Konsentrasi Game Technology
by Romi Satria Wahono
Sebulan lebih saya bertapa dari dunia blog
Ada hobi pekerjaan lama yang bikin saya ketagihan lagi, develop Game! Terakhir ngoprek Game sewaktu part time di Activision di Tokyo 7 tahun lalu. Natsukashii desu ne … kata orang Jepang, cari di kamus yo artinya
Saya sempat sekitar 3 tahun jadi han-sarariman (half-salaryman) di Activision, kerja bareng plus ngajar bule bule amrik yang gendeng hehehe. Intinya gini, awal tahun 2008 ini, saya diminta teman-teman dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) untuk menyusun kurikulum Konsentrasi Game Technology Program M.Kom. Konsentrasi Game Technology di Udinus adalah kelanjutan dari usaha sinergis membangun Jurusan Game Technology yang didahului oleh poros barat melalui ITB dan poros timur oleh ITS. Karena satu konsentrasi hanya mendapatkan jatah 5 mata kuliah tambahan, saya coba pilah, pilih dan peras, sampai akhirnya muncul 5 mata kuliah: Graphics Design and 3D Modeling, Game Design and Development, Game Programming I, Game Programming II, Scenario and Immersive Environment.
Saya perlu bantuan teman-teman Desain Komunikasi Visual (DKV) untuk ikutan ngajar dan mengasah sense seni alias otak kanan mahasiswa M.Kom untuk mata kuliah Graphics Design and 3D Modeling dan mata kuliah Scenario and Immersive Environment. Meskipun tentu saja pendekatan computing khususnya teoritika Computer Graphics tetap harus diberikan pada kedua mata kuliah tersebut. Sedangkan mata kuliah Game Design and Development dan juga Game Programming, saya minta untuk bisa ngajar sendiri, karena ketiga mata kuliah itu saya gunakan sekaligus untuk bimbingan tugas akhir bagi mahasiswa yang mengikuti konsentrasi Game Technology. Saya menggunakan model laboratorium penelitian ala Universitas di Jepang supaya saya bisa memonitor progres belajar, penelitian dan pengembangan yang dilakukan teman teman mahasiswa secara teratur.
Jujur saja, saya merasa exciting dan tertantang dengan kesempatan yang diberikan teman-teman dari Udinus ini. Saya ingin membuat lompatan, baik secara kualitas research maupun produk yang dihasilkan oleh 16 mahasiswa yang mengikuti konsentrasi Game Technology ini. Secara kualitas research, saya gariskan untuk tetap pada jalur metodologi penelitian yang benar dan standard. Materi metodologi penelitian juga saya sisipkan, termasuk memberikan shock theraphy ke teman-teman mahasiswa dengan beberapa kali menguji kualitas masalah, tema dan judul penelitian yang mereka ajukan. Saya beri kebebasan seluruh mahasiswa mengusulkan tema penelitian, tapi harus melewati pembantaian uji logic dari saya, yang saya lakukan langsung di depan kelas
Mohon maaf untuk mahasiswa yang tidak terbiasa dengan behavior penelitian sangar dan brutal seperti ini. Mudah-mudahan pertemuan bulan ini tidak ada lagi wajah-wajah tegang nan mrengut di kelas
Saya lakukan ini semua untuk anda semua, para mahasiswaku tercinta, supaya lulus tidak hanya mendapatkan gelar, tapi juga ilmu dan penelitian bertaraf internasional (meskipun sekolahnya bertarif regional heheheh)
Untuk produk Game-nya sendiri, Genre harus tetap di Education, meskipun diperbolehkan untuk hybrid-genre. Misalnya Genre Education yang hybrid dengan Genre Action, Strategy, RPG, Adventure, bahkan God Game kalau perlu
Saya juga bebaskan untuk menggunakan tool maupun bahasa pemrograman yang mahasiswa sukai. Hanya, karena saya berambisi membuat lompatan pada kualitas produk, materi mata kuliah Game Programming saya arahkan untuk penguasaan Game berbasis 3D. Supaya mahasiswa tidak “mencret-mencret” karena memainkan langsung DirectX maupun OpenGL
, saya pilihkan 3D Game Engine (middleware) yang relatif mudah dan learning curve-nya pendek. Target saya adalah munculnya produk Game 3D “layak jual” yang diproduksi mahasiswa M.Kom Udinus sebelum mereka lulus tahun depan. Saya akan bahas masalah 3D Game Engine ini di posting berikutnya.
