<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.0" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Raih Keunggulan Defacto dan Dejure !</title>
	<link>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/</link>
	<description>Learning, Researching, Entrepreneuring, Teaching, Motivating and Inspiring People</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 22:15:59 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.0</generator>

	<item>
		<title>by: MediaEdukasi &#187; Blog Archive &#187; Kesederhanaan Membawa Keberhasilan</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-83865</link>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 04:36:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-83865</guid>
					<description>[...] Kreatifitas menghasilkan produk yang diakui dan bermanfaat untuk masyarakat harus terus diasah, ini sering saya sebut keunggulan defacto. Sekolah setinggi mungkin juga penting karena ini adalah keunggulan dejure. Jadi keunggulan defacto dan dejure adalah termasuk faktor keberhasilan. Targetting untuk menjadi seorang specialist yang mumpuni harus terus dikejar, karena di era ke depan semakin sedikit wilayah kerja untuk kaum generalist (ngerti banyak hal tapi hanya kulit-kulitnya). Tapi jangan lupa juga bahwa kita harus menjadi seorang specialist yang punya kemampuan verbal dan bisa “menjual” dan “bernegosiasi” dengan orang lain tentang produk dan keunggulan kita. Specialist semacam ini yang sering disebut dengan Versatilist. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Kreatifitas menghasilkan produk yang diakui dan bermanfaat untuk masyarakat harus terus diasah, ini sering saya sebut keunggulan defacto. Sekolah setinggi mungkin juga penting karena ini adalah keunggulan dejure. Jadi keunggulan defacto dan dejure adalah termasuk faktor keberhasilan. Targetting untuk menjadi seorang specialist yang mumpuni harus terus dikejar, karena di era ke depan semakin sedikit wilayah kerja untuk kaum generalist (ngerti banyak hal tapi hanya kulit-kulitnya). Tapi jangan lupa juga bahwa kita harus menjadi seorang specialist yang punya kemampuan verbal dan bisa “menjual” dan “bernegosiasi” dengan orang lain tentang produk dan keunggulan kita. Specialist semacam ini yang sering disebut dengan Versatilist. [&#8230;]
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Trend SDM IT &#171; &#8220;No One’s Perfect&#8221;</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-75104</link>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 18:44:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-75104</guid>
					<description>[...] SDM IT yang memiliki keunggulan defacto (creativity dan real work) dan dejure (degree, certification). Yang ini saya pernah bahas di artikel berjudul Raih Keunggulan Defacto dan Dejure! [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] SDM IT yang memiliki keunggulan defacto (creativity dan real work) dan dejure (degree, certification). Yang ini saya pernah bahas di artikel berjudul Raih Keunggulan Defacto dan Dejure! [&#8230;]
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Keberhasilan dalam Kesederhanaan &#171; KencHOT</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-40639</link>
		<pubDate>Mon, 22 Oct 2007 06:36:51 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-40639</guid>
					<description>[...] Kreatifitas menghasilkan produk yang diakui dan bermanfaat untuk masyarakat harus terus diasah, ini sering saya sebut keunggulan defacto. Sekolah setinggi mungkin juga penting karena ini adalah keunggulan dejure. Jadi keunggulan defacto dan dejure adalah termasuk faktor keberhasilan. Targetting untuk menjadi seorang specialist yang mumpuni harus terus dikejar, karena di era ke depan semakin sedikit wilayah kerja untuk kaum generalist (ngerti banyak hal tapi hanya kulit-kulitnya). Tapi jangan lupa juga bahwa kita harus menjadi seorang specialist yang punya kemampuan verbal dan bisa “menjual” dan “bernegosiasi” dengan orang lain tentang produk dan keunggulan kita. Specialist semacam ini yang sering disebut dengan Versatilist. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Kreatifitas menghasilkan produk yang diakui dan bermanfaat untuk masyarakat harus terus diasah, ini sering saya sebut keunggulan defacto. Sekolah setinggi mungkin juga penting karena ini adalah keunggulan dejure. Jadi keunggulan defacto dan dejure adalah termasuk faktor keberhasilan. Targetting untuk menjadi seorang specialist yang mumpuni harus terus dikejar, karena di era ke depan semakin sedikit wilayah kerja untuk kaum generalist (ngerti banyak hal tapi hanya kulit-kulitnya). Tapi jangan lupa juga bahwa kita harus menjadi seorang specialist yang punya kemampuan verbal dan bisa “menjual” dan “bernegosiasi” dengan orang lain tentang produk dan keunggulan kita. Specialist semacam ini yang sering disebut dengan Versatilist. [&#8230;]
