Mengkritisi Budaya Plagiat Kita
by Romi Satria Wahono
Berawal dari komentar mas Ardiansyah di artikel yang saya posting dua tahun lalu (24 Pebruari 2006), berjudul Arah SDM TI: Dari Spesialis ke Versatilis. Sahabat saya ini menemukan artikel yang mirip dengan tulisan saya di majalah BISKOM Edisi April 2008 halaman 63, yang ditulis oleh Tata Sutabri S.Kom, MM, dengan judul Perubahan Arah SDM TI Tahun 2010. Sebenarnya saya tidak terlalu menganggap penting masalah seperti ini karena sudah biasa artikel-artikel saya di-plagiat alias di-copy paste oleh adik-adik mahasiswa untuk tugas mandiri atau bahkan tugas akhir
. Nah kebetulan hari minggu ini ada janji nganter Irsyad dan Hasan ke toko buku. Lewat counter majalah, kok jadi teringat lagi komentar om Ardi. Saya cari majalah BISKOM Edisi April 2008 itu, ehm … ketemu! Jujur saja, kaget dan trenyuh, karena kali ini yang meng-copy paste tulisan saya bukan mahasiswa, tapi pendidik alias dosen yang memiliki jabatan cukup tinggi sebagai Deputy Chairman of STMIK INTI Indonesia. Lebih trenyuh lagi, kenapa yang di-plagiat artikel itu? Itu bukan termasuk artikel terbaik yang pernah saya tulis lho … hehehe
Hasil scan artikel Majalah BISKOM Edisi April 2008 halaman 63 ada di bawah (klik untuk memperbesar). Untuk perbandingan, silakan baca artikel berjudul Arah SDM TI: Dari Spesialis ke Versatilis yang saya tulis 24 Pebruari 2006.

Saya mencoba mengurai model plagiat artikel ini dari dua sudut pandang:
-
Bagian artikel yang mengalami perubahan alias modifikasi, yaitu: Judul, Nama Penulis, dan 6 Paragraf awal (beberapa paragraf bahkan full copy paste). Sumber prediksi yaitu Gartner Predictcs 2006 Special Report dihilangkan oleh penulis, padahal ini referensi utama dari analisa tulisan ini. Sebagai catatan, ide awal menulis artikel ini datang dari Majalah eBizzAsia yang saya beli ketika selesai meeting dengan om Donny BU, om Marta Adi dan om Ismail di Auto Mall SCBD, dua tahun lalu. Karena itu, kredit tetap saya berikan ke majalah eBizzAsia yang memberi motivasi saya untuk mempelajari laporan Gartner Group itu. Kredit dan sitiran juga tetap saya berikan ke Gartner Predictcs 2006 Special Report yang saya baca, karena sekali lagi ini adalah referensi utama dari tulisan saya (dalam dunia persilatan eh penulisan ilmiah, ini sifatnya haram dihilangkan!
) -
Bagian artikel yang sama sekali tidak mengalami perubahan alias full copy paste adalah dua paragraf terakhir. Paragraf ini berupa poin-poin panjang yang saya tulis dengan bahasa dan gaya tulisan saya. Poin-poin paragraf terakhir ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi selama 10 tahun di Jepang, study, keluar masuk berbagai perusahaan IT di Jepang (bekerja part time maupun semi full time), mulai dari menjadi teknisi, engineer, developer, konsultan sampai lecturer. Paragraf terakhir ini, selain saya tulis di artikel berjudul Arah SDM TI: Dari Spesialis ke Versatilis di blog ini, juga pernah saya sisipkan untuk artikel berjudul Jadi Pebisnis IT Siapa Takut yang diterbitkan Majalah Kontan edisi Khusus September 2006 bertema Entrepreneurship. Bahasan ini juga sering saya masukkan ke beberapa slide saya ketika mengisi seminar bertema open source dan entrepreneurship. Materi seminar biasanya saya sediakan untuk di download, beserta rangkuman materi dalam bentuk posting di blog.
Poin utama yang ingin saya sampaikan berhubungan dengan masalah ini adalah:
-
Sangat menyesakkan dada karena budaya plagiat alias plagiarism alias copy-paste di Indonesia sudah masuk ke wilayah para dosen, pendidik dan pemegang jabatan di Universitas. Mereka seharusnya mereka memberi contoh yang baik kepada mahasiswa dan generasi muda, untuk tidak melakukan perbuatan kotor, tidak terpuji dan jauh dari etika keilmuwan ini. Sangat sulit mengharapkan munculnya generasi muda yang kreatif dan produktif, ketika sang pendidik tidak memberi contoh dan teladan yang baik bagaimana kreatif dan produktif memproduksi konten.
-
Kegiatan para copy-paster dan plagiator ini men-demotivasi para pedjoeang dan aktifis open content di Indonesia. Membuat para produsen dan creator open content, juga para blogger yang selama ini melakukan knowledge sharing dan membagi ilmu mereka dengan gratis melalui media Internet menjadi tidak nyaman.
-
Lisensi open content membolehkan siapapun untuk menggunakan, memodifikasi dan mendistribusikan ulang artikel dengan syarat bahwa tidak mengubah author dan menghilangkan lembar lisensinya. Pembajakan dalam ranah open content adalah ketika dua syarat terakhir itu tidak dipenuhi. Apalagi dengan menerbitkan ulang di sebuah media cetak dimana sang pembajak mendapatkan profit dari tulisan yang bukan hasil karyanya itu.
-
Beberapa artikel saya di blog RomiSatriaWahono.Net sering dipublikasi ulang oleh majalah-majalah komputer seperti Info Komputer, PC Plus, dsb. Redaktur dan wartawan majalah-majalah tersebut secara resmi meminta izin ke saya untuk memodifikasi dan mendistribusikan ulang artikel saya lewat media cetak yang mungkin memiliki segmen berbeda dengan media maya. Meskipun sebenarnya sesuai dengan lisensi open content di seluruh artikel saya (baik di IlmuKomputer.Com maupun RomiSatriaWahono.Net), mereka tidak perlu meminta izin khusus ke saya. Saya ingin memberi apresiasi kepada majalah-majalah tersebut karena sudah bertidak secara benar, menghormati lisensi dari artikel dengan tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.
-
Deadline artikel untuk suatu majalah kadang memberi pressure kita sebagai penulis, kontributor atau pengajar. Saya sering akhirnya memutuskan menolak untuk mengisi artikel di sebuah majalah atau surat kabar, ketika benar-benar sedang tidak ada ide untuk menulis. Sebaiknya sikap ini berani kita ambil, dan bukan malah mengorbankan integritas kita dengan menulis artikel yang merupakan copy-paste (plagiat) dari artikel orang lain.
-
Untuk mahasiswa-mahasiswaku dan juga adik-adikku generasi muda di manapun berada, mari kita semua berusaha kreatif dan produktif menghasilkan konten yang positif. Jagalah etika keilmuwan, hormati lisensi dan berilah credit kepada siapapun yang terlibat dalam proses kreatif itu, sekecil apapun kontribusi mereka. Tiru dan teladani perilaku positif dari guru dan dosenmu, dan tinggalkan perilaku tidak terpuji dari mereka.
Mudah-mudahan kita semua tetap komitmen, konsisten dan pantang mundur dalam perdjoeangan untuk berbagi pengetahuan dan memberi solusi riil kepada rekan-rekan lain di manapun berada dengan ikhlash.



April 27th, 2008 at 22:49
Mmm..cuman bisa bilang tabahkan hatimu, pak
April 27th, 2008 at 23:04
emang enak ditiru :0 tapi kok bisa ketahuan yah..ckckckc…
April 27th, 2008 at 23:15
memaluken…memaluken! Seorang kolumnis terkenal melakukan….
April 27th, 2008 at 23:42
#Satria: hahaha tetep tabah kok … kan sudah aku bilang, yang dicontek bukan artikel terbaik yang aku buat
#Frans: Selama kita publish artikel di Internet, plagiat pasti cepat ketahuan Frans. Banyak yang lapor juga sih. Kalau plagiatnya web to web, malah banyak search engine yang bisa deteksi redundant content semacam http://www.copyscape.com
April 27th, 2008 at 23:45
koq orang pinter yang ngopy tulisan bapak koq gak sepinter otak atau akalnya ya???gak malu ya..hehehehe
April 28th, 2008 at 2:05
Pengalaman dan tulisan bapak dalam menghadapi plagiat memotivasi sy untuk berani sharing knowledge lewat blog. trims. ‘ayam berkokok kafila berlalu!’
April 28th, 2008 at 3:13
Jadi orang pinter tapi bener rumit juga ya. Klo dah gini paling pol ya ngobrolin yg dah terjadi aja alias rasan2 & whois2an/googling2an.
Follow up-nya ama plagiator & majalah yg nerbitkan apa pak ? Somasi, boikot, black list ato … .
Publik perlu tau mana ahli yg asli, aspal atau yg palsu skalian.
April 28th, 2008 at 5:16
Tapi tetap semangat menulis secara terbuka, kan?
kita terus majuuu! pantang mudur!
April 28th, 2008 at 6:51
Mas Romi, apakah sudah ada response dari Bung Tata sendiri?
April 28th, 2008 at 7:27
waduh, malunya itu pak.
apa ndak malu orangnya? berharap ga ketahuan?
saya ingat2 deh nasihatnya.
April 28th, 2008 at 7:36
Saya setuju dengan Pak Romi, kalau seandainya mau ng-copy paste alias plagiat mbok ya di cantumin sumbernya.
Pak Romi harusnya mendapatkan royalty hehe..
April 28th, 2008 at 8:03
[…] Lagi-lagi plagiat Ditulis pada April 28, 2008 oleh Anto Satriyo Nugroho Saat berkunjung ke blog mas Romi, saya jadi prihatin. Artikel “Mengkritisi budaya plagiat kita” membahas perilaku tak terpuji dalam dunia sains : plagiat. Masalahnya hal itu dilakukan oleh seorang petinggi sebuah perguruan tinggi di Indonesia dan dikirim ke majalah Biskom. Aduh aduh…sangat memprihatinkan. […]
April 28th, 2008 at 8:17
Karena ada alamatn emailnya, apakah sudah coba “tembak langsung” ke redaksi atau bahkan ke penulisnya? (Atau, barangkali penulisnya sudah lihat laman blog ini?)
