Software Engineer Sebagai Sebuah Profesi

Saya mendapat satu slot waktu untuk berbicara tentang profesi Software Engineer pada acara PHP Developers Day 2008 di PDII LIPI tanggal 19 Juni 2008 kemarin. Sebenarnya bingung juga mau ngomong apa :). Karena yang ke arah technical sudah cukup diwakili om Luri, om Rama, om Irving, om Riyogarta dan om Risman, akhirnya saya putuskan untuk menarik proyeksi ke titik lebih tinggi, “nggedabrus” masalah yang lebih strategis, relatif abstrak dan mungkin buram alias nggak jelas … hehehe. Acara PHP Developers Day 2008 yang dibikin LIPI, IlmuKomputer.Com, dan Zend ini memang unik. Moderatornya nggak jelas karena dipegang om Hendro yang kadang ijin untuk ngurus kambingnya di luar :), jadinya waktu bisa cepet or molor sesuai dengan mood pembicaranya … hehehe. Tapi yang pasti makanannya uenak, maknyus, jempol dua 🙂 Diskusi saya awali dengan data yang menarik, 10 orang terkaya di Indonesia dan 10 orang terkaya di Amerika. Di Indonesia, ada nama nama Aburizal Bakri, Sukanto Tanoto, dsb. Sedangkan di Amerika, Bill Gates tak tergoyahkan, diikuti Paul Allen, Larry Ellison (Oracle), dsb. Ada sesuatu fenoma unik apabila kita lakukan komparasi pada kedua data ini. Olala, orang terkaya di Indonesia sebagian besar karena bisnis yang berhubungan dengan sumber daya alam (minyak, batubara, emas, dsb), sebagian lagi adalah broker, dan boleh dikatakan sebagian besar kaya karena keturunan. Di lain sisi, sebagian besar orang Amerika yang masuk daftar sebagai orang terkaya, hampir tidak ada yang berbisnis sumber daya alam, semuanya bermain di knowledge capital alias berbasis pengetahuan. Bahkan data menunjukkan bahwa mereka memang orang besar yang memulai bisnis dari kecil, pekerja keras, berkubang lumpur, dan di waktu mudanya mereka sangat memahami masalah teknis berhubungan dengan bisnisnya. Bagaimanapun juga, sumber daya alam akan habis dalam waktu dekat, otomatis bisnis dengan cara seperti ini tidak akan bertahan lama. Indonesia dan SDMnya mau tak mau harus memikirkan untuk...

Konsentrasi Game Technology

Sebulan lebih saya bertapa dari dunia blog 🙂 Ada hobi pekerjaan lama yang bikin saya ketagihan lagi, develop Game! Terakhir ngoprek Game sewaktu part time di Activision di Tokyo 7 tahun lalu. Natsukashii desu ne … kata orang Jepang, cari di kamus yo artinya 😉 Saya sempat sekitar 3 tahun jadi han-sarariman (half-salaryman) di Activision, kerja bareng plus ngajar bule bule amrik yang gendeng hehehe. Intinya gini, awal tahun 2008 ini, saya diminta teman-teman dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) untuk menyusun kurikulum Konsentrasi Game Technology Program M.Kom. Konsentrasi Game Technology di Udinus adalah kelanjutan dari usaha sinergis membangun Jurusan Game Technology yang didahului oleh poros barat melalui ITB dan poros timur oleh ITS. Karena satu konsentrasi hanya mendapatkan jatah 5 mata kuliah tambahan, saya coba pilah, pilih dan peras, sampai akhirnya muncul 5 mata kuliah: Graphics Design and 3D Modeling, Game Design and Development, Game Programming I, Game Programming II, Scenario and Immersive Environment. Saya perlu bantuan teman-teman Desain Komunikasi Visual (DKV) untuk ikutan ngajar dan mengasah sense seni alias otak kanan mahasiswa M.Kom untuk mata kuliah Graphics Design and 3D Modeling dan mata kuliah Scenario and Immersive Environment. Meskipun tentu saja pendekatan computing khususnya teoritika Computer Graphics tetap harus diberikan pada kedua mata kuliah tersebut. Sedangkan mata kuliah Game Design and Development dan juga Game Programming, saya minta untuk bisa ngajar sendiri, karena ketiga mata kuliah itu saya gunakan sekaligus untuk bimbingan tugas akhir bagi mahasiswa yang mengikuti konsentrasi Game Technology. Saya menggunakan model laboratorium penelitian ala Universitas di Jepang supaya saya bisa memonitor progres belajar, penelitian dan pengembangan yang dilakukan teman teman mahasiswa secara teratur. Jujur saja, saya merasa exciting dan tertantang dengan kesempatan yang diberikan teman-teman dari Udinus ini. Saya ingin membuat lompatan, baik secara kualitas research maupun produk yang dihasilkan oleh 16 mahasiswa yang...

3 Kiat Jitu Mengatur Waktu 15 May2008

3 Kiat Jitu Mengatur Waktu

Kalo boleh tahu, mas Romi sehari tidur berapa jam ya? Meski jadwal padat koq masih bisa produktif nulis di blog, ngajar di sana sini gitu (Guntur) Pertanyaan yang sangat sering muncul ke saya. Yang pasti, sehari tidak akan bisa kita perpanjang supaya lebih dari 24 jam. Kuliah beserta tugas-tugasnya ataupun pekerjaan beserta lembur-lemburnya tentu juga sudah memakan waktu tersendiri 🙂 Benar ungkapan seorang pemikir besar Islam bernama Hasan Al Banna bahwa, “Kewajiban kita lebih banyak daripada waktu yang tersedia”. Supaya saya bisa tetap produktif diantara kesibukan pekerjaan, belajar dan urusan rumah tangga yang sudah menjadi kewajiban kita, saya memilki 3 kiat jitu untuk mengatur waktu. Alhamdulillah selama ini terbukti efektif dan manjur ketika saya terapkan. Nah apa sih 3 kiat jitu itu? 3 kiat jitu mengatur waktu itu adalah: Kurangi tidur Kurangi tidur Kurangi tidur Sejak masuk SMA Taruna Nusantara tahun 1990, saya membiasakan diri untuk hanya 3-4 jam tidur dalam sehari. Waduh pusing dong? Ya awalnya pusing dan sering tidur di kelas. Tapi setelah itu terbiasa, yang pasti terbiasa pusing dan tidur di kelas … hehehe becanda ;). Masuk kuliah di Jepang, kebiasaan itu masih saya bawa, dan alhamdulillah ini bisa mengejar banyak ketertinggalan masalah bahasa dan mengatasi berbagai masalah lain. Rasulullah juga tidak terlalu banyak tidur, tapi beliau masih bisa menjadi pedagang, pendakwah dan kepala pemerintahan yang sangat baik dan handal. Beliau bahkan tetap menjadi panglima perang, mengikuti dan memenangkan berbagai peperangan yang dilakukan bersama sahabat-sahabatnya. Malu kita dengan beliau, tidur sering lebih dari 8 jam, jangankan ikut perang, di kelaspun masih sering ketiduran, kena angin or hujan dikit langsung demam plus pilek, dan bahkan mbantu tetangga ngejar ayamnya yang lepas juga nggak bisa 🙂 Generasi muda, hayo jangan kayak gini! Nah setelah punya modal banyak waktu, sekarang tinggal atur jadwal supaya...

