Teknik Mengadopsi CCNA ke Kurikulum Pendidikan 24 Mar2006

Tags

Related Posts

Share This

Teknik Mengadopsi CCNA ke Kurikulum Pendidikan

netwrkacad.gifArtikel ini saya tulis untuk menjawab beberapa pertanyaan yang datang dari guru, dosen, dan kepala jurusan di SMK dan Universitas tentang bagaimana cara mengadopsi kurikulum CCNA (Cisco Certified Network Associate) ke dalam kurikulum pendidikan kita. Pertanyaan ini muncul seiring dengan keinginan banyak lembaga pendidikan yang membuka jurusan teknologi informasi atau jaringan (SMK, Akademi, Universitas), dan ingin memberi nilai lebih kepada (maha)siswanya supaya lulus dengan memiliki sertifikasi internasional.

Sedikit berbeda dengan sertifikasi-sertifikasi vendor lain (Microsoft, Novell, dsb), materi sertifikasi Cisco tidak hanya terfokus ke pembahasan produk yang dimilikinya (Internetwork Operating System (IOS) atau hardware). Tetapi juga memberi landasan konsep dan teori yang matang untuk Networking, Internetworking, Internet Protocol, TCP/IP, dsb. Hal ini yang membuat menarik dunia akademisi karena materi-materi itu sebenarnya juga diajarkan (telah eksis) dalam kurikulum jaringan komputer. Jadi bagaimana supaya bisa digabungkan, atau ditambahkan, atau diadopsi?

Yang menarik, Cisco Systems memiliki program jalur akademik, yang terwadahi dalam Cisco Networking Academy Program (CNAP). Kurikulum disusun per-semester (bukan model course seperti lembaga pelatihan), dan sudah tersedia modul interaktif, online assesment, serta manajemen akademi secara online (elearning system). Materi yang tersedia misalnya untuk mempersiapkan ujian sertifikasi CCNA, CCNP, IT Essensial, dsb. Hirarki akademi menurut standard Cisco Systems terbagi menjadi tiga: CATC (Cisco Academy Training Center), RA (Regional Academy) dan LA (Local Academy). CATC memiliki previledge untuk membuat dan mengelola beberapa RA beserta pelatihan untuk instrukturnya, demikian juga RA yang mengelola beberapa LA termasuk pelatihan untuk instruktur LA. Sedangkan LA mempunyai previledge untuk membuka kelas bagi student. Seluruh manajemen dilakukan secara online dalam sistem elearning yang bernama Academy Connection (http://cisco.netacad.net), yang memungkinkan pengelola akademi atau LMC (Legal Main Contact), instruktur, student dan alumni berkolaborasi dalam kegiatan belajar mengajar. Sekali lagi, kurikulum, modul, kuis, ujian online, dan bahkan sertifikat kelulusan (bagi yang lulus) sudah tersedia secara digital. 

cnap.JPG

Lembaga pendidikan kita (SMK, Akademi, Universitas, dsb) cukup mendaftarkan diri sebagai LA ke RA yang ada. Di Indonesia saat kurang lebih 10 RA ada di berbagai pelosok tanah air, diantaranya adalah UI, ITB, Binus, LIPI, dsb. Pendaftaran biasanya disertai dengan penandatanganan agreement, membayar management fee (sekitar Rp. 3-4 juta/tahun) dan mengirimkan instruktur untuk mengikuti pelatihan instruktur di RA dimana LA kita bergabung. Untuk pendaftaran LA ke RA LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), bisa melalui URL http://www.pdii.lipi.go.id/ccna/index.php. Mohon maaf saya tidak hapal untuk RA lain, silakan googling untuk mendapatkan infonya 😉 .

Kemudian kita lanjut ke adopsi kurikulumnya. Ada dua pendekatan dalam masalah memasukkan kurikulum yang sudah jadi ke pendidikan kita. Yang pertama adalah Sistem Adapt (Adaptasi), yaitu kita mengadaptasikan kurikulum tersebut sesuai dengan kebutuhan atau kurikulum yang kita miliki. Ada kemungkinan sifatnya hanya menambahkan ke kurikulum yang sudah ada, atau kita pakai kurikulumnya tapi tidak 100% kita ambil. Bagaimana implementasinya? Sekolah/universitas mengambil sebagian materi CNAP untuk kurikulumnya, kemudian mengarahkan siswa/mahasiswa untuk mengambil ekstra kurikuler apabila ingin menyelesaikan seluruh kurikulum CNAP yang ada. Bisa juga dengan menarik biaya tambahan untuk yang tertarik mengikuti sampai tuntas seluruh materi yang disediakan.

