Katakan Tidak Pada Mandala Airlines!
by Romi Satria Wahono
Delay penerbangan pesawat adalah menyebalkan, harus nunggu lebih dari dua jam adalah memuakkan. Lha kalau pesawat tidak terbang? Ini menyebalkan dan memuakkan tentunya. Tapi ini ternyata masih mending dibandingkan dengan kejadian yang saya alami pagi ini di Semarang, karena yang ini mengerikan
. Hari ini (1 maret 2008) saya harus PP (pergi-pulang) alias “ngelaju” Jakarta-Semarang untuk ngisi Seminar tentang Multimedia Pembelajaran di Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Saya naik Mandala Airlines karena maskapai ini ada penerbangan pagi jam 6 dari Jakarta. Berangkatnya lancar, masalahnya di pulangnya yaitu dari Semarang ke Jakarta.
Karena pesawat terbang jam 20:20, selesai ngisi Seminar saya istirahat sejenak di rumah orang tua di Semarang. Habis manghrib, sambil mengurai jalan menghindari massa konser Ahmad Dani dan Mulan Jameela yang menggila di Simpang Lima Semarang, alhamdulillah sampai bandara Ahmad Yani jam 19:30. Cuman sedikit curiga karena bandara sudah agak sepi. Pas mau masuk untuk check-in, petugas bandara mengatakan bahwa pesawat terakhir adalah Garuda dan sudah berangkat, Mandala tidak terbang. Lho lho lho … pesawat tidak terbang tanpa pemberitahuan sama sekali dari Mandala, padahal posisi saya sudah ada di bandara. Makin bete karena nggak ada tempat komplen, lho pada kemana staf Mandala? Menurut petugas bandara, counter Mandala Airlines beserta stafnya sudah “kukutan” alias kabur sejak siang. Sebelum saya, beberapa penumpang Mandala kabarnya juga “kecelek” datang tanpa bisa komplen.
Saya mencoba telepon ke semua nomor telepon yang berjejalan di counter Mandala, semua gagal, sampai akhirnya bisa nyambung di nomor layanan 24 jam. Diterima service center bernama Jimmy yang dengan enteng menjawab seolah-olah gagal terbang adalah hal biasa. Kuliah umum dari mas service center terus berlanjut dengan menguraikan “teori kriminologi”
tentang siapa sebenarnya yang bersalah, dari masalah nomor telepon saya nggak bisa dikontak, salah catat nomor telepon, dan berbagai alasan lain. Intinya pihak Mandala ingin mengatakan bahwa kesalahannya ada di saya, dan bukan di Mandala … hehehe ajaib bener. Karena sudah capek, saya minta diganti saja dengan penerbangan besok paginya (2 Maret 2008) dan minta untuk diuruskan segala ticket atau penerbangan penggantinya. Jawabannya lebih asyik lagi, besok Mandala tidak ada penerbangan pagi, dan service center tidak bersedia mengurus penerbangan pengganti untuk saya. Saya diminta mengurus sendiri dengan datang pagi-pagi subuh ke counter Mandala, dan tidak ada jaminan saya bisa dapat penerbangan pengganti ke Jakarta. Nah parahnya, hasil korek informasi ke information center bandara ahmad yani, counter Mandala juga baru buka sekitar jam 6:15, padahal penerbangan pagi maskapai lain sudah berangkat sekitar jam itu.
Kalau jawaban-jawaban yang keluar tidak bertanggungjawab seperti ini, jangankan minta kompensasi uang hotel, berharap kata “maaf” keluar dari mulut service center pun adalah suatu kemustahilan. Untungnya (hehehe orang Jawa memang selalu untung) kejadiannya di Semarang, kampung sendiri, jadi masih bisa numpang “ndlosor” di rumah orang tua sambil mengerahkan “bolo kurowo” untuk nyari ticket pesawat lain supaya bisa terbang besok pagi. Tentu sangat mengerikan sekali kalau peristiwa seperti ini terjadi di kota lain. Terus satu masalah lagi, escudo kesayangan saya tidak saya masukkan ke parkir menginap di Cengkareng je. Lha apa Mandala mau bertanggungjawab kalau ada sesuatu terjadi dengan mobil hitam bulukan yang sudah 3 bulan tidak saya cuci itu. Oalah Mandala, Mandala … “njenengan” itu maskapai dengan kategori satu menurut dephub lho
Jangan sampai banyak yang jadi korban, karena selain saya ternyata ada korban lain yang lebih parah seperti pak haris dan keluarganya.
Katakan tidak pada Mandala Airlines!