Untuk mahasiswaku sekalian, meskipun anda adalah kaum minoritas, terpinggirkan dan termarjinalkan
Saya yakin anda semua adalah kaum pendobrak yang memiliki nyali dahsyat karena telah mau tersesat memilih berdjoeang bersama orang gila seperti saya di Konsentrasi Game Technology. Saya siap all out dan terjun berkubang lumpur bareng anda semua. Saya harap temen-temen semua juga siap ikut saya nyemplung di jalan gelap, sulit nan mendaki ini. Saya tidak bisa menjanjikan surga, tapi Insya Allah saya menjanjikan ilmu dan penelitian yang bermanfaat, yang perdjoeangannya bisa dengan bangga kita ceritakan ke anak cucu kita kelak
Amiiin.
Tetap dalam perdjoeangan …




























































































June 18th, 2008 at 23:04
hehhe..akhirnya ada pembahasan mengenai Games .., banyak artis-artis di Indonesia pada mahir di software-software 3D yang cukup terkenal, ada yang pake MAX script, MEL script dst..dan pertanyaannya kenapa mesti 3D ..Bang Romi? ada banyak juga artis-artis yang pada jago di flash action script, bisa jadi game yang ga kalah keren kualitasnya dengan game-game 3D..!
June 18th, 2008 at 23:09
#Izoel: Selama ini temen-temen di IlmuKomputer.Com sudah banyak buat elearning content pakai Flash + action scriptnya. Jujur, bosen
Pingin nyoba 3D Game Engine, kalau bisa porting sampai ke game console lebih maknyus lagi.
June 19th, 2008 at 2:40
Wah, menarik sekali Pak… kalau Artificial Intelligence untuk gamenya diajarkan di mata kuliah yang mana Pak?
June 19th, 2008 at 8:42
akhirnya datang juga…selama sebulan setiap hari 3x buka alamat ini.. gak nongol2, aku jadi penasaran jangan2 ini anti klimaks, kiat mengatur waktu…..;)
June 19th, 2008 at 10:17
nana nen mae, activion o haitte, hontou ni sugoi desu !!
sukses aja buat project game nya bang romi, mudah2an dapat benar2 mendobrak
June 19th, 2008 at 10:46
Pak Romi, prospek game development di Indonesia gimana ya Pak? ya, klo liat game2 dari luar kan, wuiiiih…keren2 gitu.hehe… trus juga gimana strategi mengalahkan musuh sejuta umat: pembajakan. :p
Hmm..tapi kita harus tetep smangat deh! Smangat untuk berdjoeang mendevelop game2 yg mencerdaskan, bukan memalaskan! hehe..
June 19th, 2008 at 13:32
ada rencana utk meng-open source-kan game 3D buatan anda ato mhs anda, mas Romy?
kali2 aja ada yg tertarik utk ngembangin trus sukur2 dipaket di distro linux
June 19th, 2008 at 13:43
Keren.. ^^
Graphic software development itu memang menarik, Mas Romi ;D Seru, yang jelas hehe. Kebetulan saya dan tim juga sedang menggarap software CAD processing (3D) untuk Mining Solution. Mulai dari 3D modelling, software design, sampai hal yang teknis, semuanya menarik (yaa ngga selalu siih, kadang mumet ;P). Walaupun tidak sepenuhnya sama dengan Game Development, tapi keseruan (bahasa apa ini?) nya hampir sama.
