<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.0" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Hakekat Penelitian</title>
	<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/</link>
	<description>e-Learning | Software Engineering | Networking | Internet Marketing | Opensource | Knowledge Management</description>
	<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 00:00:59 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.0</generator>

	<item>
		<title>by: Sarah</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-80466</link>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 03:06:03 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-80466</guid>
					<description>mahasiswa saat sekarang ini sangat disayangkan karna banyak yang ingin cepat tamat kuliah dia mencoba untuk membuatkan tugas akhirnya ma orang lain. alasannya malas... gmn ne para penerus bangsa... ingat lo apa yang kita lakukan nantinya dipertanggung jawabkan di akhirat kelak. majunya sebuah nega tergantung kepada qt lo... rusaknya negara qt jgn salahkan pemerintah dulu. lihat diri qt. bagaimana qt kuliah? bagaimana kita belajar? bagaimana qt bergaul sesuaikah sebagai mahasiswa?? nah qt mulai dari diri qt, keluarga qt, masyarakat di sekitar qt dan nantinya negara qt. qt berusaha untuk lebhbaik lagi. insyaalloh.. semangat u semua mahasiswa...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mahasiswa saat sekarang ini sangat disayangkan karna banyak yang ingin cepat tamat kuliah dia mencoba untuk membuatkan tugas akhirnya ma orang lain. alasannya malas&#8230; gmn ne para penerus bangsa&#8230; ingat lo apa yang kita lakukan nantinya dipertanggung jawabkan di akhirat kelak. majunya sebuah nega tergantung kepada qt lo&#8230; rusaknya negara qt jgn salahkan pemerintah dulu. lihat diri qt. bagaimana qt kuliah? bagaimana kita belajar? bagaimana qt bergaul sesuaikah sebagai mahasiswa?? nah qt mulai dari diri qt, keluarga qt, masyarakat di sekitar qt dan nantinya negara qt. qt berusaha untuk lebhbaik lagi. insyaalloh.. semangat u semua mahasiswa&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: mooi</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-74757</link>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 08:36:10 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-74757</guid>
					<description>saya kuliah semester 6 ngmbil D3 manajemen infomatika. saat ini sya sedang mengerjakan tugas akhir. saya sedang meneliti pertumbuhan penduduk dikab,bangkalan. saya sangat butuh banyak literatiur mengenai regresi linier karna saya menggunakan metode itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya kuliah semester 6 ngmbil D3 manajemen infomatika. saat ini sya sedang mengerjakan tugas akhir. saya sedang meneliti pertumbuhan penduduk dikab,bangkalan. saya sangat butuh banyak literatiur mengenai regresi linier karna saya menggunakan metode itu.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: RomiSatriaWahono.Net &#187; Penelitian Tugas Akhir Itu Mudah (1) &#124; e-Learning &#124; Software Engineering &#124; Networking &#124; Internet Marketing &#124; Open Source &#124; Knowledge Management</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-52798</link>
		<pubDate>Sun, 16 Dec 2007 15:01:06 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-52798</guid>
					<description>[...] Sedikit mengulang dari apa yang saya tulis di artikel tentang hakekat kebenaran dan hakekat penelitian. Hakekat penelitian bagaimanapun juga adalah untuk &amp;#8220;memecahkan masalah yang dihadapi&amp;#8221;. Penelitian adalah terjemahan dari bahasa Inggris &amp;#8220;research&amp;#8221; yang secara bahasa mengandung makna: re (kembali) dan to search (mencari). T. Hillway merangkumkan definisi penelitian adalah &amp;#8220;studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut&amp;#8221;. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Sedikit mengulang dari apa yang saya tulis di artikel tentang hakekat kebenaran dan hakekat penelitian. Hakekat penelitian bagaimanapun juga adalah untuk &#8220;memecahkan masalah yang dihadapi&#8221;. Penelitian adalah terjemahan dari bahasa Inggris &#8220;research&#8221; yang secara bahasa mengandung makna: re (kembali) dan to search (mencari). T. Hillway merangkumkan definisi penelitian adalah &#8220;studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut&#8221;. [&#8230;]
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: maz</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-44405</link>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 13:36:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-44405</guid>
					<description>Waduuuh...bahasannya berat nih. Mengapa ada penelitian ya'? Mungkin jawabannya adalah biar kita tidak menelan mentah-mentah informasi (apa aja) yang tiap detik, menit, jam selalu berubah. Sehingga dicari kebenaran apakah informasi itu shohih atau tidak dengan melakukan &quot;research&quot;. Mungkin research bisa disamakan dengan &quot;ijtihad&quot; ya Mas Romi?. Bersunguh-sunguh mengeluarkan (mencurahkan) segala daya dan upaya untuk mencari kebenaran sebuah berita, pemahaman, dan permasalahan yang telah, sedang, dan akan berlaku. 
Apa pun hasil dari penelitian itu harus dihargai dan dihormati.
Weleh, ikut nimbrung aja ya Mas Romi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waduuuh&#8230;bahasannya berat nih. Mengapa ada penelitian ya&#8217;? Mungkin jawabannya adalah biar kita tidak menelan mentah-mentah informasi (apa aja) yang tiap detik, menit, jam selalu berubah. Sehingga dicari kebenaran apakah informasi itu shohih atau tidak dengan melakukan &#8220;research&#8221;. Mungkin research bisa disamakan dengan &#8220;ijtihad&#8221; ya Mas Romi?. Bersunguh-sunguh mengeluarkan (mencurahkan) segala daya dan upaya untuk mencari kebenaran sebuah berita, pemahaman, dan permasalahan yang telah, sedang, dan akan berlaku.<br />
Apa pun hasil dari penelitian itu harus dihargai dan dihormati.<br />
Weleh, ikut nimbrung aja ya Mas Romi?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: JUNI</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-36977</link>
		<pubDate>Sat, 15 Sep 2007 07:17:02 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-36977</guid>
					<description>Bagaimana penelitian bisnis bisa dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan ...???( contoh kasusn2 minimal  ya...) tq</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana penelitian bisnis bisa dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan &#8230;???( contoh kasusn2 minimal  ya&#8230;) tq
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: JUNI</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-36976</link>
		<pubDate>Sat, 15 Sep 2007 07:14:25 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-36976</guid>
					<description>Ada ga metode penelitian yang tidak ilmiah? klo ada contohnya apa? lalu Contoh-contoh penelitian dasar dan terapan ?Tq....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada ga metode penelitian yang tidak ilmiah? klo ada contohnya apa? lalu Contoh-contoh penelitian dasar dan terapan ?Tq&#8230;.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Wisma</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-35120</link>
		<pubDate>Wed, 08 Aug 2007 06:20:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-35120</guid>
					<description>Diskusi soal penelitian memang asyik banget...rasanya bermanfaat banget ada di web ini. Saya mhsw PS dengan program kekhususan PERENCANAAN PENDIDIKAN dan kebetulan juga lagi mau ngerjakan TA, Btw yang diobrolkan diatas bisa jadi masukkan banget..tapi melakukan penelitian memang nggak segampang teorinya. Pak Romi said that &quot;Penelitian selalu dimulai adanya suatu masalah, dan tujuan penelitian untuk memecahkan masalah tersebut&quot;. Masalahnya nih pak...kadang yang kita anggap masalah dan mau kita teliti ternyata setelah di discuss lagi ma pembimbingnya bisa jadi bukan suatu masalah. Misalkan ada data seperti ini pak (outlinenya aja)...TEMA TA :
Mengembangkan potensi daerah melalui peningkatan mutu pendidikan 