Metode kedua yang lebih cepat dan gampang adalah Sistem Adopt (Adopsi). Kita menggunakan 100% kurikulum tersebut apa adanya, termasuk beserta perangkat-perangkat yang tersedia.  Implementasinya adalah dengan mengalokasikan semester untuk kurikulum CNAP. Misalnya CCNA terbagi menjadi CCNA 1 (CCNA semester 1), CCNA 2, CCNA 3 dan CCNA 4. Jadi total 4 semester kita alokasikan untuk pemberian materi CCNA tersebut. Pada akhir tiap semester siswa akan mengikuti ujian online (online assesment) dan mendapatkan Certificate of Course Completion apabila bisa lulus dengan passing score yang telah ditentukan.

Ok, sekarang kita tengok misalnya CCNA 1 (CCNA Semester 1) yang bertema Networking Basics, sesuai kurikulum terbaru versi 3.1.1 berisi 11 module dengan tema-tema seperti di bawah.

  1. Introduction to Networking
  2. Networking Fundamentals
  3. Networking Media
  4. Cable Testing
  5. Cabling LANs and WANs
  6. Ethernet Fundamentals
  7. Ethernet Technologies
  8. Ethernet Switching
  9. TCP/IP Protocol Suite and IP Addressing
  10. Routing Fundamentals and Subnets
  11. TCP/IP Transport and Application Layer

Total waktu belajar CCNA 1-4 menurut standard Cisco Systems adalah 280 jam, jadi CCNA 1 memerlukan sekitar 70 jam/semester. Kalau kita bagi misalnya waktu efektif 1 semester sekitar 18 pertemuan, maka satu pertemuan adalah 4 jam/pekan atau 4 SKS.

Kurikulum berbasis kompetensi yang dianut saat ini, berorientasi ke suatu hasil yang disebut dengan kompetensi. Meskipun dengan nama yang lain, sebenarnya Cisco Systems sudah mendesain “kompetensi” untuk kurikulum CCNA tiap semesternya. Tercantum jelas di Certificate of Course Completion yang diterbitkan ketika siswa berhasil menyelesaikan materi satu semester. Untuk CCNA 1 misalnya, “kompetensi” yang dimiliki siswa setelah berhasil menyelesaikan seluruh materi adalah sbb: (maaf masih dalam bahasa Inggris ;))

  1. Define and install the necessary hardware and software required to be able to communicate over a network
  2. Demonstrate the mathematical skills required to work seamlessly with integer decimal, binary, and hexadecimal numbers and simple binary logic
  3. Define the structure and technologies of modern computer networks
  4. Define the meaning and application of bandwidth as used in networking
  5. Compare and contrast network communications using the OSI model and the TCP/IP protocol stack
  6. Describe the major properties and standards associated with copper and optical media
  7. used in networks
  8. Explain the concepts of transmission and reception of wireless signals used in networksInstall a simple wireless LAN
  9. Explain the fundamentals of signal transmission on networking media
  10. Describe the different topologies and physical issues associated with cabling common LANs
  11. Describe the physical issues associated with cabling networking equipment to work over a WAN link
  12. Explain the fundamentals of Ethernet media access
  13. Explain how collisions are detected
  14. Explain the concepts associated with auto negotiation on Ethernet systems
  15. Describe the concepts of switching in an Ethernet network
  16. Compare and contrast collision and broadcast domains, and explain how networks can be segmented
  17. Demonstrate familiarity with all aspects of IP addressing
  18. Describe the association of an IP address with a device interface, and the relationship between physical and logical addressing
  19. Describe the principles and practice of packet switching within IP networks
  20. Describe routing concepts, and the different methods and protocols used to achieve them
  21. Describe how the protocols associated with TCP/IP allow host communication to occur
  22. Describe the fundamental concepts associated with transport layer protocols, and compare the connectionless approach to transport with the connection-oriented one
  23. List the major TCP/IP application protocols, and briefly define their features and operation

Bagaimana dengan CCNA 2, CCNA 3 dan CCNA 4 atau juga dengan kurikulum yang lain? Silakan hubungi penulis untuk mendapatkan penjelasan secara detailnya, karena ruangan situs blog ini kurang mencukupi untuk menjelaskan semuanya secara mendetail 😉 .

ttd-small.jpg