April 28th, 2008 at 8:44
Ikhlas-kan saja Mas,
semoga dengan banyak orang yang membaca,
banyak yang bertambah ilmu-nya,
so pahala pun tambah banyak, rejeki tambah banyak dan berkah. amin…
April 28th, 2008 at 8:46
Sayang sekali ya? padahal kalau dosen tersebut menulis sendiri dan meminimalisir copi-paste kepuasannya tak ternilai deh, duit sih nggak seberapa kayaknya.
April 28th, 2008 at 9:05
saran nih.. mas romi ajukan somasi aja ke majalah yang menerbitkan… bagaimana pun karya intelektual mesti dihargai.. dan kalo mau bisa dibawa kejalur hukum lo..
April 28th, 2008 at 9:10
alhamdulillah, untung ide-ide dalam otak kita g dicuri.
semangat pak, lanjutkan menulis….
April 28th, 2008 at 9:16
Jika dilihat dari sisi positifnya, berarti membuktikan bahwa tulisan kita memang baik Mas..
Sehingga level dosen pun mengcopy paste-nya. Tapi seharusnya mereka sadar ya, bahwa akhirnya yang tidak berkembang justru mereka sendiri.
April 28th, 2008 at 9:37
emang susah klo jd org ngetop kayak mas Romy.Adaaa aja yg bs dibajak.Tp selama utk kemajuan pembaca & nyantumin sumber asli gak masalah kan mas Romy?
April 28th, 2008 at 10:45
Menyedihkan sekali mas Romi.
April 28th, 2008 at 11:03
berarti sekarang copy paste ga hanya ada di mahasiswa y mas,, bahkan di kalangan pendidik juga kalo gitu gimana dia bisa mendidik mahasiswanya supaya ga suka copas
April 28th, 2008 at 11:04
Wah kategori inilah plagiat ‘ndeso’, mau tenar dgn cara singkat: copy-paste alias njiplak! Mental2 murahan, itulah mas yang harusnya diberangus. Sama aja dgn mental koruptor ‘mau kaya dgn cara expres’. Tapi kalo untuk referensi pribadi aja sih gpp, tdk dipublikasikan…
April 28th, 2008 at 11:49
Semoga bisa jadi pelajaran bagi lainnya, kalau misalkan menterjemahkan dari literatur asing bisa dikatakan plagiat nggak ya ?
April 28th, 2008 at 11:58
Wah, jangan bicara plagiat dulu deh, coba tanya mahasiswa Indonesia cara menulis kutipan dan referensi/bibliography yang baik dan benar bagaimana caranya.
4 dari 5 pasti tidak tahu. Tanggungjawab siapa sih ini? Kita sebagai pengajar? Institusi sebagai tempat belajar? Atau mahasiswa itu sendiri sebagai pelajar?
April 28th, 2008 at 14:13
Wah, sudah taqlid buta gitu hehehe….
April 28th, 2008 at 14:23
Kalau menerjemahkan selama disebutkan sumber aslinya, ya bukan plagiat. Plagiat itu bulet2 nyontek dan mengakui itu sebagai karyanya. Gichu…
April 28th, 2008 at 14:26
pak dosen itu ga tau kali ya, kalo om romi ini “artis” yg banyak temennya dan sebagian besar bisa jd mata-mata …:)
turut prihatin untuk dua orang pria ini …:(
April 28th, 2008 at 14:31
seperti kasus Iman Brotoseno dengan judul Tulisan saya dijiplak dan dibuat Buku !
http://blog.imanbrotoseno.com/?p=205
April 28th, 2008 at 14:32
#Budi Raharjo: Tentu bos, tetap akan terus nulis di blog ini kok.
#Probodj, Aparat, Hosea: Sudah dijawab oleh pak Hoki (pemilik majalah) beberapa menit setelah saya publish artikel ini
Saya ingin memberi apresiasi khusus ke pak Hoki yang serius melihat masalah ini, padahal kesalahan bukan di majalah/penerbit. Pak Tata juga sudah memberi penjelasan by email, hanya saya lihat kok penjelasan masih kurang pas, karena menyalahkan penerbit yang mengcut daftar referensi. Masalahnya bukan di daftar referensi kok
#Donny: Nah itu dia
Betapa puasnya membuat tulisan yang ori.
#fxekobudi: Selalu saya ikhlaskan kok. Kalau nggak dari dulu saya nggak openkan tulisan saya
#Toim: Asal penulis dan sumber (lisensi) tidak diubah sebenarnya nggak masalah, khususnya untuk yang open content seperti di blog ini atau IlmuKomputer.Com. Cuman kalau kutipan sudah meliputi semua paragraf kan masuk ranah plagiarism
#emfajar: Itu yang saya risaukan
#Yadisyahid: Untuk artikel yang diterjemahkan, judul dan penulis tetap. Hanya bisa dituliskan, diterjemahkan oleh Yadi Syahid
#Avianto: Sering ditinggal pergi oleh dosennya waktu matkul penulisan ilmiah dan metodologi penelitian kali … hehehe Atau malah nggak ada matkul itu ?:)
April 28th, 2008 at 14:34
#Rara: Walah, nggak pernah kedatangan wartawan infotainment padahal … hehehe
April 28th, 2008 at 14:37
Budaya copy paste ini memang biasa. Termasuk di antara anggota milis dan blogger. Saya juga bisa melakukan copy paste jika ada seseorang menanyakan masalahnya atau ada satu tulisan yang saya anggap bagus dan patut dibaca oleh yang lain.
Cuma memang biasanya saya menulis nama pengarang (jika ada) dan juga link aslinya. Ini agar sanadnya tetap jelas. Kalau pun ada yang sampai tidak tertulis itu tak lain dari kekhilafan (tapi sebisa mungkin tidak sama sekali…:)
Allah yang Maha Mengetahui dan juga para malaikat di kanan kiri kita insya Allah mengetahu dan mencatatnya. Mudah2an itu jadi amal jariyah kita.
Saya sendiri juga punya beberapa tulisan di www.media-islam.or.id. Silahkan copy paste, tapi sumbernya harap ditulis agar jangan sampai nanti justru saya yang dituduh membajak…:)
April 28th, 2008 at 15:25
Majalahnya gak salah kali… Masa segitu banyaknya tulisan dalam majalah, kemudian ditelusurin satu2 plagiat apa bukan…Yang nulis dong yg harusnya punya pertanggung jawaban moral. Kan udah diuntungin dengan bayaran dan publikasi…
April 28th, 2008 at 15:37
Dosen kok ngasih contoh yang tidak baik. Mustinya pihak Biskom tidak lagi mempublikasikan tulisan pak dosen ini. Bisa-bisa kecolongan lagi di lain waktu. Nyontek kok sampai 2 kali!
April 28th, 2008 at 15:43
Coba punyaku yang di copy paste….weleh2, level sabarmu udah di atas rata2 kok pak….:)
April 28th, 2008 at 17:04
Wah 2 ..parah banget yah….Semoga bisa jadi pelajaran bagi kita…
April 28th, 2008 at 17:07
waduh……… dapat duit kok dari hasil copy paste.. He he he
Tapi kadang2 saya menulis di blog saya juga ada kata2 Mas Romi, seperti kata Mas Romi Satria Wahono, bla bla sambil ngelink ke blog Mas Romi……
Apakah saya plagiat Mas…? Wong saya membaca boleh mengambil asal mencantumkan sumbernya…..
Ya dengan ini saya minta ijin.. Mbok dikatakan plagiat..
Maaf……
April 28th, 2008 at 17:49
seharusnya kalau kepepet deadline, nulis pengalaman pribadi saja. memang jadinya tidak begitu bermutu, seperti kolom budi rahardjo di infolinux gitu lah.. tapi daripada njiplak masih lebih baik gak mutu
April 28th, 2008 at 18:07
Saya dukung avianto soal penulisan referensi. Parah dan buruk sekali.
Bahkan membedakan penulisan referensi paling mendasar seperti MLA dan APA saja tidak bisa.
Tanggung jawab siapa untuk membiasakan penulisan referensi? Dosen, Perpustakaan, dan kita sendiri. Kalau nggak diterapkan, ga bakal ada yang “niru”.
April 28th, 2008 at 20:57
Berarti kurang lebih masalah copa (copy paste) ini sangat erat dengan HKI yang sekarang lagi genjar.
Saya baru ingat ketika orang kurang peduli dengan intelektualnya.
Ternyata jauh sebelumnya hal ini menjadi sebuah titik temu untuk karya yang begitu inovatif!
April 28th, 2008 at 22:14
Mas Romi dan seluruh rekan-rekan, terima kasih atas seluruh kritik dan sarannya.
Memang benar beberapa menit setelah artikel ini di publish oleh Mas Romi, saya langsung mencoba menghubungi call via HP-nya Mas Romi, sekitar Pk 23:06 (tgl 27 April 2008) dan memang saat itu tidak berhasil, baru pagi harinya berhasil, sehingga saya langsung mengirimkan e-mail (Pk 23:28), tentu dengan tujuan untuk memohon maaf dan beruntung sekali Mas Romi secara langsung memberikan jawaban (Pk 23:41) yang melegakan hati dan pikiran.
Semoga masalah seperti ini tidak terulang lagi dan sekali lagi atas nama Majalah Biskom, kami mohon dibuka-kan pintu maaf oleh seluruh pihak.
Salam hormat, Hoky (Majalah Biskom)
April 28th, 2008 at 22:53
Masalah plagiat menurut saya sudah bisa dikategorikan sebagai pencurian. Bahkan mungkin lebih parah. Karena pencuri biasa tentunya melakukan kegiatan mencurinya terdesak oleh himpitan masalah ekonomi. Tapi seorang akademisi yang terbukti sengaja mencuri ide orang lain apalagi hasil curian itu dipakai untuk mendapatkan uang, sepertinya tidak bisa dimaafkan.
Di sini bukan masalah sabar atau tidak, sebenarnya. Tapi lebih kepada memberi pelajaran begitu pentingnya menghormati HAKI itu. Apalagi bagi seorang intelektual.
