<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.0" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: PNS Tidak Cocok Untuk &#8230;</title>
	<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/</link>
	<description>e-Learning | Software Engineering | Networking | Internet Marketing | Opensource | Knowledge Management</description>
	<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 17:29:22 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.0</generator>

	<item>
		<title>by: kalimusada</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-102928</link>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 13:16:20 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-102928</guid>
					<description>Kebetulan sekali pak, saat ini saya juga sedang dalam keadaan yang sangat bimbang. Saya Alhamdulillah keterima PNS lewat Testing, baru setahun lepas dari CPNS. Saya dari pesantren kebetulan saya sangat mencintai berdakwah ke pedalaman-pedalaman. Saat itu saya merasa hidup saya sangat tenang, ada kebanggaan dalam diri saya meskipun secara lahiriah kehidupan saya jauh dari cukup. Namun saat ini kebetulan saya seorang Pranata Komputer Pemda yang dari hari ke hari hidup dalam lingkungan dan kehidupan yang sangat bertolak belakang dengan jiwa saya, apalagi prinsip hidup. Saya merasa tertekan, kebanggaan diri saya entah kemana. Topik pembicaraan selalu berputar pada SPPD, kenaikan gaji, insentif dll dll. Sebagai pelampiasan saya curahkan di usaha saya (warnet) sebagai curahan hoby saya. Namun saya buka hanya samapai sore, sebab malamnya saya pakai buat belajar dari mereka-mereka yang konsisten di bidang da'wah meski via internet. Mungkin kalau ada diantara pembaca yang juga background pendidikan dan idealisme yang sama dengan saya, sebaiknya pikirkan kembali niatan jadi PNS. Karena sesuatu yang bertolak belakang dengan jiwa dan hati kita hanya akan membuat kita merasa hampa dan merasa hidup kita tidak berharga. Saya tidak menyesali semua ini, tapi jujur saja saya sangat tertekan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kebetulan sekali pak, saat ini saya juga sedang dalam keadaan yang sangat bimbang. Saya Alhamdulillah keterima PNS lewat Testing, baru setahun lepas dari CPNS. Saya dari pesantren kebetulan saya sangat mencintai berdakwah ke pedalaman-pedalaman. Saat itu saya merasa hidup saya sangat tenang, ada kebanggaan dalam diri saya meskipun secara lahiriah kehidupan saya jauh dari cukup. Namun saat ini kebetulan saya seorang Pranata Komputer Pemda yang dari hari ke hari hidup dalam lingkungan dan kehidupan yang sangat bertolak belakang dengan jiwa saya, apalagi prinsip hidup. Saya merasa tertekan, kebanggaan diri saya entah kemana. Topik pembicaraan selalu berputar pada SPPD, kenaikan gaji, insentif dll dll. Sebagai pelampiasan saya curahkan di usaha saya (warnet) sebagai curahan hoby saya. Namun saya buka hanya samapai sore, sebab malamnya saya pakai buat belajar dari mereka-mereka yang konsisten di bidang da&#8217;wah meski via internet. Mungkin kalau ada diantara pembaca yang juga background pendidikan dan idealisme yang sama dengan saya, sebaiknya pikirkan kembali niatan jadi PNS. Karena sesuatu yang bertolak belakang dengan jiwa dan hati kita hanya akan membuat kita merasa hampa dan merasa hidup kita tidak berharga. Saya tidak menyesali semua ini, tapi jujur saja saya sangat tertekan.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Widdi</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-102589</link>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 03:05:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-102589</guid>
					<description>Wah...mas, aku mbaca tulisanmu rasanya &quot;akuuuu banget&quot;...sekarang aku kerja di Badan POM Surabaya. Dulunya milih situ karena niat tulus pengen bantuin ngawasi produk makanan yang beredar di masyarakat. Sampe sekarang niat itu aku jaga bener2 supaya aku gak bete sama sistem yang seperti mas bilang.Aku masuk PNS juga gak pake duit, suap or semacamnya...Murni lewat tes!!
Kebetulan suamiku juga PNS di Deperin Jl Gatot Subroto (eh,dia TN 9 lo...hehehehe).Tapi sukurnya dia punya jiwa wiraswasta, bikin usaha agro dan peternakan di Magelang.Qta jauhan lho....
Oia mas, minya saran dong buat aku yang masih muda ini...aku mau maju terus walau dengan status PNS. Makasih banget ya, Mas! Semangattt!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah&#8230;mas, aku mbaca tulisanmu rasanya &#8220;akuuuu banget&#8221;&#8230;sekarang aku kerja di Badan POM Surabaya. Dulunya milih situ karena niat tulus pengen bantuin ngawasi produk makanan yang beredar di masyarakat. Sampe sekarang niat itu aku jaga bener2 supaya aku gak bete sama sistem yang seperti mas bilang.Aku masuk PNS juga gak pake duit, suap or semacamnya&#8230;Murni lewat tes!!<br />
Kebetulan suamiku juga PNS di Deperin Jl Gatot Subroto (eh,dia TN 9 lo&#8230;hehehehe).Tapi sukurnya dia punya jiwa wiraswasta, bikin usaha agro dan peternakan di Magelang.Qta jauhan lho&#8230;.<br />
Oia mas, minya saran dong buat aku yang masih muda ini&#8230;aku mau maju terus walau dengan status PNS. Makasih banget ya, Mas! Semangattt!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Rizki</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-102504</link>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 13:56:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-102504</guid>
					<description>Salam kenal, Pak Romi, artikel yang sangat menyentuh hati saya.  Saya merasakan kearifan Pak Romi dalam memunculkan artikel ini.  Ini merupakan artikel dahsyat yang pada dasarnya mengundang orang-orang yang memiliki delapan butir sifat seperti yang diungkapkan Pak Romi untuk berduyun-duyun menjadi PNS.  Saya setuju bahwa pada dasarnya yang Pak Romi sampaikan ini adalah suatu renungan sebagai hasil pengalaman pribadi dalam rangka membangun figur PNS ideal.  Untuk itu kepada teman-teman yang merasa diri mempunyai delapan sifat tersebut, mari kita berduyun-duyun menjadi PNS!  Dengan dibanjiri orang-orang seperti Andalah suatu saat kelak apa yang kita semua cita-citakan akan tercapai, insya ALLAH.  Ingat “The doom of a nation can be averted only by a storm of flowing passion, but only those who are passionate themselves can arouse passion in others.”(http://thinkexist.com/quotation/the_doom_of_a_nation_can_be_averted_only_by_a/338077.html  )

