Meluruskan Salah Kaprah Tentang Hacker
by Romi Satria Wahono
Ajari saya meng-hack server orang dong mas, saya pingin menjadi hacker nih (Joko, Semarang)
Ini termasuk pertanyaan yang sering masuk ke mailbox dan window YM saya. Dalam beberapa tahun ini terminologi hacking memang menjulang. Buku yang “tipis”, “instan” dan menggunakan judul “hacking” menjadi syarat baru penulisan buku-buku populer di Indonesia. Ini adalah permainan berbahaya dari para penerbit (yang diamini penulis) karena kerusakannya bisa sampai ke generasi muda kita. Membuat semakin kentalnya budaya bahwa ilmu pengetahuan bisa didapat dengan cara cepat, instan, bahkan cukup dengan modal buku setebal 20-50 halaman. Yang pasti hacker bukanlah craker, hacker membangun sesuatu sedangkan cracker merusaknya. Mari kita kupas tentang hakekat hacker dan hacking activities ini.
Sebagian besar literatur menyebut bahwa istilah dan budaya hacker pertama kali digunakan pada tahun 1961 ketika MIT mendapat kesempatan menikmati mesin PDP-1. Komputer pertama produksi DEC ini menjadi mainan favorit mahasiswa MIT khususnya yang tergabung di Tech Model Railroad Club. Mereka membuat alat-alat pemrograman, membuat banyak program, mengembangkan etika, jargon dan bahkan ngoprek PDP-1 sehingga menjadi mesin video-game generasi awal. Budaya inilah yang kemudian terkenal menjadi budaya hacker yang sebenarnya. Para hacker di Tech Model Railroad Club menjadi tim inti laboratorium penelitian Artificial Intelligence (AI) MIT yang menjadi pioneer dalam penelitian AI di dunia sampai saat ini.
Project ARPAnet yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika tak lepas dari campur tangan para hacker MIT ini. ARPAnet lah yang menyatukan budaya hacker dari berbagai “suku”, misalnya dari Standford University dan Carnegie Mellon University (CMU). Para hacker MIT bahkan akhirnya berhasil mengembangkan sistem operasi sendiri bernama ITS (Incompatible Time-Sharing System) yang legendaris, menggantikan TOPS-10 sistem operasi standard yang diproduksi oleh DEC untuk PDP-10. ITS awalnya dibangun dengan assembler, tapi kemudian diubah ke dalam bahasa LISP, bahasa pemrograman functional yang dekat dengan dunia Artificial Intelligence.
Kreasi lain dari para hacker MIT yang cukup legendaris adalah Emacs (karya Richard Stallman), editor favorit yang tetap dipakai oleh banyak programmer mesin unix sampai saat ini. Saya mengenal pertama kali Emacs ketika masuk kampus di Saitama University tahun 1995, saya gunakan untuk menulis semua laporan kuliah saya, membaca email, browsing web, membaca newsgroup dan bahkan Emacs jugalah yang saya gunakan untuk membangun IlmuKomputer.Com generasi awal. Selain hacker dari MIT, para hacker Stanford University dan CMU juga tidak mau kalah, mereka bahkan berhasil mengembangkan aplikasi bersekala besar berupa expert system dan robot industri.
Hacker dari Bell Labs bernama Ken Thomson yang dibantu oleh hacker lain bernama Dennis Ritchie dengan bahasa C-nya mengembangkan sistem operasi Unix. Kolaborasi Thomson dan Ritchie adalah kekuatan yang sangat fenomenal, karena mesin Unix dan bahasa C adalah formula manjur pengembangan sistem operasi Unix dari varian manapun sampai saat ini (BSD maupun System V dimana Linux termasuk didalamnya). Perlu dicatat juga bahwa pada tahun 1982, para hacker dari Stanford dan Berkeley yang dipimpin William (Bill) Joy mendirikan satu perusahaan bernama Sun Microsystem.
Era 1984 dimulainya berbagai episode cracking yang cepat terkenal karena diangkat oleh pers dan para jurnalis. Para jurnalis mulai keliru menyebut kejahatan komputer dan penyimpangannya sebagai sebuah “hacking activities” dimana pelakuknya disebut dengan hacker.
Hacker yang sebenarnya adalah seperti Richard Stallman yang berjuang dengan Free Software Foundation dan puluhan tahun bermimpi membangun sistem operasi bebas bernama HURD. Linux Torvald juga adalah seorang hacker sejati karena tetap komitmen dengan pengembangan kernel Linuxnya sampai sekarang. Kontributor dalam pengembangan Linux dan software open source lain juga adalah para hacker-hacker sejati.
Pelaku carding (penyalahgunaan kartu kredit), phreaking, dan defacing bukanlah hacker tapi mereka adalah cracker. Ungkapan legendaris dari Eric S Raymond dalam tulisan berjudul how to become a hacker, “hacker membangun banyak hal dan cracker merusaknya“. Hacker sejati adalah seorang programmer yang baik. Sesuatu yang sangat bodoh apabila ada orang atau kelompok yang mengklaim dirinya hacker tapi sama sekali tidak mengerti bagaimana membuat program. Sifat penting seorang hacker adalah senang berbagi, bukan berbagi tool exploit, tapi berbagi ilmu pengetahuan. Hacker sejati adalah seorang penulis yang mampu memahami dan menulis artikel dalam bahasa Ibu dan bahasa Inggris dengan baik. Hacker adalah seorang nerd yang memiliki sikap (attitude) dasar yang baik, yang mau menghormati orang lain, menghormati orang yang menolongnya, dan menghormati orang yang telah memberinya ilmu, sarana atau peluang.
