RomiSatriaWahono.Net

e-Learning | Software Engineering | Networking | Internet Marketing | Opensource | Knowledge Management
February 13th, 2008

Asosiasi Pengembang Software Indonesia

by Romi Satria Wahono

sdlc.jpgApakah ada yang tertarik membuat asosiasi pengembang software yang orientasinya lebih ke peningkatan kualitas SDM pengembang software, pengembangan kurikulum standard supaya SDM kita bisa go internasional, koordinasi bisnis antar software house muda, atau kalau perlu bikin standard level CMM lokal, etc. Kebanyakan asosiasi software yang ada di Indonesia saat ini tidak menyentuh sisi ini dan lebih diorientasikan ke pengusaha dan bisnisnya, bukan di kualitas SDM dan karya pengembang. Di lain sisi, universitas juga tidak terlalu agresif memecahkan masalah ini karena dunia akademisi “kehilangan link” dengan dunia industri. Ini membawa implikasi ke dosen dan mahasiswa Indonesia yang tidak banyak berkesempatan bermain di industri praktis pengembangan software. 

Perlu saya refresh yang dulu saya tulis di artikel berjudul Industri Software Lokal. Meskipun jumlah pengembang profesional Indonesia di tahun 2007 tercatat 56.500 dan akan terus berkembang hingga mencapai 71.600 sampai tahun 2008, produksi software kita jauh di bawah Malaysia dan Singapore yang jumlah developernya cuman seperempat SDM kita. SDM kita memiliki keterbatasan pengetahuan dalam software development, tentang standard methodology (kebanyakan menggunakan hajar bleh methodology), sehingga begitu software diukur dari seluruh proses Software Development Life Cycle (SDLC)nya, kita kedodoran dan kalah bersaing.  

Jujur saja, saya agak kesulitan mensosialisasi masalah-masalah seperti ini ke asosiasi software yang ada di Indonesia karena mereka sulit dijangkau, sudah terlalu kuat, merasa stabil, sehingga maaf kadang agak “lamban” bergerak.

Saya yakin bahwa saat ini sudah ratusan pergerakan-pergerakan kecil dilakukan teman-teman di berbagai komunitas pengembang, dalam bentuk knowledge sharing, membuat ebook gratis, workshop komunitas, dsb.  Dan saya yakin ini semua bisa menjadi modal yang sangat baik untuk membangun Asosiasi Pengembang Software Indonesia (APSI) atau Asosiasi Pengembang Perangkat Lunak Indonesia (APPLI) atau apalah namanya :) Ditambah juga banyak experience teman-teman yang sudah merajalela di Singapore, Eropa, Amerika, Jepang, dsb. Jadi nanti kita tinggal gabungkan saja pergerakan-pergerakan kecil kita selama ini untuk kita mainkan ke yang lebih formal di level nasional.

Membernya nanti bisa individu, komunitas, atau perusahaan. Namanya bisa APSI atau APPLI, terserah syuro saja ;)

Saya sedang berusaha mengajak teman-teman di LIPI supaya bisa menaungi dan memberi sedikit fasilitas dari movement ini. Juga ide ini sudah saya lemparkan ke beberapa komunitas pengembang di Indonesia, sepertinya sambutannya positif.

Tertarik dengan ide ini? Kita diskusi dulu di blog ini, kalau sudah mulai rame kita buat milis, dan atur pergerakan selanjutnya. Saya juga membuka diri apabila ada saran dan ide dari teman-teman komunitas pengembang baik yang berkumpul karena bahasa pemrograman atau sistem operasi yang digunakan.

Tetap dalam perdjoeangan !

ttd-small.jpg

80 Responses to “Asosiasi Pengembang Software Indonesia”

  1. IKUT !

    versi sy:
    beberapa hal di asosiasi yang ada, amat sangat tidak familiar.
    asosiasi lebih diorientasikan kepada pengembang selaku pengusaha,
    bukan sebagai developernya, bukan sebagai karya yang dihasilkan.

    DUKUNG !