Jadi yang saya tangkap adalah, menurut Pak Romi orang-orang yang menjadi PNS seharusnya adalah orang-orang seperti di bawah ini:

1.      Orang yang ingin melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru dan mampu untuk terus istiqomah menuju perbaikan walaupun perubahan tampaknya tak kunjung datang.  Seruwet apapun benang kusut, pasti ada ujungnya...

2.      Orang yang tidak suka melihat uang dan anggaran dipermainkan, diputar-putar dan dipatgulipat. Orang yang memandang bahwa permainan anggaran, permainan perencanaan kegiatan adalah kegiatan yang salah, penuh dosa dan akan mendapatkan balasan setimpal di akherat kelak. Perlu dicatat juga bahwa banyak juga ”PNS lurus” yang tidak menyadari bahwa beberapa fasilitas dan honor yang diterima adalah hasil subsidi silang dari kesemrawutan anggaran dan realisasinya.

3.      Orang yang tidak suka sesuatu berjalan tidak sesuai dengan rencana atau anggaran yang jauh-jauh hari telah ditetapkan. Perencanaan benar-benar diperhitungkan secara teliti sehingga dapat menjaga pelaksanaan tidak jauh menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan.  Dengan cara ini segala sesuatu di negara kita menjadi sesuatu yang teratur, bukan sekedar kebijakan yang sifatnya reaktif saja.

4.      Orang yang tidak tega memalak teman-temannya yang menjadi rekanan bisnis institusinya, dengan meminta kuitansi seharga Rp. 50 juta, padahal nilai pengadaan barang/jasa sebenarnya hanya seharga Rp. 25 juta.  Dengan bisnis yang jujur dan apa adanya itu pengusaha yang ikut proyek pun dapat memberikan barang/jasa yang berkualitas, lebih bagus lagi kalau dia terus menjadi perusahaan yang maju secara sehat.  Dampaknya adalah perusahaan tersebut mampu mengembangkan usaha sehingga menyerap lebih banyak tenaga kerja.

5.      Anak muda yang cerdas, berwawasan dan bisa mengeluarkan dan merangkumkan ide (pendapat) yang lebih brilian dan strategis daripada eselon diatasnya (eselon 4, 3, 2, 1) atau bahkan seorang menteri. Anak muda ini dengan kejernihan pikirannya bisa mengidentifikasi hal-hal yang terlewat dari perhatian senior-seniornya dan dengan kemampuan persuasifnya bisa membuat seniornya ikut melihat hal-hal pula tanpa perlu merasa direndahkan atau dilangkahi.

6.      Orang yang tidak suka dirinya dan hasil kerjanya dinilai hanya dari absensi.  Agar dia tidak hanya sekedar menjadi seonggok kertas berisi tanda tangan dan bilangan yang akan dihitung jumlahnya untuk diganti Uang Lauk Pauk, tetapi bisa benar-benar menjadi insan yang katanya Ki Hadjar Dewantara adalah lebih penting daripada apa yang dimiliki dan apa yang dilakukan.  Itu bisa diawali dengan menghargai diri dalam konteks being, bukan having atau doing saja.

7.      Orang yang merasa kurang apabila bekerja sehari hanya 4 jam.  Karena pada dasarnya iklim negara kita ini sangat memungkinkan kita bekerja dengan nyaman lebih panjang daripada negara-negara lain yang kurang beruntung.  Lagian bangsa kita banyak tertinggal berarti PR-nya mestinya ya lebih banyak dari bangsa lain yang sudah lebih dulu rajin daripada kita.  Orang seperti ini tidak akan menggunakan rumus jam karet dengan cara konvensional.  Ia akan menerapkannya dalam rumusan datang awal pulang belakangan, bukan datang telat pulang cepat.  Saya jadi ingat punya teman sosiolog yang ingin meneliti asal muasal jam karet di negara kita, proposalnya dia masukkan ke JSPS, semoga berhasil kawan.