Bukanlah sifat seorang hacker apabila diberi kepercayaan memegang administrasi di sebuah server malah memanfaatkannya untuk kegiatan cracking. Atau bahkan kemudian menyerang dan menghancurkan server dari dalam ditambahi dengan memberi ejekan kepada pemilik server yang telah memberinya kesempatan. Dengan terpaksa saya sampaikan, sayapun pernah mengalaminya. Selama ini saya selalu mendukung movement anak-anak muda di dunia maya, saya senang dengan semangat mereka. Ratusan komunitas saya beri domain dan hosting gratis sebagai reward perdjoeangan mereka karena mau sharing knowledge ke teman-teman lain di tanah air. Sayangnya ada cracker yang mengaku hacker (meski tidak memiliki attitude sebagai hacker) yang mempermainkan peluang ini. Setelah puas membuat satu dedicated server yang berisi ratusan situs komunitas lain di-shutdown perusahaan penyedia server karena kegiatan phreaking yang dia lakukan, masih sempatnya mengumpat saya dengan sebutan-sebutan yang tidak manusiawi. Apakah saya kapok? Tidak
Saya akan tetap memberi kepercayaan, dukungan server dan domain gratis bagi aktifis-aktifis dunia maya.
Hacker bukanlah orang dengan nickname, screenname atau handlename yang lucu, konyol dan bodoh. Eric S Raymond menyebut bahwa menyembunyikan nama, sebenarnya hanyalah sebuah kenakalan, perilaku konyol yang menjadi ciri para cracker, warez d00dz dan para pecundang yang tidak berani bertanggungjawab atas perbuatannya. Hacker adalah sebuah reputasi, mereka bangga dengan pekerjaan yang dilakukan dan ingin pekerjaan itu diasosiasikan dengan nama mereka yang sebenarnya. Hacker tidaklah harus orang komputer, karena konsep hacking adalah para pembelajar sejati, orang yang penuh antusias terhadap pekerjaannya dan tidak pernah menyerah karena gagal. Dan para hacker bisa muncul di bidang elektronika, mesin, arsitektur, ekonomi, politik, dsb.
Meluruskan pemahaman masalah hacker adalah proyek penyelamatan generasi dan perbaikan bangsa. Dan ini bisa dimulai dengan memperbaiki kurikulum pendidikan kita sehingga mampu mendidik mahasiswa kita menjadi hacker sejati. Dan marilah kita bersama-sama berdjoeang supaya menjadi hacker yang bisa memberi manfaat dan yang bisa memperbaiki republik ini dari keterpurukan.
Tetap dalam perdjoeangan!


























































































February 27th, 2008 at 22:51
setuju sekali dengan tulisan RSW ini, saya agak miris melihat banyak sekali buku2 yang berlabel cara cepat jadi hacker, atau hacking yang mudah, tetapi berisikan mengajari menggunakan script kiddies dan tools exploit,
hmmmm adik saya gemar sekali membaca buku beginian…
February 27th, 2008 at 22:57
Jadi inget masa dulu, selalu aja di channel ada yg tanya. bagi shell donk atau gimana nih pengen nge-root. Selalu saya jawab instal aja Linux.
Biasanya lalu pada semangat install Linux terus setelah itu tanya, abis itu gimana mas ? Saya jawab “Lho kan udah dapat root dan shellnya”, mau apa lagi.
Maaf kalau ada yg ter”sindir” hi hi hi hi
February 27th, 2008 at 23:14
#Rendy: Yap begitu om keadaan sekarang. Buku komputer kita sekarang semakin berwarna hitam dan semakin tipis. Tapi itu yang jadi best seller
#IMW: Wah jawaban cespleng itu … hahaha
February 27th, 2008 at 23:40
“#Rendy: Yap begitu om keadaan sekarang. Buku komputer kita sekarang semakin berwarna hitam dan semakin tipis. Tapi itu yang jadi best seller
”
hohoho… keinget dah lama ga ketoko buku pak:D
February 28th, 2008 at 0:16
@imw: ada yang lebih mantap lagi. kalau mau cari “root” tinggal ke kebun. kalau mau cari “shell” tinggal ke pantai.
February 28th, 2008 at 0:19
#Ariya: Nah om Ariya ternyata selevel lebih tinggi daripada om IMW … huahuahua lucu bener
February 28th, 2008 at 0:21
Bagaimanapun juga, hacker jahat tetap dibutuhkan
Tanpa mereka, security ngga akan menjadi semakin bagus.
Admin akan lengah, dsb.
Profesi keamanan komputer jadi populer!
Jadi? Bersyukurlah dengan adanya hacker jahat
February 28th, 2008 at 0:57
#Obyektif: Hacker itu attitude, kalau jahat dia berubah menjadi “cracker”. Hacker yang baik dia akan mengumumkan atau membuat tulisan tentang penemuan adanya vulner di suatu sistem. Atau mengatakannya ke admin sistem dengan baik-baik, tidak langsung melakukan defacing atau rm -rf
Say yakin tidak ada yang bersyukur adanya hacker jahat kok …
February 28th, 2008 at 1:40
#Ariya, dua-duanya bisa dicari di REAL eh salah supermarket maksudnya
February 28th, 2008 at 4:25
Pencerahan yang memikat. Perlu disebarluaskan. Boleh kan, Pak?