#Update: 2 Maret 2008 pukul 6:00 sambil nunggu boarding Adam Air di Bandara Ahmad Yani. Untung tidak mengikuti nasehat mas Jimmy dari Mandala untuk pagi-pagi datang dan mengurus perpindahan penerbangan di Counter Mandala. Karena sampai informasi ini saya tulis Mandala Airlines adalah satu-satunya maskapai yang belum buka counternya. Jadi saya tidak bisa komplen atau minta kompensasi di Semarang
#Update: 2 Maret 2008 pukul 7:45 alhamdulillah nyampe di Cengkareng. Mumpung ada waktu dan lokasi dekat, menuju ke counter Mandala Airlines di Bandara Cengkareng untuk komplen. Nah disini lebih dahsyat lagi, manajer belum datang (kemana saja om?) dan orang yang bertanggungjawab nggak mau keluar ruangan. Semua mengaku hanya bawahan dan tidak bisa mengeluarkan kompensasi apapun. Ada satu staf yang “nyletuk” bahwa kompensasi hanya bisa diberikan dari Mandala Semarang karena itu pesawat dari Semarang. Ada satu staf lagi mengatakan bahwa ada kemungkinan bisa diurus di Mandala Airlines pusat di Tomang Jakarta … hehehe Mandala oh Mandala
#Update: 2 Maret 2008 pukul 8:15 setelah nunggu 30 menit, akhirnya datang juga manajernya, kalau tidak salah bernama Chris. Tapi jawaban tetap sama, bahwa cabang Cengkareng tidak memiliki wewenang apapun, saya malah disuruh koordinasi sendiri dan menyelesaikan masalah dengan Mandala cabang Semarang. Walah, bukannya koordinasi itu dilakukan internal antar cabang yah. Setelah saya menolak karena itu urusan internal Mandala, dengan berat hati sang manajer menelepon Semarang
Herannya penjelasan Mandala Cengkareng dan Semarang tidak sinkron, dan keduanya menjelaskan ke saya dengan nada tinggi (setengah marah?). Lha bukannya saya yang harusnya marah yah karena sudah ditelantarkan … hehehe. Terakhir malah sang manajer mendatangkan Satpam bandara segala, walah walah, masak takut sama saya yang sudah absen senam senjata dan triatlon sejak 14 tahun lalu hehehe…
Terakhir, yang sangat disayangkan, dari sejak kejadian di Semarang sampai detik ini, tidak ada satupun kata “maaf” keluar dari staf Mandala Airlines
#Update: 5 Maret 2008 ada email dan telepon dari mas Saeno M Abdi, beliau adalah Media Relation Mandala Airlines (kabarnya baru 1 bulan ini menjabat). Saya menghargai usaha mas Saeno yang telah ikhlas membaca posting ini, mencari kontak saya sampai akhirnya menemukan email dan telepon saya. Saya sudah sampaikan bahwa concern saya bukan uang, tapi berharap ada perbaikan dari Mandala Airlines dan juga maskapai lain sehingga “penelantaran penumpang” seperti yang saya dan pak Haris alami tidak lagi terjadi menimpa teman-teman semua yang ada di seluruh pelosok tanah air. Amiin.


























































































March 2nd, 2008 at 1:25
dinikmati aja pak, hihihi….
pengalaman adalah guru yang terbaik.
March 2nd, 2008 at 1:47
Lapor ke YLKI aja pak..biar dituntut rame2x…
gitu kok protes di ban sama UE…
March 2nd, 2008 at 2:52
hehe.. yang sabar yah Romi.
BT banget yah, baru 3 yah ?
baru ada 3 mas.
1. mobile 8
2. indosat
3. mandala
4 …
March 2nd, 2008 at 4:45
kalo ga salah dulu iklannya mandala itu bilang kalo mandala terbangnya “tepat waktu”. nyatanya selama ini mandala selalu delay
turut prihatin pak.
March 2nd, 2008 at 6:30
wah itu mah kategori I dari bawah… hihihi memalukan sekali.
March 2nd, 2008 at 8:16
wah kalo saya malah impressed dengan mandala yg sekarang…pelayanannya lebih bagus daripada dulu…mungkin karena belum pernah kena delay aja kali ya…hehehe…
March 2nd, 2008 at 8:50
Wah, gimana katakan tidak? Lha wong saya sudah beli tiket pp utk ke Kalimantan minggu depan via webnya je… *geleng-geleng kepala*
Semoga lancar aman selamat sajalah…
March 2nd, 2008 at 9:03
gini nih yg namanya layanan di indonesia……
industri jasa benar-benar harus dirombak….jangan mau nuntut gaji gede ajah
March 2nd, 2008 at 9:36
haha, pelanggan pun berlari kalo gak di servis dengan baik. Yup
March 2nd, 2008 at 9:42
kabar buruk buat mandala, potingan ini masuk 4 urutan teratas pake google dengan keyword “Mandala Airlines”..
gyayayayyaaaa….
March 2nd, 2008 at 10:22
lha kok pas sy ga di semarang,
ga bisa ngancani…
ntar kan bisa urun misuh
March 2nd, 2008 at 12:28
#Luri: Wah njenengan misuh nanti disangka ngelawak lho karo wong Mandala …hehehe
March 2nd, 2008 at 12:29
salah satu travel agency di bali ngga nerima booking utk mandalaair lg (taunya br mulai bulan kmrn..)
March 2nd, 2008 at 12:58
Hebat, mas Romi bisa sabar seperti itu.
- Rugi Biaya
- Waktu tentu saja
- Dimarahin
- Dikasih Satpam
- Apalagi ya.
Dari mas vcrack, ttg masuk halaman 1 google, saya kira kalau ada maskapai yang kasih kemudahan kpd mas Romi, kemudian pujian diposting di blog ini, maka dijamin maskapai itu akan masuk halaman 1 google juga.
March 2nd, 2008 at 13:12
di-forward ke media cetak aja mas
March 2nd, 2008 at 15:08
wah dalah…
Itulah culture Society kita,….????????
tapi mungkin Tuhan punya rencana lain kenapa mas romi
gagal flight Mandala…. ?, siapa yang tahu karena
kita tidak itu Buntung atau untung… ( falsafah jawa )he…he
March 2nd, 2008 at 15:28
sing sabar ya mas… ;p
March 2nd, 2008 at 18:46
pertama, ikut prihatin atas kesialan yang menimpa sampean. kedua, mikir gimana ya caranya bisa mbantu sampean menuntut maskapai kurang ajar itu?