Saran saya tempuh jalur hukum. Biarkan hukum yang membuktikan benar atau tidak terjadinya aksi plagiat dalam tulisan tersebut. Banyak pihak yang bisa mengambil pelajaran kalau masalah ini di bawa ke hadapan hukum.
April 29th, 2008 at 0:03
Ok, dari sisi majalah BISKOM kayaknya sudah terklarifikasi nih; berarti sekarang tinggal pengakuan dari si dosen plagiator. Tolong Mas Romi mengupdate perkembangan masalah ini ya, nggak seru rasanya kalau sekedar disudahkan sampai di sini saja… (seenggaknya si pelaku mengaku dan minta maaf lha)
April 29th, 2008 at 0:48
mau pinjem pengacara saya pak ?
he he..
April 29th, 2008 at 7:37
pak romi, tuh orang nya udah minta maaf…maafin dunk…kasihan kan..cempluk dulu kala juga pernah ngopis paste sampe akhir nya nama, url blog dimuat spt ini sama orang nya..karena gak tau, karena baru belajar membuat tulisan…
pak romi yang sabar dan tenang yah…
April 29th, 2008 at 7:45
Mungkin si plagiat tidak tahu tentang paid-to-review (PTR) ya. Kenapa dia tidak mencoba untuk meng-analisa tulisan Mas Romi ya? Pasti akan lebih berbobot.
April 29th, 2008 at 8:29
Buat si plagiat, lain kali ijin dulu ama yang punya artikel, minimal kasih tahu sumbernya dunk!
Paling gak nyaman kan bikin artikel tetapi mengandung sengketa keaslian (otentisitas).
Buat Om Romi, terima kasih telah berbesar hati dan mengingatkan kita untuk hati-hati dalam me-mlagiat..
Trims..
April 29th, 2008 at 8:45
Ya itulah budaya di negeri kita yang susah dihilangkan.
Saya juga juga ada posting artikel pak romi>> ini linknya :
http://rahmat.polinpdg.ac.id/content/view/91/68/
http://rahmat.polinpdg.ac.id/content/view/90/68/
http://rahmat.polinpdg.ac.id/content/view/93/68/
saya posting sejak 30 mei 2007. tapi nama penulis tetap saya tempatkan, dan konfirmasi dulu ke penulis-nya..
Maju terus Indonesia
April 29th, 2008 at 10:19
Sekarang aku berada pada level kasian juga sama pak Kolumnis itu… , tiba-tiba jadi terkenal melakukan plagiat hehehe. Bisa signifikan turun pamornya
April 29th, 2008 at 12:39
barangkali pak dosen gak tau udah diomongin di forum ini… baiknya pak romi undang aja kemari… :p
April 29th, 2008 at 14:28
[…] Jangan sampe kita punya aplikasi bagus tapi cuma hasil comot sini comot situ doang. Walaupun memang kode sumber itu nggak diliat orang, tapi disitu ada kebanggan pribadi atas karya sendiri dan lebih dari itu stabilitas aplikasi bisa kita tahu lebih dalam. Tapi klo buntu banget dan sampe nyomot pun jangan ampe ketauan ya.. hehehe. […]
April 29th, 2008 at 16:23
waduh, jadi deg2an nih. Jangan2 tulisanku juga diplagiat dan muncul di majalah2 atau media2 cetak. (cieeeee… .segitu GR-nya ya?)
Btw, aku setuju dengan sikap Mas Romi.
Walaupun kita sebetulnya oke-oke saja tulisan kita diplagiat, namun kita musti bicara dengna lantang, agar perilaku buruk ini tidak makin menjadi2.
April 29th, 2008 at 16:48
aslm, mungkin pak dosen tersebut dah kehabisan ide mau nulis apaan, jadi copy paste deh, salam kenal dr makassar
April 29th, 2008 at 18:29
ditunggu perkembangannya hehe…
April 29th, 2008 at 18:47
#Hoki: Thanks pak Hoki. Saya yakin tidak banyak bos media yang care ke komunitas seperti pak Hoki … hehehe.
#Cinta: Pak Tata sepertinya mengikuti tulisan ini kok. Saya sudah tulis di beberapa milis yang beliau ikuti. Mudah-mudahan nanti pak Tata bisa memberi klarifikasi secara lengkap di sini.
Sekali lagi untuk rekan-rekan sekalian, saya tidak berniat mencari popularitas dengan menulis masalah seperti ini di blog. Saya hanya ingin kita semua menghormati satu sama lain, memiliki etika dalam menulis, dan masalah ini jangan mendemotivasi kita semua untuk sharing ilmu pengetahuan kita secara gratis. Saya berharap jangan sampai setelah menjadi bangsa pembajak (piracy rate no 3 sedunia), menjagi penjahat (carding no 2 sedunia menurut clear commerce), kita menjadi bangsa copy-paster bertaraf dunia
Ini muatan moral yang ingin saya sampaikan. Mudah-mudahan semua bisa memahami, dan tetap dalam perdjoeangan untuk membangun republik ini dalam kapasitas kita masing-masing.
April 29th, 2008 at 18:49
#Bank Al: Asal di tulis di blog, kan ada age of documentnya
April 29th, 2008 at 19:17
plagiat di negeri ini mungkin akan terbasmi klo mas romi jadi MENDIKNAS….
April 29th, 2008 at 19:24
PLAGIAT di negri ini akan terbasmi klo mas romi jadi MENDIKNAS…
April 29th, 2008 at 19:32
Rom, nggak terpikir untuk melakukan legal action ? Dari kasusnya Pak Iman Brotoseno, kasusnya terselesaikan dengan pendekatan hukum. Karena pendekatan ini bisa lebih efektif untuk menjadi efek jera bagi para plagiator.
Masalah lainnya, kalau suatu tulisan diplagiat untuk suatu tujuan non-komersial, saya lebih merelakannya daripada dibajak demi tujuan komersial.
April 29th, 2008 at 21:06
#Heri: Hahaha … sayangnya aku nggak tertarik
#Fertob: hmmm aku belum melihat perlunya ke arah sana. Biarkan untuk pembelajaran bersama sajalah.
April 30th, 2008 at 5:49
Siap Mas, Petuah2nya akan dilaksanakan, He hee..
April 30th, 2008 at 10:59
Toy Suryo ver2.0
April 30th, 2008 at 20:11
[…] Filed under: Corat Coret — Tags: Dari Spesialis ke Versatilis, Dosen KOTOR, iDiots, IT bangsaku, pembodohan bangsa, romi satria wahono, romi sw, tata sutabri — kebofunky @ 1:11 pm baru kemarin saya menulis artikel tentang positip vs negatip, pagi nya bangun tidur.. eh.. siang (ternyata udah pukul 13.26 Wib-kebiasaan jadi kalong) saya iseng buka situs beberapa bloger kawakan, salah satunay om Romi Satria Wahono (salah satu pakar IT paporit saya), alahkah kagetnya saya baca posting terbaru beliau tentang plagiat apa gitu…!! bagai mana bangsa ini bisa maju bila seorang sarjana komputer aja masih “nekat” mempublikasikan artikel yang pernah di buat oleh orang lain dan mengatas namakan dirinya sendiri. saya sendir yang tidak punya dasar komputer n hannya tamatan SMA insyaallah blon pernah nyontek artikel orang laen dan mengatasnamakan diri saya… dan seandainya ada harap beritahu saya secepatnya agar saya segera mengupdatenya..!! […]
April 30th, 2008 at 20:12
[…] kwalitas kita..? Filed under: Corat Coret — Tags: Dari Spesialis ke Versatilis, Dosen KOTOR, iDiots, IT bangsaku, pembodohan bangsa, romi satria wahono, romi sw, tata sutabri — kebofunky @ 1:11 pm baru kemarin saya menulis artikel tentang positip vs negatip, pagi nya bangun tidur.. eh.. siang (ternyata udah pukul 13.26 Wib-kebiasaan jadi kalong) saya iseng buka situs beberapa bloger kawakan, salah satunay om Romi Satria Wahono (salah satu pakar IT paporit saya), alahkah kagetnya saya baca posting terbaru beliau tentang plagiat apa gitu…!! bagai mana bangsa ini bisa maju bila seorang sarjana komputer aja masih “nekat” mempublikasikan artikel yang pernah di buat oleh orang lain dan mengatas namakan dirinya sendiri. saya sendir yang tidak punya dasar komputer n hannya tamatan SMA insyaallah blon pernah nyontek artikel orang laen dan mengatasnamakan diri saya… dan seandainya ada harap beritahu saya secepatnya agar saya segera mengupdatenya..!! […]
May 1st, 2008 at 12:43
walah..walah..gmn mau mahasiswanya kreatip ya pak.., klo pembimbingnya tidak..eh salah..kurang kreatip, ya mudah-mudahan saja sang plagiator lebih kreatip kedepannya, ya seenggaknya kasih referensi gitu deh..
May 1st, 2008 at 16:22
Halaah, cuma orang yang pengen pinter tapi gak kesampaian…
pengen pinter? MAKANYA BLAJAR!!!
May 1st, 2008 at 16:39
Udah plagiat, referencenya gak ada, di publish pula…
ada UU pidana tentang plagiat macam ini gak pak?
pak frans, jangan sampe kena plagiat lho…
May 2nd, 2008 at 14:57
Ha ! .. kena juga ya Boz … yup, budaya plagiat ini memang parah sekali … aku juga pernah kena, tetapi buru-buru pemred majalah tsb kontak ke hp aku … keep on writing and blogging Boz … wassalam.
May 2nd, 2008 at 14:59
Ops, supaya tidak salah paham, pada komentar aku di atas, majalah yg aku maksud bukanlah BISKOM .. melainkan majalah lain … ciao Boz ..
May 2nd, 2008 at 15:35
#Riri: Yap bos, gimana ini, anda harus ikut bertanggungjawab dengan perilaku akademisi kita lho, kan sebagai lulusan UI yang menjadi contoh banyak universitas …hahahaha
May 3rd, 2008 at 8:45
assalamualaikumwrwb
Wah,…
Menarik ini…
Kalau perihal tulis menulis, terkadang
kitasaya sering terbawa dengan apa-apa yang pernah saya baca. G nyadar kalau ternyata frasa yang saya tulis adalah frasa yg pernah ditulis orang.Nah, ini merupakan masalah bukan Pak?