  2. Bisa dimulai dari Komunitas IKC ?

  3. Asosiasi Pengembang Software Indonesia disingkat jadi “Aspesofi” ya mas?

  4. Usulan yang bagus sekali. Kalau bisa nantinya pengembangan software tersebut dapat untuk membantu usaha kecil dan menengah pak…kita di indonesia tengah siap urun rembug-nya

  5. Very Good Idea Mas Romi.. tentunya dengan Aspiluki akan bermitra dan saling melengkapi ya.. bukan bersaing kan. Hehehe.

  6. Wah saya setuju dengan ide ini. Software Engineering di Indonesia memang masih kurang sentuhan pada kata “standard”. Mulai dari methodology standard seperti yang mas Romi bilang, di Indonesia ini masih menggunakan hajar bleh methodology. Dari sisi technical, misalnya Coding Standard pun masih banyak yang belum menyentuh. Negri kita tercinta ini masih terpaku pada orientasi bisnis, atau setidaknya orientasi output. Padahal, banyak faktor-faktor penting dalam Software Engineering yang sering terabaikan, misalnya reusable, maintainable, dan expandable.

    Ide level CMM lokal bagus juga tuh. Siapa tau suatu saat software vendor di Indonesia bisa mencapai level 5 (ceritanya ga mau kalah ama Infosys) hehee..

    Sementara kenyataan dunia akademisi “kehilangan link” dengan dunia industri, ini seperti sebuah mimpi buruk. Mahasiswa yang telah lulus dan siap bekerja seringkali tidak memenuhi kompetensi yang dibutuhkan oleh industri software global. Karena memang dunia akademisi masih “samar-samar” dalam menerima spesifikasi kebutuhan dunia industri.

  7. Ide bagus tuh Pak. biar kita tidak terkotak-kotak. biar kita ada payung lembaga yang lebih kuat. biar Indonesia semakin maju… tidak ketinggalan dengan yang lain

  8. Bedanya dengan ASPILUKI apaan ?

  9. kalau ASPILUKI adalah Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia / Indonesian Telematics Software Association (ITSA)…kalau dari definisi dan kepanjangannya kan hanya ditujukan kepada softwarenya…

    tapi ternyata ASPILUKI justru mewadahi para pengusaha pembuat perangkat lunak :) dan tentu orientasinya pasti bisnis belaka…

    Ya semoga dengan APSI ini nantinya bisa menjangkau para developer yang ingin maju dari sisi knowledge dan juga sisi bisnisnya, tapi sisi knowledge / pengembangan SDM yang diutamakan agar semakin banyak bermunculan developer-developer baru di tanah air Indonesia ini. Siapa tahu nanti kita bisa menggandeng Google, Yahoo, dll untuk ngasih funding dana untuk pengembangan SDM ini…ya seperti India lah minimal…..

    Maju terus IT Indonesia, dukung untuk mas romi…:)
    Salam Perjuangan
    *yang masih belajar

  10. Setuju banget. Dukung dan pasti kami ikut.

  11. saya bukan lulusan komputer mas, tetapi saya ingin berpartisipasi dan ikut mendukung demi kemajuan pengembangan software di Indonesia.

    Mohon petunjuknya ;)

  12. Ada yang terarik ikutan, asosiasi pembuat asosiasi ?

  13. Edward Moshaddeq Says:
    February 13th, 2008 at 20:59

    Saya di Banjarmasin juga ikut. Mari Bangun Software Indonesia

  14. Ikutan Mas. Saya juga tadinya pingin ada Ikatan Programmer Indonesia seperti ikatan dokter.
    Tapi mungkin programmer tidak se-elit dokter atau insinyur ya?

    Saya tunggu pergerakannya mas Romi.

  15. .saya sering jadi “saksi” orang yg mendukung banyak hal tp pada kenyataannya cuma jadi “pengikut” tanpa ada bentuk nyata dari apa yang d dukungnya… saya sekedar mengungkapkan uneg-enek sehubungan dengan “kesaksian” saya tadi…

    .yg saya pengen sebenernya adalah Klo’ mau mendukung sesuatu coba dari diri sendiri dan dengan kepercayaan diri tanpa perlu bnyk basa-basi dan rendah diri -padahal bnyk yg jago-