March 2nd, 2008 at 18:54
uhhh…gregetan sekali membaca kisahnya, membayangkan kalau ini terjadi kepada saya. Kalau saya menjadi pelaku peristiwa ini ingin sekali memberikan “kapooow” pada manager itu. Sepertinya pak romi juga melakukan hal yang sama nih, itu sampe mereka manggil satpam bandara
Sebarkan saja kisah ini ke jaringan yang anda miliki pak..ke koran2 juga,supaya semua orang tahu.
FYI, saya menyewakan bazooka,M16,tank scorpion dan peralatan serbu lainnya lengkap dengan tentara bayarannya.Berminat untuk menyewa??
March 2nd, 2008 at 19:11
Curhat blogger terkenal
Kalo Mandala samapi nggak segera nanggepi bisa berabe nih…
Ayo Mandala mari tunjukkan kepedulianmu…
March 2nd, 2008 at 19:37
Yang bisa saya sampaikan pak
:
itulah endonesa
telat itu masih bisa dibilang “wajar” kok
March 2nd, 2008 at 22:22
Setuju pak Romi..katakan tidak pada maskapai tidak bermutu, mandala untuk indonesia dan Jetstar Asia untuk maskapai luar (bayangin aja dia gak mau bayarin hotel atas pesawat yang delay, kata maaf jg gak ada… )
p.s : salam kenal pak Romi, nice blog.
March 3rd, 2008 at 7:28
weleh…
masak mandala nggak tau kalo yg dihadapi itu “seorang peneliti”?! kebangeten dech! nggak gaul amat sich manajernya?!
ikut prihatin dg yg dialami pak romi, dan makasih udah berbagi pengalaman… so ntar kalo mo “terbang” JANGAN PERNAH PAKE MANDALA! SETUJU…?!
March 3rd, 2008 at 10:33
Turut berduka cita atas musibah ini,
Saya juga bekerja di Perusahaan Airlines, memang ini dilema semua perusahaan penerbangan di Indonesia, semua perusahaan pada berlomba menyiapkan penerbangan murah tapi konsekuensinya service tidak ada lagi. Masalah rangking itu tidak “murni” karena bobroknya birokrasi di DGCA… Jadi sebenarnya wajar kalau Eropa tidak memberikan approval untuk penerbangan kearea mereka.
Setahu saya di Mandala itu managementnya dipegang bule semua, yang tentunya disiplin dan customer service juga ditekankan, tapi nggak tahu kalau kenyataannya seperti itu…….
Sepertinya masalah ini dibesarkan juga nggak akan ngaruh ama perusahaannya, karena bagi mereka itu sudah hal biasa. Jadi bad image juga bagi mereka fine-fine aja
beda ama perusahaan telekomunikasi….
sing sabar yo mas….
March 3rd, 2008 at 10:36
mandala bener2 kacau……..
dukungan dan simpati buat pak romi
March 3rd, 2008 at 13:29
Ingin rasanya saya juga mengatakan “tidak” pada Mandala Airlines..
Karena, sudah berkali-kali saya merasakan delay terjadi dalam jarak yang lama dari jadwal terbang yang seharusnya. Memang sih belum pernah mengalami ngga jadi terbang, tapi biasanya pemberitahuan delay yang lama itu terjadi ketika check-in, bukan kah mereka mencatat nomor telepon para penumpang ya?
Sayang sekali, saya masih belum sanggup mengatakan “tidak”, karena harga tiket Mandala dari Denpasar ke Surabaya selalu yang paling murah dibandingkan dengan maskapai lainnya… apa boleh buat T_T
March 3rd, 2008 at 14:34
Berarti masih untung saya yang ngerasain Merpati yang ingkar janji ya Pak.
March 3rd, 2008 at 16:23
[…] Meskipun ada sedikit masalah di udara, alhamdulillah Seminar tentang Multimedia Pembelajaran di Udinus berjalan lancar. Seminar ini cukup heboh karena jumlah total peserta sekitar 1400 orang yang terbagi menjadi beberapa lokasi. 500-600 pendaftar pertama menempati kursi-kursi di Hall lantai 3 kampus Udinus, sebagian peserta ada di gedung D, dan sebagian yang lain ada di kota lain secara teleconference atau dengan media TV. Acara ini juga disiarkan secara langsung oleh TVKU, perusahaan TV lokal yang memiliki ijin siaran di wilayah Jawa Tengah. Karena peserta 80% adalah guru SD, SMP dan SMA (dan yang sederajat) yang datang karena ingin mendapatkan pengetahuan berhubungan dengan pengembangan multimedia pembelajaran, saya membawakan topik materi agak berbeda dari biasanya. […]
March 3rd, 2008 at 16:33
#Nike: hehehe lucu lucu. Merpati ya, padahal kabarnya Merpati handal untuk rute-rute daerah … soalnya memang nggak ada yang lain hehehe
March 3rd, 2008 at 17:03
Mas, postingannya udah di sharing di Suara Pembaca ?
Yah . minimal di detik.com
kejadian sepeti ini sudah lumayan sering
March 3rd, 2008 at 17:14
#Yudha: Belum, cukup di blogku saja. Supaya nggak terlalu melebar permasalahannya … hehehe. Tujuanku untuk pembelajaran dan perbaikan bersama, bukan untuk menjatuhkan …
March 3rd, 2008 at 18:01
Udah Pak, diikhlasin saja, asal tidak kepepet diniati aja shodaqoh…he..hee..