Tengkiu feri mach…
May 3rd, 2008 at 14:47
plagiat ga’ perlu d basmi… justru dengan plagiat bakalan dapet banyak keuntungan baik dari sisi sumber maupun si copast-er
banyak yg membuktikan Klo’ kegiatan seperti ini bikin seseorang menjadi berhasil… (biasanya artis / seniman yg sering melakukan hal ini) dan bisa jadi ini salah satu langkah awal untuk menjadi lebih kreatif… untuk si sumber maupun copast-er
no-offens… piss ah…
May 4th, 2008 at 11:04
Bung Romi yth, Saya selaku Praktisi IT baik di Pemerintahan maupun swasta sangat prihatin tapi saya tidak heran dan tidak terkejut.Yahhh memang budaya copy paste udah mendarah daging di masyarakat indonesia dari wong cilik sampe wong gede.Tapi apakah kita kemudian menyalahkan begitu saja orang2 yang melakukan praktik kopi paste itu, yang paling patut di persalahkan adalah pemerintah dalam hal ini pembuat UU serta penegakan hukum yang sangat lemah.Akar permasalahannya yahh di situ…Penegakan hukum.Tulisan Di copy Paste, Rekaman lagu di bajak, Software dibajak, untung istri tetangga g dibajak.Negara ini memang sudah salah urus bungg…Semoga bung romi bisa mempunyai andil lebih besar untuk urusan yang seperti ini.
TQ
http://foruminspirasi.wordpress.com/
May 4th, 2008 at 16:24
wahhhh jadi inget masa2 yg lalu, ada dosen yg mewajibkan membeli buku karangannya, tp ternyata isinya copy paste plek jiplek yang diterjemahkan meski masih ditullis juga referensinya.
kalo menurut saya sih tidak perlu melakukan gugatan, dg dipostingnya tulisan ini, sang plagiator tentunya sudah merasa sangat malu dan mungkin sudah (istilahnya) diblacklist oleh ranah per-TI-an Indonesia.
memang membuat tulisan hasil karya sendiri tidak terlalu mudah (khususnya untuk orang2 indonesia, seperti saya ini juga). tapi kalau sudah bisa membuat tulisan hasil karya sendiri walau cuma sedikit dan sampai berdara-darah, pasti rasanya sangat puas.
May 4th, 2008 at 23:19
Omong2 tentang HaKI sebelum terlalu jauh bahasannya, ini blog sebenarnya dibangun dengan Wordpress, knapa nggak ada sama sekali link ke Wordpress? Kelilipan kah?
May 5th, 2008 at 0:05
#Sura: Masak nggak nampak sih?
Meskipun sebenarnya tidak ada peraturan GPL 2 yang mengatur link ke wordpress. Baca license.txt nggak? heheheh
May 5th, 2008 at 13:35
“Tiru dan teladani perilaku positif dari guru”
yang ini bukan positif to pak ? berarti saya berguru pada dosen yang salah dong ?
Saya kan seperti beliau juga cuman ikutan copy-paste walaupun gelarnya M.M gitchu lohhhhhhh…
May 5th, 2008 at 14:45
jadi ingat saya, suka copy paste
May 5th, 2008 at 17:34
Mas Romi…yang sabar ya..!! Ingat kita masih hidup di Indonesia, dan memang untuk urusan yang satu ini, sering orang lupa untuk berbasa-basi bahkan lupa diri…, apalagi kalau tulisan yang plagiat bisa mendatangkan keuntungan (misalnya menjadi penulis artikel di majalah, walaup make otak orang lain)…., tapi ingat selalu dengan konsep yang senantiasa saya ingat yang pernah mas bilang…”Makin banyak kita berbagi, makin banyak kita akan menerima”, minnimal pahala dari yang maha kauasa…!!
Buat yang mbajak… semoga anda akan semakin arif akan arti dan harga sebuah pemikiran…!!
Muhammad Adri
http://muhammadadri.net
May 6th, 2008 at 14:11
wah lagi trend sekarang soal copas.
mungkin gini temen-temen, dengan perkembangan tehnologi orang maik mudah akses informasi, apaun itu. juga perkembangan blog. Nah di satu sisi yang lain sering kali perkembangan tersebut tidak diikuti oleh pola pikir yang maju. Sekali lagi ingin instan.
Contoh kasus yang bikin kita prihatin.
Anak sekolah sekarang kalau buat tugas lari ke internet, print jadi. guru pun menerima itu dengan senyuman karena hasilnya “bagus”. Nah kalau kayak gini gimana bangsa kita kedepan ?
maaf kalau panjang
May 6th, 2008 at 14:36
Jadi inget jaman dulu waktu tabloid Komputek (group Jawa Pos kah?) pernah berkali-kali ngambil artikel dari situs saya. Jadi lega stl mereka memuat beberapa kali permohonan maaf di tabloid Komputek. Yg saya heran waktu itu kok bisa-bisanya perusahaan tabloid segedhe itu “ngambil” punya orang seenaknya
May 6th, 2008 at 15:21
ikut prihatin
May 6th, 2008 at 16:59
hmmmmm. mahasiswa saya juga sering begini nih! ko hal seperti ini dimodelkan oleh seorang dosen, wahhh gimana mahasiswanya? Tapi, kayaknya mahasiswa dia gak begitu tuh ! he he he
May 6th, 2008 at 17:59
Betapa menyedihkannya.. Kalau plagiat sudah menjamah mindset para dosen, ini benar-benar menyedihkan, bencana malahan mas..
Untuk Mas Romi, sabar ya mas ;D
May 6th, 2008 at 19:25
artikel juga di bajak nih, artikel yg di upload si www.ilmukomputer.com tapi sipunya situs mengedit artikel saya dan menghapus nama saya sebagai penulis hihi, nih link nya
http://rahmanmillenium.multiply.com/journal/item/111
May 6th, 2008 at 20:09
#Yusman: Kalau sudah dipublish di IlmuKomputer.Com pasti akan cepet ketahuan kalau copy paste. Sudah coba ngisi kolom komentarnya mas?
May 6th, 2008 at 20:52
mas romi, yg copas artikelku trus dijadiin buku itu ngakunya kontributor IKC loh
May 6th, 2008 at 20:57
[…] Beberapa saat yang lalu Iman Brotoseno sempat menulis kekesalannya di blognya karena hasil tulisannya di copy paste dengan semena-mena oleh orang yang mempunyai titel cukup panjang untuk dijadikan sebuah buku. Setelah kejadian itu, pendiri Ilmukomputer.com juga mengalami hal yang sama. Artikel di blognya dicopy paste oleh seorang dosen untuk dijadikan sebuah artikel di sebuah majalah. Dan terakhir, cosaaranda, beberapa tulisan di blognya dicopy paste untuk dijadikan sebuah buku oleh seorang mahasiswa S2 di UGM. Seberapa parahkah mental bangsa Indonesia ini hingga orang yang mempunyai titel berderet-deret mengcopy paste konten sebuah blog untuk diakui sebagai hasil karyanya? Jika tidak punya waktu untuk berfikir atau punya ide, mbok ya dicantumkan sumbernya. Supaya sanadnya terus bersambung sampai ke sumbernya. […]
May 6th, 2008 at 22:08
#Cosa: Walah oh gitu, bentar nama aslinya siapa sih? Untuk sementara biar diturunkan artikelnya di IlmuKomputer.Com sama tim editor. Kok teganya ngaku kontributor IlmuKomputer.Com tapi berbuat kejahatan intelektual gitu … hehehe
May 6th, 2008 at 22:31
aku infokan via ym aja mas
May 7th, 2008 at 22:50
[…] Jika ada yang ngomong masalah kopi sekarang, mungkin yang terlintas di pikiran saya adalah copy. Jika ada yang bertanya apa kopi yang paling diminati di seluruh dunia sekarang, jawab saya ya “copy paste” (mengutip joke yang sedang naik daun akhir-akhir ini). Entah berapa orang di dunia saat ini yang sedang menekan tombol keramat Ctrl+C kemudian dilanjutkan rentetan tombol Ctrl+V. Ibarat pisau, ritual copy paste dapat digunakan untuk membunuh atau sekedar mengiris buah-buahan untuk dimakan. Intinya copy paste bisa bermanfaat dan berbahaya. Manfaatnya? So pasti dong, kebayang kan kalo ga’ ada copy paste di komputer? Sedang kontradiktifnya lebih rumit dan tentunya sangat merugikan banyak pihak. Contohnya saja mengcopy file (sebagian atau seluruhnya, hehehe seperti di UU aja) yang bertitle “Copyright”. Bisa-bisa dituntut jalur hukum. Nah, bagaimana halnya jika yang dicopy adalah artikel gratis yang belum dipatenkan? Saya sih setuju saja, asalkan meminta izin ke penulis dan tidak dikomersialisasikan. Toh, hasil tulisan tersebut merupakan buah pikiran si penulis. Kasihan kan Bang Romi yang sebagian artikelnya disadur paksa tanpa permisi, eh kemudian dijadikan buku. Belum lagi akhir-akhir nasib serupa dialami Cosa Aranda. Artikelnya yang (notabene) gratis malah dikomersialisasikan. Huh? Memang sepele hal copy paste itu. Tetapi tetap harus dilakukan memakai otak dan perasaan, jangan hilang rasa agar copy paste tak beralih menjadi bahaya. […]
May 9th, 2008 at 15:38
Di palgiat kok.. heboh. kalu ingin tidak di plagiat ya… jangan berkarya dan jangan share. Katanya ATM (Ambil, Tiru dan Modifikasi). ya… bertabah tabah sajalah Mas Romi. ATM juga usulan bang Rom… iya kan
May 9th, 2008 at 20:55
#Adi: Hmmm saya tidak pernah mengatakan bahwa ATM = Copy Paste. ATM juga bukan Ambil-Tiru-Modifikasi, tapi Amati-Tiru-Modifikasi. Pernyataan mas Adi, “kalau tidak ingin diplagiat ya jangan berkarya dan dishare”, ini juga keliru secara logika. Ayo susun lagi thesis yang bener
May 9th, 2008 at 21:41
Kalau saya punya karya di plagiat, saya akan meniru apa kata mas DAGADU plagiat saja, toh yang asli juga tetap akan keliatan, klo ga mau diplagiat daftarkan di LIPI pake ISBN ISSN Pak
May 10th, 2008 at 8:41
#Kandil: ISSN dan ISBN tidak ada hubungannya dengan plagiarism lho. Terus ISSN memang ke LIPI daftarnya, tapi kalau ISBN ke perpusnas hehehe. BTW, maksudnya didaftarkan ke ditjen HAKI kali
May 10th, 2008 at 11:38
Sabar pak Romi
,
Berarti orang itu belum mampu membuat tulisan hasil karyanya sendiri. Susah pak Romi emang budaya itu dihilangkan
May 14th, 2008 at 21:16
Ya..pak Romi ada kalanya orang meniru ada juga yang hasil kreasi, mungkin juga anda meniru awalnya, tapi karena anda hafal diluar kepala, jadi seolah-olah tidak meniru. Tapi tetap saja namanya meniru itu nggak boleh, dibolehkan asal sebutkan sumbernya. Tapi kalo sampe sebagian besar paragraph yang ditiru ya.. KEBANGETEN
. Bagi-bagi ilmu lah … wasalam
May 16th, 2008 at 6:37
gile.. Nggak nyangka saya. Topik ini akan masuk hari ini sebagai topik hangat di situs PintuNet.com untuk kita diskusikan lebih lanjut. Bagaimana?