Genre Education yang diusung Mas, saya suka sekali. Dengan begitu, sambil main game, bisa mendapatkan manfaat dari game tersebut.
Waah, sering-sering curhat di blog ya Mas, tentang perjuangannya di Game Technology. Sukses terus, Mas!! Semoga game nya nanti benar-benar bisa bermanfaat dan laris manis ^^
June 19th, 2008 at 14:30
Rupanya NASA juga tertarik membuat game.
Berikut adalah informasi yang saya ambil dari Ligagame.com
”
Game sebagai alat pendidikan, secara cepat mendapatkan pengakuan dunia. Badan antariksa Amerika yaitu NASA (National Aeuronautics and space administration) , mengajak kerja sama para developer game, untuk mengembangkan game online sebagai bagian dari pendidikan antariksa.
Game ini dibuat untuk membantu pendidikan dan dikemas sebagai alat Visualisasi ruang angkasa, laboratorium online, dan kerjasama dalam menyelesaikan suatu tugas.
Pemain akan diperkenalkan dan ditarik ke dunia antariksa yang dibungkus dalam sebuah permainan game yang menantang.
Rencananya MMO ini akan memberikan latihan penggunaan ketrampilan, kemampuan berpikir, perencanaan, dan pelajaran, seperti yang dihadapi oleh para pegawai NASA. Target nya adalah untuk para murid umur 13 tahun ke atas atau mahasiswa. Game ini diharapkan akan membantu orang untuk mengenal dunia antariksa sebelum mereka tertarik untuk mempelajarinya atau terjun ke dalam pendidikan antariksa.
Informasi yang lebih detail dapat di lihat di http://ipp.gsfc.nasa.gov/mmo/index.html”
http://ligagame.com/index.php?option=com_content&task=view&id=134&Itemid=1
June 19th, 2008 at 14:38
wah…
kasianenak betul mahasiswa yg diajarin sama mas romi. Dapet tugas “nyeremin” kayak gituJune 19th, 2008 at 15:17
wadaw … dulu pernah ikut ngoprek game di activision (salut uey …), nah dengar2 banyak developer game dari indonesia, tapi hasilnya dibeli sama perusahaan asing ya ?
jadi developer game-nya sendiri ndak dapat license-nya hayo … misal banyak dari kita mengatakan hebat yang bikin game seperti need for speed underground (dikirain orang asing semua yang ngerjain), eh ternyata teman saya ada yang kecipratan bikin toyota supra-nya
apakah ini salah satu tanda klo’ pasar game di indonesia sulit ato kurang diperhatiin … moga nanti mahasiswa bimbingan pak romi mampu berjoeang (ngutip khas-nya pak romi) untuk numbuh kembangin industri game indonesia
June 19th, 2008 at 16:45
wuii….pernah ngoprek di activision??…wah, jangan2 ada salah satu game buatan mas Romi yg pernah saya maenkan ya?…
June 19th, 2008 at 17:58
Kalo buat 3D game education dan dipake di Indonesia,, wuih maknyuzz. Biar otak indonesia gak kiri semua, semangat buat developer 3D indonesia! Porting ah..
June 19th, 2008 at 18:10
Maen Game ngabisin duit, tapi kalo bikin game pasti ngasilin duit….:)
June 19th, 2008 at 18:24
ngomong2 komunitas game indo, coba mampir ke http://www.gamedevid.org –> utk liat2
utk perkembangan game di indo, saya pernah presentasi di depan mahasiswa ITB S2. yg waktu itu berencana pula ngembangin penjurusan game technology
yg dipresentasikan sih lebih ke pengenalan bbrp game yg dibuat developer Indonesia. Slidenya bisa dilihat di sini:
http://media-ide.bajingloncat.com/2007/11/02/presentasi-trade-expo-perkembangan-advergame-di-indonesia/
June 19th, 2008 at 21:16
terharu rasanya…
temen2 …. ni (pak romi) profil tokoh yang bener2 seorang pedjoeang… supportnya luar biasa pada Kami (mahasiswanya)– benar - benar “membakar” jiwa kami, semangat kami –khususnya pada pengembangan game berbasis 3D— umumnya : membentuk mental yang jujur dan ilmiah…
oh ya mengenai diskusi proposal gamenya ” mantab”–
saya saksi hidupnya —
trims pak romi –
salam — hamrowi — salahsatu dari 16 mahasiswa game tech..