March 3rd, 2008 at 21:30
Turut prihatin. Untung si Adam tidak ikut-ikutan gag terbang kaya si Mandala. Selalu siap berdjoeang bersama!
March 3rd, 2008 at 21:58
sebaiknya di gebukin aja apa ya ?
saya juga pernah di terlantarken sama mandala. beli tiket untuk terbang jam 10-an pagi. sejak jam 8 pagi sudah stand by di cengkareng bisanya terbang sore sekitar jam 3 - 4 an. jadi orang ilang seharian di cengkareng
Yang agak jujur menurutku adalah AirAsia, di webnya pembelian tiket mereka udah ngaku ketepatan waktunya 80% aja. jarang maskapai yang berani ngaku begini. biasanya penawaranya kami paling tepat waktu.
March 4th, 2008 at 9:01
maafin deh, klo ada pelayanan kita yg buruk
mandala 108
March 5th, 2008 at 11:29
Salam Mas Romi,
Turut berduka cita atas kejadian tsb Mas.
Boleh saya tahu flight number dan schedule pernerbangan Mandala yg dicancel tsb?
Terima kasih.
March 5th, 2008 at 15:06
Seluruh Panitia seminar mengucapkan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya atas apa yang di alami mas Romi.
Kami berjanji untuk mengganti segala kerugian yang dialami mas Romi. Lain waktu tentu kita tidak akan pakai mandala lagi . Sekali lagi Mohon maaf, termasuk kererlambatan permintaan maaf ini karena info yang kami terima agak terlambat.
ttd
PANITIA
March 5th, 2008 at 18:26
#Mampu: huahuahua …. santai om, panitia di Semarang sudah bekerja keras. Penyelenggaraan seminarnya sudah cukup sukses dan mantab di bawah koordinasi om Mampuono. Yang masalah udara ini bukan kesalahan atau wilayah urusan njenengan kok, santai saja. Sebenarnya aku juga nggak niat nulis sih. Cuman aku perlu sampaikan ke publik supaya ada pembenahan. Dan pesanku ke teman-teman Mandala kemarin sebenarnya cuman satu, “perbaiki layanan”. Salam kanggo konco konco yo, aku lihat hari ini keluar di Kompas yo. Sukses lah.
March 5th, 2008 at 23:45
tujune dudu aku pak sik ngalami….
March 5th, 2008 at 23:50
#Macandago: Nek kowe wis mbok panggil satu peleton pasukanmu untuk membinasakan bandara Ahmad Yani yo …hehehe
March 6th, 2008 at 0:05
minimal satpame bonyok…waaataaaw !!!!
March 6th, 2008 at 0:29
Wah, kebetulan saya sering bolak-bolak JKT-SMG, tapi belum pernah pake Mandala meskipun sempat tergoda karena harganya yang juga murah (bedanya 100 perak sama Adam Air hehe). Mudah-mudahan Mandala baca blog ini dan segera sadar lalu memperbaiki diri supaya saya bisa punya pilihan pulang ke SMG hehe… Sabar ya Pak Romi…
March 6th, 2008 at 8:06
#
Romi Satria Wahono Says:
March 3rd, 2008 at 17:14
#Yudha: Belum, cukup di blogku saja. Supaya nggak terlalu melebar permasalahannya … hehehe. Tujuanku untuk pembelajaran dan perbaikan bersama, bukan untuk menjatuhkan …
Tapi kok judulnya “Katakan tidak pada Mandala”
berarti kan “seolah-olah” mempengaruhi pembaca utk tidak menggunakan mandala juga… harusnya judulnya diperhalus jadi :
“Mandala kok gitu Sich?!” atau
“Mandala, kamu kenapa sich?!” atau
“Mandala! nggak takut ditinggalin konsumen?” atau
“Kalo kerja yg bener dong Mandala!” atau
“Peringatan buat Mandala : Pembeli tiket adalah RAJA” atau apalah yg halus, tajam, tapi tidak mempengaruhi negatif.
heheheh… ^_^ just kidding pak romi…
March 6th, 2008 at 11:03
turut prihatin bang…
harusnya komplainnya ngajak2 bang sony sanjaya atau bang dasuki, pasti mereka mau ngelayanin
March 6th, 2008 at 21:59
ya ya ya…
setoedjoe dengan oesoel cahdata..
diganti dunk bang djuduldja..
kesannya jadi ada tendensi menjatuhkan, ngajak-ngajaki wong liyo gak numpak mandala.. padahal kan niatnya bang romi ndak begitu..
jadi inget suami sepupuku yang kerja di mandala..
dah ilang tho BT nya..?
March 6th, 2008 at 23:43
Wah kasihan mas Romi …. pasti bete banget ama MANDALA.
Saya pernah mengalami hal serupa. Kalau saya ceritakan pasti gak cukup di tempat ini.
Yah begitulah kondisi dunia penerbangan di Indonesia. Saya kira tidak hanya Mandala. Maskapai lainpun banyak seperti itu. Kalau kita telah sedikit aja, pasti tiket udah hangus, tp kalau mereka yang telat, kita gak dapat ganti rugi ….
March 7th, 2008 at 10:06
Memang disini terasa sekali bahwa service beberapa perusahaan di indonesia sangatlah masih parah, bahkan paling parah juga terjadi pada speedy.