8.      Orang yang memiliki jiwa enterpreneur dan selalu melihat segala peluang sebagai peluang yang kemungkinan bisa menjadi bisnis. Ini bisa membuat instansi-instansi yang selama ini kurang mampu berkembang atas nama keterbatasan dana dari APBN bisa mengembangkan diri melihat celah kerjasama yang halal tentu saja.  Syukur-syukur bisa mengidentifikasi peluang revenue generating bagi instansinya.

Selain delapan itu, saya urun rembug juga menambah beberapa hal sesuai pemahaman saya, yaitu:

9.  Orang yang tidak terlalu cepat puas berada di zona nyaman dan berusaha selalu mencari tantangan baru.  Tidak terlalu cepat merasa puas hanya bisa melakukan business as usual.  Hidup kan bukan hanya rutinitas, wong sungai saja isinya ndak pernah sama lho.  Isinya selalu baru, ndak mboseni, makanya saya seneng main air di sungai walaupun ndak bisa berenang selain gaya batu dan gaya dadah.

10. Orang yang mempunyai semangat untuk mendidik orang lain sehingga orang tersebut mampu berpikir merdeka dan berdiri di atas kaki sendiri.  Matur nuwun Ki Hajar atas perumusan tujuan pendidikan yang luar biasa itu.

11. Orang yang mampu melihat sisi baik dari setiap keadaan, ndak peduli betapa ancurnya itu.  Apakah gelas itu separuh penuh atau separuh isi tergantung bagaimana persepsi kita melihatnya. 

12. Orang dengan kemampuan kepemimpinan yang bermutu tinggi dengan visi yang jelas dan tidak mudah &quot;dibeli&quot; atau ditekan dan tidak mau menyerah.  Atau meminjam kata-kata Bung Tomo, Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah &amp;#38; putih, maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!  Akan kita ubah semua bendera putih menjadi bendera merah putih sehingga tidak ada lagi kata menyerah dalam kamus kita.