10 Kiat Menjadi Entrepreneur untuk Mahasiswa Lugu (Versi Seminar) 13 May2008

10 Kiat Menjadi Entrepreneur untuk Mahasiswa Lugu (Versi Seminar)...

Apakah bisa mahasiswa IT yang lugu, polos dan kemampuan terbatas menjadi seorang entrepreneur yang tangguh? Jawabannya adalah sangat bisa! Saya ulas masalah ini di seminar bertema entrepreneurship yang diadakan oleh BEM VEDC Malang tanggal 11 Mei 2008 kemarin. Isi materi saya sebenarnya sama dengan tulisan yang sebelumnya pernah saya buat dengan judul yang sama. Oh ya, pada seminar di VEDC Malang kali ini saya tandem dengan mas Lorentz, mantan mahasiswa saya di Binus yang sekarang sudah malang melintang alias menjadi kutu loncat di beberapa software house besar semacam Bali Camp dan Jatis. Setelah merasa penat terkena banyak deadline project ;), om Lorentz memutuskan untuk menjadi freelance dan sedang berdjoeang menyelesaikan S2-nya di UI. Saya ingin memberi applaus ke om Lorentz, meskipun seminar ini adalah penampilan perdananya di depan publik, tapi saya lihat cukup bisa menguasai panggung 😉 Nah, karena materi saya sudah sangat jelas bin gamblang di posting berjudul 10 Kiat Menjadi Entrepreneur untuk Mahasiswa Lugu, saya tidak akan mengulang lagi. Silakan klik dan baca lengkap di link tersebut. Diskusi bisa dilakukan di kolom komentar posting tersebut atau di posting ini. Saya menyediakan file presentasi dari tema yang saya angkat di Seminar Entrepreneurship di VEDC Malang ini, termasuk juga file presentasi mas Lorentz. Silakan diunduh kalau tertarik. Download materi lengkap: romi-entrepreneurship-10langkah-vedc-11mei2008.pdf lorentz-freelance.pdf Untuk adik-adikku, para mahasiswa yang sedang berdjoeang di jalan gelap dan mendaki bernama entrepreneurship, jangan pernah menyerah, dan ayo tetap dalam perdjoeangan!...

Knowledge Management dan Kiat Praktisnya 06 May2008

Knowledge Management dan Kiat Praktisnya

Knowledge management adalah konsep dan jargon besar yang susah diimplementasikan. Apa saking sulitnya dipahami sehingga susah diimplementasikan? Atau apa karena perlu tool yang mahal dan canggih sehingga tidak mudah diterapkan? Atau mungkin karena dosen dan pengajar knowledge management terlalu berteori setinggi langit sampai malah lupa untuk memanage pengetahuannya sendiri? Hehehe mungkin terakhir ini jadi faktor utama. Menurut saya, knowledge management itu mudah, murah dan wajib menjadi perilaku keseharian kita. Ini topik diskusi yang saya angkat ketika mengisi Workshop yang diselenggarakan oleh Divisi Komunikasi (Communication Team) Pertamina beberapa waktu yang lalu. BTW, Workshop ini dilakukan dalam rangka mensukseskan program Transformasi Pertamina menuju persaingan baru. Selain saya yang membawakan tema Knowledge Management dan Learning Organization, di jadwal tertulis nama Prof Roy Sembel yang menyajikan tema Investor Relation. APA ITU KNOWLEDGE MANAGEMENT Diskusi saya awali dengan ungkapan Peter Drucker yang sangat terkenal, yaitu: the basic economic resource is no longer capital, nor natural resources, not labor. It is and will be knowledge Ya perubahan dunia ini mengarah ke fenomena bahwa sumber ekonomi bukan lagi dalam bentuk money capital atau sumber daya alam, tapi ke arah knowledge capital. Justru karena knowledge alias pengetahuan ini kedepannya memegang peranan penting, karena itu harus kita kelola. Organisasi dan perusahaan di dunia ini sebenarnya sudah sejak lama menderita kerugian karena tidak mengelola pengetahuan pegawainya dengan baik. Konon kabarnya di suatu institusi pemerintah, hanya karena PNS yang sudah 30 tahun mengurusi listrik dan AC masuk masa pensiun, sehari setelah itu listrik dan AC masih belum menyala ketika para pegawai sudah masuk kantor. Ya, tidak ada yang menyalakan listrik dan AC, karena hanya si PNS itu yang tiap pagi selama 30 tahun menyalakan listrik dan AC. Bahasa ngoko alus-nya: when employees leave a company, their knowledge goes with them … 😉 Organisasi dan perusahaan tidak mengelola pengetahuannya dengan baik, sehingga transfer pengetahuan...