Pernah waktu itu saya telp karena speedy ada gangguan.
Anggap aja sekarang jam 9.23
pada jam itu saya telp ke 147 terus tekan 1 dan tekan 2
saat saya telp pertama, saya lupa namanya siapa. Waktu itu saya telp kurang lebihnya “Pagi mbak.. apa benar sekarang speedy dalam keadaan normal? dalam artian tidak ada gangguan mbak…”
Kemudian dia jawab, kurang lebih “tunggu mas dicek bentar…” setelah cek di cek akhirnya keluar jawaban “ndak ada gangguan mas… lancar2 koq…”
Habis itu saya penasaran saya kontak arek2 suroboyo, dan ternyata mereka semua jawabannya sama, jawabannya apa? “Iyo bos… speedy lagi mati pisan nang kene…” dll, intinya mengatakan speedy lagi mati.
Setelah saya telp temen2, akhirnya telp lagi 147, tekan 1, tekan 2
diterima operator lain, lupa juga namanya
saya tanyakan hal yang sama, koq ternyata jawabannya berubah frontal… “Iya pak… ternyata speedy sekarang lagi ada gangguan, mohon ditunggu nanti dikonfirmasi, no telp bapak Eko berapa ya?” saya jawab dan saya tunggu sampai sekaarng yang dah lupa berapa hari, minggu dan bulan ndak ada kabar meskipun sekarang dah normal kembali.
Kira-kira apakah customer service itu tidak pernah di kader… apakah mereka itu kekurangan gaji… koq sampai tega2nya menodai citra dari perusahaan corporate yang diduduki untuk mencari sesuap nasi…
Gimana anda-anda ini bisa hidup lebih baik jika anda tidak bisa memberikan yang terbaik…
Semoga nanti para customer service-ku tidak sembarangan melayani customer dengan ngawur dan tidak punya etika. Kalau sampai ketahuan ya….. dengan hormat, silahkan anda cari perusahaan lain yang ingin anda hancurkan citranya…
btw, sabar mas romi, sabar…….
March 8th, 2008 at 22:55
hehehehe baru tau dia, SIAPA yang di telantarkan..baru nyahoo kan..di tulis di blognya, dan bukan hal yang tidak mungkin, suara bang Romi itu akan didenger/di amini oleh pembacanya ..
PS: kalo bisa Bang Romi, di capture tuh tampang orang-orangnya, biar orang pusatnya liat..siapa2 aja yang mesti bertanggung jawab..
heheh kyknya materi blognya kedepannya mengenari CRM ( Costumer Relationship Management ) lagi nee
March 14th, 2008 at 13:09
Aduhhh…. Kapan ya negara kita bisa maju dan sportif. contoh kasus yang di alamai om romy bikin aku ngenes. Apa kita kudu sabarrrrr muluk?
mandala? ahh kau tak sumpahi cepet bangkrut!!
March 18th, 2008 at 10:50
assalamu ‘alaikum…:)
Lagi kena musibah…ya pak…
Alhamdulillah masih selamet khan pak…
Untung musibahnya nggak seperti rekan kita yg sedang nyungsep waktu naik …
eeee…sekali naik langsung turun en nyungsep, tau-tau ketemu ama malaikat izrail…
lebih kasihan sama yg satu itu tho pak…?
Untungnya “cuma” delay terbang.
ato mungkin juga ini “delay” dari musibah yg mungkin tak terprediksi dan tak terharapkan seperti saudara kita itu…
Ya khan mendingan delay terbang tapi selamet, daripada cepet-cepet terbang tapi dipercepat pula ketemu malaikat izrail…….malah ndak bisa kembali ke jakarta ato ke semarang
Diambil positifnya aja pak, lebih selamet dunia akhirat lho…
maturnuwun. wassalam
March 18th, 2008 at 13:44
#ronym
mas ronym, yg jadi masalah bukan selamet atau tidak selametnya tho…., tapi masalah pelayanan dan birokrasi yg di Indonesia memang bobrok banget, itu yang harusnya diperbaiki. Kalau gak ada protes dari masyarakat, bagaimana pihak manajemen Maskapai Penerbangan tahu kualitas pelayanan di lapangan.
Lha kalau cuma delay sih kayaknya hampir gak ada penerbangan domestik yg tidak delay. Masalahnya…delay ini jadi kebiasaan, membudaya, terkesan sudah “tradisi”, padahal di dalam Islam pun kita diajarkan untuk menghargai waktu kan?
Kalau masalah hidup dan mati mah itu urusan Yang Di Atas.
March 18th, 2008 at 14:01
#ronym: Kalau segala dicarikan pembandingnya memang selalu bisa saja diambil untungnya mas. Bahkan saking merasa beruntungnya, ada orang meninggal karena sakitpun tetangganya masih bisa komentar, “untung matinya karena sakit, bukan disamber petir” … hehehe. Itu bener kata mbak Wulan, hidup mati urusan yang diatas mas
March 18th, 2008 at 16:53
ManDelay = Mandala ???
March 18th, 2008 at 21:13
Hmmmmm,, saya kira masalah “flight cancelled” di Mandala Air udah biasa, terakhir saya naik Mandala adalah rute Malang-Jakarta juga dicancel, seharusnya saya berangkat hari Sabtu dicancel, dan untungnya saya dapat sms, jadi bisa langsung minta dirubah ke flight hari Minggunya. Untungnya lagi, saya sedang liburan jadi jadwal saya flexibel.