Nah, demikian itu yang saya tangkap dari artikel Pak Romi.  Wah, comment saya kok kepanjangan ya?  Terima kasih Pak Romi atas idealisme mengenai PNS yang Bapak bagi untuk kami.  Maju terus Pak!  Nge-blog terus untuk selamatkan bangsa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal, Pak Romi, artikel yang sangat menyentuh hati saya.  Saya merasakan kearifan Pak Romi dalam memunculkan artikel ini.  Ini merupakan artikel dahsyat yang pada dasarnya mengundang orang-orang yang memiliki delapan butir sifat seperti yang diungkapkan Pak Romi untuk berduyun-duyun menjadi PNS.  Saya setuju bahwa pada dasarnya yang Pak Romi sampaikan ini adalah suatu renungan sebagai hasil pengalaman pribadi dalam rangka membangun figur PNS ideal.  Untuk itu kepada teman-teman yang merasa diri mempunyai delapan sifat tersebut, mari kita berduyun-duyun menjadi PNS!  Dengan dibanjiri orang-orang seperti Andalah suatu saat kelak apa yang kita semua cita-citakan akan tercapai, insya ALLAH.  Ingat “The doom of a nation can be averted only by a storm of flowing passion, but only those who are passionate themselves can arouse passion in others.”(http://thinkexist.com/quotation/the_doom_of_a_nation_can_be_averted_only_by_a/338077.html  )</p>
<p>Jadi yang saya tangkap adalah, menurut Pak Romi orang-orang yang menjadi PNS seharusnya adalah orang-orang seperti di bawah ini:</p>
<p>1.      Orang yang ingin melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru dan mampu untuk terus istiqomah menuju perbaikan walaupun perubahan tampaknya tak kunjung datang.  Seruwet apapun benang kusut, pasti ada ujungnya&#8230;</p>
<p>2.      Orang yang tidak suka melihat uang dan anggaran dipermainkan, diputar-putar dan dipatgulipat. Orang yang memandang bahwa permainan anggaran, permainan perencanaan kegiatan adalah kegiatan yang salah, penuh dosa dan akan mendapatkan balasan setimpal di akherat kelak. Perlu dicatat juga bahwa banyak juga ”PNS lurus” yang tidak menyadari bahwa beberapa fasilitas dan honor yang diterima adalah hasil subsidi silang dari kesemrawutan anggaran dan realisasinya.</p>
<p>3.      Orang yang tidak suka sesuatu berjalan tidak sesuai dengan rencana atau anggaran yang jauh-jauh hari telah ditetapkan. Perencanaan benar-benar diperhitungkan secara teliti sehingga dapat menjaga pelaksanaan tidak jauh menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan.  Dengan cara ini segala sesuatu di negara kita menjadi sesuatu yang teratur, bukan sekedar kebijakan yang sifatnya reaktif saja.</p>
<p>4.      Orang yang tidak tega memalak teman-temannya yang menjadi rekanan bisnis institusinya, dengan meminta kuitansi seharga Rp. 50 juta, padahal nilai pengadaan barang/jasa sebenarnya hanya seharga Rp. 25 juta.  Dengan bisnis yang jujur dan apa adanya itu pengusaha yang ikut proyek pun dapat memberikan barang/jasa yang berkualitas, lebih bagus lagi kalau dia terus menjadi perusahaan yang maju secara sehat.  Dampaknya adalah perusahaan tersebut mampu mengembangkan usaha sehingga menyerap lebih banyak tenaga kerja.</p>
<p>5.      Anak muda yang cerdas, berwawasan dan bisa mengeluarkan dan merangkumkan ide (pendapat) yang lebih brilian dan strategis daripada eselon diatasnya (eselon 4, 3, 2, 1) atau bahkan seorang menteri. Anak muda ini dengan kejernihan pikirannya bisa mengidentifikasi hal-hal yang terlewat dari perhatian senior-seniornya dan dengan kemampuan persuasifnya bisa membuat seniornya ikut melihat hal-hal pula tanpa perlu merasa direndahkan atau dilangkahi.</p>
<p>6.      Orang yang tidak suka dirinya dan hasil kerjanya dinilai hanya dari absensi.  Agar dia tidak hanya sekedar menjadi seonggok kertas berisi tanda tangan dan bilangan yang akan dihitung jumlahnya untuk diganti Uang Lauk Pauk, tetapi bisa benar-benar menjadi insan yang katanya Ki Hadjar Dewantara adalah lebih penting daripada apa yang dimiliki dan apa yang dilakukan.  Itu bisa diawali dengan menghargai diri dalam konteks being, bukan having atau doing saja.</p>
<p>7.      Orang yang merasa kurang apabila bekerja sehari hanya 4 jam.  Karena pada dasarnya iklim negara kita ini sangat memungkinkan kita bekerja dengan nyaman lebih panjang daripada negara-negara lain yang kurang beruntung.  Lagian bangsa kita banyak tertinggal berarti PR-nya mestinya ya lebih banyak dari bangsa lain yang sudah lebih dulu rajin daripada kita.  Orang seperti ini tidak akan menggunakan rumus jam karet dengan cara konvensional.  Ia akan menerapkannya dalam rumusan datang awal pulang belakangan, bukan datang telat pulang cepat.  Saya jadi ingat punya teman sosiolog yang ingin meneliti asal muasal jam karet di negara kita, proposalnya dia masukkan ke JSPS, semoga berhasil kawan.</p>
<p>8.      Orang yang memiliki jiwa enterpreneur dan selalu melihat segala peluang sebagai peluang yang kemungkinan bisa menjadi bisnis. Ini bisa membuat instansi-instansi yang selama ini kurang mampu berkembang atas nama keterbatasan dana dari APBN bisa mengembangkan diri melihat celah kerjasama yang halal tentu saja.  Syukur-syukur bisa mengidentifikasi peluang revenue generating bagi instansinya.</p>
<p>Selain delapan itu, saya urun rembug juga menambah beberapa hal sesuai pemahaman saya, yaitu:</p>
<p>9.  Orang yang tidak terlalu cepat puas berada di zona nyaman dan berusaha selalu mencari tantangan baru.  Tidak terlalu cepat merasa puas hanya bisa melakukan business as usual.  Hidup kan bukan hanya rutinitas, wong sungai saja isinya ndak pernah sama lho.  Isinya selalu baru, ndak mboseni, makanya saya seneng main air di sungai walaupun ndak bisa berenang selain gaya batu dan gaya dadah.</p>
<p>10. Orang yang mempunyai semangat untuk mendidik orang lain sehingga orang tersebut mampu berpikir merdeka dan berdiri di atas kaki sendiri.  Matur nuwun Ki Hajar atas perumusan tujuan pendidikan yang luar biasa itu.</p>
<p>11. Orang yang mampu melihat sisi baik dari setiap keadaan, ndak peduli betapa ancurnya itu.  Apakah gelas itu separuh penuh atau separuh isi tergantung bagaimana persepsi kita melihatnya. </p>
<p>12. Orang dengan kemampuan kepemimpinan yang bermutu tinggi dengan visi yang jelas dan tidak mudah &#8220;dibeli&#8221; atau ditekan dan tidak mau menyerah.  Atau meminjam kata-kata Bung Tomo, Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah &amp; putih, maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!  Akan kita ubah semua bendera putih menjadi bendera merah putih sehingga tidak ada lagi kata menyerah dalam kamus kita.</p>
<p>Nah, demikian itu yang saya tangkap dari artikel Pak Romi.  Wah, comment saya kok kepanjangan ya?  Terima kasih Pak Romi atas idealisme mengenai PNS yang Bapak bagi untuk kami.  Maju terus Pak!  Nge-blog terus untuk selamatkan bangsa.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Setio</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-97590</link>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 15:27:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-97590</guid>
					<description>setuju mas, but apakah keluar PNS sebagai jawabannya?