June 20th, 2008 at 8:23
wowww keren…….
ngak papa pak, habisi saja… biar lebih “cerdas”
dalam menilai masalah yang ada, ngak dibuat-buat heeee….
wajah mrengut dan “ngetokke keris” pas dihabisi itu wajarlah…. ya namanya manusia buka dewa… ehh dewa aja bisa murka kog heeeeeee…..
yang penting pak romi ngak putus asa kalo mahasiswanya lelet heee…….
salam
yogantoro at yahoo titik com yang habis dibantai
June 20th, 2008 at 9:32
wah pak romy saya salut dech udah ada jurusan bikin game, tapi ngomong2, peluang kerja untuk lulusan game developer banyak gak yach di indonesia, apa lulusan dari game developer itu di tuntut untuk mandiri mengembangkan usaha game. menurut Pak romy gmn tuch
salam
ridenx
June 20th, 2008 at 14:56
Wah, manteb Pak Romi. Sebulan yang lalu saya baca Game Programming with PHP. Saya baca berulang kali ga mudeng-mudeng.
Kalo bisa sih game yang dibuat sama generasi muda kita ini bisa dipakai sebagai sarana pendidikan.
June 21st, 2008 at 5:36
Pak Romi benar-benar sibuk ya^^
Pak, kalau bisa bikin game yang bertemakan Indonesia dong.
June 21st, 2008 at 10:35
klo kita tau source codenya game2 besar kaya EA Games apa bisa kita modifikasi sendiri…..???
wah, hebat dong klo gitu
(ngayal trus stinggi-tingginya)
June 21st, 2008 at 10:39
Rasanya pingin kuliah lagi. N mau ikut di test logic yang sangar
June 21st, 2008 at 12:34
#Fisto: Ya sepertinya ada kok …hehehe
#Pitra: Sip om, thanks tambahan informasinya yang bermanfaat
#Asfarian: Ya gamenya pasti bertemakan Indonesia
#Orang pinter: Hmm kok orientasinya nyontek gitu yah. Padahal secara teknis tidak ada kesulitan kalau mau serius buat LIGINA 2009 untuk gantikan FIFA 2009. Nggak ngayal kok … heheheh
June 21st, 2008 at 12:52
saya ikut mendoakan mas romy, smoga cita2x luhurnya tercapai, ayo bikin games !
June 22nd, 2008 at 4:48
tetep dalam perdjoangan aja om…
June 23rd, 2008 at 23:38
Temen ane ada yang pinter mbuat ginian, kemarin dapet juara 2 waktu kompetisi pembuatan game. kalau aku mah boro-boro bisa
Sekalian nich mohon dukungan backlinknya, saat ini saya sedang berjuang di Busby SEO Challenge international contest. Berharap bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia di Tingkat dunia.
June 24th, 2008 at 15:32
Kayaknya bakal seru nih..
really interesting
June 24th, 2008 at 17:20
menarik sekali pak romi.. kalo saya mau belajar dimana nih pak tempatnya.. ada di jakarta ??
June 25th, 2008 at 9:50
ini menarik
mudah2 an industri game developer
bisa go international
selamat berjuang sodata2 ku
June 25th, 2008 at 13:15
menarik nih.. saya mendukung banget. semoga sukses ya Pak Romi. Saran saya sebaiknya ada programming di 2d nya juga. karena lebih bersifat basic.
Selain itu juga perlu diperhatikan game logicnya sebab ini adalah hal2 yang “tersembunyi” oleh player di dalam game..
June 25th, 2008 at 19:31
Ini yang saya tunggu2….banyakkin referensinya dong pak Romi….buat penelitian nih…
June 25th, 2008 at 20:30
Kalau Blender bisa gak yah untuk membuat game? saya taunya cuma buat bikin movie aja.