Kalo buat orang-orang yang sibuk, saya rasa pesawat di Indonesia gak ada yg reliable masalah ontimenya, mungkin kalo saya saranin bisa naik Garuda ato Sriwijaya yg sampe saat ini masih bisa dipercaya masalah ketepatan waktu daripada maskapai lainnya.
Salam
Iman - Bandung
March 20th, 2008 at 10:33
Mau menyusul Adam Air mungkin om romi….
hehe,,(kalo dah gitu baru deh perbaikan kualitas)
March 20th, 2008 at 13:20
wah, besok minggu saya dah pesan tiket JKT-BTM.
Moga aja nggak nemu kejadian kayak mas Romi…
March 21st, 2008 at 7:50
turut berduka atas musibah tu mas romi. kayakx industri jasa penerbangan kita harus dibenahi nih. zaman reformasi harusnya pelayanannya di benahi. ini kok malah amburadul. weleh weleh.
March 21st, 2008 at 16:11
wah, sama mas… teman saya juga seperti itu. eh malah disuruh nambah Rp.165.000 supaya bisa terbang 1 minggu kemudian. pahal , berapa jam waktu yang terbuang sia sia? mana teman saya hanya mahasiswa yg punya uang pas pas an.. kalo di bandingin sm profitnya mandala, ya sebenarnya harga tiket yang Rp.500 an itu bukan apa apa.
sekitar 10 orang gagal berangkat tanggal 20 maret kemarin.
MANDALA BODOH…!!! GA ADA OTAKNYA…!!
March 21st, 2008 at 16:22
sama mas, teman saya juga mengalami. sekitar 10 orang gagal berangkat ke balikpapan dari jogja. dan tidak ada kompensasi apa apa dari MANDALA. malah disuruh bayar 165ribu untuk penerbangan 1 minggu berikutnya.
padahal teman saya cuma punya uang 50 ribu,,, masa harus tinggal 1 minggu lagi di jogja, iya kalo dapet uang lagi buat bayar tiket lagi…
MANDALA MENGECEWAKAN
March 23rd, 2008 at 0:48
@aryo
Kenapa temannya gak minta refund aja? Kan boleh pilih refund ato change schedule. Setelah refund beli tiket pesawat yg lain.
Salam
Iman - Bandung
March 24th, 2008 at 13:39
Wahhh Mandala kan gini mas “MANDALA SELALU INGKAR JANJI
” sama mas aku cuma dulu delaynya yg lama ,cuma kalo di tanya ke orang yg di semarang,dalam keadaan gak bersalah yah tunggu saja..,la ini waktu yg jadi masalah…,kemarin mau cari mandala karna terpaksa tapi memang gak jodoh ya udah naik bis aja..,podo mas pengalaman nya cuma gak sepait mas romi :d
March 25th, 2008 at 11:25
Yah… itulah suka dukanya penerbangan di indonesia, karena hampir semua airlines seperti itu…
Ga ada tanggung jawabnya
March 27th, 2008 at 21:01
ya pak , mandala tu perlu dikasih pelajaran agar diperbaiki dong layanannya. di malang aja para agen , katakan tidak untuk “Mandala” karena sering sekali pemberangkatan tiba2 di cancel tanpa alasan yang jelas.
Nah sekarang komplen bapak Romi udah masuk Rat no 3 di mbah google, moga aja masuk no 1 dalam pencarian mbah google dengan kata kunci “Mandala Airlines” rasain tu.
Moga pelayanan di Indonesia makin baik lah… amin..
April 1st, 2008 at 8:53
wah, ga bisa minta uang kembali mas… ga tau juga.. akhirnya berangkat 1 minggu kemudian dengan menambah uang 165ribu… ya, jumlah yang “kecil” buat si mandala…
amin, mudahan bisa naik terus ratingnya…
April 2nd, 2008 at 12:37
Waduh, gara-gara beli tiket Mandala PP tadi pagi jadi inget sama postingan mas Romi yang belum sempat saya baca. Setelah saya baca,…. o’o… gawat nih,… siap-siap dikecewakan deh saya…
(wah, ini kayaknya enggak deh..) hehehe… Peace Mas Romi… Tetap semangat…;-)
Saya sudah membuat list target operasi kalau dikecewakan:
1. Agen travel tempat beli tiket.
2. Yang menyarankan naik Mandala.
3. Yang memberi tiket gratis…
April 8th, 2008 at 13:25
ok, mandala airlines saya blacklist dari maskapai yg akan saya pakai utk yg akan datang.
Thanks, Pak Romi.
April 9th, 2008 at 12:52
Mungkin lagi apes aja kali mas. Aku juga wong semarang, tapi jarang pulang kampung. Seringnya seh pake mandala, alhamdulillah belum ada kejadian seperti mas Romi. Tapi tuh manajer mandala yang di jakarta lagi stress kali ya, namanya siapa tadi …. Chris kalo nggak salah. Pake manggil satpam segala.
Tetap semangat mas,
April 9th, 2008 at 17:01
hihih..ikutan mas
bukanya belain Mandala , tapi.. kebetulan pemakai Mandala, urutan no 1 buat penerbangan. kebetulan minggu lalu orangtua kejadian juga tuh mas.. pesawat dari solo-jakarta di cancel. tapi alhamdulillah kita dihubungi kok.. dan ditawarin reroute dari jogja..atau refund. kebetulan beli PP..dan ‘kebetulan’ lagi jakarta-solo nya ga terbang lagi..sempet kesel sih..dan nelpon ke service centrenya.. tapi memang dijelasin kenapa2 nya ( kayaknya ke kota2 solo dan semarang minggu lalu trouble ya? heuhu ). Trus di tawarin reroute lagi ke Jogja atau refund full/utuh. Menurut saya cukup fair.