Kupas (Tidak) Tuntas UU ITE

Kadang bisa berubah jadi Kupas Tidak Tuntas … 🙁 Kemarin malam (1 Mei 2008), saya diminta mas Mahkota dan produser Kupas Tuntas Trans7 untuk ikutan meramaikan acara diskusi yang kali ini membahas masalah UU ITE. Dalam dua puluh menit durasi acara, boleh dikatakan saya nggak sempat ngomong apa-apa alias hanya kebagian bicara sekitar 1-2 menit saja 🙂 Tema UU ITE memang sebaiknya dibagi beberapa topik, misalnya topik pengaturan dunia cyber dan cybercrime (teknologi), topik kebebasan pers berhubungan dengan pasal 27 khususnya “pencemaran nama baik” (pers), kesiapan aparat dalam pelaksanaan UU ITE (implementasi), dsb. Saya lihat diskusi kemarin dominan ke arah kebebasan pers. Ada kemungkinan saya diundang karena naskah yang ada di moderator kebanyakan mengutip tulisan saya tentang Analisa UU ITE dan Kupas Tuntas Pornografi di Internet beberapa waktu lalu, meskipun sayangnya hanya ditulis referensinya (*) dari berbagai sumber … hehehe Jadi saya mohon maaf apabila komentar saya terpotong-potong, tidak tuntas dan kurang komprehensif. Pendapat saya tentang UU ITE sudah saya “kupas tuntas” di artikel tentang Analisa UU ITE, silakan dipelajari dari artikel ini saja. Bagaimanapun juga saya tetap ingin memberi apresiasi kepada teman-teman di Trans7 karena sudah mau mengangkat tema ini. Saya yakin ini teknik efektif untuk sosialisasi dan pencerahan kepada masyarakat berhubungan dengan isu-isu mutakhir di republik ini. Tentu lebih menarik lagi kalau tema yang diangkat tidak hanya berhubungan dengan isu politik dan sosial, tapi juga tentang teknologi yang berhubungan erat dengan kehidupan masyarakat. Beberapa foto lain saya upload di bawah (klik utuk memperbesar). Thanks untuk Acun, Egi, Irfan dan teman-temen di Brainmatics yang dengan semangat mengcapture acara ini 🙂  ...

Karikaturku … 25 Apr2008

Karikaturku …

Ehm … ada yang tertarik gimana cara buatnya? 🙂 Tentu, jangan tanya ke saya gimana cara buatnya. Saya sudah bukan lagi seorang karikaturis, meskipun dulu di masa SMP pernah menang lomba karikatur tingkat provinsi Jawa tengah (halah) 😉 Karikatur saya diatas dibuat oleh tetangga saya, pak Herdi, yang rumahnya sederet dan terpisah 10 rumah dari saya. Menarik membaca blog beliau yang baru launch dua minggu yang lalu. Kata-kata berikut cukup menggugah hati. hampir 10 tahun lebih aku hidup dari menghianati bakatku… sekarang aku ingin hidup dari bakatku… mudah2an aku masih bisa terus berkarya dan terus hidup dengan karya2ku… Saya sampai berteriak di depan laptop, “Akhirnya creative industry muncul juga di dusun vila besakih” … hehehe. Saya pingin mengucapkan selamat berdjoeang untuk pak Herdi yang telah membuat keputusan yang berani. Suatu kebangaan bisa bertetangga dengan orang-orang unik dan pedjoeang seperti beliau. Insya Allah saya akan dukung semampu saya, paling tidak lewat promosi di blog ini. Beberapa karya pak Herdi yang lain saya tampilkan di bawah. Pak Herdi menawarkan diri untuk membantu membuatkan karikatur dari level sederhana seperti di atas, sampai karikatur yang kompleks dan profesional, tentu dengan harga terjangkau. Bisa untuk keperluan pribadi, acara nikah, acara sunatan, lomba 17-an di kampung-kampung, sampai acara penting di level nasional dan internasional 🙂 Silakan kontak langsung ke beliau lewat blog atau email ke herdi_kalel at yahoo dot com. Untuk yang tinggal di daerah ndeso seputar Jati Asih, Jati Warna, Pondok Melati, Jati Murni, Kranggan, Kampung Sawah dan Ujung Aspal, bisa juga langsung ketemu lewat darat. Jangan lupa posisi rumah kita di perumahan Puri Gading, Vila Besakih. Keluar tol Jati Warna, tanya pak Ogah yang jagain pertigaan, pasti tahu kok. Jangan lupa kasih cepek or gopek yah...

Analisa UU ITE

UU ITE datang membuat situs porno bergoyang dan sebagian bahkan menghilang? Banyak situs porno alias situs lendir ketakutan dengan denda 1 miliar rupiah karena melanggar pasal 27 ayat 1 tentang muatan yang melanggar kesusilaan. Padahal sebenarnya UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) tidak hanya membahas situs porno atau masalah asusila. Total ada 13 Bab dan 54 Pasal yang mengupas secara mendetail bagaimana aturan hidup di dunia maya dan transaksi yang terjadi didalamnya. Apakah UU ITE sudah lengkap dan jelas? Ternyata ada beberapa masalah yang terlewat dan juga ada yang belum tersebut secara lugas didalamnya. Ini adalah materi yang saya angkat di Seminar dan Sosialisasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang diadakan oleh BEM Fasilkom Universitas Indonesia tanggal 24 April 2008. Saya berbicara dari sisi praktisi dan akademisi, sedangkan di sisi lain ada pak Edmon Makarim yang berbicara dari sudut pandang hukum. Tertarik? Klik lanjutan tulisan ini. Oh ya, jangan lupa materi lengkap plus UU ITE dalam bentuk PDF bisa didownload di akhir tulisan ini. CYBERCRIME DAN CYBERLAW UU ITE dipersepsikan sebagai cyberlaw di Indonesia, yang diharapkan bisa mengatur segala urusan dunia Internet (siber), termasuk didalamnya memberi punishment terhadap pelaku cybercrime. Nah kalau memang benar cyberlaw, perlu kita diskusikan apakah kupasan cybercrime sudah semua terlingkupi? Di berbagai literatur, cybercrime dideteksi dari dua sudut pandang: Kejahatan yang Menggunakan Teknologi Informasi Sebagai Fasilitas: Pembajakan, Pornografi, Pemalsuan/Pencurian Kartu Kredit, Penipuan Lewat Email (Fraud), Email Spam, Perjudian Online, Pencurian Account Internet, Terorisme, Isu Sara, Situs Yang Menyesatkan, dsb. Kejahatan yang Menjadikan Sistem Teknologi Informasi  Sebagai Sasaran: Pencurian Data Pribadi, Pembuatan/Penyebaran Virus Komputer, Pembobolan/Pembajakan Situs, Cyberwar, Denial of Service (DOS), Kejahatan Berhubungan Dengan Nama Domain, dsb. Cybercrime menjadi isu yang menarik dan kadang menyulitkan karena: Kegiatan dunia cyber tidak dibatasi oleh teritorial negara Kegiatan dunia cyber relatif tidak berwujud Sulitnya pembuktian karena...