February 28th, 2008 at 6:05
ada satu nama besar yg terlewat di tulisan ini: John Mc Carthy!
February 28th, 2008 at 6:48
@ariya
kalau sekarang nyari shell tidak usah ke pantai. di pinggir jalan udah mulai banyak kok.
February 28th, 2008 at 7:42
saya ingat, saya kapok membeli buku komputer terbitan lokal gara-gara ada buku tipis merah berjudul belajar cepat administrasi apache di redhat. setelah dibuka isinya cuma manual-nya apache di-print (bahkan tanpa menerjemahkannya!). sejak itu, jika ingin mendalami sesuatu, saya memilih textbook terbitan bahasa inggris yang jauh lebih terpercaya.
February 28th, 2008 at 8:07
#Paman Tyo: Hehehe silakan om, dengan senang hati
#Coward: Hehehe … sip sip
#Yan: Pasar maksudnya?
#Galih: Saya biasanya minta petugas toko buku membuka plastik buku dan saya cek bukunya dulu sebelum beli buku
Ya resikonya diprenguti hehehe
February 28th, 2008 at 9:28
SIP DEH
February 28th, 2008 at 9:53
terima kasih pencerahannya mas
tp ya memang begitu adanya mas. terkadang sebagai seorang pemuda yang masih mencari jati diri(duh bhs nya) pengen juga ngedeface terus munculin nick kita, terus pamer(pasti banyak tu yang bilang “wah hebat”), nah keiinginan yang begini deh yang bikin banyak orang akhirnya terjerumus untuk mencari cara instant menjadi “hacker”(baca:cracker),
padahal seperti apa yang mas romu tulis, banyak sekali pengetahuan yang harus dimiliki seorang hacker sebelum dia benar benar siap untuk mulai melakukan “hacking”, jadi inget pertama kali baca “web hacking”nya - stuart mcclure(buku terjemahan sih, jd malu) pusing bacanya banyak bahasa aneh didalamnya…
February 28th, 2008 at 10:08
@galih
begitulah buku kita, kebanyakan judul keren tapi isinya miskin, dan salah satu kelemahan kita juga saya adalah males buka-buka manual,help dan referensi karena suka alergi (gatal-gatal) kalo ketemu bahasa selain Indonesia.
Padahal kalau kita mau sebenernya banyak sekali e-book2 yang bisa dijadikan referensi, atau ke ilmukomputer.com aja
February 28th, 2008 at 10:56
dah lama gag beli buku indo lagi, dah kapok kayak galih.
* sepertinya aku beli juga buku itu lih *
setuju ama cakbud, kalo cari referensi mending googling aja meski kudu sepet baca manual berbahasa inggris
February 28th, 2008 at 11:25
Kalau buku di sini kurang bagus,
bagi para pakar mohon bagi-bagi ilmu-nya dong
dengan menuliskannya dalam bentuk buku.
salam perdjoeangan !
February 28th, 2008 at 11:32
Yup setuju…
“Mari kita belajar menjadi hacker sejati yang senantiasa ikhlas berbagi dalam hal apapun”
February 28th, 2008 at 11:35
“Dan bukanya malah orang yang merusakkanya
Terjatuh dalam hal sia-sia
Menjadi sampah yang hanya layak disingkirkan dari muka dunia ini”
Mohon maaf dengan sangat sekiranya, bahasa saya sedikit agak kurang nyaman dihati
Mungkin karna agak sebal dengan hal tersebut
alangkah baik kita memulai dnegan diri kita sendiri unruk senantiasa berbagi kebaikan dan bukanya keburukan
February 28th, 2008 at 11:48
Betul pak, saya sering banget ditanyain soal beginian. kalo dijawab kagak tau, dibilang kita kagak mau bagi ilmu. kalo dibilang kalo itu melanggar hukum, dibilang kita sok bijak. aduh, emang susah membagi perspektif hacker ini ke orang lain, bahkan ke orang komputer sekalipun.
February 28th, 2008 at 13:42
sebagai salah satu yang suka iseng nulis buku berbau komputer di indo. saya juga pernah ikut nulis buku kecil-item yang ada hacker-nya di judul (Di Balik Kisah-Kisah Hacker Legendaris).
Tapi (dengan maksud membela diri tentunya :p) dalam buku itu tidak diajarkan teknik ‘jahat’ sama sekali (karena saya juga nggak bisa).
justru di situ ada kisah hacker seperti ‘St Ignucius’ Richard Stallman, Linus Torvalds atau Tim Berners-Lee.
Dan dari khazanah indonesia dimasukkan selintas nama-nama seperti Onno W Purbo atau I Made Wiryana.
February 28th, 2008 at 15:34
#Wicak: Aku dah baca bukumu kok mas. Great job, bentuknya biografi yang bisa banyak diambil hikmahnya
February 28th, 2008 at 17:01
dari pada nge-crack mending nge-blog aja yuk…
February 28th, 2008 at 17:36
gimana dapet domain gratis?
February 28th, 2008 at 20:38
#Kiki: Kontak RSW lewat YM jelaskan komunitas yang mau dibangun, kalau bisa bikin argumentasi yang bagus, Insya Allah bisa disupport …hehehe
February 28th, 2008 at 22:36
Hacker, orang pinter yang seneng bagi ilmu. karena kalo ilmu dibagi bukannya malah berkurang, tapi semakin bertambah & berkembang mengikuti jaman.
matur suwus mas romi atas pencerahannya
February 28th, 2008 at 22:44
Betul Pak Romi,
Beda tipis antara Hacker dan Cracker, cuma beda Niat aja
February 29th, 2008 at 1:16
#obyektif, duh kepiye tho iki? system itukan mirip kayak rumah. kalau rumah kita terbuat dari kayu, yah jebolnya pakai gergaji. kalau rumahnya terbuat dari beton, jebolnya bisa pakai mobil traktor aja atau bom sekalian? jd kalau ada pencuri gitu suka yah? duh keblinger ini namanya.