    .saya cuma pengen dukungan yg sudah ada d berikan secara terus menerus ,saya kecewa karena saya pernah mendevelop satu program tapi terbentur karena kekurangan sumber tanya-jawab dan manual membuat saya merasa terpuruk dan sia-sia… saya pengen ada satu wadah tempat para pemula seperti saya bisa mempertahankan keinginan untuk berkarya walau tanpa dana…

    .saya ga’ mau asal dukung program “heal the world” tp saya sendiri sering buang sampang sembarangan ,sering meroko (walau pada kenyataannya ga’ ngeroko) ,sering pake’ freon ,sering pake’ sterofoam dan lain sebagainya…

    .buat pak romi: saya harap ada wadah “offline” untuk pemula seperti saya untuk lebih mendalami bentuk2 karya yg d kuasai dan bisa d kembangkan bukan sebatas panduan / tutorial “satu arah”…

    .mohon maaf Klo’ tulisan saya aga’ provokatif dan tidak berdasar… -saya yakin ada beberapa yg berpendapat demikian…-

    .untuk pembaca: saya harap tidak asal dukung… tp coba untuk berusaha membuat karya -jangan Kya’ saya… yang cuma bisa “ngarep” aja :D -

    .sekali lagi mohon maaf buat yg -bakalan- ngrasa tersinggung… ini cuma uneg-enek aja ko’…

    heheheh’… piss ah…

  16. @inderamaia,

    tidak masalah, dan diharapkan tidak akan ada yg tersinggung,
    karena kebetulan sy termasuk golongan orang yang suka ikut2-an saja.
    ikut sana ikut sini, apalagi kalau sudah ada yg mau mbayarain… ikut makan2..

    Tetap SemangaT!

  17. Untuk masalah hajar bleh methodology saya sangat setuju banget. Soalnya itu terjadi pada saya sendiri. Saat ini sering kali dalam sebuah proyek pengarapan program asal mangkat wae.. tanpa memperhatikan metode yang harus digunakan (dipilih) dalam mengembangkan sebuah proyek.
    Dari lingkungan Universitas pun juga tidak dapat berharap banyak.
    Lha wong nggarap TA S1 cuma bisa mbuat programnya aja, tanpa mengerti metode apa yang digunakan dalam mengembangkan program tersebut(baru tau metode waterfall ya pas mau pendadaran).
    Ada temen saya yang punya keinginan untuk membuat Indonesia ini bisa menyaingi India, yaitu sebagai negara penyedia Outsource yang diperhitungkan. Mungkin terlalu muluk, tapi dengan begitu bisa mendorong kita untuk bisa terus berkembang.
    Untuk program ini, sebagai pemula (banget) saya pengen ikut berperan serta.
    Saya hadir bang…!!!
    Semangat…!!!

  18. Saya sangat setuju asalkan jelas tujuan visi dan misinya, sehingga bisa di daftarkan dalam HAKI yang pada akhirnya menunjang pengembangan IT di indonesia.

    kan…kasihan para programmer kita udah capek2 buat software terus di bajak.
    apa kata duniaaaaa….he.he…

    salam soft mania

  19. Saya terpikir bahwa nanti dalam wadah asosiasi ini ada pertemuan (workshop) rutin yang kita bikin. Dan itu semua tentang IT entrepreneurship, software development methodology, programming technology, dsb. Kalau ada komunitas pengembang yang mau bikin event juga bisa kita fasilitasi. Mudah-mudahan nanti semua ide-ide kita terus matangka. Saya tunggu ide-ide yang lain lagi. Thanks.

  20. Kalau boleh saya juga ingin berpatisipasi.

  21. eko prasetyo Says:
    February 14th, 2008 at 8:16

    Ide yg bagus mas romi, sudah lama saya pengin ada asosiasi yang seperti ini. Saya tunggu kelanjutannya. Makasih mas romi atas idenya. Maju terus!

