<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Komunitas Terdidik: Belajar dari Jepang</title>
	<atom:link href="http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/</link>
	<description>Learning, Researching, Entrepreneuring, Teaching, Motivating and Inspiring People</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 09:56:00 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Pasang Iklan Baris</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/comment-page-2/#comment-209319</link>
		<dc:creator>Pasang Iklan Baris</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 13:34:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://romisatriawahono.net/?p=95#comment-209319</guid>
		<description>Orang jepang memiliki kualitas yang bagus baik dalam hal sdm ataupun teknologi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Orang jepang memiliki kualitas yang bagus baik dalam hal sdm ataupun teknologi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: elvigto</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/comment-page-2/#comment-194305</link>
		<dc:creator>elvigto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 01:20:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://romisatriawahono.net/?p=95#comment-194305</guid>
		<description>Wah jadi pengin sekolah di jepang, semoga suatu kedepan bisa terwujud, amien</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah jadi pengin sekolah di jepang, semoga suatu kedepan bisa terwujud, amien</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ukhti_iin</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/comment-page-2/#comment-194231</link>
		<dc:creator>ukhti_iin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 06:22:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://romisatriawahono.net/?p=95#comment-194231</guid>
		<description>sebagai bangsa indonesia sebenarnya aku malu...apalagi dari dulu aku sangat mengagumi jepang .....,tapi kalau kita terus menghina negara sendiri,sementara yang salah dibaca:(bejat) orangnya...,kapan kita maju ...,saya yakin indonesia bsa maju bahkan lebih dari jepang,erofa,amerika..,kalau kita mau merombak seluruh lapisan masyarakatnya...,agar kebudayaan kita yang negatif tidak mendarah daging keanak cucu kita nanti......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebagai bangsa indonesia sebenarnya aku malu&#8230;apalagi dari dulu aku sangat mengagumi jepang &#8230;..,tapi kalau kita terus menghina negara sendiri,sementara yang salah dibaca:(bejat) orangnya&#8230;,kapan kita maju &#8230;,saya yakin indonesia bsa maju bahkan lebih dari jepang,erofa,amerika..,kalau kita mau merombak seluruh lapisan masyarakatnya&#8230;,agar kebudayaan kita yang negatif tidak mendarah daging keanak cucu kita nanti&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 10 Resep Sukses Bangsa Jepang &#171; PMII Komisariat Ngalah</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/comment-page-2/#comment-192356</link>
		<dc:creator>10 Resep Sukses Bangsa Jepang &#171; PMII Komisariat Ngalah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 02:37:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://romisatriawahono.net/?p=95#comment-192356</guid>
		<description>[...] 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ismael</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/comment-page-2/#comment-187324</link>
		<dc:creator>ismael</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 12:30:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://romisatriawahono.net/?p=95#comment-187324</guid>
		<description>wah keren banget.....ngiri nih...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah keren banget&#8230;..ngiri nih&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sandra</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/comment-page-2/#comment-187103</link>
		<dc:creator>Sandra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 01:07:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://romisatriawahono.net/?p=95#comment-187103</guid>
		<description>Ada milisnya ppi Jepang ya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada milisnya ppi Jepang ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 10 Resep Sukses Bangsa Jepang&#160;/&#160; Antara yang Penting dan Tidak Penting!!</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/comment-page-2/#comment-186442</link>
		<dc:creator>10 Resep Sukses Bangsa Jepang&#160;/&#160; Antara yang Penting dan Tidak Penting!!</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 20:33:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://romisatriawahono.net/?p=95#comment-186442</guid>
		<description>[...] 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Indo-lovers</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/comment-page-2/#comment-186292</link>
		<dc:creator>Indo-lovers</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 06:31:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://romisatriawahono.net/?p=95#comment-186292</guid>
		<description>Mohtar Lubis, budayawan besar Indonesia dalam bukunya: &quot;Manusia Indonesia Sebuah Pertanggung Jawaban&quot;. Mengungkapkan sifat2  Manusia Indonesia:

1. Hipokritis alias munafik. Berpura-pura, lain di muka - lain di belakang, merupakan sebuah ciri utama manusia Indonesia sudah sejak lama, sejak meraka dipaksa oleh kekuatan-kekuatan dari luar untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya dirasakannya atau dipikirkannya ataupun yang sebenarnya dikehendakinya, karena takut akan mendapat ganjaran yang membawa bencana bagi dirinya. 


2. Segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya,putusannya, kelakuannya, pikirannya, dan sebagainya. “Bukan saya’, adalah kalimat yang cukup populer di mulut manusia Indonesia. Atasan menggeser tanggung jawab tentang suatu kegagalan pada bawahannya, dan bawahannya menggesernya ke yang lebih bawah lagi, dan demikian seterusnya. 

3. Berjiwa feodal. Meskipun salah satu tujuan revolusi kemerdekaan Indonesia ialah untuk juga membebaskan manusia Indonesia dari feodalisme, tetapi feodalisme dalam bentuk-bentuk baru makin berkembang dalam diri dan masyarakat manusia Indonesia. Sikap-sikap feodalisme ini dapat kita lihat dalam tatacara upacara resmi kenegaraan, dalam hubungan-hubungan organisasi kepegawaian (umpamanya jelas dicerminkan dalam susunan kepemimpinan organisasi-organisasi isteri pegawai-pegawai negeri dan angkatan bersenjata), dalam pencalonan isteri pembesar negeri dalam daftar pemilihan umum. Isteri Komandan, isteri menteri otomatis jadi ketua, bukan berdasar kecakapan dan bakat leadershipnya, atau pengetahuan dan pengalamannya atau perhatian dan pengabdiannya. 


4. Masih percaya takhyul. Dulu, dan sekarang juga, masih ada yang demikian, manusia Indonesia percaya bahwa batu, gunung, pantai, sungai, danau, karang, pohon, patung, bangunan, keris, pisau, pedang, itu punya kekuataan gaib, keramat, dan manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua. Kepercayaan serupa ini membawa manusia Indonesia jadi tukang bikin lambang. Kita percaya pada jimat dan jampe. Untuk mengusir hantu kita memasang sajen dan bunga di empat sudut halaman, dan untuk menghindarkan naas atau mengelakkan bala, kita membuat tujuh macam kembang di tengah simpang empat. Kita mengarang mantera. Dengan jimat dan mantera kita merasa yakin telah berbuat yang tegas untuk menjamin keselamatan dan kebahagiaan atau kesehatan kita. 

5. Artistik. Karena sifatnya yang memasang roh, sukma, jiwa, tuah dan kekuasaan pada segala benda alam di sekelilingnya, maka manusia Indonesia dekat pada alam. Dia hidup lebih banyak dengan naluri, dengan perasaannya, dengan perasan-perasaan sensuilnya, dan semua ini mengembangkan daya artistik yang besar dalam dirinya yang dituangkan dalam segala rupa ciptaan artistik dan kerajinan yang sangat indah-indah, dan serbaneka macamnya, variasinyam warna-warninya. 

6. Watak yang lemah. Karakter kurang kuat. Manusia Indonesia kurang dapat mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya. Dia mudah, apalagi jika dipaksa, dan demi untuk ’survive’ bersedia mengubah keyakinannya. Makanya kita dapat melihat gejala pelacuran intelektuil amat mudah terjadi dengan manusia Indonesia. 

7. Tidak hemat, dia bukan “economic animal”. Malahan manusia Indonesia pandai mengeluarkan terlebih dahulu penghasilan yang belum diterimanya, atau yang akan diterimanya, atau yang tidak akan pernah diterimanya. Dia cenderung boros. Dia senang berpakaian bagus, memakai perhiasan, berpesta-pesta. Hari ini ciri manusia Indonesia menjelma dalam membangun rumah mewah, mobil mewah, pesta besar, hanya memakai barang buatan luar negeri, main golf, singkatnya segala apa yang serba mahal. 

8. Lebih suka tidak bekerja keras, kecuali kalau terpaksa. Gejalanya hari ini adalah cara-cara banyak orang ingin segera menjadi “miliuner seketika”, seperti orang Amerika membuat instant tea, atau dengan mudah mendapat gelar sarjana sampai memalsukan atau membeli gelar sarjana, supaya segera dapat pangkat, dan dari kedudukan berpangkat cepat bisa menjadi kaya. 