February 29th, 2008 at 10:58
wah berarti lomba hacker yang selama ini banyak diadakan itu pada salah ngerti semua dong!!!hi hi hi h
harusnya bukan lomba hacking tapi cracking
March 1st, 2008 at 8:07
Yuk ramai-ramai jadi Hacker (yang baik)
)
March 1st, 2008 at 10:17
brarti hacker itu kudu nyiptain sesuatu yg berguna bagi dunia TI gitu ya, mas Romy? sayang aq bukan lulusan TI
March 1st, 2008 at 12:18
#Toim, nggak selalu yang namanya “hack” itu selalu berbau hal ICT atau IT. bisa juga ke hal yang lain. baca blognya mas romi pada kalimat terakhir pada paragraf kedua terakhir. “Dan para hacker bisa muncul di bidang elektronika, mesin, arsitektur, ekonomi, politik, dsb.”
March 1st, 2008 at 21:14
tapi maaf mas romi, saya tetap aja bingung ngapain sih ada yg nyusup2 ke dalam kompi orang lain? atau ngacak2 email orang lain? itu termasuk hacker atau cracker yak? mo’on ma’ap.. maklum orang bodo..
best wishes for you..
anakbodo
March 1st, 2008 at 23:15
#Anakbodo: Uji tool or teknik yang baru didapat
Cracker pastinya.
March 3rd, 2008 at 10:23
Nuhun kang, numpang posting. Kalo bisa hacker Indonesia bersatu untuk menghancurkan situs-situs yang gak bener dan bisa merusak moral bangsa. Jadinya sekalian praktekin ilmu sekalian membela bangsa.
March 3rd, 2008 at 14:27
obegitu
baru kamsud deh
March 3rd, 2008 at 16:16
tambah ilmu lagi….
makasih pak romi, begitu banyak langit di atas langit…
March 4th, 2008 at 15:10
tulisan yg sangat menarik
sy suka quote ini
“hacker membangun sesuatu, sedangkan cracker merusaknya”
March 6th, 2008 at 7:55
Buku hitam yg nggak terlalu tebel…
Hmmmm… waktu itu saya liat di toko buku, dan begitu baca judulnya “menjadi hacker instant” [atau apalah saya lupa, pokok seperti itu ^_^] saya malah nggak tertarik sama sekali, sangat mencolok dan terkesan “ben laris”.
ilmu hacker kok dijual…?! waktu itu saya cuman “mbatin” kayaknya yg namanya hacker itu tidak semudah dan serendah itu dech…
eh abis mbaca pencerahannya pak romi di atas, ternyata BENER! ternyata memang ada hal yg “spesial” dibalik gelar hacker.
pak romi mo crita dikit, saya pernah melakukan “sesuatu” secara tidak sengaja telah membuka proteksi pada aplikasi game popcap. yg tadinya hanya trial 30 menit, ternyata bisa unlimited license tanpa harus “mbayar”. tapi sekali lagi itu tidak saya sengaja tanpa bantuan software / aplikasi cracker apapun, dan setelah saya teliti [halah emangnya kamu siapa mas? yg peneliti sejati itu kan pak romi ^_^ hehehe..] cara mbukak proteksi di aplikasi itu cuman bisa dilakukan di windows 98. apa itu yg namanya “hole”?? [hole in one kali ya?!] atau bug?? [ach nggak tau.]
apa itu yg namanya cracking pak romi?? kalo emang iya, saya malah nyesel dan malu bisa nemuin cara itu..
saya pengin jadi hacker seperti pak romi, bukan cracker… pengin jadi pembangun, dan bukan perusak.
viva hacker indonesia! ^_^
March 6th, 2008 at 22:18
ada kutipan yang menarik :
“..
Saya berikan banyak demo langsung untuk memberi gambaran bagaimana sistem bisa diserang, dan bagaimana penyerang bekerja. Server teknik.unsoed.ac.id sempat saya jadikan target sistem secara live, dan ternyata memang banyak password yang terambil dari port ftp dan pop3.
..”
source: http://romisatriawahono.net/2006/10/13/hacking-di-unsoed-purwokerto/
saya jadi bingung, lalu apa bedanya dengan buku “hacker instan” yg katanya byk beredar sekarang
March 6th, 2008 at 22:48
#nobody: BTW, ikutan datang di Unsoed nggak waktu itu? hehehe. Temanya tentang Network Security, tahapan penyerangan perlu dijelaskan karena ada proses transfer mind, supaya admin bisa mencegah. Filosofi cracker dan hacker seperti yang ada di tulisan ini tetap saya jelaskan.
March 8th, 2008 at 19:02
Yg ini hacker apa cracker, om?
http://th0r.info/
March 9th, 2008 at 23:05
Waduh bagus sekali pak Romi. Mudah-mudahan yang “sok hacker” pada baca artikel ini.
Salam.
March 10th, 2008 at 9:07
Wah bagus sekali Pak Romi, selama ini kita (khususnya saya) udah salah mengerti tentang arti “Hacker” yang sebenarnya, mudah-mudahan bermanfaat.