RENCANA JUDUL :
Pengembangan Sektor  Perdagangan dan Jasa Melalui Peningkatan Mutu Pendidikan pada Jenjang SMK di Kota X.

LATAR BELAKANG :
Potensi Kota X :
a. Potensi Daerah :
-	Posisi kota yang strategis sebagai sentra daerah hinterland dan  ditetapkan sebagai kota SWP Jawa Timur bagian barat
-	Letak yang strategis tersebut memberikan peran Kota X sebagai pengatur arus barang dan jasa serta sebagai penyedia fasilitas-fasilitas pelayanan dalam skala SWP
-	Terdapat sektor industri besar seperti industri kereta api  yang memberikan kontribusi besar tehadap PDRB
-	Menjadi pusat pengembangan ekonomi pada sektor perdagangan dan jasa, serta pendidikan:
-	Sektor perdagangan disini adalah pusat perbelanjaan, perdagangan skala besar, perdagangan grosir dan sentra-sentra produksi
-	Adanya setor-sektor informal (industri sedang dan kecil) sebagai penyerap tenaga kerja
b. Potensi Pendidikan :
-    Jumlah sarana dan prasarana yang memadai
-    Tingginya minat sekolah masyarakat Kota X dan juga daerah hinterland Kota X 
-	Untuk bidang pendidikan, Kota X sebagai pusat pendidikan bagi wilayah Jawa Timur bagian barat.

PERMASALAHAN:
-	Belum tersedianya kajian daerah hinterland sebagai potensi pasar dan sumber daya 
-	Belum adanya penataan dan pemberdayaan sektor-sektor informal
-	Masih rendahnya daya  saing produk unggulan
-	Rendahnya alokasi anggaran untuk peningkatan SDM guru
-	Tuntutan atas kualitas lulusan sekolah makin tinggi di era globalisasi
    