  22. saya dari Medan, setuju sekali dengan standard
    yang bisa dibuat supaya bisa menguntungkan semua pihak

    tapi ini memerlukan waktu mengedukasi customer,
    regulasi pemerintah dan SDM yang ada

    salam,

  23. Kenapa kita ndak buat Ikatan Ahli Komputer Indonesia (IAKI)atau Ikatan Sarjana Komputer Indonesia (ISKI),trims

  24. maksud saya Asosiasi Pengembang Software Indonesia bagus juga jadi ada wadah resminya, jadi semua bisa ternaungi,trims

  25. Yang paling tepat dan cepat menurut saya, Mas Romi silahkan membuat suatu wadah ( kalau saya perusahaan terlalu komersil kesannya ) yang mengembangkan software sesuai standart yang ada dalam SDLC.
    Kalau Mas Romi mengatakan “agak kesulitan mensosialisasi masalah-masalah seperti ini”, menurut saya cara mensosialisasi saja yang perlu dirubah yaitu dengan bersaing dengan “mereka” dan sajikan “ini loh yang sesuai standar”.

  26. @pak romi…
    “workshop” ,ini yg saya maksud dari tulisan saya d atas… ,jadi ga’ terbatas pada panduan “satu arah” saja…

    mudah2an bisa terlaksana dalam waktu dekat ,amien…

  27. Sepertinya harus dipikirkan juga asosiasi ini nantinya berbentuk badan legal yang jelas kepengurusannya, ya minimal seperti ASPILUKI, DETIKNAS,heheheh….artinya ada tanggung jawab moral dari keterikatan pengurus tsb.

    Salam Perjuangan

  28. @Bali Blogger - jadinya lebih ke bisnis juga dong? Tapi saya kira bagus, agar pengembang software kecil/menengah jadi lebih terdukung, sehingga bisa berkembang menjadi besar juga.
    Malah ini sifatnya strategis, karena jika pengembang software kecil/menengah ini bisa dimaksimalkan potensinya, maka pasar global jadi bisa digarap oleh warga negara Indonesia.

    Asosiasi pengembang software, untuk soal teknisnya, pasti baik. Saya setuju sekali.
    Di lain pihak, kita juga perlu asosiasi (atau format lainnya), agar secara bisnis para pengembang software kecil / menengah (freelance/single fighter s/d software house kecil/menengah) ada yang membimbing dan membantu mereka menjadi sukses.

    Gimana menurut rekan-rekan sekalian?

  29. Saya setuju dengan mas sufehmi, hendaknya Asosiasi ini diarahkan kepada pengembangan UKM atau developer kelas menengah kebawah tapi juga bisa menggandeng yang kelas atas untuk funding dana agar yang bawah juga tidak tergencet dan bisa berkembang….

    Sekarang tinggal mendiskusikan format apa yang cocok untuk Asosiasi ini….mungkin mas romi sudah punya formatnya yang bisa disharing dan nanti tinggal didiskusikan….

  30. #Sufehmi: Cocok, makanya saya sebut software house muda, yang baru tumbuh. Nanti mau saya hubungkan dengan rencana kegiatan “Business Incubator Center” yang saya mau bangun di LIPI. Nanti kita fasilitas teman2 yang mau belajar bisnis dan entrepreneurship dengan knowledge, peluang dan fasilitas lain.

  31. wah sudah banyak yang urun ide ni, saya nyumbang nama aja: Asosiasi Software Indonesia (ASI)/ Komunitas Software Indonesia (KSI)/ Asosiasi Pengembang Software Indonesia (APSI)/ Pengembang Software Indonesia (PSI)/ Komunitas Pengembang Software Indonesia (KPSI)/ KOmunitas Nasional COfware (KONCO). ayo bareng realisasikan.. IKC biar punya gandengan.. Sejoli-I.A. bermanfaat..

  32. Menurut saya bagus .cuman asal jangan sampai menjadi sangat ekslusif sehingga untuk masuk sulit dan terlalu banyak birokrasi.
    Salut dan semoga bisa terwujud dalam waktu dekat .
    Saya support juga menunggu kabar selanjutnya

  33. Harjono Saleh Says:
    February 14th, 2008 at 13:47

    Saya setuju banget dengan usul mas romi….
    Semoga dengan terwujudnya rencana ini para software house muda (seperti saya ini..)dapat memiliki skill yang bertaraf internasional. Amiiinnnnnnnnnnn….