Antara HaKI, Islam dan Teknologi Informasi

Hak cipta bukanlah lawan dari open source. Open source bukanlah software tanpa lisensi. Lho kok bisa gitu? Ya, ini diskusi yang coba saya angkat di acara seminar bertema “Haki dan Bagaimana Islam Mensikapinya” yang diadakan oleh Studi Islam Teknik Computer (SITC), Jurusan Teknik Informatika, ITS Surabaya tanggal 22 Maret 2008 lalu. Saya membawakan materi bareng mas Fahmi Amhar (Bakorsurtanal). Saya kebagian untuk HaKI dan teknologi informasinya, sedangkan mas Fahmi Amhar dari sudut pandang Islamnya. Materi saya berikan komprehensif, mulai dari mengenalkan apa itu HaKI, bagaimana pandangan Islam dan juga bagaimana HaKI masuk ke ranah teknologi informasi, khususnya masalah software. Tertarik diskusi tentang HaKI khususnya berhubungan dengan software dan dokumentasinya? Materi lengkap juga saya sediakan untuk bisa didownload. Silakan klik lanjutan posting ini 🙂 Diskusi saya mulai dengan memberikan gambaran bagaimana Hak atas Kekayaan Intelektual atau sering disebut orang dengan HAKI, HaKI, HKI atau IPR (Intellectual Property Rights) mengitari bisnis Amazon.Com. Ada yang di-patent-kan seperti 1-click patent, ada yang di-copyright-kan, ada yang trademerknya didaftarkan, dsb. Intinya ternyata ada banyak ragam HaKI itu. HaKI kalau kita kupas satu persatu bisa membawa arti sebagai berikut: Hak: kemilikan, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu menurut hukum Kekayaan: sesuatu yang dapat dimiliki, dialihkan, dibeli, maupun dijual Kekayaan Intelektual: Kekayaan atas segala hasil produksi kecerdasan daya pikir seperti teknologi, pengetahuan, seni, sastra, lagu, karya tulis, karikatur, dsb. Kesimpulannya HaKI adalah hak dan kewenangan untuk berbuat sesuatu atas kekayaan intelektual, yang diatur oleh norma-norma atau hukum-hukum yang berlaku. Dan HaKI bukanlah hak azasi, tapi merupakan hak amanat karena diberikan oleh masyarakat melalui peraturan perundangan. Sejarah HaKI dimulai di Venice, Italia tahun 1470 ketika mereka mengeluarkan UU HaKI pertama yang melindungi Paten. Peneliti semacam Caxton, Galileo dan Guttenberg menikmati perlindungan dan memperoleh hak monopoli atas penemuan mereka. Hukum Paten di Venice diadopsi oleh kerajaan Inggris di tahun 1623 (Statute...

Pengembangan Konten di Era Web 2.0

Pada seminar kecil yang diadakan Kementrian Negara Riset dan Teknologi (RISTEK) tanggal 11 April 2008, saya mendapat kesempatan untuk menyampaikan bahasan tentang konten dan bagaimana pengelolaan konten di era dan paradigma baru yaitu Web 2.0. Materi diskusi seputar pengertian tentang konten, masalah publikasi konten di Internet, aplikasi untuk mengelola konten, strategi pengembangan konten dan yang terakhir tentang content monetizing. Diskusi menarik karena dihadiri oleh pak Idwan Suhardi (Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek), pak Engkos Koswara Natakusumah (Staf Ahli Menteri Negara Ristek Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi), pak Kemal Prihatman (Asdep Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi), dan pak Agus Sediadi. Tertarik? Ikuti tulisan ini … Saya mencoba mengkompilasi jenis atau ragam konten menjadi sebagai berikut: Berdasarkan Media Text-based Content: Konten berbasis text seperti yang ada di wikipedia.org, ilmukomputer.com, dsb. Konten berbasis text lebih cepat dibuat dan dipublish melalui Internet karena relatif secara ukuran file juga lebih kecil. Multimedia-based Content: Konten berbasis multimedia, baik itu multimedia linier (seperti film dan video yang berjalan sekuensial dan garis lurus) maupun multimedia interaktif (seperti multimedia pembelajaran yang memungkinkan kita menggunakan mouse, keyboard untuk mengoperasikannya). Konten berbasis multimedia relatif lebih memerlukan waktu dan cost dalam pembuatan maupun publikasinya di Internet, dikarenakan ukuran filenya yang relatif besar. Berdasarkan Tingkat Kemanfaatan Data: Sesuatu yang tidak membawa arti, bersifat mentah dan merupakan kumpulan dari fakta-fakta tentang suatu kejadian. Bisa juga merupakan suatu catatan terstruktur dari suatu transaksi, dan boleh dikatakan materi penting dalam membentuk informasi. Informasi: Kompilasi dari data. Informasi memiliki arti, relevansi dan juga tujuan. Transformasi data menjadi informasi adalah dengan menambahkan “nilai“. Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sesuatu yang membawa arti Pengetahuan: Gabungan dari suatu pengalaman, nilai, informasi kontekstual dan juga pandangan pakar yang memberikan suatu framework untuk mengevaluasi dan menciptakan pengalaman baru. Bisa berupa solusi pemecahan suatu...