Nah, menurut Pak Romi...Rencana judul diatas sudah sesuai dan memuat permasalahan yang ada di Kota X tersebut atau belum? Ditanggapi ya pak... syukur-syukur bias diulas and diberi masukan via email jadi bisa menambah wawasan saya lagi. Terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Diskusi soal penelitian memang asyik banget&#8230;rasanya bermanfaat banget ada di web ini. Saya mhsw PS dengan program kekhususan PERENCANAAN PENDIDIKAN dan kebetulan juga lagi mau ngerjakan TA, Btw yang diobrolkan diatas bisa jadi masukkan banget..tapi melakukan penelitian memang nggak segampang teorinya. Pak Romi said that &#8220;Penelitian selalu dimulai adanya suatu masalah, dan tujuan penelitian untuk memecahkan masalah tersebut&#8221;. Masalahnya nih pak&#8230;kadang yang kita anggap masalah dan mau kita teliti ternyata setelah di discuss lagi ma pembimbingnya bisa jadi bukan suatu masalah. Misalkan ada data seperti ini pak (outlinenya aja)&#8230;TEMA TA :<br />
Mengembangkan potensi daerah melalui peningkatan mutu pendidikan </p>
<p>RENCANA JUDUL :<br />
Pengembangan Sektor  Perdagangan dan Jasa Melalui Peningkatan Mutu Pendidikan pada Jenjang SMK di Kota X.</p>
<p>LATAR BELAKANG :<br />
Potensi Kota X :<br />
a. Potensi Daerah :<br />
-	Posisi kota yang strategis sebagai sentra daerah hinterland dan  ditetapkan sebagai kota SWP Jawa Timur bagian barat<br />
-	Letak yang strategis tersebut memberikan peran Kota X sebagai pengatur arus barang dan jasa serta sebagai penyedia fasilitas-fasilitas pelayanan dalam skala SWP<br />
-	Terdapat sektor industri besar seperti industri kereta api  yang memberikan kontribusi besar tehadap PDRB<br />
-	Menjadi pusat pengembangan ekonomi pada sektor perdagangan dan jasa, serta pendidikan:<br />
-	Sektor perdagangan disini adalah pusat perbelanjaan, perdagangan skala besar, perdagangan grosir dan sentra-sentra produksi<br />
-	Adanya setor-sektor informal (industri sedang dan kecil) sebagai penyerap tenaga kerja<br />
b. Potensi Pendidikan :<br />
-    Jumlah sarana dan prasarana yang memadai<br />
-    Tingginya minat sekolah masyarakat Kota X dan juga daerah hinterland Kota X<br />
-	Untuk bidang pendidikan, Kota X sebagai pusat pendidikan bagi wilayah Jawa Timur bagian barat.</p>
<p>PERMASALAHAN:<br />
-	Belum tersedianya kajian daerah hinterland sebagai potensi pasar dan sumber daya<br />
-	Belum adanya penataan dan pemberdayaan sektor-sektor informal<br />
-	Masih rendahnya daya  saing produk unggulan<br />
-	Rendahnya alokasi anggaran untuk peningkatan SDM guru<br />
-	Tuntutan atas kualitas lulusan sekolah makin tinggi di era globalisasi</p>
<p>Nah, menurut Pak Romi&#8230;Rencana judul diatas sudah sesuai dan memuat permasalahan yang ada di Kota X tersebut atau belum? Ditanggapi ya pak&#8230; syukur-syukur bias diulas and diberi masukan via email jadi bisa menambah wawasan saya lagi. Terimakasih.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Romi Satria Wahono</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-25075</link>
		<pubDate>Sun, 03 Jun 2007 15:31:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-25075</guid>
					<description># Indiarto: Sekali lagi asal mengikuti pola tahapan penelitian, ya itu memang penelitian. Kalaupun kita mengambil tema &quot;membangun sistem X ...&quot; tetap pasti ada motivasi (background) kenapa sistem itu perlu dibuat. Nah ini yang disebut MASALAH. Penelitian selalu dimulai adanya suatu masalah, dan tujuan penelitian untuk memecahkan masalah tersebut.