9. Manusia Indonesia kini tukang menggerutu tetapi menggerutunya tidak berani secara terbuka, hanya jika dia dalam rumahnya, atau antara kawan-kawannya yang sepaham atau sama perasaan dengan dia. 

10. Cepat cemburu dan dengki terhadap orang lain yang dilihatnya lebih dari dia. 11. Manusia Indonesia juga dapat dikatakan manusia sok. Kalau sudah berkuasa mudah mabuk berkuasa. Kalau kaya lalu mabuk harta, jadi rakus. 12. Manusia Indonesia juga manusia tukang tiru. Kepribadian kita sudah terlalu lemah. Kita tiru kulit-kulit luar yang memesonakan kita. Banyak nyang jadi koboi cengeng jika koboi-koboian lagi mode, jadi hipi cengeng jika sedang musim hipi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohtar Lubis, budayawan besar Indonesia dalam bukunya: &#8220;Manusia Indonesia Sebuah Pertanggung Jawaban&#8221;. Mengungkapkan sifat2  Manusia Indonesia:</p>
<p>1. Hipokritis alias munafik. Berpura-pura, lain di muka &#8211; lain di belakang, merupakan sebuah ciri utama manusia Indonesia sudah sejak lama, sejak meraka dipaksa oleh kekuatan-kekuatan dari luar untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya dirasakannya atau dipikirkannya ataupun yang sebenarnya dikehendakinya, karena takut akan mendapat ganjaran yang membawa bencana bagi dirinya. </p>
<p>2. Segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya,putusannya, kelakuannya, pikirannya, dan sebagainya. “Bukan saya’, adalah kalimat yang cukup populer di mulut manusia Indonesia. Atasan menggeser tanggung jawab tentang suatu kegagalan pada bawahannya, dan bawahannya menggesernya ke yang lebih bawah lagi, dan demikian seterusnya. </p>
<p>3. Berjiwa feodal. Meskipun salah satu tujuan revolusi kemerdekaan Indonesia ialah untuk juga membebaskan manusia Indonesia dari feodalisme, tetapi feodalisme dalam bentuk-bentuk baru makin berkembang dalam diri dan masyarakat manusia Indonesia. Sikap-sikap feodalisme ini dapat kita lihat dalam tatacara upacara resmi kenegaraan, dalam hubungan-hubungan organisasi kepegawaian (umpamanya jelas dicerminkan dalam susunan kepemimpinan organisasi-organisasi isteri pegawai-pegawai negeri dan angkatan bersenjata), dalam pencalonan isteri pembesar negeri dalam daftar pemilihan umum. Isteri Komandan, isteri menteri otomatis jadi ketua, bukan berdasar kecakapan dan bakat leadershipnya, atau pengetahuan dan pengalamannya atau perhatian dan pengabdiannya. </p>
<p>4. Masih percaya takhyul. Dulu, dan sekarang juga, masih ada yang demikian, manusia Indonesia percaya bahwa batu, gunung, pantai, sungai, danau, karang, pohon, patung, bangunan, keris, pisau, pedang, itu punya kekuataan gaib, keramat, dan manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua. Kepercayaan serupa ini membawa manusia Indonesia jadi tukang bikin lambang. Kita percaya pada jimat dan jampe. Untuk mengusir hantu kita memasang sajen dan bunga di empat sudut halaman, dan untuk menghindarkan naas atau mengelakkan bala, kita membuat tujuh macam kembang di tengah simpang empat. Kita mengarang mantera. Dengan jimat dan mantera kita merasa yakin telah berbuat yang tegas untuk menjamin keselamatan dan kebahagiaan atau kesehatan kita. </p>
<p>5. Artistik. Karena sifatnya yang memasang roh, sukma, jiwa, tuah dan kekuasaan pada segala benda alam di sekelilingnya, maka manusia Indonesia dekat pada alam. Dia hidup lebih banyak dengan naluri, dengan perasaannya, dengan perasan-perasaan sensuilnya, dan semua ini mengembangkan daya artistik yang besar dalam dirinya yang dituangkan dalam segala rupa ciptaan artistik dan kerajinan yang sangat indah-indah, dan serbaneka macamnya, variasinyam warna-warninya. </p>
<p>6. Watak yang lemah. Karakter kurang kuat. Manusia Indonesia kurang dapat mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya. Dia mudah, apalagi jika dipaksa, dan demi untuk ’survive’ bersedia mengubah keyakinannya. Makanya kita dapat melihat gejala pelacuran intelektuil amat mudah terjadi dengan manusia Indonesia. </p>
<p>7. Tidak hemat, dia bukan “economic animal”. Malahan manusia Indonesia pandai mengeluarkan terlebih dahulu penghasilan yang belum diterimanya, atau yang akan diterimanya, atau yang tidak akan pernah diterimanya. Dia cenderung boros. Dia senang berpakaian bagus, memakai perhiasan, berpesta-pesta. Hari ini ciri manusia Indonesia menjelma dalam membangun rumah mewah, mobil mewah, pesta besar, hanya memakai barang buatan luar negeri, main golf, singkatnya segala apa yang serba mahal. </p>
<p>8. Lebih suka tidak bekerja keras, kecuali kalau terpaksa. Gejalanya hari ini adalah cara-cara banyak orang ingin segera menjadi “miliuner seketika”, seperti orang Amerika membuat instant tea, atau dengan mudah mendapat gelar sarjana sampai memalsukan atau membeli gelar sarjana, supaya segera dapat pangkat, dan dari kedudukan berpangkat cepat bisa menjadi kaya. </p>
<p>9. Manusia Indonesia kini tukang menggerutu tetapi menggerutunya tidak berani secara terbuka, hanya jika dia dalam rumahnya, atau antara kawan-kawannya yang sepaham atau sama perasaan dengan dia. </p>
<p>10. Cepat cemburu dan dengki terhadap orang lain yang dilihatnya lebih dari dia. 11. Manusia Indonesia juga dapat dikatakan manusia sok. Kalau sudah berkuasa mudah mabuk berkuasa. Kalau kaya lalu mabuk harta, jadi rakus. 12. Manusia Indonesia juga manusia tukang tiru. Kepribadian kita sudah terlalu lemah. Kita tiru kulit-kulit luar yang memesonakan kita. Banyak nyang jadi koboi cengeng jika koboi-koboian lagi mode, jadi hipi cengeng jika sedang musim hipi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Komunitasnya anak Madrasah &#187; 10 Resep Sukses Bangsa Jepang</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/comment-page-2/#comment-185194</link>
		<dc:creator>Komunitasnya anak Madrasah &#187; 10 Resep Sukses Bangsa Jepang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 10:50:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://romisatriawahono.net/?p=95#comment-185194</guid>
		<description>[...] 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abdul Hakim</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/comment-page-2/#comment-184961</link>
		<dc:creator>Abdul Hakim</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 14:47:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://romisatriawahono.net/?p=95#comment-184961</guid>
		<description>Salam buat Mas Romi...