Guru dan Pengembangan Multimedia Pembelajaran 17 Apr2008

Guru dan Pengembangan Multimedia Pembelajaran

Sudah beberapa pekan ini saya mengisi seminar dan workshop bertema teknik pengembangan multimedia pembelajaran. Pesertanya rata-rata adalah guru, baik SD, SMP, SMA dan sederajat. Yang pertama, seminar yang diadakan oleh Komed (Komunitas Multimedia Edukasi) di Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Ini lumayan heboh karena total peserta lebih dari 1000 orang. Kemudian tanggal 3 April 2008, saya diundang Direktorat Profesi Pendidik ke gedung baru Depdiknas  untuk menyampaikan teknik pengembangan multimedia pembelajaran untuk guru-guru SMP. Tema yang sama saya bawakan tanggal 5 April 2008 di Purwokerto dengan jumlah peserta lebih dari 500 guru dari wilayah Purwokerto, Banyumas, Cilacap dan sekitarnya. Kemudian 15 April 2008, saya ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Rawamangun. Saya di UNJ bareng dengan kang Onno memberi materi ke ratusan guru-guru SD, SMP dan SMA. Sehari kemudian, yaitu tanggal 16 April 2008, saya sudah ditunggu rekan-rekan guru di Pontianak yang mengikuti acara seminar eLearning dan multimedia pembelajaran di Politeknik Negeri Pontianak (Polnep). Ramainya guru ikut acara seminar ini ternyata karena sistem baru sertifikasi profesi guru di Depdiknas, dimana guru akan mendapatkan kredit (kum) nilai apabila mengikuti kegiatan ilmiah seperti seminar. Kredit penilaian ini nanti berimplikasi ke besar tunjangan yang akan diberikan oleh Depdiknas kepada guru. Tentu implementasi di lapangan dari sistem penilaian baru untuk guru ini bisa ke arah negatif dan positif. Negatifnya, banyak guru yang akhirnya hanya mengejar kertas sertifikat semata, seminarnya sendiri tidak diikuti dengan baik. Namun saya lihat efek positifnya cukup signifikan, karena guru banyak yang tercerahkan dan termotivasi untuk belajar kembali mengupdate ilmu yang dimiliki. Khususnya untuk tema pengembangan multimedia pembelajaran, saya lihat banyak guru yang kontak japri ke saya untuk bertanya-tanya lebih detail. Ada juga yang membentuk komunitas (seperti Komed di Jawa Tengah) dan membuat beberapa event belajar bersama dengan memanfaatkan infrastruktur di sekolah yang sudah lengkap. Tentu kenyataan ini...

Hasil Diskusi Blogger dan Komunitas Maya dengan pak Nuh 08 Apr2008

Hasil Diskusi Blogger dan Komunitas Maya dengan pak Nuh

Siaran pandangan mata diskusi blogger dan komunitas maya dengan pak Nuh (Menkominfo) saya tulis secara mendetail di posting ini. Cukup panjang, mudah-mudahan pada sabar baca sampai kesimpulan di paragraf paling akhir di posting ini. Yang merasa kecapekan baca secara keseluruhan, bisa langsung lari ke kesimpulan. Seperti dugaan saya sebelumnya bahwa kita tidak mungkin menyelesaikan seluruh masalah dalam satu pertemuan hari ini. Tapi paling tidak empat tema diskusi yang kita agendakan sudah terbahas dengan baik. Peserta membludak sampai lebih dari 70 orang, well ternyata efektif juga yah ngumpulin tokoh-tokoh besar blog pakai posting di blog … hihihi. Foto-foto akan pelan-pelan saya upload. Thanks to mas Chaeruddin yang bantu saya jepret-jepret selagi aku sibuk notulensi diskusi 😉 18:30 Peserta mulai berdatangan, duduk-duduk di sofa lantai 7 18:45 Wajah-wajah kumuh dan suram mulai berdatangan, ada kemungkinan ini blogger-blogger negatif 😀 18:50 Muncul priyadi, ndoro kakung, eko, pitra, dan beberapa blogger berpenampilan rapi yang kabarnya pemilik rangking technorati tinggi 🙂 19:00 Menunggu … pada ngobrol ke sana sini 19:27 Pak Nuh (Menkominfo) masuk ruangan, didampingi pak Cahyana (Dirjen Aptel), pak Edmon (Staf Ahli), pak Son (Sekretaris), pak Suhono (Staf Ahli) dan pak Basuki (Dirjen Postel) Format acara adalah yang pertama pak Nuh menyampaikan uraian secara umum tentang tema diskusi hari ini, setelah itu sesi tanya jawab antara peserta dan pak Nuh. URAIAN PAK NUH Terima kasih atas kehadiran saudara-saudara sekalian yang merupakan stakeholder dan komunitas IT di Indonesia (ICT Society). Urusan ICT adalah urusan kompleks, tidak mugkin depkominfo bisa mengurusi seluruh masalah ICT sendirian. Resource Depkominfo terbatas, oleh karena itu perlu dukungan dari swasta, masyarakat dan komunitas ICT di seluruh Indonesia. Diharapkan bahwa kita bisa saling share apabila ada masalah. UU tidak ada sempurna, pasti ada celah-celah permasalahan, ada kelebihan dan kekurangan. Karena UU adalah payung hukum untuk pegangan, dalam implementasi perlu...