  34. sumbang pendapat.. kalo urusan nama bagus APPLI tuh, di satu sisi terdiri dari kata-kata bahasa Indonesia (Asosiasi Pengembang Piranti Lunak Indonesia) tapi di sisi lain seakan-akan sebuah singkatan dari Application (nama lain program alias software)

  35. kalau saya situju banget sih dengan idea bapak..moga2 indonesia dapat berjaya dalam IT…
    S3M@ngaT>>>!!!!!

  36. #Harjono: Sip mas benar

    #Wicak: Aku juga seneng tuh dengan APPLI hehehe …

  37. SETUJU, Asosiasi ini menjadi wadah dan forum komunikasi bagi para Pengembang Software di Seluruh Indonesia agar lebih siap bersaing dengan pengembang-pengembang dari luar negeri. SETUJU juga jangan rumit-rumit amat birokrasinya, simple-simple aja mas… Pengalaman buruk sih dengan Assosiasi lain…

  38. Mohamad Sani Says:
    February 14th, 2008 at 15:24

    Wah bagus sekali nih mas Romi. Saya setuju banget! Apalagi sekarang saya dan beberapa rekan sedang dalam proyek pengembangan software tapi saya tidak tahu tentang standardisasi tsb. Saya sangat menantikan kelanjutannya.

    Mohamad Sani,
    BI GameDevelopment
    Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia

  39. insya allah ikut… idenya bagus pak…

  40. sep mas Romi, nderek aku.
    so kapan dirumuskan lebih terarah mas ?
    maturnuwun

  41. Dari dulu saya mencari sampai nyasar ke banyak forum, asosiasi profesi yang memikirkan kemajuan profesional IT Indonesia. Juga menetapkan standar/sertifikasi, kode etik, dan jaringan untuk menyalurkan tenaga IT Indonesia ke luar negeri atau jaringan bisnis bagi para profesional IT Indonesia untuk membuat usaha. Jadi seperti asosiasinya Advokat, Dokter, APICS, dll.

    Asosiasi yang ada lebih ke asosiasi institusi seperti Aspiluki, bukan ke asosiasi insan IT.

    Nanti kalau sudah cukup kuat dan kredibel, asosiasinya pak RSW ini bisa mengeluarkan standar sertifikasi sendiri yang kursnya rupiah, namun kredibilitasnya internasional..

    Mudah-mudahan kali ini gak salah lagi.. :-)

  42. anggotanya, kalau bisa jangan hanya terdiri dari para “programmer” saja. libatkan banyak profesi,
    programmer, akuntan, auditor, dll.

    Setuju, banyak programmer kita menggunakan “hajar bleh metodoly”, yg penting software jadi, dapat duit, bug dkk. itu urusan nanti.
    jadi pengin ikut, tapi terlibat dimana yach?

    inga2…. banyak yg mendukung.. belum tentu siap bergerak di darat… :( :( :(

  43. kita pasti mendukung, kalau ada asosiasinya, mungkin bakal lebih bermanfaat buat kita semua sebagai praktisi IT di indonesia dan lebih merangkul semua kalangan di dunia ICT.

  44. Hi bang,

    kebetulan sepertinya sudah ada nih yang secara nyata mulai bergerak untuk membuka wawasan mahasiswa tentang jiwa enterpreneur

    http://www.jtechnopreneur.com/

    saya sendiri membantu untuk mengadakan acara ini di almamater saya di ilmu komputer IPB

    Semoga semakin banyak yang sadar tentang pentingnya enterpreneur di bidang software. Sudah waktunya industri IT indonesia bergerak di area pengembangan produk. Project base development tidak memberikan tingkat kestabilan bisnis yang baik di perusahaan IT. Dari awal, di tingkat kampus, sebaiknya mulai dikembangkan jiwa product oriented, not project oriented.

    Disclaimer: saya tidak punya afiliasi apa-apa dengan program diatas, hanya ingin membantu dengan kemampuan yang saya punya.

    Just my 2 cent

  45. Mohamad Sani Says:
    February 15th, 2008 at 9:26

    Saya & rekan-rekan SEPENUHNYA mendukung.!!

  46. Insya Allah mendukung mas.

    Saya usul asosiasi ini harusnya juga memperhatikan perkembangan piranti lunak di daerah-daerah luar kota besar juga.