Saya masih ingat Mas Romi waktu studi dijepang.
Dimana pada waktu itu sering menjadi pembicara
disetiap pengajian didaerah tokyo dan sekitarnya.

Kami dijepang tentulah sangat haus akan siraman 
rohani karena sibuk bekerja setiap hari.
Dengan adanya kegiatan seperti itu tentunya kami sangat terbantu sekali.

Kami mendoakan Mas Romi semoga sukses selalu.
Dan tentunya pengalaman2 pada saat dijepang bisa 
menjadi batu lonjak untuk berprestasi lebih tinggi
lagi

Salam kami diJepang
Abdul Hakim</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam buat Mas Romi&#8230;</p>
<p>Saya masih ingat Mas Romi waktu studi dijepang.<br />
Dimana pada waktu itu sering menjadi pembicara<br />
disetiap pengajian didaerah tokyo dan sekitarnya.</p>
<p>Kami dijepang tentulah sangat haus akan siraman<br />
rohani karena sibuk bekerja setiap hari.<br />
Dengan adanya kegiatan seperti itu tentunya kami sangat terbantu sekali.</p>
<p>Kami mendoakan Mas Romi semoga sukses selalu.<br />
Dan tentunya pengalaman2 pada saat dijepang bisa<br />
menjadi batu lonjak untuk berprestasi lebih tinggi<br />
lagi</p>
<p>Salam kami diJepang<br />
Abdul Hakim</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nadyaatmaja</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/comment-page-2/#comment-183575</link>
		<dc:creator>nadyaatmaja</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 10:02:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://romisatriawahono.net/?p=95#comment-183575</guid>
		<description>Salam atmosfer civitas akademika,Pak!