Diskusi Blogger dan Komunitas Maya dengan pak Nuh 04 Apr2008

Diskusi Blogger dan Komunitas Maya dengan pak Nuh

Saya mendapat amanah dari pak Son Kuswadi, sohib saya yang juga guru saya, si “tukang robot” yang sekarang jadi “tukang birokrat” di Depkominfo, bahwa pak Nuh (Menkominfo) ingin ketemu dan berdiskusi dengan teman-teman blogger plus komunitas maya Indonesia dimanapun berada. Saya pikir ini kegiatan menarik untuk memberikan informasi dan penjelasan kepada pak Nuh, bahwa blogging itu kegiatan positif, dilakukan juga oleh orang-orang terkenal seperti Randy Baseler (Vice President Boeing) dan Jonathan (Sun Microsystem). Bahkan beberapa peneliti knowledge management mengatakan bahwa blog adalah generasi terbaru dari knowledge management system. Blog jugalah yang membuat teori knowledge spiral alias SECI-nya Ikujiro Nonaka jadi terlihat terang benderang dan mudah diimplementasikan. Blog jugalah yang membuat proses sharing knowledge di IlmuKomputer.Com jadi lancar. Bagi saya sendiri, blog adalah alat ngajar, karir dan kehidupan saya. Hehehe jadi lupa mau nulis apa. Jadi intinya, pak Nuh ngundang kita semua diskusi. Saya pikir diskusi bisa kita arahkan ke beberapa tema di bawah.Kalau ada usulan agenda lain silakan, saya tunggu di kolom komentar. Waktu: Senin, 7 April 2008, pukul 19:00 Tempat: Depkominfo Ruang Pertemuan Lantai 7 Peserta: Blogger, hacker (baik negatif dan positif ;)) dan komunitas dedemit maya lain yang tertarik Tujuan: 777 alias semangat keterbukaan Tema Diskusi: – Klarifikasi masalah isu negatif blogger (dan hacker ;)) – Penyamaan persepsi implementasi UU ITE – Masalah pencegahan pornografi – Masalah film Fitna dan blocking situs You Tube Contact: Kalau ada yang nyasar atau perlu kontak di hari H bisa menghubungi saya, Romi Satria Wahono melalui YM: romi_sw atau HP: 081586220090 Tentang tema diskusi pertama, menurut saya blogger itu hal positif, hacker juga hal positif. Nggak ada salahnya kok Blogger bercita-cita jadi hacker, karena hacker itu sebutan moral untuk orang-orang yang punya antusiasme dan militansi di suatu bidang. Harusnya selain ada hacker komputer, juga ada hacker robot (kayak pak Son itu), hacker teknologi IC,...

Kupas Tuntas Pornografi di Internet

Tahukah anda beberapa kenyataan ini? Setiap detik, 3075,64 USD dibelanjakan untuk pornografi Setiap detik, 28258 pengguna internet melihat situs pornografi Setiap detik, 372 pengguna internet mengetikkan kata kunci yang berhubungan dengan pornografi di mesin pencari Jumlah halaman situs pornografi di dunia saat ini mencapai 420 juta Mencengangkan? Ya, dan juga sangat memilukan. Mengambil timing maraknya diskusi tentang rencana pemerintah melakukan filtering situs porno, ditambah gulung tikarnya beberapa komunitas situs porno karena diundangkannya UU ITE (meskipun sebenarnya UU ITE tidak secara eksplisit menyebut tentang pornografi), saya mencoba membahas topik pornografi di blog ini. Tulisan pertama akan membahas tentang analisa data dan statistik tentang pornografi di Internet.  Sebenarnya masalah pornografi Internet sudah sering saya bahas pada saat keluyuran ilmiah di berbagai kampus. Baik pada saat ngisi tema spesifik tentang pornografi atau tema umum tentang bagaimana Internet dimanfaatkan. Pada tulisan ini, saya mencoba meng-kompilasi dan meng-analisa data dari  tiga sudut pandang: Perilaku Pengguna Internet, Situs Pornografi dan Industri Pornografi. PERILAKU PENGGUNA INTERNET Yang pertama, kita bahas masalah bagaimana sebenarnya perilaku pengguna Internet. Cukup menarik apa yang ditulis oleh Dr. Robert Weiss dari Sexual Recovery Institute di Washington Times tahun 2000. Weiss menyatakan bahwa: Sex adalah topik no #1 yang dicari di Internet Studi lain yang dilakukan oleh MSNBC/Standford/Duquesne menyatakan: 60% kunjungan internet adalah menuju ke situs sex (porno) Data ini disempurnakan oleh publikasi dari The Kaiser Family Foundation yang menyatakan bahwa: 70% kunjungan pengguna Internet belasan tahun adalah menuju ke situs pornografi BTW, saya jadi teringat penelitian yang dilakukan oleh teman-teman di  Kompetigi (Komunitas Penggiat Teknologi Informasi Kediri) Kediri. Perilaku pengguna Internet di Kediri juga tidak terlalu jauh berbeda dengan beberapa data diatas. Kompetigi menarik kesimpulan dari penelitian yang dibuat bahwa: 78 Persen Pelajar Kediri Datang Ke Warnet Untuk Buka Situs Porno Berita diatas cukup menghebohkan dunia persilatan maya di Indonesia, meskipun sebenarnya kalau kita ikuti terus...

eLearning sebagai Alat Bantu Pembelajaran 01 Apr2008

eLearning sebagai Alat Bantu Pembelajaran

Sabtu, 29 Maret 2008 kemarin saya mengisi satu sesi bertema eLearning A to Z di Seminar Pemanfaatan ELearning Sebagai Alat Bantu Pembelajaran yang diselenggarakan oleh LP3T-NF dan Universitas Al Azhar. Ini pertama kali ini saya mengisi di aula Universitas Al Azhar yang megah. Termasuk jenis ruangan yang saya sukai, ukuran besar, sound system bagus, jarak pembicara dengan audiense tidak terlalu jauh, dan yang paling penting adalah suara tidak menggema. Materi eLearning yang saya sampaikan bukan materi baru, sudah saya sampaikan juga di beberapa tempat lain. Hanya susunan materi, data, dan contoh saya rekompilasi supaya sesuai dengan objective acara dan audiense yang kebanyakan bapak-ibu guru. Isi materi saya terdiri dari lima bagian: Pengantar eLearning Komponen eLearning: System, Content, Infrastructure eLearning di Amerika dan Singapore Menganalisa Masalah di eLearning Teknik Membangun eLearning yang Sukses Materi saya gabungan dari beberapa artikel yang sudah saya tulis di sini dan di sana. Saya mengisi bareng mas Tosa dan pak Rusmanto sebenarnya. Hanya pak Rusmanto sepertinya ada acara mendadak di Surabaya. Mas Tosa memberikan materi tentang teknik membangun eLearning dengan opensource (Moodle). Diskusi dan pertanyaan kebanyakan di seputar masalah keengganan pengajar (guru, dosen) untuk sharing materi di eLearning system yang sudah dibangun, masalah eLearning yang belum ada peraturan dari pemerintah, atau sekitar bagaimana teknik meningkatkan motivasi pengguna supaya mau menggunakan eLearning. Konsep seminar yang diadakan LP3T-NF dan Universitas Al Azhar ini sebenarnya sangat menarik, karena disertai acara eksebisi dan pameran produk-produk eLearning dari berbagai perusahaan atau organisasi. Hanya mungkin promosinya terbatas sehingga gema-nya agak kurang terasa, implikasinya ke peserta eksebisi yang terbatas. IlmuKomputer.Com mendapatkan stand gratis di lantai 1 Universitas Al Azhar. Saya sudah seriusi untuk ikut meramaikan acara 3 hari eksebisi eLearning ini untuk sekaligus melatih teman-teman IlmuKomputer.Com dalam menawarkan produk ke publik. Terakhir, thanks untuk mas Unggul yang ngopeni saya selama...