Trus yang kalau mau bikin game yang komplex dan lengkap, kira-kira butuh berapa personel dan di bidang kerja apa saja yang harus ada?
June 27th, 2008 at 15:57
Semoga saja game indonesia banyak bermunculan…. dengan artikel di atas sebagai penyemangat…
June 27th, 2008 at 17:24
Tertarik sekali..
Ngomong-ngomong Pak Romi, Udinus dimana ya?
June 30th, 2008 at 9:09
wew…buat game…!!
di kampus saia gak ada tuh, mata kuliah kayak gitu…
wong, saia juga cuma bisa maininnya aja…
June 30th, 2008 at 10:42
lahan perjoeangan baru nih Mas?
June 30th, 2008 at 11:00
sebagai pecandu Game semenjak kuliah…saya menunggu game First Person Shooter (macam Counter Strike, Medals of Honor) serta game Strategi (macam AOE, Red Alert, Yuri dsb) buatan Indonesia.
kalau bisa bertema sejarah Indonesia, misal Perang kemerdekaan, Trikora, Dwikora, Operasi di Timor-timur dan Aceh, dan beberapa operasi militer yang pernah terjadi di Indonesia. untuk strategi mungkin bisa berlatar belakang kerajaan majapahit, kerajaan sriwijaya dsb.
pokoknya bakal beli original deh gak bajakan, asal harganya dibawah 20 ribu…
hidup gamers…
July 8th, 2008 at 13:42
Saya sudah suka game dari sejak SMP. Saya masih ingat ketika itu saya membeli buku ‘Membuat game dengan QBasic’ dan mencoba memodifikasi game dari situ, yang lalu dilanjutkan dengan ‘Membuat game dan Animasi Profesional’ waktu itu dengan menggunakan Pascal. Sayang, aktifitas programming game saya terhenti sejak masuk kuliah karena kurangnya dukungan tuntutan akademis dan pasar.
Saat ini saya sedang coba mencoba lagi untuk kembali ke dunia ini karena ini sudah seperti mimpi hidup saya. Saat ini saya mencoba kembali melalui Flash actionScripting dan bergabung dengan beberapa teman dari DeKave untuk membangun game-game berbasis Flash. Sayang hal ini hanya saya bisa lakukan paruh waktu.
Berkaitan dengan ini, saya ingin meminta saran dari Romi-Sensei, pantaskah kalau kita mempertaruhkan seluruh waktu kita di dunia Game? Maksudnya, worth it kah? Mengingat game developing di Indonesia sepertinya kurang dihargai.
Kedua, seberapa besar program pendidikan Formal dalam game developing dapat mendongkrak skill dan ability kita dalam mendevelop game? Saya sebelumnya pernah mendenger mengenai S2 jurusan Game di ITB. Saya sebelumnya sangat tertarik, namun ketika saya melihat ujian masuknya ternyata membutuhkan ability yang tinggi di bidang matematika dan Aljabar. Saya agak lemah dalam matematika Aljabar (Integral, Penurunan, Deret dll), namun saya menyukai matematika ruang. Bagaimana menurut Romi-sensei, apakah Aljabar sangat dibutuhkan dalam sebuah pemrograman (terutama 3D mungkin?)
July 14th, 2008 at 12:56
ah akhrinya akan muncul e-learning untuk game berbahasa indo. ditunggu mas
July 22nd, 2008 at 11:48
wadew… activision? hemmm, rasanya pengen jadi muridnya pak romi nih? bapak buka e-learning juga ta?
July 26th, 2008 at 20:29
Memproduksi game yang layak jual sebelum mahasiswa bapak lulus tahun depan… Wih, hebat banget nih misinya.
Semoga bapak mendapatkan banyak dukungan positif dari mahasiswa bapak sehingga proyek ini berjalan lancar.
