Tango!
by Romi Satria Wahono
Bukan nama makanan, apalagi nama tarian, meskipun mungkin kita bisa menari-nari dengannya
Ramadhan kemarin, saya janji beli sepeda baru untuk Irsyad, anak saya yang paling gede (kelas 2 SD, 8 tahun), kalau dia bisa puasa penuh. Meskipun akhirnya masih bolong 2 hari, saya akhirnya tetap putuskan beli sepeda sebagai hadiah. Saat Jabotabek sepi senyap ditinggal para penghuninya yang mudik ke daerah masing-masing, dimulailah perburuan sepeda. Untungnya, para penjual sepeda di lingkaran (setan) pasar Pondok Gede masih dengan sabarnya menunggu barang dagangannya, di tengah sepinya jalanan, sehingga relatif kita masih punya beberapa pilihan tempat pembelian sepeda.
Di luar dugaan, Irsyad sekarang sudah bisa diajak diskusi untuk memilih Sepeda
Yang pertama masalah merk, dua sepedanya terdahulu adalah Wimcycle, dan karena adiknya, Hasan (TK, 6 tahun), terlanjur saya belikan Polygon, jadinya Irsyad minta merk yang sama. Pyuh … anak jaman sekarang, merk sepeda saja sudah bisa pilih pilih !
Yang kedua masalah ukuran, sepeda dia sebelumnya berukuran 20 (inch), jadi dia minta yang agak gede yaitu ukuran 24, supaya bisa lari kenceng katanya. Hmm cuman saya lihat-lihat ukuran 24 ini nanggung, beda dikit dengan ukuran 26 (ukuran dewasa). Jadi saya ajak dia coba-coba dulu naik yang ukuran 26, masih agak kegedean dikit, cuman kayaknya 3-4 bulan ke depan sudah pas. Irsyad awalnya masih agak merengek minta ukuran 24, tapi akhirnya luluh setelah melihat satu jenis sepeda Polygon yang gagah bernama Tango
Itulah yang akhirnya saya beli, agak sedikit mahal, cuman saya pikir untuk pemakaian dengan jam terbang yang tinggi karena hampir tiap hari Irsyad main sepeda … sepertinya kok masih pantas
Dan beraksilah Irsyad dengan Tango-nya !


























































































October 28th, 2006 at 23:26
selamat bersepeda ria.
belinya di mana nih? toko sepeda yang dekat mi padasuka (sebarang djoko bakery lama) atau yang di jalan hankam dekat pertigaan?
October 29th, 2006 at 9:14
Hahaha … paman tyo tahu saja. Kalau nggak salah nama tokonya Pondok Sepeda, yang masih di jalan putaran pasar pondok gede, belum sampai ke hankam
October 29th, 2006 at 9:30
wekss…rupanya tinggal di pondok “gadang” juga tho….
salam dari ponderosa….pondok gede rodo sonoan dikit…hihihihihi
from jatimekar…komsen
MI
October 29th, 2006 at 9:46
Sama-sama di ponderosa dan rumah saya dekat dengan mas Ihsan
Saya di kampung sawah mas, puri gading, jatiasih, setelah pemekaran masuknya pondok melati kayaknya.
October 29th, 2006 at 14:33
Wuih, ternyata Irsyad udah gede yah Om.. Terakhir jumpa masih ngerengek-ngerengek sama Ibunya, eh, atau sekarang masih? ^_^
Niwe Om, 4 atau 5 taon lagi pasti Irsyad mintak motor tuh untuk kendaraan pulang pergi sekolah.. Hihi..
October 30th, 2006 at 9:50
wahh, irsyad udah bisa naik sepeda, terakhir ketemu di tempat saiful di bandung masih malu2x.
saya saja dari rumah di bekasi ke kantor naik sepeda, kebetulan saya ikut B2W (bike to work) rumah di daerah kranji kantor di lipi press rutenya lewat kalimalang, otista, tebet terus ke daerah ps rumput lumayan waktunya cuma 1 jam bahkan lebih cepat dari naik mobil.
Kapan lagi kita mulai sadar bahwa cadangan energi fossil kita semakin menipis dan polusi udara kita terburuk no : 3 di dunia.
kalau saja kita dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fossil satu hari saja sudah berapa banyak cadangan bahan bakar fossil yang kita hemat dan alangkah berkurangnya polusi udara terutama di kota jakarta,..
Selamat buat Adik Irsyad atas hadiahnya ,..
November 8th, 2006 at 10:28
Wahhh… mas romi tar bawa sepedanya ke semarang di puterin di simpang lima kalo gak di trilomba juang,kan puas…:)
December 7th, 2006 at 1:11
saya tinggi 185 cm mau beli sepeda santai yang ukuran 22 atau 23
tolong beritahu alamat penjualnya .saya tinggal di malang
August 23rd, 2007 at 18:10
Sepeda ada ukurannya toh?
Hehehe, iya bener sebentar lagi bisa-bisa dia minta motor.