# Hardy: Sudah coba doaj.org, scholar.google.com dan citeseer.ist.psu.edu ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># Indiarto: Sekali lagi asal mengikuti pola tahapan penelitian, ya itu memang penelitian. Kalaupun kita mengambil tema &#8220;membangun sistem X &#8230;&#8221; tetap pasti ada motivasi (background) kenapa sistem itu perlu dibuat. Nah ini yang disebut MASALAH. Penelitian selalu dimulai adanya suatu masalah, dan tujuan penelitian untuk memecahkan masalah tersebut.</p>
<p># Hardy: Sudah coba doaj.org, scholar.google.com dan citeseer.ist.psu.edu ?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ario</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-25016</link>
		<pubDate>Sat, 02 Jun 2007 14:56:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-25016</guid>
					<description>AsS...
Salam kenal pak...
sukses selalu..
terima kasih atas tulisan menganai Research.. kebetulan sekarang lagi belajar meneliti (sekarang baru semester 4 T. Sipi..)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>AsS&#8230;<br />
Salam kenal pak&#8230;<br />
sukses selalu..<br />
terima kasih atas tulisan menganai Research.. kebetulan sekarang lagi belajar meneliti (sekarang baru semester 4 T. Sipi..)
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: hardy</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-24448</link>
		<pubDate>Sat, 26 May 2007 18:01:39 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-24448</guid>
					<description>waah mengenai TA, emang membingungkan pada saat awalnya. apalagi kalo harus menginterpretasikan sejumlah ide yang ada dikepala tapi ngga tau &quot;how to write&quot;... sama aja kayak pergi ke bogor tapi ngga tau harus naik apa... susah mencari jurnal yang sesuai dengan apa yang ada dikepala.. gmana ada yang bisa bantu gmana caranya mendapatkan jurnal penulisan secara mudah dan murah (gratis)???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waah mengenai TA, emang membingungkan pada saat awalnya. apalagi kalo harus menginterpretasikan sejumlah ide yang ada dikepala tapi ngga tau &#8220;how to write&#8221;&#8230; sama aja kayak pergi ke bogor tapi ngga tau harus naik apa&#8230; susah mencari jurnal yang sesuai dengan apa yang ada dikepala.. gmana ada yang bisa bantu gmana caranya mendapatkan jurnal penulisan secara mudah dan murah (gratis)???
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: indiarto</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-20568</link>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2007 13:43:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-20568</guid>
					<description>lagi bingung nih, 
gue kan kul di PS sistem informasi. tema-tema TA tempat gue itu ya pokoknya asal ngembangin sistem informasi di organisasi .. ya macem-macem spt sisfo penggajian, sisfo inventori, sisfo akademik, DSS, GIS lah dll. Bingungnya tu begini, TA kan -katanya- ditujukan untuk berlatih meneliti. Tapi rasa-2 nya kok gue ga merasa neliti tapi perasaan cuman buat/ngerjain proyek sisfo doang. Topik saya ini penelitian atau proyek ?

Lebih rancu lagi ni, di laporan TA gue kan ada sub bab Metodologi Penelitian nya, gue harus tulis Metodologi Pengembangan Sistem atau Metodologi Penelitian ya ? Taruhlah saat ini saya lagi nyiapin TA saya begini &quot;Pengembangan Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Titik-titik Reklame Jalan Raya di Kota X&quot;. Untuk merealisasi, saya pilih metodologi yg klasik saja deh, semisal pake pendekatan Waterfall. Salah pilih metodologi ga ya ? mroyek apa meneliti ni ? nurut pak romi bigimana ? sudah tepat belum ni persepsi saya.

Terus ... di bagian latar belakang kan sudah saya tulis fakta-fakta saat ini seperti belum adanya media yang dapat digunakan secara efisien oleh pengelola reklame (Pemkot) untuk memantau titik-titik reklame mana yang sudah kedaluarsa, yang belum dipakai, sudah bayar pajak belum, spesifikasi reklame masing-masing titik dll. Bagi calon pemasang reklame juga kesulitan mengakses informasi seputar spesifikasi reklame tiap-tiap titik spt lokasi, tarif, ukuran, posisi dll. Terus gimana saya harus menuliskan yang namanya Perumusan Masalah ?. 
Ada saran temen nulis begini : &quot;Bagaimana rancangan sistem informasi geografis pemetaan titik-titik reklame yang dapat mengatasi bla bla bla&quot;. Ada juga yang menyarankan untuk membuat list masalah (resume latar belakang). Kira-kira bunyinya begini : Masalah dalam penelitian ini adalah belum adanya media informasi yang dapat bla bla bla. Ada juga yang kasih saran model perumusan masalah yang berbau hipotesis yang bunyinya begini ... 1. SIG Pemetaan titik-titik reklame dapat meningkatkan kinerja sistem pengelolaan reklame bagi pengelola (efisiensi, akurasi, uptodate). 2. SIG Pemetaan titik-titik reklame dapat mempermudah akses dan layanan informasi bagi calon pemasang reklame (usability). Yang ini nanti harus ada uji hipotesisnya (-katanya-). Selain ngembangin SIG juga harus menguji apakah implementasi SIG memang dapat menjawab hipotesis-2 tadi begitu (observasi pasca implementasi).

Help me nih ... gimana cara menuliskan perumusan masalah dengan baik. Kasih contoh dehhhhhh. Satu lagi, apa setiap penelitian itu perlu hipotesis ?Pekerjaan proyek begituan apa juga bisa disebut penelitian? Di bagian manakah kita menunjukkan letak penelitiannya dalam TA itu?