kalo iya saya ikutan keluar juga aaah....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju mas, but apakah keluar PNS sebagai jawabannya?</p>
<p>kalo iya saya ikutan keluar juga aaah&#8230;.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Indra Malang</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-97525</link>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 07:35:19 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-97525</guid>
					<description>wah langsung kejeduk jantungku..
Padahal mah udah dijadiin prioritas pertama habis kul selesai, PNS nyambi bisnis bantu Bapak.
makasih Om Romi nasihatnya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah langsung kejeduk jantungku..<br />
Padahal mah udah dijadiin prioritas pertama habis kul selesai, PNS nyambi bisnis bantu Bapak.<br />
makasih Om Romi nasihatnya&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Jatmiko</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-96652</link>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 11:29:58 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-96652</guid>
					<description>Menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain tentu tidak harus menjadi PNS...PNS bukanlah sesuatu penilaian yang adil dalam bekerja, antara rajin dan tidak tak ada beda, yang idealis dan &quot;penjilat&quot; akan jauh berbeda... 
ketika ingin menjadi orang yang selmat dunia dan akhirat... janganlah menjadi PNS..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain tentu tidak harus menjadi PNS&#8230;PNS bukanlah sesuatu penilaian yang adil dalam bekerja, antara rajin dan tidak tak ada beda, yang idealis dan &#8220;penjilat&#8221; akan jauh berbeda&#8230;<br />
ketika ingin menjadi orang yang selmat dunia dan akhirat&#8230; janganlah menjadi PNS..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: maydina</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-94806</link>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 11:09:23 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-94806</guid>
					<description>Pak romi menulis:
PNS tidak cocok untuk:..Orang yang ingin melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru
Orang yang tidak suka dirinya dan hasil kerjanya dinilai hanya dari absensi.
Orang yang memiliki jiwa enterpreneur dan selalu melihat segala peluang sebagai peluang yang kemungkinan bisa menjadi bisnis

Wah..kalo gitu.. saya terjebak nih..huehehehe...
HUff.. terasa terkekang.. apalagi pns kebanyakan kerjanya administratif..beda banget ama bayangan awal..kreativitas serasa dibatasi karena birokrasi yang birocrazy..

Namun berhubung visinya ingin ngambil beasiswa S2 di bidang educational technology.. mau gak mau harus tahan banting tuk sementara ini...kerja tuh ibadah..yah tak?

Doa'in yah pak..bisa menjadi cpns yang lurus n kreatif. 

maydina
(dkvers yang berstatus cpns di sebuah departemen)

nb: besok2 maen ke ilmukomputer.com boleh?..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak romi menulis:<br />
PNS tidak cocok untuk:..Orang yang ingin melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru<br />
Orang yang tidak suka dirinya dan hasil kerjanya dinilai hanya dari absensi.<br />
Orang yang memiliki jiwa enterpreneur dan selalu melihat segala peluang sebagai peluang yang kemungkinan bisa menjadi bisnis</p>
<p>Wah..kalo gitu.. saya terjebak nih..huehehehe&#8230;<br />
HUff.. terasa terkekang.. apalagi pns kebanyakan kerjanya administratif..beda banget ama bayangan awal..kreativitas serasa dibatasi karena birokrasi yang birocrazy..</p>
<p>Namun berhubung visinya ingin ngambil beasiswa S2 di bidang educational technology.. mau gak mau harus tahan banting tuk sementara ini&#8230;kerja tuh ibadah..yah tak?</p>
<p>Doa&#8217;in yah pak..bisa menjadi cpns yang lurus n kreatif. </p>
<p>maydina<br />
(dkvers yang berstatus cpns di sebuah departemen)</p>
<p>nb: besok2 maen ke ilmukomputer.com boleh?..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: eko_p_nugroho@Yahoo.com</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-93615</link>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 04:18:01 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-93615</guid>
					<description>hai mas roni 
salam kenal dari seorang PNS....wah sy br nemu blog ini disela sela mencari tugas kuliah S2. sy sudah 5 th menjadi PNS banyak suka dan dukanya..setuju banget apa yang disampaikan ms roni. tapi itulah kenyataan yg mesti di hadapi PNS.tapi setidaknyanya kembali kepada diri kita lagi dan jangan takut menjadi PNS dan harus punya prinsip untuk pelayanan terhadap masyarakat.

eko_p_nugroho@Yahoo.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hai mas roni<br />
salam kenal dari seorang PNS&#8230;.wah sy br nemu blog ini disela sela mencari tugas kuliah S2. sy sudah 5 th menjadi PNS banyak suka dan dukanya..setuju banget apa yang disampaikan ms roni. tapi itulah kenyataan yg mesti di hadapi PNS.tapi setidaknyanya kembali kepada diri kita lagi dan jangan takut menjadi PNS dan harus punya prinsip untuk pelayanan terhadap masyarakat.</p>
<p><a href="mailto:eko_p_nugroho@Yahoo.com">eko_p_nugroho@Yahoo.com</a>
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Ria Saptarika</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-92705</link>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 01:21:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-92705</guid>
					<description>Hi Mas Romi,
Salam kenal dari sy, wah luar biasa weblog ini... ini sih Knowledge Blog... bukan iseng2 :)