Ijinkan saya menjadi salah satu pembeli pertama ketika game itu diluncurkan nanti
(Asal specnya tidak terlalu tinggi dan berat buat komputer)
Best of Luck, sir, cause luck is everything (dikutip dari: anda)
July 28th, 2008 at 15:24
Pak, ikutan GameDevId Pakk…
http://www.gamedevid.org/
Nyumbang-nyumbang ilmu…
July 28th, 2008 at 15:55
#Youfa: Lha sudah ikut je. Cuman memang masih belum aktif
July 29th, 2008 at 12:14
@Guntur Aries Setiawan:
Wah buat toyota supra di NFS bag apanya bang? Keren juga. Salah satu favoritku tuh.
July 30th, 2008 at 21:06
perlu mr.romi tahu, ada mahasiswa anda yang lompat ke gametech karena liat uji logic yang sangar dan bikin muntah-muntah itu. Jujur aja pak, doktrin anda yang mampu membakar semangatku, untuk berani masuki kubangan bersama menembus lorong untuk menggapai cahaya pencerahan. Mahasiswa tua nakal yang punya “mimpi”kaya aku ini kalo ndak digituin ya… meh mlempem he .. he.. he.
July 31st, 2008 at 20:57
Wah, saya senang sekali baca blog ini. Akhirnya ada yang “menyorot” game juga sekarang. (Walau sangat sedikit). Perkenalkan pak romi, saya Lead Developer di salah satu perusahaan game developer Indonesia.
Cukup memprihatinkan juga sebenarnya, di Indonesia ini, game jarang mendapat perhatian, baik dari dunia Industri maupun pemerintah. Bahkan dulu ketika saya belajar OpenGL dan DirectX dibilang “tidak menjual” oleh salah satu project management saya. Padahal setahu saya hampir seluruh mata kuliah yang dijelaskan di jurusan Ilmu Komputer atau Teknik Informatika dipakai dalam pembuatan game.
Tetapi saya liat dunia game industry makin merangkak naik. walau sangat pelan. Sayang sekali kalau talent-talent indonesia banyak “dicuri” ke game industry Singapore, Korea, maupun Jepang. Krn game industry sendiri sebenarnya amat menjanjikan.
August 15th, 2008 at 14:35
Wah mas Romi, membaca artikel ulasan di atas juga ikut menambah semangat saya, walau saya tidak menjadi mahasiswa ‘njenengan’. Kebetulan saya ikut berjuang di bidang yang sama dengan mahasiswa-nya mas Romi, tapi ikut bergabung di poros timur (ikut pinjam istilahnya mas Romi). Ketika masuk di semester matrikulasi bulan feb 2008 kemarin, kami langsung ‘dijejali’ dengan mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak, Pemrograman Lanjut (pakai Java), Jarkom, Multimedia n Pengolahan Citra Digital. Padahal poros timur (ITS) angk. 2 ini banyak juga yang pendidikannya berasal dari seni dan DKV. So, banyak yang ‘klimpungan’ untuk mengejar materi pemrograman yang sama sekali blm pernah ditemui di ‘dunia’ sebelumnya. Tapi berkat bantuan dosen n teman2 yang sudah terlebih dahulu bisa, maka kami2 yang sama sekali tidak ‘ngeh’ dengan dunia game ini akhirnya bisa mengikuti walau harus dipaksa dan ditarik2.
Harapan saya, mas Romi, kita bentuk suatu wadah komunikasi bagi yang memperdalam ilmu gametech ini, walau berbeda univ, paling tidak untuk ajang bertukar informasi aja. Kami tidak tahu apa yang akan dihadapi pada semester depan, tapi tetap harus optimis untuk terus mau berusaha dan kerja keras agar mampu berbuat sesuatu bagi dunia pendidikan kita. Hidup Gametech!