May 23rd, 2008 at 21:11
Hmmm jadi inget kata temen, klo biasa Ctrl-C + Ctrl-V ntar pas nikah juga bisanya copy paste lho … hehehee
May 26th, 2008 at 14:04
Ckckckck…. nggak nyangka ya seorang magister gitu… >_
May 26th, 2008 at 19:52
lain lubuk lain ilalang, lain orang lain contekan
he…he…
sabarr………(tapi batas kesabaran adalah kebenaran, jadi kalo dah gx bener ya….boleh ditegur)
May 28th, 2008 at 10:23
Heran…padahal kalo mau ngomong langsung atau mengutip–dengan keterangan tentunya–kan boleh ya Pak?
May 29th, 2008 at 18:45
menurut saya, kayaknya kata kuncinya adalah “Ijin”..
Kalo mo copy paste ya ijin dong.. kan orangnya dekat, udah sesama orang IT, orang indonesia, tempat tinggal kayaknya daerah jabotabek juga.. gampang kok minta ijin. tinggal kirim email wus wus..
Kecuali mahasiswa yang mo skripsi en disuruh cari referensi teori ya biasanya dobel-dobel referensinya hehe.. ambil buku A yang memuat kalimat B,C,D maka ABCD masuk semua di Daftar Pustaka.
Lagipula kalo mo ijin, si empunya juga bakal bilang “oh boleeh.. boleh.. tapi tulis nama saya ya, atau situ tulis sendiri, nanti tulis seperti yang pernah saya dengar/baca/ketahui/mimpikan dari saudara si A.. yang mana.. ” hehehe..
May 29th, 2008 at 19:15
walo pun yang saya tau kalo mas romi sih sepertinya ndak mensyaratkan “ijin khusus” ya etika aja lah yang dipakai.. la wong kita orang timur yang sopan santun dan rapi jali murah senyum dan suka menolong
May 30th, 2008 at 22:04
parah nih pak dosen yang melakukan plagiat. malu2in korps aja. perlu diusut nih.
June 3rd, 2008 at 11:27
Wah gawat nih, budaya copy paste menular sampe ke dosen. weleh weleh. he he he he he he he he he he. malu dong!!!
June 4th, 2008 at 10:22
wkwkkwkwk….

dunia pendidikan di indonesia….
ampe dosen pun ikut2an plagiator..
ntar pasti nyuruh mahasiswa ngerjain tgs dengan memakai OS windows (dan g tau klo itu n
bajakan ato mank g mau tau), aplikasi MS Office (idem), padahal mhs udah paham cara makek Open Office. dan format pun dipaksa harus dlm bentuk .doc
ada2 saja….
dr bangku sekolah dan kuliah diajar kek gini, abislah qta sbg bangsa yg mau lepas dr hal2 miring tsb…
Hm, saya sendiri di blog (bytescode.wordpress.com) menaruh beberapa artikel dr rekan2 kecoak dan lainnya dgn TETAP mencantumkan nama mereka sebagai penulisnya. Tujuan peletakaan artikel itu murni untuk penyebaran ilmu semata, tanpa ada maksud plagiat dan sebagainya.
Klo tidak dimulai dr dii qta untuk berubah (dan tobat), kapan lagi??
om romi, thx atas artikel2nya..
Sippp……
saya selalu luangkan waktu buat OL u/ baca2 di blog ini
June 5th, 2008 at 5:16
berarti gelar SKom nya tata itu juga copy paste alias aspal…..
June 19th, 2008 at 11:23
Moralitas Menipis, gak mandang siapapun pelakunya. Tenang aja Pak, ilmu yang dibagi tadi gak bakalan berkurang, n sebaliknya malah bakalan bertambah.
Sukses Pak
June 26th, 2008 at 11:20
Sebenarnya nggak usah heran sama budaya plagiat ini..di kampus malahan bukan barang baru. Bbrp tahun lalu di UGM ketangkap dosen2 yg bikin thesis bahkan disertasi hasil plagiat..anehnya yg dicontoh justru dari skripsi S1..he..he..belajar nulis kaleee..
June 29th, 2008 at 3:03
Mestinya Mas romi bangga yang di plagiat bukan hasil karya yanng terbaik,,heheh,,tapi budaya seperti itu sudah banyak di kalangan mahasiswa…hampir sama seperti COPY_PASTE…
tapi yang di jadikan pertanyaan..Apakah budaya seperti itu harus tetap di pertahankan??heheh….Terima kasih ya mas romi atas Materinya(tapi waktu di seminar saya panggil Pak,heheh)
July 2nd, 2008 at 18:15
tataaaa…tataaa… ngatain mahasiswa copy paste… eh sendirinya lebih parah… di jual lagi… ikut2 mahasiswa ni pak? perasaan dulu saya di kasi nilai jelek hanya karena copy paste 1 paragraf! eh dia malah lebih ancur…kasuuuus kasus nih dosen gw
July 3rd, 2008 at 21:18
waduh kasus dah ini dosen gw,,,,,,,gw pernah jg tuh ky tmn gw di atas copy paste nilai gw jadi ancur,,,,,
jadi org yg bnr donk pak,,,nyuruh mahasiswa jgn pernah copy paste dlm ngerjain tugas atau lagi ujian,,,eh g taunya dia jg copy paste,,,,,malu kek ama apa yg pernah di omongin bapak k mahasiswa,,,,,
bwt pak romi saya minta maaf ye,,,maklum aja ya pak
July 7th, 2008 at 17:57
emang bener, si tata orangnya geblek, kalo ga percaya lu daftar aja di kampusnya.. kurikulumnya copy-paste semuaaaaa
July 7th, 2008 at 18:02
taaata..
banyak bohong..
pantesan aja gak tinggi tinggi..
banyak dosa….
July 9th, 2008 at 12:42
Astagfirullah …
Tata tata … Ternyata tukang Copy paste !!!
July 9th, 2008 at 12:44
Tata Si Penjiplak Karya Orang !!!
July 9th, 2008 at 12:48
Pak Romi, sebaiknya mengapa Bapak tetap buka blog Mengkritisi Budaya Plagiat Kita ini ? Padahal Bapak sudah mendapatkan jawaban baik dari Pak Hoky maupun Pak Tata mengenai hal ini ?
Kami sekarang justru meragukan kapasitas Bapak baik sebagai peneliti,dosen dan enterprenuer sebab terkesan sikap Anda terlalu sombong, terlalu membanggakan ilmu Anda miliki yg padahal tidak ada apa-apanya serta tidak pernah memaafkan sesorang yg sudah meminta maaf kepada Anda.
Seharusnya yg benar adalah, sebelum Anda publish artikel blog ini, konfirmasi dulu dengan Pak Hoky dan Pak Tata (kepada yg berkepentingan) jadi clear masalahnya. Bukan melakukan provokasi begini.
Sekali lagi, jadilah dosen-dosen yg bisa menjadi contoh, diteladani serta memberikan ilmu maksimal kepada mahasiswa2-nya.
July 9th, 2008 at 14:24
#Mahasiswa STIMIK Inti: Pak Hoky langsung telepon saya jam 12 malam, saya hargai kok yang beliau lakukan. Dan saya tidak ada masalah dengan pak Hoki, 3 minggu lalu malah kita makan bareng di JHCC hehehe. Kalau saya sombong, kayaknya pak Hoki nggak akan mau ketemu saya lagi, apalagi masih ketawa ketiwi kayak dulu … hehehe
Jujur saja, saya nggak pernah berbangga diri dengan apapun yang nempel di diriku. Bahkan gelar juga nggak pernah saya pasang kok … hehehe
Untuk pak Tata, sebaiknya menggunakan hak jawab saja. Setahu saya tidak ada revisi artikel dari pak Tata berhubungan dengan permasalahanan ini. Pak Tata tidak pernah mengirimkan email japri ke saya berhubungan dengan ini, tapi beliau pernah reply melalui milis technomedia. Beliau awalnya berargumentasi bahwa daftar referensi dihapus oleh redaksi. Sudah saya jawab bahwa meskipun dicantumkan daftar referensi, tetap kena masalah plagiarism karena mengutip hampir 100%, peraturan penulisan menurut APA memberi toleransi kurang dari 5% dari panjang tulisan.
Saya memaafkan siapapun kok, bahkan tanpa perlu minta maaf ke saya. Tapi apakah masalah plagiarism selesai dengan minta maaf? Sedangkan majalahnya dengan tulisanya tetap beredar tanpa revisi apapun dari penulis
Dan pencerahan serta pendidikan ke generasi muda berhubungan dengan sistem referensi ilmiah harus tetap ada. Itu tugas pendidik.