Saya ingin mengutarakan sesuatu,
sebenarnya orang Indonesia, khususnya pemuda dari kalangan pelajar dan mahasiswa adalah orang yang cerdas, hanya saja mereka salah jalan malah menjadi cracker, mari kita “Berdjoeang” (ikutan Pak Romi) untuk kemajuan Indonesia, salam perdjoeangan.. tetap semangat.
March 17th, 2008 at 21:54
Artikel yg sangat menarik dan membuka wawasan. Thanks Pak Romi.
March 21st, 2008 at 20:24
Mas, saya seorang pelajar smk(informatika). sekarang banyak banget Forum internet yang mengajarkan kita Trik Hacker, tapi Isinya untuk Ngekrack(Ngerusak),,
saya pengen nanya, forum internet yang Mendukung saya untuk terus berkembang Dan jadi seorang hacker sejati dimana?????
kalo bisa yang gratisan!!!!!!
plz kirim ke e-mail saya ya?????
makasi>>>>>
March 25th, 2008 at 14:24
[…] Olala, saya kok melihat sekelebatan penampakan si Kevin Mitnick yang lagi menyusup ke komputer perusahaan Santa Cruz Organization di tahun 1987. “The Condor” ini jugalah yang merusak komputer milik DEC setelah dipenjara karena kasus Santa Cruz. Sipir penjara di Lompoc ketakutan dengan legenda Kevin Mitnick dan menyangka dia bisa masuk ke komputer hanya dengan modal telepon, sampai sipir penjara memasukkan Kevin ke ruang isolasi penjara selama berbulan bulan. Menyedihkan dan saya turut prihatin karena manusia brillian yang sedang mencari jati diri ini terpaksa mengalami gangguan jiwa karena isolasi penjara itu. Keluar dari penjara, semakin banyak korban berjatuhan, termasuk server perusahaan sekelas Sun Microsystem. Petualangannya berakhir ketika berhadapan dengan seorang hacker bernama Shimomura yang dibantu FBI. Kisah penangkapannya sangat legendaris, dramatis dan sempat diangkat dalam sebuah film dokumenter berjudul Takedown. Bebas dari penjara tahun 2000, Kevin baru boleh menyentuh komputer dan Internet tahun 2003. Menulis banyak buku selama dipenjara dengan nama “Anonymous” dan mendirikan perusahaan keamanan komputer setelah keluar dari penjara. […]
March 25th, 2008 at 16:17
[…] Olala, saya kok melihat sekelebatan penampakan si Kevin Mitnick yang lagi menyusup ke komputer perusahaan Santa Cruz Organization di tahun 1987. “The Condor” ini jugalah yang merusak komputer milik DEC setelah dipenjara karena kasus Santa Cruz. Sipir penjara di Lompoc ketakutan dengan legenda Kevin Mitnick dan menyangka dia bisa masuk ke komputer hanya dengan modal telepon, sampai sipir penjara memasukkan Kevin ke ruang isolasi penjara selama berbulan bulan. Menyedihkan dan saya turut prihatin karena manusia brillian yang sedang mencari jati diri ini terpaksa mengalami gangguan jiwa karena isolasi penjara itu. Keluar dari penjara, semakin banyak korban berjatuhan, termasuk server perusahaan sekelas Sun Microsystem. Petualangannya berakhir ketika berhadapan dengan seorang hacker bernama Shimomura yang dibantu FBI. Kisah penangkapannya sangat legendaris, dramatis dan sempat diangkat dalam sebuah film dokumenter berjudul Takedown. Bebas dari penjara tahun 2000, Kevin baru boleh menyentuh komputer dan Internet tahun 2003. Menulis banyak buku selama dipenjara dengan nama “Anonymous” dan mendirikan perusahaan keamanan komputer setelah keluar dari penjara. […]
March 27th, 2008 at 13:07
[…] Menurut tulisan mas Romi, seorang hacker biasanya membangun dan becitra positif, sedangkan cracker biasanya merusak dan so pasti bersifat negatif. Dua kata ini, khususnya hacker telah mengalami penyimpangan. Sampai sekarang, hacker dianggap sebagai perusak dan berkonotasi negatif. […]
March 27th, 2008 at 15:07
[…] Pertama, banyak para hacker yang direpotkan oleh pada “hacker”. Perbedaan dari hacker dan “hacker sudah dijelaskan dengan sangat baik oleh Pak Romi dan saya pikir seharusnya pak Roy Suryo ini sudah mengerti dan tidak tambah menyesatkan masyarakat dengan pernyataan yang menyudutkan para hacker. Bukannya demikian, pernyataan beliau justru menunjukkan bahwa pak Roy juga termasuk dalam kategori orang yang salah kaprah padahal seharusnya tidak. […]
March 27th, 2008 at 23:57
[…] Menurut tulisan mas Romi, seorang hacker biasanya membangun dan becitra positif, sedangkan cracker biasanya merusak dan so pasti bersifat negatif. Dua kata ini, khususnya hacker telah mengalami penyimpangan. Sampai sekarang, hacker dianggap sebagai perusak dan berkonotasi negatif. […]
March 28th, 2008 at 8:29
[…] Tengok saja, tulisanya ‘Meluruskan Salah Kaprah Tentang Hacker’ […]
March 28th, 2008 at 9:56
[…] Kembali lagi. Dengan resistensi yang menurutku terlalu besar, akan cukup “berbahaya” kalo nanti diterapkan. Yang jelas para cracker ( bukan hacker istilahnya !! baca disini ), dari kalangan rebel ( yang dalam hal ini sebelumnya mereka adalah resistor ), akan mencari cara untuk menembus proteksi… […]
March 28th, 2008 at 11:05
[…] Saya ngeblog baru kemaren sore… tapi saya bisa membedakan mana blogger, mana hacker… mana cracker… Saya sangat mengagumi para hacker Indonesia nyang kreatif daripada beliau nyang seenak udele aj membuat pernyataannya (hehe.. walopun web saya pernah di-hack). Seolah-olah menurut dia blogger sama dengan hacker! Saya harap pemerintah tidak terpengaruh ma beliau ini. Saya harap pemerintah mengambil referensi nyang tepat dalam menerapkan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Saya harap pemerintah juga menerapkan peraturan ini secara proporsional dan tepat sehingga tidak ada rakyat tak berdosa jadi korban. Di dunia nyata dah jadi korban masa di dunia maya mau jadi korban juga…. […]
March 28th, 2008 at 21:42
menurut okta,
hacker itu perusak sistem yang baik2 -> for learning something and not bad effect of their behaviour
cracker itu perusak sistem yang jahat -> ini yang dangerous
*ato kebolak ya??*
March 29th, 2008 at 3:46
#imam - http://th0r.info/ itu kalau didunia nyata mirip2 sama RS pakar telematika yang mensejajarkan blogger dengan hacker.