Thanks atas kesempatannya, kalau tidak keberatan .. tanggapi lewat email ya hehehehe.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lagi bingung nih,<br />
gue kan kul di PS sistem informasi. tema-tema TA tempat gue itu ya pokoknya asal ngembangin sistem informasi di organisasi .. ya macem-macem spt sisfo penggajian, sisfo inventori, sisfo akademik, DSS, GIS lah dll. Bingungnya tu begini, TA kan -katanya- ditujukan untuk berlatih meneliti. Tapi rasa-2 nya kok gue ga merasa neliti tapi perasaan cuman buat/ngerjain proyek sisfo doang. Topik saya ini penelitian atau proyek ?</p>
<p>Lebih rancu lagi ni, di laporan TA gue kan ada sub bab Metodologi Penelitian nya, gue harus tulis Metodologi Pengembangan Sistem atau Metodologi Penelitian ya ? Taruhlah saat ini saya lagi nyiapin TA saya begini &#8220;Pengembangan Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Titik-titik Reklame Jalan Raya di Kota X&#8221;. Untuk merealisasi, saya pilih metodologi yg klasik saja deh, semisal pake pendekatan Waterfall. Salah pilih metodologi ga ya ? mroyek apa meneliti ni ? nurut pak romi bigimana ? sudah tepat belum ni persepsi saya.</p>
<p>Terus &#8230; di bagian latar belakang kan sudah saya tulis fakta-fakta saat ini seperti belum adanya media yang dapat digunakan secara efisien oleh pengelola reklame (Pemkot) untuk memantau titik-titik reklame mana yang sudah kedaluarsa, yang belum dipakai, sudah bayar pajak belum, spesifikasi reklame masing-masing titik dll. Bagi calon pemasang reklame juga kesulitan mengakses informasi seputar spesifikasi reklame tiap-tiap titik spt lokasi, tarif, ukuran, posisi dll. Terus gimana saya harus menuliskan yang namanya Perumusan Masalah ?.<br />
Ada saran temen nulis begini : &#8220;Bagaimana rancangan sistem informasi geografis pemetaan titik-titik reklame yang dapat mengatasi bla bla bla&#8221;. Ada juga yang menyarankan untuk membuat list masalah (resume latar belakang). Kira-kira bunyinya begini : Masalah dalam penelitian ini adalah belum adanya media informasi yang dapat bla bla bla. Ada juga yang kasih saran model perumusan masalah yang berbau hipotesis yang bunyinya begini &#8230; 1. SIG Pemetaan titik-titik reklame dapat meningkatkan kinerja sistem pengelolaan reklame bagi pengelola (efisiensi, akurasi, uptodate). 2. SIG Pemetaan titik-titik reklame dapat mempermudah akses dan layanan informasi bagi calon pemasang reklame (usability). Yang ini nanti harus ada uji hipotesisnya (-katanya-). Selain ngembangin SIG juga harus menguji apakah implementasi SIG memang dapat menjawab hipotesis-2 tadi begitu (observasi pasca implementasi).</p>
<p>Help me nih &#8230; gimana cara menuliskan perumusan masalah dengan baik. Kasih contoh dehhhhhh. Satu lagi, apa setiap penelitian itu perlu hipotesis ?Pekerjaan proyek begituan apa juga bisa disebut penelitian? Di bagian manakah kita menunjukkan letak penelitiannya dalam TA itu?</p>
<p>Thanks atas kesempatannya, kalau tidak keberatan .. tanggapi lewat email ya hehehehe.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: huda</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-18304</link>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2007 10:45:07 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-18304</guid>
					<description>wekks.. penelitian.. jadi ingat akan sesuatu.. penelitianku gmn nasibnya y?? :d

thx atas infonya.. berguna banget..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wekks.. penelitian.. jadi ingat akan sesuatu.. penelitianku gmn nasibnya y?? :d</p>
<p>thx atas infonya.. berguna banget..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Romi Satria Wahono</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-17973</link>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2007 10:23:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-17973</guid>
					<description># Riri: Om Riri memang selalu bermutu heheheh. Kalau menurutku gampangnya gini, hakekat penelitian itu untuk memecahkan masalah. Jadi kalau ada data perusahaan  yang secara time-series menunjukkan ada kerugian, berarti itu baru sampai pada tahap masalah. Kita membuat approach, model dan solusi untuk memecahkan masalah tersebut, kemudian kita implementasikan ke perusahaan. Setahun kemudian data diambil lagi, dengan beberapa parameter yang kita tentukan kita bisa cek seberapa efektif approach, model dan solusi kita. Nah seperti itulah penelitian. Kalau hanya sampai ke pengambilan data dan tidak ada solusi, itu belum selesai penelitian, mungkin baru level problem identification.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># Riri: Om Riri memang selalu bermutu heheheh. Kalau menurutku gampangnya gini, hakekat penelitian itu untuk memecahkan masalah. Jadi kalau ada data perusahaan  yang secara time-series menunjukkan ada kerugian, berarti itu baru sampai pada tahap masalah. Kita membuat approach, model dan solusi untuk memecahkan masalah tersebut, kemudian kita implementasikan ke perusahaan. Setahun kemudian data diambil lagi, dengan beberapa parameter yang kita tentukan kita bisa cek seberapa efektif approach, model dan solusi kita. Nah seperti itulah penelitian. Kalau hanya sampai ke pengambilan data dan tidak ada solusi, itu belum selesai penelitian, mungkin baru level problem identification.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Riri Satria</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-17746</link>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2007 04:46:36 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-17746</guid>
					<description>Nah, mohon izin untuk ikutan nimbrung Pak Romi ...