Silakan pak Tata memberikan hak jawab, bisa ke forum ini atau melalui tulisan baru beliau
July 9th, 2008 at 14:41
Pak Romy, yang kami sesalkan bukan soal memberi hak jawab atau plagiarisme. Tapi apakah sebelum publish artikel blog ini Bapak sudah melakukan konfirmasi ke Pak Tata baik soal argumentasi Anda mengenai masalah plagiarism dll. (Saya yakin Anda lebih paham).
Misal meminta Pak Tata menarik kembali tulisannya, meminta maaf atau lain sebagainya. Atau istilahnya diselesaikan dulu dengan musyawarah dengan baik-baik.
Bukan langsung membiarkan korban dihakimi public di blog dan notabene Bapak seorang dosen juga.
Itu yang kami sesalkan.
July 9th, 2008 at 15:04
#Mahasiswa STMIK Inti: Hmmm saya tidak menghakimi kok. Saya justru merasa dihakimi dan kemudian menggunakan hak jawab saya lewat tulisan saya ini. Lihat komentar beberapa rekan yang mempertanyakan, siapa yang lebih dulu menulis artikel ini. Saya menulis untuk memberikan jawaban terhadap komentar itu. Dan ini sebenarnya hal biasa dalam dunia akademik. Justru kalau merasa dosen ya kayak gini caranya, nggak lewat pengadilan atau menggunakan anonymous name seperti mas “mahasiswa stmik inti” gini dalam berdiskusi.
Kalau dibalik permasalahannya, kenapa dulu pak Tata tidak melakukan konfirmasi ke saya tentang tulisan beliau itu sebelum di kirim ke media yah … Apakah pertanyaan itu sudah pernah anda tanyakan ke pak Tata?
Mudah-mudahan bisa dipahami
July 9th, 2008 at 15:23
Pak Romi, kami tidak bermaksud pake anonymous tapi memang saya dan teman stmik saya sekarang sedang ada di kampus untuk beri comments di blog Bapak.
Kalau soal menjawab komentar memang biasa dalam akademik, tapi ini masalah publish artikel yg bisa membuat kacau sebuah komunitas. Dan ini sangat berbahaya.
Kalau Bapak mau balikkan permasalahan tentu tidak bisa, bukankah Pak Tata sudah menyertakan daftar referensinya ?
Memang seharusnya Pak Tata hubungi Anda dulu atau email dulu ke Anda, itu salahnya Pak Tata.
Sekali lagi kami tidak pernah membela yg salah. kami membenci plagiarisme, namun semua harus disikapi dengan bijak dan beretika.
July 9th, 2008 at 15:55
#Mahasiswa STMIK Inti: Tidak ada referensi yang dicantumkan pak Tata kok. Itu pernyataan beliau di milis technomedia yang tidak dibenarkan atau disalahkan oleh pak Hoki dan teman-teman redaksi majalah Biskom. Sudah baca artikel beliau ini di Majalah Biskom?
Kita transfer mind saja lah mas, kalau tulisan anda diplagiat orang dan kemudian malah anda yang dipertanyakan seolah-olah anda yang membajak, apa yang anda lakukan? Apakah ini yang anda sebut dengan mengacaukan komunitas? Apakah komunitas anda tidak boleh kacau dan komunitas orang lain boleh saja kacau?
Sekali lagi, yang bisa saya lakukan adalah menjawab pertanyaan orang-orang tersebut dengan bukti-bukti ilmiah yang logis, karena ini berhubungan dengan perampasan hak. Ini yang disebut dengan menyampaikan hak jawab dengan baik dan benar.
FYI, sampai detik ini, saya tidak pernah menerima email, tanggapan, ulasan, komentar dari pak Tata secara langsung dan jalur pribadi ke saya.
Saya akan pikirkan untuk mengclose diskusi ini dan memberi pernyataan di akhir artikel apabila pak Tata sudah menyampaikan hak jawab dengan baik dan benar atau meminta saya untuk mengakhiri diskusi tentang ini. Mohon teman-teman ada yang menyampaikan ke beliau.
Insya Allah kalau temen-temen STMIK Inti tidak puas, saya akan tuliskan di posting baru tentang semua jawaban pak Tata di milis technomedia. Apakah ini yang temen-temen inginkan kira-kira?
Sampaikan salam hangat saya kepada pak Tata.
July 9th, 2008 at 16:22
Terus terang kami baru baca hal ini di blog Bapak hari ini, jadi kami langsung menyikapinya.
Kalau karya kami diplagiat, kami akan tanya dulu ke plagiatornya dan selesaikan dengan baik, jika plagiator itu tidak terima maka baru ditindaklanjuti.
Dan langkah ini, kami rasa yg sesuai dengan apa yang kami selama ini dapat di mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan/Kewiraan.
Puas atau tidak puas bukan urusan kami, kami cuma kasih comment aja apa yg menurut kami benar. Kalau Bapak mau follow up, silakan kami dukung 100% kalau memang itu benar.
Terima kasih untuk jawaban komentar Bapak, kami sangat menghargainya.
July 9th, 2008 at 17:31
#Mahasiswa stmik inti: Sepertinya ini sudah saya bahas di reply sebelumnya, silakan dipelajari. Case-nya berbeda dengan yang anda pikirkan.
Gampangnya gini saja deh. Kan ini permasalahan saya dan pak Tata, kita bikin audiensi yuk. Kalau memang hasil audiensi menghendaki posting ini ditutup ya aku ikut hasil syuro. Cuman yang berkonflik harus ikut dong. Mosok yang berhadapan aku sama sampeyan, mahasiswa, lha yang berkonflik tidak pernah melakukan apapun.
FYI, saya sudah mengirimkan informasi tentang posting ini ke pak Tata begitu saya selesaikan submitnya. Kalau beliau berkeberatan kan harusnya beliau sendiri yang meminta untuk menurunkan posting ini pada saat itu. Beliau tidak pernah menyebutkan masalah itu kok. Dan bahkan tidak berkeberatan dengan yang saya lakukan. Kalau orang lain yang keberatan, lha terus kira-kira kemana beliau saat ini?
Tunjukkan jati diri, mari kita diskusi dengan baik, benar dan bertanggungjawab. Aku sudah fair play dengan tidak memasukkan komentar temen-temen ke spam. Sekarang giliran anda sekalian untuk fair play.
Monggo …
Tetap dalam perdjoeangan …
July 9th, 2008 at 18:02
Sepertinya ini sudah kami bahas di reply sebelumnya.
Puas atau tidak puas bukan urusan kami, kami cuma kasih comment aja apa yg menurut kami benar.
Sebab siapa suruh blog ini allow posting comments.
Mau follow up atau tidak itu urusan Bapak dan Pak Tata.
Tugas kami sudah selesai dan selalu dukung Bapak jika memang benar.
Dan satu lagi pelajaran yg bisa kami petik, jangan pernah bisa terprovokasi hanya oleh komentar orang serta membuang waktu untuk mencari kesalahan orang.
July 9th, 2008 at 18:28
#Mahasiswa STMIK Inti: Ok thanks atas diskusinya. Case closed.
July 9th, 2008 at 23:16
Saya salah satu mahasiswa STMIK INTI mewakili seluruh mahasiswa lain.
Untuk Pak Romi: Maaf atas kelakuan dosen saya. Saya percaya Mahasiswa_STMIK_Inti adalah Bpk.Tata Sutabri sendiri. Saya adalah mahasiswa STMIK INTI dan saya bisa yakinkan bahwa tidak lebih dari 3 orang yang tahu tentang blog Bpk.Romi di kampus saya. Saya sendiri menemukan blog ini bulan maret ini dan saya menjadi pembaca setia kalo lagi di kantor and kampus (hehehe..).Saya pun masih punya majalah biskom yang memuat artikel tersebut. Saat itu Bpk Tata membagi2kannya.
Mahasiswa STMIK INTI sendiri sudah 2 angkatan 2 jurusan,jumlahnya belum mencapai 40 orang. Bpk.Tata sendiri termasuk orang yang bukan dihormati melainkan di jauhi di kampus karena sangat idealis dan ehem..ngeyel lah istilahnya, dia pun orangnya suka pamer (lihat saja dia selalu bangga dengan gelar s.kom, MM yang dipampang dimana2 seperti di blog dan forum2, ga kaya mas Romi.. hehe). Percayalah Pak Romi, kami sebagai mahasiswa STMIK INTI sangatlah malu karena nama baik kampus sudah hilang.
Untuk mahasiswa stmik inti: sudahlah Pak Tata, ga usah sok anonymous menggunakan nama mahasiswa stmik inti. Lagian juga blom pernah ada sejarah mahasiswa membela bapak yang terlalu angkuh. Jangan jadi coward! akuilah kesalahan. Kami sangat malu. Jika anda memang pemimpin yang benar maka akan mengakui kesalahan. gara2 tindakan bapak kami kena pahitnya.
Karena tidak mungkin ada mahasiswa STMIK INTI yang membela bapak dalam kasus ini seperti ulah2 bapak sebelumnya yang membuat kami malu.
July 9th, 2008 at 23:23
bisa saya pastikan bahwa ‘mahasiswa stmik inti’ adalah bpk tata sendiri karena tidak mungkin mahasiswa stmik inti online dari jam 12 siang sampai sore.
Karena mahasiswa stmik inti mulai kelas jam 5 sore. Biasanya mahasiswa stmik inti ngumpul di lab untuk internetan gratis dari jam 4 lebihan lah
Kalau tidak percaya lihat saja comment2 sebelumnya yang bernama mahasiswa_tata dsb… mereka semua comment pasti jam 4 sore atau lebih sore dari itu.
Kalau masih ga percaya datang saja ke stmik inti. Padahal saya daftar untuk kelas pagi looo. .. tapi semua mahasiswa malah dipaksa masuk malam oleh kampus.
Jadi kesimpulannya id ‘mahasiswa stmik inti’ itu tata sutabri sendiri!
July 9th, 2008 at 23:34
Sekali lagi mohon maaf pada Mas Romi, dan kami, mahasiswa stmik inti akan selalu mendukung sepenuhnya serta belajar dari Mas Romi juga dari kesalahan Pak Tata. Tapi saya punya permohonan:
-Mohon jangan hapus post yang ini seperti yang di minta pemberi comment bernama ‘mahasiswa stmik inti’. Paling tidak sebelum Pak Tata sendiri yang minta maaf secara personal, akrena saya yakin ia tidak akan pernah mengakui kesalahannya dan mempelajarinya mengingat sifat nya yang “Mr.I’m always right”.