March 29th, 2008 at 13:55
[…] Saya sebagai blogger sangat tersungging mengenai hal ini dikarenakan Blogger dan Hacker disamakan dengan penjajah yang suka menyerang gara gara pornografi. Yang perlu digaris besar tidak semua Blogger adalah “Hacker” dan tidak semua Hacker adalah Blogger(ko jadi pusing ya) . Mungkin Bpk. Romi Satrio yang akan menjelaskan lebih lanjut mengenai hacker yang judulnya Meluruskan Salah Kaprah Tentang Hacker […]
April 1st, 2008 at 0:05
waduh Bpk.Satrio mohon maaf,, ko jadi nyasar kesini ya
, Salam blogger aja dari Bandung
April 4th, 2008 at 12:21
Salut buat Anda Mr.Romi Satria Wahana, informasinya sangat berguna sekali, semoga TUHAN MEMBERKATI ANDA.
April 4th, 2008 at 15:02
[…] RomiSatriaWahono […]
April 4th, 2008 at 18:47
hacker itu tidak sama dengan cracker. hacker sama dengan blogger
April 4th, 2008 at 18:53
#Zikri: Dan kesamaan hacker dan blogger kabarnya mencapai 68%?
April 5th, 2008 at 14:42
[…] Blogger itu hal positif, hacker juga hal positif. Nggak ada salahnya kok Blogger bercita-cita jadi hacker, karena hacker itu sebutan moral untuk orang-orang yang punya antusiasme dan militansi di suatu bidang. Harusnya selain ada hacker komputer, juga ada hacker robot (kayak pak Son itu), hacker teknologi IC, hacker teknologi penerbangan, hacker ilmu sosial, hacker pustakawan, dsb. Nah yang tukang ngerusak server orang, deface situs depkominfo atau nempelin gambar “tokoh” itu adalah cracker. Cracker bukan hacker, apalagi blogger. Blogger itu punya sifat yang terbuka alias tukang narsis, yang istilahnya “lagi minum kopi” atau “ngiler waktu tidur” saja ditulis dan fotonya dipajang …hehehe. Jadi kecil sekali kemungkinannya si blogger ini tiba-tiba jadi punya sifat tertutup dan suka sembunyikan wajah ala cracker. Nah saya coret-coret mengenai masalah ini di artikel meluruskan salah kaprah tentang hacker. Mohon kritikannya kalau ada yang salah dari tulisan saya […]
April 5th, 2008 at 20:18
seseorang yang sangat antusias terhadap sesuatu. tidak cuma hanya memakai tapi juga membuat atau minimal mengerti bagaimana caranya dengan kata lain “koq bisa gitu ya?”.
gitaris pun termasuk hacker, kalo dia antusias dalam latihan dan menemukan teknik-teknik baru. dll.
bukan begitu mas romi?
April 6th, 2008 at 8:38
mudah² han saya nante nya bisa jd seorang hacker yang bisa membawa manfaat bagi generasi selanjutnya mass,,,
ya walaupun hacker dari blogeran ,,,
mohon maaf kalo salah tulisan ini mas romi.
April 7th, 2008 at 15:01
kalo hacker sejati itu mau berbagi ilmu, ya otomatis hacker sama dunks dengan blogger. Karena selama ini yg saya lihat, blogger lebih cenderung sharing knowledge disamping narsis-narsisan ….
tapi .. bukankah hacker sejati itu yg membangun sistem dan menguji sejauh mana tingkatan securitynya ??? dan keliatannya jarang deh mas, hacker yg mau share knowledge di public atau di dunia maya ….
terima kasih ya mas … atas artikelnya …
April 7th, 2008 at 15:25
Hacker vs Cracker seperti Pakar vs “pakar”. Media massa tetep aja keukeuh “menyebut situs ini di hack.” atawa “menurut pakar telematika…”.
Kenapa wartawan2 macam itu kok ga belajar2 ya? Atau sengaja cari sensasi? Jangan2 wartawan2 rubrik IT tapi ga ngerti IT. Atau penulis buku “Hacker” tapi ternyata seorang Cracker.
But, bagaimanapun juga om roy memang jadi sumber berita yang bikin orang2 pinter kayak om RSW dll nulis hal2 yang bermanfaat. Kata orang jawa sih “masih untung”.
Duuuh….
