku Soichiro Honda dalam bentuk komik(kovernya Merah, halamanya tebal)??

    saya beli deh bukunya kalo ada…
    ini no saya : 085216123325

    Trims

    Putra

  31. saya sedang membutuhkan referensi buat skripsi, coz ak angkat judul komik sebagai media pembelajaran. so, tolong bantu yach….!!!!

  32. Sekarang saya sedang mencari referensi untuk skripsi…Dan skripsi saya berkaitan dengan komik sebagai media pembelajaran atau sebagai buku paket ..Oleh karena itu, tolong bantuannya…terima
    kasih…

  33. qyongqyong Says:
    November 20th, 2007 at 9:18

    YA GITU DEH
    GA PAPA ASAL ASAL AJA YA GA?

  34. Saya setuju, tuh Pak. Saya juga ingin membuat komik dengan format seperti film dokumenter. Jadi boleh dibilang komik dokumenter. Tapi sayang saya sulit sekali untuk membuat komik. Bisakah Bapak memberi tahu saya cara membuat komik juga bahan-bahan membuat komik?

  35. Wah, menarik juga nih tentang media komik sebagai alternatif media pembelajaran di tanah air. Mudah-mudahan Depdiknas membuka ajang lomba kreatifitas guru dalam menggali potensi yang satu ini, di samping Lomba Multimedia Pembelajaran yang sudah mapan. Atau kalau ada instansi lain yang ingin membuka kompetisi di bidang ini, pasti seru.
    Hayo Mas Rom, saya tunggu gebrakannya.

  36. pak seneng banget bisa baca artikel bapak,waduh jadi pengen ketemu bapak,soalnya sekarang saya lagi merintis sekolahan dengan salah satu tugas besar ingin mengajarkan anak ilmu pengetahuan dengan cara yang kontemporer,kira-kira saya bisa tahu gimana caranya ya??ato nyari referensi di mana.Semoga bisa kita ketemu ya pak n terus berkarya ya pak

  37. […] Saya tertarik membaca tulisan ringan di Koran Tempo 27 Januari 2008 lalu yang ditulis Dian R Basuki dengan judul “Buku Sains Yang Populer, Kok Langka?” Tanpa bermaksud menambah polemik tentang pencarian ilmuwan yang membumi Saya justru ingin belajar dan melihat kembali bagaimana sih langkah para ilmuwan dalam mempopulerkan ilmu pengetahuan yang mereka miliki. Oh ya, jangan lupa saya sempat singgung masalah mempopulerkan ilmu pengetahuan di artikel tentang komik pendidikan, yang kita lihat akhir-akhir ini mulai bermunculan di Indonesia. Trend ini saya pikir sangat positif dan membantu anak muda kita dalam membentuk budaya dan minat dalam membaca. Mudah-mudahan bisa “menggoda” para ilmuwan, peneliti dan dosen di Indonesia untuk mencoba “menjlentrehkan” ilmu pengetahuan dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Paling tidak ada tiga cara para ilmuwan mempopulerkan ilmu pengetahuan mereka. Apa saja itu? Yuk kita bahas yuk … […]

  38. […] Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris). […]

  39. kayaknya yang kayak gini dah banyak pendahulu2 saya membuat, tapi semua cuma bertelur di perpustakaan. maklum skripsi yang mereka buat mudah terlupakan setelah wisuda. jadilah komik2 tersebut cuma berjalan sejauh penelitian tentang study kelayakan tentang komik sebagai alternatif media pendidikan.

    ah.. jadi guru mang perlu motivasi yang kuat. permintaan macam-macam dari luar, padahal bisa dibilang ga sebanding ama pendapatan.

    teman saya bilang, ingat2lah semua yang kita kerjakan diniatkan ibadah, biar ikhlas dan muncul motivasi. kata-kata yang mungkin sudah umum dilafazkan tapi luarbiasa ditelinga saya.

  40. […] 1. KERJA KERAS Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.2. MALUMalu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.3. HIDUP HEMATOrang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.4. LOYALITASLoyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini kota industri terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.5. INOVASIJepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric yang dulu terkenal dengan sebutan “maneshita” (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.6. PANTANG MENYERAHSejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini 7. BUDAYA BACAJangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris).8. KERJASAMA KELOMPOKBudaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.9. MANDIRISejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.10. JAGA TRADISIPerkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena ”hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor “non-teknis” yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.Tetap dalam perdjoeangan ! Posted in Japan Culture. […]

  41. saya butuh buku2 tentang komik.mohon bantuannya ya.sekarang saya sedang proses skripsi tentang pengembangan media pembelajaran komik kimia. terima kasih

  42. apakah ada pengaruh komik terhadap kecerdasan anak?
    adakah buku yang memuat itu?

  43. […] Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris). […]

  44. […] Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris). […]

  45. saya guru matematika, pinginya membuat komik matematika, agar belajar matematika tidak terpaksa, tapi santai. gimana caranya?

  46. […] Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris). […]

  47. Memang lebih mudah belajar melalui komik daripada buku pelajaran.

  48. Saya tertarik sekali dengan komik fisika, kimia dan lain2…

    komik ini sudah diterbitkan di indonesia apa belum ya ?

    maklum jarang banget ke toko buku….

  49. wah komik…
    pada ngomongin komik yg bisa jadi media belajar yg menarik…

    saya pekerja komik ^ ^ ayo siapa yg butuh jasa komikus…
    mau pensiling, inking, coloring…
    imel kesini
    kalangkuntang (et) gmail dot com

    ikut cari orderan ya Mas ya…
    lagi sepi orderan nih…

    terimakasih semua artikelnya, sangat inspiratif…siip!!!

Leave a Reply