Itulah permohonan kami, agar Bpk Tata sendiri belajar, karena.. The biggest mistake, is not ever learning from it.
July 10th, 2008 at 9:48
#mahasiswa_inti_angkatan_1&2: Thanks informasinya mas. Terdeteksi sih IP addressnya
Salam untuk temen-temen mahasiswa STMIK Inti, mudah-mudahan tetap dalam perdjoeangan untuk memperbaiki republik ini. Saya bukan manusia yang sempurna, banyak salah, banyak khilaf, dan manusia dhaif (lemah). Kalau ada yang baik dari tulisan saya, silakan diambil, kalau ada yang kurang pas, silakan ditinggalkan.
July 10th, 2008 at 10:32
Hai mahasiswa_inti_angkatan_1&2 dan Pak Romi, makanya sudah saya bilang jangan gampang terprovokasi hanya karena komentar orang. Sampai deteksi IP segala, kami ini satu komunitas dengan kalian dan kami sangat membenci plagiarisme. Kami mungkin berbeda pendapat dengan kelompok mahasiswa inti lain, namun itulah demokrasi, dan kami selalu tidak pernah memandang negatif sesorang walaupun orang itu sudah bersalah pada kita. Lho katanya case closed Pak Romi…Anda tidak konsekuen dengan omongan Bapak sendiri. Silakan deteksi IP saya kalau saya Pak Tata. Orang sok tahu itu bisa kelihatan kok…
July 10th, 2008 at 10:54
Ingat Pak Romi, Ilmu yang hakiki akan melahirkan sikap khosyah dan tawadhu’. Bukan mengakibatkan sesorang menjadi menderita.
July 10th, 2008 at 11:52
#mahasiswa stmik inti: udah deh pak tata, jangan malu2in kita lagi… diem aja mendingan. diem itu emas. di kampus ngomooong mulu muter2 ga jelas apa pointnya. mo di pandang hebat?
July 10th, 2008 at 12:12
Lho kami bukan Pak Tata, silakan cek IP-nya…Pak Tata sekarang ada di kampus…cek dengan IP kampus…
Lagian mana pernah Pak Tata mau kasih comment-comment begini, yang kami tahu dia khan habis pulang naik haji. Pasti sekarang dia berusaha melakukan segala sesuatu dengan hati yg bersih.
Coba bayangkan teman-teman, kalau anak-anak dan istrinya atau saudara-saudara membaca blog ini…Teman-teman masih punya peri kemanusiaan atau tidak ? Walaupun dia mungkin bersalah soal plagiarisme ini, coba hubungilah Pak Tata, pasti dia akan minta maaf dengan tulus ke Pak Romi.
Tapi bukan begini caranya menyikapi hal ini kalau kita memang berpendidikan. Sekali lagi kami serius, silakan cek IP kami, kalau kami menggunakan IP Kampus, sedangkan Pak Tata sekarang ada di kampus pastinya…
July 10th, 2008 at 12:33
mahasiswa stmik inti: “Lagian mana pernah Pak Tata mau kasih comment-comment begini, yang kami tahu dia khan habis pulang naik haji. Pasti sekarang dia berusaha melakukan segala sesuatu dengan hati yg bersih.”
Lagi lagi bapak menyombongkan diri…
anak stmik inti tidak ada yg pernah dengar kabar tuh kalau bapak tata udh naek haji.
July 10th, 2008 at 12:36
#mahasiswa stmik inti: kalau ingin meminta maaf jangan tunggu di approach… harusnya pak tata sendiri yang approach. tak usah memikirkan apa yang teman2 pikir kalau baca blog ini… dulu juga pas copy paste sendirinya ga mikir bisanya ngasih nilai jelek ke mahasiswa yg copy paste dikit..toh, ga ada yg respect dgn bapak
July 10th, 2008 at 12:55
Kamu tidak pernah dengar dia habis naek haji, masalahnya kamu jarang masuk kuliah ya or lagi magang ya ?
Pak Tata itu udah kasih daftar referensinya dan di cut ama redaksinya…lu tau nggak sih ?
Ok, kalau memang lu berani silakan ke ruangan Pak Tata or send link halaman ini ke dia, jangan pengecut. Kami serius, kami tunggu jawaban dari mahasiswa_inti-angkatan_1&2.
July 10th, 2008 at 13:03
hahahahaha yg pengecut siapa? nanti kita print deh kita taro di seluruh kampus halaman blog ini! ga usah nyuruh2 mas Romi untuk hapus post karena halaman sudah di save siap print.
Itu hanya alasan tata saja di cut redaksi. konfirmasi Pak Hoki dan biskom sendiri bilang ga ada referensi. Walaupun ada referensi tetap kena masalah plagiarism karena mengutip hampir 100%, peraturan penulisan menurut APA memberi toleransi kurang dari 5% dari panjang tulisan. lu tau gak sih? ga tau kan? namanya juga tata. komputer aja masih gaptek. bisanya promosi kampus di forum2 doang
FYI, masalahnya bukan karena saya jarang kuliah atau magang.. tapi masalahnya saya daftar kelas pagi manajemen kampus justru menempatkan semua mahasiswa jadi kelas malam.
July 10th, 2008 at 13:05
Pak tata kok malah minta di samperin ke ruangan lah, minta di telpon lah.. malah minta di approach… wong yg salah dia kok malah ngerasa korban.. kalo berani ke kelas aja ngomong ama students. Mau minta maaf aja minta di telpon..
*Sekali lagi mohon maaf ke Mas Romi
July 10th, 2008 at 13:07
Ok, saya tunggu dalam 5 menit. Jika tidak ada response. Saya yang akan send link halaman ini ke Pak Tata dan beritahu nama kamu juga. Kami tidak main-main sebab ini menyangkut nama almamater kita, dimana kita menimba ilmu.
July 10th, 2008 at 13:12
Harusnya tata berpikir ini masalah almater sebelum dia melakukan plagiarisme… dan ga usah menunggu 5 menit,… kami akan print artikel ini sebelum org lain jadi korban
July 10th, 2008 at 13:14
ya kalo anda memang mahasiswa stmik inti situ aja yg kasih tata ngomong deh ama dia,,, susah2 bgt gebleg loh. kecuali kalo emg lo tata sutabri… pura2 ga tau minta2 dikasi tau.. minta di telpon haha
July 10th, 2008 at 13:19
Sahabat-sahabatku mahasiswa STMIK Inti sekalian, baik yang mengaku maupun yang benar-benar mahasiswa
Ayo diselesaikan secara baik baik saja, beberapa bahasan sudah masuk masalah internal STMIK Inti. Pada hakekatnya, saya mendukung siapapun yang berdjoeang untuk perbaikan dan kebaikan bersama dengan penuh rasa kejujuran
Masalah deteksi IP address, kan memang secara otomatis CMS wordpress mendeteksi IP address setiap pemberi komentar. Itu yang saya maksud.
Tetap dalam perdjoeangan untuk kebaikan!
July 10th, 2008 at 13:22
iya kami mengerti Mas Romi, maafkan kami jadi debat disini. Tapi kami muak dengan sifat Pak Tata dan ingin ia untuk introspeksi. Dan kami sangat yakin id ‘mahasiswa stmik inti’ itu tata sendiri yang tidak ingin belajar dari kesalahan masih gengsi untuk minta maaf. Padahal, minta maaf itu harus di dasari oleh rasa penyesalan yg tulus.
July 10th, 2008 at 13:27
udah deh pak tata, ga usah pake id ‘mahasiswa stmik inti’, walaupun anda bukan pak tata atau pak victor atau siapa kek yg penting id jangan mahasiswa stmik inti… malu2 in kita aja
July 10th, 2008 at 13:36
Ok, kami send ke Pak Tata dan cc ke Pak Romi…
Sekali lagi, marilah kita selalu melakukan sesuatu dengan bijak dan beretika walaupun saat berhadapan orang yang bersalah kepada kita.
Itu akan membuat akhlak dan pengetahuan kita semakin meningkat.
July 10th, 2008 at 13:36
Ok, kami sudah send ke Pak Tata dan cc ke Pak Romi…
Sekali lagi, marilah kita selalu melakukan sesuatu dengan bijak dan beretika walaupun saat berhadapan orang yang bersalah kepada kita.
Itu akan membuat akhlak dan pengetahuan kita semakin meningkat.
July 10th, 2008 at 13:38
#mahasiswa stmik inti : apa kata lo deh,, ngemeng aje
July 10th, 2008 at 13:46
Ribut gara2 Tata??
Malu dah,
mending ribut gara2 BBM..
hhe..
udah klo ga suka ma Tata,dkk cabut aja dari sana,
dah sistem ga jelas,dosen plagiat.
July 10th, 2008 at 13:50
Tau ga SeH Loh Mr. Tata TuH PELIT … so Percuma Minta Almamater Pasti SuruH BayaR ….
July 10th, 2008 at 15:09
Tataaa… siap-siap kehilangan mahasiswamu semester depaaan..
July 10th, 2008 at 15:31
bener tuh ‘mahasiswa stmik inti’ adalah tata sendiri atau staffnya, buktinya jam 18.02 masih online padahal semua kelas (padahal stmik inti cuma ada 1 kelas, lho) dimulai pukul 17.00 hingga 20.00 dan breaknya pukul 18.30 WIB….ketauaaan niiih yeeee
July 10th, 2008 at 16:45
mahasiswa stmik inti Says:
Ok, kami sudah send ke Pak Tata
dia udah tau dari dulu kale… orang di blognya yang http://tatasutabri07.multiply.com aja udh ada yg comment dari sejak tanggal 28 April!
Tatanya aja pura2 ga tau…hihihi.. kasian dee.. ngumpet2 tapi belangnya ketauan juga!
July 10th, 2008 at 20:26
Ok. Yang kami permasalahkan dan sesalkan bukan itu. Tapi sikap Pak Romi yang tidak berperikemanusiaan.