  47. gmn klo mbuat software open source aja, mas Romy? itung2 mbantu distro Indonesia kayak IGOS ata Kuliax?

  48. sebelunya
    salam kenal mas romi
    saya sangat tertarik dengan ide mas romi itu, dan saya sangat atusias and saya pengen sekali bergabung kalau ide mas romi itu jalan mohon. info2 selanjutnya

    thanks
    zakaria

  49. Nursetyawan Says:
    February 15th, 2008 at 10:59

    Saya setuju dan mendukung….
    Seperti apa kata bang Untung… Siap bergerak di darat.
    Cuma untuk wilayah Surabaya dan sekitar saja ya :)

  50. Betul bang, saya setuju juga dengan adanya Asosiasi ini :)

  51. Salatiga siap mendukung….! Tinggal atur tanggal mainnya, Salatiga Chapter siap dibentuk.

    Kapan mulai bergerak nih mas?

  52. mas, trus nanti bagaimana hubungannya asosiasi ini dengan ‘arus bawah’ yg sudah ada, macam jug, id-ruby, id-php, csharpindo, dan lain sebagainya? alangkah baiknya klo dikoordinasikan, karena toh fokusnya sama, developer…

    salam perjuangan :)

  53. Saya senang sekali waktu mas Romi kirim email ini ke milis.

    Saya paham gambaran umum asosiasi ini dari tulisan mas Romi. Mas Romi memberikan visi yang sangat menarik sekali. Yang saya ingin tanyakan, gimana kita mulai melangkah?

    Tentunya kita harus punya rencana jangka pendek dari visi menarik ini.

    Bayangan saya, mungkin bisa disimpulkan milestone jangka pendeknya oleh mas Romi sebagai visioner, atau diskusi dengan orang-orang yang mas ROmi percaya untuk menyimpulkanya. Misalkan begini, “Milestone tahun 2008 asosiasi ini sudah memiliki suatu model development yang merupakan hasil dari penggabungan teori dan best practice.”

  54. Memang mengutip dari nilai software yang dihasilkan sedikit, cuma jangan salah kita sebagai pengembang bermain ke dunia internasional dan mereka puas dengan hasilnya :D tinggal bagaimana asosiasi ini bisa merangkul semua visi dan misi yang dikehendaki, maka pengembang akan semakin senang menggali di negerinya sendiri UPS (* siapa yach??? hihihihi)

  55. organisasinya terserah bapak aja deh, saya masih mahasiswa soalnya :p..

    yang penting ada aksi nyatanya, siapa sih yang g kepingin indonesia maju..ya ga?

    trus yang masalah akademik sama industri,, emang dah broken link pak..,

    kalo mau perbaiki, mau g mau kan lewat pemerintah juga..

    urusannya UUD dah(ujung2nya duit)..
    kalo sudah seperti itu.. repot dunk..mau bikin rencana apa aja g bakalan jalan..

    tetep berjuang yah..

  56. urun nama nich APPLI >> APPLICATION ( Asosiasi Pengembang Perangkat Lunak Indonesia )

  57. Saya setuju banget dengan usul pak romi, memang saat ini tidak ada standard pengembangan sistem / perangkat lunak yang bersifat “community based” yang menurut saya jauh lebih kuat dari pada standard yang di keluarkan oleh pemerintah sekalipun.

    Melalui asosiasi seperti ini mudah2 an bisa terwujud… Saya dukung 1000% …

  58. Sebenarnya ini merupakan usul yng bagus sekali, sudah sejak lama Bang Romi mencita-citakan agar semuanya mempunyai standarisasi terlebih kepada software-software buatan lokal yang “kurang perduli” kepada hasil ciptaannya sendiri, jika mengambil dari teori SDLC ( Planning->Analysis->Design->Development->Testing ->Deployment->Maintenance ).. kebanyakan dari developer hanya terhenti sampai Deployment , tanpa ada proses berikutnya minimal sampai Maintenance, syukur-syukur siklusnya berkelanjutan :(

  59. gagasan yang menarik, dan untuk pengembangan SDM saya juga lagi mencobanya nih di software house saya sendiri.

    semoga IT di indonesia bisa berkembang dengan konsisten

  60. wiwit haryanto Says:
    February 17th, 2008 at 22:27

    semua penengembangan IT indonesia memang trus maju tapi apakah semua pihat menghargai dan memberikan apresiasi yang dan tempat yang baik ..