Mas beli tiketnya lewat agen atau langsung ke counter? kalo dari agen..mungkin seharusnya dari agennyayg menghubungi mas..
. Eh..doakan penerbangan saya Jumat besok ke Bali ga di cancel ya mas…
Salam kenal.
April 11th, 2008 at 7:51
Wah wah wah. Ini pengalaman Mandala Air yang sangat terbalik dengan saya. Silahkan mampir ke http://wanhart.wordpress.com/2008/04/10/mandalaair/ untuk menulis pengalaman negatif P.Romi agar berita yang ditulis oleh saya dapat di-balance dengan pengalaman bapak. Monggo…
April 23rd, 2008 at 14:04
Kalo bbrp kejadian yg dialami temen saya beda. Mandala dgn route Batam - jkt malah berangkat lebih awal dari schedule. Sejam sebelum keberangkatan … penumpang kecele krn check in ditolak,katanya pesawat udah berangkat. Lhah???
Trus temen komplen ke counter, katanya tadi udah sms. Pas ditantangin mana bukti sms nya di outbox, gak mau kasi liat (krn emang gak ada kalee). Sblmnya pimpinannya ngumpet tuch di dalem. Begitu temen volume suaranya di adjust up, barulah muncul. Pertama tetap bertahan kalo itu bukan tanggung jawab mereka. Karena kesel lama2 meja di gebrak ama temen, katanya : pokoknya saya gak peduli, saya minta diganti tiketnya ato kapan next flight nya, kasih tiketnya GTARIS…
Baru dehhh dikasih.
Oalahh Mandala, apa emang harus dikasi jurus taichi master dulu baru mau tanggung jawab?
plis dehhhh
April 26th, 2008 at 2:38
[…] 26, 2008 · No Comments Meskipun ada sedikit masalah di udara, alhamdulillah Seminar tentang Multimedia Pembelajaran diUdinus berjalan lancar. Seminar ini cukup heboh karena jumlah total peserta sekitar 1400 orang yang terbagi menjadi beberapa lokasi. 500-600 pendaftar pertama menempati kursi-kursi di Hall lantai 3 kampus Udinus, sebagian peserta ada di gedung D, dan sebagian yang lain ada di kota lain secara teleconference atau dengan media TV. Acara ini juga disiarkan secara langsung oleh TVKU, perusahaan TV lokal yang memiliki ijin siaran di wilayah Jawa Tengah. Karena peserta 80% adalah guru SD, SMP dan SMA (dan yang sederajat) yang datang karena ingin mendapatkan pengetahuan berhubungan dengan pengembangan multimedia pembelajaran, saya membawakan topik materi agak berbeda dari biasanya. […]
April 26th, 2008 at 2:44
[…] Meskipun ada sedikit masalah di udara, alhamdulillah Seminar tentang Multimedia Pembelajaran di Udinus berjalan lancar. Seminar ini cukup heboh karena jumlah total peserta sekitar 1400 orang yang terbagi menjadi beberapa lokasi. 500-600 pendaftar pertama menempati kursi-kursi di Hall lantai 3 kampus Udinus, sebagian peserta ada di gedung D, dan sebagian yang lain ada di kota lain secara teleconference atau dengan media TV. Acara ini juga disiarkan secara langsung oleh TVKU, perusahaan TV lokal yang memiliki ijin siaran di wilayah Jawa Tengah. Karena peserta 80% adalah guru SD, SMP dan SMA (dan yang sederajat) yang datang karena ingin mendapatkan pengetahuan berhubungan dengan pengembangan multimedia pembelajaran, saya membawakan topik materi agak berbeda dari biasanya. […]
April 28th, 2008 at 9:49
[…] Sebelumnya saya mendapat image yang kurang bagus tentang Maskapai ini, karena sebelumnya saya sempet membaca berita di okezone.com, tentang Mandala yang delay sampai 10 jam. Juga sempet membaca posting-nya mas Romi Satrio Wahono, yang tidak cuma delay, tetapi gagal terbang di hari yang sama tanpa kabar berita! […]
April 28th, 2008 at 21:44
Aku jd inget pengalaman aku.wkt itu dah mau brangkat ke Banjarmasin via SBY(krena gak ada penerbangan langsung dr JOG) niatnya ngajak Ibu dan Ibu mertua berkunjung ke relasi di Bnjrmsn.gak taunya pesawat Batalvia eh Batavia gak jg terbang ke SBY, alhasil acara ke Bnjrmasn gagal. dan sekarang Ibu mertuaku dah wafat,Jd acara silaturahmi dg ibuku gak pernah terlaksana…
May 2nd, 2008 at 10:14
Memang perlu dipampang di blog dulu kok pak baru ditanggapi (takut jatuh nama baiknya)
May 2nd, 2008 at 11:18
wah… info menarik mas,
untung kemaren saya ga jadi naek mandala ini untuk ke solo, lha kalo kejadiannya kayak njenengan, mungkin udah saya obrak abrik itu mandala …
May 2nd, 2008 at 15:50
Pak Ronny apa kabar? Wuaduhh sibuk sekali ya, sampai-sampai kita belum juga bisa bertemu. Makasih juga buat semua comment tentang Mandala.