Misalnya begini : Jika kita melakukan penelitian terhadap sebuah perusahaan, dan didapat fakta berikut ini, tahun 2002 rugi, tahun 2003 masih rugi, tahun 2004 rugi, tahun 2005 juga rugi, tahun 2006 juga merugi, lalu dilakukan regresi linier, maka kesimpulannya tahun 2007 juga akan rugi, bahkan jangan-jangan 2008 juga akan rugi ! Apakah memang demikian ? Linierisasi memang membuat berbagai reduksi terhadap fakta atau kenyataan yang sebenarnya di dunia nyata. Ini tentu sangat melecehkan kita sebagai eksekutif perusahaan, seakan-akan sudah divonis berdasarkan statistik peramalam bahwa dua tahun ke depan akan rugi.

Apakah memang begitu hakekat penelitian ? Apakah itu yang disebut ilmiah ?

Apakah kita tidak bisa melakukan inovasi ? Artinya mematahkan kurva linier tadi, sehingga membuat terobosan dan perusahaan menjadi profit ? Pada kenyataannya di dunia bisnis nyata ini bisa dilakukan. Saya ingat dengan kurva patah yang dibuat oleh Jim Collins dalam buku “Good to Great” bagaimana good company berubah menjadi great company. Paradigma linierisasi pasti tidak bisa mengakomodasi kurva patah seperti ini. Makanya, metodologi empiris atau asumsi yang mengatakan bahwa masa depan adalah releksi dari masa lalu tidak selamanya benar. Mungkin metode ini benar untuk ilmu alam, yang sering dipergunakan dalam paradigma positivism dalam riset.

Para akademisi kemudian mencoba untuk mengembangkan berbagai metode untuk penelitian yang sifatnya untuk keperluan sintesis (bukan untuk analisis, di mana alat untuk analisis yang paling ampuh sudah ada, yaitu statistik dan logika). Sehingga muncul berbagai metodologi, antara lain general system theory (GST), yang merupakan kombinasi dari fungsi matematika, operasi logika, dan sebagainya, yanag sering dikenal juga dengan istilah black box system. Metode GST ini dikelompokkan atas 2 kategori, yaitu hard system theory (HST) serta soft system theory (SST).

mengenai epistemology yaitu mengenai asal suatu teori dalam ilmu pengetahuan. Dalam epistemology kita mengenal aliran positivism serta anti-positivism.

Pada aliran positivism, dikenal prinsip “it is possible to observe the empirical world in a netral manner through the accumulation of objective sense-data“. Pada aliran ini, kita bisa bertindak dengan netral dan objektif mengamati sekumpulan data (bahkan dalam bentuk sampel) dan bisa melakukan generalisasi kesimpulan (external validity).

Ciri khas dari aliran ini adalah tersedianya sophisticated tools seperti regresi statistik, multi-regresi, sampai dengan SEM (structured equation modelling), bahkan penelitian kualitatif pun bisa tergolong aliran ini jika dia berupaya untuk menggeneralisasi kesimpulan dari sekumpulan sampel.

Aliran positivism sebetulnya berkembang untuk riset di bidang ilmu alam. Dengan menggunakan sampel di beberapa tempat belahan bumi ini, akhirnya orang bisa menyimpulkan teori gravitasi yang berlaku di belahan bumi manapun.

Tetapi pertanyaannya adalah, apakah paradigma berpikir seperti ini juga berlaku di ilmu sosial ? termasuk dalam manajemen organisasi ? Banyak pihak yang menolak paradigma positivism dalam melakukan riset di ilmu sosial, karena terdapat perbedaan budaya, serta setumpuk perbedaan lainnya. Untuk itu, mencullah aliran anti-positivism dengan prinsip “there is no netral grounds for knowledge since all observation is value and theory-laden“.

Jadi tulisan Mas Romi di atas kayaknya memiliki paradigma positivism dan analitis ... cirinya adalah step nomor 6 .. yaitu mencari general value of conclusions.

Nah, menarik nih membahas mengenai paradigma penelitian .. dengan berbagai perangkat metodologinya.

Silakan lihat tulisan saya mengenai hal ini &lt;a href=&quot;http://ririsatria.wordpress.com/2007/03/11/paradigma-dalam-metode-riset-manajemen&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt; di sini ... serta &lt;a href=&quot;http://ririsatria.wordpress.com/2007/03/04/epitemology-positivism-vs-anti-positivism&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt; di sini .... &lt;/a&gt;

Mudah2an bisa sedikit memberikan kontribusi Mas ... he he he ..