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: RomiSatriaWahono.Net &#187; Arah dan Trend SDM IT &#124; e-Learning &#124; Software Engineering &#124; Networking &#124; Internet Marketing &#124; Open Source &#124; Knowledge Management</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-37828</link>
		<pubDate>Mon, 24 Sep 2007 05:26:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-37828</guid>
					<description>[...] SDM IT yang memiliki keunggulan defacto (creativity dan real work) dan dejure (degree, certification). Yang ini saya pernah bahas di artikel berjudul Raih Keunggulan Defacto dan Dejure!. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] SDM IT yang memiliki keunggulan defacto (creativity dan real work) dan dejure (degree, certification). Yang ini saya pernah bahas di artikel berjudul Raih Keunggulan Defacto dan Dejure!. [&#8230;]
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Keberhasilan dalam kesederhanaan &#171; IndEeCom</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-36279</link>
		<pubDate>Tue, 04 Sep 2007 05:36:38 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-36279</guid>
					<description>[...] Kreatifitas menghasilkan produk yang diakui dan bermanfaat untuk masyarakat harus terus diasah, ini sering saya sebut keunggulan defacto. Sekolah setinggi mungkin juga penting karena ini adalah keunggulan dejure. Jadi keunggulan defacto dan dejure adalah termasuk faktor keberhasilan. Targetting untuk menjadi seorang specialist yang mumpuni harus terus dikejar, karena di era ke depan semakin sedikit wilayah kerja untuk kaum generalist (ngerti banyak hal tapi hanya kulit-kulitnya). Tapi jangan lupa juga bahwa kita harus menjadi seorang specialist yang punya kemampuan verbal dan bisa “menjual” dan “bernegosiasi” dengan orang lain tentang produk dan keunggulan kita. Specialist semacam ini yang sering disebut dengan Versatilist. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Kreatifitas menghasilkan produk yang diakui dan bermanfaat untuk masyarakat harus terus diasah, ini sering saya sebut keunggulan defacto. Sekolah setinggi mungkin juga penting karena ini adalah keunggulan dejure. Jadi keunggulan defacto dan dejure adalah termasuk faktor keberhasilan. Targetting untuk menjadi seorang specialist yang mumpuni harus terus dikejar, karena di era ke depan semakin sedikit wilayah kerja untuk kaum generalist (ngerti banyak hal tapi hanya kulit-kulitnya). Tapi jangan lupa juga bahwa kita harus menjadi seorang specialist yang punya kemampuan verbal dan bisa “menjual” dan “bernegosiasi” dengan orang lain tentang produk dan keunggulan kita. Specialist semacam ini yang sering disebut dengan Versatilist. [&#8230;]
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: KaiToU</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-33852</link>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2007 00:33:33 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-33852</guid>
					<description>Om Romi, My Schedule yang di sidebar itu, pake plugin?
Plugin apa? Di mana cara ngedapetinna?
trims atas balesanna. lewat e-mail aja ya, om... ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Om Romi, My Schedule yang di sidebar itu, pake plugin?<br />
Plugin apa? Di mana cara ngedapetinna?<br />
trims atas balesanna. lewat e-mail aja ya, om&#8230; <img src='http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Charles Nelwan</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-6430</link>
		<pubDate>Fri, 05 Jan 2007 09:44:28 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-6430</guid>
					<description>Pak Romy,