Tapi sy sangat salute dgn Mb'Pandiangan yg sangat aktif sbg motivator di komunitas Bloger Batam..., apalagi dgn kelengkapan dan kepadatan isi blognya beliau. http://hal-wanita.blogspot.com

Terimakasih atas kesempatannya have a nice day.
Wassalam
Ria (http://riasaptarika.web.id)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi Mas Romi,<br />
Salam kenal dari sy, wah luar biasa weblog ini&#8230; ini sih Knowledge Blog&#8230; bukan iseng2 <img src='http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi sy sangat salute dgn Mb&#8217;Pandiangan yg sangat aktif sbg motivator di komunitas Bloger Batam&#8230;, apalagi dgn kelengkapan dan kepadatan isi blognya beliau. <a href='http://hal-wanita.blogspot.com' rel='nofollow'>http://hal-wanita.blogspot.com</a></p>
<p>Terimakasih atas kesempatannya have a nice day.<br />
Wassalam<br />
Ria (http://riasaptarika.web.id)
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Profesi PNS &#171; Ruang Berbagi Ibnu Rusli</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-91577</link>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 10:21:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-91577</guid>
					<description>[...] Ok sekadar penambah pengetahuan dan cara pandang bisa dilihat tulisannya pak Romi Satria Wahono yang ternyata seorang PNS juga di sini. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Ok sekadar penambah pengetahuan dan cara pandang bisa dilihat tulisannya pak Romi Satria Wahono yang ternyata seorang PNS juga di sini. [&#8230;]
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: heldi</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-91557</link>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 05:49:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-91557</guid>
					<description>setuju @adnan, mari kita tinggalkan budaya2 lama dan menggantinya dengan budaya2 baru yang lebih baik.
amien...
salam kenal dan salut untuk pa Romi Satria</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju @adnan, mari kita tinggalkan budaya2 lama dan menggantinya dengan budaya2 baru yang lebih baik.<br />
amien&#8230;<br />
salam kenal dan salut untuk pa Romi Satria
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Adnan</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-91208</link>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 07:02:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-91208</guid>
					<description>Saya juga baru 2 tahun jadi PNS. Alhamdulillah saya lulus tidak dengan sogokan tp melalui serangkaian tes. Pertamakali masuk kerja terasa banget bedanya dengan instansi swasta (pernah kerja di swasta). Banyak memang PNS yang kerjanya nyante banget. Kadang cuma cerita dan baca koran. Ada berbagai faktor yang membuat PNS begitu. Selain karena kerjaan memang tidak sepadat pada instansi swasta (karena kita tidak mengejar target ataupun profit) juga karena lemahnya sumber daya manusia. Banyak PNS ngetik aja nggak bisa, gimana mau diberi tanggung jawab yang lebih besar? Penyebabnya adalah dari jaman ORBA Pola rekruitmen PNS yang tidak bagus (sogokan) akhirnya menghasilkan PNS yang tidak mampu bekerja tapi mau dapet jabatan bagus. Alhamdulillah beberapa tahun terakhir pola penerimaan PNS sudah semakin baik. Apa yang dikemukakan Mas Romi memang benar karena itu yang aku rasakan waktu pertama kali jadi PNS. Tapi tergantung gimana kita menyikapinya saja. Menurut aku PNS itu jangan tergantung dari gajinya saja. Harus punya jiwa pengusaha. Apalagi PNS itu punya kemudahan dalam memperoleh pinjaman di Bank. Selamat berjuang bagi PNS yang memang gajinya masih rendah. Selamat berjuang juga bagi yang belum jadi PNS. PESAN TERAKHIR: JANGAN TAKUT MENJADI PNS HANYA KARENA ARTIKEL INI. TIDAK SELALU SEBURUK APA YANG KITA BAYANGKAN. KUNCINYA DARI DIRI SENDIRI APAKAH MAU MEMILIH JALAN LURUS ATAU TIDAK.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga baru 2 tahun jadi PNS. Alhamdulillah saya lulus tidak dengan sogokan tp melalui serangkaian tes. Pertamakali masuk kerja terasa banget bedanya dengan instansi swasta (pernah kerja di swasta). Banyak memang PNS yang kerjanya nyante banget. Kadang cuma cerita dan baca koran. Ada berbagai faktor yang membuat PNS begitu. Selain karena kerjaan memang tidak sepadat pada instansi swasta (karena kita tidak mengejar target ataupun profit) juga karena lemahnya sumber daya manusia. Banyak PNS ngetik aja nggak bisa, gimana mau diberi tanggung jawab yang lebih besar? Penyebabnya adalah dari jaman ORBA Pola rekruitmen PNS yang tidak bagus (sogokan) akhirnya menghasilkan PNS yang tidak mampu bekerja tapi mau dapet jabatan bagus. Alhamdulillah beberapa tahun terakhir pola penerimaan PNS sudah semakin baik. Apa yang dikemukakan Mas Romi memang benar karena itu yang aku rasakan waktu pertama kali jadi PNS. Tapi tergantung gimana kita menyikapinya saja. Menurut aku PNS itu jangan tergantung dari gajinya saja. Harus punya jiwa pengusaha. Apalagi PNS itu punya kemudahan dalam memperoleh pinjaman di Bank. Selamat berjuang bagi PNS yang memang gajinya masih rendah. Selamat berjuang juga bagi yang belum jadi PNS. PESAN TERAKHIR: JANGAN TAKUT MENJADI PNS HANYA KARENA ARTIKEL INI. TIDAK SELALU SEBURUK APA YANG KITA BAYANGKAN. KUNCINYA DARI DIRI SENDIRI APAKAH MAU MEMILIH JALAN LURUS ATAU TIDAK.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Susahnya Jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) &#124; heldi yudiyatna</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-89387</link>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 11:18:39 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-89387</guid>
					<description>[...] dari: http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/ [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] dari: <a href='http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/' rel='nofollow'>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/</a> [&#8230;]
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: odiebtx</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-88495</link>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 08:12:03 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-88495</guid>
					<description>salam knal Pak Romi,menurut saya rakyat akan berubah apabila dipimpin oleh orang yang disegani,berwibawa,dan kesatria .Mungkin Pak Romi mau dijadikan salah satu pemimpin yang membawa teman2 smua
kearah perubahan yang lebih riil.Smoga ALLah Memberikan kekuatan tuk melakukan perubahan AMIN...:)))</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam knal Pak Romi,menurut saya rakyat akan berubah apabila dipimpin oleh orang yang disegani,berwibawa,dan kesatria .Mungkin Pak Romi mau dijadikan salah satu pemimpin yang membawa teman2 smua<br />
kearah perubahan yang lebih riil.Smoga ALLah Memberikan kekuatan tuk melakukan perubahan AMIN&#8230;:)))
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: James</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-86707</link>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 03:50:34 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-86707</guid>
					<description>Ini orang yang nulis adalah beberapa dari sekian banyak PNS yang jujur, bicara dengan nurani dan kondisi.Orang seperti sodara ni yg pantas jadi pemimpin, punya nurani dan hati..pertahankan terus kredibelitas anda bung romi.Tapi perlu kita ketahui bersama bahwa kong kalikong,Nepotisme dan lebih extrim lagi Korupsi adalah Identik dengan Toilet (WC).Nahhh...Jika kita melihat WC dalam benak kita adalah tempat buang hajat (kotoran manusia) yahhh yang berhubungan bauk tak sedap dan Jorok.Tapi apa yg terjadi kira2 saat kita berada di dalam Toilet tersebut, Rasa bau dan jorok tidak terasa lagi dikalahkan oleh Suasana Nikmat yg dipersembahkan oleh toilet.Bahkan saat keluar dari toilet rasa lega dan segar. heheheee begitulah kurang lebih Toilet dan Korupsi.Sekian tq