Kami sudah terlalu cape membahasnya. Lebih baik kami kembali belajar lagi, sudah mau UAS masalahnya.
Pak Romi konsisten lah dengan omongan yang sudah Anda katakan, bahwa case closed. Jangan diperpanjang lagi.
Jika Anda berbesar hati, kami pun demikian. Bukankah pintu maaf selalu terbuka bagi Anda ?
July 10th, 2008 at 21:43
Lha Pers dan Jurnalistik UGM (HimakoMedia) yg 100% mengcopy paste tulisan Pak Romi, kok dibiarkan saja ? Tidak ada referensinya lagi…parah. HimakoMedia adalah divisi dari Himpunan Mahasiswa Komputer (Himakom) UGM yang menangani bidang pers dan jurnalistik.
http://himakomedia.com/node/14
Bagaimana pendapat Bapak serta komunitas yang ada ?
July 10th, 2008 at 22:39
mahasiswa stmik inti Says:
Lebih baik kami kembali belajar lagi, sudah mau UAS masalahnya.
(Gaya lu kaya mahasiswa ajah.. haha… jelas2 lu kalo ga staff inti ya tata sendiri.. )
Pers dan Jurnalistik UGM (HimakoMedia) yg 100% mengcopy paste melakukannya bukan untuk uang! mereka hanya post di blog saja.. sudah banyak yg seperti itu. Tidak seperti yg dilakukan tata sutabri, demi ngejar fulus dari biskom. Malu2in almamater.
Tata bukannya approach minta maaf ke Mas Romi secara pribadi.. Malah kaya bencong lewat sini.. Udah bagus ga di tuntut lewat jalur hukum!
July 10th, 2008 at 22:41
mahasiswa stmik inti Says:
“Lha Pers dan Jurnalistik UGM (HimakoMedia) yg 100% mengcopy paste tulisan Pak Romi, kok dibiarkan saja ? Tidak ada referensinya lagi…parah.”
Lu tau dari mana itu artikel asli Mas Romi…? Kalau bukan lu TATA SUTABRI yang telah meng-copypaste itu!?
HAHHAAHAHAHAHHA KETAUAAAAAAAAAAN KASIAAAN DE LOOOO
July 10th, 2008 at 22:46
mahasiswa stmik inti Says:
Kami sudah terlalu cape membahasnya. Lebih baik kami kembali belajar lagi, sudah mau UAS masalahnya.”
(Ya udah kalo capep ga usah bahas! Hush… husss… Belajar sono biar IPK Gede… TAtaaaa… tata..!)
mahasiswa stmik inti Says:
Lha Pers dan Jurnalistik UGM (HimakoMedia) yg 100% mengcopy paste tulisan Pak Romi, kok dibiarkan saja ? Tidak ada referensinya lagi…parah.
Ga usah mencoba melakukan diversion deh… Mengalihkan topik aje,.. Dosen Plagiator dasar!
Coward! Pengecut!
July 10th, 2008 at 23:02
Tau diri dong.. Himakom tuh himpunan mahasiswa! Tata tuh dosen! Wajar aja mahasiswa copy paste.. udah biasa. Nah kalo dosen copy-paste, malu2in almamater! Demi uang lagi! Parah..!
July 11th, 2008 at 2:35
Ops, saya sungguh respek dengan mahasiswa stmik inti. Kami dari dogshaft community di Belanda. Ok kami akan bantu untuk mempopulerkan Pak Romi di web kami, sampai artikel blog ini dihapus. Don’t worry.
Kami tampilkan di headline www.dogshaft.com
July 11th, 2008 at 2:41
Hai…kami dari Community Lazio Italy juga ikut bantu dengan mempopulerkan Pak Romi web community kami sebagai headline www.rifondazionelazio.it
Sampai artikel blog ini ditutup. Preventi Laziale…
July 11th, 2008 at 4:08
Rekan-rekan sekalian,
Saya sebenarnya sudah tidak ingin memperpanjang lagi masalah ini. Tapi karena ada beberapa kegiatan yang sudah masuk ke spam and cracking activities, saya terpaksa harus angkat bicara lagi
Untuk memperjelas keadaan, tercatat bahwa penggunaan IP address untuk kedua pihak yang berseteru menurut catatan di server adalah sbb. Data saya berdasar IP address yang banyak muncul dalam 1-2 hari ini.
1. Komentar Pro-Tata: 118.136.92.31, 118.137.209.229 (Kabelvision/Firstmedia), 202.58.162.15 (Binus), 125.160.179.167 (Telkomnet), 116.199.206.76 (Infratel)
2. Komentar Anti-Tata: 118.136.67.69, 118.136.67.117 (Kabelvision/Firstmedia)
Untuk spam dan cracking activities dari IP 118.136.92.31, mohon maaf terpaksa saya kirim abuse report ke ISP yang bersangkutan. Mudah-mudahan segera mendapat tanggapan.
Monggo dilanjutkan diskusinya
July 11th, 2008 at 4:19
Wah, server Bapak lubangnya banyak juga…
Hampir bisa nih masuk…
Coba pakai sample ini
http://romisatriawahono.net/spip_rss.php?GLOBALS[type_urls]=/../ecrire/data/spip.log%00
Hati-hati Pak, bisa kena include attack…
July 11th, 2008 at 5:15
Pak Romi, kalau Bapak menuduh kami melakukan spam itu artinya Bapak bohong. Kami hanya testing untuk sekuriti server Bapak, bukan spam.
Sedangkan untuk yg lain kami sudah normalkan seperti semula.
Kami test Bapak,sebab Bapak tidak konsistent dengan omongan Bapak untuk close kasus ini.
July 11th, 2008 at 9:43
Pak Romi, saya dengar mengapa banyak komentar teman-teman kami yg di cut/tidak dipublish ? Padahal mereka mau menjelaskan soal cracking aktivities ini ?
Saya yakin buat mereka no problem, Anda mau lapor ISP atau ke Kepala RT, pasti nggak masalah, paling warnetnya/kampusnya di tutup.
Namun dari sini kami bisa melihat, bagaimana Bapak mengatur skenario untuk menghancurkan sesorang dengan sangat baik.
July 11th, 2008 at 9:52
Baiklah kalau memang sudah tidak fair begini. Kami cabut alias good bye. Kami tidak akan posting lagi atau mampir ke web ini. Terima kasih banyak Pak untuk waktu Bapak mendengarkan keluhan kami, kami sangat menghargainya dan kami selalu dukung Bapak selama itu benar. Wassalam…
July 11th, 2008 at 11:20
untuk teman-teman yang kuliah di STMIK INTI saya sebagai mahasiswa sama seperti teman2 merasa kasihan sebab saya dulu sempat ditawarkan dengan iming - iming kuliah hanya 2 tahun 8 bulan. namun saya melihat silabus yang diberikan, dan saya melihat yang ditawarkan di sana merupakan ilmu - ilmu instan saja, mahasiswa tidak di berikan materi dari awal, padahal kita tahu bahwa untuk menjadi programer, calon programer harus mendapatkan ilmu dari awal … misalnya untuk belajar Pemrograman java … mahasiswa minimal harus mengerti Algoritma, C++, VB sebab saya kira ilmu yang instan itu mudah dilupakan …
Saya nenghimbau kepada mahasiswa STMIK INTI jangan anda merasa kecewa, yang anda harus pikirkan sekarang ialah bagaimana merubahnya ….
harus dirubah sebab kalau tidak itu akan merugikan mahasiswa percuma toh kuliah tanpa SKILL tidak seperti yang di Iming2 kan … ( banner yang sangat besar ) ….
Teman2 STMIK bny yang menceritakan bahwa kemampuan mereka sejauh ini jauh di bawah rata2 di bandingkan kemampuan mahasiswa dikampus lain dengan jurusan yang sama …
dan apabila mereka bersaing di dunia kerja maka yang akan kalah adalah mahasiswa STMIK INTI …
saya harap bagian akademik dapat segera merevisi ulang Silabus mata kuliah sebab bila tidak mahasiswa akan mengundurkan diri satu persatu …. hanya karena masalah AKADEMIK yang tidak Sistematis dan Terstruktur ..
terima kasih …
July 11th, 2008 at 11:30
#mahasiswa stmik inti: Komentar atas nama siapa yang belum saya publish pak? Sepertinya tidak ada satupun komentar yang saya tahan kok, apalagi yang berhubungan dengan penjelasan cracking dan spam yang anda lakukan. Case diskusi dengan anda memang sudah lama saya closed, tapi bukan untuk menutup posting ini. Karena yang berhak meminta ke saya ya pak Tata Sutabrie sendiri, bukan siapapun apalagi anonymous
Sekali lagi, sampai detik ini, tidak ada satupun email ke saya yang datang dari pak Tata Sutabrie berhubungan dengan penjelasan masalah plagiarism dan atau permintaan untuk menutup posting ini.
Silakan mas dengan nickname “mahasiswa stmik inti”, “test”, “allesandro”, “tarvis” untuk berkoordinasi dulu dengan pak Tata sutabrie. Ayo kita diskusi dengan cara yang sehat, tunjukkan jati diri, sehingga diskusi kita bisa berjalan ke arah yang lebih baik dan bertanggungjawab.
Saya tidak bohong masalah spam kok. Bisa kita analisa dari komentar-komentar tidak bertanggungjawab yang betebaran di posting saya. Beberapa plugin antispam di wordpress saya juga mendeteksi bahwa spam activities sedang terjadi
July 13th, 2008 at 8:38
maklum aja pak Romi,Tata memang sifatnya pengecut mw bagaimana lagi.udah sifat aslinya seperti itu,bagaimana mahasiswa bisa maju kalau sifat dosennya seperti itu ditambah plagiat demi uang dan promosi diri.
July 13th, 2008 at 19:05
woi, para fanatik tata seperti “mahasiswa_stmik_inti”, “alessandro”,”test”.. untuk apa sih belain dosen bodoh ini… sampe nge crack segala… spamming lagi.. malah membuat nama inti jelek aja.. dari pada ada jadi korban lagi, saya promosikan deh nama jelek inti beserta dosen plagiat2nya di surat2 pembaca dan forum2 lokal biar pada ga nyasar ke stmik inti..
July 14th, 2008 at 15:52
Kebetulan saya sering memas