Wah bagus banget saya baca topic tentang defacto dan dejure, saya jadi semangat.

Masalahnya saya dejure ilmu yang saya dapatkan dari underground secara otodidak, saya kul ekonomi sampe sem 2 ga terus (DO), justru saya malah banting setir ke dunia IT fokus ke security.

Tolong pencerahan and masukan dari pak Romy,
apa yg harus saya lakukan selanjunya biar diakui

apa saya harus ikut training,kursus,seminar 


Salam

Charles Nelwan



Salam Hormat,

Charles Nelwan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Romy,</p>
<p>Wah bagus banget saya baca topic tentang defacto dan dejure, saya jadi semangat.</p>
<p>Masalahnya saya dejure ilmu yang saya dapatkan dari underground secara otodidak, saya kul ekonomi sampe sem 2 ga terus (DO), justru saya malah banting setir ke dunia IT fokus ke security.</p>
<p>Tolong pencerahan and masukan dari pak Romy,<br />
apa yg harus saya lakukan selanjunya biar diakui</p>
<p>apa saya harus ikut training,kursus,seminar </p>
<p>Salam</p>
<p>Charles Nelwan</p>
<p>Salam Hormat,</p>
<p>Charles Nelwan
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ramadhany</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-3629</link>
		<pubDate>Tue, 05 Dec 2006 02:49:24 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-3629</guid>
					<description>gimana bikin proposal kegiatan yang hebat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gimana bikin proposal kegiatan yang hebat
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Bill Gates</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-372</link>
		<pubDate>Mon, 05 Jun 2006 16:05:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-372</guid>
					<description>Obrolan yg menarik... :D
Saya menunggu bahasan mengenai cara membuat proposal yang menarik (disertai contoh), project management, dan lain sebagainya untuk membuat geliat-geliat kecil dari para usahawan muda.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Obrolan yg menarik&#8230; <img src='http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Saya menunggu bahasan mengenai cara membuat proposal yang menarik (disertai contoh), project management, dan lain sebagainya untuk membuat geliat-geliat kecil dari para usahawan muda.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Romi Satria Wahono</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-358</link>
		<pubDate>Fri, 02 Jun 2006 07:39:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-358</guid>
					<description>Untuk mas Arif, gunakan waktu senggang untuk kegiatan meningkatkan keunggulan defacto. Mungkin kurangi tidur juga ;)

Untuk mas GBU, tidak harus hebat, tapi dibutuhkan banyak orang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk mas Arif, gunakan waktu senggang untuk kegiatan meningkatkan keunggulan defacto. Mungkin kurangi tidur juga <img src='http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk mas GBU, tidak harus hebat, tapi dibutuhkan banyak orang.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: faber</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-239</link>
		<pubDate>Wed, 26 Apr 2006 15:22:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-239</guid>
					<description>selamat pagi

jadi, bagaimana dengan dejure kita bisa defacto.apakah kita harus membuat sesuatu yang hebat baru bisa defacto 
: (

terimakasih
GBU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selamat pagi</p>
<p>jadi, bagaimana dengan dejure kita bisa defacto.apakah kita harus membuat sesuatu yang hebat baru bisa defacto<br />
: (</p>
<p>terimakasih<br />
GBU
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: arif</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-35</link>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2006 03:24:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-35</guid>
					<description>bismillah.
menarik sekali pak Romi tulisannya. tapi menurut saya sulit untuk mempararelkan keduanya. saya saat ini masih mhs, coba aktif di dunia maya.  salah duanya gabung di komunitas mifta dan coba bikin usaha kecil-kecilan (pak Romi pernah lihat salah satu hasilnya waktu diskusi multimedia di mifta). memang dari sana saya bisa dapat defacto  tapi secara dejure saya merasa menurun (ip turun).
ada saran yang mungkin bisa saya kerjakan?