Terima kasih Bos Romi !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nah, mohon izin untuk ikutan nimbrung Pak Romi &#8230;</p>
<p>Misalnya begini : Jika kita melakukan penelitian terhadap sebuah perusahaan, dan didapat fakta berikut ini, tahun 2002 rugi, tahun 2003 masih rugi, tahun 2004 rugi, tahun 2005 juga rugi, tahun 2006 juga merugi, lalu dilakukan regresi linier, maka kesimpulannya tahun 2007 juga akan rugi, bahkan jangan-jangan 2008 juga akan rugi ! Apakah memang demikian ? Linierisasi memang membuat berbagai reduksi terhadap fakta atau kenyataan yang sebenarnya di dunia nyata. Ini tentu sangat melecehkan kita sebagai eksekutif perusahaan, seakan-akan sudah divonis berdasarkan statistik peramalam bahwa dua tahun ke depan akan rugi.</p>
<p>Apakah memang begitu hakekat penelitian ? Apakah itu yang disebut ilmiah ?</p>
<p>Apakah kita tidak bisa melakukan inovasi ? Artinya mematahkan kurva linier tadi, sehingga membuat terobosan dan perusahaan menjadi profit ? Pada kenyataannya di dunia bisnis nyata ini bisa dilakukan. Saya ingat dengan kurva patah yang dibuat oleh Jim Collins dalam buku “Good to Great” bagaimana good company berubah menjadi great company. Paradigma linierisasi pasti tidak bisa mengakomodasi kurva patah seperti ini. Makanya, metodologi empiris atau asumsi yang mengatakan bahwa masa depan adalah releksi dari masa lalu tidak selamanya benar. Mungkin metode ini benar untuk ilmu alam, yang sering dipergunakan dalam paradigma positivism dalam riset.</p>
<p>Para akademisi kemudian mencoba untuk mengembangkan berbagai metode untuk penelitian yang sifatnya untuk keperluan sintesis (bukan untuk analisis, di mana alat untuk analisis yang paling ampuh sudah ada, yaitu statistik dan logika). Sehingga muncul berbagai metodologi, antara lain general system theory (GST), yang merupakan kombinasi dari fungsi matematika, operasi logika, dan sebagainya, yanag sering dikenal juga dengan istilah black box system. Metode GST ini dikelompokkan atas 2 kategori, yaitu hard system theory (HST) serta soft system theory (SST).</p>
<p>mengenai epistemology yaitu mengenai asal suatu teori dalam ilmu pengetahuan. Dalam epistemology kita mengenal aliran positivism serta anti-positivism.</p>
<p>Pada aliran positivism, dikenal prinsip “it is possible to observe the empirical world in a netral manner through the accumulation of objective sense-data“. Pada aliran ini, kita bisa bertindak dengan netral dan objektif mengamati sekumpulan data (bahkan dalam bentuk sampel) dan bisa melakukan generalisasi kesimpulan (external validity).</p>
<p>Ciri khas dari aliran ini adalah tersedianya sophisticated tools seperti regresi statistik, multi-regresi, sampai dengan SEM (structured equation modelling), bahkan penelitian kualitatif pun bisa tergolong aliran ini jika dia berupaya untuk menggeneralisasi kesimpulan dari sekumpulan sampel.</p>
<p>Aliran positivism sebetulnya berkembang untuk riset di bidang ilmu alam. Dengan menggunakan sampel di beberapa tempat belahan bumi ini, akhirnya orang bisa menyimpulkan teori gravitasi yang berlaku di belahan bumi manapun.</p>
<p>Tetapi pertanyaannya adalah, apakah paradigma berpikir seperti ini juga berlaku di ilmu sosial ? termasuk dalam manajemen organisasi ? Banyak pihak yang menolak paradigma positivism dalam melakukan riset di ilmu sosial, karena terdapat perbedaan budaya, serta setumpuk perbedaan lainnya. Untuk itu, mencullah aliran anti-positivism dengan prinsip “there is no netral grounds for knowledge since all observation is value and theory-laden“.</p>
<p>Jadi tulisan Mas Romi di atas kayaknya memiliki paradigma positivism dan analitis &#8230; cirinya adalah step nomor 6 .. yaitu mencari general value of conclusions.</p>
<p>Nah, menarik nih membahas mengenai paradigma penelitian .. dengan berbagai perangkat metodologinya.</p>
<p>Silakan lihat tulisan saya mengenai hal ini <a href="http://ririsatria.wordpress.com/2007/03/11/paradigma-dalam-metode-riset-manajemen" rel="nofollow"> di sini &#8230; serta <a href="http://ririsatria.wordpress.com/2007/03/04/epitemology-positivism-vs-anti-positivism" rel="nofollow"> di sini &#8230;. </a></p>
<p>Mudah2an bisa sedikit memberikan kontribusi Mas &#8230; he he he ..</p>
<p>Terima kasih Bos Romi !
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Romi Satria Wahono</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-17466</link>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2007 17:47:27 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-17466</guid>
					<description># MAW: Bener om kombor, dunia penelitian kita penuh dengan plagiarism. Hebatnya banyak yang plagiarism terhadap karyanya sendiri :) Atau kata lain, tahun ini diajukan untuk dapat grant penelitian, tahun depan diajukan lagi dengan judul dan abstrak diubah-ubah dikit, tapi isinya sama :) Saya perlu banyak data untuk menulisnya secara lengkap, belum bisa sekarang ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># MAW: Bener om kombor, dunia penelitian kita penuh dengan plagiarism. Hebatnya banyak yang plagiarism terhadap karyanya sendiri <img src='http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Atau kata lain, tahun ini diajukan untuk dapat grant penelitian, tahun depan diajukan lagi dengan judul dan abstrak diubah-ubah dikit, tapi isinya sama <img src='http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Saya perlu banyak data untuk menulisnya secara lengkap, belum bisa sekarang &#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: MAW</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-17388</link>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2007 09:19:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-17388</guid>
					<description>Pak, buat sebagian besar mahasiswa, penelitian merupakan hal yang rumit dan sulit. Bagi sebagian kecil yang lain, penelitian dijadikan proyek untuk menangguk untung. Bahkan, tidak jarang demi uang proyek, melakukan plagiarism juga dilakukan.