     Saya mahasiswi Universitas Bangka Belitung Pak, mau masuk semester 5, fak. Teknik Sipil rencananya saya  ingin masuk penjurusan Transportasi, boleh ga&#039; Pak saya minta liputan ttg transportasi disana( monorel, Kereta Api, Highway(jl raya) ,jembatan dan dsb), Pak, boleh ndak saya minta juga 10 resep sukses Bangsa Jepang Pak... Thanks ya Pak. Pak. send by my email ya..  (NADYA SILVIA ANANDA A. Fak.Tek.Sipil ang.07 )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam atmosfer civitas akademika,Pak!</p>
<p>     Saya mahasiswi Universitas Bangka Belitung Pak, mau masuk semester 5, fak. Teknik Sipil rencananya saya  ingin masuk penjurusan Transportasi, boleh ga&#8217; Pak saya minta liputan ttg transportasi disana( monorel, Kereta Api, Highway(jl raya) ,jembatan dan dsb), Pak, boleh ndak saya minta juga 10 resep sukses Bangsa Jepang Pak&#8230; Thanks ya Pak. Pak. send by my email ya..  (NADYA SILVIA ANANDA A. Fak.Tek.Sipil ang.07 )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: noob</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/comment-page-2/#comment-180676</link>
		<dc:creator>noob</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 09:54:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://romisatriawahono.net/?p=95#comment-180676</guid>
		<description>saya baru ketemu website bagus buat belajar bahasa jepang
http://www.japaneseclass.jp

ada Bahasa Indonesianya juga di bagian practice!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya baru ketemu website bagus buat belajar bahasa jepang<br />
<a href="http://www.japaneseclass.jp" rel="nofollow">http://www.japaneseclass.jp</a></p>
<p>ada Bahasa Indonesianya juga di bagian practice!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: UnmaLee</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/comment-page-2/#comment-179859</link>
		<dc:creator>UnmaLee</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 08:17:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://romisatriawahono.net/?p=95#comment-179859</guid>
		<description>Mas Romi.. mau nanya lebih lanjut mengenai pembentukan karakter dan sikap orang jepang sono.. bagaimana bisa terbentuk? yang paling berpengaruh sistem sekolah mereka atau sistem masyarakatkah? kalau ya, dari mana ya saya bisa mendapatkan informasi tentang kehidupan yang mereka jalani..ya sistem sekolahnya seperti apa, sistem masyarakatnya seperti apa..

saya soalnya sangat tertarik dengan proses pembentukan karakter orang-orang di luar negeri sono, yang mungkin bisa dikatakan lebih maju dari pada di negeri kita sendiri ..^^..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Romi.. mau nanya lebih lanjut mengenai pembentukan karakter dan sikap orang jepang sono.. bagaimana bisa terbentuk? yang paling berpengaruh sistem sekolah mereka atau sistem masyarakatkah? kalau ya, dari mana ya saya bisa mendapatkan informasi tentang kehidupan yang mereka jalani..ya sistem sekolahnya seperti apa, sistem masyarakatnya seperti apa..</p>
<p>saya soalnya sangat tertarik dengan proses pembentukan karakter orang-orang di luar negeri sono, yang mungkin bisa dikatakan lebih maju dari pada di negeri kita sendiri ..^^..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 10 Resep Sukses Bangsa Jepang &#171; りゅう や く ざ</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/comment-page-2/#comment-178010</link>
		<dc:creator>10 Resep Sukses Bangsa Jepang &#171; りゅう や く ざ</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 12:56:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://romisatriawahono.net/?p=95#comment-178010</guid>
		<description>[...] 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Indra.Kusuma</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/02/07/komunitas-terdidik-lahir-dari-hal-sederhana-belajar-dari-jepang/comment-page-2/#comment-175211</link>
		<dc:creator>Indra.Kusuma</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 03:55:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://romisatriawahono.net/?p=95#comment-175211</guid>
		<description>ada baiknya , kita bangsa indonesia meniru hal2 (+) dr pola pikir bangsa jepang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada baiknya , kita bangsa indonesia meniru hal2 (+) dr pola pikir bangsa jepang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