Tips Hidup 600 Tahun 25 Mar2008

Tips Hidup 600 Tahun

Saya akhirnya memutuskan untuk membuka rahasia besar saya di posting ini. Ya, jujur saja, saya telah merasakan bagaimana hidup lebih dari 600 tahun. Saya bisa berpindah lokasi secara cepat layaknya jagoan pada film The Jumper, mengatur waktu dan posisi dimana saya harus berada pada suatu waktu. Saya ada di dekat pangeran diponegoro ketika sang pangeran tinggi besar yang berjubah dan bersorban ini berdjoeang mengenyahkan bangsa penjajah. Saya turut menyaksikan bagaimana seorang anak bernama Konosuke Matsushita terlahir di desa Wakayamashi Sendan, Jepang. Ikut bersedih ketika satu persatu kakak adiknya meninggal karena kelaparan. Umur 10 tahun sudah harus bekerja di bengkel, berpindah menjadi teknisi listrik, ketika bisnisnya sudah mulai hidup, gempa 1 September 1923 membuyarkan semua mimpinya. Toh perdjoeangan tetap berlanjut, produksinya berkembang dari peralatan elektronik sederhana seperti radio, seterika, senter, kipas angin, sampai ke kapal laut dan bahkan pesawat udara. National dan Panasonic adalah dua brand besar milik Konosuke Matsushita. Pada masa yang lain, saya ikut menunggu Bill Gates yang lagi antre sejak Subuh supaya bisa menggunakan Teletype, jenis  komputer pertama dan satu-satunya di SMP Lakeside, Seatle. Saya juga melihat Bill Gates bersama sahabatnya Paul Allen sedang merayu Ed Robert, sang pembuat Altair 8080, supaya mau menggunakan bahasa pemrograman BASIC yang mereka ciptakan di mesin Altair 8080 itu. Lahirlah Microsoft di musim panas tahun 1975, yang menjadi perusahaan software terbesar sekaligus paling kontroversial dalam sejarah komputer di dunia. Olala, saya kok melihat sekelebatan penampakan si Kevin Mitnick yang lagi menyusup ke komputer perusahaan Santa Cruz Organization di tahun 1987. “The Condor” ini jugalah yang merusak komputer milik DEC setelah dipenjara karena kasus Santa Cruz. Sipir penjara di Lompoc ketakutan dengan legenda Kevin Mitnick dan menyangka dia bisa masuk ke komputer hanya dengan modal telepon, sampai sipir penjara memasukkan Kevin ke ruang isolasi penjara selama berbulan bulan. Menyedihkan dan saya turut prihatin karena manusia...

Menunggu Bill Gates Made in Indonesia 24 Mar2008

Menunggu Bill Gates Made in Indonesia

Majalah Gatra No 18 Tahun XIV edisi 13-19 Maret 2008 membuat ulasan dengan judul diatas dalam suplemen bernama TECHIE. Isinya sebagian merupakan hasil obrolan saya dan mbak Astari Yanuarti (wartawan Gatra) lewat telepon awal bulan Maret ini. Tema utamanya tentang industri software lokal dan aktifitas pengembangan software di Indonesia. Sebenarnya tema ini pernah saya ulas di artikel ini dan itu, termasuk didalamnya analisa laporan IDC dan Gartner berhubungan dengan professional software developer. Kalau ada yang tertarik untuk baca-baca, silakan klik dan download 6 halaman tulisan hasil scan majalah Gatra di bawah. Saya sengaja menunggu tanggal 19 maret 2008 alias masa terbitnya lewat, supaya tidak terkena komplen Gatra 🙂            Untuk yang tertarik diskusi lebih jauh tentang tema ini, mungkin bisa ikut meramaikan Asosiasi Pengembang Perangkat Lunak Indonesia (APPLI) yang sedang kita rintis bersama. Milis sudah saya buat, dan saat ini kita sedang brainstorming untuk menentukan langkah-langkah ke depannya. Intinya, berbeda dengan asosiasi yang sudah ada seperti ASPILUKI, tema perdjoeangan utama APPLI adalah untuk peningkatan kualitas SDM pengembang di Indonesia. Masih banyak pekerjaan rumah kita tentang industri software di Indonesia. Mudah-mudahan kita semua tetap dalam perdjoeangan 😉...

10 Kiat Menjadi Entrepreneur untuk Mahasiswa Lugu 18 Mar2008

10 Kiat Menjadi Entrepreneur untuk Mahasiswa Lugu

Mas Romi, selama kuliah kan kita sebagai mahasiswa nggak sempat latihan berbisnis. Padahal aku tuh pinginnya begitu lulus langsung bisa mandiri alias bikin perusahaan sendiri. Gimana ya caranya. (Maria, Samarinda) Aku ini kutu kupret mas, mahasiswa teknik informatika tapi kemampuan coding lemah. Kalau buat-buat desain sih lumayan mas, photoshop dan coreldraw itu peganganku tiap hari. Aku mimpi pingin berbisnis sendiri, cuman nggak ngerti gimana dan apa yang harus aku pelajari sekarang. Bantu aku dong mas. (Irwan, Bandung) Dua pertanyaan yang sering muncul ketika saya mengisi seminar dan workshop di kampus-kampus tentang entrepreneurship. Pertanyaan yang harus kita hargai karena generasi muda kita punya semangat untuk hidup mandiri dan tidak tergantung kepada belas kasihan orang lain. Banyak cara saya menjawab, hanya mungkin untuk mahasiswa yang masih polos dan lugu, saya beri 10 kiat mudah seperti berikut ini. Pelajari latar belakang teman satu angkatan. Bapak dan ibunya kerja sebagai apa misalnya. Apakah ada yang menjadi dokter, mengelola klinik, rumah sakit atau apotik? Atau mungkin ada yang punya toko buku atau pengelola perpustakaan? Oh mungkin ada yang bekerja di bengkel? Pelajari semua dan cari informasi sebanyak mungkin? Lha untuk apa? Hush diam dulu, ikuti kiat kedua 😉 Ok sekarang pilih, cari teman yang bisa diajak kompromi, yang cukup dekat atau bahkan sahabat, dan punya semangat sama untuk terjun bebas memulai berbisnis. Anggap kita pilih yang kebetulan bapaknya punya atau mengelola apotik. Lho terus mau digimanain tuh? Cari buku di toko buku, ada nggak buku tentang belajar bahasa pemrograman yang menggunakan contoh membangun aplikasi atau sistem informasi manajemen (SIM) untuk apotik? Cari buku sampai yang terselip di rak-rak toko buku. Kadang ada buku yang meskipun desain covernya jelek, tapi studi kasusnya lengkap, bahkan source codenya dibagi. Nggak dapat juga? Ok ayo cari yang open source saja, coba cek dari sf.net, saya yakin bisa ditemukan. Lha kalau belum nemu juga? Coba Googling deh 🙂...