April 7th, 2008 at 17:12
Hahaha… Kadang kalo saya malah ketawa liat buku-buku ginian…
Mana ada orang bisa jadi hacker cuman dalam waktu 1 minggu belajar coba?
Beberapa hacker yang saya kenal (mungkin lebih tepatna programmer ato computer expert) yang saya kenal itu punya kemampuan mengerikan seperti itu setelah belajar komputer selama lebih dari 10 tahunan… Enggak ada cara instan… Itupun mereka masih gakmau disebut sbg hacker… Apalagi cracker…
Artikel ini bagus biar orang jadi paham beda cracker ma hacker…
April 7th, 2008 at 19:17
Tulisan yang sangat bermanfaat. Thanks
April 8th, 2008 at 11:33
setuju sama pak Romi.
. Nanya2 cara hacking, defacing dll sama senior.
Saya dulu juga seperti itu
Trus dia nanya. Kamu bisa coding? Bisa Linux? Tahu dasar2 networking?
Saya bilang enggak tahu mas. Trus dia langsung kasih buku2 tebel suruh saya baca (Bahasa Inggris smuah).
Dari fundamental of C, LISP, PASCAL, BASIC,JAVA trus operating system dan networkingnya Tanenbaum, protocol engineering, network security ampe buku CCNA, windows server 2003 dan FreeBSD Handbook.
Walah, klenger saya. Tapi satu hal yang dapat saya petik dari hal tersebut.
Nyari Ilmu ga’segampang bikin mi instan, smua butuh perjuangan.
Jadi Hacker pun ga’gampang, smua itu butuh proses (titik).
April 8th, 2008 at 11:42
Saya sangat setuju dengan anda Pak. Saya sangat salut dengan pemahaman dan pembelajaran anda. Saatnya untuk menyuarakan kebenaran buat generasi ini (generasi saya). hampir semua visitor blog saya masuk melalui kata kunci kredit card generator, valid cvv, dan sebagainya. Itulah realita dan harus kita rubah melaluai apa yang kita mampu. Boleh saya mengutip beberapa kalimat dalam artikel ini pak?
Salam hangat dari Malang.
April 8th, 2008 at 15:59
Pak Romi, saya sampe terharu neeh…
April 9th, 2008 at 13:48
Akhirnya saya tahu kenapa mas romi memberikan saya hosting
….Jadi untuk ngebagi ilmu ya mas?Saya juga baru mulai menulis lagi di bidang ilmu komputer (bahas software2 aja, tapi ga menutup kemungkinan membahas yg lain selama masih di IT)….
Makasih buat mas romi
April 11th, 2008 at 20:07
[…] Untuk membaca penjelasan lengkap Pak Romi dapat anda baca di salah satu artikel beliau yang berjudul: meluruskan-salah-kaprah-tentang-hacker, Sedangkan apabila anda tertarik untuk mengetahui sejarah adanya Hacker maka dapat anda baca disini […]
April 17th, 2008 at 13:22
ehm.. oc banget
April 23rd, 2008 at 14:32
Tulisan yang sangat bermanfaat. Thanks Hacker vs Cracker seperti Pakar vs “pakar”. Media massa tetep aja keukeuh “menyebut situs ini di hack.” atawa “menurut pakar telematika…”.
April 24th, 2008 at 21:11
[…] Saya sebagai blogger sangat tersungging mengenai hal ini dikarenakan Blogger dan Hacker disamakan dengan penjajah yang suka menyerang gara gara pornografi. Yang perlu digaris besar tidak semua Blogger adalah “Hacker” dan tidak semua Hacker adalah Blogger(ko jadi pusing ya) . Mungkin Bpk. Romi Satrio yang akan menjelaskan lebih lanjut mengenai hacker yang judulnya Meluruskan Salah Kaprah Tentang Hacker […]
May 1st, 2008 at 14:26
hmmmm, saya masih termasuk newbie / script kiddies (walaupun umur dah tua
)
. Gak tau nih selanjutnya bakal masuk kategori hacker / kreker. soalnya dah masuk proses keduanya. Berbagi ilmu saya yang masih sangat cetek (yg katanya bagian dari hacking), ngerusak juga (kadang2).
.
Awalnya seneng banget tuh bisa deface2, dan sampe sekarang masih tetep aja penasaran kalo ada berita2 tentang deface2an, nyoba masuk juga walau sering gagal
Mau dunk dikasih host gratisan
Main2 ke blog saya dunk pak, kasih komen dikit2.
BTW. Selamat berjuang !!
May 3rd, 2008 at 19:18
Apa gunanya jadi hackers, cracker kalau tidak jadi duit ?????????????????? bikin pusing Boooooooooooooo ………
May 4th, 2008 at 17:48
Bukankah kebaikkan dan keburukkan bagaikan 2 sisi mata uang
Sehingga Hacker dan cracker juga gak bisa dipisahkan donk
May 4th, 2008 at 18:20
#Andri: Jadi polisi dan penjahat, pegawai yang baik dan korup itu semua tidak bisa dipisahkan? Ayo dong ambil kesimpulan dengan logika yang benar
May 6th, 2008 at 9:59
menurut saya kata hacker sebaiknya hanya digunakan untuk dunia komputer, bukan untuk dunia ekonomi atau yang lain, supaya tidak ada perluasan makna untuk menjaga kata itu tetap berbobot.
hack = menebas, jadi hacker sama saja dengan istilah cracker.
‘hacker yang membangun” sebaiknya disebut sebagai programmer saja.