Mohon dukungnan moral akan pendirian TPA Arrahman
Mampir ya ke:
http://natureeducation.wordpress.com/
http://foruminspirasi.wordpress.com/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini orang yang nulis adalah beberapa dari sekian banyak PNS yang jujur, bicara dengan nurani dan kondisi.Orang seperti sodara ni yg pantas jadi pemimpin, punya nurani dan hati..pertahankan terus kredibelitas anda bung romi.Tapi perlu kita ketahui bersama bahwa kong kalikong,Nepotisme dan lebih extrim lagi Korupsi adalah Identik dengan Toilet (WC).Nahhh&#8230;Jika kita melihat WC dalam benak kita adalah tempat buang hajat (kotoran manusia) yahhh yang berhubungan bauk tak sedap dan Jorok.Tapi apa yg terjadi kira2 saat kita berada di dalam Toilet tersebut, Rasa bau dan jorok tidak terasa lagi dikalahkan oleh Suasana Nikmat yg dipersembahkan oleh toilet.Bahkan saat keluar dari toilet rasa lega dan segar. heheheee begitulah kurang lebih Toilet dan Korupsi.Sekian tq</p>
<p>Mohon dukungnan moral akan pendirian TPA Arrahman<br />
Mampir ya ke:<br />
<a href='http://natureeducation.wordpress.com/' rel='nofollow'>http://natureeducation.wordpress.com/</a><br />
<a href='http://foruminspirasi.wordpress.com/' rel='nofollow'>http://foruminspirasi.wordpress.com/</a>
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Romantika PNS &#124; heldi yudiyatna</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-83996</link>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 00:52:59 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-83996</guid>
					<description>[...] sumber dari: http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/ [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] sumber dari: <a href='http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/' rel='nofollow'>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/</a> [&#8230;]
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Kijang lincah</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-83871</link>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 05:00:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-83871</guid>
					<description>Assalamualaikum/salam sejahtera,
  wah...website ini pas dengan kondisi saya ya...:-)..saya adalah CPNS..baru aja masuk.....bener seperti yg mas romi tulis diatas....saya baru masuk sebulan lebih aja udah nggak merasa betah ...abis kerjaannya jg nggak jelas....pegawai satu kantor pulang kantor jam setengah 12, ada yg jam 1,saya sendiri jg kalau nggak ada kerjaan yg jelas akhirnya cuman ngenet liat2 situs IT.....mas romi gimana suasana kerja di kantor nya mas?apa pernah ngalamin sama kayak yg saya alami? heheh...:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum/salam sejahtera,<br />
  wah&#8230;website ini pas dengan kondisi saya ya&#8230;:-)..saya adalah CPNS..baru aja masuk&#8230;..bener seperti yg mas romi tulis diatas&#8230;.saya baru masuk sebulan lebih aja udah nggak merasa betah &#8230;abis kerjaannya jg nggak jelas&#8230;.pegawai satu kantor pulang kantor jam setengah 12, ada yg jam 1,saya sendiri jg kalau nggak ada kerjaan yg jelas akhirnya cuman ngenet liat2 situs IT&#8230;..mas romi gimana suasana kerja di kantor nya mas?apa pernah ngalamin sama kayak yg saya alami? heheh&#8230;:)
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: madong</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-82705</link>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 09:09:51 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-82705</guid>
					<description>wah,..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah,..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: kyoshi</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-82514</link>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 07:44:34 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-82514</guid>
					<description>wah.... serem2 banget yak komentarnya tentang PNS. jadi miris melihat sisi lain dari para pegawai negeri sipil menurut penilaian rekan2, yang memang saya juga pernah menyaksikannya. Nah kebetulan saya berprofesi sebagai tenaga pengajar di sebuah perguruan tinggi negeri yang otomatis juga menjadi seorang PNS, jadi boleh donk saya mencoba ikutan memberi komentar.