  61. wiwit haryanto Says:
    February 17th, 2008 at 22:37

    tapi kita harus optimis dan yang terpenting kita harus mampu bersaing.

  62. eko prasetyo Says:
    February 18th, 2008 at 13:53

    Bagaimana kalo segera dibentuk, pasti semua setuju. Mumpung masih idenya masih fresh, saya siap bantu sesuai dgn kemampuan saya.

  63. kapan mulainya ya? :)

  64. #Adam: Saya lagi susunkan konsepnya mas, nanti kita buat milis saja dan bahas secara detail di sini. Mohon sabar sebentar …hehehe

  65. OK, saya yakin om, + memberi manfaat. tp jgn lupa rumah kita IKC lho. he.. he.. (sering di sambangi lho..)

  66. Wah mas Romi, makasih banget dah mau memperjuangkan pergerakkan asosiasi ini. Pergerakkan ini akan mewakili unek-unek saya slama ini yang ga ada tempat bernaung.
    Saya Dukung sepenuhnya Mas Romi !! ;)

  67. […] Melihat komentar yang masuk di posting tentang Asosiasi Pengembang Software Indonesia, sepertinya sambutan cukup positif. Saya ingin buatkan milis dan daftarkan domainnya. Kira-kira nama apa yang pas untuk asosiasi kita ini? Yang Bahasa Inggris saya yakin tidak akan banyak yang komplen kalau kita beri nama: Indonesia Software Developer Association (ISDA). Nah untuk yang Bahasa Indonesia tolong pilih dari beberapa alternatif di bawah, dan kalau bisa disebutkan alasannya. Mudah-mudahan setelah masalah nama selesai kita, kita bisa mulai intens diskusi menentukan pergerakan berikutnya. Kebetulan plugin wp untuk polling lagi macet, silakan ninggalin pilihan nama dan alasannya di kolom komentar. […]

  68. Sangat setuju, terutama untuk peningkatan kualitas SDM indonesia di bidang pengembangan perangkat lunak.
    Saya sangat merindukan asosiasi yang bisa lebih memperhatikan SDM semacam ini. Asosiasi yang ada saat ini memeng kesannya susah tersentuh & lebih mementingkan aspek bisnis.

  69. […] Ok maju selangkah lagi tentang Asosiasi Pengembang Software Indonesia yang namanya juga sudah kita pilih bersama. Saya sedang menyusun Visi dan Misi yang ingin kita kejar. Tentu ini masih pemikiran subyektif saya, masih perlu banyak dan sangat banyak masukan dari rekan-rekan sekalian. Jangan lupa supaya bisa mengikuti apa yang sedang kita diskusikan, mohon diklik dan dipelajari dulu dua artikel sebelumnya yang saya link diatas. […]

  70. Selama seminggu saya memikirkan nama, sesuai dengan misi dan visi, saya usulkan nama Himpunan Pengembang Standar Kualitas Software Indonesia (Indonesia Standard Software Quality Group - ISSQG) karena dari kelompok inilah lahir standardisasi dan pengembangan kualitas SDM untuk menghasilkan software yang berkualitas yang bukan hanya diakui oleh Indonesia sendiri namun juga diakui oleh dunia dan juga sebagai agent link and match antara dunia industri dengan pendidikan.

  71. setuju! :D

  72. sebagai mahasiswa saya setuju, smoga saja dengan cara ini kita bisa meningkatkan kualitas SDM dari mahasiswa yang sudah lulus. seenggak-enggaknya meningkatkan kualitas SDM kita serta dapat menekan angka pengangguran bagi lulusan TI/SI pak.