May 10th, 2008 at 14:39
assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, saya sahrun, boleh ga saya ,request ma pak Romy, kl bisa , saat saya baca web ini , rasanya ingin sekali memahami lebih dalam tentang computer, bisa ga pak Romy memberitahu cara2 , trick, tukmendalami ilmu com,
terima kasih, saya berharap sekali akan hal ini, pls ya pak, kl bisa kirim aja ke email ini, sahrunnasution@yahoo.co.id
May 11th, 2008 at 0:28
Ow..ow..ow.. saya tw sekarang.. thanks buanget pak Romi, dah nolongin saya dari kesalahpahaman saya..
May 11th, 2008 at 15:59
[…] Referensi : JADILAH HACKER, BUKAN CRACKER MELURUSKAN SALAH KAPRAH TENTANG HACKER HACKER OR CRACKER MAU JADI HACKER? HACKER VS CRACKER […]
May 11th, 2008 at 19:02
Mau kasih info aja pak. Tulisan ini aku jadikan referensi di postinganku. Makasih.
May 11th, 2008 at 19:40
#Sahroen: Kuncinya ada 3:
1. banyak baca
2. banyak baca
3. banyak baca
Itu saja asal ditekuni mas
#Faradina: ok ok silakan, asal sumbernya tetap dicantumkan
May 15th, 2008 at 8:03
219.83.122.172/cpanel
bagaimana cara bukanya ?
May 19th, 2008 at 15:12
[…] Hmm walaupun saya gak tau isinya tapi kemungkinan besar disitu mungkin ditulis salah satu contoh Freeware adalah Sistem Operasi GNU/Linux Ubuntu, dan andaikata tidak itu sudah cukup melakukan sedikit ketidakpedulian atau ketidaktelitian dengan menyertakan logo Ubuntu di buku yang berjudul “The best Freeware”. Memang media kita agak sedikit bermasalah dengan hal ini, entah disengaja atau tidak disengaja tapi ikut berkontribusi dalam masalah penyebaran pemahaman yang kurang benar, sama seperti kasus istilah hacker yang beberapa waktu lalu sempat ramai. […]
June 6th, 2008 at 19:53
Ada lagi ulasan mengenai hacker di blog kuh…
Klo sempet, mampir dunk…
Okey
June 9th, 2008 at 9:33
Great Post…
Lugas dan sangat informatif, membantu menambah wawasan saya..Terima kasih bung Romi..
Teruskan perjuangan
Salam
June 11th, 2008 at 13:47
salut to om romi….
alhamdulillah masih ada orang kayak om yang masih menjungjung tinggi etika.. dah jarang lohh.. orang yang memiliki nilai dan perinsip hidup kayak gini…
June 23rd, 2008 at 14:44
iya setuju
June 26th, 2008 at 17:55
[…] kalo penasaran, tanya pakar hacker, ini websitenya kayaknya ini friendster dia dech, okay selamat bertanya-tanya ya sama si om itu. […]
June 27th, 2008 at 18:07
TUH LIAT!!!!!……..makanya malu yang ngecrack…
hihihihi…padahal ngecrack juga aku….
makasih PAK jadi smangat blajar neh n akan slalu bljar untuk jadi hacker…
amiiiiin….al faatihaah
June 30th, 2008 at 13:21
bagai mana cara bikin sofware billing
July 5th, 2008 at 23:03
Terima kasih pak atas artikel yang sangat baik ini.
July 10th, 2008 at 11:47
Ngapain menjadi hacker sejati ? Dan ngapain membahas yg nggak penting ? Membuat software aja masih banyak bugs dan susah ngejual sampai ke negara lain ? Generasi muda IT di negara ini terlalu banyak ikut-ikutan sehingga tidak bisa berkiprah di dunia programming yg positif berkompetisi dengan negara-negara lain. Nggak usah hacker-hackeran lah. Jadilah programmer, webmaster, admin system dan system analyst yg produktif serta memberi konstribusi buat negara.
July 11th, 2008 at 11:24
Kulo Nuwun,
Pak Romi, bagaimana caranya scan default gateway punyanya VEDC Malang (dekat dengan rumah saya), selama ini saya langganan di sebuah ISP yang kebetulan punya ap di SMKN 8 Malang . Maunya sih, tidak usah berlangganan lagi
Saya pakai :
1. Wireless LAN Access Point Management Compex Netpassage WPE54G-SMA-ATH,
2. Lan Card : Realtek RTL8139 Family PCI Fast Ethernet NIC.
3. Data TCP/IP :
- ip address : 192.168.168.12 (203.134.239.xxx)
- subnet mask : 255.255.255.0 (255.255.255.xxx)
- default gateway: 203.134.239.xxx (milik ISP langganan saya)
- preferred DNS Server: 208.67.222.222
- alternate DNS Server: 208.67.220.220
(pakai opendns.com)
Mudah-mudahan Pak Romi bisa membantu,
Terima kasih.
Didit.
July 28th, 2008 at 15:35
Kalimat anda sangat masuk sekali Mas…
July 29th, 2008 at 15:32
Bapak Romi, kalo bisa ada seminar untuk para pemilik website, bagaimana caranya untuk meningkatkan security websitenya, untuk mencegah websitenya di hack oleh orang lain, bagaimana pencegahan, penyelesaian dan pelaporan aktifitas hack tersebut. Terima kasih.
August 9th, 2008 at 17:43
Dicari cracker untuk obrak abrik sebuah situs forum ternama di Indonesia. Ada bayaran tentu saja. Hubungi gw di mbahmar1jan@yahoo.com
August 15th, 2008 at 15:26
kok jadi tempat promosi ya?