Kiat Meningkatkan Nilai IPK 15 Mar2008

Kiat Meningkatkan Nilai IPK

Mas Romi, bagaimana ya teknik meningkatkan nilai IPK saya. Selama ini nilai IPK saya di bawah 3 terus nih. Tolong saya mas. (Nanang, Padang) Haaareee geenee IPK masih rendah? 😉 Ok untuk siswa atau mahasiswa yang bermasalah dengan nilai raport dan IPK, sepertinya perlu mengikuti kiat yang selama ini saya lakukan. Kiat yang saya lakukan adalah best practice, terbukti bin manjur bisa meraup dolar eh maksud saya nilai yang memuaskan, sudah saya buktikan sejak saya bersekolah di SMA dan 10 tahun di jurusan computer science di Saitama University. Kiatnya pasti banyak ya? Oh tidak, justru sangat sedikit, cuman ada dua. Kiatnya pasti nyontek ulangan atau copy paste tugas mandiri? Tidak sama sekali. Kiat saya halal dan toyib, jauh dari unsur kemaksiatan dan perbuatan tidak terpuji lain. Tertarik? Ikuti terus artikel ini. Nah kiat mendapatkan nilai raport dan IPK tinggi itu hanya ada dua: Kejar nilai untuk mata pelajaran atau mata kuliah yang secara umum tidak terlalu disenangi siswa/mahasiswa. Apa itu? Oh banyak, contohnya geografi, agama, kesenian, dsb atau untuk yang kuliah di jurusan computing, ada fisika dasar, teknik kompilasi, automaton/formal language, dsb. Lakukan survey kecil-kecilan ke temen seangkatan atau kakak angkatan, saya yakin banyak sekali mata kuliah yang tidak digemari mahasiswa. Intinya di mata kuliah yang  diemohi mahasiswa  itu, mereka biasanya down nilainya. Nah ini dia kesempatan kita, di saat nilai mereka “pasti rendah”, kita berdjoeang untuk nilai “pasti tinggi” … hehehe. Nah hasil dari tahap satu yaitu kalau ada IPK khusus untuk “mata kuliah tidak populer” kita pasti nomor satu 🙂 Sudah mantab dengan langkah satu? Langkah dua adalah jangan berhenti, lanjutkan mengejar nilai untuk mata pelajaran atau mata kuliah yang secara umum disenangi siswa/mahasiswa … hehehe. Belajar keras, kerjakan semua tugas, kalau perlu kejar terus dosen kalau ada yang masih nggak ngerti di mata kuliah “populer” itu....

Kinerja itu Makhluk Apa Sih? 12 Mar2008

Kinerja itu Makhluk Apa Sih?

Dunia sepakbola Inggris dikejutkan oleh kekalahan Manchester United (MU) dari Portsmouth pada Piala FA pekan lalu. MU, klub terkaya di dunia yang dipenuhi pemain bintang dengan kemampuan tinggi harus takluk dengan tim yang beberapa tahun lalu langganan  bermain di Liga Championship alias liga di bawah Liga Premier. Kaget kita bertambah lagi, karena tiga hari setelah MU kalah, Chelsea lebih parah lagi karena  tumbang oleh klub Liga Championship papan bawah yang saat ini masih menduduki posisi buncit (urutan 19) bernama Barnsley. Lho lho kok bisa sih? Apa kurangnya Chelsea?  Klub kaya dan dipenuhi pemain berkemampuan tinggi, yang gaji sebulan Frank Lampard mungkin bisa membiayai operasional bulanan tim Barnsley. Kok bisa berkinerja buruk alias jadi kutu kupret dan ndeso ketika berhadapan dengan Barnsley? Nah ini topik bahasan kita pagi dini hari ini 😉 Kinerja seseorang ataupun sebuah organisasi ternyata tidak hanya ditentukan oleh masalah kemampuan (skill) tapi ada faktor lain yang mempengaruhi. Jerry Gray dan Frederick Starke di tahun 1984 mengeluarkan satu rumus bahwa: KINERJA = MOTIVASI x KEMAMPUAN Motivasi adalah entusiasme, semangat dan persistensi seseorang dalam melakukan suatu tugas atau kewajiban yang dia emban. Kemampuan pemain Barnsley maupun Portsmouth, bisa saja jauh di bawah MU dan Chelsea, tapi mereka memiliki motivasi yang tinggi dan mengebu-gebu untuk mengalahkan tim besar yang kaya dan terkenal seperti MU dan Chelsea. Tingginya motivasi bisa juga karena kekuatan karakter manajer atau sang leader yang memiliki pengaruh mental ke pemain. Akhirnya kinerja yang dihasilkan oleh Portsmouth dan Barnsley lebih baik, dan berhasil maju ke babak semi final piala FA 😉 Saya sering sampaikan ke mahasiswa-mahasiswa saya bahwa “punggung parangpun kalau kita punya motivasi dan semangat mengasah, akan bisa jadi tajam”. Saya sendiri juga cah ndeso dan kutu kupret, yang sejak SD susah mbedain huruf “b” dan “d”, dan yang masuk ke SMA Taruna Nusantara dengan NEM SMP yang sangat rendah....