Bagaimana dengan plagiarism itu? Mungkin Pak Romi bisa membuat satu tulisan sendiri mengenai hal itu. Pak Romi kan dari LIPI. Ada nggak plagiarism yang dilakukan orang-orang LIPI?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak, buat sebagian besar mahasiswa, penelitian merupakan hal yang rumit dan sulit. Bagi sebagian kecil yang lain, penelitian dijadikan proyek untuk menangguk untung. Bahkan, tidak jarang demi uang proyek, melakukan plagiarism juga dilakukan.</p>
<p>Bagaimana dengan plagiarism itu? Mungkin Pak Romi bisa membuat satu tulisan sendiri mengenai hal itu. Pak Romi kan dari LIPI. Ada nggak plagiarism yang dilakukan orang-orang LIPI?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: jeehan</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-17374</link>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2007 15:15:41 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-17374</guid>
					<description>thanks... 
tulisan mas ini akan saya teruskan ke dosen saya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thanks&#8230;<br />
tulisan mas ini akan saya teruskan ke dosen saya
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Romi Satria Wahono</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-16311</link>
		<pubDate>Sun, 11 Mar 2007 02:24:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-16311</guid>
					<description>#Zaki: apa definisi sumbangsih keilmuan? Justru di Indonesia banyak dosen mengarahkan research computer science untuk hal-hal canggih, padahal di luar negeri banyak penelitian mahasiwa yang sederhana. Sekali lagi konsep research adalah adanya &quot;kebutuhan&quot; atau &quot;masalah&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Zaki: apa definisi sumbangsih keilmuan? Justru di Indonesia banyak dosen mengarahkan research computer science untuk hal-hal canggih, padahal di luar negeri banyak penelitian mahasiwa yang sederhana. Sekali lagi konsep research adalah adanya &#8220;kebutuhan&#8221; atau &#8220;masalah&#8221;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: zaki</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-15890</link>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2007 04:15:26 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-15890</guid>
					<description>Di posisi mana sikap skeptis berada Pak?
Oya, denger2 dr dosen, dari sekian banyak riset &lt;em&gt;Computer Science&lt;/em&gt; (di Indonesia/dunia?) hanya 20%-nya saja yg memberi sumbangsih keilmuan. Tp, tentunya penelitian kan tak hanya untuk hal2 teramat-sangat-canggih ya Pak. Bisa jd di negara lain sdh dikaji, sementara di kita malah dianggap sbg &quot;penerapan&quot; semata. CMIIW.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di posisi mana sikap skeptis berada Pak?<br />
Oya, denger2 dr dosen, dari sekian banyak riset <em>Computer Science</em> (di Indonesia/dunia?) hanya 20%-nya saja yg memberi sumbangsih keilmuan. Tp, tentunya penelitian kan tak hanya untuk hal2 teramat-sangat-canggih ya Pak. Bisa jd di negara lain sdh dikaji, sementara di kita malah dianggap sbg &#8220;penerapan&#8221; semata. CMIIW.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Romi Satria Wahono</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-15290</link>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2007 15:13:51 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2007/03/06/hakekat-penelitian/#comment-15290</guid>
					<description># pepie: saya pikir tahapannya ya harus dimulai dari baca ;) Inti studi literatur itu baca. Universitas di Jepang itu tingkat 4 awal, mahasiswa sudah tidak boleh kuliah, pekerjaan harian mereka ya baca banyak jurnal/proceedings, buku, studi literatur, dsb. Sampai kira-kira 3-4 bulan dan si mahasiswa bisa nentukan topik research untuk thesis atau tugas akhir mereka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># pepie: saya pikir tahapannya ya harus dimulai dari baca <img src='http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Inti studi literatur itu baca. Universitas di Jepang itu tingkat 4 awal, mahasiswa sudah tidak boleh kuliah, pekerjaan harian mereka ya baca banyak jurnal/proceedings, buku, studi literatur, dsb. Sampai kira-kira 3-4 bulan dan si mahasiswa bisa nentukan topik research untuk thesis atau tugas akhir mereka.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