salam

-= arif =-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bismillah.<br />
menarik sekali pak Romi tulisannya. tapi menurut saya sulit untuk mempararelkan keduanya. saya saat ini masih mhs, coba aktif di dunia maya.  salah duanya gabung di komunitas mifta dan coba bikin usaha kecil-kecilan (pak Romi pernah lihat salah satu hasilnya waktu diskusi multimedia di mifta). memang dari sana saya bisa dapat defacto  tapi secara dejure saya merasa menurun (ip turun).<br />
ada saran yang mungkin bisa saya kerjakan?</p>
<p>salam</p>
<p>-= arif =-
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: RomiSatriaWahono.Net &#187; Seri Mahir Sertifikasi: CCNA</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-14</link>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2006 07:18:36 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-14</guid>
					<description>[...] Seperti saya jelaskan di tulisan sebelumnya tentang Keunggulan Defacto dan Dejure, dua keunggulan itu harus secara paralel kita raih. Kita tidak bisa bergantung hanya dari satu keunggulan untuk bertahan hidup di dunia IT yang semakin keras. Di dunia IT keunggulan dejure dapat kita raih tidak hanya dengan degree atau gelar akademis s1, s2, s3, tetapi juga melalui sertifikasi (certification) yang lebih fokus ke bidang tertentu. Sertifikasi secara umum bisa kita bagi menjadi dua, yang dikeluarkan oleh vendor (Cisco, Microsoft, Redhat, dsb) dan yang non-vendor (LPI, PMP, dsb). Seperti juga Jepang dengan sertifikasi non-vendor yang terkenal dengan sebutan Joho Shori Shiken, Indonesia juga sudah mulai menggeliat dengan sertifikasi lokal yang digarap oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Banyak yang harus kita kupas tentang sertifikasi ini termasuk seluk beluknya, persyaratan, materi yang diujikan, dimana tempat uji sertifikasinya, dsb. Karena itu saya coba menurunkan Seri Mahir Sertifikasi yang akan membahas berbagai sertifikasi yang ada di dunia dan Indonesia. Kali ini saya akan mulai dari seri sertifikasi Cisco, yaitu CCNA. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Seperti saya jelaskan di tulisan sebelumnya tentang Keunggulan Defacto dan Dejure, dua keunggulan itu harus secara paralel kita raih. Kita tidak bisa bergantung hanya dari satu keunggulan untuk bertahan hidup di dunia IT yang semakin keras. Di dunia IT keunggulan dejure dapat kita raih tidak hanya dengan degree atau gelar akademis s1, s2, s3, tetapi juga melalui sertifikasi (certification) yang lebih fokus ke bidang tertentu. Sertifikasi secara umum bisa kita bagi menjadi dua, yang dikeluarkan oleh vendor (Cisco, Microsoft, Redhat, dsb) dan yang non-vendor (LPI, PMP, dsb). Seperti juga Jepang dengan sertifikasi non-vendor yang terkenal dengan sebutan Joho Shori Shiken, Indonesia juga sudah mulai menggeliat dengan sertifikasi lokal yang digarap oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Banyak yang harus kita kupas tentang sertifikasi ini termasuk seluk beluknya, persyaratan, materi yang diujikan, dimana tempat uji sertifikasinya, dsb. Karena itu saya coba menurunkan Seri Mahir Sertifikasi yang akan membahas berbagai sertifikasi yang ada di dunia dan Indonesia. Kali ini saya akan mulai dari seri sertifikasi Cisco, yaitu CCNA. [&#8230;]
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Angela Aisyah</title>
		<link>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-6</link>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2006 15:28:45 +0000</pubDate>
		<guid>http://romisatriawahono.net/2006/01/29/raih-keunggulan-defacto-dan-dejure/#comment-6</guid>
					<description>Ass.wr.wb,
Pak Romi, mau nanya donk boleh kan? Baru-baru ini ada Alex Tew dari negeri luar sana, yang berhasil menjual pixel nya dengan setiap pixel sebagai satu dollar, dan berhasil memperoleh uang US$10 juta. homepagenya adalah http://www.milliondollarhomepage.com sementara itu di http://www.webwordofmouth.com Alex Tew telah dinyatakan sebagai orang yang menggaji wartawan US$ 7000 per bulan, untuk mempromosikan websitenya ke Imal Wagner's contact. Pertanyaan saya:
1. Jika ada orang lain yang melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Alex Tew (maksud saya membuat situs web yang sama) apakah bisa dikategorikan memiliki keunggulan defacto?
2. Bagaimana ide Alex Tew bisa diterapkan di indonesia? dengan menjual per pixel seharga satu dollar? apakah mungkin di Indonesia.
3. Umumnya proses terkenalnya seseorang adalah melalui media pers, bagaimana cara menarik perhatian media pers terhadap apa yang sedang kita kerjakan ?
4. Bagaimana tipsnya supaya karya/ide kita tidak dicopy cat oleh orang lain?

Sekian dari Saya.

Salam,
Aisyah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass.wr.wb,<br />
Pak Romi, mau nanya donk boleh kan? Baru-baru ini ada Alex Tew dari negeri luar sana, yang berhasil menjual pixel nya dengan setiap pixel sebagai satu dollar, dan berhasil memperoleh uang US$10 juta. homepagenya adalah <a href='http://www.milliondollarhomepage.com' rel='nofollow'>http://www.milliondollarhomepage.com</a> sementara itu di <a href='http://www.webwordofmouth.com' rel='nofollow'>http://www.webwordofmouth.com</a> Alex Tew telah dinyatakan sebagai orang yang menggaji wartawan US$ 7000 per bulan, untuk mempromosikan websitenya ke Imal Wagner&#8217;s contact. Pertanyaan saya:<br />
1. Jika ada orang lain yang melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Alex Tew (maksud saya membuat situs web yang sama) apakah bisa dikategorikan memiliki keunggulan defacto?<br />
2. Bagaimana ide Alex Tew bisa diterapkan di indonesia? dengan menjual per pixel seharga satu dollar? apakah mungkin di Indonesia.<br />
3. Umumnya proses terkenalnya seseorang adalah melalui media pers, bagaimana cara menarik perhatian media pers terhadap apa yang sedang kita kerjakan ?<br />
4. Bagaimana tipsnya supaya karya/ide kita tidak dicopy cat oleh orang lain?</p>
<p>Sekian dari Saya.</p>
<p>Salam,<br />
Aisyah
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
