eLearning, Research dan Blogging di STIE Perbanas Surabaya

stieperbanassby.JPGTanggal 1 dan 2 Maret 2007 saya diundang STIE Perbanas Surabaya untuk mengisi materi bertema eLearning, research dan blogging. Kegiatan ini masih kelanjutan dari Program Hibah Kompetisi (PHK) A3 Depdiknas, dimana STIE Perbanas Surabaya memenangkan PHK A3 tersebut atas nama Jurusan Akuntansi dengan judul Peningkatan IT Awareness. Ini adalah kali kedua saya ke STIE Perbanas Surabaya dalam rangka Technical Assistance. Dari Jakarta subuh, naik Garuda yang terbang pukul 07:00, sampai di Surabaya langsung kehadang banjir sehingga perjalanan dari Juanda ke lokasi perlu waktu lebih dari 1 jam.

banjir.JPGPeserta berjumlah sekitar 30 orang yang merupakan bapak ibu dosen di STIE Perbanas Surabaya. Tema yang saya angkat selama dua hari di STIE Perbanas Surabaya adalah: Pengantar dan Pemanfaatan Teknologi Informasi, Pengantar dan Penerapan eLearning, Community Building dan Image Branding di Internet, Penelitian-Penelusuran-Publikasi Berbasis Web, dan yang terakhir Teknik Menulis dan Blogging. Big picture dari apa yang saya sampaikan bahwa saya ingin mengenalkan sudah sejauh mana teknologi informasi dimanfaatkan, termasuk peluang pemanfaatannya untuk dunia pendidikan. Kemudian sesuai dengan keinginan teman-teman untuk menerapkan eLearning di STIE Perbanas Surabaya, saya juga menyampaikan apa itu eLearning, contoh penerapan, analisa kegagalan dan strategi apa yang sebaiknya digunakan untuk menerapkan di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Bagaimanapun juga dalam tahap implementasi segala sesuatu kadang tidak berjalan sesuai dengan keinginan. Menurut data penelitian yang dipublished di berbagai jurnal, banyak implementasi eLearning gagal karena masalah requirement (kebutuhan) yang tidak sesuai dan juga human factor (beratnya perubahan kultur kerja). Ini yang saya coba bidik dengan memberikan suatu motivasi bahwa elifestyle dan IT literate adalah suatu keniscayaan di era kekinian. Dengan semakin mendatarnya dunia (pinjam istilah Thomas Friedman;)), teknik pembinaan core competence, social networking, dan community building sedikit mengalami pergeseran dari dunia fisik ke maya. Shift-paradigm juga terjadi di circle penelitian karena untuk penemuan masalah, penelusuran, publikasi, dsb sudah mulai harus menggunakan sarana teknologi informasi termasuk Internet didalamnya. STIE Perbanas Surabaya saya lihat termasuk yang cukup serius dan agresif dalam image branding dan pemanfaatan IT untuk mendukung pendidikan. Diantaranya yang saya catat adalah: kerjasama dengan vendor SAP untuk memberi nilai tambah lulusan berupa Industri Certification, langganan journal internasional (Ebsco), penyediaan lab praktek perbankan (miniatur bank), juga pembuatan divisi EDP khusus untuk maintenance dan pengembangan infrastruktur IT, diantaranya adalah penyediaan akses point di beberapa tempat untuk mendukung elifestyle seluruh sivitas akademika.

stieperbanassby-full.jpgPada sesi terakhir saya kupas juga tentang teknik menulis, baik penulisan ilmiah maupun populer. Saya beri penekanan ke penulisan populer, karena ini termasuk salah satu kelemahan peneliti di Indonesia. Biasanya para peneliti sangat mahir menulis ilmiah, tapi begitu harus menjlentrehkan dalam bahasa umum jadi sedikit terbata-bata ;) Padahal ini adalah ujung tombak bagaimana hasil penelitian yang kita lakukan dapat dimanfaatkan secara cepat oleh masyarakat. Mungkin juga tulisan populer tidak digemari oleh para peneliti, karena secara kum (kredit) dihargai sangat rendah, jauh sekali bila dibandingkan dengan tulisan ilmiah. Saya mencoba terapi dengan meminta bapak ibu dosen untuk mencoba membuat blog, latihan menulis dari tulisan essay dan news. Sekaligus memberikan motivasi bahwa blog termasuk alat untuk membangun core competence dan image branding yang efektif, serta dipandang lebih jujur oleh para pembaca dibanding situs resmi atau iklan di koran. Para peneliti, CEO dan tokoh-tokoh dunia sudah mulai menggunakan blog untuk memahamkan ilmu dan masalah yang ada kepada publik.

Tak lupa saya ucapkan terima kasih untuk teman-teman STIE Perbanas Surabaya yang cukup bersemangat selama dua hari mengikuti materi dan diskusi. Bu Tatik Suryani (Ketua STIE Perbanas), Bu Pepie Diptyana dan pak Burhan (yang enerjik dan ngurusi saya selama di sana), Pak Wilopo (tokoh senior yang low profile, selalu hangat dan sumber motivator bagi dosen-dosen muda), pak Nurhadi plus rekan-rekan di EDP yang selalu dalam mode perdjoeangan,  dan rekan-rekan dosen lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Terima kasih dan mudah-mudahan selalu sukses, baik dalam perspektif pribadi maupun institusi 🙂

ttd-small.jpg