  73. […] Masih melanjutkan diskusi tentang asosiasi pengembang yang menguasai posting blog RomiSatriaWahono.Net beberapa hari ini. Sekedar flashback, pada guliran posting pertama saya sampaikan ide awal untuk membuat movement asosiasi pengembang software yang orientasinya adalah pembinaan dan pengembangan SDM, bukan hanya fokus ke arah asosiasi pengusahanya. Setelah itu saya buat polling untuk pilih nama dan sepertinya banyak yang suka dengan nama APPLI. Kemudian saya coba susun draft visi dan misi, dan beberapa masukan saya akomodasi sehingga bentuk terakhir ada di posting tentang visi dan misi. […]

  74. sesungguhnya saya pernah mendapatkan kuliah RPL, tapi terlihat buls*** sepertinya, tanpa adanya berbagi pengalaman seperti yg Dr.Romi tulis di sini. Untung saya masih ada internet, dan bisa akses ilmu pengetahuan di blog ini. sehingga mulai ada titik terang ttg SE.

  75. […] Untuk yang tertarik diskusi lebih jauh tentang tema ini, mungkin bisa ikut meramaikan Asosiasi Pengembang Perangkat Lunak Indonesia (APPLI) yang sedang kita rintis bersama. Milis sudah saya buat, dan saat ini kita sedang brainstorming untuk menentukan langkah-langkah ke depannya. Intinya, berbeda dengan asosiasi yang sudah ada seperti ASPILUKI, tema perdjoeangan utama APPLI adalah untuk peningkatan kualitas SDM pengembang di Indonesia. […]

  76. Merdeka…!!!!
    wah.. saya sangat tertarik banget pak jika ada asosiasi yang seperti diusulkan bpk…
    smoga indonesia semakin maju, ilang semua kebodohan…!!!
    Semangat terus pak….!!
    perjuangkan nasib IT Indonesia….
    kita harus seperti india dan china…… ;)

  77. Agus Winarta Says:
    May 21st, 2008 at 8:29

    Mas Romi,
    Senang sekali saya tidak sengaja menemukan tulisan ini. Apakah komunitas ini sudah terbentuk? mohon informasinya kemana saya harus mendaftar agar bisa ikutan. Saya sangat tertarik dengan ide mas Romi ini. Saya sendiri kebetulan beberapa tahun terakhir ini menggeluti pekerjaan di software quality (software process improvement). Saya tergabung dalam process grup di sebuah perusahaan yang sangat concern dengan software process dan memakai CMMI sebagai basis improvement modelnya. Dengan terbentuknya komunitas ini mudah-mudahan saya bisa mendapatkan masukan dan juga ikut berkontribusi untuk kemajuan Industri Software di Indonesia. Karena, menurut pendapat saya, kita banyak sekali memiliki orang-orang yang bertalenta, memiliki bakat dan kemampuan yang tidak kalah dengan negara-negara lain.e.g. India, China. Namun, semua itu belum cukup untuk membuat sebuah produk atau software yang berstandar internasional. Secara kelompok atau organisasi, diperlukan engineering, metode, standard, best praktis yang harus dikaji, dibuat, dilaksanakan dan ditingkatkan secara berkesinambungan. Kita bisa tunjukan kepada calon-calon kilen potensial diluar sana bahwa kita juga konsern dengan manajemen untuk membuat software yang bagus, sesuai dengan keinginan klien dan dalam timeframe yang disepakati (Tidak menggunakan methodology “Hajar Bleh” seperti yang disampaikan mas Romi). Sehingga secara bisnis mereka bisa memberikan kepercayaan pembuatan softwarenya kepada perusahaan-perusahaan pengembang di tanah air.

    Salam,
    Agus Winarta

  78. setuju bang, sebenarnya skill kita gak kalah2 amat dibandingin dengan org2 IT negara lain, buktinya indonesia mpe diBlacklist be2rapa situs belanja online(hehe, bad skill. I know)
    Kita cuma perlu wadah yang bisa mengarahkan tenaga2 IT indonesia ke arah yang lebih positif…
    saya ikut deh pokonya…

  79. […] Delapan puluh tahun sejak itu muncul ide APPLI dari Mas Romi yang tentunya langsung saya dukung 100 persen. Mudah-mudahan ini kebangkitan untuk kesekian kalinya. […]

  80. saya berminat bergabung dalam komunitas ini meskipun ilmu programming saya kurang bagus.. :)
    saya sedikit bisa programming bahasa vb…

    gimana caranya ikut komunitas ini…

Leave a Reply