Salam,
Saeno M Abdi
May 7th, 2008 at 12:15
PAk Iwan, Mas Wioek dan temen2 semua (hihihi maap sok akrab ya) terima kasih atas segala comments yang sudah disampaikan melalui blog Pak Rommy. Sekarang tiap pagi membuka blog ini dan blog lain menjadi sarapan pagi, siang dan sore saya.
salam
May 9th, 2008 at 17:39
yah begitulah pak tipikal perusahaan yang beredar di indonesia..meskipun ada yang bagus tapi kebanyakan pelayanannya jauh dari harapan..semuanya belum ke customer centris masih ke duit sentris..kalo ada masalah semua pokoknya konsumen yang salah..konsumen yang ngurus..perusahaan sih nehi kalo di suruh minta tanggungjawab…EGP mungkin begitu kali pikirannya…
June 3rd, 2008 at 15:17
baru baca blog-nya pak …
2 minggu lalu saya naik flight mandala dari sby ke jkt, dan sangat terkesan, karena benar-benar punctual, dan pelayanannya tidak ada yang mengecewakan
mungkin efek positif dari tulisan bapak dan (mantan) penumpang lainnya sudah mulai terasa
thanks pak
June 4th, 2008 at 16:16
hmmm…memang pembelajaran dengan kasus pak rommy, saya bolak balik jog-dps hampir tiap weekend pake mandala masih baik-baik saja, cuman sekali pernah delay 30 menit itupun tanpa pemberitahuan. mudah-mudahan ga pernah ngalamin no-ops tanpa pemberitahuan, bisa-bisa dipecat dari kantor…
peace,
June 10th, 2008 at 12:31
[…] Meskipun ada sedikit masalah di udara, alhamdulillah Seminar tentang Multimedia Pembelajaran di Udinus berjalan lancar. Seminar ini cukup heboh karena jumlah total peserta sekitar 1400 orang yang terbagi menjadi beberapa lokasi. 500-600 pendaftar pertama menempati kursi-kursi di Hall lantai 3 kampus Udinus, sebagian peserta ada di gedung D, dan sebagian yang lain ada di kota lain secara teleconference atau dengan media TV. Acara ini juga disiarkan secara langsung oleh TVKU, perusahaan TV lokal yang memiliki ijin siaran di wilayah Jawa Tengah. Karena peserta 80% adalah guru SD, SMP dan SMA (dan yang sederajat) yang datang karena ingin mendapatkan pengetahuan berhubungan dengan pengembangan multimedia pembelajaran, saya membawakan topik materi agak berbeda dari biasanya. […]
June 10th, 2008 at 14:16
[…] Meskipun ada sedikit masalah di udara, alhamdulillah Seminar tentang Multimedia Pembelajaran di Udinus berjalan lancar. Seminar ini cukup heboh karena jumlah total peserta sekitar 1400 orang yang terbagi menjadi beberapa lokasi. 500-600 pendaftar pertama menempati kursi-kursi di Hall lantai 3 kampus Udinus, sebagian peserta ada di gedung D, dan sebagian yang lain ada di kota lain secara teleconference atau dengan media TV. Acara ini juga disiarkan secara langsung oleh TVKU, perusahaan TV lokal yang memiliki ijin siaran di wilayah Jawa Tengah. Karena peserta 80% adalah guru SD, SMP dan SMA (dan yang sederajat) yang datang karena ingin mendapatkan pengetahuan berhubungan dengan pengembangan multimedia pembelajaran, saya membawakan topik materi agak berbeda dari biasanya. […]
June 14th, 2008 at 17:56
ya uda..lah, sepele!
July 1st, 2008 at 10:45
begini Pak, menurut saya Mandala itu lagi proses menuju Airline yg lebih baik.. proses untuk merubah itu bukan hal yg cepat.. ya, saya rasa Mandala akan menjadi lebih baik lagi kok..
July 15th, 2008 at 15:03
Ini Indonesia, bung! Kalau bisa orang lain yang salah, kenapa kita harus disalahkan? Hehehehe.
Sabar saja, Pak Romi. Bangsa ini sedang berevolusi. Kira-kira 1 tahun cahaya lagi harapan Pak Romi (mungkin) akan tercapai.
July 28th, 2008 at 22:37
Saya terbang pakai mandala sudah lama banget, sekitar awal 1998 kalau gak salah. Waktu itu juga cuma 2xpp jakarta-dps. Waktu itu ketepatan waktu mandala lebih baik dibanding garuda. Malah saya punya pengalaman yg cukup berkesan dgn mandala. Waktu itu dollar lagi bergejolak dan tiap beberapa saat harga tiket pesawat naik. Saya yang sudah booking tiket ke dps tapi belum beli ditelpon oleh mandala supaya segera beli agar tidak kena kenaikan harga tiket.
August 5th, 2008 at 21:56
Wah saya bisa ngerti gimana jengkelnya, karena saya beserta rekan2, ponakan2 saya, ortu saya di waktu yg tdk bersama’an pernah ngalamin delay yg sangat lama sampai dengan gagal terbang tanpa pemberitahuan. Route kami pun beda2, yaitu MLG-BPN,BPN-MLG,MLG-JKT,JKT-BPN tapi maskapainya 1… MANDALA…
August 19th, 2008 at 21:38
saya setuju dengan bapak, Mandala is really suck !!
suami saya bangga sekali dengan mandala pas naik bersama, kenyataannya SAMA dan diapun kecewa, pelayanannya tetep tak bagussss…dan saya sudah post juga di media lain dan menurut suami saya managementnya baru tapi apa jaminannya??
jangan mau pak di sogok buat tutup mulut…inikan negara demokrasi…