August 23rd, 2008 at 17:23
Merdekaa…hidup penuh perjuangan…
Tulisan yg inspiratif..kita sama2 berjuang
Perjuangan = Kemampuan X Kemauan
September 5th, 2008 at 10:02
jadi pengin gabung nih
September 10th, 2008 at 3:58
[…] Sudah beberapa bulan ini saya mencoba memanfaatkan sistem eLearning untuk mendukung aktifitas pengajaran yang saya lakukan di kampus. Engine LMS-nya saya pilih Moodle dan fitur utama yang saya gunakan adalah pengelolaan data mahasiswa, pendistribusian bahan ajar/referensi, pemberian ujian/tugas dan penilaiannya. Penggunanya saya batasi hanya untuk mahasiswa yang memang sedang mengikuti mata kuliah saya di beberapa kampus baik Jakarta maupun Semarang. Menariknya, akhirnya banyak permintaan dari pengunjung RomiSatriaWahono.Net yang tertarik untuk mencoba ikutan Pada sistem eLearning yang saya beri nama Romi Satria Wahono eUniversity ini, siapapun diperbolehkan untuk mendaftar, mengakses, mengikuti dan mendownload secara gratis berbagai bahan ajar yang saya gunakan di berbagai kampus. […]
October 3rd, 2008 at 1:08
[…] Totalitas mengajarku mendapatkan ujian besar ketika harus memimpin 18 mahasiswa pedjoeang di program M.Kom konsentrasi Game Technology di Udinus Semarang. Di sela keluyuran ilmiahku, aku kadang mencoba memberikan pemahaman kepada para mahasiswa di berbagai kampus bahwa menjadi entrepreneur dan tangan diatas adalah lebih baik daripada hanya menerima dari orang lain. Di sisi lain, aku harus berperan menjadi seorang Mahar, seniman alam yang mengandalkan otak kanan atau malah kadang menjadi Tuk Bayan Tula, ketika memberi kuliah malam kepada para serdaduku, laskar pelangiku, di markas IlmuKomputer.Com. Kuliah malam tentang hakekat kehidupan, apa arti cinta, apa arti persahabatan, apa arti perdjoeangan dan apa arti kehidupan kita ini. Menyelesaikan masalah-masalah anak muda, dari bagaimana memilih jurusan kuliah yang baik, bagaimana melakukan penelitian tugas akhir, bagaimana memilih chord gitar yang tepat untuk menyanyikan lagu ayat-ayat cinta atau takdir cinta , sampai masalah genting bagaimana memilih istri dan suami yang baik. Penjajah yang harus aku dan pasukanku hancurkan bukanlah berbentuk pasukan kumpeni belanda atau tentara bengis portugis, tapi kebodohan, ketidakmengertian dan kemunduran yang melanda republik ini. […]
October 17th, 2008 at 18:51
Bagaimana dengan pembangunan industrinya Pak, supaya pro’s kita bisa kerja nyaman dan menghasillkan karya terbaik. Banyak teman developer (indie / no formal education) yang menurut saya punya kemampuan luar biasa terpaksa ngantor mengerjakan database padahal minatnya di simulasi dan game 3D. Bisa dipikirkan juga Pak ?
October 17th, 2008 at 18:56
Sory Pak Romy, saya gak mau jadi fans kalo P Romy tidak menyatukan indie game developers kita yang mengembara karena memang tidak punya kemampuan (karena perhatiannya sudah habis) untuk memasarkan dirinya. Go on…
October 21st, 2008 at 10:01
Assalamu’alaikum Bang Romy
Saya mau sharing concern saya mengenai game, dulu saya pernah belajar flash sedikit, namun saya khawatir mengenai mudharat game bagi anak-anak, mahasiswa yang DO karena ketagihan game online, content game luar yang cenderung ke arah violent dan seksualitas, banyaknya waktu yang terbuang sia-sia, bagaimana menurut Bang Romy, solusi dari permasalahan ini?
Salam Juang
October 21st, 2008 at 10:15
#Kuncoro: Ya masak semua harus aku yang mempelopori, mas Kuncoro saja coba kumpulkan para indie game developer
Ayo mas ..
#Muhammad: Coba dibaca lagi artikel saya ini, inilah solusi dari masalah yang mas Muhammad sampaikan itu
October 22nd, 2008 at 16:02
kalo d Coba g’ b’hasil gimana nich????