saya juga kebetulan masuk kriteria 1 sd 8 yang dituliskan mas romi sebagai seorang yang tidak cocok masuk sebagai PNS. Alhamdulillah di bidang yang saya geluti yaitu bidang pendidikan, tidak semuanya berjalan demikian. Yang saya alami selama 3 tahun lebih menjadi pengajar, adalah sesuatu yang sangat membahagiakan. Melihat anak bangsa tumbuh dan berkembang, semakin cerdas setelah mendengar pemaparan yang saya berikan adalah kebahagiaan yang tak ternilai. Jadi segalanya bermula dari niat awal, apakah rekan2 memilih profesi PNS hanya untuk mencari uang, atau mencari kebahagiaan dengan mendedikasikan segala yang kita punya untuk kemajuan bangsa dan negara. mudah2an saya terhindar dari perbuatan yang jelek2 sebagaimana komentar rekan2.

ups...udah mulai berat nih omongannya he he. anyway yang udah terlanjur jadi PNS semangat yak!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah&#8230;. serem2 banget yak komentarnya tentang PNS. jadi miris melihat sisi lain dari para pegawai negeri sipil menurut penilaian rekan2, yang memang saya juga pernah menyaksikannya. Nah kebetulan saya berprofesi sebagai tenaga pengajar di sebuah perguruan tinggi negeri yang otomatis juga menjadi seorang PNS, jadi boleh donk saya mencoba ikutan memberi komentar.</p>
<p>saya juga kebetulan masuk kriteria 1 sd 8 yang dituliskan mas romi sebagai seorang yang tidak cocok masuk sebagai PNS. Alhamdulillah di bidang yang saya geluti yaitu bidang pendidikan, tidak semuanya berjalan demikian. Yang saya alami selama 3 tahun lebih menjadi pengajar, adalah sesuatu yang sangat membahagiakan. Melihat anak bangsa tumbuh dan berkembang, semakin cerdas setelah mendengar pemaparan yang saya berikan adalah kebahagiaan yang tak ternilai. Jadi segalanya bermula dari niat awal, apakah rekan2 memilih profesi PNS hanya untuk mencari uang, atau mencari kebahagiaan dengan mendedikasikan segala yang kita punya untuk kemajuan bangsa dan negara. mudah2an saya terhindar dari perbuatan yang jelek2 sebagaimana komentar rekan2.</p>
<p>ups&#8230;udah mulai berat nih omongannya he he. anyway yang udah terlanjur jadi PNS semangat yak!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: lin</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-81915</link>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 09:44:42 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/#comment-81915</guid>
					<description>Enterpreneur vs PNS: kalah seleb, kalah pamor, kalah gengsi.
Sepertinya paradigma yang harus kita benahi dahulu agar jangan berjumpalitan memburu status PNS yang selalu dipuja tapi tetap dicerca. Enterpreneur kenapa tidak? :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Enterpreneur vs PNS: kalah seleb, kalah pamor, kalah gengsi.<br />
Sepertinya paradigma yang harus kita benahi dahulu agar jangan berjumpalitan memburu status PNS yang selalu dipuja tapi tetap dicerca. Enterpreneur kenapa tidak? <img src='http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
